(FF) My Last Memories – Part 4


My Last Memories

(Part 4)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Welcome back to my fanfiction!

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya bagi readers yang sudah menunggu lanjutan ff aneh saya ini. Khamsahamnida😀

Baiklah, silahkan membaca ^^

 

Review of Part 3

 

DEG…

 

Aku benar – benar terkejut dengan ucapan shin hye di pesannya kali ini. Tersirat sekali kalau dia ingin bertanya namun juga ingin memperingatkanku. Aku benar – benar tidak mampu untuk membalas pesannya kali ini.

 

From: Shin Hye – Park

 

Kenapa tidak membalas pesanku so eun?

Kau tau bagaimana perasaanku pada kim bum kan?

Perasaan itu tidak pernah menghilang sampai detik ini..

 

Tolong hargai perasaanku padanya so eun-ah. Jangan pernah menerima ajakkan darinya untuk makan malam bersamanya lagi. Jangan membuatku untuk perlahan – lahan membencimu..

 

Dapatkah kau lakukan itu untuk ku?

 

Aku tertegun membaca pesan dari shin hye itu. Benar, sudah seharusnya aku tidak menerima ajakan makan malam kim bum. Aku sepenuh nya salah, sangat – sangat salah…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

-Author POV-

 

So eun masih terdiam dengan handphone di tangannya. Dia masih harus berpikir apa yang harus dia katakan agar jawabannya tidak membuat shin hye kecewa. Ya, bagaimanapun juga shin hye merupakan sahabat yang sangat baik pada so eun.

 

“Aku harus jujur, tapi aku tidak mungkin menyakiti perasaannya. Apa aku harus bertanya pada kim bum dulu? Ah itu solusi yang sangat bodoh! So eun, kau sudah berani menerima ajakan makan malam dari kim bum, berarti kau juga harus berani untuk menjelaskan semua ini pada shin hye…” ucap so eun yang terus – terusan bicara sendiri.

 

 

Send To: Shin Hye – Park

 

Aku akan menjelaskan semuanya padamu dengan jelas besok..

Apa kau punya waktu untuk bertemu denganku?

 

***

 

From: Shin Hye – Park

 

Maaf so eun-ah, namun kurasa kita tidak perlu sampai bertemu segala besok..

Aku tidak mau ada masalah di antara kita berdua hanya karena kau menjelaskan padaku saat kita bertemu..

 

Sudahlah, anggap saja aku tidak pernah bertanya hal ini padamu…

 

***

 

Send To: Shin Hye – Park

 

Tidak! Aku tidak bisa membiarkan mu salah paham padaku!

Aku akan pergi ke kampus mu besok, tolong jangan menolakku shin hye. Aku mohon..

 

***

 

From: Shin Hye – Park

 

Baiklah, terserah padamu saja. Tapi jangan sampai di ketahui oleh kim bum, aku tidak mau dia menilaiku yang tidak – tidak..

 

Selamat malam so eun, beristirahatlah..

 

”Kim so eun, kenapa kau bodoh sekali??? Pada akhirnya kau harus ikut campur dengan urusan seperti ini kan..” ucap so eun sambil memukul kepalanya sendiri.

 

Keesokkan harinya, so eun bangun lebih pagi dari biasanya. Dia mempersiapkan dirinya untuk pergi kuliah dengan serba cepat. Sarapan pagi yang biasanya di buatkan oleh ibunya pun kali ini dia yang persiapkan sendiri.

 

”So eun, kenapa tiba – tiba kau bangun pagi sekali? Apa ada sesuatu yang membuatmu bangun sepagi ini?” tanya ibunya yang sangat heran dengan kelakuan so eun.

”Ah, tidak ada bu. Semuanya baik – baik saja, ibu tidak perlu khawatir” kata so eun sambil tersenyum yang di buat – buat.

”Benarkah? Kalau ada sesuatu ceritakan pada ibu, jangan kau pendam sendirian..”

”Tentu bu, pasti akan ku ceritakan apabila ada sesuatu yang aneh telah terjadi”

 

Dengan cepat dan cekatan so eun pun menghabiskan sarapan yang sudah dia buat, setelah itu dia bergegas untuk berpamitan dengan orang tuanya dan kemudian pergi menuju ke rumah shin hye sebelum dia kuliah.

 

”Haah sudah jam setengah tujuh. Kalau aku ke rumah shin hye dulu pasti aku akan terlambat kuliah.. Ahhh biarlah! Aku harus menyelesaikan masalah ini dulu!!!” kata so eun dengan kebingungan.

 

So eun langsung berlari menuju ke halte bis tanpa memperdulikan rambutnya yang berantakan karena terkena angin. Sesampainya di sana dia langsung berhenti dan mengatur nafasnya.

 

”So eun? Kau baik – baik saja?”

“K-kim bum?!”

“Kenapa kau sangat kaget hanya karena melihatku? Apa ada yang aneh denganku?”

”A-anio.. Hmm.. Maaf, apa bisnya sudah datang sebelum aku sampai di sini???”

”Belum, tapi… Kenapa kau bisa datang lebih lambat dariku? Bukankah kau selalu sudah ada di sini jam setengah 7?”

”Itu.. Aku agak terlambat sedikit.. Kau sendiri kenapa datang sepagi ini???”

“Aku ingin menjelaskan sesuatu pada shin hye. Ada sedikit kesalah pahaman antara aku dan dia”

”Mwo??? Shin hye??? Jadi sekarang kau ingin pergi ke rumah shin hye???”

”Tentu saja, waeyo?”

”Aku juga ingin ke rumahnya, ada kesalah pahaman juga..”

”Jinjayo? Memangnya ada kesalah pahaman apa?”

”Hmm.. Tentang semalam, maksudku, tentang makan malam semalam bum. Sepertinya shin hye berpikiran buruk tentang hal itu. Aku harus menjelaskannya sekarang..”

”Aku juga akan menjelaskan hal itu padanya. Begini saja, biar aku yang menyelesaikan hal ini pada shin hye dan kau pergi ke kampus saja sekarang. Aku khawatir kalau shin hye akan melakukan sesuatu padamu”

 

So eun hanya terdiam dan bingung dengan penjelasan kim bum. Ternyata kim bum juga ingin menjelaskan hal yang sama pada shin hye. Berarti shin hye menanyakan hal ini juga pada kim bum semalam.

 

”Tidak, aku juga harus menjelaskannya pada shin hye. Dia itu sahabatku juga, aku tidak bisa membiarkannya salah paham padaku. Biarkan aku ikut denganmu bum..” kata so eun mencoba untuk memohon.

”Tapi…”

”Percayalah padaku, tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk nantinya. Aku janji”

”Baiklah, supaya lebih cepat lebih baik kita naik mobilku saja. Kau tunggu di sini sebentar, aku akan kembali ke rumah dan mengambil mobilku. Araso?”

”Ne”

 

Kim bum pun berlari meninggalkan so eun di halte bis menuju ke rumahnya. Sepertinya mereka berdua sangat ingin menjelaskan hal ini pada shin hye dengan baik – baik. Sembari menunggu kim bum, so eun mencoba meghubungi nomor handphone shin hye. Namun ternyata tidak dapat di hubungi.

 

”Park shin hye.. Ayolah angkat telfonku.. Kau tidak marah padaku kan???” kata so eun khawatir. So eun mecoba menelfonnya berkali – kali namun tetap saja tidak di angkat.

 

Tidak lama kemudian sebuah mobil sport warna hitam berhenti di depan halte bis tempat so eun menunggu kim bum. So eun hanya bingung melihat mobil itu, karena ia tidak mengenal siapa pemilik mobil itu. Lalu si pemilik mobil itu menurunkan kaca jendelanya.

 

”Tidak mengenalku atau kau tidak mau menyadari kalau ini aku?” ucap si pemilik mobil.

”Kim bum! Ku pikir siapa, benarkah ini mobilmu?” tanya so eun dengan heran.

”Tentu saja. Sudah tidak ada waktu lagi, ayo masuk. Kita langsung ke rumah shin hye supaya kita tidak terlalu lama” kata pemilik mobil yang rupanya kim bum.

 

So eun pu berjalan menuju ke mobil kim bum dan perlahan masuk ke mobil kim bum yang begitu mewah tersebut. Terbesit di benak so eun untuk apa selama ini kim bum naik bis sedangkan dia memiliki mobil sport yang begitu keren?

 

Mobil kim bum pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah shin hye. Di dalam mobil kim bum dan so eun berdiskusi untuk bagaimana cara mereka agar dapat menjelaskan masalah tanpa memunculkan masalah baru.

 

”Baiklah, kita menggunakan cara mu saja so eun. Mungkin dengan hal itu dia akan mengerti” kata kim bum sambil mengendarai mobilnya.

”Akan ku coba dengan baik, semoga shin hye tidak akan pernah marah lagi padaku” kata so eun sambil menundukkan kepalanya.

”Dia bukannya marah padamu. Dia hanya iri karena dia sendiri belum pernah makan malam denganku” kata kim bum dengan santai.

”Benarkah???”

”Itu benar. Aku dan shin hye sering pulang sampai malam kalau kami punya jam kuliah sampai malam hari. Tapi aku belum pernah mengajak nya makan malam. Karena dia anak tunggal, aku takut orang tuanya khawatir kalau aku mengajaknya di restoran semalam”

”Ah pantas saja shin hye sangat curiga padaku. Kenapa kau tidak mengatakan padaku sebelumnya???”

”Lalu kenapa kau menerima ajakkan ku?”

 

So eun pun kesal dengan tingkah kim bum yang megerjainya di saat – saat yang serius seperti ini. Kim bum pun tersenyum kecil dan mengusap – usap rambut so eun secara perlahan.

 

”Aku bercanda so eun.. Jangan di masukkan ke hati. Hehehe…” kata kim bum pada so eun. Namun so eun masih tetap diam mendengar perkataan kim bum.

”Jangan bilang kalau kau marah padaku? Tidakkan?” tanya kim bum kali ini.

 

-Kim So Eun POV-

 

Kim bum, aku diam bukan karena aku marah padamu. Tapi karena aku kaget kau tiba – tiba mengelus rambutku. Apa maksud dari sikapmu ini? Kau membuatku bingung lagi dengan pendirianku..

 

”So eun?”

 

Ya! Dia tetap tidak bisa ku jauhi! Aku tidak bisa marah ataupun meghindar darinya! Aku bisa apa???

 

”Ne?” jawabku singkat. Aku tidak mau dia berpikiran kalau aku marah padanya.

”Kau tidak marah padaku kan? Masalah ku dengan shin hye belum selesai tapi kau sudah marah padaku” katanya sambil menatapku dalam – dalam.

”Tidak, aku tidak marah padamu. Hanya sedikit kesal. Puas?” ucapku pura – pura jutek.

”Syukurlah! Kalau shin hye dan kau marah padaku lalu aku tidak punya sahabat wanita lagi. Hahaha..”

”Kau ini ada – ada saja bum”

 

Setelah itu aku dan kim bum mengobrol tentang banyak hal. Sangat menyenangkan rasanya karena dia adalah laki – laki yang sangat ramah dan tidak tertutup dengan wanita. Ku rasa dia memang tipe ideal banyak wanita.

 

”Baiklah, kita sudah sampai di rumah shin hye” kata kim bum sambil menengok ke arah rumah yang berwarna coklat itu. Aku melihat rumah itu sejenak.

”Dia belum pernah pindah lagi dari rumah ini? Aku rasa dia hanya mengganti cat rumahnya. Sewaktu smp warna cat rumahnya berwarna biru agak terang” kataku sambil mengingat masa lalu.

”Ya, sepertinya begitu. Ayo kita keluar”

 

Dia keluar lebih dulu dari mobil, kemudian aku keluar dari mobilnya. Kami berjalan berdampingan menuju rumah shin hye hingga kami sampai tepat di depan pintu rumah shin hye.

 

”Kau siap?” tanyanya padaku.

”Siap” jawabku singkat. Sejujurnya aku tidak tau apa yang harus ku katakan nanti di depan shin hye. Tapi mau tidak mau aku harus mengatakannya agar dia tidak marah padaku.

”Baiklah”

 

Kim bum menekan bel pintu yang ada di dekatnya. Tidak perlu menunggu lama keluarlah seorang wanita paruh baya yang menyambut kami di depan pintu rumah shin hye.

 

”Annyeong haseo bibi.. Apa kabar?” kata kim bum yang membuatku bingung. Aku pun membungkukkan badan pada bibi itu.

”Annyeong bi..” ucapku memberi salam juga.

“Annyeong.. Aku baik – baik saja kim bum. Kau datang dengan siapa?” ucap bibi itu pada kim bum.

”Aku datang dengan temanku bi, dia juga teman lama shin hye semasa sma. Namanya kim so eun”

”Ne, naneun kim so eun imnida. Aku teman lama shin hye” ucapku memperkenalkan diri.

 

-Author POV-

 

”Ah, sepertinya aku pernah melihatmu kim so eun. Apa sebelumnya kau pernah datang ke sini?” tanya ibu shin hye pada so eun.

”Ne, aku pernah datang ke sini kurang lebih 5 tahun yang lalu. Di saat kami masih di bangku smp bi” kata so eun dengan sopan.

”Lalu ada apa kalian berdua ke sini?”

”Kami ingin bertemu dengan shin hye bi. Apa shin hye di dalam?” tanya kim bum.

Raut wajah ibu shin hye tiba – tiba berubah. Wajahnya seperti kaget mendengar pertanyaan kim bum barusan.

 

”Lho? Shin hye sudah berangkat ke kampus pagi – pagi sekali. Dia bilang ada ujian mata kuliah jam setengah 7 tadi, jadi dia berangkat sangat pagi. Bibi pikir shin hye berangkat bersamamu kim bum” kata ibu shin hye menjelaskan.

 

Kali ini giliran kim bum dan so eun yang terlihat kaget. Merekapun mulai bertanya apa yang shin hye lakukan dengan berangkat ke kampus sepagi itu.

 

”Pantas saja aku tidak bisa menghubungi handphonenya tadi” kata so eun pelan pada kim bum.

”Kau tadi mencoba untuk menghubunginya?”

”Iya, aku ingin memastikan apa dia di rumah atau tidak. Ternyata dia tidak ada di sini. Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Kita akan bicarakan itu nanti. Sekarang kita harus pamit dulu pada ibu shin hye. Tidak enak pagi – pagi seperti ini kita sudah mengganggunya”

 

Kim bum dan so eun kemudian berpamitan pada ibu shin hye, lalu kembali ke mobil kim bum. Wajah so eun terlihat mulai khawatir dengan kondisi yang seperti ini.

 

“Akan ku antar kau ke kampus sekarang. Kalau aku sudah menemukan shin hye aku akan menelfonmu. Jangan khawatir” kata kim bum sambil menatap ke arah depan dari dalam mobilnya.

”Tidak, aku harus mencari shin hye juga. Aku tidak mau terima beres begitu saja. Mungkin aku bisa membantumu meskipun hanya sedikit” kata so eun yang tetap pada pendiriannya.

”Baiklah. Menurutmu di saat – saat seperti ini di mana shin hye akan pergi?” tanya kim bum.

“Dia itu suka dengan pemandangan laut dan alam di sekitarnya. Apa di sekitar sini ada tempat seperti itu?”

“Tunggu dulu, sepertinya ada. Tapi agak jauh dari sini. Di daerah gyeonggi-do kalau tidak salah *saya ga tau persis lokasi aslinya ya*”

“Bagaimana kalau kita coba untuk ke sana? Shin hye berangkat pagi sekali mungkin saja karena ia mau pergi jauh”

“Baiklah ayo kita ke sana”

 

Kim bum menyalakan mobilnya dan pergi ke gyeonggi-do. Di dalam mobil so eun juga terus mencoba untuk menghubungi shin hye, namun tetap mail box. Setibanya di sana mereka sampai di suatu tempat yang agak jauh dari jalan raya. Kim bum mengajak so eun untuk langsung turun dan mengikuti ke mana kim bum berjalan. Dari jauh mereka melihat sebuah jembatan dengan sungai yang jernih di bawahnya. Sungai itu di kelilingi oleh pohon – pohon yang begitu rindang.

 

”Apa yang kau maksud seperti ini so eun?”

“Ne, kurang lebih seperti ini. Tapi apa shin hye sudah pernah ke sini sebelumnya? Tempat ini begitu jauh dari rumahnya, membutuhkan waktu 1 jam lebih”

“Dia pernah ke sini dalam rangka penghijauan yang di lakukan oleh kampus kami. Dia menjadi salah satu perwakilan yang akan menanam pohon di sekitar sungai itu”

“Tidak ada salahnya kalau kita coba ke sana. Siapa tau shin hye masih berdiam diri di jembatan itu”

”Ya, ayo”

 

Kemudian mereka lanjut berjalan menuju jembatan itu. Dan benar saja, shin hye ada di sana berdiam diri menikmati pemandangan yang begitu indah. Suasananya begitu sunyi, bisa di bilang ini adalah tempat yang cocok untuk menenangkan diri dari berbagai masalah. So eun begitu senang melihat shin hye ada di sana, dan mereka berdua pun menghampiri shin hye.

 

”Park shin hye!” teriak so eun dari jauh. Shin hye pun menengok ke arah suara tersebut, dan kaget melihat so eun dan kim bum yang menghampirinya.

“Kim so eun.. Kim bum…” ucap shin hye yang terperangah melihat kedatangan mereka berdua.

“Kami berdua mencarimu sejak pagi tadi” ucap kim bum pada shin hye dengan mimik serius.

“Apa yang mau kalian lakukan? Aku tidak punya urusan dengan kalian” kata shin hye dengan ketus.

”Kita punya urusan yang sangat penting denganmu. Ku mohon padamu shin hye jangan menghindar dari kami, kami hanya ingin menjelaskan tentang makan malam itu” kata so eun yang berusaha memohon.

”Makan malam? Untuk apa kau menjelaskan padaku tentang makan malam yang bodoh seperti itu? Itu hanya membuang – buang waktuku saja!” kata shin hye yang kali ini mulai tidak dapat mengontrol emosinya.

”Shin hye, kami tidak akan menjelaskan untuk kedua kalinya. Intinya, semua hal negatif itu tidak terjadi. Aku dan so eun hanya pulang bersama setelah mengantarmu pulang dan kami makan malam bersama. Setelah itu kami langsung pulang. Kau mengerti?” kata kim bum dengan bijaksana. Ya, dalam hal seperti ini kim bum tidak mau munafik, dia akan menjelaskannya tanpa basa – basi sedikitpun.

 

Shin hye terlihat lebih meradang mendengar penjelasan kim bum. Dia merasa bahwa apapun yang di lakukan kim bum bila di lakukan bersama wanita selain shin hye itu adalah sebuah kesalahan. Perasaan shin hye pada kim bum membuat shin hye salah paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.

 

”Mwo??? Kau bilang itu semua dengan kata ’hanya’??? Kau tau perasaanku yang sebenarnya tapi kenapa kau mengajak so eun makan malam di belakangku??? Kau tau aku sangat percaya padamu, aku lebih mempercayaimu di banding diriku sendiri. Tapi kenapa kau seperti ini bum???!!!” ucap shin hye yang mulai menitikkan air mata. Kim bum hanya terdiam mendengar ungkapan perasaan shin hye itu.

”Dan kau juga so eun. Kau tau aku menganggapmu sebagai sahabatku. Meskipun kita sudah tidak satu sekolah lagi, tapi aku masih menganggapmu sebagai sahabatku. Tidak, kau ku anggap sebagai sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Tapi kenapa kau menusuk ku dari belakang??? Apa kau ingin membunuhku secara perlahan – lahan???!!!”

”Cukup shin hye! Cukup!!!” teriak so eun yang kali ini membuat shin hye terdiam sambil menatap so eun.

“Aku sangat menyadari kesalahanku, terlebih lagi karena aku tau perasaanmu pada kim bum. Tapi bisakah kau percaya padaku? Bisakah kau percaya akan apa yang ku katakana padamu??? Aku tidak menyembunyikan apapun padamu shin hye…” kata so eun yang bergantian dengan kim bum untuk mencoba menjelaskan.

“Apa bisa aku percaya padamu? Apa bisa aku percaya denganmu so eun-ah? Apa benar kau tidak menyembunyikan apapun dariku?” tanya shin hye pelan.

“Tidak, aku tidak berbohong padamu. Aku tidak menyembunyikan apapun darimu. Dan tidak ada gunanya aku melakukan itu padamu” jawab so eun.

 

            ”Ya, aku memang tidak menyembunyikan apapun darimu. Kecuali satu hal, perasaan ku pada kim bum. Aku tidak mungkin menjelaskannya padamu shin hye…” ucap so eun dalam hati.

 

”Sudah puas shin hye? Kenapa kau masih belum bisa mempercayai sahabat – sahabat lamamu sendiri? Aku senang bisa dekat denganmu, namun tidak seharusnya kau berbuat seperti ini” kata kim bum.

”Baiklah, kalau so eun memang berkata seperti itu. Tapi aku butuh bukti” kata shin hye. So eun dan kim bum saling menatap satu sama lain.

”Apa maksudmu? Bukankah aku sudah mengatakan semuanya? Apa itu masih belum cukup???” tanya so eun yang masih tidak percaya.

”Kalau kau ingin aku bisa percaya padamu, kau harus mengabulkan apa yang ku minta” kata shin hye lagi.

”Apa itu? Akan ku lakukan meskipun itu akan menyakiti diriku sendiri” ujar so eun.

”Jangan bicara seperti itu so eun. Aku tidak akan membiarkan mu melakukannya kalau itu dapat menyakiti dirimu sendiri” ucap kim bum pada so eun. Shin hye pun terlihat marah dengan perhatian yang di berikan kim bum pada so eun.

“Aku.. Ingin berkencan dengan kim bum hari ini” ucap shin hye dengan sangat jelas. Kim bum dan so eun kaget dengan permintaan shin hye itu.

”Lalu, apa yang harus ku lakukan kalau kau ingin berkencan dengan kim bum?” tanya so eun.

”Kencan dengan kim bum itu pasti sangat menyenangkan. Dan tentu saja itu membuatku bahagia. Dan sebagai sahabatku, kau pasti akan merasa senang kalau aku senang kan? Jadi, aku minta kau untuk mengikuti ku dan kim bum di saat kami berkencan. Kalau kau memang tidak menyembunyikan apapun dariku pasti aku tidak masalah untuk melakukannya.Bagaimana, kim so eun?”

 

So eun terdiam tak bergerak. Seakan – akan waktu berhenti tiba – tiba tanpa memberi so eun kesempatan untuk bernafas. Bagaimana bisa so eun bisa bernafas di kala perasaannya harus terus di korbankan seperti ini?….

 

 

To Be Continued…

 

Alhamdulillah selesai juga part ke empat ini. Karena saya agak ngaret ngelanjutin part ini. Hehehe..

Dont forget to give your comment! That’s a motivation for me to continue this fanfiction^^

Thank you~~~

 

Facebook: www.facebook.com/ChandraSyifaWidyaindiastuti

Twitter: http://www.twitter.com/ChandraSyifaW

Tagged: , , , , , , , ,

20 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 4

  1. Putzz ran" moury Juni 27, 2012 pukul 4:42 am Reply

    ShiNhye bener” nyiksa s0eun secAra perlahan. . Rasa sukanya ma kimbum bener” buat dia eg0is. , hmMm. . .
    Aq tUngGu lanjUtanNya. .

    • Korean Fanfict Land Juni 27, 2012 pukul 4:48 am Reply

      Waahh makasih yaa udah jadi first comment! Padahal saya belum promote ke grup dll, hahaha..

      Ne, selalu tunggu lanjutannya yaa~

      -Chandra Syifa W-

  2. rhie chan Juni 27, 2012 pukul 6:28 am Reply

    hoaaaaaaa
    pngen bnget rsa’nya mukul shin hye pke kayu…#ksell….
    Eon sso terlalu baik….
    Kalau aq jdi eon sso,,dach aq pukul trus q lmpar k’jurang si shinhye,,,#sadis,,,
    d’tnggu lnjutan’nya thor…

    • koreanfanfictland Juni 27, 2012 pukul 9:54 am Reply

      Wahaha mau balas dendam nih ceritanya???
      Nanti kita balas dendam bareng – bareng deh di ending ff ini nanti *lho*

      Gomawo sudah berkomentar ya ^^

      -Chandra Syifa W-

  3. ria Juni 27, 2012 pukul 6:47 am Reply

    nyiksa bngt tuh org …. klw suka yah blang dong shinhye gk usah nyusahin org….
    eon eon ky y sukses bngt buat ff y soal bkin q marah , kesel sndiri …..

    • koreanfanfictland Juni 27, 2012 pukul 9:53 am Reply

      Benarkah??? Wah berarti saya dosa dong udah bikin readers saya marah & kesel sendiri???
      Hahaha..

      Keren lho, sebagai readers kamu udah bisa menghayati ff yang saya buat. Makasih banyak yaa

      -Chandra Syifa W-

  4. Sendy Sekar Juni 27, 2012 pukul 7:11 am Reply

    sadiss banget shinye sana unnie so eun keterlaluan banget -_-
    Ishh bener2 gemes deh sama shinye pengen banget aku tendang tuh orang…

    • koreanfanfictland Juni 27, 2012 pukul 9:35 am Reply

      Astaga emang sampe segitunya apa kesel sama shin hye??? *plakk*

      -Chandra Syifa W-

  5. sugarsoya Juni 27, 2012 pukul 7:57 am Reply

    Ih shin hye jahat banget ya, childish gmna gitu…
    Kasian so eun, pasti sakit banget kalo harus ngikutin kencan orang yg kita suka…
    Ditunggu part lanjutannya ya…

  6. heldajungsoo Juni 27, 2012 pukul 3:50 pm Reply

    Shinhye kau kejam, tega.a kau, so sudh sakit dgn perasaan.a skrg kau tmbh lgi sakit, kejam

  7. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 4:30 am Reply

    shin hye kau benar” sahabat yg egois tak berperasaan
    masa ada sahabat yg tega menyiksa sahabatnya sendiri
    sahabat macam apa itu
    so eun benar” hrs sabar nih
    ok lanjjuuttt

  8. anastasia erna November 1, 2012 pukul 1:56 pm Reply

    da gila yag shin hye…
    sewot banget baca part yang ini…
    egois…

  9. loveangelof April 17, 2013 pukul 3:06 am Reply

    kasihan So eun yang harus menyimpan perasaan nya.😦

  10. Daniella Agustus 6, 2013 pukul 6:12 am Reply

    Ceritannya bagus banget , menarik , tapi bikin naik darah , shin ye jahat banget , sabar ya so eun , lanjut ah baca part 5. Seruuuuuuuuuuuuuuuu

  11. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 3:30 am Reply

    Omoo !! Koqq rasa’x part Ϋά̲̣̥ηġ ini pendek amad durasi’x yaa , thor ?? Atau saia Ϋά̲̣̥ηġ trllu asik smpe gak nyadar kllo udh baca bnyk bnget ? Hha~
    Ehh ,, ituh Hye-eon mkin mnjdi ajah sihh ?? Bkin greget bnget dehh !! Mkin kasian ajah sma Sso-eon ..😦
    Baiklah , saia mau lnjut lompat ke part 5 ne ..🙂

  12. ainami Agustus 20, 2014 pukul 2:42 am Reply

    omo…. shin hye childish bener dah ah -_-

    perkara makan malam jd riweuh gini, sampe2 bumsso mengabaikan kuliah cuma utk menjelaskan makan malam mereka

    apa hak shin hye marah dan merasa apapun yg bum lakukan bersama wanita selain dirinya adalah salah, padahal perasaan yg shin hye punya adalah perasaan one side love…. dia bukan kekasih bum, tp sikapnya seolah2 dia itu kekasih bum … cape deh

  13. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 3:03 am Reply

    tambah benci sma shinhye..

  14. My Fishy November 7, 2016 pukul 6:59 am Reply

    pengen bejek2 shin hye rasanya, jadi yeoja jahat banget masa iya so eun harus mengikuti shin hye dan kim bum kencan bener2 gak punya hati.. meskipun so eun tidak menyukai kim bum tetep za kasian so eun, apalagi posisinya so eun sangat menyukai kim bum huft..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: