(FF) My Heart Doctor – part.2


My Heart Doctor

(part.2)

Author: MyBlackTears (ArifiaW)

Main Cast: Lee Donghae and Jessica Jung.

Cast: Jung Il Woo, Moon Chae Woon, Im Yoona.

Random Cast: Moon Jee eun, Joo woon, Dokter Choi, Jung Han Dae.

~Review from part 1~

”maaf. tapi mulai besok sepertinya aku tak dapat datang lagi kerumah ini, nyonya Lee.” ucap Dokter Choi.

”ada apa?” tanya ibu.

”tidak apa. hanya saja aku akan pindah rumah bersama keluargaku ke daerah incheon, jadi akan sulit jika aku harus kesini.” jawab Dokter Choi.

”oh, jadi begitu. baiklah.” ucap ibu.

”tapi nyonya lee, aku akan mengenalkan seseorang yang bisa menggantikan posisiku sebagai dokter pribadi dirumah ini.” Sambung Dokter Choi.

~~~~~~~~~~

 

“Chae woon…” teriak Donghae

“Donghae! kau mengagetiku.” ucap Chae woon yang kaget karna ulah Donghae.

“hah! benarkah? jeongmal mianhe. hari sudah pagi aku ingin membangunkanmu.” sambung Donghae.

“aku sudah bangun. kenapa kau bangun pagi sekali,kak?” tanya Chae woon.

“oh, itu karna aku akan ke Rumah sakit Wonbang.” jawab Donghae.

”Rumah sakit wonbang? apa kau sakit?” tanya Chae woon lagi.

”ahh, tidak. sudah yah..annyeong..” jawab Donghae dan langsung pergi untuk berangkat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Donghae begitu bersemangat untuk keluar rumah hari ini Donghae berpakaian resmi, dia akan pergi menuju Kantornya dengan mobil kesayangannya.

”Hey, il woo. bisakah kau membawakan bubur kerumahku?” tanya Donghae yang sedang menghubungi Jung il woo.

”mengantarkan bubur? aku itu bukan kurir pengantar bubur!.” jawab il woo kesal.

”ah,,tidak begitu. tapi Chae woon sedang sakit, aku tidak bisa membelikannya bubur hari ini karna aku harus kekantor.” Balas Donghae.

”Chae woon? setauku dia selalu terlihat sehat, kenapa tiba-tiba kau bilang Chae woo sakit?” tanya il woo.

”ia semalam adikku itu tak sadarkan diri. ayolah, kau harus membawakannya bubur.  sudah ya, aku sibuk. bawakan bubur yang hangat. gomawo.” Jawab Donghae dan langsung menutup telfonnya.

”Donghae! Donghae! ah.. anak ini.. baiklah akan ku bawakan bubur untuk Chae woon.” ucap il woo.

Jung il woo berencana untuk membawakan bubur itu pada Chae woon karna permintaan Donghae yang akhirnya berhasil.

”Chae woon..” ujar ibu yang langsung membantu chae woon berdiri karna melihat chae woon keluar dari kamarnya.

”eomma..” jawab Chae woon dengan senyum.

”kau mau kemana?” tanya ibu.

”aku ingin menghirup udara segar diluar bu.” kata Chae woon.

”tapi kau masih sakit, Chae woon.” ujar ibu.

“ hanya sebentar.” ucap Chae woon.

seseorang datang dan mengetuk rumah Donghae itu.

”hemm. siapa itu? Chae woon, bisa kau lihat siapa yang mengetuk pintu. ibu harus pergi untuk mengangkat telfon ibu dikamar. sepertinya berdering.” ucap ibu pada Chae woon.

”oh, ya bu. aku bisa.” jawab Chae woon.

Chae woon berjalan pelan-pelan untuk melihat siapa orang yang mengetuk itu. saat Chae woon melihat LCD yang dihubungkan pada camera yang terdapat dirumahnya itu, chae woon merasa tak mengenal orang itu.

”nuguseyo?” tanya Chae woon. Orang itu tak menjawab. Chae woonpun membuka pintu. dilihatnya seorang pria muda berdiri didepannya.

“Annyeong haseyo. aku Jung ill woo. Chinguneun Donghae.” ternyata itu Jung il woo yang berdiri didepan pintu.

“Chinguneun oppa? oh.. masuklah.” ucap Chae woon pada il woo.

Jung il woo masuk kedalam rumah dan duduk bersama dengan Chae woon, sementara ibunya sedang mengangkat telfon dikamarnya.

”mian, tapi kakak tak ada dirumah. dia sudah berangkat kekantornya tadi pagi-pagi sekali.” kata Chae woon.

”benarkah? geureom..gwenchana.(kalau begitu, tidak apa-apa).” balas il woo. il woo bebohong bahwa ia tidak mengetahui tentang keberangkatan Donghae kekantornya.

” oh iya, aku dengar kau sedang demam ya?” sambung il woo.

” a..ne, tapi tidak parah kok.” ucap Chae woon.

“ kebetulan, ini! ” kata il woo sambil menjulurkan sebuah kantung.

” apa ini? ” tanya Chae woon dan menerima pemberian il woo itu.

“ ini bubur. tadi aku ingin membelinya untukku sendiri, tapi aku rasa… ini untukmu saja.” jawab il woo.

“ oh..begitukah? gomawo ” ucap Chae woon.

“ baiklah, aku harus segera pergi. terima kasih sudah menerima buburku, chae woon-ah…” kata il woo. il woo berdiri dari bangku untuk segera pergi.

Chae woon mengantar il woo kepintu untuk mengantar kepergiannya dengan senyum di wajahnya.

Donghae yang telah sampai dikantornya, disambut oleh semua bawahannya. ia masuk keruangannya, yaitu ruang eksekutif directur.

“ pagi, direktur.” sambut sekertaris donghae.

” ya.. pagi. ” jawab Donghae.

” apa hari ini yoona tidak mendatangiku?” sambung Donghae.

” apa? oh nona yoona? aku belum melihatnya. lagi pula direktur, hari ini kau datang lebih pagi. mungkin nona yoona akan sebentar lagi.” ucap sekertaris itu.

”ah..benarkah? baiklah.” balas Donghae. seusai pembicaraan, Donghae masuk keruangannya dan duduk dikursi direktur. Meski ia menjadi Direktur utama disana, namun Donghae sering terlihat hanya duduk diam di kursi direkturnya itu.

Merasa bosan, akhirnya Donghaepun keluar dari ruangannya.

” direktur, anda mau pergi kemana? ” tanya sekertarisnya.

” aku akan pergi kesesuatu tempat…” jawab Donghae.

” baiklah. ” ucap sekertaris.

Sekertaris Donghae, memaklumi sikap Donghae itu, dia tau persis bahwa Donghae tak pernah duduk diam diruangannya lebih dari 45 menit. Donghae selalu kabur-kaburan dari ruangannya itu, entah karna dia harus survey ke beberapa hotel ataupun karna kemauannya sendiri.

Donghae pergi meninggalkan kantornya dan menaiki mobilnya untuk pergi Rumah sakit Wonbang. Sesampainya disana, Donghae berjalan menuju keruangan pemeriksaan kesehatan untuk bertemu dengan jessica. Dibukanya pintu ruangan itu, tapi Donghae tak melihat Jessica disana. Disana hanya ada beberapa perawat.

” hei..hei..kalian melihat Jessica? “ tanya Donghae pada seorang perawat yang ada.

” oh, tuan. Dokter Jessica tidak datang hari ini, dia bilang ada urusan yang membuatnya tak bisa datang hari ini.” jawab perawat itu.

” jadi begitu…itu artinya aku tidak dapat melihatnya hari ini. payah..” ucap Donghae.

” A,,apa tuan? ” tanya perawat itu lagi yang heran dengan ucapan Donghae.

”ah..tidak tidak. tapi, apa kau tau sebenarnya mengapa dia bisa magang dirumah sakit ini?” ucap Donghae.

” setauku Nona Jessica itu begitu menyukai dunia kedokteran. dia ingin sekali menjadi dokter seperti yang diimpi impikannya.” jawab siperawat.

” nona? apa maksudmu? ” tanya Donghae.

” Nona Jessica. itu karena ia adalah anak seorang pemilik restoran besar, ayahnya itu juga direktur dirumah sakit ini.” balas Perawat itu.

” emm..jadi begitu. ya sudah, aku pergi saja. gomawo. ” ucap Donghae pada perawat itu. Donghae pergi meninggalkan rumah sakit.

Karna tak dapat bertemu Jessica hari ini, sepertinya banyak yang dipikirkan Donghae. Donghae mengendarai mobilnya tidak seperti biasanya, nyetir mobil sambil memegang dagunya.

” ssssshh..sebenarnya kenapa dia ingin jadi dokter? padahal dia anak orang hebat yang sudah terjamin masa depannya. ” ucap Donghae.

” tapi kenapa juga aku ingin bertemu dengannya? ” sambung Donghae.  Handphone Donghae berbunyi, Donghae mengangkatnya.

” ne, yeoboseyo. nuguya!(Siapa!) ”  tanya Donghae dengan galak.

” aih..kau galak sekali.. ” jawab il woo.

Donghae menatap telfonnya dan melihat siapa yang menelfonnya.

” ternyata anak ini! ” dengus Donghae dalam hati.

” wae? ” kata Donghae.

” Donghae, aku sudah bertemu adikmu itu. ” balas il woo.

” bagaimana? cantik? ” ucap Donghae.

” cantik? mollayo.(tidak tau).” jawab il woo.

”moreuge? jeongmal moreugeseo? (kau tidak tau!) maksudmu dia tidak cantik?  kau itu sedang berbohong, il woo. sudah yah, aku sedang menyetir. ” ucap Donghae sambil menutup telfonnya.

” Donghae? ah, belum selesai bicara sudah ditutup. “ kata il woo.

Tak sadar Donghae sudah sampai dirumahnya.

” aku menyetir mobil sampai kerumah? kenapa aku tak menyadarinya? apa aku tak enak badan ya? ah..sudahlah..” ucap Donghae yang sedang turun dari mobilnya. Donghae masuk kedalam rumah dan melihat seorang wanita di ruang tamu rumahnya. Tak menghiraukannya, Donghae yang baru sampai langsung pergi kedapur. Ternyata didapur ada Chae woon yang sedang minum juga.

” Chae woon? kau sudah sehat? “ ujar Donghae.

“ sudah enakkan kok. “ ucap Chae woon.

“ chae woon-ah, geu yeojaga nugujiyo?(wanita itu siapa?) “  tanya Donghae sambil menegukkan segelas air kemulutnya.

” yeoja? oh…dia Dokter pribadi baru di keluarga kita menggantikan Dokter Choi..” jawab Chae woon.

” emm..siapa ya namanya tadi….emm. a…. yeojaneun Jessica imnida! ye.. Jessica. dia masih muda..” sambung Chae woon.

” mwo? Jessica? ” ucap Donghae. Mendengar bahwa orang itu adalah Jessica, Donghae kaget dan tersedak air yang diminumnya.

” kakak! kau tidak apa? kenapa bisa tersedak? ” Tanya Chae woon.

” ani..ani.. na gwenchana.. ” jawab Donghae sambil memukul dadanya yang sakit karna tersedak.

” ya sudah… aku mau kembali kesana. jangan tersedak lagi! ” ucap Chae woon.

Donghae merasa bingung dengan kedatangan Jessica kerumahnya. Donghae berfikir, bagaimana caranya Jessica bisa tau keberadaan Donghae.

Donghae yang penasaranpun pergi keruang tamu untuk melihat Jessica.

” Dokter Jessica, biar aku perkenalkan. dia kakakku, Lee Donghae. ” ucap Chae woon pada Jessica yang melihat Donghae mendatangi Ruang tamu.

” kakak? annyeong haseyo, naneun… ” Jessica memberi salam pada Donghae dengan membungkukkan badannya. Tapi saat mengangkat tubuhnya dan melihat bahwa orang itu Donghae, Jessica sangat terkejut dan tak dapat melanjutkan ucapannya.

Donghae hanya melihat Jessica yang sedang berbicara dengan pandangan aneh.

” ikut aku ke dapur! ” suruh Donghae pada Jessica. Donghae menarik tangan Jessica dengan tiba-tiba dan membawanya ke dapur rumah.

” hei! kenapa kau bisa ada disini? ” tanya Donghae.

“ kenapa aku disini? apa kau harus tau! ” jawab Jessica.

“ hem..kau sangat menyukaiku ya? sampai mencari tau keberadaanku! “ ucap Donghae sambil mendekati wajah Jessica. Jessica yang merasa canggung menjawabnya dengan perlahan.

“ a..apa maksudmu! ” kata Jessica dengan terbata-bata.

” Siapa yang menyukaimu! dasar orang aneh! ” sambung Jessica yang berusaha tenang dan meneriaki Donghae.

” kenapa kau berteriak padaku! ” bentak Donghae.

” pelankan suaramu! ” lanjut Donghae sambil melihat ke arah Chae woon yang ada diruang tamu.

” kalau kau tidak mencari keberadaanku, untuk apa kau ada disini? ” tanya Donghae lagi.

” aku diminta Dokter Choi untuk menggantian diri sebagai dokter pribadi disini.“ jawab Jessica.

“ Dokter Choi? memang apa yang terjadi padanya? ” kata Donghae.

” bahkan kau tuan rumahnyapun tak tau! payah..Ahjusshi dan keluarga akan pindah kedaerah busan. ” ucap Jessica.

” jinja? kenapa aku yak tau ya? ” ucap Donghae pada dirinya sendiri.

Belum selesai dengan pembicaraan mereka, Chae woon tiba –tiba memanggil Donghae.

” Donghae-ssi! ” panggil Chae woon. Donghae yang mendengar panggilan Chae woonpun langsung menjauhkan dirinya dari Jessica. Chae woon mendatangi Jessica dan Donghae.

“ oppa~ untuk apa kau menarik jessica kesini? “ tanya Chae woon dengan ekspresi curiga pada Donghae.

“  aniyo. aku hanya bertanya obat apa yang bisa dia berikan padaku, aku merasa sedikit pusing. ” jawab Donghae.

“ benarkah itu, Jessica? “ tanya Chae woon lagi yang kali ini ditujukan pada Jessica.

“ oh iya…benar. Donghae-ssi, nanti akan aku bawakan kau obat untuk rasa pusingmu itu. “ jawab Chae woon dan dilanjutkan dengan berbicara pada Donghae.

“ em..ya tentu saja kau harus membawanya. “ ucap Donghae mendengar ucapan Jessica.

selesai pembicaraan mereka, Donghae pergi meninggalkan ruang dapur dan kembali ke ruang tamu.

“ baiklah. kalau begitu, aku akan pergi sekarang. ” ucap Jessica pada Chae woon untuk meminta izin pulang.

“ sudah mau pulang? baiklah kalau begitu. nanti akan aku beri tau ibuku bahwa kau sudah datang kesini. “ jawab Chae woon.

“ kamsahamnida. dan sampaikan salamku pada nyonya Lee. ” kata Jessica sambil berjalan keluar rumah bersama Chae woon. Chae woon mengantakkan kepergian jessica, dan kembali masuk.

“ Chae woon! “ teriak Donghae dari atas tangga kamarnya.

” JEONGMAL! kenapa harus teriak sekencang itu! ” bentak Chae woon pada Donghae.

” mian…tapi dimana Jessica? ” tanya Donghae.

“ jessica? baru saja pulang “ jawab Chae woon.

“ pulang?! “ teriak Donghae tiba-tiba. Donghae turun dari kamarnya dan pergi mengejar Jessica.

“ masih saja teriak?! “ kata Chae woon.

Donghae berlari keluar dan terburu-buru mengeluarkan mobilnya. Dengan mobilnya itu, Donghae pelan-pelan melewati Jessica yang sedang berjalan menuju halte bis.

” hei..kau sudah mau pulang? mau ku antar?  itu hanya karna aku juga akan melewati rumah sakit wonbang. kau akan kesana, bukan? ” tanya Donghae pada jessica sambil menjalankan mobilnya pelan-pelan.

” ya…aku memang akan kerumah sakit. tapi aku bisa kesana sendiri tanpa bantuanmu itu. ” jawab Jessica.

” tunggu tunggu. saat ini kau sedang menolakku? hah? ” Donghae berkata pada Jessica yang langsung menghentikan laju mobilnya dan menatap Jessica.

” mweoyo? kenapa kau marah padaku? ” ucap Jessica yang kebingungan dengan tingkah Donghae.

” lagi pula, kenapa aku tidak boleh menolak untuk menaiki mobil mu ini! ” sambung Jessica sambil menendang mobil Donghae.

”  HEH! beraninya kau menendang mobilku!. sudahlah..masuk saja! ” bentak Donghae dan menarik Jessica masuk kemobilnya.

” eh eh tunggu..apa-apaan ini?! soal mobilmu itu, kan kau mudah untuk membeli yang baru kenapa mesti marah. ” ucap Jessica.

Donghae tak menghiraukan ucapan Jessica, ia tetap menjalankan mobilnya dengan Jessica disebelahnya. Diperjalanan, Donghae diam tanpa mengatakan apapun. Begitu pula dengan Jessica, Dia hanya bisa diam dan melihat – lihat pemandangan di Jalan-jalan.

” Wae? kau gugup ya duduk dengan lelaki tampan sepertiku? ” ucap Donghae tiba –tiba.

” a-apa? gugup? tidak! sama sekali tidak. ” jawab Jessica dengan raut wajah yang sedikit aneh.

” hem..benarkah..baiklah aku percaya. ” ucap Donghae tanpa percaya jawaban Jessica.

setelah beberapa pembicaraan yang mereka lakukan, tiba-tiba Donghae melihat kearah Jessica. Namun Jessica terlihat sedang menatap sebuah rumah kecil dipinggir jalan, kelihatannya itu adalah bangunan tua. Jessica menatap bangunan itu tanpa berkedip. Donghae yang melihat keadaan tersebutpun bertanya.

” Jessica, ada apa? ” tanya Donghae sambil tetap menyetir mobilnya itu.

” ani ani, tidak ada apa-apa. “ jawab Jessica.

“ lalu mengapa kau menatap bangunan tua itu? ” tanya Donghae lagi.

“ itu…. “ ucap Jessica belum selesai.

“ itu apa? “ Donghae merasa begitu penasaran. Donghae takut ada sesuatu yang aneh dengan Jessica.

” ah..bukan bukan. maksudku, itu bukan apa-apa. ” ucap Jessica. sebenarnya Donghae kurang mempercayai ucapnya jessica itu, tapi Donghae berusaha untuk tak bertanya pada Jessica.

beberapa lama kemudian, Donghae dan Jessica telah sampai di Rumah sakit Wonbang.

” gomapta. ” ucap Jessica pada Donghae saat keluar dari mobil Donghae.

“ ye..cheonma. jaga dirimu baik-baik! “ jawab Donghae pada Jessica.

“ aku itu dokter, aku bisa menjaga diri lebih baik darimu. sudah yah..pulang gih sana ini sudah hampir malam.” balas Jessica.

“ baiklah..annyeong. “ ucap Donghae sambil melambaikan tangannya pada Jessica. Jessica yang melihat lambaian itupun tersenyum.

setelah mengantar Jessica Donghae kembali kerumah. sebenarnya Donghae hanya berbohong pada Jessica soal dia yang pergi melewati Rumah sakit Wonbang. Sejujurnya Donghae ingin memastikan Jessica sampai dirumah sakit itu dengan keadaan baik-baik saja. Donghae begitu baik bukan?

“ oppa? “ ucap Chae woon yang melihat Donghae baru pulang.

“ A..annyeong, danyeoogesseubnida.. (aku sudah pulang..)“ balas Donghae. Donghae melirik kekanan kiri.

” aku tak melihat presdir Jee eun. dimana dia? ” tanya Donghae.

” eomma pergi kekantor dari tadi, bahkan sejak eonni Jessica datang dia sudah tak ada. kau saja yang tak memperhatikan. ” jawab Chae woon.

” emm..begitu. ” ucap Donghae. setelah berbicara, Donghae naik kekamarnya untuk tidur. Tapi Donghae justru memandangi langit-langit kamarnya karna tak bisa tidur.

” apa yang membuatku tak bisa tidur seperti ini ya? ” ucap Donghae.

” lagi juga kenapa Jessica menatap bangunan aneh itu dengan tatapan seperti itu. ” sambung Donghae.

Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamar Donghae dan langsung membuka pintu itu.

” Donghae, neo jaseyo?(kau tidur?) ” tanya presdir jee eun atau ibu dari Chae woon yang tak mau Donghae panggil ibu.

” presdir jee eun? untuk apa kau kesini? “ tanya Donghae.

“ kenapa kau tak kekantor hari ini? padahal kata Chae woon, pagi-pagi kau sudah berangkat. pergi kemana kau? ” ucap ibu.

” apa urusanmu? yang penting aku sudah membaca berkas-berkas itu. ” balas Donghae.

” ya aku tau. tapi aku harus memberi taumu, bahwa Direktur Jung han dae akan berkerjasa dengan hotel kita. aku harap kau bisa membuat ini semua berhasil. ” ucap ibu.

” kaukan presdirnya kenapa harus aku? ” tanya Donghae.

” kau juga harus membantuku! ” ibu keluar dari kamar donghae setelah mengucapkan hal-hal itu.

pagi ini telah berganti hari, Donghae bersiap-siap untuk berangkat kekantornya. ibunya berangkat tak pernah bersamaan dengan keberangkatan Donghae kekantor.

” Chae woon aku berangkat dulu ya..” ucap Donghae pada Chae woon.

“ ye…oppa “ jawab Chae woon.

Dengan waktu perjalanan yang singkat, akhirnya Donghae sampai diKantornya.

Donghae sudah melihat seorang pria dangan pakaian yang begitu rapih dan dengan seorang sekertarisnya.

”  geu namjaga nugujiyo? ” tanya Donghae pada sekertarisnya yang sudah menyambut kedatangan Donghae.

” namjaneun Jung Han Dae-ssi. ” jawab sekertarisnya.

” A…Direktur itu..” ucap Donghae.

Donghae berjalan mendekati Jung han dae.

” Jung han dae-ssi..” ucap Donghae.

” oh, Lee donghae. aku Direktur dari italian resto yang akan bekerja sama dengan perhotelanmu ini. ” jawab Jung han dae.

” ya..aku sudah mendengarnya. jadi, kapan kita akan saling mentanda tangani kontrak? ” tanya Donghae.

” aku rasa tidak bisa secepat itu. ” ucap Jung han dae.

” ah? ada apa Jung han dae-ssi? ”  kata Donghae.

” aku harus melihat keadaan hotelmu ini. ” Jung han dae berkata pada Donghae.

” seperti yang terlihat hotel kami ini hotel terbaik. ” ucap Donghae dengan sangat percaya diri.

” Baiklah jika memang begitu..aku akan segera menandatangani kontrak. ” jawan Jung han dae.

” kamsahamnida, Jung han dae-ssi. aku akan segera membuat surat kontraknya. ” kata Donghae.

” abeoji.. ” panggil seorang wanita.

” Jessica kau sudah datang. ini adalah Lee Donghae. ” ucap Jung han dae sambil memperkenalkan Donghae pada Jessica.

” ne, annyeong. naneun Jessica imnida. “ jessica memperkenalkan dirinya pada Donghae sebagai seorang direktur eksekutif. Donghae bingung kenapa Jessica berpura-pura tak mengenalnya.

” Donghae, kontrak akan ditandatangani oleh jessica. aku akan pergi. ” Jung han dae pergi meninggalkan Jessica bersama Donghae.

” Donghae, anggap aku belum pernah mengenalmu yah..” ucap Jessica pada Donghae.

” apa maksudmu? kitakan sudah saling mengenal. kenapa harus berpura0pura tidak kenal? ” tanya Donghae.

” dimata ayahku, aku adalah direktur eksekutif. ” jawab Jessica.

” maksudmu, ayahmu tak tau kalau kau itu adalah seorang Dokter? ” tanya Donghae lagi.

” ya..begitulah. ” ucap Jessica.

” Mwo?! ” teriak Donghae.

To Be Continued…

 

Jangan lupa tinggalkan komentar ya! Gomawoyo ^_^

 

Twitter: @fia68Jaehyun

FB: Arifia Widya Elfishy

Tagged: , , , , , ,

8 thoughts on “(FF) My Heart Doctor – part.2

  1. Ester Greacia Juni 28, 2012 pukul 7:51 pm Reply

    lanjutin part ke3nya dong😀 pensaran sm sica nih… hehe^^

    • koreanfanfictland Juni 29, 2012 pukul 5:35 am Reply

      haha*.. tunggu yah^^ Part 3 sedang dalam proses.
      gomawo sudah komentar FF ini. yang berikutnya baca lagi yah=)
      “Gomawo” -MyBlackTears(ArifiaW)-

  2. Ana Januari 2, 2013 pukul 8:59 pm Reply

    Wah author aku rasa alurnya ini emang kecepetan deh._.v

  3. Naurah nazsyifah Januari 12, 2013 pukul 11:44 pm Reply

    Wah . Bagus ceritany author , terus berkarya ya author😉
    Fighting😉

  4. nadya Januari 24, 2013 pukul 2:03 am Reply

    wah bagus banget ada campuran bahasa korea ……………

    i like this

  5. mhaci Juli 31, 2013 pukul 1:42 pm Reply

    Sgt2 mnarik, .tema kluarga yg mnarik

  6. gorjess spazer Oktober 4, 2013 pukul 8:02 am Reply

    wah semakin penasaran sama ff ini next part ^_^

  7. Shin Ha Ra Mei 13, 2016 pukul 1:28 pm Reply

    ciee, yang makin deket :v kekkeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: