(FF) My Last Memories – Part 2


My Last Memories

(Part 2)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Annyeong haseo! Saya kembali membawa fanfiction yang sebenarnya agak aneh di bayangan saya *lol*

Tapi saya sudah berusaha yang terbaik untuk membuat fanfiction ini. Hehehe ^^

Jangan lupa untuk beri komentar untuk ff saya ya bumsso mates~

Neomu khamsahamnida ^_^

 

Review of Part 1

 

-Kim So Eun POV-

 

Aku tidak tau perasaan apa yang sedang melanda hatiku saat ini. Aku tidak bisa memungkiri bahwa mungkin hati kecilku sedang berbahagia saat ini. Tapi ketika aku membaca sms paling baru yang ku terima dari kim bum..

 

”Dari sahabat SMP mu, Park Shin Hye. Ingatkan?”

 

Aku tidak tau apa yang harus ku katakan. Park Shin Hye…

 

Park Shin Hye memang sahabat lamaku. Aku mengenalnya sejak SMP, sama seperti aku mengenal kim bum. Sampai sekarang kami masih suka berkomunikasi lewat me2day. Dan tentu saja aku maih menganggapnya sahabat, meskipun aku merelakan kim bum untuknya..

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

-Kim So Eun POV-

 

Lalu, apa yang harus aku katakan pada kim bum? Sejak aku tau kalau shin hye menyukainya juga, aku agak sedikit memberi jarak antara aku dan shin hye. Aku mencoba untuk menerima kalau sahabatku menyukai laki – laki yang sama seperti ku. Dan sepertinya kim bum memberi respon yang positif kepadanya, sejak itu aku sadar kalau aku bukanlah satu – satunya wanita yang menginginkan kasih sayang dari lelaki yang di cintainya..

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Oh, dari shin hye..

Lalu ada apa kau meminta nomorku dan mengirim pesan kepadaku?

 

***

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Tentu saja agar kita bisa sering berkomunikasi. Akhir – akhir ini kita sering bertemu bukan?

Akan lebih baik kalau kita saling mengirim pesan seperti ini apabila kita tidak bertemu..

 

***

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Baiklah, kalau begitu aku akan menyimpan nomormu~

 

***

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Ya, jangan lupa untuk langsung menyimpan nomorku..

Dosenku sudah datang, sudah dulu ya so eun..

 

***

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Ne, selamat belajar ya~

 

            Akupun menyimpan nomor kim bum dengan nama ’Kim Bum – friend’. Nama yang agak aneh sebenarnya, namun dengan begitu aku jadi merasa kalau aku masih mempunyai jarak yang cukup dengan kim bum. Aku tidak mau suatu saat nanti shin hye salah paham mengenai hubungan ku dengan kim bum. Meskipun yang shin hye tau itu aku hanya menganggap kim bum sebagai teman yang tidak terlalu dekat.

 

-Author POV-

 

Jam kuliah pun berakhir, tiba saatnya bagi so eun, chae woon, dan so min untuk pulang. Biasanya mereka pulang bersama naik bis, kadang membeli es krim atau sekedar mampir ke toko accesoriess di dekat kampus.

 

”Hei so min, kau tidak pulang bersama hyun joong?” tanya chae woon.

”Tidak, memang biasanya tidak kan? Aku kan pulang bersama kalian” jawab so min dengan menikmati es krim yang ada di tangannya.

”Iya, tapi sepertinya hyun joong menunggumu tuh” kata chae woon sambil menengok ke parkiran kampus.

 

Mereka bertiga melihat ke arah parkiran kampus bersamaan. Dan benar saja apa yang di katakan chae woon, terlihat hyun joong sendirian sedang bersender di mobilnya. So min yang melihat hyun joong itu langsung senang.

 

”Yaa!!! Sepertinya apa yang kau katakan itu benar chae woon! Dia pasti sedang menunggu ku di sana” ucap so min dengan mimik wajah yang begitu senang. So eun yang melihatnya hanya tersenyum.

”Ya sudah, lebih baik kau ke hyun joong sekarang juga. Kasihan sepertinya dia sudah menunggumu sejak tadi” saran so eun pada so min.

”Baiklah.. Maaf ya hari ini aku tidak pulang bersama kalian.. Lain kali akan ku traktir kalian es krim sebagai permintaan maafku pada kalian. Bagaimana???”

”Tentu saja kau harus mentraktir kami. Ya sudah sana pulang. Hati – hati yaa” kata chae woon.

”Jaga dirimu so min. Sampai bertemu besok!” kata so eun.

 

So min pun berjalan menuju hyun joong. Terlihat dari jauh kalau hyun joong menyadari kedatangan so min. So min pun memasuki mobil hyun joong dan akhirnya mereka pulang bersama. Dan sekarang so eun dan chae woon berjalan bersama menuju halte bis.

 

”Kenapa di saat seperti ini il woo tidak menemui ku sih?” gerutu chae woon.

”Memangnya ada apa sampai il woo harus menemuimu? Kondisi mu baik – baik saja tuh” ledek so eun.

”Bukan seperti itu maksudku~ Hanya saja aku kan ada acara nanti malam. kalau bukan sekarang lalu kapan lagi aku bisa bertemu il woo untuk hari ini???”

”Apa kau tidak bosan bertemu dengan il woo terus setiap hari?”

”Tentu saja tidak! Jung Il Woo itu adalah satu – satunya lelaki yang sangat ku cintai, jadi mana bisa aku bosan bertemu dengannya?”

”Benarkah? Aku saja bosan bertemu denganmu. Hehehe…”

”Hah so eun ini bercanda saja.. Dengarkan aku baik – baik ya? Kalau kau sudah merasakan yang namanya jatuh cinta pasti kau akan merasakan hal yang sama sepertiku. Setiap hari ingin di sapa olehnya, ingin bertemu dengannya, atau apapun yang berhubungan dengannya pasti ingin di ketahui..”

”Aku sudah mengenal yang namanya jatuh cinta, chae woon. Tapi itu tidak seindah namanya. Apalagi untuk seorang sepertiku yang harus menahan perasaanku. Tidak, aku harus menghilangkan perasaan yang bernama ’cinta’ di dalam hatiku..”  dalam hati so eun.

 

Tiba – tiba handphone chae woon berbunyi. Chae woon menerima telfon dan langsung mengangkatnya. Ternyata itu telfon dari kekasihnya, il woo.

 

”Yeoboseyeo.. Iya, kau di mana???.. Benarkah???.. Tapi apa benar kau tidak sibuk???.. Iya, aku sedang bersama so eun.. Baiklah, aku tunggu di taman kampus ya?.. Ne, annyeong..” kata chae woon menutup telfon yang baru saja ia terima.

”Telfon dari il woo kah?” kata so eun menerka – nerka.

“Ah kau ini tau saja so eun. Pantas saja kau jadi salah satu murid terpintar di kampus, kau saja bisa menebak siapa yang menelfonku~” kata chae woon sambil tersenyum lebar.

“Siapapun orang yang ada di sampingmu kalau mendengar mu menelfon seperti tadi itu sudah dapat di tebak tau” ucap so eun.

“Benarkah? Ah biarkan saja, yang penting hari ini il woo mau bertemu denganku” kata chae woon lagi.

“Tunggu, kau mau bertemu dengan il woo? Lalu aku pulang sendirian?”

”Astaga aku lupa hal itu so eun!!! Bagaimana ini??? Il woo sedang mengambil motornya dan sebentar lagi akan menemui kita di sini..”

”Ya sudah tidak apa – apa. Aku sudah biasa pulang sendirian kok. Jangan khawatir..”

”Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tidak khawatir? Akhir – akhir ini kan kita bertiga sudah jarang untuk bisa pulang bersama so eun”

”Yang penting kita masih bisa bertemu. Nikmati saja waktumu dengan il woo sampai malam nanti”

Orang yang di bicarakan pun tiba. Il woo menghampiri mereka dengan motor sport nya yang sangat mahal. Il woo pun membuka helmnya dan setelah itu menyapa so eun.

 

”Annyeong so eun. Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatmu” ucap il woo.

”Ne, aku agak sibuk dengan tugas kuliahku” kata so eun dengan ramah.

”Kita mau pergi sekarang il woo?” tanya chae woon sambil mendekat ke il woo.

”Tentu saja, aku takut nanti anggota basket yang lain menelfonku untuk mengajak latihan” jawab il woo.

”Tapi so eun jadi pulang sendirian. Aku tidak mau membiarkannya pulang sendirian”

”Aku melihat kim bum di depan bersama seorang wanita. So eun bisa pulang bersamanya”

So eun terlihat kaget mendengar perkataan il woo barusan. Kim bum datang bersama seorang wanita ke kampusnya. Il woo memang mengenal kim bum juga karena orang tua kim bum berteman baik dengan orang tua il woo.

 

”Benarkah? Kalau begitu kau bisa pulang bersama kim bum nanti. Tidak apa – apa kan so eun???” tanya chae woon.

”Ah.. Kau tidak perlu memikirkan aku. Sudah kalian berdua berangkat, nanti keburu malam” kata so eun mengalihkan pembicaraan.

”Baiklah, kami pergi duluan ya so eun. Sampai jumpa besok!”

”Ne, sampai jumpa juga!”

 

Chae woon pergi bersama il woo, sedangkan so eun masih berdiri terdiam di taman melihat sahabatnya pergi. Hari sudah sore, jadi ia memutuskan untuk langsung pulang. Sebelum dia bertemu dengan kim bum dan teman wanita yang il woo maksud.

 

-Kim So Eun POV-

 

Baiklah, pada akhirnya aku selalu pulang sendirian. Tidak apa – apa, yang penting kedua sahabatku itu bahagia. Akhirnya aku berjalan sendirian menuju ke gerbang kampus. Di saat aku masih memikirkan kedua sahabatku itu, tiba – tiba ada seseorang yang memanggilku dari arah di depanku.

 

”Hei kim so eun!”

 

Aku melihat ke arah depan, dan terlihat seorang laki – laki berdiri melambaikan tangannya ke arahku. Di sampingnya ada eorang wanita berambut pendek, belum terlihat jelas wajahnya karena aku dan mereka belum terlalu dekat. Mereka pun berjalan bersama menuju ke arahku, dan ternyata..

 

”Kim bum.. Park shin hye..”

 

Hanya itu yang dapat aku ucapkan. Aku benar – benar kaget saat ini, jauh lebih kaget di bandingkan saat pagi hari aku bertemu dengan kim bum. Bukan karena aku bertemu dengan kim bum lagi, tapi sudah sekian lama aku tidak bertemu dengan park shin hye. Namun kali ini dia datang ke kampusku. Aku tidak tau apa maksud dan niat mereka datang ke sini.

 

”Kau sudah mau pulang?” tanya kim bum padaku.

”I, iya” jawabku singkat.

”Sendirian?”

”Iya”

”Aku datang ke sini bersama shin hye. Sahabat SMP mu. Masih ingatkan?”

 

Aku menengok ke arah shin hye, dan dia tersenyum kepadaku.

 

”Annyeong haseo so eun, masih ingat denganku?” tanya shin hye.

”Ne, park shin hye. Apa kabar?” ucapku basa – basi.

“Baik, bagaimana denganmu? Terakhir kali kita bertemu sekitar 5 bulan yang lalu. Waktu itu kita tidak sengaja bertemu di toko buku seoul. Sejak itu kita tidak pernah berhubungan lagi, sampai akhirnya aku dan kim bum menemui mu di sini”

”Iya. Senang sekali rasanya bisa bertemu lagi denganmu”

 

Jujur saja, aku masih sangat merasa kaku dengan situasi saat ini. Aku tidak tau harus berbicara apa di depan shin hye, mengingat dia adalah sahabat lamaku. Apalagi dia sengaja datang untuk menemuiku bersama kim bum.

 

”Kami datang ke sini karena ingin menemui mu. Saat aku meminta nomor handphone mu pada shin hye, tiba – tiba dia memintaku untuk mengantarnya ke kampusmu. Syukurlah kalau kami menemuimu di saat kau mau pulang” kata kim bum menjelaskan.

”Ah.. seharusnya kalau ingin datang ke sini hubungi aku lebih dulu, jadi aku bisa menunggu kalian di halte bis” kataku dengan tidak enak.

”Tidak apa – apa kok so eun, bisa bertemu denganmu saja aku sudah senang” kata shin hye lagi.

”Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi” ucapku.

”Kau benar pulang sendirian so eun?”

”Iya, memang ada apa shin hye?”

”Bagaimana kalau kita bertiga pulang bersama? Kita bisa mengobrol banyak saat perjalanan pulang nanti. Iya kan bum?”

”Itu benar. Kita bisa pulang bersama. Bagaimana menurutmu so eun?” tanya kim bum padaku.

 

Pulang bersama? Kim bum, park shin hye, di tambah denganku? Bukankah mereka biasa pulang bersama dan hanya berdua saja? Rasanya ingin sekali menolak ajakan mereka. Aku tidak mau mengganggu hubungan mereka, aku tidak mau di anggap sebagai pihak ketiga. Aku tidak mau ada salah persepsi nantinya. Aku begitu takut sekali..

 

”A.. Aku.. Aku harus pergi ke suatu tempat. Kalian pulang berdua saja” ucapku menolak ajakan mereka.

”Jangan seperti itu so eun. Pokoknya hari ini kita akan pulang bertiga. Ayo kita langsung pulang!” kata shin hye sambil menarik tanganku dan juga tangan kim bum.

 

Apa yang akan terjadi setelah ini? Aku tidak akan pernah tau. Yang pasti, aku tidak bisa mengontrol perasaan ku sendiri. Antara bimbang, atau aku harus menetapkan pilihan ku sendiri. Pilihan yang mungkin mustahil untuk ku lakukan..

 

-Author POV-

 

Park shin hye pun langsung menarik tangan kim bum dan so eun dan akhirnya mereka bertiga berjalan bersama – sama menuju halte bis. Kim bum hanya tertawa kecil melihat shin hye yang menarik tangannya sekaligus menarik tangan so eun, seperti anak kecil yang sedang mengajak bermain. Sedangkan so eun terlihat kaku dan hanya tersenyum kecil.

 

Bis pun datang, mereka bertiga menaiki bis itu satu – persatu. Terlihat shin hye masih menarik tangan kim bum untuk naik bersama. Sedangkan so eun hanya mengikuti mereka berdua dari belakang. Kim bum yang melihat so eun pun jadi merasa tidak enak.

 

”Hei lepaskan tanganmu dari tanganku. Tidak enak kalau di lihat so eun. Nanti dia mengira kita ada apa – apa lagi” ucap kim bum berbisik kepada shin hye.

”Tapi kan kita sudah biasa seperti ini. Kau juga tidak pernah protes setiap aku menggandeng tanganmu. Kenapa kau malah tidak suka kalau kita melakukannya di depan so eun?” tanya shin hye dengan curiga.

”Bukan seperti itu, memang tidak salah kalau bergandengan tangan. Hanya saja kalau kau melakukan nya di depan so eun, so eun akan merasa kalau dia tidak di anggap. Untuk apa kau mengajak so eun pulang bersama kita tapi kau malah bersikap seperti ini?”

”Baiklah, tapi ini bukan berarti kau mempunyai perasaan yang lain terhadap so eun kan?”

”Tidak, bagaimana bisa aku mempunyai perasaan seperti itu?”

”Syukurlah. Aku senang sekali mendengar hal itu dari mulutmu bum”

 

Kim bum hanya tersenyum melihat shin hye yang begitu senang mendengar perkataannya. Kemudian shin hye berbalik badan kepada so eun.

 

”So eun?”

”I, iya?”

”Maaf ya aku mengacuhkan mu tadi. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau harus tau kalau setiap aku pulang bersama kim bum kami pasti bergandengan tangan. Jadi jangan berpikiran yang negatif terhadapku ya?”

So eun yang mendengar penjelasan shin hye tadi hanya diam. Apa maksud shin hye untuk menjelaskan hal itu kepada so eun? Toh so eun juga tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan, meskipun so eun merasa kalau dirinya tidak mempunyai tempat yang khusus untuk kim bum.

 

”Ah, untuk apa kau menjelaskannya padaku? Aku  tidak apa – apa kok. Aku bisa pulang bersama sahabat lama seperti mu saja aku sudah senang”

”Benarkah? Ah, gomawoyo untuk pengertianmu so eun. Tapi sekarang aku akan bergandengan tangan denganmu saja, seperti saat kita SMP dulu!”

 

Shin hye pun menarik tangan so eun dan memasuki bis bersamaan. Kim bum yang heran hanya tersenyum dan mengikuti mereka. Shin hye dan so eun duduk di bis, sedangkan kim bum berdiri di samping mereka. Di perjalanan mereka terlihat sangat akrab, membicarakan masa lalu mereka disaat masa SMP, pengalaman mereka semasa memasuki bangku kuliah, hingga tentang perasaan mereka sendiri.

 

”So eun, kau pasti sudah mempunyai kekasih. Iya kan??? Ayo ceritakan padaku!!!” tanya shin hye dengan bersemangat.

”Mwo? Kekasih? Ah.. Tidak, aku tidak punya kekasih atau pacar” jawab so eun dengan canggung.

”So eun yang dulu itu belum berubah sampai sekarang. Lihat saja sikap dan penampilannya yang simpel namun tetap menawan” kata kim bum ikut – ikutan.

 

”Apa? Me, menawan? Apa aku tidak salah dengar??? Kim bum memujiku dengan berkata kalau penampilanku menawan? Ada apa ini??? Apa aku bermimpi???” kata batin so eun.

 

”Benarkah? Tapi tidak salah juga sih apa yang kim bum bilang. Penampilanmu masih simpel seperti dulu. Harusnya kau rajin pergi ke salon dan mendandani wajahmu so eun. Pasti banyak laki – laki di kampusmu yang akan mendekatimu” saran shin hye.

”Salon? Aku jarang ke salon shin hye. Biasanya aku ke salon hanya untuk potong rambut” jawab so eun dengan malu.

”Kalau begitu di akhir minggu nanti aku akan menemanimu ke salon. Akan ke ajak kau pergi ke salon paling bagus agar kau terlihat jauh lebih cantik sepertiku. Iya kan bum???” kata shin hye sambil menengok ke arah kim bum.

”Tentu saja so eun akan terlihat lebih cantik apabila kalau pergi ke salon. Tapi aku tidak setuju kalau kau itu cantik shin hye” ledek kim bum.

”Mwo??? Yaaa kau selalu meledekku seperti itu!!!” ucap shin hye sambil menunjukkan raut wajah yang tidak senang.

Mereka pun menghabiskan waktu dengan tertawa bersama. Sampai akhirnya mereka berhenti di halte bis di mana shin hye harus turun. Ya, arah rumah shin hye berbeda dengan kim bum dan so eun. Biasanya kim bum mengantar shin hye sampai rumahnya, namun sepertinya tidak untuk kali ini.

 

”Aku pulang duluan ya so eun, kim bum. Halte bis tempatku turun sudah tidak jauh lagi dari sini” kata shin hye yang pamit lebih dulu.

“Tidak perlu ku antar sampai rumah? Biasanya kau protes kalau aku tidak mengantarmu?” kata kim bum celetuk kepada shin hye. So eun hanya melihat kim bum dengan tatapan kosong.

”Tidak perlu. Kalau kau mengantarku nanti so eun pulang dengan siapa? Aku tidak mungkin membiarkan nya pulang sendirian sedangkan aku di antar pulang olehmu” kata shin hye.

”Tidak usah seperti itu, biar kim bum mengantarmu pulang seperti biasanya. Pasti akan terasa aneh kalau kau pulang sendirian” kata so eun yang coba mencegah shin hye untuk pulang sendirian.

”Aku sudah beberapa kali pulang sendirian kok so eun. Jangan khawatir, park shin hye yang manja sudah tidak ada lagi sekarang. Percaya padaku” ucap shin hye sambil tersenyum pada so eun.

 

Bis pun berhenti di halte bis tempat shin hye harus turun. Shin hye pun berdiri dan pamit lagi kepada dua sahabatnya itu.

 

”Baiklah, aku harus turun sekarang. So eun, sampai bertemu lagi di lain waktu! Dan untukmu bum, awas kau melakukan hal yang aneh – aneh pada so eun. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, apalagi kalau kau menaruh perasaan lain padanya” ucap shin hye pada mereka berdua. Kim bum hanya tertawa, sedangkan so eun tersenyum.

”Kau tidak perlu khawatir. Cepat sana pulang” kata kim bum.

”Ne, sampai bertemu lagi” kata so eun.

 

Shin hye pun turun dari bis meninggalkan kim bum dan so eun. Shin hye pun melambaikan tangan dari bawah, dan di balas oleh so eun dan kim bum. Bis pun kembali berjalan meninggalkan shin hye sendirian di halte bis.

 

”Aku memang tidak suka pulang sendirian tanpa kim bum. Tapi aku percaya kalau so eun bukanlah orang yang suka merebut kekasih orang lain. Iya kan so eun?” ucap shin hye sendirian.

 

Kini di dalam bis hanya tinggal kim bum dan so eun saja, kebetulan mereka pulang agak sore, jadi sampai di halte bis tempat shin hye turun sudah jam 7 malam. Kim bum duduk di samping so eun menempati bangku yang kosong. Jantung so eun mulai berdegup tak karuan.

 

”Kau tidak berpikir yang aneh – aneh kan?” tanya kim bum.

”Maksudmu?” kata so eun berbalik bertanya.

”Hubunganku dengan shin hye. Banyak orang yang salah sangka mengenai hubungan kami. Mereka menganggap kalau kami mempunyai hubungan yang spesial karena kebiasaan shin hye yang menggandeng tanganku setiap kami pulang bersama. Aku harap kau tidak berpikiran seperti mereka”

”Hmm.. Lagipula, kalau kalian memang mempunyai hubungan seperti itu aku sangat senang mendengarnya. Aku.. mendukung kalian berdua..”

”Benarkah? Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat yang baik. Dia selalu memberikan semangat ketika aku punya masalah”

”Berarti dia juga tidak berubah, dia tetap park shin hye yang periang dan juga bersemangat. Iya kan?”

”Ya, sepertinya begitu. Perlu kau tau kalau aku hanya bercerita tentang hal ini hanya padamu saja. Kau adalah orang pertama yang ku beritau mengenai perasaanku pada shin hye. Teman – temanku di kampus tidak pernah percaya dengan apa yang ku katakan”

 

-Kim So Eun POV-

 

Aku satu – satunya orang yang kau ceritakan tentang hal ini? Aku tidak tau apa yang harus aku katakan padamu. Ada rasa senang ketika kau jujur mengenai perasaanmu sendiri. Namun ada rasa yang memuatku harus tetap seperti ini mengingat shin hye adalah wanita yang sangat menyukaimu bum..

 

”Lupakan saja apa yang baru ku katakan tadi. Ngomong – ngomong, apa tadi siang kau sudah makan?” tanya kim bum yang berusaha untuk mencairkan suasana di antara kami berdua.

”Belum, kebetulan di saat istirahat jam makan siang aku ada urusan dengan dosenku. Jadi waktuku untuk beristirahat sudah tidak cukup untuk makan siang” ucapku sambil menundukkan kepala. Sungguh alasan yang memalukan sekali bagiku.

”Sesibuk apapun kau harus menyempatkan dirimu untuk makan siang. Jangan sampai memaksa dirimu untuk terus bekerja tanpa beristirahat” katanya lagi. Sungguh dia merupakan tipe lelaki yang sangat perhatian.

”Iya, aku akan berusaha untuk menyempatkan diri untuk beristirahat”

”Perjalanan kita untuk sampai ke halte bis tempat kita turun masih jauh. Bagaimana kalau kita makan malam bersama lebih dulu?”

 

Tunggu, apa yang dia katakan? Makan malam?? Dia mengajakku untuk makan malam bersama??? Ya tuhan apakah hari ini adalah hari keberuntunganku atau hari yang seharusnya ku lewati tanpanya???

 

 

To Be Continued…

 

Akhirnya ff part 2 saya selesai dengan segala ketidak sempurnaan yang dimilikinya..

Maaf kalau ada yang aneh atau mungkin ga nyambung ya~

Kritik, saran, atau apapun bisa mates tulis di bagian komentar di bawah ff ini. Atau bisa sampaikan langsung ke saya via fb atau twitter..

Terima kasih, samapai bertemu di part selanjutnya ^^;;;

 

Facebook: www.facebook.com/ChandraSyifaWidyaindiastuti

Twitter: www.twitter.com/ChandraSyifaW

Tagged: , , , , , , , ,

15 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 2

  1. ria Juni 20, 2012 pukul 6:27 am Reply

    mkn seru ni eon ff y,, . ayo dong rajin2 bkn ff bumso lg,. ^.^

  2. Sendy Sekar Juni 20, 2012 pukul 11:32 am Reply

    wih,unnie so eun diajak makan malah malem sma kim bum oppa ikutt donk..
    oh iya,,lanjut ya thor

    • koreanfanfictland Juni 21, 2012 pukul 2:13 am Reply

      Iya nih, so eun lagi di ajak makan malam sama kim bum. Mau ikut ga??? Hehehe~

      -Chandra Syifa W-

  3. Putzz ran" moury Juni 21, 2012 pukul 12:43 am Reply

    HmMm . . . .
    Kalau aq jdi s0eun pasti sakit bngt ngeliat orang yg kita cintai sama orang lain walaupun mereka blm paCaran sich. . .
    S0eun saBar bngt sich. . .hmMm
    tpi kayaknya kimbum tUh agak menaruh peraSaAn ma s0eun. .
    Buktinya dia ga mau s0eun salah paham. . . .
    Terus kadang” muji s0eun. . Hehe. .
    Aq tUngGu part selanjUtnya ya chIngu. . .

    • koreanfanfictland Juni 21, 2012 pukul 2:14 am Reply

      Sama, kalau author jadi so eun juga sakit banget *ceelahhh*
      Ne, tunggu part selanjutnya yaa ^^

      -Chandra Syifa W-

  4. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 3:47 am Reply

    aduh so eun kasian dirimu
    hrs menekan perasaan mu demi sahabat
    ok lanjjuutt author

  5. anastasia erna November 1, 2012 pukul 1:37 pm Reply

    hemmmm…nyesek amat ya…
    liat so eun harus memendan rasa nya sendiri…

  6. loveangelof April 16, 2013 pukul 6:04 pm Reply

    Ceritanya keren jadi penasaran lanjutannya

  7. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 2:30 am Reply

    Wahh ,, senang dehh !! Trnyatta , Bum-ppa mmng hnya mnganggap Hye-eon ituh shbt Ϋά̲̣̥ηġ baik saja ..🙂
    Msh ada ksmptn brhrap dong , kllo Bum-ppa mlah pnya prasaan lbh sma Sso-eon . Diliat dr cara Bum-ppa ngejelasin pnjng x lebar (?) Ttg hbngn & prasaan’x dgn Hye-eon sma Sso-eon ..
    aduuh ,, diajak mkan mlm dlu ? Kllo gtuh saia mau lompat ke part 3 dlu , author-nim ..

  8. salmadanputri Oktober 18, 2013 pukul 9:17 am Reply

    haaaaaaaaaa so eun sbr ya……
    ceritanya bgus thor

  9. Deana bumsso Januari 4, 2014 pukul 5:50 am Reply

    Heran deh,,bum blng ma shin hye, gk suka ma soeun,,, tp koq ngajk so eun makan? Jgn2 bum suka sma sso dan nyembunyiin dri shin hye??? Wah makin seru… Smagt ya thor…

  10. ainami Agustus 20, 2014 pukul 2:06 am Reply

    trnyata bum cuma sahabatan aja ma shin hye kirain lebih dr itu tp shin hye menganggap bum lbh dr sahabat -_-

    dia pake ngancem2 lagi kalo bum ga boleh punya perasaan thd sso..
    btw lama bgt sso mendam perasaan, betah ya haha
    bum jg sepertinya suka ma sso, dia sampe cerita ke sso soal perasaannya thd shin hye, krn ga mau sso salah paham…

    cinta segitiga… emang cuma tiga orang tp pasti jd rumit *_*

  11. tututwulanandayani Maret 27, 2015 pukul 9:01 am Reply

    Waahh,, jdi tmbah seru mkin bnyk konfik y, tpi ksian sso eon y hrs d’tinggalin ma shbt”a mlu blm lgi hrs nahan prsaannya😥

  12. My Fishy November 7, 2016 pukul 5:25 am Reply

    kalo shin hye tau kim bum mengajak so eun makan malam pasti shin hye bakalan membenci so eun, sepertinya kim bum punya perasaan lebih pada so eun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: