(FF) My Last Memories – Part 5


My Last Memories

(Part 5)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Halo~

Saya ga mau beri kata sambutan yang panjang. Buat rekomendasi aja nih, kalau bisa baca part yang ini sambil dengerin lagu nya Kim Jaejoong – I’ll protect you (ost protect the boss) *aseeek*

Lagunya menurut saya galau, jadi cocok gitu, hehehe~

Ya sudah, cekidot..

Review of Part 4

 

”Kencan dengan kim bum itu pasti sangat menyenangkan. Dan tentu saja itu membuatku bahagia. Dan sebagai sahabatku, kau pasti akan merasa senang kalau aku senang kan? Jadi, aku minta kau untuk mengikuti ku dan kim bum di saat kami berkencan. Kalau kau memang tidak menyembunyikan apapun dariku pasti aku tidak masalah untuk melakukannya.Bagaimana, kim so eun?”

So eun terdiam tak bergerak. Seakan – akan waktu berhenti tiba – tiba tanpa memberi so eun kesempatan untuk bernafas. Bagaimana bisa so eun bisa bernafas di kala perasaannya harus terus di korbankan seperti ini?….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kim bum yang melihat perubahan sikap pada so eun langsung merasa khawatir pada so eun. Dia sendiri merasa kaget dengan apa yang shin hye minta darinya, namun kim bum tidak memikirkan dirinya sendiri. Dia jauh lebih mengkhawatirkan so eun.

            ”Apa yang kau katakan shin hye? Permintaan macam apa itu? Apa kau pikir dengan berkencan denganku semua masalah ini dapat di selesaikan???” tanya kim bum dengan agak marah.

”Waeyo? Kalau kau marah berarti kau dan so eun sama saja bagiku. Atau jangan – jangan.. Kau yang menyembunyikan sesuatu dari ku, kim sang bum?” kata shin hye berbalik tanya pada kim bum.

”Sejak kapan sikap mu berubah total seperti ini??? Di mana park shin hye yang dulu??? Di mana park shin hye yang ku kenal?!” kata kim bum lagi.

”Lupakan park shin hye yang dulu! Lupakan park shin hye yang begitu bodoh membiarkan mu mengobrol dengan begitu akrabnya dengan wanita lain selain aku! Dan lupakan park shin hye yang begitu manis di depanmu! Lupakan!!!”

”CUKUP!!!”

Di tengah debat kim bum dan shin hye tiba – tiba so eun berteriak. So eun merasa terbebani dengan adanya dia di antara mereka berdua. Wajah so eun terlihat sembab dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya.

“Hentikan semua yang kalian lakukan! Sudah cukup!!!” kata so eun lagi.

”So eun…” ucap kim bum yang tertegun melihat so eun.

“Aku… Aku begitu bodoh.. Andai saja malam itu aku tidak bertemu dengan mu bum, mungkin kita tidak pernah punya masalah seperti ini. Mungkin shin hye tidak akan merasa iri padaku, dan mungkin kalian berdua bisa terus bersama seperti dulu tanpa ada penghalang apapun…”

Shin hye yang mendengar ucapan so eun tersebut mulai tersenyum dengan sinis. Pada akhirnya, kim bum memang harus di benak dirinya, pikir shin hye.

“Aku sangat bersalah, dan aku sudah berjanji untuk melakukan apapun asalkan kau memaafkanku shin hye. Aku.. akan mengikuti kalian berkencan dari belakang, seperti apa yang shin hye pinta..” ucap so eun dengan pasrah.

”Apa yang baru saja kau katakan so eun? Hal ini tidak perlu kau lakukan” kata kim bum.

”Tidak, aku harus melakukannya. Bagaimanapun juga aku harus melakukannya. Dan aku harap, kau juga akan melakukannya bum”

”Apa maksudmu? Kau ingin aku berkencan dengan shin hye di depan matamu? Kau tau maksud dari permintaan shin hye! Jangan berpura – pura bodoh so eun!”

”Aku memang bodoh, tapi aku cukup sadar kalau aku harus melakukannya. Tolong bantu aku bum…”

Keadaan terasa begitu rumit setelah so eun bersedia untuk melakukan permintaan shin hye. Terlebih lagi sikap kim bum yang sepertinya ingin menolak permintaan shin hye tersebut. Begitu sulit untuk berkencan di depan orang yang sangat dekat dengan kita, meskipun tanpa perasaan apapun di antara keduanya. Namun benarkah kim bum tidak memikirkan so eun di dalam hatinya?

”Aku akan memberikan toleransi pada kalian berdua, karena kalian masih ku anggap sebagai orang yang sangat dekat denganku” ucap shin hye yang membuyarkan pikiran kim bum dan so eun.

”Apa itu? Jangan memberikan toleransi yang sama bodohnya dengan permintaanmu shin hye” ucap kim bum yang kini terlihat lebih berterus terang.

”Aku akan memberikan waktu untuk kalian berpikir. Ku tunggu jawaban kalian nanti malam. Hubungi aku jika kalian ingin menyetujui permintaanku. Itu pun kalau kalian ingin mendapat maaf dariku. Bagaimana?”

”Ku ambil toleransi mu itu. Aku dan so eun akan memikirkannya terlebih dahulu, akan ku hubungi setelah kami mendapat keputusan yang terbaik” ujar kim bum tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan so eun. Dengan perlahan kim bum meraih tangan so eun dan mulai menggandeng tangan so eun. So eun pun menatap kim bum yang ada di dekatnya.

”Baiklah. Ku harap keputusan yang baiklah yang akan ku dengar nanti malam. Aku pergi dulu”

Shin hye pun berjalan melewati kim bum dan so eun ke arah jalan pulang. Kim bum masih tidak habis pikir dengan sikap shin hye yang sangat berbeda dengan shin hye yang dia kenal. Begitu pula dengan so eun, wajahnya masih terlihat habis menangis. Begitu pucat dan dingin, karena itu kim bum belum juga melepaskan tangan so eun dari tangannya.

”Mianhaeyo, so eun-ah..” kata kim bum pelan.

“Mwo? Kau tidak salah apapun kim bum, akulah yang menyebabkan masalah ini. Seharusnya aku yang minta maaf padamu” kata so eun yang berkilah.

”Karena ku, karena ajakkan makan malamku kau jadi seperti ini. Sampai kau tidak kuliah demi menyelesaikan masalah ini. Aku tidak tau harus bagaimana terhadapmu”

”Jangan pikirkan kondisiku, yang seharusnya kau pikirkan itu shin hye. Dia wanita yang paling berharga dalam hidupmu. Dia selalu ada kapanpun kau butuh. Dan di saat dia marah padamu sudah sepatutnya kau minta maaf padanya”

”Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan shin hye, tapi apa dengan cara yang tak masuk akal seperti itu?”

”Itu.. Ku pikir permintaan shin hye masuk akal. Dengan terang – terangan dia katakan kalau dia iri denganku. Di depan orang – orang dia selalu menggandeng tanganmu dengan manja. Seharusnya kau menuruti permintaan shin hye tanpa perlu berpikir terlebih dahulu bukan?”

”Kenapa cara berpikirmu seperti itu? Apa kau tidak peduli denganku? Aku tidak tau sejak kapan rasa ini ada, namun apa kau tidak pernah merasakannya sedikitpun di saat kita bertemu? Satu – satunya alasan yang membuatku untuk menolak permintaan shin hye hanya kau, kim so eun…” ujar kim bum dalam hati.

”Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang. Semakin lama kita di sini semakin sedikit waktu kita untuk berpikir ulang” kata kim bum.

Kim bum dan so eun berjalan bersama sambil terus bergandengan tangan menuju mobil kim bum. So eun hanya menundukkan kepala sembari melihat tangannya yang terus di genggam oleh kim bum dengan erat.

-Kim So Eun POV-

Ingin ku akhiri saja semua ini dengan meninggalkan mereka berdua. Aku seperti parasit yang akan terus mengganggu hubungan kim bum dan shin hye, sampai kapanpun itu. Aku begitu marah pada diriku sendiri. Aku tidak bisa menjalankan komitmen yang sudah ku buat untuk perasaanku sendiri. Bukankah itu terlihat sangat bodoh? Karena itu tanpa basa – basi aku bersedia dengan permintaan shin hye.

Apakah perasaanku sakit ketika mendengar permintaan shin hye tadi? Sangat – sangat sakit, sampai tidak bisa bernafas. Jantungku seperti berhenti mendadak, aku mencoba untuk menyadari keadaan namun perasaan ini membuatku terguncang. Tapi apa yang bisa ku perbuat? Aku tidak mungkin mempertimbangkan perasaanku untuk memilih, sudah pasti aku merelakan perasaanku demi persahabatanku dengan shin hye. Itu yang selalu ku pikirkan.

Di saat aku dan kim bum berjalan bersama menuju mobilnya, dia tetap menggenggam tanganku. Tidak tau ada angin apa yang membuatnya untuk melakukan hal seperti ini, dan satu pertanyaan terbesit di benakku. Apa aku harus melepaskan tanganku dari tangannya atau tidak? Dan jawabanku untuk kali ini adalah, tidak. Aku tidak ingin melepaskan tanganku darinya. Mungkin aku sangat lancang, padahal baru saja shin hye sangat marah padaku karena aku begitu dekat dengan kim bum. Aku tidak enak dengan kim bum, mungkin dia menggenggam tanganku karena ada alasan tersendiri…

”Hmm.. bum?” ucapku pelan.

”Ne?”

”Kenapa kau menggenggam tanganku seperti ini? Bagaimana kalau shin hye tau nantinya?”

”Tidak. Aku menggandeng tanganmu karena aku merasa kalau kau sedang merasa down, jadi aku melakukannya. Aku harus terus memotivasi sahabatku kan?”

Benarkan, dia punya alasan tersendiri kenapa ia melakukannya. Aku pun membalas jawaban kim bum dengan senyuman. Aku tidak tau harus menjawab apa lagi kala itu. Hatiku menjadi begitu hangat, seakan – akan tangan kim bum memang dapat memulihkan perasaanku saat ini.

Kami pun meninggalkan tempat itu, tempat yang sebenarnya sangat indah. Namun karena kejadian hari ini aku merasa tempat itu mempunyai kenangan buruk bagiku. Aku tidak tau kemana kim bum membawaku, di dalam mobil aku hanya duduk memegang tas yang berisi buku pelajaran kuliah hari ini sambil melihat pemandangan di luar.

”Apa yang harus kita lakukan?” ucap kim bum tiba – tiba. Pandangannya tetap ke arah depan jalanan.

”Kau sudah dengar sendiri kan bum, aku sudah setuju dengan permintaan shin hye. Itu bukanlah permintaan yang berat bagiku. Apa beratnya aku melihat kalian berdua berkencan?” ucapku pelan sambil menyentuh dadaku. Lagi – lagi nafasku terasa begitu berat.

”Apa tidak ada hal yang membuatmu dapat berpikir dua kali untuk bisa tidak menyetujui permintaan shin hye itu?”

”Tidak, tidak ada hal lain yang dapat mengubah keputusanku. Jangan buat shin hye kecewa dengan sikapmu bum, dia begitu pecaya padamu”

”Apa kau tidak punya pertimbangan khusus yang dapat membuatmu mengubah keputusanmu??”

”Tidak, tidak ada sama sekali”

Belum sampai di tempat yang kim bum tuju, tiba – tiba ia menghentikan mobilnya dengan mendadak di pinggir jalan. Untung saja saat itu aku sudah menggunakan sabuk pengaman. Ku lihat wajah kim bum, raut wajahnya terlihat begitu kecewa. Aku tidak tau angin apa yang membuatnya tiba – tiba berubah mendadak menjadi seperti ini.

”Ke, kenapa? Apa yang membuatmu berhenti mendadak seperti ini bum???” tanyaku dengan penuh rasa heran. Kebetulan situasi jalan raya di sana cukup sepi, jadi jarang sekali ada mobil yang lewat.

”Seharusnya aku yang bertanya padamu, ada apa denganmu so eun? Kenapa kau tidak mau menolak permintaan shin hye?!” katanya padaku dengan nada yang marah. Jujur aku sangat bingung kenapa kim bum tiba – tiba melampiaskan amarahnya padaku. Apa aku salah untuk menyetujui permintaan shin hye? Bukankah itu yang terbaik bagi mereka berdua???

”Apa yang kau katakan bum? Apa aku salah dengan pilihan yang ku buat?? Aku memilih untuk melakukannya karena kau dan shin hye adalah pasangan yang cocok, dan sebagai sahabat aku juga ingin melihat kalian senang!”

”Tau dari mana aku akan senang bila bekencan dengan shin hye?! Apa kau tau perasaanku yang sebenarnya??? Kau tidak pernah tau kan, kim so eun?!”

-Author POV-

So eun terlihat begitu panik dan bingung. Kim bum tetap menatap mata so eun dengan rasa kecewa, namun so eun masih bingung dengan apa yang kim bum maksud dari semua itu.

”Apa yang kau maksud sih bum?! Kenapa kau jadi marah – marah padaku seperti ini?! Aku tidak tau masalah ku padamu itu apa?!”

”Aku menolak pemintaan shin hye karena akku memikirkanmu so eun.. Aku memikirkan perasaanmu!!!”

So eun membeku mendengar ucapan kim bum. Tetes air mata so eun mulai membasahi wajah so eun, matanya terpaku menatap mata kim bum yang masih menatap nya juga.

”Aku, aku menolak permintaan shin hye karena kau. Sejujurnya aku tidak tau mengapa aku bisa seperti ini, namun hatiku memintaku untuk tidak melakukannya. Dan alasannya adalah kau..” jelas kim bum pada so eun secara pelan. Kim bum jadi merasa canggung dengan keadaan saat itu.

”Aku tidak mengatakan kalau aku mempunyai perasaan padamu, ataupun aku menyukaimu. Hanya saja, aku tidak tau rasa apa yang sedang ada dalam hatiku saat ini so eun. Aku tidak dapat memikirkan perasaan shin hye, yang terlihat jelas adalah kau..” sambung kim bum.

So eun mulai tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh kim bum. Dengan perlahan so eun mulai mencerna kata – kata yang kim bum ucapkan. So eun pun mulai sadar kalau kim bum memang sangat perhatian padanya, kim bum tidak mau kalau so eun merasa sedih dengan melihat kim bum dan shin hye berkencan. Namun, so eun pun berpikir apakah kim bum mulai tau perasaan so eun yang sebenarnya terhadap kim bum?

”Aku.. Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Saat aku membuat keputusan seperti ini aku tidak memikirkanmu, tapi kenapa kau malah mempertimbangkan keadaan ku? Apa yang membuatmu seperti itu?” tanya so eun lagi.

”Jangan tanyakan soal itu lagi, so eun” jawab im bum dengan kaku.

”Waeyo?”

”Aku tidak ingin menambah masalah baru dengan aku berterus terang padamu. Aku tidak ingin masalah lagi”

”Lalu, bagaimana keputusanmu? Aku tidak tega pada shin hye, dia tidak perlu menunggu keputusanmu sampai malam. Itu sama saja membuat shin hye bingung”

”Aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Kita akan bicarakan hal itu di sana”

Setelah semua pembicaraan itu kim bum membawa so eun ke sebuah taman yang ada di kota soeul. Taman itu tidak terlalu ramai, di karenakan masih jam kerja. Saat mereka berdua sudah turun dari mobil, kim bum kembali menggenggam tangan so eun menuju ke taman itu. Di sana mereka sempat membeli es krim yang di jual tidak jauh dari taman, lalu mereka duduk di bawah pohon yang begitu rindang.

”Kau mau aku bicara dengan basa – basi atau tidak kim so eun?” tanya kim bum yang berusaha untuk menggoda so eun.

”Yang bicara kan dirimu, jadi untuk apa bertanya padaku?” ujar so eun yang juga meledek kim bum.

”Tapi yang mendengar aku bicara hanya kau, jadi wajar saja aku bertanya padamu bukan?”

”Tapi aku kan hanya sebagai pendengar, bukan komentator. Jadi aku tidak peduli kau mau bicara dengan basa – basi atau tidak”

”Haahh kau ini, kalau aku berusaha meledekmu aku tidak pernah bisa menang darimu”

”Jadi intinya kau mau bicara apa? Kenapa malah melantur ke topik lain?”

”Jangan terlalu serius, nanti wajahmu cepat mengkerut lho”

”Memangnya siapa yang peduli kalau wajahku mengkerut?”

”Aku”

So eun menghentikan pembicaraannya setelah mendengar ucapan kim bum yang terkesan memperhatikan so eun. Dan posisi so eun yang terdiam sambil memakan es krim itu membuat kim bum jadi tertawa sendiri.

 

            ”Hahaha.. Jangan di anggap serius, apa aku terlalu baik padamu sehingga saat aku bicara seperti itu kau berhenti makan es krim???” ledek kim bum lagi dengan senyumannya yang khas.

”Yaa!! Berhentilah untuk meledekku kim bum!!!”

Tawa mereka berduapun meledak. Tak henti – hentinya kim bum meledek dan menggoda so eun yang sedang makan es krim, sehingga so eun tidak bisa menghabiskan es krim nya dengan cepat. Bahkan sampai es krim nya meleleh. Namun tetap saja kim bum tertawa puas dengan tingkah so eun yang seperti anak – anak.

”Baiklah, sudah cukup untuk waktu tertawanya. Aku akan bicara serius kali ini” kata kim bum yang memulai pembicaraan lagi.

”Memangnya kau bisa bicara serius?” tanya so eun yang gantian mencoba meledek kim bum.

”Sudah ku bilang waktu untuk tertawanya sudah selesai. Kau mau ku jitak ya?”

”Ah, tidak usah. Lebih baik jika kau mulai bicaranya. Aku akan perhatikan baik – baik. Percayalah”

”Anak pintar. Harusnya seperti itu sejak tadi”

”Memang aku pintar, teman – temanku sudah mengakuinya kok. Hehehe…”

Kim bum tersenyum manis melihat tingkah so eun yang begitu riang meskipun kim bum tau so eun mencoba untuk melupakan masalah yang terjadi.

”Jadi.. Aku akan menuruti kemauan mu saja so eun” kata kim bum yang sekarang serius dengan ucapannya.

”Maksudmu, kemauan shin hye?”

”Bukan, maksudku.. Kalau kau ingin aku berkencan dengan shin hye aku akan melakukannya. Aku akan mengikuti keputusanmu saja” kata kim bum sambil memandang ke arah danau yang ada di depan mereka. So eun tertegun dengan pernyataan kim bum, matanya masih melekat ke wajah kim bum yang terlihat pasrah dengan apapun yang so eun katakan nantinya.

”Kenapa?”

”Kenapa apanya?”

”Kenapa kau menyerahkan keputusanmu di tanganku?”

”Bukankah kau sudah tau alasannya?”

”Mwo?”

”Apa perlu aku menjelaskannya lagi padamu?”

”Maksudnya?”

Wajah kim bum mendekat secara perlahan ke arah wajah so eun. So eun pun bingung dengan apa yang akan kim bum lakukan padanya. Dan kim bum pun mencium kening so eun dengan lembut di tengah angin yang sangat kembut. So eun menutup matanya seakan – akan ini adalah kebahagiaan yang ia dapat.

”Sudah mengerti?”

”Apa yang kau maksud itu..”

”Aku menaruh perasaan padamu. Namun aku belum bisa memastikannya so eun…”

Wajah so eun kembali melekat dengan wajah kim bum yang berkharisma. Di pikirnya kembali betapa panjang hari – hari yang ia lewati hingga kim bum berterus terang padanya. Meskipun so eun tau kim bum belum tentu menyukainya, namun so eun tau kalau kim bum begitu perhatian padanya.

”Tapi jangan terlalu kau pikirkan. Yang penting apapun keputusan yang kau buat saat ini, aku akan melakukannya. Cukup pikirkan baik – baik, karena semua ini akan mempengaruhi perasaanmu sebagai sahabatku dan shin hye..”

”Ne, aku mengerti”

So eun mulai berpikir untuk keputusan akhirnya. Begitu berat beban so eun saat ini, dia sudah merelakan perasaannya agar shin hye dapat berkencan dengan kim bum. Dan sekarang dia juga yang memutuskan apakah kim bum harus berkencan dengan shin hye atau tidak. So eun terus merenung dan bertanya pada hati kecilnya, apakah semua harus berakhir seperti ini?

”Kim bum..”

”Ya?”

”Aku, sudah memutuskannya”

”Benarkah?”

”Ne”

”Ku harap keputusan yang kau buat tidak membuat dirimu dan diriku kecewa”

So eun hanya tersenyum pahit mendengar perkataan kim bum. Dirinya sendiri pun ragu dengan keputusan yang ia pilih.

“Lakukanlah” ucap so eun dengan senyum. Dia berusaha untuk menutupi rasa kecewanya.

 

            ”Mwo?”

”Kau, berkencanlah dengan shin hye. Ku rasa itu yang terbaik untuk saat ini. Bukan hanya untuk shin hye, tapi juga untuk kita”

Kim bum kembali menatap so eun dengan tatapan tidak percaya. Ternyata so eun tetap pada pendiriannya, dia ingin permintaan shin hye sepenuh nya dapat di lakukan. Kim bum memang kecewa, tidak dapat di pungkiri. Namun dia percaya pada so eun kalau mungkin ini memang yang terbaik.

“Baiklah, aku percaya padamu. Tidak ada alasan yang harus ku ungkapkan untuk menyanggah keputusanmu. Jika itu memang pilihanmu, aku akan melakukannya” ucap kim bum yang berusaha yakin dengan keputusan yang so eun buat. So eun mengangguk pelan.

“Maaf kalau keputusan yang ku buat membuatmu kecewa bum” ujar so eun lagi.

“Tidak apa – apa. Aku sudah mempercayakan padamu sepenuhnya. Ayo kita jalani semua ini dengan rasa persahabatan, kim so eun”

“Ne..”

“Hmmm.. Tidak terasa sudah jam 11. Apa lagi yang harus kita lakukan untuk menghabiskan waktu hingga esok hari?”

”Aku akan ke kampus. Memang keterlambatanku sudah tidak bisa di toleransi lagi, jadi aku hanya ikut jam kuliah setelah jam 11 saja”

”Kau mau kembali ke kampus? Baiklah, akan ku antarkan kau ke sana”

”Ah, tidak perlu bum! Aku bisa pergi sendiri, lebih baik kau temui shin hye dan sampaikan keputusanmu padanya”

”Akan ku telfon dia nanti malam. Perlu waktu untuk bisa tidak kaku lagi dengannya setelah semua konflik yang baru saja terjadi”

”Baiklah, kalau kau mau seperti itu. Terima kasih atas semua bantuan yang kau berikan hari ini bum, aku pergi dulu”

Belum kim bum menjawab so eun sudah beranjak dari kursi taman itu. Perlahan dia berjalan meninggalkan taman dengan wajah yang tidak bersemangat. Kim bum menatap sisi belakang so eun dengan tatapan kecewa, mungkin dia dapat menutupinya dari so eun. Namun hatinya tidak dapat di bohongi.

”Apa semua ini yang kau mau? Apa kau masih belum menyadari posisiku seutuhnya? Taukah kau bahwa aku berharap hatimu tergugah dengan apa yang ku katakan sebelumnya?” ucap kim bum.

            Sementara itu so eun tetap berjalan sendirian di tengah keramaian jalan raya kota seoul menuju ke kampusnya. Berkali – kali so eun menghela nafas berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Sambil membawa tasnya, so eun tetap berjalan sambil menenangkan hatinya lagi.

”Kau sudah membuat keputusan seperti ini, jadi sudah tidak ada kesempatan untuk menyesalinya. Kau harus sadar itu kim so eun. Kau harus teguh dengan pendirianmu sendiri” kata so eun.

Hari itu terasa begitu cepat. So eun sudah kembali pulang ke rumahnya. Dia merenung di kamar sembari memandangi langit malam yang tak begitu cerah. Padahal begitu banyak harapan untuk hari esok, pikir so eun.

”Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku begitu bodoh sampai hal seperti ini bisa terjadi? Kenapa dengan mudahnya aku bisa menyukai kim bum hingga begitu dalam??? Kenapa???” ucap so eun yang kini mulai menangis.

”Aku sangat bodoh! Seharusnya dari awal aku tidak menerima kehadiran kim bum di sisiku, tapi apa yang ku lakukan.. AAARRGGGHHH!!!” teriak so eun yang begitu menyesali apa yang telah ia lakukan.

Bukan indahnya bintang yang menghiasi malam itu di hati so eun dan kim bum, namun hanya penyesalan yang begitu dalam yang harus mereka terima dengan begitu pedih…

To Be Continued…

 

Yeay! Part 5 nya sudah selesai! Apakah readers ikut – ikutan galau dengan membaca ff saya kali ini??? *pede*

Saya sangat berterima kasih kepada semua readers yg telah memberi motivasi kepada saya, yang membuat saya semangat untuk melanjutkan ff ini ^^

Jangan lupa untuk memberikan komentar ya? *wink*

Oh iya, ff saya ini juga saya post di wp saya di koreanfanfictland.wordpress.com #promosi

Satu lagi, masih adakah readers yang ingin saya untuk melanjutkan ff aneh ini? Kalau responnya tidak bagus akan saya cancel ff ini 😦

Khamsahamnida~

 

Facebook: www.facebook.com/ChandraSyifaWidyaindiastuti

Twitter: http://www.twitter.com/ChandraSyifaW

Tagged: , , , , , , , ,

23 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 5

  1. ria Juli 1, 2012 pukul 7:02 am Reply

    aargh eon kena bgt ff part ni sambil dngrin lagu y oppa jaejong…
    Itzzz So eun eonni y ngalah mulu . . . Kapan jd egois y sie . . ambil ja tuh bum oppa y. . !!!
    Eon eon d tngu bgt klanjutan y😀

    • koreanfanfictland Juli 1, 2012 pukul 7:27 am Reply

      Bener kan, lebih enak lagi kalo sambil dengerin lagu jaejoong?? Soalnya saya bikin ff part ini tuh sambil dengerin lagu itu, jd dapet bgt feelnya. Hehehe..

      Gomawo yaa sudah komen🙂

      -Chandra Syifa W-

  2. Sendy Sekar Juli 1, 2012 pukul 7:05 am Reply

    eon, ceritanya tambah daebak…

  3. rhie chan Juli 1, 2012 pukul 8:28 am Reply

    hoaaaa shinhye kauuu kejammm…#triak d’kuping shinhye…
    Ksihan bnget bumppa n eon sso..yg hrus ngorbanin prsaan’nya dmi shinhye,,,,
    #hiks hiks hiks,,,,*sedih bngettt bca ff’ini…

    • koreanfanfictland Juli 1, 2012 pukul 8:58 am Reply

      Huaaa jangan sedih dong, masih banyak nih bagian yang sedih2 (?)

      Gomawo sudah visit & komen ^_^

      -Chandra Syifa W-

  4. Putzz ran" moury Juli 1, 2012 pukul 10:38 am Reply

    Jangan d cAncel chIngu. .
    Aq selalu menunggu ff ini p0sting, , hehe. . .
    Semangat chIngu buat lanjUtin ff’a. . .

    HmMm. . AkhIr’a kimbum sadar jga dia menaruh perasaAn sama s0eun. . Namun waktUnya ga tepat. . Jdi bukannya mereka bAhagIa jdi malah seDih”an dEch. . . T_T
    #bener bikin galau#shInye sudah menunjukan wujud (?) aslinya sekarang ma kimbum. . . Bagus lah supaya kimbum nantinya ga suka ma shInhye. . .
    Pokoknya aq tUngGu part selanjUtnya. . .

  5. heldajungsoo Juli 1, 2012 pukul 11:05 am Reply

    thor, iktan galau kya soeun, sedih bgt dah. ayo dilanjt

  6. sugarsoya Juli 1, 2012 pukul 3:39 pm Reply

    Author part 5nya sedih banget….
    Shin hye egois banget sih, kasien so eun ama kim bum nya,
    Kim bum udah ada perasAan sama so eun, walaupun bingung itu perasaan seperti apa??
    Author ditunggu part selanjutnya…

    • koreanfanfictland Juli 2, 2012 pukul 4:15 am Reply

      Masih ada yg lebih sedih lagi kok, hehehe..
      Terima kasih sudah visit & komen yaa🙂

      -Chandra Syifa W-

  7. airini Juli 4, 2012 pukul 5:29 am Reply

    aku udah baca juga di blognya eon atty….tp ga ada gambarnya!dan disini ada makin bikin haru aja hiks!! cepet dilanjutinnya ya eooon?

    • koreanfanfictland Juli 4, 2012 pukul 11:48 am Reply

      Iya, soalnya ga enak kalau make gambar di sana. Takut repot pasangin gambarnya. Hehehe..
      Ga janji ya? ><

      -Chandra Syifa W-

  8. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 4:43 am Reply

    wah makin rumit konfliknya
    tuh kan kim bum sukanya so eun bukan shin hye
    so eun ayo balas dunk secara terang”an perhatian kim bum
    sedikitlah egois demi cinta
    jangan ngalah mulu ma shin hye
    ok lanjjuutt

  9. anastasia erna November 1, 2012 pukul 2:15 pm Reply

    kejam…
    kenapa nasib so eun gini…
    kenapa ga egois dikit sih…

  10. loveangelof April 17, 2013 pukul 5:05 am Reply

    Ceritanya tambah keren

  11. loveangelof April 17, 2013 pukul 5:07 am Reply

    Sedih banget nasib So eun

  12. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 3:57 am Reply

    Hikz ,, hikz ,, ikut sedih dehh ..
    Pdhl Bum-ppa udh mncoba jjur dgn prasaan’x ke Sso-eon , bt trnyatta ituh blm bisa mmbwt Sso-eon mngubah kputusan’x😦
    Bum-ppa , Ϋά̲̣̥ηġ sabar yaa .. Sso-eon jg menaruh prasaan Ϋά̲̣̥ηġ sama dgnmu koqq . Bhkn dy memiliki’x sjak lama .. (EmngnyaBum-ppadgr?)*pletak
    Semakin menegangkan & mengharukan .. Kllo gtuh saia lompat ke part 6 ne , thor ..🙂

  13. ainami Agustus 20, 2014 pukul 2:58 am Reply

    rasanya aku pengen meluk sso π_π

  14. tututwulanandayani Maret 27, 2015 pukul 3:28 pm Reply

    Hiks,,, hiks,,, eon sedih bngt ff y smpe kbawa crta y😥
    keren eon feel y dpt bngt fighting🙂

  15. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 3:17 am Reply

    nyesej lihat bumsso sma2 suka..tp gra2 shinhye uhhh

  16. My Fishy November 7, 2016 pukul 7:18 am Reply

    ternyata benar kim bum menyukai so eun berarti bumsso menyukai satu sama lain cuma ada shin hye yg menjadi penghalangnya, semoga hati bumsso tetap kuat dengan apapun yg d lakukan shin hye dengan kencannya dengan kim bum..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: