(FF) My Last Memories – Part 11 [End]


My Last Memories

(Part 11)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Shin Hye, Moon Chae Woon, Jung Il Woo, Jung So Min, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic, Friendship

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak di sengaja.

 

Cerita yang di tulis hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Halo!

Ga kerasa lho udah sampe part terakhir aja. Pokoknya enjoy ya readers~

Maaf kalau endingnya ga bagus, saya ga bisa bikin yang romantis gitu -.-v

Sebelumnya, di part terakhir ini saya ingin menjelaskan inti cerita dari ff yg saya buat ini. Intinya sih tentang seorang cewek yang mengorbankan perasaannya sendiri terhadap seorang cowok demi sahabatnya. Sahabatnya terlalu egois sampai2 ga mikirin gimana perasaan sahabatnya yg ternyata suka sama cowok yg sama. Padahal cowoknya sendiri sukanya sama cewek yg utama itu. Ngerti ga? *readers: engga*

Okeh, baca aja deh…

 

Review of Part 10

 

Kim bum terdiam mendengar ucapan so eun dengan anda yang berbeda. Kepribadian yang kim bum lihat memang jauh berbeda dengan yang ia kenal. So eun sendiri sudah terlihat meneteskan air matanya. Namun ia juga berusaha untuk menutupinya dari kim bum.

 

”Dengar aku baik – baik. Jangan pernah menghubungiku ataupun menemuiku lagi. Aku tidak ingin mengenalmu lagi kim bum” ucap so eun berdiri tanpa melihat ke arah kim bum.

”Apa maksudmu??? So eun, lihat aku dan katakan ada apa sebenarnya…”

”Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi kim bum! Aku sangat – sangat membencimu!!! Apa itu kurang jelas bagimu hah?!”

”So eun, kau…”

”Lebih baik sekarang kau pergi dari sini dan jangan pernah temui aku lagi!”

 

Tanpa basa – basi so eun langsung masuk meninggalkan kim bum yang masih berdiri terdiam di teras.

 

”Apa yang terjadi padamu kim so eun…” ucap kim bum yang bertanya – tanya.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

-Kim So Eun POV-

 

Ku baringkan tubuhku di kasur dengan air mata yang terus mengalir. Aku tidak peduli berapa banyak tetes air mata yang ku jatuhkan malam ini karena kim bum, karena aku melakukannya untuk kim bum juga. Aku tidak ingin membuatnya untuk terus mengingatku. Aku tidak ingin membuatnya untuk terus lebih dekat denganku sebelum aku lebih jatuh cinta padanya. Dan juga sebelum aku pergi meninggalkannya.

 

”Maaf kim bum, maaf… Sejujurnya aku tidak ingin melakukan ini, tapi aku tidak ingin kita saling mengingat kenangan yang kita miliki satu sama lain. Aku ingin sepenuhnya melupakanmu. Dan lebih dari itu, kadang aku ingin sekali untuk tinggal di dunia yang berbeda denganmu…” ucapku dengan begitu sakit.

 

Ku ambil bingkai foto ku bersama shin hye dan juga kim bum. Aku tidak tau harus seperti apa di hadapan mereka nanti, apabila suatu saat aku bertemu dengan mereka lagi. Ku dekap bingkai foto itu dan melampiaskan tangisanku di malam terakhir ku di korea.

 

”Terima kasih untuk semuanya, terima kasih… Dan sekali lagi, tolong maafkan aku, kim bum…”

 

-Author POV-

 

Hari keberangkatan so eun dan keluarganya pun tiba. Saat mereka akan berangkat menuju ke bandara so eun di dampingi oleh kedua sahabat kampusnya yaitu chae woo dan so min. Sebenarnya so eun tidak ingin di antar oleh mereka, namun mereka bersikeras untuk mengantar so eun untuk yang terakhir kalinya.

 

Selama perjalanan menuju bandara so eun dan juga sahabat – sahabatnya itu saling bercanda, bahkan orang tua so eun pun menikmati candaan itu. Keadaan terasa seperti orang – orang yang di sekitar so eun merelakan so eun untuk pergi, namun tidak dengan keadaan yang sebenarnya.

 

”Kita sudah setengah jalan menuju bandara incheon, berarti waktu kita bersamamu juga semakin sedikit” ucap so min.

”Hmmm, itu benar. Seandainya kau berangkat 3 atau 5 hari lagi pasti aku dan so min akan membuat pesta perpisahan untukmu. Pergi seperti ini itu tidak baik tau” ujar chae woo yang setuju dengan so min.

”Ya, aku tau itu. Tapi aku tidak dapat memutuskan apapun, ayah yang bertanggung jawab atas semua ini” kata so eun yang duduk di antara so min dan chae woo.

”Kau tau so eun, sejak semalam aku dan chae woo sudah berkomitmen untuk tidak menangis saat melihat kau pergi nanti. Kalau kami menangis kami berjanji untuk mentraktir pacar kami masing – masing. Tolong ingatkan kami kalau kami menangis yaa” ucap so min yang sedang berusaha untuk tidak menangis.

”Mwo??? Aku tidak pernah berkomitmen seperti itu. Kau saja yang mengatakannya saat kau menelfonku tadi malam…” kata chae woo.

”Enak saja, dengan jelas kalau kau mengatakan ’ya’ saat aku bilang seperti itu di telfon. Huuuu…” balas so min.

”Baiklah, kalau aku melihat kalian menangis saat aku pergi nanti aku akan mengirim pesan pada il woo dan juga hyun joong kalau kalian akan mentraktir mereka. Oke?” kata so eun dengan tertawa.

”Yaa!!! Kau ini mau pergi saja masih seperti ini, so eun… so eun…” kata chae woo dengan kesal. So eun dan so min hanya tertawa.

 

Di tempat lain shin hye berbolak – balik di dalam kamarnya sambil memikirkan pesan so eun kemarin. Shin hye merasa bingung dengan tindakan apa yang harus ia ambil.

 

”So eun memintaku untuk tidak memberi tau kim bum… Aku mengerti perasaan so eun. Pasti dia tidak tega melihat kim bum saat ia pergi nanti. Sifatnya memang seperti itu…” kata shin hye.

”Tapi tidak mungkin! Mana mungkin aku tidak memberi tau kim bum tentang hal ini??? Bagaimana bisa salah satu sahabat tidak mengantar kepergian sahabatnya??? Ini terlihat bodoh!!!” sambung shin hye lagi.

 

Shin hye duduk di sofa kamarnya dan masih terus berpikir. Di layar ponselnya sudah tertera nomor kim bum yang siap untuk di telfonnya.

 

”Sudah terlalu banyak hal buruk yang ku lakukan pada so eun. Kini saatnya aku untuk membalas semua kebaikannya, meskipun tidak sepadan…” kata shin hye lagi.

 

Dengan cepat shin hye mengambil tasnya dan juga surat dari so eun yang di tujukan pada kim bum. Kemudian dia pergi menuju ke suatu tempat.

 

-Kim Bum POV-

 

Matahari belum menunjukkan cahayanya, tapi perasaanku sudah 2 kali lipat lebih buruk dari semalam. Jujur saja sampai saat ini aku masih bingung dengan sikap so eun yang mendadak dingin terhadapku. Padahal aku tidak bertemu dengannya sebelum aku ke rumahnya semalam.

 

”Siapa yang menelfon shin hye kemarin? Dan kemana shin hye pergi setelah menerima telfon itu? Apa orang itu so eun?” ujarku yang mendadak memikirkan kejadian shin hye kemarin.

 

Sejak kemarin aku memang merasa curiga dengan apa yang di lakukan shin hye. Penelfon misterius, dan tiba – tiba dia mengambil tasnya dan bergegas pergi. Saat pulang kuliah dia hanya melamun tanpa menghiraukan pembicaraanku. Dan juga melarangku untuk menjemput so eun.

 

”Apa semua ini ada kaitannya?” sambungku lagi.

 

Hah, aku muak dengan hal ini. Lebih baik aku menjernihkan pikiranku di suatu tempat…

 

 

-Author POV-

 

Shin hye pergi ke tempat itu dengan taksi, kemudian berlari agar cepat sampai sana. Dengan harap – harap cemas dia terus berlari.

 

”Kim bum… Semoga kau di sana… Ini sangat penting…” ujar shin hye.

 

Kim bum yang dari rumah berangkat dengan mobilnya kini sudah sampai di taman kota. Ia berjalan menuju ke tengah taman yang terdapat air mancur yang biasa di kunjungi oleh masyarakat di kota seoul.

 

“Kim so eun… Apa yang terjadi padamu…” ujar kim bum yang masih terus bertanya dalam hatinya.

“Kim bum!!! Kim sang bum!!!”

 

Teriak seseorang dari arah samping, dan kim bum mengenal suara itu. Dan terlihat shin hye yang berlari dengan tergesa – gesa.

 

”Hah… Ternyata kau benar – benar ada di sini… Syukurlah…” ujar shin hye dengan nafas yang tersengal – sengal.

”Kau ini kenapa? Kalau kau ingin bertemu kenapa tidak menelfonku dulu? Dengan begitu kau tidak perlu berlari – lari dan ragu kalau aku bisa bertemu denganmu atau tidak” balas kim bum.

”Jangan membicarakan hal itu, itu tidak penting. Masih ada yang jauh dan sangat – sangat penting dan kau harus tau!”

”Mwo? Sepenting itu kah? Tentang apa?”

“Ini tentang so eun bum”

 

Kim bum mendadak teringat kejadian nya semalam saat mendengar ucapan shin hye. Dan ia menjadi tidak nyaman mendengar shin hye akan memberi taukan sesuatu padanya.

 

”Lupakan, aku tidak ingin membicarakan so eun sekarang” kata kim bum dingin.

”Apa – apaan ini? Kenapa kau bicara seperti itu??? Kau tau, demi kau aku sampai melanggar janjiku pada so eun!” kata shin hye yang heran.

“Kalau ku katakan seperti itu harusnya kau mengerti. Sudahlah jangan membuatku semakin tidak mood

 

Karena merasa tidak ingin di ganggu lantas kim bum berjalan meninggalkan shin hye menuju ke mobilnya. Shin hye yang tidak terima dengan perlakuan kim bum hanya menatap kim bum dari belakang dan mengatakan sesuatu.

 

”Kim so eun, dia akan pindah ke perancis”

 

Kim bum menghentikan langkah kakinya setelah mendengar ucapan shin hye tersebut. Dan kim bum langsung menengok ke arah shin hye dengan tatapan tidak percaya.

 

            ”Apa yang kau katakan barusan? Kau bercanda?” ujar kim bum yang tidak percaya. Shin hye hanya menghela nafas.

”Kau pikir untuk apa aku datang dan berharap kau ada di sini hah? Aku ke sini karena aku merasa kalau kau harus tau tentang kepindahan so eun!” balas shin hye yang kecewa.

”Bagaimana bisa… Tidak, ini tidak mungkin. Kau pasti salah” kata kim bum lagi.

 

Shin hye mengeluarkan surat dari dalam tasnya dan ia berikan pada kim bum.

 

”Apa ini?” tanya kim bum.

”Bacalah sendiri. Kau pasti akan mengerti” balas shin hye.

 

Akhirnya kim bum memutuskan untuk membaca surat itu. Perlahan ia membuka surat yang tidak ia tau dari siapa surat itu.

 

Kim Bum…

 

Begitu banyak hal yang telah kita lewati bersama. Kau, aku, dan juga shin hye. Rasanya waktu berjalan begitu cepat tanpa memberikan ku kesempatan untuk mengucap rasa terima kasihku pada kalian. Namun rasa itu tidak dapat tergambarkan oleh apapun, karena kalian adalah orang – orang yang sangat ku cintai.

 

Namun di saat aku merenung, aku beru menyadari bahwa kau yang telah mengubah hidupku. Kau yang membuatku tersenyum di saat kita bertemu, kau yang membuatku berhasil menghadapi masalah apapun, dan kau yang membuatku untuk menjadi kim so eun yang sebenarnya. Dan kau tau? Aku tidak dapat memungkiri hal itu. Dan harus ku akui, perasaan ini memang milikmu.

 

Saat ku tau kalau shin hye memiliki rasa yang sama denganku, aku merasa jatuh. Aku merasa bodoh, bisa mencintai pria yang sama dengan sahabatku sendiri. Aku tidak ingin melihat kenyataanku seperti ini. Aku ingin pergi, seutuhnya meninggalkanmu dan juga shin hye dan berharap agar kalian bahagia. Ku coba untuk memendam perasaan ini. Tidak, bahkan aku mencoba untuk menghilangkannya dari hidupku. Tapi aku tidak mampu. Aku menyesal, sangat menyesal.

 

Bum, aku minta maaf karena aku memiliki perasaan yang salah terhadapmu. Ini terdengar begitu bodoh bukan? Apa kau akan memaafkanku? Sejujurnya, aku tidak ingin kau memaafkanku. Bisakah kau lepaskan aku dengan rasa penyesalan yang ku miliki?

 

Doaku selalu bersamamu, kim sang bum…

 

Kim So eun.

 

Kim bum semakin tidak percaya dengan apa yang di tulis so eun dalam surat itu. Shin hye menyadari kalau kondisi kim bum pasti kaget dan kecewa, dan itu terlihat jelas dari wajah kim bum sendiri. Di genggamnya surat itu, dan kim bum mulai mengingat saat – saat bersamanya dengan so eun.

 

”Tidak ada waktu lagi bum” ucap shin hye.

”Apa? Waktu untuk apa?” tanya kim bum.

”So eun, dia sedang dalam perjalanan menuju incheon sekarang. Kemarin aku tiba – tiba pergi dari kampus karena aku ingin bertemu so eun, dan aku ingin dia menjelaskan tentang hal ini. Waktumu tidak banyak bum, sebentar lagi dia akan sampai di incheon dan segera berangkat menuju perancis” jelas shin hye yang berusaha untuk tegar.

”So eun sedang menuju incheon???”

”Ayolah, waktu tidak akan menunggumu! Kita harus ke incheon sekarang juga!”

 

Tanpa basa – basi kim bum dan shin hye berlari menuju ke mobil kim bum yang berada di depan taman. Kim bum langsung menancap gas menuju ke bandara incheon sebelum dia tidak dapat melihat so eun lagi dalam kurun waktu yang lama.

 

”So eun, jangan tinggalkan aku. Ku mohon…” batin kim bum.

 

So eun beserta keluarga dan juga sahabatnya pun sampai di bandara incheon. Chae woo dan so min ikut membantu so eun untuk menurunkan barang – barang yang akan di bawanya ke perancis nanti.

 

“So eun, ayah dan ibu masuk akan masuk duluan. Kami ingin mengurus tiketnya dulu. Nanti kau menyusul saja” ujar ibu so eun yang di dampingi oleh ayah so eun.

”Iya bu, aku akan masuk ketika ada pemberitahuannya nanti” kata so eun mengiyakan.

 

Kedua orang tua so eun masuk terlebih dahulu, sementara so eun beserta so min dan juga chae woo menunggu di luar. Mungkin ibu so eun ingin memberikan so eun kesempatan untuk mengobrol sebelum pergi bersama teman – temannya.

 

”Hei so eun, kok dari kemarin aku tidak melihat kim bum dan shin hye ya? Apa mereka benar – benar tidak ingin melihatmu pergi ke perancis? Bukankah itu sangat menyedihkan???” tanya so min dengan penuh rasa penasaran.

”Ya, itu benar. Meskipun kim bum dan kau tidak benar – benar menjalin hubungan seharusnya dia datang ke sini. Tapi sekarang batang hidungnya saja tidak kelihatan. Laki – laki macam apa itu?” kata chae woo dengan sikapnya yang biasa mengomel.

”Bisakah kalian berdua untuk tidak berpikiran buruk pada orang lain sekali saja? Aku mau pergi saja sifat kalian masih seperti ini” kata so eun.

”Mwo??? Aku tidak seperti itu kok so eun! Aku kan selalu baik hati pada orang lain, mana mungkin aku berpikiran buruk pada mereka. Aku hanya bertanya kok” kata so min dengan wajah yang sedih.

”Alah bilang saja kalau kau mengelak, padahal kau memang berpikiran buruk pada kim bum dan shin hye kan?” balas chae woo pada so min.

”Sudah ku bilang tidak! Sejak kapan jung so min jahat pada orang lain??? Meskipun kau selalu jahat padaku tapi aku tidak pernah jahat padamu kan chae woo???” tanya so min lagi pada chae woo.

”Oh ya??? Kenapa aku tidak merasa seperti itu ya?” ledek chae woo.

”Moon chae woo!!!”

 

Pertengkaran antara chae woo dan so min pun di mulai lagi, dan kali ini so eun hanya tertawa tanpa melerai mereka. Ia pikir kedua sahabatnya ini memang tidak akan pernah berubah, tapi tetap saling menyayangi.

 

“Mohon perhatian, maskapai penerbangan Seoul Air dengan tujuan Korea Selatan – Perancis akan segera terbang. Bagi para penumpang harap mempersiapkan diri anda dan pastikan semua barang – barang anda aman…”

 

So eun, chae woo, dan so min menyadari akan pemberitahuan itu. Dan berarti so eun harus segera masuk ke pesawat menyusul kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu ada di dalam. Wajah so eun tertunduk murung, kemudian ia melihat ke sekitar bandara.

 

”Apakah, kalian memang benar – benar tidak datang untuk melepas kepergianku?” tanya so eun dalam hati.

 

”So eun, kau mencari siapa? Pesawat akan segera terbang, ayo cepat masuk” saran chae woo sambil menepuk bahu so eun.

“Ah, iya, aku akan segera masuk…” balas so eun dengan gugup.

 

So min mendekat ke arah so eun dan memeluknya dengan sangat erat. So eun membalas pelukan so min dengan erat juga. So min terlihat menetaskan air mata, ia terlihat sangat – sangat sedih.

 

”So eun, aku akan merindukanmu. Kalau kau pergi tidak akan ada lagi yang membelaku dari chae woo. Aku pasti akan kehilangan sahabatku yang sangat pintar… Hiks…” ujar so min dengan tersedu – sedu. So eun hanya berusaha tersenyum dan melepaskan pelukannya.

”Apa kau tidak ingat dengan janjimu dan chae woo? Katanya kau tidak akan menangis saat aku akan pergi, tapi kenapa kau yang malah menangis seperti ini?” tanya so eun yang juga berusaha untuk menahan air matanya.

”Huaaa lupakan saja janji ku yang bodoh itu!!! Aku tidak bisa kalau tidak menangis so eun!!!” balas so min sambil memeluk so eun lagi.

 

Chae woo yang sedari tadi hanya diam melihat so min dan so eun yang berpelukan diam – diam menangis. Saat so eun menyadarinya, dia menarik tangan chae woo dan ia juga memeluknya. Mereka berpelukan bersama – sama.

 

”Aku tidak menyangka kalau sahabatku yang terlihat tangguh ini ternyata dapat menangis untukku” kata so eun yang meledek chae woo.

”Jangan meledekku seperti itu, aku tidak menyukainya” ujar chae woo sambil menyeka air matanya.

 

So eun melepas pelukannya dari kedua sahabatnya itu lalu menghapus air matanya. Setelah itu dia mengambil tas dan kopernya dengan berusaha tersenyum.

 

”Baiklah, aku harus masuk ke pesawat. Sampai jumpa lagi Moon Chae Woo, Jung So Min! Aku menyayangi kalian!!!” pamit so eun dengan melambaikan tangannya dan kemudian berjalan masuk untuk naik ke pesawat.

”Kami juga menyayangimu so eun! Hati – hati yaa!!!” kata so min yang masih terus meneteskan air matanya.

”Aku juga! Pulanglah dengan kondisi yang sehat ya so eun!!!” balas chae woo juga.

 

Akhirnya so eun berjalan terus menuju pesawat dengan perasaan yang begitu berat memikirkan shin hye dan juga kim bum yang tidak datang, bahkan sampai ia pergi. So eun kembali meneteskan air matanya mengingat surat yang ia berikan kepada kim bum.

 

”Mungkin memang harus seperti ini. Aku memang tidak di takdirkan untuk bersamanya, memang tidak…” ucap so eun dengan begitu sedih.

 

 

Sementara itu kim bum dan shin hye baru saja sampai di bandara incheon. Mereka turun dari mobil kemudian berlari menuju tempat keberangkatan. Saat sampai di sana mereka bertemu dengan chae woo dan so min yang baru saja akan pulang dengan terus menyeka air matanya. Chae woo dan so min yang menyadari keberadaan kim bum dan juga shin hye di depan mereka langsung berjalan mendekat.

 

”Kalian, apa yang ingin kalian lakukan di sini?” tanya so min yang berusaha untuk terlihat galak.

”Tentu saja kami ingin mengantar so eun pergi. Hmmm, apa kalian melihatnya?” tanya shin hye dengan ragu.

”Mwo? Kalian masih berani bertanya??? Sahabat macam apa kalian hah?! Apa kalian tidak bisa melihat mata kami berdua yang sudah sembab dan terlihat buruk seperti ini?! Apa kalian tidak dapat menebaknya???” ujar chae woo dengan kesal.

”Apa, so eun sudah berangkat?” tanya kim bum dengan singkat.

”Kau mau tau jawabannya? Jawabannya adalah ya, so eun sudah berangkat. Dia baru saja masuk ke pesawat untuk pergi ke perancis. Puas?!” jawab chae woo dengan begitu emosi.

”So min, ayo kita pergi. Biarkan dia menyesali apa yang sudah dia lakukan setelah so eun pergi” sambung chae woo dengan menarik tangan so min.

 

Kini perasaan kim bum begitu tertekan. Ia hanya menundukkan kepalanya dengan rasa tidak percaya. Kim bum bertekuk lutut di bandara dengan menggenggam surat yang ia terima dari so eun. Ia merasa bersalah karena ia baru mengetahui kalau so eun juga mencintainya, dan sekaligus menyesal akrena kesempatan itu belum tentu kembali lagi padanya.

 

”Kenapa aku begitu bodoh… Kenapa?! Kenapa aku baru menyadarinya?! Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi! Aku mencintaimu kim so eun!!!” teriak kim bum dengan meneteskan air matanya. Shin hye yang merasa terharu pun ikut menangis.

”Sudahlah bum, ini tidak ada gunanya lagi. Kita tidak bisa melakukan apapun lagi untuk menahan kepergiannya ke perancis” kata shin hye dengan menentuh bahu kim bum.

”Aku begitu bodoh, sangat – sangat bodoh shin hye… Aku mencintainya dan aku tidak ingin dia pergi dariku”

”Aku mengerti bum, tapi apalagi yang bisa kita perbuat? Hanya waktu yang bisa membantumu untuk bisa bertemu dengannya lagi. Dan selama waktu melihat perjuanganmu untuk tetap mencintainya tetaplah menjadi dirimu sendiri bum. Tetaplah menjadi kim sang bum yang rendah hati dan setia kawan. Dengan itu so eun pasti akan merasakanmu meskipun dia berada jauh darimu”

 

Shin hye hanya dapat mencoba untuk menenangkan kim bum. Dan kim bum hanya terus menyesali kenyataan yang sudah terjadi.

 

Di malam harinya, kim bum mengambil kumpulan foto yang ia simpan di dalam lemarinya. Fotonya bersama so eun dan juga shin hye, dengan perlahan ia melihatnya satu persatu. Hingga ia melihat fotonya bersama so eun dan juga seorang anak kecil saat mereka sedang mengunjungi sebuah taman kanak – kanak.

 

”Kim so eun, apa kita akan memiliki momen – momen seperti saat itu? Apa garis hidup akan mengabulkan harapanku padamu?” ujar kim bum dengan menyentuh wajah so eun yang ada dalam foto itu.

”Kau tau? Begitu berat bagiku untuk melepasmu begitu saja di saat aku menyadari bahwa kau adalah satu – satunya yang ku inginkan. Aku merasa bersalah ketika mengetahui kalau shin hye yang membuatmu seperti ini. Dan ketika shin hye melepaskanku, dengan mudahnya kau melepasku begitu saja” sambung kim bum lagi.

 

Kim bum terus merasa menyesal, dan dia tidak dapat menyembunyikannya dari siapapun. Kim bum hanya dapat merenung untuk menenangkan dirinya sendiri.

 

5 tahun kemudian…

 

Cuaca di kota seoul begitu cerah. Jalan raya di kota seoul begitu padat karena semua orang mulai bekerja kembali setelah mengistirahatkan diri di akhir minggu. Kim bum yang kini menjadi direktur di perusahaan miik ayahnya tengah sibuk menandatangani surat – surat penting di kantornya.

 

“Permisi pak, ada yang ingin bertemu dengan anda” kata manajer kim bum itu.

”Siapa?” tanya kim bum.

”Pagi kim bum!”

 

Seorang wanita dengan fashion style yang tinggi berdiri di depan pintu ruangan kim bum dengan wajah yang riang.

 

”Shin hye? Astaga ku pikir siapa” ujar kim bum dengan tersenyum.

”Hmmm, aku tau siapa yang kau harapkan sebenarnya” kata shin hye sembari berjalan mendekat ke meja kim bum.

”Apa maksudmu? Aku tidak mengharapkan kedatangan siapapun” balas kim bum.

”Benarkah? Jadi selama 5 tahun ini kau tidak mengharapkan kedatangan so eun, begitu???”

 

Kim bum yang tadi tidak menyangka akan kedatangan shin hye kini kaget mendengar ucapan shin hye. Dirinya memang sudah menunggu so eun, dan sampai kapanpun dia akan tetap menunggunya.

 

”Kenapa kau tiba – tiba membicarakan so eun? Ini tidak ada hubungannya sama sekali” kata kim bum yang kemudian berdiri di samping shin hye.

”Hei, kenapa kau jadi marah? Aku hanya ingin menghiburmu saja kok. Aku sadar dan aku bisa merasakan apa yang kau jalani selama 5 tahun terakhir ini. Ini semua, begitu berat bukan?” ucap shin hye dengan menatap lekat wajah kim bum.

 

Kim bum hanya menghela nafas dan kembali mengingat hari di mana so eun pergi meninggalkannya.

 

”Ya, itu sangat berat. Begitu berat hingga rasanya sulit sekali bagiku untuk bernafas dan merasakan kebahagiaan yang ada di sekitarku. Tapi aku tidak bisa melepaskannya, aku tidak bisa melepaskan so eun, dan aku juga tidak bisa menghilangkan memori so eun dalam benakku” terang kim bum.

”Kau tau, kau adalah lelaki yang paling hebat dan paling setia yang ku temui di dunia ini” ucap shin hye dengan menepuk bahu kim bum. Kim bum hanya tersenyum.

”Aku belum ada apa – apanya dengan so eun. Dia jauh lebih lama menungguku untuk peka terhadap perasaannya”

”Aku juga tau. Kau harus tetap percaya kalau so eun pasti akan kembali di sisimu. You must believe with your dream

 

Hari mulai gelap. Hujanpun membasahi seluruh kota seoul. Matahari sudah menghilangkan sinarnya, namun kim bum masih terpaku dengan bayang – bayang so eun. Selama di jalan kim bum memandangi arah di depannya, namun pikirannya hanya di penuhi oleh wajah so eun. Telinganya pun seakan – akan mendengar suara so eun ketika ia berbicara dengannya.

 

”Aku tidak bisa menghilangkanmu dari benakku. Aku bisa gila tanpamu, aku tidak bisa seperti ini so eun…” gumam kim bum.

 

Kim bum melewati sebuah jalan yang agak sepi, ia melihat sebuah toko yang sudah tutup yang terletak di pinggir jalan. Dan entah kenapa kim bum menghentikan laju mobilnya tepat di depan toko tersebut. Kim bum memandangi toko itu, lalu memutuskan untuk turun dari mobilnya dan pergi berteduh di sana. Tetes air hujan terus turun di depan kim bum. Kim bum mulai mengingat waktu di mana ia bertemu kembali dengan so eun setelah sekian lama tidak berkomunikasi.

 

”Kim so eun”

 

            So eun tersadar dari lamunan nya dan menengok ke arah suara yang memanggilnya tadi. Betapa terkejutnya dia, laki – laki yang ia sukai berada di sampingnya dan menyadari keberadaannya. So eun berusaha untuk menutupi kekagetannya itu, dan mulai menyapa kembali laki – laki itu.

 

            ”Ya, kim bum?”

 

            Laki – laki yang bernama kim bum itu pun tersenyum melihat so eun yang menyapa nya juga. Dan mereka pun mulai berbincang – bincang.

 

            ”Kau baru pulang kuliah?”

            ”Iya, aku baru saja pulang. Ada sesuatu yang harus ku lakukan di kampus jadi aku pulang terlambat”

            ”Oh, pantas saja. Karena saat aku mau ke sini aku sudah melihat teman – temanmu pulang”

            ”Ya, aku juga tadi sempat berpapasan dengan temanku yang pulang ke arah sana”

            ”Sendirian?”

            ”Iya”

            ”Tidak bersama kekasihmu?”

 

            So eun terdiam mendengar pertanyaan kim bum tersebut. Tidak pernah terbayangkan olehnya kim bum akan menanyakan hal seperti ini. So eun pun mencoba untuk menjawabnya dengan tenang, meskipun tidak dapat di pungkiri bahwa hatinya begitu sakit.

 

            ”Aku.. Belum pernah punya kekasih”

            ”Sampai sekarang?”

            ”Iya..”

            ”Kim so eun.. Kau tidak pernah berubah ya? Kau masih terlihat lugu dan juga belum mempunyai kekasih. Kau itu cantik, pintar lagi. Pasti banyak laki – laki di luar sana yang menyukaimu”

 

Kim bum hanya terdiam mengingat saat – saat itu. Kemudian kim bum mengadahkan tangannya ke arah tetes air hujan yang turun. Hal itu sama seperti yang di lakukan so eun saat berteduh. Kim bum melihat dan merasakan setetes demi setetes air yang membasahi tangannya.

 

”Kim bum”

 

Kim bum tersadar dari lamunannya dan menengok ke arah sampingnya. Ia melihat seorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya dengan senyuman yang begitu menawan. Wanita, senyuman, dan suara yang ia rindukan selama 5 tahun terakhir.

 

”Kim so eun…”

 

So eun menyadari bahwa kim bum begitu kaget dengan kehadirannya. So eun melangkah lebih dekat dengan kim bum, lalu menyentuh wajah kim bum dengan perlahan.

 

”Kau, tidak berubah sama sekali. Tidak sedikitpun” ujar so eun.

 

Tanpa menghiraukan ucapan so eun kim bum langsung menarik tangan so eun dan memeluknya dengan begitu erat. So eun kaget dengan perlakuan kim bum, dan ia tidak bisa melakukan apapun.

 

”Kenapa kau baru kembali? Kenapa kau pergi tanpa memberitau ku secara langsung?? Dan kenapa kau membuatku menjadi seperti ini so eun???!!!” ujar kim bum dengan melampiaskan seluruh emosinya.

”Kim bum…”

”Kau tau bagaimana aku sangat menyesal ketika aku tidak menemukan mu saat di bandara??? Kau tau bagaimana aku merindukanmu di saat aku sendiri merenungi kesalahanku??? Aku tidak dapat menghilangkanmu dari benakmu sedetikpun so eun!”

 

So eun mulai menangis mendengar ucapan kim bum yang ternyata begitu merindukannya. So eun pun menyadari bahwa kim bum mencintai dirinya, sama halnya dengan so eun yang mencintai kim bum. Kemudian so eun melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata kim bum.

 

”Terima kasih” lirih so eun.

 

Kim bum hanya terdiam mendengar ucapan so eun yang begitu singkat. Di lihatnya wajah so eun yang di basahi oleh tetes air mata yang begitu indah.

 

”Terima kasih kau sudah melakukannya. Aku tidak pernah membayangkan kalau kau akan menungguku dan berdiri di sini. Dan ternyata aku menemukanmu” jelas so eun dengan rona bahagia.

”Itu tidak lebih lama dari apa yang selama ini kau lakukan. Kau menyembunyikan perasaanmu dariku dalam kurun waktu yang begitu lama, dan aku baru menyadarinya 5 tahun yang lalu” ujar kim bum.

”Lebih dari itu kau sudah membuatku begitu bahagia. Melihatmu kembali di sini, itu membuatku merasa lebih baik bum”

”Aku mencintaimu”

 

So eun yang sedari tadi masih meneteskan air matanya kini diam seribu bahasa mendengar ucapan kim bum. Kata – kata itu terngiang di telinganya, membuat so eun tidak percaya. Setelah mengucapkan kata – kata yang begitu indah itu kim bum kembali memeluk so eun.

 

”Aku tidak peduli apapun perasaanmu padaku. Tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu dari sisiku” sambung kim bum. So eun tersenyum bahagia mendengarnya dan memeluk kim bum dengan lebih erat.

”Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, kim bum”

 

 

THE END~

 

AKHIRNYA!!!

Wahaha ga nyangka saya ini ff bisa berakhir, soalnya udah kebingungan karena mulai sibuk sekolah. Apalagi tahun depan mau UN T.T *miris*

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya untuk semua orang yang menyempatkan waktunya untuk membaca ff yang aneh dan kebanyakan salahnya, terutama untuk yang sudah berkomentar. Terima kasih ;D

Saya juga berterima kasih kepada pihak ranattybumsso yang sudah mengizinkan saya mengepost ff di blognya *bow*

Oh iya, kalau di minta kasih rating di antara 1-10, readers kasih rating utk ff ini berapa? (wajib di jawab)

Terus, saya belum ada pikiran untuk bikin ff bumsso lagi. Belum ada waktu yang enak + inspirasi. Tapi tunggu aja ya~

Baiklah, sekali lagi terima kasih! See you~ ^^

 

-Chandra Syifa W-

 

Tagged: , , , , , , , ,

20 thoughts on “(FF) My Last Memories – Part 11 [End]

  1. sugarsoya Juli 24, 2012 pukul 1:25 pm Reply

    Walaupun di awal2 agak kecewa pas kim bum ga bisa nahan soeun pergi, tapi kim bum setia banget nunggu soeun, dan pertemuan setelah 5th nya bener2 so sweet banget, mengharukan!! Kalo ada dramanya keren banget kali ya?? Akhirnya cinta mereka bersatu dan ga merusak persabatan mereka juga ama shin hye… Keren syifa ffnya… Ditunggu karya selanjutnya ya…

  2. Putzz ran" moury Juli 24, 2012 pukul 11:27 pm Reply

    HmMm. . . Terharu ma kesetiaAn bum n s0eun. . . Kisah cinta yg manis” pahit ya. . .
    Hehe. .
    AkhIr’a happy end juga. . .yeyeye. .
    Kalau rating aq kasih’a 8,5 dEh. .hehe

    • koreanfanfictland Juli 25, 2012 pukul 7:04 am Reply

      8,5??? Alhamdulillah ya di atas kkm (?) -__-v
      Terima kasih sudah komen sampai part akhir ^^

      -Chandra Syifa W-

  3. niniet Juli 25, 2012 pukul 3:46 am Reply

    akhirnya happy ending nya romantis ya ditempat mereka bertemu 5 tahun yang lalu trims author saya sangat menikmatinya….;)

    • koreanfanfictland Juli 25, 2012 pukul 7:03 am Reply

      Menurut saya kurang romantis! *plakk*
      Terima kasih banyak sudah komentar sampai part terakhir yaa😉

      -Chandra Syifa W-

  4. Sendy Sekar Juli 25, 2012 pukul 11:49 am Reply

    prok..prokk haaaha akhirnya happy ending juga..
    kim bum setia banget sama so eun..
    di tunggu karya selanjutnya eon🙂

  5. ria Juli 25, 2012 pukul 11:59 am Reply

    yach ff y udah ending . . .
    Awal2 y sedih pas baca y. . .
    Haha,tuch kan bum oppa y nungu kirain maen kejar kejaran d airport.. Rating ff 8 eon soal gak da part lucu y . .soal dr awal udah agak Sedih . . . Tp ttep bkin ff bumsso lg yah eon. . Ganbate kudasai eon ^.^

    • koreanfanfictland Juli 25, 2012 pukul 12:28 pm Reply

      Saya ga bisa bikin ff romantis2 banget, apalagi bikin ff komedi. Wah itu kalau ada inspirasi yg bener2 lucu. Hahaha~
      Khamsahamnida ^_^

      -Chandra Syifa W-

  6. heldajungsoo Juli 25, 2012 pukul 4:25 pm Reply

    Happy ending, yeyeye lalalala yeyeye, sesuatu pokok.a bumsso i miss u

  7. E_sparkyu Agustus 15, 2012 pukul 6:09 am Reply

    alhamdulillah happy ending
    akhirnya cinta bumsso bersatu
    memang jodoh gk akan kemana
    daebakk keren q suka ceritanya

  8. anastasia erna November 2, 2012 pukul 3:17 am Reply

    emang klo da jodoh ga bakal lari kemana…hehehe
    bagus author…
    buat part sepesial nya…
    klo perlu ampe punya anak..cucu…hahaha..lebay

  9. vika Maret 19, 2013 pukul 9:12 am Reply

    iih,cb semua cwo setia ky kimbum,pasti bhgia bgt yg dpetnx..jd pngn pny cwo ky kimbum oppa,#ngek,menghayal lg#

  10. loveangelof April 17, 2013 pukul 1:27 pm Reply

    Akhirnya Kim bum Dan so eun bahagia

  11. Tetta Andira Oktober 18, 2013 pukul 7:30 am Reply

    Final jg .. Ahh , stlh sekian lama ,, akhir’x .. Good job , author-nim🙂 saia suka bnget koqq sma ending’x . Kta sypa gak romantis ? Ituh benar” manis .. Oyaa , skrg saia lg nungguin difference . Jd , keep spirit dan hwaiting !! ^^

  12. ainami Agustus 20, 2014 pukul 4:18 am Reply

    fiuh akhirnya setelah melewati waktu yg panjang, bumsso pun bersatu…

    adegan di bandara saat bum teriak aku mencintaimu kim so eun… bener2 menyentuh, nangis nyesek rasanya ..

    fanfictnya keren, aku suka…
    thanks author♥

  13. shefty rhieya Agustus 27, 2015 pukul 10:28 am Reply

    wahhh lega jg akhirnya bumsso bersatu jg yeahhhhhhh

  14. My Fishy November 7, 2016 pukul 1:26 pm Reply

    akhirnya happy ending juga, tapi momen romantisnya kurang soalnya hanya sebentar pas bagian endingnya za.. huwaaa akhirnya bumsso bertemu kembali setelah 5 tahun berpisah karena kepergian so eun k perancis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: