(FF) My Last Memories – Part 6


My Last Memories

(Part 6)

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Annyeong haseo! Chandra Syifa W is back!!! *gaya ala SHINee – Sherlock* #efekjadishawol

Ga perlu lama – lama, langsung di baca aja deh yaa~

^^;;;

 

Review of Part 6

 

”Aku sangat bodoh! Seharusnya dari awal aku tidak menerima kehadiran kim bum di sisiku, tapi apa yang ku lakukan.. AAARRGGGHHH!!!” teriak so eun yang begitu menyesali apa yang telah ia lakukan.

 

Bukan indahnya bintang yang menghiasi malam itu di hati so eun dan kim bum, namun hanya penyesalan yang begitu dalam yang harus mereka terima dengan begitu pedih…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sementara itu kim bum berdiam diri di kamarnya untuk memikirkan apa yang akan dia katakan pada shin hye. Ya, dia belum menyampaikan keputusannya pada shin hye.

 

”Apa aku benar – benar harus melakukan ini?” tanya kim bum pada dirinya sendiri.

”Apa yang harus ku katakan pada shin hye? Sedangkan aku tidak menginginkan hal ini” tanyanya lagi.

            Tak lama kemudian kim bum memutuskan untuk pergi ke rumah so eun. Dia tidak menggunakan mobilnya karena jarak dari rumahnya ke rumah so eun tidak terlalu jauh. Saat sampai di rumah so eun dia menekan belnya, dan ibu so eun yang membuka pintunya.

 

”Annyeong haseo bi” ucap kim bum sambil membungkukkan badannya.

”Annyeong.. Kim bum kan?” tanya ibu so eun.

”Ne, yang waktu itu bertemu di super market dekat halte bis bi” kata kim bum yang mengingatkan ibu so eun. Kim bum memang pernah bertemu dengan ibu so eun saat dia sedang membeli beberapa botol air putih, dan tidak sengaja melihat ibu so eun yang sedang membeli bahan – bahan masakan.

”Ah, berarti aku benar. Mau bertemu dengan so eun?”

”Iya bi, apa so eun ada?”

“Ada, mungkin dia sedang belajar di kamarnya. Sejak makan malam tadi dia tidak keluar lagi. Ayo masuk”

 

Ibu so eun mengajak kim bum untuk masuk ke rumah so eun. Rumah so eun terlihat tertata rapih, di atas meja telefon terdapat foto keluarga so eun saat so eun masih kecil. Ruangannya juga terlihat hijau karena ada beberapa tanaman di dalam ruangan.

 

“Maaf bi, kalau boleh tau, di mana ayah so eun?” tanya kim bum yang sedari tadi mencari keberadaannya.

“Ayahnya so eun belum pulang, biasanya pulang sampai larut malam karena terlalu banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan. Karena itu so eun hanya bisa bertemu ayahnya di pagi hari saat sarapan bersama” jawab ibu so eun.

 

Kim bum di ajak oleh ibunda so eun ke depan kamar so eun yang berada di lantai dua. Setelah berada di sana ibu so eun pergi kembali ke lantai bawah. Kim bum mengetuk pintu kamar so eun. So eun yang mendengar suara ketukan pintu itu kemudia bergegas untuk membuka pintu kamarnya.

 

“Ya ibu…” kata so eun yang terhenti omongannya melihat kim bum yang berada di depan kamarnya.

“Annyeong so eun, maaf mengganggu mu malam – malam begini” kata kim bum sambil kembali tersenyum.

“Ah, gwenchanayeo.. Ada apa datang ke sini bum?”

“Aku, ingin membicarakan tentang permintaan shin hye lagi padamu”

“Kalau begitu, kita bicarakan di dalam saja. Tidak enak kalau di dengar ibu, ibuku mengenal ibu shin hye”

 

So eun pun mengajak kim bum masuk ke kamarnya. Dan kemudian mereka berdua duduk di kasur so eun.

 

”Baiklah, kau bisa katakan padaku sekarang” kata so eun.

”Aku belum menyampaikan keputusanku pada shin hye. Ku akui, aku begitu takut kalau salah satu dari kalian akan kecewa terhadapku. Aku masih terus bertanya pada diriku sendiri apa aku mampu melakukannya” terang kim bum.

”Jangan terus – menerus memikirkan hal itu. Pikirkan shin hye, dia sudah menunggumu untuk mendapat keputusannya. Katakan saja apa yang akan kau lakukan”

”Kenapa di saat kau menjelaskan padaku itu terdengar sangat mudah?”

”Mengatakan lebih mudah di bandingkan melakukannya. Aku juga dapat merasakan posisimu bum…”

”So eun?”

”Ne?”

”Maukah kau ikut bersamaku untuk pergi ke rumah shin hye?”

”Aku?”

”Iya”

”Memangnya ada apa? Kenapa kau memintaku untuk menemanimu segala?”

”Aku merasa lebih tenang jika kau ada di sampingku…”

 

So eun yang awalnya begitu lesu membicarakan masalah shin hye kemudian kembali terkejut dengan kata – kata kim bum. Kenapa kim bum berkali – kali memberi tanda seperti ini pada so eun?

“Siapapun yang berada di sampingmu, siapapun yang dapat menerima dirimu apa adanya, pasti akan membuat mu terasa nyaman dan tenang. Kalau memang seperti itu, aku akan menemanimu ke rumah shin hye” kata so eun yang mencoba untuk memotivasi kim bum.

“Kau benar, tapi hanya kau yang dapat menenangkan aku di saat – saat seperti ini. Sudah jam 8 malam, apa kau di izinkan untuk keluar rumah lagi?”

”Akan ku katakan pada ibu kalau aku pergi ke rumah shin hye. Beliau biasanya mengizinkanku, tidak perlu khawatir”

”Baiklah, gomawo so eun-ah”

“Ne”

 

Setelah so eun meminta izin untuk pergi ke rumah shin hye, mereka berdua pun bergegas untuk pergi ke rumah shin hye. Malam sudah mulai terasa dingin, karena itu mereka agak terburu – buru sebelum mereka membeku di sana. Akhirnya mereka sampai di depan rumah shin hye. Dan ternyata shin hye baru saja keluar dari rumahnya, dan sedang menutup pintu gerbang rumahnya. Shin hye yang mendengar kedatangan seseorang menengok ke arah lain, dan di lihatnya kim bum dan so eun yang berjalan berdampingan. Shin hye mulai tersenyum melihat kedatangan mereka berdua, karena shin hye sudah tau pasti apa yang akan kim bum katakan padanya.

 

”Ada apa kalian berdua datang ke sini? Hmm.. Biar ku tebak. Kau ingin menyampaikan keputusan kalian bukan? Baru saja aku ingin menghampiri rumah so eun, ternyata kalian berdua yang datang lebih dulu ke sini” ucap shin hye dengan wajah yang begitu senang.

”Ya, kau sudah menebaknya dengan begitu benar” jawab kim bum tanpa ekspresi apapun. Namun shin hye tetap mengumbar senyumnya.

”Jadi, apa keputusannya? Sudah aku katakan kalau aku tidak ingin mendengar jawaban yang mengecewakan bukan? Ku harap apa yang kalian katakan seperti itu. Katakanlah” ujar shin hye lagi.

”Aku.. Akan melakukannya” jawab kim bum lagi.

 

Shin hye pun terlihat begitu senang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. So eun yang sedari tadi melihat wajah shin hye pun terasa sakit, perasaannya jauh lebih sakit di bandingkan yang lalu. So eun jadi terlihat agak murung setelah kim bum menyampaikan keputusannya.

            ”Ah! Sudah dapat ku tebak kalau kau pasti bersedia untuk berkencan denganku! Aku berjanji akan membuat hari esok menjadi hari yang terindah dan tak akan pernah terlupakan oleh mu bum! Kita pasti akan menjalani kencan kita dengan senang!” kata shin hye yang sangat senang. Namun kim bum tetap tanpa ekspresi.

”Tapi dengan satu hal” ucap kim bum pada shin hye.

”Mwo?”

”Aku akan melakukannya, tapi dengan satu hal”

”Apa itu?”

”So eun boleh meninggalkan kita berdua di saat kita berkencan, apabila dia sudah tidak mau menemani atau mengikuti kita berdua. Mudah bukan?”

 

So eun tersentak mendengar persyaratan kim bum, dan ia langsung menengok ke arah kim bum yang berada di sampingnya. Sedangkan shin hye terlihat tidak suka dengan persyaratan kim bum itu.

 

”Kenapa kau meminta hal itu? Apa arti so eun bagimu?” tanya shin hye dengan nada curiga.

”Aku masih menganggapnya sebagai sahabatku, kalau kau masih menganggapnya sebagai sahabatmu seharusnya kau tidak mengajukan permintaan seperti ini. Dan kalau kau percaya pada so eun kau seharusnya tidak bersikap seperti ini kepadanya. Meminta so eun untuk mengikuti kita di saat kita berkencan? Itu hal yang tidak perlu di lakukan kalau kau percaya padanya” jelas kim bum dengan panjang lebar.

”Sepertinya kau salah pengertian kim bum. Bukankah aku sudah menjelaskan padamu kalau aku mengajak so eun di saat kita berkencan agar so eun dapat merasakan kebahagiaan di antara kita berdua. Aku ingin berbagi kebahagiaan ku kepada sahabatku sendiri. Apa itu salah?” ujar shin hye.

”Aku sudah mengenalmu begitu lama. Bukan park shin hye kalau di setiap permintaan nya tidak ada maksud tersembunyi. Bukan begitu?”

 

Shin hye terdiam dan tidak bisa mengelak dari apa yang kim bum katakan. So eun merasa kasihan dengan shin hye yang terus – terusan di sindir oleh kim bum. Meskipun shin hye berniat untuk menyakiti so eun, tapi jauh dalam hati so eun shin hye adalah sahabat yang begitu di sayangi oleh so eun.

 

”Cukup kim bum. Tidak seharusnya kau seperti itu. Aku juga tidak pernah memintamu untuk mengajukan persyaratan yang membawa namaku bukan? Aku juga sudah pernah menjelaskan padamu kalau aku ingin melakukan apapun asalkan persahabatan ku dan shin hye tidak akan putus seperti ini” kata so eun yang mencoba untuk menyelesaikan masalah ini.

”Shin hye, kita akan lakukan apa yang kau minta besok. Persiapkan dirimu dengan baik agar kencan mu dengan kim bum besok akan menjadi hari yang tidak akan pernah kau lupakan, seperti yang kau katakan barusan. Kau tidak perlu khawatir” sambung so eun lagi.

 

Shin hye yang awalnya tidak senang dengan persyaratan kim bum itu langsung memeluk so eun. Dia begitu senang mendengar ucapan so eun yang membuatnya akan berkencan dengan kim bum tanpa ada masalah. So eun pun membalas pelukan shin hye. Ya, so eun selalu mengorbankan perasaannya untuk orang – orang yang ia sayangi.

 

”Gomawoyo so eun-ah, terima kasih.. Aku tau kalau kau bersedia melakukannya karena kau memang tidak ada perasaan apapun pada kim bum. Terima kasih kau masih menganggapku sebagai sahabatmu, sehingga kau mau melakukannya. Terima kasih…” kata shin hye.

”Sudah ku katakan, aku akan melakukan apapun asalkan hubungan kita berdua menjadi lebih baik lagi. Aku juga ingin membuatmu senang shin hye” balas so eun.

 

Kim bum hanya menatap kosong wajah so eun yang sedang memeluk shin hye. So eun menyadari hal itu, namun so eun tidak mau membuat keadaan menjadi lebih buruk lagi…

 

Hari itu pun tiba. Shin hye terlihat sibuk di kamarnya untuk mempersiapkan diri sebelum berkencan dengan kim bum. Baju, sepatu, accessories, semua yang ia punya berserakan di atas kasurnya. Shin hye berusaha bangun pagi pun karena ingin tampil total di saat berkencan dengan kim bum nanti.

 

”Dress ini bagus juga.. Tapi kurang menawan” kata shin hye sambil berputar di depan kaca.

”Kalau atasan ini.. Warnanya cerah tapi terlalu banyak ornamennya. Kim bum kan tidak suka dengan wanita berpenampilan nyentrik” kata shin hye lagi.

”Nah.. Dress ini!!! Pasti kim bum akan suka padaku mulai hari ini kalau aku memakai dress ini!” sambung shin hye yang akhirnya menemukan pakaian yang cocok untuknya.

 

Sementara itu di rumah so eun tidak terlihat kegiatan yang terlihat aneh. So eun hanya menggunakan pakaian yang rapih namun terlihat santai. Dia berpikir untuk apa dia menggunakan pakaian yang mewah? Toh yang berkencan bukanlah dirinya melainkan shin hye. Lalu so eun berdandan di meja riasnya. Memandangi wajahnya sendiri sambil bergumam.

 

”Kau tidak cantik, kau tidak pintar. Apa yang dapat membuat kim bum menyukaimu nantinya? Apa takdir akan berkata lain?” gumam so eun.

 

Belum selesai so eun berdandan tiba – tiba handphonenya berdering. So eun melihat layar handphonenya, dan tertera nama ’kim bum – friend’ menelfonnya.

 

Yeoboseyo…

Ne, kau ada di mana so eun?

Aku masih di rumah, waeyo?

Baguslah, bagaimana kalau kau ku jemput hari ini?

Mwo? Bagaimana bisa kau menjemputku? Yang seharusnya kau jemput itu shin hye, bukan aku…

Memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin melihatmu tersenyum sebelum aku berkencan dengan shin hye..

Aku akan tersenyum melihat mu berkencan dengan shin hye. Kau tidak perlu khawatir..

Bagaimana bisa aku tidak khawatir padamu? Bukankah kau menyukaiku, kim so eun?

 

So eun terkejut mendengar ucapan kim bum. Bagaimana bisa kim bum mengetahui perasaan so eun yang sebenarnya?

 

Hei kim so eun, kau masih di sana?

Ah, ne..

Jangan di masukkan ke hati. Ucapanku barusan hanya bercanda, aku tidak serius kok..

Ne, aku mengerti sikapmu kok..

Baiklah, sampai bertemu di halte bis nanti ya?Annyeong..

Ne, annyeong..

 

So eun pun menutup telfonnya. Di pagi hari seperti ini dia sudah di kagetkan dengan gurauan kim bum. Lalu apa lagi yang akan terjadi? So eun hanya menghela nafas, kemudian bergegas menuju halte bis tempat mereka bertiga bertemu.

 

So eun berjalan sendirian menuju halte bis dengan tas yang biasa ia bawa. Matanya melihat ke depan dengan tatapan kosong, seperti tidak bersemangat.

 

”Kim so eun! Di sini!!!”

 

Terdengar jelas di telinga so eun, orang yang memanggil namanya adalah shin hye. Shin hye melambaikan tangannya ke arah so eun dengan wajah yang begitu riang. Dan di sampingnya ada kim bum yang menyambut so eun dengan penuh senyuman.

 

“Selamat pagi so eun! Hari yang sangat cerah bukan???” kata shin hye sambil meraih tangan so eun.

”Pagi.. Iya, hari ini begitu cerah” kata so eun sambil tersenyum.

“Hari ini pasti akan sangat menyenangkan untuk kita bertiga. Aku dan kim bum akan berkencan, dan kau akan menjadi saksi dari hari yang sangat bersejarah dalam hidupku dan kim bum. Bukankah itu sangat menyenangkan dan sangat berkesan so eun???”

”Ne, tentu saja. Pasti kau akan sangat senang, aku senang melihatmu tersenyum seperti ini lagi”

”Whoaaaa gomawoyo kim so eun! Kau adalah sahabat terbaikku di dunia ini! Meskipun kau sempat membuatku kecewa, tapi kau tetap pengertian. Aku yakin pasti nanti kau akan menemukan pria yang sangat pergertian dan sama pengertiannya sepertimu”

 

Kim bum yang mendengar kata – kata shin hye tadi langsung melihat ke arah so eun. Sama halnya dengan kim bum, so eun pun menatap kim bum yang berada di depannya. Mereka jadi salah tingkah karena saling melihat satu sama lain dalam waktu yang sama.

 

”Baiklah, sekarang kita akan mulai berkencan! Kim bum, kau mau mengajakku ke mana???” tanya shin hye yang sekarang mulai bersikap manja pada kim bum.

”Kau maunya ke mana? Aku mengikutimu saja” kata kim bum santai.

”Ah, ini kan kencan bum, masa kau tidak ada romantis – romantisnya sama sekali??? Ayolah”

”Aku sudah bilang terserah padamu saja, kau mau ke mana aku mengikutimu saja”

”Kim bum..”

So eun yang melihat shin hye seperti itu langsung mendekati kim bum dan membisikkan sesuatu pada kim bum.

 

”Taman bermain” bisik so eun.

”Mwo?” tanya kim bum.

”Ajak shin hye ke taman bermain” jelas so eun.

 

Kim bum pun mengerti apa yang so eun maksud. Kemudian so eun kembali berdiri di samping shin hye.

 

“Baiklah, bagaimana kalau ke taman bermain? Ku dengar ada permainan baru di sana” kata kim bum yang berusaha untuk menyenangkan shin hye lagi. Shin hye langsung terlihat semangat mendengar usul kim bum tersebut.

”Ide bagus bum! Ayo kita ke sana!!!”

 

Dengan cepat shin hye langsung merangkul tangan kim bum dan berjalan bersama menaiki bis. So eun yang berada di belakang mereka hanya tersenyum kecil melihat shin hye yang begitu senang berada di samping kim bum.

 

”Aku ingin menjauh dari mereka, bukan mengganggu mereka seperti ini. Aku ingin melupakan kim bum, bukan menjadi teman yang jauh lebih akrab di banding sebelumnya. Namun apa yang terjadi? Apa mulai saat ini aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus benar – benar melupakannya?” tanya so eun dalam hati.

 

Di dalam bis shin hye duduk bersama dengan kim bum. Mereka mengobrol banyak dan shin hye terlihat sangat ceria sekali. Dan kim bum terlihat selalu mengumbar senyumnya kepada shin hye agar shin hye kembali menjadi shin hye yang dulu ia kenal. Sedangkan so eun duduk di kursi yang agak jauh dari mereka berdua. So eun hanya melihat pemandangan di luar bis, memandang awan yang sepertinya akan menjadi saksi shin hye dan kim bum seperti dirinya.

 

”Wah, taman bermainnya besar sekali! Hari ini kita harus mencoba semua permainan yang ada di sini ya bum!” kata shin hye yang tetap merangkul tangan kim bum.

”Apa katamu saja, nanti kalau kau kenapa – kenapa aku tidak akan tanggung jawab ya?” ledek kim bum.

”Huuuu kau ini selalu saja lepas tangan. Oh iya so eun, meskipun aku tidak memperhatikanmu tapi kau harus selalu berada di belakang kami ya??? Jangan pergi kemanapun kalau kau tidak izin padaku. Araso?” tanya shin hye pada so eun.

”Ne, kau jangan khawatir shin hye. Aku tidak akan kemanapun, aku akan tetap berada di belakang kalian” jawab so eun yang berusaha untuk tersenyum.

 

Kencan shin hye dan kim bum pun di mulai dari sini. Mereka berkeliling bersama – sama di taman bermain itu sambil bergandengan tangan. Melihat berbagai macam atraksi hiburan yang ada di sana. Sesekali shin hye mencubit pipi kim bum karena kim bum yang selalu meledeknya. Mereka juga menaiki roller coaster, bianglala, dan lain – lain. So eun melihat mereka berdua dari bawah, dia memilih untuk menunggu mereka saja. Karena alasan yang mudah, so eun tidak mau mengganggu masa – masa bahagia shin hye bersama dengan kim bum.

 

Waktu makan siang pun tiba. Mereka pergi bersama menuju restoran tradisional korea yang ada di taman hiburan itu. Shin hye dan kim bum makan bersama, sedangkan so eun memilih untuk makan di meja yang terpisah.

 

”Kenapa kau makan di sana? Makan bersama kami saja. Tidak perlu di meja lain” kata kim bum yang mengajak so eun untuk makan di meja yang sama dengannya dan juga shin hye.

”Biarkan saja so eun makan di sana. Dia kan tidak mau mengganggu acara kencan kita hari ini. Bukankah begitu so eun???” ujar shin hye.

”Ah, itu benar. Kalian makan berdua saja. Aku tidak apa – apa kok makan di sini” kata so eun.

 

Di saat menikmati makanan yang mereka pesan, tanpa di sangka so eun bertemu dengan kedua sahabatnya moon chae woon, jung so min, dan kedua kekasih mereka. Chae woon dan so min terlihat sangat senang dan langsung menghampiri so eun.

 

”So eun!!! Wuaaa aku sangat senang bertemu denganmu di sini!!!” kata so min yang sangat bersemangat. Hyun joong, yang kekasih dari so min ini hanya tersenyum.

”Iya, aku juga senang melihatmu so eun. Ngomong – ngomong, apa yang sedang kau lakukan sendirian di sini?” tanya chae woon.

”Sepertinya so eun tidak sendirian di sini” kata il woo tiba – tiba yang mengejutkan chae woon dan yang lainnya.

”Apa maksudmu? Sudah jelas so eun makan sendirian di sini. Bagaimana bisa kau sebut dia tidak sendirian?” tanya chae woon yang kini bertanya pada kekasihnya sendiri.

”Itu”

 

Il woo menengok ke arah kim bum dan shin hye. Chae woon, so min, dan hyun joong pun ikut menengok ke arah mereka berdua. Di lihat oleh mereka kim bum yang sedang makan bersama shin hye. Di suatu saat shin hye berusaha untuk menyuapi kim bum namun kim bum menolaknya.

 

”Siapa mereka? Kau mengenalnya so eun?” tanya so min yang tidak mengenalnya sama sekali.

”Sepertinya kau belum pernah menceritakan laki – laki dan wanita itu pada kami. Ayo ceritakan pada kami” kata chae woon yang begitu penasaran.

”Ah, itu tidak perlu. Mereka berdua itu temanku, sama seperti kalian” kata so eun yang tidak ingin merusak kondisi.

”Bagaimana kau tidak perlu menjelaskannya? Bukankah itu kim bum dan temannya di kampus? Bukan, aku tidak tau wanita itu teman atau kekasihnya kim bum. Dia selalu bersikap mesra pada kim bum bukan?” tanya il woo yang sangat mengenal kim bum.

”Sepertinya aku juga sering melihat mereka berdua di saat aku ingin menjemput so min. Aku sering melihat nya di halte bis” kata hyun joong yang merasa pernah melihat mereka berdua.

”Lalu.. Apa hubungannya dengan mu so eun? Jangan – jangan.. Kau menyukai laki – laki yang bernama kim bum itu ya???” celetuk so min. So eun yang sedang kebingungan pun langsung membulatkan matanya ke arah so min. Chae woon pun semakin curiga dengan gerak – gerik so eun.

”Ah! Ternyata benar apa yang di katakan oleh so min! Pasti kau menyukainya, iya kan??? Ayo jangan mengelak!” kata chae woon sambil menunjuk so eun.

”Kenapa kalian tidak biarkan so eun untuk menjelaskan semua nya sendiri? Jangan bersikap seolah – olah apa yang kalian berdua katakan itu benar” kata hyun joong yang berusaha untuk menengahi mereka berdua.

 

Chae woon dan so min jadi diam mendengar kata – kata hyun joong. Il woo juga merasa curiga dengan hubungan kim bum dan wanita yang belum ia ketahui namanya. So eun mulai menjelaskannya dengan jelas.

 

”Begini, mereka berdua yang sedang makan di sana adalah sahabatku saat di bangku SMP. Seperti yang il woo katakan, nama laki – laki itu kim bum, sedangkan wanita yang berada di depannya itu park shin hye” kata so eun dengan singkat.

”Lalu apa alasanmu makan di meja terpisah seperti ini?” tanya chae woon.

”Ya, aku tidak enak mengganggu mereka berdua. Mereka sedang berkencan” kata so eun sambil menundukkan kepalanya.

”Mwo? Berkencan? Sejak kapan si kim bum punya pacar??? Setauku kim bum tidak pernah membicarakan tentang wanita yang bernama park shin hye itu. Setiap kami sedang mengobrol satu – satunya wanita yang seriang ia bicarakan cuma kau so eun” kata il woo yang heran.

 

So eun, chae woon, so min, dan hyun joong kali ini langsung menengok ke arah il woo. Il woo jadi kebingungan karena di lihat oleh mereka semua.

 

”Apa maksudmu kalau kim bum sering membicarakan so eun???” tanya so min dengan tatapan yang sangat penasaran.

”Ya seperti yang ku katakan tadi, kim bum sering membicarakan so eun. Seperti saat dia mendapat nomor so eun dari temannya, lalu makan malam bersama so eun. Kim bum suka menceritakan hal itu kepadaku. Aku juga sering membicarakan mu pada kim bum, chae woon” kata il woo sambil melihat chae woon.

”Aku tau itu, bukankah kau selalu bilang padaku???” kata chae woon yang agak kesal dengan ucapan il woo.

“Kau ini tidak pernah berubah juga ya? Kau itu wanita yang beruntung karena bisa pacaran denganku tau” kata il woo yang meledek chae woon.

”Kenapa kau selalu mengatakan hal itu padaku jung il woo???!!!”

 

Chae woo langsung mencubit pipi il woo dengan sangat keras hingga pipi il woo memerah. So eun, so min, dan hyun joong ikut tertawa melihat aksi chae woo yang begitu menyeramkan.

 

”Hei chae woon, dari pada kau menganiaya il woo terus lebih baik kita hampiri saja wanita itu! Dia sudah merebut kim bum dari so eun!” usul so min dengan bersemangat.

”Benar juga! Tumben sekali idemu bagus so min? Hahaha…” jawab chae woo dengan tertawa.

”Hah kau ini selalu meledekku dengan seperti itu. So eun, il woo, dan hyun joong diam di sini ya? Biar aku dan chae woo yang menghabisi wanita itu!” kata so min kepada mereka bertiga.

”Jangan!!! Tolong jangan lakukan apapun pada wanita itu, dia sahabatku. Aku juga tidak masalah dengan kencan mereka. Tolong kalian diam saja di sini…” cegah so eun sambil menarik tangan so min.

”Bagaimana bisa kami diam seperti ini saja? Begini, sekarang ku tanya padamu apa yang kau lakukan di saat mereka sedang berkencan seperti ini?” tanya chae woon.

“Jawab yang jujur, jangan selalu menutupi masalah mu dari kami. Apa gunanya kami kalau kau selalu bersikap seperti ini???” sambung so min.

”Aku…”

”Jawab yang jujur so eun! Aku tidak suka kalau kau bersikap seperti ini terus di depan kami!” kata chae woo yang mulai emosi.

“Baiklah aku akan jujur! Aku di minta oleh shin hye untuk mengikuti mereka berdua di saat mereka berkencan! Dan aku juga tidak masalah untuk melakukan hal ini!” jawab so eun yang mulai frustasi.

 

Il woo dan hyun joong yang mulai mengerti perasaan so eun pun langsung menarik kekasih mereka masing – masing. So eun pun jadi murung dan tidak berniat untuk melanjutkan makan siangnya. Sedangkan kim bum yang mendengar teriakan so eun itu langsung menengok ke arah meja so eun. Terlihat jelas wajah so eun begitu murung dan di kelilingi oleh banyak orang. Shin hye yang sedari tadi makan sambil memperhatikan kim bum pun heran dengan kim bum.

 

”Sepertinya tidak ada yang aneh di sana.. Waeyo?” tanya shin hye.

 

Kim bum tidak menjawab pertanyaan shin hye. Dia tetap memperhatikan wajah so eun dari meja makannya.

            “Bum? Kim bum???”

“Ah, mianhaeyo. Ada apa?”

“Kenapa kau seperti ini? Apa yang kau perhatikan sampai aku harus memanggilmu 2 kali?”

“Dia…”

“Dia siapa?”

“So eun, wajahnya begitu murung. Aku tidak tau apa yang membuatnya seperti itu hingga di kelilingi oleh orang – orang yang mungkin belum ia kenal. Aku harus menghampirinya sekarang”

“Kim bum! Tidak perlu! Kim bum!!!”

 

Kim bum beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju ke meja makan so eun. Shin hye gagal mencegah kim bum untuk tetap di meja makan.

 

”Apa yang terjadi so eun? Kau tidak apa – apa???” tanya kim bum pada so eun sambil menyentuh wajah so eun. Chae woo dan so min yang memperhatikan kim bum itu langsung mendorong kim bum agar menjauh dari so eun.

 

“Siapa kau sebenarnya?? Berani – beraninya kau menyentuh so eun!” kata chae woo yang marah pada kim bum.

“Ya itu benar! Kenapa kau berani menyakiti so eun?! Kau melukai perasaan sahabat kami!!!” kata so min juga.

”Apa yang kalian katakan??? Aku tidak apa – apa, kenapa kalian membuat masalah di saat seperti ini?!” tanya so eun pada so min dan chae woo yang sedang marah – marah pada kim bum. Shin hye yang semakin curiga langsung menghampiri meja makan so eun. Dia berdiri di paling belakang agar tidak terlihat oleh yang lainnya.

”Jujur saja so eun, kau menyukai pria ini kan??? Kenapa kau diam saja melihat pria yang kau sukai makan siang dan berkencan dengan wanita lain hah???!!!” kata chae woo yang kini juga marah pada so eun.

 

Kim bum langsung menatap so eun yang sedang menundukkan kepalanya. Kemudian so eun juga menengok ke arah kim bum, tatapan so eun seperti orang yang merasa bersalah.

 

”Chae woo, aku tau kau sahabat so eun tapi bukan begini caramu menolongnya. Kau tidak bisa seenak – enaknya ikut campur urusan pribadi so eun” kata il woo yang berusaha untuk mengontrol emosi chae woo.

“Kim bum, aku senang sekali bisa bertemu denganmu di sini. Tapi aku minta maaf karena pacarku salah pengertian terhadapmu. Akan ku jelaskan lain kali” kata il woo pada kim bum.

”Lebih baik kita pergi dari sini, biarkan so eun sendiri yang menyelesaikan masalahnya. So min, ayo kita pergi” kata hyun joong sambil menarik tangan so min. Namun so min melepas tangan hyun joong, dia tidak mau pergi meninggalkan tempat itu.

”Tidak! Aku tidak akan pergi dari sini! Aku tidak mau meninggalkan tempat ini sebelum pria yang bernama kim bum ini menjelaskan siapa dirinya untuk so eun!!!” kata so min sambil melihat ke arah kim bum.

 

Suasana menjadi begitu dingin dan terjadi begitu banyak salah pengertian di antara mereka semua. Tiba – tiba kim bum menarik tangan so eun agar berdiri di sisinya. Shin hye yang memperhatikan nya pun kaget dengan reaksi kim bum.

 

”Baiklah kalau memang itu mau kalian. Aku menghargai posisi kalian sebagai sahabat so eun. Karena itu, aku akan menjelaskan semua nya secara jelas pada kalian” kata kim bum sambil menggenggam erat tangan so eun.

”Kim bum, tolong lepaskan tanganku. Biar aku yang menjelaskan nya pada mereka, ini semua salahku. Tolong lepaskan aku” kata so eun pelan pada kim bum. Namun kim bum tidak mau menggubris omongan so eun.

”Aku.. Aku adalah kekasih sahabat kalian, kim so eun…”

 

 

To Be Continued…

 

Waaa ga kerasa ya sudah sampai part 6! Author panjangin part ini sampai 11 halaman karena banyak yang minta di panjangin. Huehehe~

Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya? Readers yang baca ff ini tapi ga komen author doain supaya nyesel karena ga kasih komen (?)

Ok, sampai bertemu di part selanjutnya yaa ^________^

Tagged: , , , , , , ,

24 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 6

  1. ria Juli 5, 2012 pukul 11:09 am Reply

    ah . . . Keren keren eön untung aja da chae woo n so min . . .

    Lagian eön eunni ngalah trz . . .
    Aaargh kt trakhir d part nie suuuka bgt . . . .

    D tnggu 5 part lagi eon ^,^
    Semangat yah eon

    • koreanfanfictland Juli 5, 2012 pukul 1:43 pm Reply

      Gomawo untuk support nya yaa. Makasih juga udah kasih komen di tiap partnya, hehehe…

      -Chandra Syifa W-

  2. Putzz ran" moury Juli 5, 2012 pukul 11:15 am Reply

    Kya. . . .kimbum akhIr’a kau katakan dEngan jelas jga kalau s0eun itu paCarmu *walaupun belum nembAk secAra langsung* gmana reaksinya sHinhye nanti’a. . Yg pasti marah ma s0eun. .hehe. .
    Biarin dEh sHinhye ngeliat itu semua *readEr kejam*
    supaya dia tau kimbum ga suka ma dia jdi jangan nyalahIn s0eun lgi. .

    • koreanfanfictland Juli 5, 2012 pukul 1:43 pm Reply

      Jangan gitu dong, nanti shin hye ga mau nongol lagi lho di ff saya *lho*
      Thanks yaa =)

      -Chandra Syifa W-

  3. Sendy Sekar Juli 5, 2012 pukul 11:37 am Reply

    waw.. kim bum bilang so eun kekasihnya..
    tambah seru aja nih ceritanya..
    di tunggu part selanjutnya eon🙂

  4. sugarsoya Juli 5, 2012 pukul 12:30 pm Reply

    Pastinya berat banget ya kalo jdi soeun,
    Sedih banget ya…
    Kasian banget masa shin hye ngebiarin so eun makan sendiri…
    Aduhh kenapa jdi tambah ruwet, kasian soeun nya,
    Harusnya dri kemaren2 aja kim bum bilang begitu…
    Ditunggu part 7nya ya…

    • koreanfanfictland Juli 5, 2012 pukul 1:41 pm Reply

      Sippo, selalu tunggu kelanjutannya yaa~

      -Chandra Syifa W-

  5. heldajungsoo Juli 5, 2012 pukul 1:55 pm Reply

    Ya ampun bum, kau mengakui.a apa kau myukai soeun, klo ia jdi kan dia kkashmu , ditngu part slanjt.a

  6. heldajungsoo Juli 5, 2012 pukul 1:55 pm Reply

    Ya ampun bum, kau mengakui.a apa kau myukai soeun, klo ia jdi kan dia kkashmu , ditngu part slanjt.a..

  7. israini Juli 7, 2012 pukul 1:05 pm Reply

    nbtw kapan part 7 nya yah??

    • koreanfanfictland Juli 8, 2012 pukul 2:03 am Reply

      Mungkin beberapa hari lagi baru di post. Mau selesein part yg lain dulu🙂

      -Chandra Syifa W-

  8. shinta angels Juli 7, 2012 pukul 11:23 pm Reply

    haduuh.. kasian so eun eonnie😦 shin hye jahat amet sih ? padahal kan sahabat sendiri.. tega2nya -__- @chandra eonnie : DAEBAK.. bagus ! aku suka critanya🙂 tag aku lg ya eon🙂

  9. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 5:01 am Reply

    wow konfliknya makin seru
    nah chae won ma so min itu bru namanya sahabat yg baik
    selalu mengerti kesedihan sahabatnya sndiri
    ok lanjjuutt author

  10. anastasia erna November 1, 2012 pukul 2:29 pm Reply

    wah…keren..
    kim bun akhirnya gentlman…
    mengaku juga akhirnya…

  11. loveangelof April 17, 2013 pukul 6:16 am Reply

    Perkataan Kim bum sanget Mengejutkan :O

  12. loveangelof April 17, 2013 pukul 6:27 am Reply

    Ucapan Kim bum sanget Mengejutkan :O

  13. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 4:39 am Reply

    waaa !! Shbt” yg baik .. Chae Woon dan So Min mmng shbt yg sngt baik . Lmyn lah , setidak’x Bum-ppa gak prlu nutup”in appun lg d.dpn Hye-eon .. Ahh ,, mau lompat ke part 7 dlu thor . Sking smngt , smpe bingung ngomen apa lg . Pkok’x daebak deh🙂

  14. ajeng Juni 20, 2014 pukul 3:21 pm Reply

    wow,keren banget,daebak!!aku ikut terbawa suasana lho!hehehehehe😀

  15. ainami Agustus 20, 2014 pukul 3:13 am Reply

    kyaaaaak…. pingsan baca kalimat terakhir…….. *lebay mampus*

    tambah intense dan sangat emosional.. perasaanku campur aduk baca part ini huhuhu seruuuuu

    suka ama adegan di resto, suka dengan sikap to the point nya chae won dan so min… mereka keren ^_^

  16. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 8:39 am Reply

    haha bumppa nembak ssp eon… gmna t reaksi shinhye psti kesel bgt t huhuhu

  17. My Fishy November 7, 2016 pukul 7:40 am Reply

    d awal kasian banget dengan so eun yg mengikuti kencannya kim bum dan shin hye, tapi d akhir bener2 mengejutkan kim bum mengaku2 kalo dia kekasihnya so eun?? whoaaaaa bener2 d luar dugaan, bagaimana reaksi shin hye mendengar ucapan kim bum d depan sahabat2nya so eun??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: