(FF) My Last Memories – Part 7


My Last Memories

(Part 7)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Holla! Syifa is back~

Sebelum di baca saya hanya ingin memberi tau kalau part ini tidak sepanjang part sebelumnya. Mohon maaf ya ><

Saya juga ga bisa menepati janji saya untuk mempecepat pengiriman part ini, saya terlalu ngaret soalnya *garuk2 kepala*

Langsung aja, cekidot~

 

Review of Part 6

 

            Suasana menjadi begitu dingin dan terjadi begitu banyak salah pengertian di antara mereka semua. Tiba – tiba kim bum menarik tangan so eun agar berdiri di sisinya. Shin hye yang memperhatikan nya pun kaget dengan reaksi kim bum.

 

            ”Baiklah kalau memang itu mau kalian. Aku menghargai posisi kalian sebagai sahabat so eun. Karena itu, aku akan menjelaskan semua nya secara jelas pada kalian” kata kim bum sambil menggenggam erat tangan so eun.

            ”Kim bum, tolong lepaskan tanganku. Biar aku yang menjelaskan nya pada mereka, ini semua salahku. Tolong lepaskan aku” kata so eun pelan pada kim bum. Namun kim bum tidak mau menggubris omongan so eun.

            ”Aku.. Aku adalah kekasih sahabat kalian, kim so eun…”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

            ”Ke, kekasih??? Kau bercanda ya? So eun itu belum pernah punya kekasih, dan sekarang kau mengklaim dirimu itu kekasih so eun??? Omong kosong macam apa ini?!” kata chae woo yang tidak percaya.

            ”Chae woo, sabarlah. Lagipula kalau dia bilang dia itu kekasih so eun berarti kisah cinta so eun sudah selangkah lebih baik bukan???” kata so min sambil tersenyum pada chae woo. Namun tetap saja chae woo tidak dapat mengontrol emosinya.

            ”Tunggu! Ini semua tidak seperti yang kalian dengar! Aku dan kim bum hanya…”

            ”Baiklah, aku memberi izin padamu untuk dapat berpacaran dengan sahabatku, kim so eun” ujar chae woo yang langsung memotong pembicaraan so eun. So eun semakin bingung dengan apa yang harus ia katakan di depan teman – temannya.

            ”So eun, maafkan kami semua telah mengganggu waktumu. Dan kim bum, kami sangat minta maaf padamu karena kami sudah berpikiran negatif padamu, padahal kami belum sepenuhnya mengenalmu. Kami akan pergi sekarang. Sampai bertemu di lain waktu” pamit hyun joong sambil menarik tangan so min.

 

            Il woo juga menarik tangan chae woo agar mereka pergi dari tempat itu. Tanpa memberikan perlawanan chae woo hanya menuruti apa yang il woo lakukan. Sementara itu so min dan hyun joong mulai bertanya – tanya dengan perubahan sikap chae woo yang mendadak.

 

            ”Apa yang terjadi padanya?” tanya hyun joong sambil melirik chae woo.

            ”Sepertinya chae woo punya rencana tersendiri, tapi aku tidak tau apa itu” jawab so min polos.

            ”Chae woo seperti ini karena aku, aku tidak bisa mengajarkannya untuk menjadi wanita yang bijaksana seperti so eun. Haahh…” kata il woo sambil menghela nafasnya. Chae woo yang mendengarnya langsung memukul kepala il woo sambil mengernyitkan dahinya.

            ”Ah!!! Apa yang baru saja kau lakukan chae woo?!” tanya il woo sambil memegangi kepalanya.

            ”Apa maksudmu bicara seperti itu hah??? Yang so min katakan itu benar, aku punya rencana sendiri tau” kata chae woo yang mulai marah lagi.

            ”Apa yang kau rencanakan? Aku mengerti kau ingin melindungi sahabatmu, tapi jangan menyakiti sahabatku” kata il woo.

            ”Mwo? Memang siapa sahabatmu???”

            ”Kim bum, dia kan sahabatku sejak dulu”

            ”Lalu siapa yang ingin menyakiti sahabatmu itu?”

            ”Rencanamu itu selalu ingin menyakiti orang lain, kita sudah berpacaran lebih dari setahun jadi aku sangat mengenal sifatmu chae woo”

            ”Aku akan menyakiti sahabatmu itu kalau dia berani menyakiti so eun. Jadi kau peringatkan padanya supaya untuk menjaga so eun dengan benar. Mengerti???”

            ”Iya iya, aku mengerti..”

 

Sementara itu setelah mereka semua pergi so eun melepaskan tangan kim bum darinya.

 

            ”So eun, aku tau apa yang kau pikirkan saat ini. Bukan maksudku untuk memanfaatkan keadaan atau apapun. Hanya saja…” kata kim bum yang mencoba menjelaskan pada so eun.

            ”Kenapa kau membuatku semakin buruk di mata shin hye bum? Kenapa kau seperti ini??? Shin hye, aku akan menjelaskan…”

 

            Belum selesai so eun berbicara pada kim bum, dia langsung menengok ke arah di mana shin hye berdiri tadi. Namun shin hye tidak ada. Shin hye sudah pergi tanpa mereka ketahui dan tidak memberitahukannya pada kim bum ataupun so eun. So eun dan kim bum kebingungan karena shin hye sudah meninggalkan mereka tanpa alasan yang jelas.

 

            ”Shin hye.. Shin hye menghilang.. Bum, di mana shin hye???” tanya so eun yang mulai bingung dan panik.

            “Tadi dia masih duduk di meja makan saat aku beranjak ke sini. Dia tidak mengatakan apapun padaku. Apa dia meninggalkan pesan di handphonemu so eun???” tanya kim bum pada so eun.

            ”Tidak, tadi dia berdiri di belakang il woo dan hyun joong sambil memperhatikanmu. Aku melihat nya, namun tidak lagi setelah hyun joong bilang dia akan pergi. Bisakah kau coba untuk menelfonnya?”

            ”Handphonenya tidak aktif. Lebih baik sekarang kita pergi dari sini dan kita cari shin hye. Mungkin dia belum jauh dari sini”

 

            Kim bum dan so eun bergegas keluar dari restoran itu dan mulai berpencar untuk mencari shin hye. Hari itu taman bermain begitu ramai, membuat mereka semakin sulit untuk menemukan shin hye. Mereka terus mencari shin hye hingga sore hari, namun hasilnya nihil. Lalu kim bum dan so eun bertemu di depan pintu gerbang taman bermain yang akan tutup. So eun masih terus berpikir di mana keberadaan shin hye. Sampai dia berlutut karena begitu merasa bersalah atas sikapnya.

 

            ”Kenapa aku harus mengulangi kesalahan yang sama? Kenapa aku sangatlah bodoh?!” kata so eun yang marah pada dirinya sendiri. Kim bum yang tidak tega melihat so eun seperti ini langsung menarik tangan so eun dan berdiri di sampingnya.

            ”Jangan salahkan semua ini pada dirimu sendiri. Aku lah yang mengatakan kalau kau adalah kekasihku. Akan ku jelaskan pada shin hye besok, supaya dia tidak salah pengertian padamu” ucap kim bum. So eun mengangguk pelan.

 

            Kemudian handphone kim bum dan so eun berdering bersamaan. Mereka berdua menerima pesan dari shin hye. Dan mereka pun membuka pesan itu.

 

From: Shin Hye – Park

 

Jangan menjelaskan apapun tentang hari ini padaku, aku tidak ingin mendengarnya.

Anggap saja hari ini tidak pernah kalian lewati.

Jika kita bertemu, jangan anggap aku seperti orang lain. Kita anggap semuanya sama seperti kita bertemu saat itu.

Sampai bertemu besok..

 

            ”Baiklah, seperti kata shin hye, anggap kita tidak pernah melewati hari ini. Ayo kita pulang” ajak kim bum pada so eun.

            ”Ne”

 

            Kim bum pun mengantar so eun pulang. Mereka tidak membicarakan apapun selama di dalam mobil. Sesampainya di rumah, so eun hanya berpamitan dengan kim bum secara singkat, kemudian bergegas keluar dari mobil kim bum. Kim bum tertunduk lesu melihat sikap so eun itu.

 

            ”Kau kekasihku.. Aku mengatakan itu karena aku ingin melindungimu, bukan untuk melindungi harga diriku di mata teman – temanmu so eun. Namun ku akui kalau ada harapan di balik kata – kata yang ku ucapkan itu…” kata kim bum bicara pada dirinya sendiri.

 

            Sementara itu setibanya di rumah so eun di sambut oleh kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan. Ayah so eun yang saat itu pulang kerja lebih awal merasa aneh dengan raut wajah so eun yang terlihat lesu.

 

            ”Wah, anak gadis ayah baru pulang wajahnya sudah lesu seperti itu. Apa yang terjadi padamu so eun?” tanya ayahnya dengan bahasa yang begitu lembut.

            ”Tidak apa – apa ayah, aku baik – baik saja. Tumben sekali ayah sudah pulang, pekerjaan ayah di kantor sudah selesai?” tanya so eun.

            ”Ayahmu sengaja pulang lebih awal karena tadi kedua orang tua shin hye datang berkunjung ke sini. Karena ayahmu berteman baik dengan ayah shin hye, jadi ayahmu mengerjakan tugasnya besok” kata ibunya sambil meletakkan makanan yang baru saja matang.

            ”Sudah waktunya untuk makan malam, lebih baik kau makan dulu sebelum beristirahat” ajak ayah so eun. So eun pun menggelengkan kepalanya.

            ”Aku tidak ingin makan ayah. Aku sudah merasa kenyang, ayah dan ibu makan saja sampai semua makanan nya habis. Selamat malam ayah, ibu”

 

            So eun membungkukkan badannya, kemudian dia berjalan ke arah tangga untuk sampai ke kamarnya. Ayah dan ibu so eun saling pandang dengan curiga, pasti ada sesuatu dengan so eun hari ini.

 

-Kim So Eun POV-

 

            Hari ini begitu panjang menurutku. Begitu banyak cobaan dan masalah yang ku terima hari ini. Aku sudah mencoba untuk melakukannya tanpa melibatkan perasaanku, namun tetap saja berakhir sama. Ku rebahkan diriku di atas kasurku yang empuk, dan aku mulai mengingat masalah apa saja yang sudah ku buat.

 

            ”Mengecewakan shin hye, mengecewakan sahabat – sahabatku, membuat keributan di restoran, dan membuat kim bum mengatakan kalau dia adalah kekasihku. Haahh..” ucapku sambil menghela nafasku.

 

            Ku coba untuk merenungkan diri sejenak. Ku tanya dalam hatiku kenapa aku tidak bisa beranjak dari perasaan ini. Seakan – akan semua pendirian yang sudah ku tetapkan sebelumnya berakhir percuma, tidak ada gunanya sama sekali.

 

naemameulppaeseungeudae
naemameulppaeseungeudae
naesonnochimayo nareulsallyeojwo S.O.S

 

(SHINee – Bodyguard)

 

            Handphoneku berdering. Di saat seperti ini siapa lagi yang akan menganggu ku? Atau mungkin siapa lagi yang akan ku buat kecewa?

 

            ”Kim bum? Ada apa lagi dia menelfon?” ucapku bingung. Ku angkat telefon nya dan ku dengar suaranya yang begitu ramah.

 

Maaf malam – malam begini aku mengganggu mu so eun..

Memangnya ada apa bum?

Kau tidak perlu mengatakan apapun, kali ini aku yang akan menjelaskannya padamu..

 

            Baiklah, apa yang akan kau jelaskan padaku bum? Ku rasa kau begitu baik sehingga kau seperti ini, padahal sampai saat ini akulah yang membuatmu di jauhi oleh shin hye. Maafkan aku bum..

 

Di saat aku melihatmu, di mana kita berdua berteduh di tempat yang sama..

Aku merasa kalau aku telah menemukan seseorang yang telah hilang dalam hidupku..

Aku memang tidak langsung merasakannya, tapi aku cukup mengerti.

Aku menyadari kalau kau berusaha untuk menjauhiku.

Tapi aku berusaha untuk membuatmu merasa nyaman di dekatku, tanpa menutupi perasaanmu terhadapku.

Aku tidak tau perasaanmu yang sebenarnya terhadapku seperti apa.

Karena itu aku meminta maaf padamu so eun.

Aku yang membuatmu seperti ini, dan aku juga yang membuatmu bersedih dan membuat teman mu kecewa.

Aku benar – benar minta maaf, kim so eun…

 

            Tuuutt….

 

            Telefon dari kim bum akhirnya terputus. Aku benar – benar tidak dapat mengucapkan sepatah katapun ketika mendengar ucapan kim bum di telefon tadi. Ternyata dia menyadari kalau aku berusaha untuk menjauh darinya. Ternyata dia merasa senang ketika bertemu denganku. Dan ternyata dia merasa bersalah juga atas diriku.

 

            DEG…

 

            Jantungku mulai berdegup kencang lagi. Perasaanku begitu bahagia dan juga tidak menyangka dengan ucapan kim bum tadi. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku, dan senyumku pun mulai menghias wajahku. Ya tuhan, apa rasanya seperti ini ketika seseorang kembali memulai untuk jatuh cinta lagi?

 

            Tapi bagaimana dengan shin hye? Aku sudah meyakini dalam hatiku untuk tidak mendapatkan kim bum demi dirinya. Aku sudah membuat hubunganku dengan shin hye menjadi semakin renggang. Apa aku harus kembali ke masa di mana kim so eun adalah wanita yang harus menekan perasaannya lebih dalam lagi?

 

            ”Maafkan aku kim bum, aku tidak bisa membiarkan perasaanku semakin kuat padamu. Maaf…” ucapku perlahan sambil terus menangis.

 

            Sungguh, bukan kisah hidup seperti ini yang aku inginkan. Namun apa yang bisa ku perbuat apabila tuhan telah menggariskan semua ini di hidupku?

 

-Author POV-

 

            Pagi hari pun tiba. Tiba saatnya bagi so eun untuk kembali beraktifitas seperti anak kuliahan pada umumnya. Sarapan pagi bersama kedua orang tuanya, kemudian berangkat ke halte bis untuk kuliah. So eun sangat bersyukur karena dia tidak bertemu dengan kim bum di halte.

 

            ”Hari berjalan cepat sekali. Tidak ada kim bum di sini, semoga saja akan terus seperti ini..” ucap so eun dengan tersenyum kecil.

 

            So eun menaiki bis yang baru datang. Namun tanpa ia sadari ternyata kim bum sudah berada di halte bis lebih dulu di banding so eun. Dia bersembunyi di samping halte bis, dan dia mendengar ucapan so eun itu.

 

            ”Apa dengan keberadaan diriku kau merasa terbebani, kim so eun?” ucap kim bum sambil memperhatikan bis yang di naiki oleh so eun.

 

            So eun pun sampai di kampus. Seperti biasa dia di sambut oleh kedua sahabatnya moon chae woo dan jung so min di depan pintu gerbang kampus. Untungnya kedua sahabat so eun itu tidak membicarakan masalah di taman hiburan kemarin, tidak sama sekali. Mereka juga tetap bercanda seperti tanpa ada masalah. Sampai jam kuliah di mulai hingga tiba waktu istirahat pun tiba.

 

            “Ku dengar di kantin ada menu baru, bagaimana kalau kita mencobanya???” usul so min.

            ”Menu baru apa?” tanya so eun.

            ”Kalau tidak salah sih ramen, mie ramen. Sepertinya itu enak” jawab so min sambil membayangkan makanan tersebut.

            ”Hah kau ini, di rumahpun kita bisa masak ramen sendiri. Jadi untuk apalagi kita mencoba ramen yang berada di kantin?” kata chae woo cuek.

            “Tapi ini tidak seperti ramen biasanya!” kata so min dengan suara agak keras.

            ”Apa bedanya? Setauku semua ramen itu sama” kata chae woo yang tetap menolak.

            ”Ku dengar nama ramen itu adalah ’ramen cinta’! Unik bukan??? Apa kalian tidak berniat untuk mencobanya??? Padahal aku ingin sekali mencicipi ramen cinta itu…” kata so min yang memasang raut wajah sedih.

            ”Ramen cinta??? Nama bodoh seperti itu di gunakan untuk sebuah makanan??? Kau ini kenapa begitu saja ingin mencobanya jung so min???” kata chae woo sambil melirik so min yang sedih.

            ”Sudahlah, lagipula tidak ada salahnya kalau kita mencoba ramen cinta itu. Ayo so min kita coba ramen baru itu. Bagaimana?” kata so eun dengan ramah. So min pun menyambut baik tanggapan so eun itu.

            ”Waaahh kau memang sahabat yang selalu bisa ku andalkan so eun! Tidak seperti dia” kata so min sambil melirik chae woo. Chae woo tetap cuek dengan ledekkan so min.

            ”Baiklah, ayo kita ke kantin untuk mencicipi ramen cinta!” kata so eun dengan riang.

 

            Mereka bertiga berjalan bersama menuju ke kantin kampus. Terlihat sangat riang, dan penuh kebahagiaan. Mungkin hal itu yang dapat di gambarkan dari mereka bertiga. Jadi wajar saja kalau persahabatan mereka sangat terkenal di kampus, terlebih lagi karena so eun di kenal sebagai anak yang pintar dan berprestasi.

 

            Waktu menunjukkan pukul 4 sore, itu artinya jam kuliah pun berakhir. So eun, chae woo, dan so min berjalan bersama menuju gerbang kampus untuk pulang. Ketika tiba di pintu gerbang tanpa di sangka – sangka terdapat kim bum dan shin hye yang sudah menunggu so eun. So eun menyadari keberadaan mereka. Dia berusaha untuk berjalan sambil menundukkan kepalanya, namun chae woo merasa so eun bersikap aneh.

 

            ”Apa yang kau lakukan? Untuk apa kau menundukkan kepalamu?” tanya chae woo sambil melihat tingkah so eun yang aneh.

            ”Ah, tidak apa – apa kok. Kepalaku hanya sedikit sakit, terasa berat. Hehehe..” ucap so eun yang berpura – pura.

            ”So eun sakit??? Aduh lebih baik kita ke klinik terdekat sebelum so eun pingsan! Chae woo ayo kita bawa so eun ke klinik sekarang!!!” kata so min yang panik mendengar so eun sakit.

            ”Tidak! Tidak perlu membawaku ke klinik! Aku baik – baik saja kalau aku beristirahat di rumah nanti…” kata so eun yang menolak saran so min.

            ”Kau mau mencoba menghindar dari pacarmu sendiri dengan cara seperti itu? Itu tidak mempan di depanku tau. Oh, atau ternyata semua yang pacarmu katakan itu adalah kebohongan???” tanya chae woo dengan tatapan curiga.

 

            Belum sempat menjawab pertanyaan chae woo, kim bum dan shin hye sudah menghampiri so eun. Shin hye melihat so eun dengan tatapan yang ceria, bukan seperti saat dia marah pada so eun. Terlihat sangat berbeda. Sementara kim bum hanya berdiri di samping shin hye.

 

            “Sore so eun-ah! Bagaimana kuliah mu hari ini? Pasti kau bingung kan mengapa aku dan kim bum ada di sini??” sapa shin hye sambil menggandeng tangan so eun. Chae woo dan so min merasa aneh dengan keberadaan shin hye saat itu.

            ”Ah, kalian sahabatnya so eun yaa??? Berarti aku belum memperkenalkan diri. Perkenalkan, namaku shin hye, Park Shin Hye. Aku juga sahabat so eun, kami saling mengenal sejak di bangku SMP. Semoga kita bisa berhubungan baik yaa” ucap shin hye sambil membungkukkan dirinya di hadapan chae woo dan so min.

            ”Moon Chae Woo imnida..”

            ”Jung So Min imnida! Semoga kita bisa bersahabat juga yaa!”

            ”So eun, sepertinya kami berdua harus pulang duluan. Maaf ya so eun, sampai bertemu besok”

 

            So eun mendadak bingung karena chae woo berpamitan secara tiba – tiba dan meninggalkannya. Setelah chae woo dan so min pulang shin hye langsung berbicara pada so eun.

 

            “So eun, sebenarnya kim bum tidak ingin menemaniku datang ke sini tau. Katanya dia sedang tidak mood. Aneh bukan?” kata shin hye sambil melirik kim bum. Kim bum hanya diam saja mendengar ucapan shin hye. Sedangkan so eun juga melihat kim bum yang terus diam sejak tadi.

            ”Mungkin dia sedang ada masalah. Kalau dia tidak mau seharusnya kau tidak memaksanya ke sini. Kasihan kan kim bumnya” kata so eun sambil tersenyum.

            ”Biarkan saja, harusnya dia senang karena bisa bertemu dengan sahabatnya. Oh iya, sebenarnya aku ke sini karena aku ingin pinjam buku di perpustakaan kampus mu. Judulnya ’my last memories’ karya han jee won. Apa kau pernah mendengarnya?”

            ”Oh, yang berbentuk novel itu? Aku pernah membacanya waktu istirahat. Akan ku pinjamkan untukmu jika kau mau”

            “Bolehkah??? Waahh aku penasaran sekali dengan isi novelnya!”

            ”Ya sudah, kau tunggu di sini saja bersama kim bum. Aku akan ke perpustakaan sebentar”

            ”Tidak, aku mau ikut denganmu!”

            ”Lalu kim bum bagaimana?”

 

            Shin hye langsung menengok ke arah kim bum. Sepertinya kim bum tidak menyadari pembicaraan so eun dan shin hye. So eun yang melihat raut wajah kim bum jadi teringat ucapan kim bum semalam.

 

            ”Apa yang terjadi padanya? Apa ucapannya semalam itu membuatnya berubah sikap seperti ini? Atau dia seperti ini karena aku? Kim bum, jangan membuat ku diam – diam merasa khawatir padamu..” ucap so eun dalam hati.

 

            ”Pergilah” kata kim bum singkat.

            ”Mwo? Ku pikir kau tidak mendengar omonganku dengan so eun” kata shin hye kaget.

            ”Aku akan menunggumu di sini. Cepat kembali apabila sudah selesai” sambung kim bum.

            “Araseoyo! Aku akan kembali dengan cepat! So eun, ayo kita ke perpustakaannya sekarang!” kata shin hye sambil menarik tangan so eun.

 

            So eun kembali berjalan memasuki kampus bersama shin hye menuju perpustakaan. Kim bum memperhatikan mereka berdua dari belakang, namun pikirannya tertuju hanya pada so eun. Kim bum menghela nafas, kemudian menyentuh dadanya.

 

            ”Kenapa perasaanku tentang so eun tidak enak seperti ini? Apa yang akan terjadi setelah aku mulai mencoba untuk memahaminya juga?” tanya kim bum dengan raut wajah yang khawatir.

 

            Sementara itu so eun dan shin hye sudah sampai di perpustakaan. Karena jam kuliah sudah berakhir suasana perpustakaan menjadi sangat sepi. Kebetulan penjaga perpustakaan itu sangat mengenal dan mempercayai so eun. Jadi kunci perpustakaan yang so eun pinjam di tinggalkan pada so eun.

 

            ”Perpustakaan di sini besar sekali.. Pasti kau setiap hari berkunjung ke sini ya so eun?” tanya shin hye yang terlihat kagum dengan perpustakaan itu.

            “Ne, bisa di bilang seperti itu. Biar ku carikan novel ‘my last memories’ itu untukmu dulu ya” kata so eun yang bergegas menuju ke rak buku. Namun shin hye menarik tangan so eun.

            “Hmm.. Lebih baik aku yang memegang kunci perpustakaannya so eun, takutnya di saat kau mencari novel itu kuncinya terjatuh atau terselip. Lagipula, kau pasti akan sulit untuk mencari sebuah novel dengan satu tangan bukan?”

            ”Ah, kau benar shin hye. Kalau begitu, aku titip kuncinya dulu padamu. Ini tidak akan memakan waktu lama. Kau tunggu di sini ya”

            ”Iya, terima kasih banyak ya so eun”

 

            So eun kembali berjalan menuju rak – rak buku yang begitu besar. Dengan teliti so eun mencari buku yang akan di pinjam oleh shin hye. Shin hye yang sedari tadi memperhatikan so eun itu perlahan berjalan mundur untuk keluar dari perpustakaan. Dia melihat sekeliling perpustakaan, dan tidak ada seorang pun di sana kecuali dirinya dan so eun. Dengan pelan shin hye menutup pintu perpustakaan dan mengunci pintunya, meninggalkan so eun sendirian di dalam perpustakaan itu. Setelah berhasil mengunci so eun di dalam perpustakaan, shin hye melempar kunci nya ke sembarang arah. Shin hye pun tersenyum puas dengan rencananya yang berhasil.

 

            ”Kim so eun, sahabatku sejak bangku SMP.. Kau pikir aku akan melupakan kejadian kemarin begitu saja? Kau pikir aku akan memaafkan semua yang kau lakukan dengan kim bum?? Tidak, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Akan ku buat kau menyesal dengan apa yang sudah kau lakukan dengan kim bum ku…” ucap shin hye dengan senyumnya yang licik. Kemudian dia berjalan meninggalkan perpustakaan itu.

 

            So eun yang sedari tadi sibuk mencari keberadaan novel itu tidak sadar kalau shin hye telah menguncinya di dalam. Tidak lama kemudian so eun menemukan novel yang di carinya.

 

            ”Ini dia! My last memories, novel ini memang sangat menarik. Park shin hye aku sudah…”

 

            Belum selesai so eun berbicara ternyata dia tidak melihat shin hye yang seharusnya berada di depan pintu. So eun merasa bingung dengan menghilangnya shin hye.

 

            “Shin hye kok tidak ada? Seharusnya dia berada di sini.. Shin hye? Park shin hye?? Kau di mana???” teriak so eun di dalam perpustakaan.

 

            So eun mencoba melihat sekeliling perpustakaan, namun hasilnya nihil. Kemudian so eun berjalan kea rah pintu untuk keluar dari perpustakaan. Dan ternyata pintunya terkunci dan tidak bisa di buka. So eun mencoba membukanya berkali – kali namun tidak terbuka. So eun mulai panik karena merasa bahwa diinya terkunci di dalam perpustakaan.

 

            “Shin hye kau di mana?! Aku tidak dapat keluar dari sini!!! Tolong bukakan pintunya shin hye!!!” kata so eun dengan panik.

            “Tidak, aku tidak bisa keluar dari sini.. Shin hye tolong aku! Aku terkunci di dalam! Siapapun yang berada di luar tolong aku!!!” teriak so eun dari dalam.

 

            Tidak ada respon sama sekali, tidak terdengar suara apapun dari luar. So eun tidak tau harus berbuat apa. Dan so eun mulai menangis di depan pintu perpustakaan menunggu harapan agar dia bisa keluar dari perpustakaan itu.

 

            ”Kau di mana shin hye? Aku terkurung di dalam sini.. Siapa yang melakukan ini semua.. Apakah.. Tidak, kau tidak akan melakukan ini padaku kan shin hye?” ucap so eun dengan terus menitikkan air matanya.

 

 

To Be Continued…

 

Bagaimana pendapat kalian mengenai part 7 ini?

Saya sadar bahwa begitu banyak kekurangan di sana sini dalam ff saya. Karena itu saya butuh komentar dan saran dari readers semuanya J

Oh iya, ff ini juga saya post di koreanfanfictland.wordpress.com lho. Jadi jangan ada yang berprasangka buruk *lho*

Satu lagi – satu lagi!

Adakah readers yang mau buatin cover utk ff ini? Soalnya saya ga terlalu seneng edit2 foto, tapi saya di ledekkin terus sama adek saya –”

Kalau ada, bisa di kirim ke email saya di chandra.syifa@yahoo.co.id. Saya tunggu lho :*

Baiklah, sampai bertemu di part selanjutnya!

Tagged: , , , , , , , ,

21 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 7

  1. Sendy Sekar Juli 10, 2012 pukul 5:17 am Reply

    ishh shinye tambah nyebelin banget kirain beneran udh nerima so eun sama kim bum ternyata malah semakin licik aja…
    kim so eun terkunci di perpustakaan kacian banget😦
    lanjut ya eon penasaran gimana nanti nasib so eun eonni..

    • koreanfanfictland Juli 10, 2012 pukul 5:42 am Reply

      Tenang aja, bakalan di lanjut kok. Hahaha~

      -Chandra Syifa W-

  2. Putzz ran" moury Juli 10, 2012 pukul 10:01 am Reply

    Wahh . . Shinhye’a sungGuh kejam. . .
    Padahal kan ini bukan salah s0eun sepenuh’a tpi knapa s0eun terus yg d sakitin. . .
    Mudah”an ajj kimbum dtang nolong s0eun. .

  3. heldajungsoo Juli 10, 2012 pukul 3:06 pm Reply

    Waduh, jahat bgt shinhye, menyebalkan, cept dilnjut author.

  4. niniet Juli 11, 2012 pukul 2:00 am Reply

    wanita yang punya sifat seperti shin ye memang berbahaya… di depan lain di belakang lain…, kapan so eun sadar kalo dia dijadikan wanita lemah oleh shin ye… kim bum juga tdk gentle nih…he..he… lanjut author

  5. ria Juli 11, 2012 pukul 2:21 am Reply

    shinye pnya prilaku ganda nich . . . Masa sm shabat ja ky gtu ¤.¤

    Aargh ff gk trlalu panjang n jg gk trlalu pndk tp seru plus gemes bgt sm shinhye y . . .
    D tngu bgt klnjtan y eon syifa..

  6. sugarsoya Juli 11, 2012 pukul 9:17 am Reply

    Tiap baca ff ini sedih banget bawaannya,
    Ihh shin hye ko jahat banget sih ama soeun,
    Padahal soeun tuh udah baik mau ngalah ama dia,
    Lagian bukan salah soeun kalo ujung2nya kim bum suka ama soeun,
    Aduh kira2 ada yg nolongin soeun ga ya…
    Ditunggu part 8nya ya,

  7. fitrianurul Juli 12, 2012 pukul 2:43 am Reply

    koe park shin hye jahat bgt…!!
    kim so eun juga baik banget sih,, sdh tau juga pnya shabat yg ambisius kayak gtu,,
    jd gemes bacanya ,,,

    ya udah thor,,
    dtnggu part slanjutnya,, makin pnasaran aja niih.. ^_^

  8. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 5:11 am Reply

    yak shin hye kau keterlaluan
    q kira beneran kau itu sdh ngelupain masalah malam kmren
    eh trnyata blm malah dgn sngaja mengurung so eun
    benar” jahat
    ok lannjjuuutt

  9. anastasia erna November 1, 2012 pukul 2:38 pm Reply

    bener-bener gila..
    tega amat shin hye ..
    keterlaluan deh…
    moga aja kim bum nolong so eun…

  10. loveangelof April 17, 2013 pukul 7:04 am Reply

    shin hye keter laluan

  11. Daniella Agustus 6, 2013 pukul 5:40 pm Reply

    Thor , shin ye jahat banget sih pengen banget ditonjokin tuh orang , kesel bangetttt sama shin ye , kayaknya semakin ke sini ceritanya makin seru dan bikin naik darah deh , tapi seruuu kok Thor , sipp deh buat author yg bikin jalan ceritannya .

  12. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 4:56 am Reply

    Omona ! Hye-eon bnarbenar sdh mnunjukkan sisi evil’x😦 Sso-eon , knpa msh brusha brbaik sngka sma tuhh org sihh ?! Bum-ppa , sswtu yg buruk bnarbenar sdg trjdi pd Sso-eon . Sadarilah !! Baiklah , saia mau lgsg lompat ke part 8 thor ..

  13. ainami Agustus 20, 2014 pukul 3:25 am Reply

    jahat maksimal shin hye hadeuh -_-

    egois dan posesif
    shin hye bukan cuma suka tp udh terobsesi bgt ma bum -_-

  14. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 8:58 am Reply

    sso eon trllu baik sma shinhye… tp shinhye nya arghhh pngn q jambk t rambutnya jht bgt

  15. My Fishy November 7, 2016 pukul 10:28 am Reply

    shin hye jahat banget mengurung so eun d perpustakaan mana tidak ada seorang pun yg melihat so eun d kunci lagi, haduh bener2 menyebalkan banget shin hye kenapa jadi so eun yg mendapatkan semua ini padahal so eun kan sudah mengorbankan cintanya pada kim bum untuk shin hye..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: