(FF) Black Prince – Part 1


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 1

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Annyeong! Chandra Syifa W in here~

96lines – Grade 12 VHS. Yang merasa lebih muda dari saya terserah deh mau panggil saya apa, asal jangan panggil pake kata ‘oppa’ atau ‘abang’ aja #ngawur

Dan untuk yang lebih tua dari saya, so pasti ga cewek ga cowok saya panggil ‘kak’. Nyahaha xD

Pasti pada bingung kenapa judulnya pake ‘bumsso version’ segala *pede lo author* FF ini juga saya buat dgn main casts couple yang lain, jadi jangan heran ya #nyengir kuda

Satu pesan saya. Untuk siapapun yang sudah membaca ff ini mohon hargai kerja keras saya yang sudah cape – cape ngetik dengan memberikan komentar. Saya akan sangat berterima kasih untuk hal itu ^^

Ok, langsung baca~

 

***

 

Seorang laki – laki berjalan menuju sebuah bangunan tua yang terlihat gelap dan berada di ujung jalan. Dia melangkahkan kakinya tanpa beban, dan memasuki bangunan itu untuk menemui seseorang yang sudah menjadi atasannya sejak 3 tahun yang lalu. Kepribadian aslinya begitu baik, namun keadaan lah yang memaksanya untuk berubah dan tidak berpasrah pada jalan hidup yang terjadi.

”Seperti biasanya, tugas kau selesaikan dengan begitu baik” ucap sang atasan sembari duduk di sofa yang cukup besar. Sementara laki – laki yang menghampirinya hanya berdiri menatapnya kosong.

”Aku tau tanpa kau mengatakannya” balasnya dengan enteng.

”Baiklah, kita lihat kondisimu sekarang. Sepertinya kau terlihat jauh lebih mengerikan di bandingkan saat aku menemukanmu dulu. Benarkan?”

”Tidak usah basa – basi. Apa yang harus ku lakukan lagi?”

”Hahaha… Ternyata kau benar – benar sudah tumbuh dewasa, kau tidak dapat ku jadikan permainan lagi. Kau masih ingat dengan tujuanmu bekerja denganku?”

”Sedetikpun aku tidak akan melupakannya. Aku mengerti kalau mereka sangat membenciku karena aku mencintai anak mereka, namun aku tidak terima apabila mereka juga menyingkirkan keluargaku. Akan ku buat mereka menyesal sepenuhnya, meskipun aku harus mati”

Atasannya tersenyum mendengar ucapan bawahannya yang sudah di asuhnya sejak ia kecil. Dia menghampiri laki – laki itu dan kembali berbicara dengannya dengan wajah yang serius.

”Ini saatnya, kau balaskan dendam keluargamu pada mereka…”

Pagi Hari, di pusat kota Seoul

 

“Yaaa!!! Apa sih yang ayah inginkan???!!! Sudah ku katakan berkali – kali kalau aku tidak butuh seorang asisten!!!” bentak gadis cantik itu.

”So eun, kau tau kan profesi ayah apa? Sebagai seorang presiden ayah tidak punya banyak waktu untuk selalu menjagamu, kau mengerti kan?” ujar sang ayah yang menjabat sebagai presiden di korea selatan pada anaknya yang bernama Kim So Eun itu.

”Memangnya siapa yang meminta ayah untuk mencalonkan diri sebagai presiden??? Bukan aku kan??? Pokoknya ayah jangan pernah berpikir kalau aku mau di temani oleh asisten – asisten pilihan ayah itu, titik!”

Tanpa menghiraukan ayahnya so eun langsung berjalan meninggalkan rumahnya. Raut wajahnya terlihat kesal sekali. Belum sampai di pintu gerbang rumahnya dia tertabrak (?) oleh seorang laki – laki asing yang belum pernah ia lihat. Laki – laki yang postur tubuhnya lebih tinggi darinya, berkulit putih, dan juga berkacamata.

”Hei! Kalau jalan itu lihat – lihat!!!” bentak so eun pada laki – laki itu. Namun laki – laki itu hanya tersenyum simpul.

”Maafkan aku nona, tadi aku tidak sadar kalau nona berada di depan ku” ucapnya dengan membungkuk. So eun merasa aneh laki – laki itu memanggilnya dengan sebutan ’nona’. Sejak kecil so eun tidak suka di panggil dengan sebutan itu.

”Jangan pernah memanggil ku dengan sebutan ’nona’ atau semacamnya, aku tidak suka! Pergi kau! Jangan halangi aku!” bentak so eun lagi.

Saat so eun baru melangkah kan kakinya tiba – tiba tangan so eun sudah di tahan oleh laki – laki itu. Dia menatap mata so eun dengan sorotan yang tajam, dan membuat so eun merasa semakin aneh.

”Apa yang kau lakukan?! Kau tidak tau aku ini siapa hah?! Lepaskan aku!” kata so eun sambil meronta – ronta.

”Nona mau kemana? Bukankah sekarang nona harus belajar bahasa perancis denganku?” tanya laki – laki itu. So eun menatapnya dengan begitu curiga, apa yang dia maksud? Memang siapa dia?

”Mwo? Belajar bahasa perancis denganmu??? Oh, apa kau adalah asisten sekaligus guru yang ayah kirimkan padaku? Katakan!”

Belum sempat laki – laki itu menjawab ternyata ayah so eun keluar dari rumah dan menghampiri mereka berdua.

”Ya, dia adalah asisten sekaligus guru yang ayah pilih untuk menemanimu setiap saat kemanapun kau pergi. Kim Bum, kenalkan, ini putriku yang ku ceritakan padamu kemarin. Namanya Kim So Eun, kau bisa memanggilnya So eun” jelas ayah so eun pada kim bum. Kim bum pun tersenyum dan kemudian memperkenalkan dirinya pada so eun.

”Annyeong Haseo, naneun Kim Sang Bum imnida” ujar kim bum dengan senyumannya yang begitu menawan. *author ga nahan*

”Jangan pura – pura baik di depanku, percuma kau melakukannya. Aku tidak akan pernah menyukaimu sedikitpun” ucap so eun dengan jutek.

”So eun, Kim bum ini lebih tua 3 tahun darimu. Kau harus memanggilnya ‘oppa’, agar terdengar lebih sopan” saran ayahnya.

”Oppa? Ayah ingin aku memanggilnya dengan sebutan oppa??? Tidak, tidak akan! Aku tidak mau di awasi terus menerus olehnya!!!” elak so eun lagi.

Ayah so eun hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan putrinya yang tidak karuan. Tidak ada sopan santun sama sekali, pikir sang ayah. Kemudian ayah so eun berbicara pada kim bum.

”Aku titipkan So eun padamu. Jangan membiarkannya sendirian, dan ku harap kau mengerti sikapnya yang seperti ini” kata ayah so eun.

”Ne, aku mengerti tuan. Aku akan melakukan yang terbaik untuknya” balas kim bum dengan sopan.

Ayah so eun pun mengangguk pelan, kemudian meninggalkan kim bum dan so eun di sana menuju ke kantornya. Sementara so eun terlihat geram dengan sikap ayahnya yang terus – terusan mengekangnya.

”Aku akan membebaskanmu” ujar kim bum pelan sembari membenarkan posisi kaca matanya.

”Apa maksudmu?” tanya so eun dengan kembai curiga.

”Aku tidak akan mengikutimu, aku tidak akan melakukan apa yang ayahmu katakan padaku” kata kim bum lagi.

”Hah, sudah banyak asisten ayah yang menjanjikan hal itu padaku. Tapi buktinya, mereka tetap mengawasi ku dari jauh, bahkan sampai mengintrogasi temanku untuk mengetahui keberadaanku” kata so eun dengan rasa tidak percaya. Kim bum pun menatap so eun untuk membuatnya percaya.

”Kau perlu bukti?” tanya kim bum.

”Bukti? Kau pikir aku polisi yang sedang memecahkan masalah, hah?” ledek so eun dengan senyuman kecil.

”Aku serius”

”Aku duarius”

”Apa yang ingin kau lakukan sekarang, nona so eun?”

”Sudah ku katakan kalau aku tidak suka di panggil dengan sebutan itu”

”Baiklah, ku ulangi pertanyaanku. Apa yang ingin kau lakukan sekarang so eun?”

”Kau benar – benar ingin mengetahuinya?”

”Ya”

”Kau yakin?”

”Sangat yakin”

”Kalau kau ingin mengetahuinya, tangkap aku dulu kalau kau bisa!”

Dengan cepat so eun berlari meninggalkan kim bum yang terlihat sangat serius. Kim bum terlihat kaget dengan sikap so eun itu hanya mengerjapkan matanya dengan rasa tidak percaya. Berkali – kali kim bum membenarkan posisi kaca matanya kemudian melihat ke arah so eun pergi. Lalu so eun terlihat begitu senang karena dapat menghindar dari asisten barunya itu. Ia terus berlari hingga ke pusat pertokoan di seoul.

”Hah, kau pikir kau dapat menemukanku, asisten Kim Bum??? Hahaha…” ucap so eun sembari tertawa.

So eun memastikan keberadaannya kalau dia sudah aman dari kim bum, kemudian ia mampir ke sebuah toko es krim yang berada di pinggir jalan.

“Aku pesan big vanilla ice cream satu ya!” kata so eun pada bibi penjual es krim itu. Setelah memesan so eun duduk di sebuah meja yang arahnya ke luar toko. So eun duduk dengan nafas yang lega.

“Hidup itu tidak seburuk yang ku pikirkan, selama aku masih bisa mampir di toko es krim dan memesan es krim vanilla yang begitu lezat. Hmmmmm….” ujar so eun dengan tersenyum senang. Tanpa di sadarinya ada seorang laki – laki duduk di depannya dengan memegang semangkuk es krim vanilla.

“Kau merindukanku, Kim So Eun?”

So eun pun tersadar dari lamunannya mendengar seseorang menyebut namanya. Begitu kagetnya so eun melihat kim bum duduk di depannya sembari menikmati sesendok demi sesendok es krim yang juga di sukainya, es krim vanilla. So eun membulatkan matanya untuk memastikan apa itu kim bum atau tidak, namun sayangnya itu benar – benar kim bum.

”Kau?! Apa yang kau lakukan di sini?! Bagaimana kau bisa menemukanku???!!!” tanya so eun dengan sangat kaget, padahal bibir so eun begitu berantakan karena es krim yang di lahapnya. Kim bum hanya tersenyum menikmati es krim yang berada di mulutnya.

”Waeyo? Apa itu terdengar aneh? Tidak sulit untuk dapat menemukanmu. Siapa yang tidak tau kalau kau selalu mampir ke toko es krim dan memesan big vanilla ice cream?” ujar kim bum dengan santai. Kemudian bibi penjual es krim datang ke meja mereka dan meletakkan satu mangkuk big vanilla ice cream pesanan so eun.

”Bukan itu! Maksudku, bagaimana bisa kau mengejarku??? Aku itu salah satu murid dengan kecepatan lari yang paling cepat di kampus! Dan kau tau, tidak ada satu orangpun yang dapat mengejarku apabila aku sudah berlari!!!” kata so eun lagi dengan memukul meja.

”Lalu aku harus mengatakan apa kalau kau adalah pelari tercepat di kampusmu? Secepat – cepatnya kau berlari pasti kau tetap kalah dengan kecepatan sebuah kendaraan bukan?” balas kim bum dengan lebih santai. Untuk apa gadis ini memikirkan hal yang tidak penting, pikir kim bum.

”Hah, bagaimana bisa ia melakukannya. Hanya dia yang dapat menemukanku di sini dengan cepat, bahkan tanpa ku sadari…” gumam so eun sambil melirik kim bum tajam.

”Dari pada kau melirikku seperti itu lebih baik sekarang kau lirik es krimmu. Lihat, es krim itu sepertinya menangis meratapi nasibnya yang sedari tadi hanya di anggurkan olehmu”

So eun yang semakin sebal dengan kim bum hanya bisa memendam amarahnya dengan memakan es krim yang sudah sedikit meleleh. Dengan cepat dia melumat es krim yang ia pesan dengan begitu kesal. Sementara kim bum hanya tertawa kecil melihat aksi so eun yang seperti itu. Setelah es krim mereka berdua sudah habis kyuhyun merogoh kantung di jaketnya dan mengambil sebuah note kecil. Ia menarik nafasnya panjang – panjang, kemudian mulai membacanya di depan so eun dengan nada bicara yang agak keras.

”Jadwalmu hari ini cukup padat. Setelah ini kau akan belajar bahasa perancis 2 bab, lalu matematika statistika, kemudian di ikuti oleh pelajaran sosiologi karena kemarin katanya nilaimu di pelajaran ini begitu rendah. Kebetulan aku lulusan jurusan sosiologi, jadi aku dapat membantumu lebih banyak di bandingkan dengan pelajaran lain. Selain itu, aku akan menerapkan sistem pembelajaran yang…”

“CUKUP!!!”

Ucapan kim bum terhenti mendengar teriakan so eun yang memenuhi seisi toko es krim itu. Kim bum menatap so eun heran, sedangkan so eun menatap marah kim bum.

“Dengar, aku bisa belajar sendiri tanpa bantuan darimu. Aku pun bisa mendapat prestasi akademik tanpa bantuan darimu, meskipun nilaiku rendah di pelajaran sosiologi. Jadi, aku sama sekali tidak butuh bantuanmu! Oh iya, jangan pernah mengatur – atur jadwal ku, aku bisa melakukannya sendiri!!!” bentak so eun lagi. Kemudian ia berjalan meninggalkan kim bum yang masih terlihat heran.

”Hah, dasar gadis kecil. Ku pikir kau sehebat apa sampai bisa membuat 25 asistenmu terdahulu mengundurkan diri, ternyata hanya begini saja” gumam kim bum.

Karena emosinya yang begitu tinggi, akhirnya so eun memutuskan untuk pergi ke kampus. Pikirannya penuh dengan bayang – bayang wajah kim bum, yang sedari tadi membuatnya emosi.

”Baru pertama kali bertemu saja dia sudah seperti ini padaku. Dia belum tau siapa Kim So Eun yang sebenarnya, ishhh” kesal so eun sambi terus berjalan menuju ke kampusnya.

Di kampus ia bertemu dengan sahabat – sahabatnya seperti Moon Chae Woo, Jung So Min, dan Park Min Young. Mereka terlihat sedang asyik mengobrol di depan kelas, sembari menunggu jam kuliah di mulai.

“Annyeong so eun! Apa di pagi hari ini kau mengalami kejadian yang menyenangkan???” tanya min young dengan begitu antusias.

“Mwo? Kau bilang aku mengalami kejadian yang begitu menyenangkan??? Apa kau tidak lihat wajahku yang terlihat suram ini???” tanya balik so eun dengan menunjukkan wajahnya yang memang terihat suram. Chae woo dan so min hanya tertawa.

”Memangnya ada apa? Jangan bilang kalau ayahmu memberikan asisten baru padamu tadi pagi?” kata chae woo dengan tatapan meledek.

So eun hanya terdiam sambil mengingat kejadiannya yang tertangkap basah oleh kim bum di toko es krim. Wajahnya terus – menerus terlihat cemberut tanpa mengatakan apapun.

”Ah, berarti apa yang chae woo bilang itu benar. Asisten baru, siapa namanya? Apa dia begitu menyebalkan sampai – sampai berhasil membuat wajah mu kusam seperti itu? Baru pertama kali ada asisten baru yang berhasil membuatmu kesal seperti ini seohyun” ujar so min dengan senyumannya yang begitu manis.

”Benarkah? Wah, aku jadi penasaran dengan wajah asisten barumu itu. Ku harap tidak buruk seperti asisten – asistenmu terdahulu” kata min young sambil menepuk – nepuk bahu so eun. So eun hanya bisa menghela nafas.

”Haaah… Entahlah… Kemampuannya melebihi asisten – asistenku yang dulu. Kalian tau, ekspresinya seakan – akan tidak takut padaku sama sekali. Bahkan dia dapat menemukanku di toko es krim langgananku! Padahal aku sudah berlari secepat mungkin, tapi dia berhasil menemukanku…” terang so eun.

”Sudahlah so eun, kalau asistenmu yang baru itu memang lebih baik apa salahnya jika kau menerimanya?” saran chae woo dengan bijak.

”Kau bisa berkata seperti itu kan karena kau sudah punya Il woo” ledek so eun.

”Hmmm, tapi mungkin juga. Chae Woo punya Il Woo, aku punya Hyun Joong, dan Min Young punya Min Ho. Apa mungkin karena kau tidak memiliki kekasih jadi kau di berikan seorang asisten? Maksudku, kalau kau punya kekasih ayahmu tidak perlu repot – repot mencari asisten untuk menjagamu kan?” kata so min dengan panjang lebar. Pemikirannya memang begitu unik.

”Benarkah? Apa kalian sedang menyuruhku untuk mencari seorang kekasih???” ujar so eun dengan curiga.

Mereka semua pun tertawa mendengar ucapan so eun. Di sela – sela itu so eun juga mulai berpikir, apakah yang di katakan so min itu benar?

Jam kuliah pun selesai. So eun pun bergegas pulang bersama sahabat – sahabatnya. Di saat mereka sedang berjalan keluar kelas tiba – tiba so eun sudah di kagetkan dengan keberadaan kim bum yang tepat berdiri di depan so eun. Jarak mereka begitu dekat, membuat mereka saling bertatapan. Chae woo, so min, dan juga min young pun bingung.

”Selamat sore nona so eun. Ah tidak, selamat sore so eun. Jam kuliahmu sudah selesai, kini saatnya kau pulang ke rumah dan sesampainya di sana kita akan belajar bahasa perancis, seperti yang sudah ku sebutkan di toko es krim tadi pagi. Kau mendengarnya kan?” ucap kim bum tanpa memberikan so eun kesempatan berbicara. So eun memandang kim bum dengan ketus.

”Apa maumu? Sudah ku katakan kalau aku tidak ingin melakukannya, aku bisa sendiri! Perlu ku ulang berapa kali hah?!” tanya so eun dengan kesal. Chae woo yang menyadari emosi so eun sedang naik itu langsung berbicara pada kim bum.

”Ah, maaf tuan. Apakah anda asisten baru so eun? Sepertinya mood so eun sedang tidak baik sekarang, lebih baik anda pulang lebih dulu, nanti so eun biar pulang bersama kami. Kami tidak akan kemana – mana” ujar chae woo dengan sopan.

”Ya, aku asisten baru so eun. Namaku Kim Sang Bum, senang bertemu dengan kalian. Tapi maaf, aku yang harus membawa so eun pulang. Ada banyak hal yang harus ku jelaskan padanya selama di perjalanan nanti” balas kim bum.

Chae woo, so min, dan juga min young terlihat kagum dengan penampilan kim bum. Meskipun kim bum terlihat tidak modis dengan kaca mata bulat bening dan kemeja panjang di tutupi dengan sweater tanpa lengan, tapi kim bum tetap terlihat berwibawa. Dan meskipun saran chae woo di tolak oleh kim bum chae woo tidak merasa sakit hati, karena sikap kim bum yang begitu sopan.

”Ah, baiklah. Tolong jaga so eun ya? Kami mempercayakannya padamu” kata so min. Kim bum pun mengangguk pelan sambil tersenyum.

”So eun, bagaimana? Kau dengar sendiri kan apa kata temanmu? Sekarang ayo kita pulang” ajak kim bum yang kemudian menarik tangan so eun untuk pergi ke mobil.

-So Eun POV-

Yaaa!!! Namja menyebalkan!!! Apa dia tidak sadar – sadar  kalau aku membencinya, sangat membencinya sampai ke ubun – ubun kepalaku???!!! Bahkan dia berani tampil di depan teman – temanku, ini memalukan!

“Kau tau, aku sangat senang sekali kau memilih untuk meninggalkanku sendiri di toko es krim dan kemudian kau pergi ke kampus. Sikapmu sangatlah baik” ujarnya padaku sambil menyetir. Tatapannya memang fokus ke depan, tapi pasti dia sedang menertawakanku dalam hatinya.

“Aku tidak ingin mendengar ucapanmu. Sudah fokus saja menyetir” ucapku cuek sambil memandang ke arah luar dari kaca mobil yang berada di sampingku. Ku dengar suaranya yang tertawa kecil. Apa kan ku bilang?

”Sudah makan siang?”

”Tidak usah pura – pura perhatian”

”Apa saja yang kau pelajari di kelas tadi?”

”Jalani saja tugasmu sebagai asisten, menjaga ku dan mengajariku beberapa pelajaran, tidak usah sok menjadi manajer segala”

Dia kembali tertawa. Ya, aku tidak tau apa alasannya dia tertawa mendengar ucapanku yang cenderung ketus itu. Memang tugasnya hanya menjagaku dan mengajariku kan? Apa ucapanku salah?

”Kenapa kau tertawa? Tidak ada yang hal yang perlu kau tertawakan” kataku sambil menatapnya kesal. Dia masih saja tersenyum tidak jelas. Dasar namja aneh.

”Aku hanya berpikir, pantas saja asisten – asistenmu yang dulu memilih untuk mengundurkan diri. Yang perlu di jaga saja seperti harimau yang baru lepas dari kandang”

Aku tersentak. Benar, aku tidak menyangka kalau dia akan meledekku seperti itu. Harimau yang baru lepas dari kandang???!!!

”YAAA! Siapa namamu?! Oh iya, TUAN KIM SANG BUM! Berani – beraninya kau meledekku seperti itu!!! Memangnya siapa kau hah?!” bentakku sambil memukul bahunya. Dia meringis kesakitan, aku senang sekali pukulan ku berhasil membuatnya meringis.

”Aku asistenmu, apa aku perlu memperkenalkan diri padamu untuk kedua kalinya?” balasnya enteng. Demi apapun, aku benci sikapnya yang sok baik di depan ku maupun di depan teman – temanku…

Ku putuskan untuk memendam amarahku. Kalau saja dia sedang tidak menyetir, dia sudah ku habisi dari tadi. Awas saja kau, sekali lagi kau berani meledekku seperti itu, akan ku buat kau menyesal pernah melamar menjadi asistenku. Aku berjanji!

Waaaahhh akhirnya sampai juga di rumah! Tidak, maksudku, akhirnya sampai di kamarku. Tempat yang membuatku nyaman, dan bisa menghabiskan waktu tanpa harus melakukan apapun. Aku berjalan dengan riang sambil membawa tasku, sementara pria yang bernama kim bum itu mengikutiku dari belakang. Bahkan sampai di depan pintu kamarku pun, ia masih tetap berada di belakangku! Astaga, pria macam apa dia? Apa dia ingin melakukan sesuatu padaku di kamar? Dasar pria tak punya harga diri!

”Hei, untuk apa kau masih ada di sini? Ini kamarku, sudah sana kembali ke rumahmu!” usirku dengan nada yang agak tinggi.

“Mwo? Memangnya sekarang jam berapa? Baru jam 6 sore kan? Setelah jam makan malam kau masih harus belajar bahasa perancis. Kau tidak ingat?” ingatnya padaku. Untuk apa dia mengingatkan hal itu? Percuma, aku tidak akan peduli.

”Aku akan belajar bahasa perancis sendiri, aku janji. Sudah sana pergi” usirku lagi. Dia tidak memberikan reaksi apapun padaku.

”Ku bilang pergi! Aku mau istirahat!” ucapku lagi. Namun dia tetap tidak bergeming. Tatapannya tetap kosong seperti itu, sepertinya dia benar – benar tidak ada niat untuk beranjak dari sini.

Tanpa ku hiraukan dia aku langsung masuk ke kamarku. Ku kunci pintu kamarku dan ku lempar saja tasku ke atas kasur. Dan aku pun merebahkan diri di kasur kesayanganku yang empuk itu. Lega, aku begitu lega karena aku dapat terhindar dari asisten itu. Ya meskipun cuma di dalam kamar.

”Kim Sang Bum… Hmmm, sebenarnya dia pria yang lumayan tampan, kalau gaya pakaian nya tidak seburuk itu” gumamku. Meskipun aku membencinya bukan berarti aku tidak boleh beropini tentangnya kan?

”Tapi aku masih penasaran, bagaimana ia tau kalau aku ada di toko es krim tadi pagi? Lalu ia juga tau kalau aku pergi ke kampus, padahal ia tidak ada di belakang ku saat aku pergi tadi. Bagaimana bisa ia melakukannya? Apa jangan – jangan, ia punya kekuatan supra – natural???” sambungku lagi.

”Ah, buat apa aku memikirkan orang itu, tidak ada untungnya buatku” ucapku sambil mencoba untuk memejamkan mata.

-Author POV-

Kim bum yang tadi di tinggal di depan kamar so eun hanya tersenyum kecil. Ia mulai mengerti sifat so eun, namun perlu beberapa siasat agar so eun dapat menuruti apa yang di katakannya.

”Baiklah, ku biarkan kau beristirahat di sana sebelum belajar. Aku tidak akan terus – menerus menyiksamu” kata kim bum pelan. Kemudian ia berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sofa yang tersedia.

Kim bum menunggu so eun untuk turun makan malam dengan membaca koran dan buku – buku yang di simpan di dalam lemari. Dia terlihat asyik sendiri dengan buku bacaannya, sampai ponselnya pun berbunyi. Akhirnya kim bum menerima telfon yang masuk.

Yeoboseyo..

Kau sudah bertemu dengannya?

Ya, kami belum begitu dekat. Dia mencoba untuk menghindariku dengan kemampuan berlarinya yang memang luar biasa. Namun aku berhasil menemuinya..

Apa saja yang sudah kau ketahui tentangnya? Ingat, kau harus bergerak cepat. Kesempatan ini tidak datang dua kali, dan kalau kau gagal maka artinya kau telah mengecewakan orang tuamu..

 

Kim bum terdiam mendengar ucapan dari penelfonnya. Ia mulai mengingat masa lalu, kemudian ia mengepalkan tangannya seakan – akan dia sangat marah.

Ya, aku tau itu. Tapi aku tidak akan pernah gagal, akan ku buat dia dan keluarganya menderita secara perlahan, sama seperti mereka yang dulu menyiksa keluarga ku dengan perlahan..

Bagus, jangan lupakan tujuan utamamu. Ingat, hanya kau lah yang dapat membalaskan dendam orang tuamu pada mereka..

 

Telfon pun terputus. Kim bum terdiam mengingat percakapannya dengan penelfon sembari menahan emosi. Tatapannya yang tadi terlihat hangat kini terlihat seperti amarah yang memuncak. Namun itu terhenti ketika so eun memanggil namanya.

”Hei tuan Kim Sang Bum! Untuk apa kau berdiam diri di sana? Kenapa kau tidak pulang juga? Oh, atau jangan – jangan kau meminta ayahku untuk bisa tinggal di sini, iya kan???” ujar so eun sambil menunjuk wajah kim bum. Kim bum pun menepis jari seohyun.

”Apa kau pikir aku begitu miskin sampai aku tidak punya tempat untuk beristirahat? Sudahlah, lebih baik kau pergi ke meja makan dan habiskan makanan yang ada di atas meja. Kau harus mempersiapkan energi agar dapat belajar dengan baik” balas kim bum dengan panjang lebar.

So eun hanya memanyunkan (?) bibirnya mendengar ucapan kim bum, namun akhirnya ia berjalan ke meja makan. Mereka pun makan malam bersama, dan hanya ada mereka berdua di meja itu. Suasana terasa agak kaku, namun itu tidak berlaku bagi so eun. Ia menyantap makanannya dengan santai, tanpa memikirkan keberadaan kim bum sama sekali. Padahal kim bum duduk tepat di depannya. Sementara kim bum hanya makan beberapa sendok, kemudian ia melihat so eun. So eun yang menyadarinya langsung merasa risih.

”Apa lihat – lihat? Kau masih lapar? Bukankah makananmu masih sisa???” tanya so eun.

”Memangnya kenapa kalau aku melihatmu sedang makan? Apakah ada larangannya di rumah ini?” balik tanya kim bum.

”Yang kau lihat itu aku. Kalau kau melihatku sedang makan berarti itu hakku untuk melarangmu. Kalau kau melihat Britney Spears sedang makan baru aku tidak peduli” cuek so eun yang kemudian melanjutkan makannya.

Akhirnya kim bum memutuskan untuk menunggu so eun selesai makan malam. So eun terlihat lahap sekali makannya, namun dia tetap menggunakan etika di saat makan. Selesai makan, so eun beranjak dari kursinya. Namun kim bum menahan so eun dengan menarik tangannya.

”Apa – apaan ini? Jangan sentuh tanganku!” ujar so eun sambil mencoba untuk melepaskan tangannya dari tangan kim bum. Tapi tidak berhasil, tangan kim bum jauh lebih kuat di bandingkan dirinya.

”Kau mau mengunci dirimu di kamar dan menghindar dariku lagi? Tidak, aku tidak akan membiarkannya. Sekarang kau akan belajar bahasa perancis sampai jam 8, lalu di susul dengan matematika statistika selama 1 jam, karena aku yakin kau tidak suka dengan pelajaran itu. Mengerti?” ujar kim bum dengan panjang lebar.

”Memangnya kau orang tuaku yang bisa seenaknya menyuruhku untuk melakukan ini itu? Sudah sana pergi!” sambung so eun.

”Mau dengan cara halus atau cara kasar? Ku sarankan kau memilih dengan cara halus, dari pada aku yang akan bertindak”

So eun semakin kesal dengan sikap kim bum yang kini berani mengancamnya. Laki – laki macam apa dia, pikir so eun.

”Ya ya ya baiklah! Lepaskan tanganku sekarang! Aku akan belajar bahasa perancis, tenang saja!” kata so eun yang akhirnya menyerah. Kim bum pun tersenyum senang.

”Bagus. Sekarang kita akan belajar di mana ya? Bagaimana kalau di taman yang ada terasnya? Yang berada di belakang rumahmu itu, bagaimana?” usul kim bum.

”Terserah, aku tidak peduli” jawab so eun dengan cuek.

Kemudian so eun beranjak ke kamarnya untuk mengambil buku pelajaran bahasa perancis, di dampingi oleh kim bum pastinya. Setelah itu mereka berdua berjalan ke taman belakang rumah so eun. Rumah so eun memang cukup besar, apalagi ayah so eun adalah seorang presiden, sudah pasti besar dan mewah.

”Baiklah, kita akan mulai dari pelajaran paling awal. Coba buka halaman 4” kata kim bum. So eun pun menurut saja, ia buka bukunya halaman 4.

”Sekarang coba kau kerjakan latihan 2 yang ada di halaman itu. Hanya ada 5 soal, jadi kau ku berikan waktu 5 menit. Masing – masing soal harus kau selesaikan dalam waktu 1 menit, karena itu kau harus belajar cepat” sambung kim bum lagi. Namun sayangnya so eun tidak terlihat antusias, dia malah asyik bermain dengan ponselnya tanpa mendengar ucapan kim bum.

”Sebenarnya apa yang ia inginkan? Cantik, tapi sikapnya bukan seperti putri presiden sama sekali. Bahkan untuk mendekatinya pun jauh lebih sulit di bandingkan membunuh seorang pencuri” batin kim bum.

Kim bum menghela nafas, kemudian ia membenarkan posisi kacamatanya. Ia mulai berbicara dengan so eun dengan nada yang ramah dan sopan.

”Kenapa kau malah bermain dengan ponselmu? Bukankah kau setuju untuk belajar bahasa perancis denganku?” tanya kim bum. So eun masih tetap bermain dengan ponselnya.

”So eun, aku sedang bicara denganmu. Kau tidak punya banyak waktu, 2 minggu lagi kau harus ujian bukan?” tanya kim bum lagi. Tatapan so eun masih ke layar ponsel, tidak menghiraukan ucapan kim bum sama sekali. Akhirnya kim bum mengambil ponsel yang ada di tangan so eun dan memasukkan nya ke dalam saku sweaternya. So eun pun kaget, dan ia tidak bisa mengambi ponselnya kembali karena gerak kim bum yang begitu cepat.

”Yaa!! Kembalikan ponselku tuan Kim!!!” bentak so eun.

“Tidak, tidak akan ku kembalikan sampai kau selesai mengerjakan soal yang ada di buku itu” balas kim bum. So eun pun mendengus kesal.

“Ku bilang kembalikan! Kalau kau tidak melakukannya, akan ku laporkan kau pada ayahku agar kau di pecat sekarang juga!” bentak so eun lagi.

”Kalau kau tidak mengerjakan tugas yang ku berikan, akan ku laporkan kau pada ayahmu agar kau di kurung di kamar semalaman. Bagaimana?” balas kim bum dengan senyuman evilnya.

So eun membulatkan matanya dan menatap kim bum dengan tidak percaya. Semakin membencinya, itu lah yang ada di dalam benak so eun. Kim bum sendiri tidak peduli meskipun so eun menatapnya dengan seperti itu, justru kim bum senang karena so eun tidak berani melakukan apapun terhadapnya.

”Kau benar – benar…” gumam so eun.

”Benar – benar apa? Benar – benar membuatmu kagum, nona so eun?” balas kim bum yang masih dengan senyuman evilnya.

”Kau… Kau benar – benar minta di habisi rupanya ya? Apa yang kau ingin kan sebenarnya dariku tuan kim?!”

”Hmmm, sebenarnya tidak banyak yang ku inginkan darimu. Atau begini saja, bagaimana kalau kita membuat perjanjian?”

”Perjanjian apa? Kau mau mengancamku lagi dengan perjanjian yang ada di pikiranmu itu hah?!”

”Tidak, justru ini akan sangat menguntungkan, bagi yang memenangkannya”

Kali ini so eun merasa bingung dengan ucapan kim bum. Kim bum pun tersenyum dan kini terlihat lebih serius.

”Dengarkan aku baik – baik nona so eun. Kalau aku berhasil membuat nilaimu jauh lebih tinggi di bandingkan sebelumnya, maka kau harus menuruti semua perkataanku, meskipun aku hanyalah asistenmu. Tapi kalau tidak, maka aku akan mengundurkan diri sebagai asistenmu. Bagaimana, menarik bukan???”

To Be Continued…

 

Belum keliatan ya apa filosofi dari ’black prince’ itu?

Iya, soalnya ini masih permulaan. Tapi nanti lama – lama keliatan kok *ya iyalah*

Jangan lupa memberikan komentar juga, hohoho~

Khamsahamnida, see you on the next part mates!!! ^^

 

-Chandra Syifa W-

About these ads

Tagged: , , , , , , , , , , ,

49 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 1

  1. heldajungsoo Agustus 26, 2012 pukul 7:14 am Reply

    Wah ada ff bumsso baru, wah bum ada dendam ama keluarga soeun, menarik dan lanjtkan.

    • koreanfanfictland Agustus 26, 2012 pukul 10:24 am Reply

      Terima kasih! Tunggu part selanjutnya yaaa

      -Chandra Syifa W-

  2. Sendy Sekar Agustus 26, 2012 pukul 7:26 am Reply

    daebak ceritanya tapi knpa ada nama kyuhyun sama seohyunnya???
    di tunggu part selanjutnya :)

  3. susan luv bumsso Agustus 26, 2012 pukul 8:43 am Reply

    keren crtx…lw px asisten kyk bum cph sich yg g suka,..sso bnr2 jail nyh d tunggu next partx sm9 mrk tmbh dkt nyi. . .hwaiting thor. . .

    • koreanfanfictland Agustus 26, 2012 pukul 10:23 am Reply

      Ok, di tunggu aja yaa part selanjutnya =)

      -Chandra Syifa W-

  4. sugarsoya Agustus 26, 2012 pukul 9:57 am Reply

    Ceritanya menarik, walaupun masih agak burem konfliknya, hehehe
    Jdi yg nyebabin kematian ortunya kim bum itu ortunya soeun?? Ko bisa??
    Ditunggu next partnya ya…

    • koreanfanfictland Agustus 26, 2012 pukul 10:23 am Reply

      Iya, konfliknya emang belum begitu jelas di sini. Part2 berikutnya akan lebih jelas lagi kok, hehehe

      -Chandra Syifa W-

  5. SaRy Aj0w Agustus 26, 2012 pukul 12:39 pm Reply

    Waw bgus bgt k0k, teratUr..
    Tp msh ada bbrapa typ0..

    • koreanfanfictland Agustus 26, 2012 pukul 12:51 pm Reply

      Iyooo, hahaha maaf yaaa. Ga janji juga sih bisa ga typo di next partnya, hohoho~

      -Chandra Syifa W-

  6. Putzz ran" moury Agustus 26, 2012 pukul 12:58 pm Reply

    Ga tau knapa pas pertama x bCa aq langsung inget city hunter. .
    Padahal kan cerita’a beDa. . Hehe. . . .
    Emang sich d sini sikap s0eun agak gmana gtUu?
    Tpi karena s0eun kurang perhatian mungkin. . .
    D tUnggU Part selanjUt’a.

    • koreanfanfictland Agustus 26, 2012 pukul 1:01 pm Reply

      Saya sbg author juga bingung, saya malah kepikiran city hunter juga. Hahaha xD
      Agak gimana yaa??? Yaa intinya saya bosen liat so eun yg kalo di dunia ff itu kalem, baik, dan perhatian. Saya mau liat sisi lain so eun di dunia ff, jadinya saya deh yg bikin #plakk
      Makasih yaa ^^

      -Chandra Syifa W-

  7. devi Agustus 26, 2012 pukul 3:38 pm Reply

    Slm keNal,,,,,,,,

    KeReN bNgeeeeet cRita’a d FF Ni bumppa jd oRNg jhat ,jd pNasaRN ma part selaNjut’a,,,,
    JNgaN lma2 y thoR part selaNjut’a,,,,
    SmNgaaaaaat,,,,,,

    • koreanfanfictland Agustus 27, 2012 pukul 9:56 am Reply

      Jarang2 kan bumppa jadi orang jahat??? Ya iyalah orang kim bum mukanya baik banget gitu :3
      Ok, tunggu aja yaa~

      -Chandra Syifa W-

  8. agustin ayu Agustus 26, 2012 pukul 4:23 pm Reply

    daebak, cerita-nya seru banget . . .
    Kim bum jadi asisten-nya kim so eun, Sso eonni jangan benci2 banget dong sama bumppa nanti malah cinta lohh, kkkkk’
    di tunggu next part-nya ^^

    • koreanfanfictland Agustus 27, 2012 pukul 9:56 am Reply

      Ahaha terima kasih yaa sudah baca, makasih juga utk komennya :)

      -Chandra Syifa W-

  9. Ananda meidiana putri Agustus 27, 2012 pukul 4:01 pm Reply

    Daebak abisss :D.
    Dari dulu aku suka banget ff buatan onne :D yg keren-keren :D

    • koreanfanfictland Agustus 28, 2012 pukul 9:53 am Reply

      Mwo? Hahaha terima kasih sudah jadi readers setia saya yaa. Makasih jg udah mampir~ =)

      -Chandra Syifa W-

  10. Alfira Agustus 28, 2012 pukul 5:58 am Reply

    annyeong,
    aku 96lines jg lohh, aku prnh comment ff chingu yg lain tp bkn d wp sni, eh dsni denk.. lupaaaaaa.. aaahh yg pntg prnah comment

    hheemm..
    satu kata: DAEBAK!!
    suka suka suka ^^

    next part aku tnggu ya chingu ^^

    • koreanfanfictland Agustus 28, 2012 pukul 9:54 am Reply

      1 lines dong kita? Hahaha~
      Yang di MLM kah??? Hmmm sepertinya emang di MLM deh. Ah bodo amat yang penting udah sempet mampir dan komen juga xD
      Gomapseumnida! Saya akan berusaha utk lebih baik lagi. Terima kasih! ^^

      -Chandra Syifa W-

  11. pipip Agustus 29, 2012 pukul 9:18 am Reply

    Wah ada ff bumsso lgi, bgus ceritnya thor jgn lma2 tjor kljutannya penasaran :-)

    • koreanfanfictland Agustus 29, 2012 pukul 11:35 am Reply

      Iyooo, hahaha~
      Ok, di tunggu aja ya. Kalau saya lagi ga sibuk :)

      -Chandra Syifa W-

  12. obatsuntuk1 September 4, 2012 pukul 2:28 am Reply

    Wah tema ceritanya bener2 refreshing n beda.. Habis kebanyakan tema FF bumsso cinta2 biasa gt..Keren.. Jd penasaran.. :D Lanjut trs Thor ;)

    • koreanfanfictland September 4, 2012 pukul 10:11 am Reply

      Thanks ya udah visit dan komen! Beda? Ahaha sebenarnya sih biasa aja, saya ga bisa bikin ff yg bagus2 amat. Makanya pas – pasan itu inspirasinya. Kekeke~

      Okey, di tunggu aja yooo

      -Chandra Syifa W-

  13. Chachicha September 6, 2012 pukul 3:40 pm Reply

    Wah seru nich ceritanya. .

    Jdi bum oppa itu mau blas dendam sma kluarga ny so eun unnie..

    • koreanfanfictland September 7, 2012 pukul 8:08 am Reply

      Iyaaa, kurang lebih seperti itu :)
      Oh iya, jangan lupa baca lanjutannya ya. Kekeke~

      -Chandra Syifa W-

  14. Justgalon September 9, 2012 pukul 6:34 pm Reply

    ya ampun saya baru main kesini lagi..eh ada ff bumsso lagi..kekekke…
    bagus thor ceritanya. kim bum dendam ya sma kluarga so eun..
    aku lanjut baca part 2 yaa :D

    • koreanfanfictland September 10, 2012 pukul 11:49 am Reply

      Hohoho ga apa2 kok, udah mau visit aja kita udah seneng. Apalagi mau baca dan komen juga, lebih seneng lagi :3
      Yoi, hehehe~

      -Chandra Syifa W-

  15. cucancie September 11, 2012 pukul 3:17 pm Reply

    Wahh baru nemu ff bumsso ini kyknya ser,bikin penasaran,tp td tiba2 nyelip kyuhyun sm seohyun,wkwkwk tp gpp ceritanya tetep bagus kok apalgi ada bumsso nya..

  16. Winzzlee September 15, 2012 pukul 5:46 am Reply

    Part pertama lumayan menarik tapi masih kurang jelas apa yang dilakukan keluarga so eun ke keluarga kim bum, selain tu orang yg nyuruh kim bum jg punya motif ma kel so eun

    • koreanfanfictland September 15, 2012 pukul 9:10 am Reply

      Reader baru ya? Hahaha salam kenal ya ^^
      Iya, kalau part 1 memang masih agak samar..

      -Chandra Syifa W-

  17. Nia lestari lufibumhekidory Oktober 5, 2012 pukul 11:34 pm Reply

    Selese tinggal lanjut bca part 2..
    Bru awal udah bikin greget..

  18. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 11, 2012 pukul 9:50 am Reply

    Kereeen banget haha baru tau kak chandra bkin ff lagi oklah saya lanjut baca kak ;)

    • koreanfanfictland Oktober 11, 2012 pukul 10:35 am Reply

      Kak chandra??? :O
      Wahahaha silahkan deh :)

      -Chandra Syifa W-

      • SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 24, 2012 pukul 11:24 am

        Hehe aku bingung kak mau manggil apa hehe manggil chandra atau syifa ? Hehe :D

  19. Detya's Oktober 22, 2012 pukul 8:43 pm Reply

    Kyak’a seru ya ff’a

    tp kyak’a author pingin pke cast seokyu ya? D’bbrp bgian nama’a salah gtu??

  20. anastasia erna November 2, 2012 pukul 8:45 am Reply

    bagus…
    seru juga..so eun sewot ma kim bum…

  21. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 10:01 am Reply

    aduuuhh sso keras kepala bnget yah tpi seru lhat dia berkelahi ma bum truss… kkekkekke
    mksud bum ma yg menelpon.y tdi apa???

  22. Queenella November 30, 2012 pukul 3:18 pm Reply

    Menarik nih ceritanya
    Tapi masih ada salah2 di nama cast nya

  23. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 2:40 am Reply

    Hemmmm…. Sebenr ηγά̲̣̥ apa motif dendam bumm-ah ma keluarga Sso eunni?????

    Ckckkckckck
    Bumm-ah bergaya cupu….

    Lanjutttt…. .͡▹​

  24. aulia safira Mei 10, 2013 pukul 8:29 am Reply

    hmmm …. seru
    tapi tujuan ki bum belum terlalu menonjol

  25. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 3:58 am Reply

    Jiahhh kak Syifa sukaa bggettt sma FF n..
    Jiahhh snagg bggettt bca nya..
    Yuli lhran thun 1997 kkak..jdii gak slah dong pggil kak Syifa dngan sbtan kkak..
    :)
    jiahhhh kimbum pnya mksudd trntntu..*kra2 apa yaaa..*?*
    so eun n lcu bnar2 lcu d snii jutek beudd..haaa..
    :)

  26. nurwini aprilia Juli 12, 2013 pukul 7:21 pm Reply

    semakin penasaran dg alur ceritanya!
    Aku reader baru ff mu thor, salam kenal,

  27. fairuz1195 September 21, 2013 pukul 9:07 am Reply

    aku pernah baca ff persis kayak gini, judul & jalan ceritanya juga sama, cuma beda pemainya aja,,
    tapi tetap semangat buat yang nulismm

  28. fairuz1195 September 21, 2013 pukul 9:07 am Reply

    aku pernah baca ff persis kayak gini, judul & jalan ceritanya juga sama, cuma beda pemainya aja,,
    tapi tetap semangat buat yang nulis,,

  29. Desy April 2, 2014 pukul 1:45 pm Reply

    So eun bener” benci sma kim bum tpi lama kelamaan pasti so eun jtuh cinta sma kim bum,,, begitu pun sebalik nya….

  30. lilis suryani Juli 2, 2014 pukul 4:44 pm Reply

    bagus thor ceritanya semoga akhirnya jngn gantung ge ea thor…
    hhhhhh

  31. Rinni Dwiantari Juli 29, 2014 pukul 2:41 pm Reply

    Daebak eonni!!! jadi keinget city hunter deh… wkwkwk,, ceritanya hampir mirip.. wahhh eonni berkaryalah sebanyak mungkin, nee?? hwaiting!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 408 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: