(FF) My Last Memories – Part 3


My Last Memories

(Part 3)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Annyeong haseo my lovely readers!!! ^^;;;

Saya hadir membawa ff lanjutan yang sebenarnya saya tidak tau ada yang mau membaca atau tidak -______-

Bagi yang sudah membaca, harap tinggalkan jejaknya seperti komen yaa..

Gomawo~

 

Review of Part 2

 

”Iya, aku akan berusaha untuk menyempatkan diri untuk beristirahat”

”Perjalanan kita untuk sampai ke halte bis tempat kita turun masih jauh. Bagaimana kalau kita makan malam bersama lebih dulu?”

 

Tunggu, apa yang dia katakan? Makan malam?? Dia mengajakku untuk makan malam bersama??? Ya tuhan apakah hari ini adalah hari keberuntunganku atau hari yang seharusnya ku lewati tanpanya???

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

– Author POV-

 

”Makan malam? Ah.. Tidak perlu bum.. Aku bisa makan malam di rumah nanti. Kalau aku makan malam bersama denganmu itu namanya aku merepotkanmu” ucap so eun dengan malu.

”Tidak, justru aku senang bisa makan malam dengan sahabat lamaku sendiri. Anggap saja ini balasan karena kau mau untuk pulang bersamaku dan shin hye” ucap kim bum dengan senyuman nya yang begitu manis. So eun masih terlihat bimbang dengan pilihannya.

”Tapi kalau kita makan malam dulu berarti kita harus turun lebih cepat dan bukan di halte biasanya kan? Ah, lebih baik tidak usah bum. Aku sangat tidak enak denganmu dan shin hye..”

”Shin hye? Kan sudah ku katakan kalau hubungan dan shin hye hanya sebatas sahabat. Sama seperti aku menganggapmu sebagai sahabat. Jadi untuk apa merasa seperti itu?”

”Tapi…”

”Baiklah, aku anggap jawaban mu adalah ’ya’. Aku akan mengajakmu ke restoran favoritku, lokasinya tidak jauh dari sini. Kau pasti akan menyukainya”

”Hmmm… Baiklah, aku mengikutimu saja…”

 

Akhirnya so eun bersedia untuk makan malam bersama kim bum. Meskipun hanya makan malam biasa, namun terbesit tentang shin hye di pikirannya. Apa kata shin hye nanti apabila ia tau kalau so eun makan malam dengan kim bum? Shin hye begitu terang – terangan mengenai perasaannya di depan orang – orang. So eun merasa kalau dirinya bukanlah sahabat yang baik untuk shin hye.

 

Merekapun sampai di di halte bis terdekat. Kim bum pun menarik tangan so eun dan akhirnya mereka berjalan bersama menuju ke restoran yang kim bum maksud. Kebetulan malam itu agak dingin, mungkin karena sedang musim hujan jadi udara nya cukup membuat so eun kedinginan. Di sepanjang perjalanan begitu banyak pasangan yang menghabiskan malam itu berdua. Ada yang makan bersama, berjalan – jalan ke toko accessories, atau sekedar duduk di taman. So eun melihat pasangan – pasangan itu dengan wajah yang murung. Kim bum pun menyadari hal itu.

 

”Kau iri?” tanya kim bum dengan tiba – tiba.

”Eh, iri?” tanya so eun berbalik untuk kim bum.

”Ya, dengan mereka yang menghabiskan waktu di malam yang begitu dingin ini. Maksudku, pasangan – pasangan itu..” ucap kim bum sambil menatap ke arah lelaki yang sedang mengobrol dengan wanitanya.

”A, apa maksudmu bum??? Tentu saja tidak! Untuk apa aku merasa iri dengan hal bodoh seperti itu?” kata so eun yang berusaha mengelak.

”Tidak perlu bersikap seperti itu. Kalau kau tidak merasa iri untuk apa kau berteriak mengatakan tidak padaku? Dengan bahasamu yang normal saja aku sudah tau kalau kau tidak seperti itu”

”Ah.. Anio, hanya saja.. Ah lupakan lah bum! Ayo kita bergegas ke restoran yang kau maksud! Aku sudah merasa kedinginan!”

 

So eun pun berjalan dengan lebih cepat hingga meninggalkan kim bum. Kim bum tersenyum simpul melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.

 

            ”Aku tidak tau apa yang harus ku katakan begitu menyadari bahwa kau memperhatikan pasangan – pasangan itu. Aku ingin membuatmu merasa kalau kau bisa seperti mereka, merasakan waktu berdua bersama lelaki yang kau cintai. Tapi apa mungkin aku harus jadi lelakimu supaya kau bisa merasakan hal yang sama seperti mereka? Sedangkan aku bukan siapa – siapa untukmu..” kata kim bum dalam hatinya.

 

Kim bum akhirnya berlari menuju so eun yang sudah berjalan lebih dulu. So eun masih terlihat malu dengan apa yang terjadi, jadi so eun tidak berani menengok ke arah kim bum.

 

-Kim Bum POV-

 

Sejujurnya aku tidak tau harus bagaimana di saat – saat yang canggung seperti ini. Bukan maksudku untuk meledek so eun, aku hanya ingin bertanya saja. Sebagai sahabat aku juga merasa peduli padanya bukan?

 

”Nah, ini dia, restoran tradisional korea yang ku maksud. Ayo kita masuk” ucapku sambil kembali menarik tangannya. Tangannya jauh lebih dingin di bandingkan saat aku menggandeng nya tadi.

”Ne..” jawabnya singkat.

 

Sesampainya aku di restoran itu aku langsung mecari tempat duduk untuk ku dan so eun. Restoran ini sedang ramai sepertinya, memang sudah waktunya untuk jam makan malam. Akhirnya aku memilih tempat duduk yang menghadap ke arah luar agar mendapat pemandangan yang bagus. Aku dan so eun pun duduk dan mulai melihat menu – menu yang ada di restoran itu.

 

”Kau mau makan apa so eun?” tanyaku padanya.

”Hmm.. Aku pesan bubur hangat saja bum” katanya padaku.

”Hanya itu?”

”Ne..”

”Minum?”

”Air putih saja”

Dia hanya memesan makanan yang menurutku sangat simpel, tidak seperti shin hye yang selalu memesa lebih dari 3 makanan namun belum beserta minumnya. Harus ku akui, kepribadian so eun jah berbeda dengan kepribadian wanita lainnya. Dia bukanlah tipe wanita yang metropolis, melainkan wanita yang hangat.

 

”Baiklah, aku akan pesan makanannya dulu. Kau duduk di sini saja, 5 menit kemudian aku akan kembali”

 

Aku pergi untuk memesan makanan kami. Agak mengantri, namun tidak terlalu lama. Kemudian aku kembali duduk di meja ku dan so eun.

 

”Sudah di pesan bum?” tanya nya padaku.

”Sudah, mungkin 10 menit lagi makanan kita akan di antar” jawabku.

”Seharusnya aku saja yang pergi memesan. Kau sudah mengajakku ke sini tapi kau juga yang pergi memesan makanannya”

”Kenapa harus seperti itu? Santai saja, aku tidak masalah dengan hal itu”

 

So eun hanya tersenyum kecil setelah mendengar ucapanku. Akan sangat terlihat aneh kan kalau so eun yang pergi memesan sedangkan ada aku bersama nya?

 

”Hmm.. Bagaimana shin hye di kampus?” tanya nya sambil melihatku.

”Dia termasuk anak yang cukup pintar di kelas. Ku dengar dia juga sempat mewakili kampus ku untuk mengikuti lomba. Namun tidak jadi karena beberapa hari kemudian dia sakit”

”Benarkah? Pasti semua lelaki di kampusmu menyukainya bukan?”

”Apa maksudmu? Bagaimana bisa laki – laki normal menyukai seorang park shin hye yang manja dan selalu di kenal dengan sikapnya yang heboh itu?”

 

So eun pun tertawa mendengar perkataanku tentang shin hye tadi. Semua yang ku katakan itu memang benar adanya, tapi itu hanya bercanda.

 

”Tapi sebagai orang yang paling dekat dengannya pasti kau mempunyai opini tersendiri kan tentang shin hye?”

”Tentu saja, aku menganggapnya sebagai adikku. Dia tidak cocok ku sebut sebagai sahabat. Umurnya mungkin sama seperti kita, tapi sikapnya seperti anak kecil yang ceroboh. Tapi dia termasuk wanita yang manis”

 

-Kim So Eun POV-

 

Wanita yang manis.. Tentu saja apa yang di kataka kim bum itu benar. Shin hye itu wanita yang sangat manis dan ceria. Selalu terbuka dengan orang lain dan dapat dengan sekejap membuat orang lain tersenyum akan tingkahnya. Hal – hal inilah yang membuatku merelakan perasaanku sendiri padanya.

 

”Ya.. Shin hye memang seperti itu. Berarti sifatnya tidak pernah berubah meskipun aku baru bertemu dengannya lagi. Begitu bukan?” ucapku lagi.

 

Beberapa saat kemudian pelayan di restoran itu datang ke meja ku membawa makanan yang sudah kim bum pesan sebelumnya. Pelayan itu menaruh makanan itu di depan ku dan kim bum. Dan kami mulai menikmati makanan yang sudah kami pesan sebelumnya.

 

”Ini”

 

Aku yang baru menaruh sendok di mangkok buburku langsung melihat ke arah kim bum. Ku lihat ia menyodorkan sendok yang berisikan makanan yang ia pesan sambil tersenyum padaku.

 

”Apa ini?” tanyaku dengan heran.

”Cobalah, rasanya sangat enak. Kalau aku mampir ke sini aku pasti memesan sushi spesial yang tidak akan pernah kau temukan di restoran lain. Ini”

Tunggu, apa maksudnya dia menyodorkan sendoknya padaku? Apakah dia berniat untuk menyuapiku??? Ya tuhan, apa yang harus ku lakukan???

 

”Ayolah, kau tidak berniat untuk membiarkan tanganku dalam posisi seperti ini terus kan?”

 

Sesaat ragu itu menghampiri hatiku, seakan – akan berkata ’jangan kau terima perlakuan manisnya, atau kau akan terjatuh lagi di lubang yang sama’. Namun dalam hitungan detik perasaan itu berubah dengan begitu cepatnya. Aku merasa bahwa perasaanku itu berkata ’kalau kau memang merasa dia hanyalah sahabatmu, maka jangan pernah kau ragu akan kebaikannya padamu’…

 

Akhirnya aku menerima suapan sushi itu dari kim bum. Kim bum terlihat sangat senang melihatku di suapi olehnya seakan – akan aku seperti anak kecil. Ya, akupun merasa begitu.

 

”Bagaimana? Enak bukan?”

”Ne.. Sangat enak..”

”Kalau kau mau sushi seperti ku, kita bisa pesan lagi untukmu”

”Mwo? Anio, itu tidak perlu. Aku sudah cukup dengan bubur ini, lagipula sayang kalau aku tidak memakan bubur ini..”

 

Akhirnya kami menikmati makanan kami masing – masing. Momen di mana kim bum meyuapiku benar – benar masih terbayang di otakku. Aku jadi merasa bahwa aku begitu bodoh.

 

Beberapa saat kemudian kami pun telah menghabiskan makanan kami. Aku merasa sangat kenyang sekali, dan senang tentunya. Baru pertama kali aku makan malam bersama teman laki – laki ku, dan orang yang pertama itu adalah kim bum. Tapi aku bukanlah wanita yang pertama kali makan dengan kim bum. Pasti lah orang itu adalah shin hye.

 

”Sudah merasa kenyang?”

”Tentu saja, sangat – sangat kenyang. Porsi bubur di sini sangat banyak rupanya. Kau?”

”Aku pun seperti itu. Baiklah, mau langsung pulang atau jalan – jalan terlebih dulu?”

 

Yaa!!! Apa yang kau katakan bum??? Kau mengajakku seakan – akan aku ini kekasihmu! Atau.. Hanya aku saja yang merasa seperti itu???

 

”Sudah jam 8 malam, sepertinya aku akan langsung pulang. Tapi kalau kau masih mau berjalan – jalan atau kau mau pergi tidak apa – apa. Kau bisa pergi lebih dulu, aku akan pulang sendiri” jawabku tanpa eskpresi apapun.

”Mwo? Apa aku mengatakan kalau aku akan pergi? Tidak kan? Aku hanya bertanya padamu saja, siapa tau kau masih ingin menikmati pemandangan malam di pusat kota seperti saat ini”

”Ah.. Ku pikir kau ada rencana untuk pergi bum. Hehehe…”

”Kalau kau mau langsung pulang, baiklah. Ayo kita pulang”

”Ne..”

 

Aku dan kim bum berjalan keluar dari restoran itu. Kim bum sudah membayar makanan kami saat dia memesan makanan. Kemudian kami berjalan ke arah halte tempat kami turun sebelumnya. Tidak perlu menunggu lama, bis yang menuju ke arah kami pulang pun berhenti tepat di depan kami. Selama di bis kim bum banyak bercerita tentang kegiatannya selama di kampus. Aku baru tau kalau kim bum adalah salah satu atlit basket di kampusnya, pantas saja badannya terlihat sangat bagus dan tinggi. Dia juga bertanya padaku apa saja yang biasa ku lakukan selama di kampus. Pergi ke perpustakaan, ke kantin bersama kedua sahabatku chae woon dan so min, kuliah, dan pulang. Itulah aku, hehehe…

 

-Author POV-

 

Merekapun sampai di halte tempat mereka harus turun. Dan mereka berjalan ke arah trotoar.

 

”Neomu khamsahamnida untuk hari ini bum-ah. Kau sangat baik sekali, aku berjanji untuk mentraktirmu dan shin hye di lain waktu” kata so eun dengan sopan.

”Cheonmaneyo. Aku dan shin hye akan menunggu untuk di traktir olehmu. Kalau ada waktu hubungi aku atau shin hye” kata kim bum dengan sifatnya yang ramah.

”Ne.. Baiklah, aku pulang duluan ya bum”

”Pulang lebih dulu? Baru saja aku berniat untuk mengantarmu pulang”

 

”Mwo??? Tidak usah bum! Aku bisa pulang sendiri. Kau tau sendiri kalau rumahku tidak terlalu jauh dari sini”

”Tidak apa – apa, lagipula meskipun aku tau di mana rumahmu aku belum pernah ke rumahmu bukan?”

”Tapi…”

”Ayo, sekarang kita ke rumahmu”

 

Kim bum kembali menarik tangan so eun dan berjalan ke arah rumah so eun. So eun terlihat panik dengan apa yang akan terjadi di rumahnya nanti.

 

”Ottokhae??? Aku sama sekali tidak bisa menolak kim bum yang ingin ke rumah sekarang. Apa yang harus ku katakan pada ibu nanti? Terlebih lagi kalau ayah pulang cepat, pasti dia akan menanyakan tentang kim bum. Ah aku sangat bodoh sekali!!!”  batin so eun.

 

Beberapa menit kemudian sampailah mereka berdua di rumah so eun. Rumah nya tidak terlalu besar, namun terlihat rapih dan sangat nyaman untuk di tinggali.

 

”Ini rumahmu, apa aku benar?” terka kim bum sembari melihat so eun.

”Ne.. Ini rumahku. Hmm.. Khamsahamnida karena kau mau mengantarku pulang bum. Aku merasa membuatmu repot hari ini” kata so eun.

 

 

”Cheonmaneyo, tidak perlu berucap terima kasih berkali – kali padaku. Lagipula sangat menyenangkan sekali bisa menghabiskan waktu seharian ini bersama denganmu dan shin hye. Lain kali kita akan pergi bertiga, ok?”

”Kalau aku ada waktu dan aku akan memikirkannya terlebih dahulu ya bum”

”Ne. Baiklah, aku pulang dulu so eun. Istirahatlah dengan nyaman untuk esok hari”

”Ne, kau juga ya bum”

“Selamat malam so eun”

“Selamat malam bum”

 

Kemudian kim bum berjalan berbalik arah menuju ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dari rumah so eun. Belum berjalan terlalu jauh, kim bum membalikkan badannya dan melambaikan tangannya ke so eun. So eun pun membalasnya dengan melambaikan tangannya pada kim bum dengan senyuman yang manis.

 

”Inilah sifat yang tidak aku mengerti dari dirimu bum. Sifatmu yang selalu bersikap terlalu baik padaku. Aku tidak bisa mengerti apa hatiku ini bisa menerima kenyataan atau tidak. Yang pasti hal ini membuatku seperti orang bodoh hingga akhirnya aku mencintaimu dan memutuskan untuk menjauhimu juga…” ucap so eun pelan.

 

Setelah dia masuk ke rumah dan menyiapkan buku – buku yang akan di bawa untuk ke kampus besok, dia berdiri di depan jendela kamarnya sambil memandang langit malam.

 

”Kenapa langit malam ini tidak terlihat indah seperti biasanya ya? Atau hanya perasaanku saja?” kata so eun bergurau.

”Ah, lebih baik sekarang aku bergegas tidur agar besok aku tidak terlambat dan tidak bertemu dengan kim bum di halte bis seperti pagi tadi. Ya, itu benar! Baiklah, kim so eun, kau pasti bisa menjalani semua ini. Semangat!!!”

 

Baru saja so eun berjalan menuju ke kasurnya, tiba – tiba handphone nya berdering. So eun mengambil handphonenya dan membuka sms yang masuk sambil duduk di kasurnya.

 

            ”Sms dari shin hye.. Ada apa ini sampai dia mengirimku pesan singkat?”

 

Kemudian so eun membuka sms dari shin hye tersebut dan mulai membacanya.

 

From: Shin Hye – Park

 

So eun, kau sudah tidur atau belum?

Tolong balas sms ku sekarang juga!!!

 

”Memangnya kalau aku belum tidur kenapa? Kenapa tiba – tiba shin hye mengirim pesan seakan – akan keadaan gawat sekali?” kata so eun bertanya sendiri.

 

Send To: Shin Hye – Park

 

Belum..

Ada apa shin hye?

 

***

 

From: Shin Hye – Park

 

Boleh aku bertanya padamu?

 

***

 

Send To: Shin Hye – Park

 

Tentu saja, memangnya mau bertanya apa?

 

***

 

From: Shin Hye – Park

 

Apa saja yang kau lakukan setelah aku turun lebih dahulu dengan kim bum?

Apa benar kau makan malam dengan kim bum???

 

-Kim So Eun POV-

 

Astaga, shin hye tau dari mana kalau aku makan malam dengan kim bum tadi??? Kalau aku menjawab ’ya, itu benar’ maka itu sama saja aku membuatnya sedih seakan – akan aku menghianati sahabatku sendiri…

 

Send To: Shin Hye – Park

 

Ah, ku pikir apa yang mau kau katakan..

Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu padaku?

 

***

 

From: Shin Hye – Park

 

Aku tidak suka kalau ada wanita lain yang jalan berdua dengan kim bum selain diriku sendiri. Kalau jalan untuk pulang bersama itu tidak masalah, hanya saja..

Untuk makan malam, aku tidak bisa mentoleransi hal itu so eun..

 

DEG…

 

Aku benar – benar terkejut dengan ucapan shin hye di pesannya kali ini. Tersirat sekali kalau dia ingin bertanya namun juga ingin memperingatkanku. Aku benar – benar tidak mampu untuk membalas pesannya kali ini.

 

From: Shin Hye – Park

 

Kenapa tidak membalas pesanku so eun?

Kau tau bagaimana perasaanku pada kim bum kan?

Perasaan itu tidak pernah menghilang sampai detik ini..

 

Tolong hargai perasaanku padanya so eun-ah. Jangan pernah menerima ajakkan darinya untuk makan malam bersamanya lagi. Jangan membuatku untuk perlahan – lahan membencimu..

 

Dapatkah kau lakukan itu untuk ku?

 

Aku tertegun membaca pesan dari shin hye itu. Benar, sudah seharusnya aku tidak menerima ajakan makan malam kim bum. Aku sepenuh nya salah, sangat – sangat salah…

 

 

To Be Continued…

 

Adakah mates yang penasaran dengan kelanjutan nya?

Kalau ada silahkan berikan komentar untuk ff ini. Kalau tidak saya akan hentikan ff ini~

Terima kasih sudah mau membaca ff saya yang aneh dan tidak jelas alurnya ini. Semuanya murni ide saya yang datangnya tiba – tiba (?)

Baiklah, sampai bertemu di part selanjutnya ^^

 

Facebook: www.facebook.com/ChandraSyifaWidyaindiastuti

Twitter: www.twitter.com/ChandraSyifaW

Tagged: , , , , , , , ,

26 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 3

  1. ria Juni 23, 2012 pukul 11:11 am Reply

    aargh. Eon eon ttp lanjut . . .
    Udah tau bum y ska sm so eun . . . Pk d alangin sm shin hye

    • koreanfanfictland Juni 23, 2012 pukul 11:25 am Reply

      Ne, akan saya usahakan untuk melanjtkan ff ini yaa. Gomawo utk support dan komentarnya ^^

      -Chandra Syifa W-

  2. rhie chan Juni 23, 2012 pukul 11:11 am Reply

    anyeong aq readers bru d’sni…
    Ff’nya krend bnget eon,,,
    pnasaran ma lnjutan’nya…
    Eon tlong ya buat nie ff happy ending,,,
    soal’na aq nyesek bca ff yg sed ending…
    Gomawo

    • koreanfanfictland Juni 23, 2012 pukul 11:27 am Reply

      Ne, annyeong rhie chan~ Gomawo udah visit blog ini yaa
      Kerenkah? Hehehe, terima kasih utk pujiannya. Saya akan berusaha utk membuat ff ini menjadi lebih baik lagi. Mohon support nya ya ^^
      Happy ending???
      Akan saya pertimbangkan kembali usulannya. Hehehe🙂

      -Chandra Syifa W-

  3. heldajungsoo Juni 23, 2012 pukul 12:48 pm Reply

    Wah hubungan bumsso terganggu oleh ada shinhye, makin seru nih.

  4. sugarsoya Juni 23, 2012 pukul 4:45 pm Reply

    author ko baca part 3nya nyesek banget ya…
    Shin hye egois banget ya?? Kim Bum suka apa engga sih ama Soeun?
    Kasian soeun harus nyembunyiin perasaannya demi sahabatnya, author dibikin happy ending ya….
    Ditunggu loh part selanjutnya…

    • koreanfanfictland Juni 24, 2012 pukul 2:55 am Reply

      Se’nyesek’ itu kah???
      Suka atau engga ya???
      Happy ending???

      Semuanya akan saya pertimbangkan kembali. Hehehe ^^
      -Chandra Syifa W-

  5. sugarsoya Juni 23, 2012 pukul 5:07 pm Reply

    Komen aku yg pertama ko ga masuk ya author??
    Author part ini bener2 bikin nyesek deh…
    Shin hye egois banget ya….
    Kasian soeun nya…
    Tpi kim bum suka ga sih ama soeun??
    Ditunggu ya lanujutannya…

    • koreanfanfictland Juni 24, 2012 pukul 2:56 am Reply

      Masuk kok, komen kamu udah saya balas🙂

      -Chandra Syifa W-

  6. Sendy Sekar Juni 25, 2012 pukul 1:33 am Reply

    Ishhh,, berani banget shinye ngancem2 unnie so eun ku😦

    • koreanfanfictland Juni 25, 2012 pukul 1:35 am Reply

      Hahaha.. Gomawo ya sudah mampir dan komen ^^

      -Chandra Syifa W-

  7. shinta Juni 26, 2012 pukul 12:48 am Reply

    waah.. DEBAK !! tag lg ya eonnie..

    • koreanfanfictland Juni 26, 2012 pukul 2:22 am Reply

      Whooaaa neomu khamsahamnida!!! ^^

      -Chandra Syifa W-

      • shinta Juni 26, 2012 pukul 3:12 am

        chandra ini archynta yg seumuran km.. tau kan ?

      • koreanfanfictland Juni 26, 2012 pukul 4:20 am

        Iya, aku tau kok ^^

        -Chandra Syifa W-

  8. Putzz ran" moury Juni 26, 2012 pukul 2:24 am Reply

    Ya. . ShInhye eg0is. . . ItU sich bukan sahaBat nama’a. . . Dia cma pura” jdi sahaBat supaya s0eun merasa terbEbAni kalau gtu cAra’a . . . .
    HmMm. . Bumsso r0mantis. . . .secAra tidak sadar mereka melakukan hal roMantis itU. . Kekeke. .
    Aq tUngGu part selanjUtnya. . .

  9. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 3:59 am Reply

    yah shin hye egois
    so eun yg sabar yh
    seorang sahabat itu hrsnya senang apabila sahabatnya jga senang
    ok lanjjuutt author

  10. anastasia erna November 1, 2012 pukul 1:48 pm Reply

    buset deh…
    apa maksud nya tuh shin hye…
    sabar so eun…
    pelan tapi pasti kim bum nanti suka dengan mu…

  11. loveangelof April 17, 2013 pukul 12:17 am Reply

    so eun begitu mementingkan kebahagian Teman dari pada diri sendiri.

  12. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 3:08 am Reply

    Wahh ,, hari Ϋά̲̣̥ηġ mnyenangkan utk saia (?) ..
    hhe~ , tntu saja .. Bgmnapun jg , Sso-eon pnya ksmptn jln brsama Bum-ppa . Bknkh ituh trlht sprti kencan ?🙂
    Hmm ,, “.. Sedangkan aku bukan siapa siapa untukmu ..” , apakah Bum-ppa sdg mngharapkan utk mnjdi siapa”x Sso-eon ? Wahh ,, mkin menarik saja !!
    Ehh , ituh Hye-eon trnyta ckup ‘jahat’ jg yaa ? Egois .. Pdhl kan blm tntu Bum-ppa jg pnya prasaan Ϋά̲̣̥ηġ sma ky’ dy ke Bum-ppa ..
    Sso-eon kasiaan nihh ,, yaudah deh . Mau lompat lg ke part 4 ne , author-nim ? Penasaraaaaann ..

  13. ainami Agustus 20, 2014 pukul 2:24 am Reply

    iiiiish shin hye posesif banget -_- dan mulai membunyikan genderang perang, masa sih hanya perkara makan malam dia bakal benci ma sso huft…

    sikap bum manis banget dan berasa memberi harapan, semoga bukan pehape hehe

  14. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 2:40 am Reply

    ish dah shinhye gk suka bgt deh sma dia egoia bgt huhu

  15. Aliana Park Maret 3, 2016 pukul 4:27 am Reply

    next… mkin seru nih… trxta kim bum jg cinta ama so eun… tp msih ada shin hye nih mslhnya…

  16. My Fishy November 7, 2016 pukul 6:41 am Reply

    menyebalkan banget shin hye melarang so eun makan malam dengan kim bum, kan kim bum sendiri yg mengajak so eun makan malam.. kenapa shin hye memperingatkan so eun bukannya memperingatkan kim bum??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: