(FF) My Heart Doctor – Part 1


My Heart Doctor

Author: MyBlackTears(Arifia W)

Main cast: Lee Donghae and Jessica Jung

Cast: Im Yoona, Jung il woo, Moon Chae Woon.

Random cast: Moon Jee eun, Dokter choi, joo woon.

Genre: Romantic, comedy.

“iyah! Baiklah, aku akan segera pulang!” ucap donghae pada adiknya dalam telfon, saat menyetir.

”hah…! orang ini! memangnya siapa yang kakak, siapa yang adik. Seenaknya  mengaturku!” lanjut donghae setelah menutup telfon dari adiknya.

Setelah menutup telfon dari adiknya, donghae langsung mempercepat mobilnya untuk pergi ke sebuah cafe. Donghae sampai dicafe. Ia berkumpul degan temannya.

”tak ada kabar, tiba-tiba sudah sampai diKorea!” ucap jung ilwoo, salah satu sahabat Donghae.

”bosan sekali di jepang!” jawab Donghae.

”bosan? Bukankah kau melewati setiap malam dengan wanita – wanita di jepang!” sambung ilwoo.

”yah….memang benar, tapi tetap saja merasa bosan!” ucap Donghae.

”sudahlah! Aku harus segera pergi.” lanjut Donghae.

”hemm..baiklah. kau selalu pergi tak tau tujuan.” jawab ilwoo.

Donghae pun pergi lagi dengan mobilnya.

Tiba-tiba seorang wanita menyebrang di depan mobil Donghae. Donghae menghentikan laju mobilnya.

“AHH!” teriak wanita itu. wanita itupun terjatuh dan tak sadarkan diri.

”ah! Sial!” dengus Donghae. Donghae keluar dari mobilnya.

”noona, kau tidak apa?” tanya Donghae.

Ternyata wanita itu tak bangun juga. Donghae langsung membawanya ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit donghae dan beberapa perawat  langsung membawanya keruang perawatan.

” kau uruslah wanita itu! Aku tidak mau terlibat! ” ucap donghae pada seorang perawat.

Setelah itu donghae pergi meninggalkan rumah sakit, namun dia melihat seorang wanita muda yang cantik.

”haii manis…” ucap doghae dari kejauhan. Wanita itu diam saja.

”heii, aku rasa kau telah salah mengabaikan seorang lelaki sepertiku” teriak donghae. Wanita itu langsung berbalik dan berkata.

”mian. Tapi ini rumah sakit! Harap kau jaga sikap bodoh mu itu.” ujar wanita itu.

”APA? Kau ini benar-benar… Baiklah aku akan pergi.” ucap donghae sambil menahan marahnya. Merakapun pergi. Tapi seorang perawat tiba-tiba mengejar donghae.

”Tuan…..Tuan…..tunggu…” teriak perawat itu.

”ada apa! Aku sudah bilang tidak mau terlibat!” bentak donghae.

”tapi wanita itu memaksa ingin bertemu dengan orang yang sudah menabraknya..saya harus bagaimana?” ucap si perawat.

”baiklah. tunjukan  aku ruangnya.” jawab donghae.

Saat masuk keruang perawatan, donghae mengeluarkan tatapan mautnya dan berkata..

” jeongmal mianhae. Tapi aku tidak melihatmu saat itu.” ucap donghae dengan lembut.

”oh~ baiklah tidak apa…” jawab wanita itu dengan tatapannya yang terpaku pada donghae.

”gomapta…” sambung doghae. Diapun memakai kacamata hitamnya dan bergegas pergi.

”semua tuntas sudah. Itu hal yang mudah…” ucap donghae dalam hati.

”tunggu!” ucap seorang dokter. Donghae menghentikan langkahnya dan membalikan badan.

”ada apa lagi!” jawab Donghae.

Setelah berbalik badan ternyata dokter itu adalah wanita muda yang tadi di goda Donghae.

” Kau! ” teriak donghae.

” kau! Oh, ternyata kau lah si penabrak itu. Pantas saja…” jawab dokter itu.

”apa maksudmu itu! Pantas apa?! Tak ku kira kau seorang dokter….Jessica…” ucap Donghae.

”jessica? Dari mana kau tau namaku?” tanya jessica.

”name tag mu itu…..”jawab Donghae.

”oh  ya benar …” sambung jessica sambil menutup name tagnya.

Merekapun menghentikan pembicaraan, membalikkan badan masing-masing dan donghae pergi meninggalkan ruangan itu. Handphone Donghae berdering, dia langsung menerima telfon tanpa melihat siapa yang menelfonnya.

”yeoboseyo…” ucap donghae terlebih dahulu

”jeongmal! Kakak ini! Sudah aku bilang cepat pulang! baru sampai ke korea kau sudah keluyurang kemana-mana.” sambung adik Donghae yang bernama Moon chae woon.

”Chae woo, bisakah kau tidak mengomeli kakakmu ini.. aku bisa mengatur diriku sendir,i kau tau!” bentak Donghae.

”kalau kau mau menjadi kakakku, maka ubahlah sikapmu itu!” balas Chae Woon.

”baik. Terserah kau saja!” ucap Donghae. Dan menutup telfon chae woon.

Donghae sama sekali tidak menghiraukan omongan Chae Woo. Dia tetap pergi dengan mobilnya ke tempat yang ia mau. Mendengarkan musik sambil menyetir mobilnya di jalan sepi, yang membuat donghae mempercepat laju mobilnya. Beberapa mobil terlihat mengikutinya dari belakang.

”benar-benar! Sudah kubilang aku bisa mengatur diriku sendiri!” dengus donghae. Ternyata donghae mengetahui bahwa mobil yang mengikutinya adalah orang-orang suruhan ibunya. Mengetahuinya, donghae tetap melaju dengan mobilnya dan justru menghidar dari kejaran mereka. Donghae merasa kalau dia akan terkejar, maka dia menghentikan mobilnya dan masuk kesebuah hotel megah.

” ini kunci mobilku. Cepat parkir.” ucap donghae dengan gaya yang begitu santai pada pelayan hotel dan melempar kunci mobilnya padanya. Donghae bergegas masuk dalam hotel itu dengan mengunakan kacamata hitam. orang-orang itu tetap mengikutinya denga masuk ke hotel yang sama, dan menemukan donghae tapi mereka berjalan seolah-olah tak mengikutinya.

” sial. Mereka ada disini? Sekarang aku harus kemana?” ujar donghae dalam hati. Dilihatnya seorang wanita yang baru saja keluar dari sebuah kamar dihotel yang dilewati Donghae.

”ini dia kesempatanku..” ucap donghae. Donghae langsung masuk kedalam kamar itu. Orang-orang suruhan itu merasa bingung mungkinkah mereka salah orang, kalau dia donghae untuk apa dia masuk kesana?.

”ah!” teriak wanita itu. Donghaepun menutup mulut si wanita dengan saputangan yang ada di kantongnya. Dan saat donghae melihat orang-orang suruhan itu tidak ada, pelan-pelan dia membuka mulut wanita itu.

“apa! Kau lagi!” ucap donghae. Ternyata wanita itu adalah jessica.

”apa! Kau itu tak pernah berhenti mengganggu orang ya!” bentak Jessica sambil merapihkan rambut dan pakaiannya.

”aku kira siapa ternyata kau..kau itu beruntung bisa bertemu dengan ku lebih dari satu kejadian!” balas donghae.

“bukannya kau seorang dokter? Seharusnya kau merawat pasien. Kenapa kau bisa ada disini?.” Sambung donghae.

“kenapa aku harus memberitahumu!.” jawab jessica dengan dingin.

”huh..dasar wanita! awalnya tidak mau memberi tau. Ternyata untuk membuat silelaki bertanya-tanya dan akhirya wanita itu bisa berlama-lama dengan laki-laki itu.” sindir Donghae. Jessica tetap diam dan keluar dari ruang hotel itu.

”dingin sekali wanita itu” ucap Donghae dalam hati.

”tapi bagaimanapun kau telah menolongku jadi. ..gomawo!” teriak Donghae pada jessica yang sudah berjalan menuju lift. Donghae juga pergi meninggalkan hotel itu, tapi dia tertangkap oleh orang-orang itu. Merekapun membawa Donghae kedalam mobil.

”hey apa-apaan kalian! Lepaskan!” ujar Donghae.

”maaf tuan, tapi kami hanya menjalankan perintah nyonya” ucap salah satu orang suruhan itu. Meraka langsung menjalankan mobil dan membawa Donghae pulang kerumahnya.

Sesampainya dirumah Donghae yang begitu mewah, pengawal-pengawal itupun melepaska Donghae.

”kalian ini membuat ku kesal. Bajuku jadi berantakan!.” ucap Donghae sambil merapihkan baju dan rambutnya.

”Akhirnya kau sampai juga. Jika aku tidak menyuruh mereka untuk menjemputmu mungkin kau akan kembali besok.” ucap ibunya, Moon jee eun.

”payah…mungkin kau tak mempercayai aku yang begitu mirip dengan ayahku yang tukang selingkuh, kau tak mau marga orang itu marganya sama dengan chae woo, makanya kau memberi marga chae woon dengan marga yang sama denganmu dan bukannya sama dengan ayah.” sambung Donghae

”dasar anak nakal. Aku rasa kau sedang membicarakan kedua orang tuamu yang sudah mati itu..” balas ibunya.

”menyebalkan! Jika kau tidak mejadi orang ketiga dalam rumah tangga orang tuaku, maka aku tak pernah tinggal disini bersama kau.” bentak Donghae.

”Lee Donghae.. aku tetap ibumu dan Chae woon tetap adikmu. Tak seharusnya kau bicara seperti itu.” jawab ibunya dengan menyentuh pundak Donghae.

”oh..benar. kau memang menganggapku anak, tapi aku tak akan memanggilmu dengan sebutan, eomma.” sambung Donghae. Donghae langsang pergi dan masuk kedalam kamarnya.

Chae woo melihat Donghae masuk kedalam kamarnya dan pergi menghampirinya.

”oppa, dari mana saja kau? Kenapa baru kembali?” tanya Chae woon.

”aku kan kakakmu, jadi..bisakah kau berbicara dengan sopan padaku?” ucap Donghae.

”haduh! Oppa….Umur kita itu hanya berbeda 4 bulan..kau tau itu!” ucap Chae woo.

”heemmm..ya, kau benar. Tinggalkan aku!.” jawab Donghae.

”aratta…” Chae woon pun pergi meninggalkan kamar Donghae. Donghae duduk dikursi dan memandangi langit melewati jendela.

”oh iya, sapu tanganku ada dimana ya?” ucap donghae sambil mencarinya dalam sakunya.

”nah ini dia….eh apa ini? Kenapa ada di dalam sakuku?”  ucap donghae sambil melihat pin bunga ditangannya.

”benar, tadi aku mengambilnya di hotel. Sepertinya punya jessica….ah aku penasaran dengan wanita dingin itu” sambung donghae.

Karna rasa penasarannya Donghae menyuruh Joo woon, asisten pribadinya untuk mencari tau siapa Jessica sebenarnya.

”Arraseo?(mengerti?)” tanya Donghae

”ne,Arraseomnida(ya,mengerti)” jawab joo woon.

“baiklah, cepat pergi dan beri tau aku jika kau telah menemukan info itu”  ucap Donghae. Joo woon segera bergegas pergi untuk memenuhi keinginan Donghae itu, tapi ibu tiri donghae yaitu Moon Jee eun melihat Joo woon begitu terburu-buru dan merasa itu aneh, iapun mendatangi Donghae.

“Donghae! Pergilah ke perusahaan…kau itukan direktur utama.” ucap ibu.

”hemm ya..aku memang akan kesana. Oh iya, presdir jee eun kau harus ingat meskipun ayahku tukang selingkuh tapi setidaknya dia telah memberikanmu perusahaan yang besar.” jawab donghae pada ibunya.

Donghae pergi meninggalkan ibunya dan mengambil mobil untuk pergi ke perusahaan Sanwon. Perusahaan itu adalah sebuah perusahaan perhotelan luxury di korea. Sesampainya di Sanwon, Donghae di kawal dengan beberapa maneger bawahannya.

”annyeong haseyo..” sapa Yoona dengan senyuman. Yoona adalah teman baik Donghae dari kecil dan dia baru kembali dari newyork city.

”a..annyeong. Yoona! Kau ada disini!” jawab Donghae dengan senyum terkejut.

“kita sama-sama pergi meninggalkan korea. Jadi tidak bisa bertemu.” balas yoona dengan akrab.

”wah! Senang sekali melihatmu..”ucap Donghae sambil menggenggam tangan yoona.

” apa-apaan ini, masih menggenggam tanganku seperti ini. Kau belum berubah dari kecil ya…..” Yoona menatap Donghae sambil tertawa.

“ahh siapa peduli.” Donghae tersenyum  dan menarik yoona berjalan bersama.

”Kau ini…baiklah.”jawab yoona.

Donghae mengajak yoona keruangannya dan mengobolkan beberapa hal, setelah itu, yoona meminta Donghae makan siang bersama dengannya.

”baiklah. Ayo kita makan siang bersama.” jawab Donghae.

Merekapun pergi bersama dengan mobil Donghae ke sebuah restoran mewah.

”bagaimana kalau kita makan disini?” tanya Yoona.

”ya, kita akan makan disini, aku dengar makanan disini enak-enak.” jawab Donghae dengan ramah.

Donghae dan Yoona duduk bersama untuk menikmati makan siang mereka. Tapi tiba-tiba…

”aduh..” teriak yoona.

”ada apa denganmu apa kau sakit?” tanya Donghae yang merasa panik.

”tidak, hanya saja…..a…” yoona terjatuh dari bangkunya dan tak sadarkan diri.

”Yoona! Bagaimana ini!” Donghae tak bisa apa-apa melihat yoona tak sadarkan diri.

”Permisi! Biar aku lihat!” ucap Jessica yang tiba-tiba datang.

”Jessica! Kau ada disini?” tanya Donghae.

“sudah, jangan banyak tanya. Kita harus membawa wanita ini ke rumah sakit. Aku rasa dia alergi terhadap makanan perancis yang kalian makan.” jawab jessica.

Donghae pergi bersama Jessica membawa Yoona ke rumah sakit. Yoona dibawa keruang perawatan, jessica mengganti baju dokternya dan segera memeriksa keadaan Yoona. Seusainya yoona diperiksa oleh jessica, jessica segera keluar.

”bagaimana?” tanya Donghae pada Jessica.

“dia alergi makanan perancis, jadi dia tidak bisa memakannya.” jawab Jessica.

”bukan itu! Bagaimana kau bisa ada disana?” ucap Donghae dengan menatap Jessica.

”hah, jeogmal babo cheoreom. Kenapa kau justru menanyakan hal itu. Baiklah, aku ada disana karna itu adalah restoran bibiku. Aku sering kesana jika aku ingin megerjakan skripsiku di tempat yang nyaman.”  jessica kesal, tapi jessica berusaha menjelaskan pada Donghae.

”a..begitu. skripsi? Kau mahasiswi? Bukannya dokter?” lanjut tanya Donghae.

”kenapa pertanyaanmu itu banyak sekali..” jawab Jessica.

”hey, sepertinya temanmu itu sudah sadar, cepat bawa dia pulang dan beritahu dia, bahwa dia tidak bisa makan makanan perancis.”sambung Jessica.

”oh iya,,tentu.” jawab Donghae.

Donghae membawa yoona kembali kerumahnya dengan hati-hati. Hari mulai gelap, Donghae langsung pergi pulang. Donghae sampai dirumah, dia merasa kelelahan dan pergi masuk ke kamarnya. Tak lama kemudian donghae sampai dikamarnya ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.

”nyugyuseoyo?(siapa?)” tanya Donghae mendengar ketukan itu.

”saya Joo woon tuan..” jawab joo woon yang sedang mengetuk pintu kamar Donghae.

”masuklah.” Donghae penasaran apakah joo woon datang kekamarnya untuk memberikan info tentang Jessica. Joo woon masuk dengan perlahan.

”maaf tuan, saya ingin memberikan kertas-kertas tentang identitas orang yang anda minta..” ucap Joo woon dan meletakkan kertas-kertas itu di meja kamar Donghae.

”baiklah. Gomawo” jawab Donghae dan menyuruh joo woon keluar dari kamarnya.

”hemm, bernama lengkap jessica jung. mahasiswi jurusan kedokteran dijepang.  Jepang? . Magang di rumah sakit wonbang Korea. Anak dari seorang pemilik restoran  itali terkenal yang tak hanya dibangun dikorea….. ” ucap Donghae yang sedang membaca identitas Jessica.

”heh? Jepang? Jadi dia baru pulang dari jepang? oh,,makanya saat itu dia berada dihotel…..dia lahir dikeluarga yang hebat.” sambung Donghae.

Chae woon keluar dari kamarnya tengah malam untuk menyegarkan tenggorokannya dengan segelas air. Dia pergi ke dapur dan ibunya juga ada disana.

”Chae woon, neo an jaseoyo?(kamu tidak tidur?)” tanya ibunya.

”ne, eomma. aku sulit tidur, entah kenapa. kenapa ibu juga tidak tidur?” jawab Chae woon.

”a,,ibu tidak apa kok.” ucap ibunya. Chae woon duduk di kursi makan, mendekati ibunya.

”bu….” ucap Chae woon pada ibunya.

”ya,,ada apa?” balas ibunya.

”aku tau sebenarnya ibu sangat sayang pada ayah bukan?”  tanya Chae woon.

”kenapa kau bertanya seperti itu?” jawab ibu.

”aku tau betul ibu begitu menyayangi ayah. tapi alasan kenapa ibu memberi marga Moon padaku dan tidak memberiku marga Lee adalah, karna ibu mau orang-orang menganggap aku bukan anak ayah? begitu?” tanya chae woon lagi. mendengarnya, ibu langsung menatap Chae woon dan berkata

”bukan Chae woon, tentu tidak begitu. ” jawab ibu dengan penuh perhatian.

” benarkah? senang mendengarnya” ucap Chae woon yang merasa lega karna mengetahui bukan itu alasannya.

ibu chae woon itu yang juga ibu tiri dari donghae ini mulai khawatir dengan pertanya chae woon tadi.

”aduh kepalaku pusing sekali..” ucap chae woon yang sedang berjalan  kembali kekamarnya.

Chae woon memegangi kepalanya dan jatuh. ibu yang mendengar suara seseorang jatuh, langsung pergi untuk melihat siapa yang jatuh. Dilihatnya Chae woon tergeletak dilantai, jee eun sang ibupun terkejut dan lari mendatangi chae woon.

”chae woon..chae woon..anakku..”ucap ibu.  namun tak ada balasan dari chae woon. ibu teriak memanggil Donghae yang sedang tidur. Donghae yang mendengarnya, pergi datang pada ibunya.

”ada apa ?” tanya Donghae. Donghae terkejut melihat chae woon tak sadarkan diri.

”presdir jee eun, ada apa dengan Chae woon ?” sambung Donghae. Donghae tak akan mau menyebut ibu tirinya itu dengan sebutan eomma.

”donghae, bawa Chae woon kekamarnya ibu akan menghubungi dokter Choi.” ucap ibu.

”ini tengah malam. apa dokter Choi akan datang?” balas donghae.

”ini menyangkut anakku! dia harus datang, bagaimanapun caranya!.” ibu merasa ketakutan dengan keadaan Chae woon dan marah pada Donghae. Donghae yang mengerti akan kemarahan ibunya, akhirnya tak menjawab lagi dan membawa Chae woon segera kekamarnya.

”Dokter Choi bisakah kau mendatangi rumah kami saat ini?” ujar ibu yang sedang menghubungi Dokter Choi. Tanpa mengeluh, dokter Choi mengatakan bahwa ia akan datang. Dokter Choi datang begitu cepat, Donghae membawa dokter Choi ke kamar Chae woon dan memeriksa adiknya itu.

”aku rasa dia demam.” ucap Dokter Choi

“Demam? apa parah?” tanya ibu.

“tidak, hanya demam biasa. dia perlu istirahat beberapa hari dan aku akan memberikannya beberapa obat.” jawab Dokter Choi.

Setelah menyerahkan beberapa obat pada ibu chae woon, dokter Choi  berkata ingin mengatakan suatu hal pada nyonya Lee ini.

”maaf. tapi mulai besok sepertinya aku tak dapat datang lagi kerumah ini, nyonya Lee.” ucap Dokter Choi.

”ada apa?” tanya ibu.

”tidak apa. hanya saja aku akan pindah rumah bersama keluargaku ke daerah incheon, jadi akan sulit jika aku harus kesini.” jawab Dokter Choi.

”oh, jadi begitu. baiklah.” ucap ibu.

”tapi nyonya lee, aku akan mengenalkan seseorang yang bisa menggantikan posisiku sebagai dokter pribadi dirumah ini.” Sambung Dokter Choi.

”benarkah? kalau begitu beri dia alamat rumah ini dan suruh dia datang. jadi aku bisa menilainya.” ibu merasa lega ada yang bisa menjaga keluarganya saat Dokter Choi akan pergi, namun nyonya Lee ini tak akan membiarkannya ada di rumahnya bila orang itu tak sesuai dengan kemauannya.

Setelah pembicaraan itu selesai, ibu kembali masuk kedalam rumah. ibu masuk kedalam kamar Chae woon untuk melihat keadaan Chae woon. Ternyata Chae woon sudah bangun.

”Chae woon kau sudah bangun. dimana kakakmu?” tanya ibu.

”Donghae aku suruh kembali kekamarnya,bu. ini masih tengah malam..”jawab Chae woon. ibu melihat Chae woon baik-baik saja dan kembali kekamarnya.

Pagi tiba, Chae woon bangun dari tidurnya. Tiba-tiba Donghae membuka pintu kamar Chae woon.

“Chae woon…” teriak Donghae

“Donghae! kau mengagetiku.” ucap Chae woon yang kaget karna ulah Donghae.

“hah! benarkah? jeongmal mianhe. hari sudah pagi aku ingin membangunkanmu.” sambung Donghae.

“aku sudah bangun. kenapa kau bangun pagi sekali,kak?” tanya Chae woon.

“oh, itu karna aku akan ke Rumah sakit Wonbang.” jawab Donghae.

”Rumah sakit wonbang? apa kau sakit?” tanya Chae woon lagi.

”ahh, tidak. sudah yah..annyeong..” jawab Donghae dan langsung pergi untuk berangkat.

To Be Continued…

 

Jangan lupa tinggalkan komentar ya! Gomawoyo ^_^

Tagged: , , , , , ,

9 thoughts on “(FF) My Heart Doctor – Part 1

  1. astri khasanah Juli 7, 2012 pukul 8:28 am Reply

    sifatnya donghae itu sebenernya gimana sih??
    agak bingung..
    trus alurnya agak kecepetan..

    • koreanfanfictland Juli 8, 2012 pukul 4:49 am Reply

      coba dibaca dari awal^^ nanti jga ngerti deh. readers yg lain bsa ngerti kok.
      klo soal alur,,,aku berusaha buat menyesuaikan banyaknya chapter dengan rencana ku yang awal.
      -MyBlackTears(ArifiaW)-

      gomawo atas komentarnya

  2. Ana Januari 2, 2013 pukul 8:36 pm Reply

    Annyeong author^^ aku reader baru disini.tadi aku gak sengaja nemu ff ini dan lanjutin baca,ceritanya menarik!ohiya salam kenal😀

  3. Naurah nazsyifah Januari 12, 2013 pukul 11:00 pm Reply

    Wahhh daebak bngt ceritanya author … Terus berkarya ya ?
    Fighting😉

  4. mhaci Juli 31, 2013 pukul 1:22 pm Reply

    Cerita yg menarik thor

  5. gorjess spazer Oktober 4, 2013 pukul 7:38 am Reply

    annyeong..
    sica eonni jadi dokter yah …
    seru seru .

    • koreanfanfictland Oktober 5, 2013 pukul 9:45 am Reply

      Annyeong~ Kamsahamnida sudah Komen~^^ Tetep baca FF haesica di KFL ya~^^ [MyBlackTears]

    • koreanfanfictland Oktober 5, 2013 pukul 9:46 am Reply

      Annyeong:D Kamsahamnida sudah Komen~^^ Tetep baca FF haesica di KFL ya~^^ [MyBlackTears]

  6. Shin Ha Ra Mei 13, 2016 pukul 10:51 am Reply

    menarik deh, ini donghae yang kek badboy gitu pasti alasannya karena kedua orangtuanya. lagian biasanya yang jadi kek gni pasti jessica, sekarang sica malah jadi dokter, pasti seru
    aku lanjut baca aja ya thor,!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: