(FF) My Last Memories – Part 8


My Last Memories

(Part 8)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Hola~

Saya ga tau harus ngomong apa. Jadi langsung baca aja deh. Hehehe…

 

Review of Part 7

 

“Shin hye kau di mana?! Aku tidak dapat keluar dari sini!!! Tolong bukakan pintunya shin hye!!!” kata so eun dengan panik.

“Tidak, aku tidak bisa keluar dari sini.. Shin hye tolong aku! Aku terkunci di dalam! Siapapun yang berada di luar tolong aku!!!” teriak so eun dari dalam.

 

Tidak ada respon sama sekali, tidak terdengar suara apapun dari luar. So eun tidak tau harus berbuat apa. Dan so eun mulai menangis di depan pintu perpustakaan menunggu harapan agar dia bisa keluar dari perpustakaan itu.

 

”Kau di mana shin hye? Aku terkurung di dalam sini.. Siapa yang melakukan ini semua.. Apakah.. Tidak, kau tidak akan melakukan ini padaku kan shin hye?” ucap so eun dengan terus menitikkan air matanya.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Hari sudah menjelang malam. Kim bum yang menunggu lama khawatir dengan so eun dan shin hye karena mereka belum kembali juga. Baru saja kim bum akan menelfon shin hye ternyata shin hye sudah kembali dari perpustakaan. Kim bum yang melihat shin hye berjalan sendirian tanpa so eun pun heran.

 

”Di mana dia?” tanya kim bum sambil mencari so eun.

“Siapa? So eun?” tanya shin hye untuk memastikannya.

“Iya, di mana?”

“Oh, dia bilang padaku supaya kita pulang lebih dulu. Katanya masih ada tugas kuliah yang ingin dia kerjakan di perpustakaan” kata shin hye yang berbohong.

”Benarkah? Sudah menjelang malam seperti ini tapi masih ingin mengerjakan tugas di kampus. Sifatnya memang unik dan tidak pernah berubah…”

”Yaa begitulah, itulah kim so eun”

“Lalu, di mana bukunya?”

“Mwo? Buku apa?”

“Buku yang kau pinjam. Bukankah kau ke perpustakaan bersama so eun untuk meminjam buku?”

“Ah.. Itu.. Buku ya? Hmm bukunya sudah ku masukkan ke dalam tasku..”

“Oh…”

“Bum, ayo kita pulang sekarang. Aku sudah di tunggu oleh orang tuaku di rumah”

“Ne”

 

Akhirnya kim bum dan shin hye pulang bersama tanpa so eun. Baru beberapa langkah kim bum berjalan dia menghentikan langkahnya dan kembali melihat kampus so eun.

 

“Perasaanku semakin tidak enak. Apa so eun benar – benar sedang mengerjakan tugasnya?” ucap kim bum dalam hati.

 

Sementara itu so eun masih menangis sendirian karena tidak dapat keluar dari perpustakaan. Dia hanya meringkuk di depan pintu perpustakaan menunggu seseorang yang mungkin akan datang.

 

”Tolong aku.. Siapapun tolong aku.. Aku takut sendirian di sini.. Hiks..” ucap so eun lirih sambil terus meneteskan air matanya.

 

So eun mencoba untuk mengambil handphone yang berada di dalam tasnya. Namun sial karena handphone so eun mati karena baterai nya habis. So eun mencoba mencari sesuatu yang dapat di jadikan tanda agar orang yang ada di luar dapat mengetahui keberadaannya. Tapi tidak ada yang dapat dia gunakan. So eun semakin pasrah, apa dia harus menunggu esok hari agar dapat keluar dari sana?

 

Malam sudah semakin larut. Kim bum yang sedang tidur – tiduran di kamarnya masih tetap memikirkan so eun. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan shin hye. Agar merasa lebih tenang kim bum mencoba untuk menelfon so eun.

 

”Handphone nya tidak aktif. Apa dia masih terus belajar di saat malam sudah begitu larut seperti ini?” ucap kim bum.

 

Akhirnya kim bum memutuskan untuk pergi ke rumah so eun untuk memastikan keberadaan so eun. Saat dia baru turun dari kamarnya ibunya langsung menahan kim bum.

 

”Sudah jam 9 malam seperti ini kau mau ke mana lagi bum?” tanya ibu kim bum.

”Aku ingin ke rumah so eun bu” jawab kim bum singkat.

”Untuk apa kau ke rumahnya? Kau tidak sekampus dengannya, jadi tidak mungkin kalau kalian belajar bersama kan? Lagipula ini sudah terlalu malam. Lebih baik kau mengunjunginya esok hari”

”Tidak bu, aku harus pergi ke rumah so eun sekarang. Aku ingin bertemu dengan so eun”

”Apa bertemu dengan so eun itu adalah kewajiban? Kalau ibu bilang jangan pergi berarti kau tidak bisa pergi. Kau mengerti?”

”Maafkan aku bu, tapi ini sangat lah penting. Aku tidak akan lama, aku harus pergi sekarang bu. Selamat malam”

 

Belum juga ibunya selesai berbicara kim bum langsung bergegas pergi menuju rumah so eun dengan mobil sport nya. Dia juga mencoba untuk terus menghubungi so eun, namun handphone so eun belum aktif juga.

 

”Kau di mana so eun? Kenapa handphonemu tidak aktif? Apa yang sebenarnya kau lakukan???” kata kim bum lagi.

 

Setelah sampai di rumah so eun, kim bum di ajak masuk oleh ibu so eun. Tanpa basa – basi kim bum langsung menanyakan keberadaan so eun.

 

”Maaf bibi, aku mau bertanya apakah so eun sudah pulang?” tanya kim bum dengan harap – harap cemas.

”Belum, bibi pikir so eun sedang bersamamu tadi. Karena biasanya kalau dia pulang malam dia pasti menghabiskan waktu denganmu bukan?” kata ibu so eun.

”Jadi, sampai sekarang ini so eun belum pulang juga?”

”Iya. Haduh tidak biasanya dia pulang malam sendirian.. Biar bibi coba telfon so eun dulu”

”Oh tidak usah bi. Aku sudah coba untuk menelfonnya tapi handphonenya tidak aktif..”

”Lalu di mana so eun??? Apa kau tau di mana dia???”

“Aku juga tidak tau bi. Karena itu aku datang ke sini untuk memastikannya. Ada seseorang yang mengatakan kalau so eun sedang mengerjakan tugasnya, mungkin dia ada di kampus bi. Akan ku coba untuk mencarinya di sana”

”Bibi sangat khawatir padanya kim bum. Bibi hanya takut kalau dia terkurung di suatu ruangan. Bibi takut phobia nya akan kambuh lagi…”

”Phobia? Maksud bibi??”

 

Flash Back…

 

Saat so eun, shin hye, dan juga kim bum masih di bangku SMP, mereka sering bermain menghabiskan waktu bersama di taman yang tidak jauh dari sekolah mereka. Mereka tertawa dan juga saling bercanda satu sama lain.

 

”Hei! Lihat bangunan pasirku ini! Ini adalah bentuk benteng pertahanan ku jika aku jadi tentara nanti!” ucap kim bum kecil yang menyombongkan benteng yang terbuat dari pasir itu.

”Tidak! Istana ku lebih bagus dari mu! Kelak aku menjadi putri korea, aku akan membuat istana seperti ini!” ujar shin hye yang manis dan tidak mau kalah dari kim bum. Sementara itu so eun masih sibuk dengan membuat bangunan dari pasirnya. Dia tidak menghiraukan percakapan kim bum dan shin hye.

”So eun, bisakah kau ambilkan ember yang ada di ruangan itu? Aku ingin membuat istana pasir lagi” pinta shin hye pada so eun. So eun yang polos itu mengangguk pelan.

”Iya, akan ku ambilkan. Tunggu sebentar ya” jawab so eun yang kemudian berlari menuju ruangan yang sepertinya sudah lama tidak di pakai.

 

So eun pun sampai di ruangan itu. Ruangan itu benar – benar tidak terpakai, begitu banyak debu dan sarang laba – laba di ujung ruangan tersebut. So eun kecil pun mencari – cari ember yang shin hye maksud. Tiba – tiba angin bertiup kencang, pintu yang awalnya terbuka pun langsung tertutup dan sulit di buka. Di saat so eun sudah menemukan ember itu dia langsung bergegas ke arah pintu. Namun karena tubuhnya yang masih kecil karena baru 1 smp itu tidak bisa membukanya. So eun langsung menangis dan berteriak sambil menggedor pintu itu.

 

”Tolong aku!!! Aku terkunci di sini!!! Shin hye, kim bum, tolong aku!!! Huhuhu….” tangis so eun sambil memeluk ember tersebut.

 

Kim bum yang sedari tadi merapihkan benteng pasirnya lalu mendengar suara so eun. Dia tidak yakin, namun dia mendengarnya berkali – kali.

 

”Shin hye, kau dengar suaranya so eun tidak?” tanya kim bum.

”Mwo? Aku tidak mendengar suara apapun. So eun kan sedang mengambilkan ember untuk membuat istana pasirku” jawab shin hye.

”Tapi aku mendengar suaranya. Sepertinya dia sedang menangis, tapi aku tidak melihat dia. Apa pendengaran ku sudah buruk ya?”

”Mungkin, itu karena kau sering jahil padaku dan so eun jadinya kau di hukum oleh tuhan. Hahaha..”

”Hei, aku itu serius tau! Suaranya semakin lama semakin jelas terdengar!!!”

”Jinjayo??? Hmm.. Aku juga mendengar suaranya sekarang”

”Kau suruh dia mengambil ember di mana?”

”Di ruangan itu, ruangan yang di samping pohon itu”

”Ayo kita ke sana, cepat!”

 

Kim bum berlari terlebih dulu ke arah ruangan itu, kemudian di susul oleh shin hye. Semakin dekat dengan ruangan itu suara so eun yang sedang menangis semakin jelas. Kim bum dan shin hye jadi bingung dengan apa yang terjadi.

 

”So eun, kau di dalam???!!!” teiak kim bum dari luar. So eun yang terus menerus menangis itu kaget mendengar suara kim bum. So eun langsung berdiri dan menggedor pintunya lagi.

“Kim bum!!! Aku di dalam sini!!! Tolong keluarkan aku!!! Shin hye tolong aku!!!” teriak so eun dari dalam.

“Benar, berarti so eun berada di dalam! Apa so eun terkunci di ruangan ini??? Lalu apa yang kita lakukan agar so eun bisa keluar dari sini bum???” tanya shin hye panik.

”Aku akan coba masuk dari jendela itu. Kau bejaga – jaga di sini siapa tau ada orang dewasa yang lewat. Araso?” kata kim bum mengusulkan.

”Ne! Bertahanlah so eun!!! Kim bum akan masuk ke dalam untuk menolongmu!!!” kata shin hye lagi.

 

Kim bum mencari cara agar dapat masuk melewati jendela yang cukup tinggi itu. Dia menyusun beberapa balok kayu bersama shin hye, kemudian setelah kira – kira dapat menjangkau jendela itu kim bum bergegas naik. Untungnya jendela di ruangan itu mudah untuk di buka, jadi kim bum tidak mendapat kesulitan untuk dapat masuk ke ruangan itu.

 

”Kim so eun, kau tidak apa – apa???” tanya kim bum sambil melihat kondisi so eun. Wajah so eun yang masih sembab mengangguk pelan.

”Aku tidak apa – apa.. Tapi aku takut sendirian di sini..” jawab so eun.

”Sekarang ayo kita keluar! Shin hye sedang mencari orang dewasa yang mungkin dapat membantu kita!”

”Aku tidak bisa, aku tidak punya tenaga lagi. Aku lelah..”

”Kalau kau lelah bagaimana kita bisa keluar dari sini??? Kau mau kita terkurung semalaman di sini???”

”Tidak mau, tapi aku terlalu lelah..”

”Hah, ya sudah, sini naik ke punggung ku”

”Tapi aku kan berat bum..”

”Tapi aku juga tidak mau berdiam di sini. Aku belum menyelesaikan benteng pasir ku tau. Ayo cepat”

 

So eun naik ke punggung kim bum. Tentu saja kim bum merasa keberatan, karena tubuh kim bum masih kecil dan belum begitu kuat. Namun karena dia ingin menolong so eun jadi apapun akan kim bum lakukan. Setelah berhasil keluar dari ruangan itu shin hye menghampiri mereka berdua. Wajah so eun sudah terlihat pucat dengan ember di tangannya.

 

”Shin hye, ini ember yang kau minta untuk membangun istana pasirmu…” kata so eun sambil menyerahkan ember itu pada shin hye. Shin hye mengambil ember itu dari tangan so eun dan kemudian melemparnya ke sembarang arah.

”Aku tidak butuh ember itu lagi. Karena ember itu kau jadi terkurung di ruangan jelek itu” kata shin hye singkat.

”Bukannya semua ini karenamu? Kan kau yang menyuruh so eun untuk mengambil embernya” ucap kim bum dengan wajah yang heran.

”Tentu saja ini bukan salahku! Kalau saja so eun tidak mengambil ember itu, pasti so eun tidak akan terkurung di sana” kata shin hye menghindar.

”Hmm.. Aku pulang duluan ya bum, shin hye? Terima kasih karena sudah menolongku” kata so eun sambil melambaikan tangan pada kedua temannya itu.

Dengan langkah yang pelan so eun berjalan untuk mengambil tasnya kemudian berjalan sendirian untuk pulang ke rumahnya. Kim bum dan shin hye hanya melihat so eun dari belakang tanpa melakukan apapun.

 

End of Flash Back…

 

”Kalau kau ingat kejadian itu pasti kau melihat wajah so eun yang sangat pucat. Saat sampai di rumah dia tidak mengatakan apapun pada bibi, dan beberapa menit kemudian dia pingsan..” cerita ibu so eun dengan wajah yang sangat khawatir.

”So eun tidak pernah menceritakan padaku ataupun shin hye kalau dia phobia setelah kejadian itu bi”

”Shin hye sudah mengetahuinya, saat dia menjenguk so eun di rumah sakit bersama kedua orang tuanya”

”Mwo? Shin hye mengetahui hal itu??”

”Bibi baru mengetahui hal itu setelah bibi dan ayah so eun membawa nya ke rumah sakit karena demamnya tidak turun juga. Dan dokter bilang kalau sejak kejadian itu so eun jadi phobia apabila dia terkurung sendirian dalam suatu ruangan”

 

”Shin hye mengetahui kalau so eun memiliki phobia.. Apa dia yang melakukan hal ini?” tanya kim bum dalam hatinya.

 

”Begini bi, aku akan pergi ke kampus so eun sekarang untuk mencarinya. Nanti aku akan mengantar so eun pulang”

”Baiklah, tolong cari so eun ya kim bum. Bibi sangat khawatir dengannya, kau harus menemukannya dan membawanya ke sini…”

”Iya bi, aku mengerti. Aku pergi dulu. Selamat malam”

 

Kim bum bergegas pergi dengan mobilnya setelah berpamitan dengan ibu so eun. Ibu so eun menangis di rumah sambil terus memikirkan keadaan so eun. Kim bum melaju dengan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sepanjang jalan dia terus memikirkan kondisi so eun kecil yang di ceritakan oleh ibu so eun tadi. Setelah dia sampai di kampus so eun tanpa pikir panjang kim bum langsung berlari untuk mencari letak perpustakaannya. Kim bum belum pernah memasuki kawasan utama kampus so eun, karena itu dia agak bingung mencarinya karena luas kampus so eun yang cukup besar.

 

Sementara itu shin hye sedang berjaga – jaga di dalam kamarnya sambil memikirkan kembali apa yang baru saja ia lakukan pada so eun. Dia berjalan bolak – balik di sana sambil menggenggam handphonenya. Shin hye merasa sedikit cemas karena dia takut kalau kim bum akan mengetahui semua ini.

 

”Bagaimana kalau kim bum tau kalau aku yang mengurungnya? Bagaimana kalau nanti kim bum marah padaku dan menjauhiku kemudian dia dekat dengan so eun??? Ah, ini tidak mungkin. Kim bum hanya menganggapnya sebagai sahabat, jadi dia tidak mungkin menolong so eun sekarang… Hah lebih baik aku menelfonnya saja..” ucap shin hye sendirian.

 

Shin hye mencari nomor kim bum dalam daftar kontak di handphonenya, kemudian menekan tombol warna hijau. Shin hye menunggu kim bum untuk mengangkat telefonnya namun tidak di angkat juga.

 

”Argh!!! Kenapa kim bum tidak mengangkat telfonku?! Apa sih yang sedang ia lakukan sampai – sampai dia tidak mengangkat telefonnya???” kata shin hye marah.

”Apa jangan – jangan… Dia sedang mencari so eun? Apa dia sudah tau kalau aku yang mengurung so eun di sana???” sambung shin hye lagi dengan perasaan khawatir.

 

Handphonenya pun berdering dan tertera nama ’kim bum’ di layarnya. Dengan cepat shin hye mengangkat telfon dari kim bum itu.

 

Yeoboseyo bum-ssi! Kenapa kau tidak mengangkat telfonku tadi??? Tau kah kalau aku…

Dengarkan aku baik – baik park shin hye…

 

Nada suara kim bum yang sepertinya sedang marah itu membuat shin hye tidak dapat melanjutkan ucapannya.

 

Aku tidak punya waktu untuk mendengar curhatanmu saat ini. Aku yakin kalau kau tau bahwa so eun belum pulang sampai saat ini karena ia terkurung di dalam perpustakaan bukan?

Mwo?! A,aku tidak tau tentang hal itu. Lagipula, kenapa kau berkata seperti itu padaku???

So eun ingin mengerjakan tugasnya di perpustakaan.. Tapi sampai saat ini dia belum pulang juga. Bisakah kau beri tau siapa yang sebenarnya mengatakan hal itu?

 

            Wajah shin hye mulai pucat. Tangan dan bibirnya terasa kaku mendengar ucapan kim bum yang sepertinya mengarahkan kalimat itu padanya.

 

Jangan hubungi aku lagi. Mungkin aku tidak tau siapa yang harus bertanggung jawab atas hal ini. Namun yang pasti, aku tidak akan memaafkan orang yang telah melakukannya…

 

            Telfon dari kim bum pun langsung terputus. Handphone shin hye terjatuh dari genggaman shin hye yang tidak dapat berbuat apa – apa.

 

”Apa yang harus ku lakukan sekarang…” ucap shin hye pelan.

 

Sementara itu kim bum yang menutup telfonnya setelah menghubungi shin hye menghela nafas. Kim bum juga tidak tau apa yang seharusnya dia katakan tadi, namun kim bum merasa yakin kalau shin hye lah yang mengurung so eun di dalam perpustakaan itu.

 

Setelah berkeliling di kampus itu akhirnya kim bum menemukannya. Ya, ruangan perpustakaan yang shin hye katakan kalau so eun sedang mengerjakan tugas di dalam sana. Kim bum merasa senang meskipun dia belum tau pasti kalau so eun berada di sana atau tidak.

 

”Ruang perpustakaan utama.. Akhirnya aku menemukan ruangan ini” ucap kim bum puas.

”Kim so eun apa kau di dalam?! Tolong jawab aku!” teriak kim bum sambil menggedor pintu perpustakaan tersebut.

 

So eun yang menangis itu mendengar teriakan seseorang dari luar. So eun tidak dapat mendengar suara tersebut dengan jelas karena pikirannya sudah buyar, dia mulai merasa ketakutan berada di dalam perpustakaan itu sendirian tanpa cahaya sedikitpun.

 

”Aku di sini… Tolong, keluarkan aku…” ucap so eun sambil mencoba untuk mengetuk pintu yang ia sender sedari tadi.

 

Kim bum tidak mendengar suara so eun, namun dia mendengar suara ketukan pintu dari dalam. Suara itu memang sangat pelan, namun kim bum dapat mendengar nya mengingat kondisi saat itu begitu sepi.

 

”Aku tidak dapat mendengar suaramu! Tapi yang jelas tolong kau menghindar dari pintu, akan ku coba untuk mendobraknya!” teriak kim bum lagi.

 

Kim bum mencoba mendobrak pintu itu tak hanya sekali dua kali, karena pintu itu sudah di kunci sebelumnya oleh shin hye. Sampai akhirnya kim bum mencoba untuk ketiga kalinya, pintu perpustakaan itu berhasil terbuka. Kim bum langsung masuk ke dalam perpustakaan dan menyalakan lampunya. Namun betapa kagetnya kim bum ketika melihat so eun yang sudah pingsan tepat di samping pintu perpustakaan.

 

”So eun, kau kenapa?? Apa yang terjadi padamu kim so eun??? Kim so eun ayo jawab aku!!!” ucap kim bum sambil mengangkat tubuh so eun yang sudah terkulai itu.

 

            “So eun, tolong jangan membuat ku khawatir.. So eun jawab aku…” sambung kim bum lagi. Namun so eun belum sadar juga.

 

Akhinya kim bum memutuskan untuk membawa so eun ke rumah sakit terdekat. Saat sudah sampai di sana so eun di bawa ke unit gawat darurat dan kim bum hanya dapat menunggu so eun di luar. Selama menunggu so eun, kim bum menghubungi ibu so eun yang sedari tadi khawatir dengan kondisi so eun. Kim bum ingin menghubungi chae woo dan so min namun dia tidak tau nomor ponsel mereka. Dan di suatu saat kim bum melihat nomor shin hye di ponselnya.

 

“Haruskah aku menghubunginya setelah dia melakukan semua ini?” tanya kim bum pada dirinya sendiri.

 

Tidak perlu menunggu lama akhirnya dokter yang menangani so eun itu sudah keluar dari UGD. Kim bum langsung menghampiri dokter tersebut.

 

“Bagaimana kondisi so eun dok? Apa dia baik – baik saja???” tanya kim bum dengan khawatir.

”Kondisinya baik – baik saja. Sepertinya dia sempat mengalami sesak nafas yang cukup berat. Apa dia memiliki phobia terhadap sesuatu?” tanya dokter pada kim bum.

“Iya dok. Saya membawanya ke sini karena dia pingsan saat terkurung di dalam perpustakaan. Dia phobia terkurung dalam suatu ruangan sendirian dok. Itu yang saya ketahui dari orang tuanya”

”Pantas saja. Matanya terlihat sangat sembab dan wajahnya sangat pucat. Seharusnya kau membawanya ke sini sebelum dia pingsan”

”Maaf dok, saya baru menemukannya tadi. Jadi, apa ada perawatan khusus yang di perlukan oleh so eun?”

”Tidak, dia cukup beristirahat saja. Kalau dia sudah sadar dan sudah tidak merasa sesak nafas lagi kau bisa membawanya pulang. Yang perlu di ingat adalah jangan sampai membuat phobianya timbul kembali”

”Baik dok, akan saya pastikan kalau hal itu tidak akan terjadi lagi. Terima kasih banyak”

 

Dokter itu pun pergi meninggalkan UGD. Kemudian so eun di pindahkan ke ruang tersendiri dengan infus yang terpasang di tangannya. Selama itu kim bum lah yang menunggu so eun hingga sadar. Tak lama kemudian orang tua so eun pun datang bersama dengan moon chae woo dan juga jung so min, sahabat so eun.

 

”Anakku!!! So eun kau tidak apa – apa kan nak??? Apa yang sebenarnya terjadi padamu sampai kau seperti ini???” ucap ibu so eun sambil membelai rambut so eun. Wajahnya masih terlihat begitu panik meskipun sudah ada so eun di depannya.

”Biarkan anak kita beristirahat. Tidak lama lagi dia pasti akan sadar” kata ayah so eun sambil menenangkan ibu so eun. Chae woo dan so min berdiri di samping so eun sambil bertanya – tanya pada kim bum.

”Hei kau, kau yang mengaku kekasih so eun! Apa yang terjadi pada so eun hah?! Bagaimana bisa kau biarkan so eun terkurung di ruang perpustakaan yang gelap dan bau sendirian??? Kalau aku tau akan terjadi hal seperti ini aku tidak akan memberikan mu izin untuk berpacaran dengan so eun!!!” kata chae woo yang marah pada kim bum atas kondisi so eun.

”Betul! Kekasih macam apa kau ini, bisa – bisanya kau meninggalkan so eun sendirian di sana!! Sini ku hajar kau sampai babak belur!!!” sambung so min sambil menggulungkan lengan bajunya.

 

Kedua orang tua so eun tersentak dengan pernyataan chae woo dan so min yang mengatakan kalau kim bum adalah kekasih so eun. Dengan heran ayah dan ibu so eun langsung mengarah ke kim bum.

 

”Apa yang mereka maksud? Kau, menjalin hubungan dengan anakku, kim so eun???” tanya ayah so eun dengan tatapan curiga.

 

 

To Be Continued…

 

Ga kerasa sudah part 8. Sampai part ini selesai di ketik saya ga tau di part berapa ff ini akan berakhir. Saya berusaha untuk membuat ff ini jadi lebih menarik, tapi saya ga bisa menilai ff buatan saya sendiri kan?

Karena itu saya butuh komentar dkk untuk membuat ff saya menjadi lebih baik lagi. Maaf kalau saya ga bisa buat tiap partnya lebih panjang, waktu ngetik saya terbatas soalnya. Hehehe ^_^

Baiklah, terima kasih sudah membaca. Sampai bertemu di part selanjutnya J

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

24 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 8

  1. Sendy Sekar Juli 13, 2012 pukul 2:20 am Reply

    omo kim so eun punya phobia…
    shin hye parah banget udh tau kalau so eun punya phobia malah di kurung di perpus..
    eon di tunggu part selanjutnya🙂

  2. rhie chan Juli 13, 2012 pukul 3:04 am Reply

    shinnn hyeee,,,,
    kauuuuu kejammm..#ksel smpai ubun”..
    Ksihan bngen eon sso,,#ikut mwek
    tpi untung aj ad beomppa yg nlongin…klow gx bsa brabe….
    D’tnggu part slanjutnya…

  3. sugarsoya Juli 13, 2012 pukul 4:29 am Reply

    shin hye para banget ya, padahal dia udah tau soeun punya phobia,
    tapi puas pas bum telepon dan bilang kata2 yg pedes ke shin hye, hahaha
    ahh soeun nya ampe pingsan begitu, untung kim bum keburu dateng,
    ommo gimana tuh eomma-appanya soeun ngira kalo kim bum itu beneran pacarnya soeun,
    ditunggu part 9nya ya syifa…

  4. Yulie BummiesAngelsforever^ Juli 13, 2012 pukul 5:27 am Reply

    Wuaaa c-reeeeennnn…kayk n mkin g’ ska addjja nie sma park Shin hye…wnta yg bnar2 jhatt..yg g’ pnya Hti…eoonie smga addjja Bum tw lw Shin hye yg brbuat gtu ma so eun eoonie….smgaa adddjja…ya ampun bnar2 dech sich shin hye…tpi Bum n wuaaa so sweetttt bggettttt…..lnjuttt eon udh g’ sbar nie….

    • koreanfanfictland Juli 13, 2012 pukul 7:00 am Reply

      Sabar yaa, nanti akan di usahakan utk di post secepatnya😉

      -Chandra Syifa W-

  5. susan love bumsso Juli 13, 2012 pukul 9:20 am Reply

    kzhn bget sso trnyta sso phobia,..ya shin hye bnr2 jahaj g brubh2 juga i2 rubh hehehehe. . . . .untng ad pnylemat sso bum yg sllu siap siaga wt sso,chingu d pnjngn lg d0nk kykx pndk bget. . .daebak thor. . Fighting

    • koreanfanfictland Juli 14, 2012 pukul 1:31 am Reply

      Benarkah? Ahahah maaf ya, ga tau kenapa saya ga bisa ngetik sampe panjang banget gitu –”
      Tapi terima kasih🙂

      -Chandra Syifa W-

  6. susan love bumsso Juli 13, 2012 pukul 9:25 am Reply

    kzhn bget sso trnyta sso phobia,..ya shin hye bnr2 jahaj g brubh2 juga i2 rubh hehehehe. . . . .untng ad pnylemat sso bum yg sllu siap siaga wt sso,chingu d pnjngn lg d0nk kykx pndk bget. . .daebak thor. . Fighting…fighting..

  7. ria Juli 13, 2012 pukul 11:13 am Reply

    aaargh mkin seru ni eon
    Cpat cpat d lnjtin eon

    Ah bumoppa pke acara pgen ksh tau lg . . Td mah bunuh ja tu shin hye y . . .

    Tngu kelanjutan y🙂

    • koreanfanfictland Juli 14, 2012 pukul 1:32 am Reply

      Bunuh? Wahaha saya ga bisa bikin ff horror lho, ga mungkin sampe bunuh2an segala. Hahaha…

      -Chandra Syifa W-

  8. Putzz ran" moury Juli 13, 2012 pukul 12:09 pm Reply

    Waw. .menegangkan. . UntUng kimbum cepet” nyari s0eun kalau ga bsa gawat. . . Gmana tuh tangGApan ortu s0eun atas pengakuan kimbum ma s0min n cHaew0o. . NgerestUin ga ya? ?
    Terus nanti sikap kimbum ma sHinhye gmana? ?
    Penasaran. . .

    • koreanfanfictland Juli 14, 2012 pukul 1:32 am Reply

      Tunggu aja lanjutannya kalo penasaran, oke? ^o^

      -Chandra Syifa W-

  9. heldajungsoo Juli 13, 2012 pukul 2:59 pm Reply

    Kenapa pake TBC, aduh mau tau reaksi kimbum, hah cpat dilanjt dch.

    • koreanfanfictland Juli 14, 2012 pukul 1:33 am Reply

      Kalo saya inget pasti akan cepet di post, hehehe~

      -Chandra Syifa W-

  10. heldajungsoo Juli 13, 2012 pukul 3:01 pm Reply

    Kenapa pake TBC, aduh mau tau reaksi kimbum, hah cpat dilanjt dch.^

  11. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 5:26 am Reply

    huwaaaaa makin rumit
    q ikutan pusing nih
    ok lannjjjuutt author

  12. anastasia erna November 1, 2012 pukul 2:46 pm Reply

    mau tau gimana shin hye kasih alasan apa ma kim bum…
    ‘kasian so eun…
    ayo appa introgasi tuh kim bum…
    biar jelas perasaan nya ke so eun//

  13. loveangelof April 17, 2013 pukul 9:28 am Reply

    Kasihan so eun

  14. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 5:27 am Reply

    aigoo ,, penasaran mnta ampun nih thor .. Cpet bnget TBC’x .. Bum-ppa , gomawo krna udh nyelamatin Sso-eon . Mskipun ‘sdkt’ telat .. Hye-eon , dgr ya ! Bum-ppa akan benar” mmbencimu skrg ! Thor , saia lgsg lompa part 9 ne🙂

  15. ainami Agustus 20, 2014 pukul 3:36 am Reply

    asli benci bgt ma shin hye…

    dia ga mikirin sso sama sekali, yg dipikirinnya adalah takut bum marah jika tau shin hye lah yg ngurung sso…
    ya ampun beneran heartless bgt deh shin hye, ada yg salah ma pribadinya -_-

  16. My Fishy November 7, 2016 pukul 10:45 am Reply

    kasian so eun sampe harus d infus segala gara2 phobia, shin hye bener2 keterlaluan hanya karena cintanya pada kim bum tega2nya mengurung so eun sampe so eun pingsan seperti itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: