(FF) Black Prince – Part 2


 Black Prince (Bumsso Version)

#Part 2

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error / kesalahan penulis  atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

Halo mates!

Mau pake banyak omong atau engga nih?

Kayanya sih engga deh, hahaha #eksis

Langsung aja deh ya :3

 

Review of Part 2

 

            ”Kau benar – benar…” gumam so eun.

”Benar – benar apa? Benar – benar membuatmu kagum, nona so eun?” balas kim bum yang masih dengan senyuman evilnya.

”Kau… Kau benar – benar minta di habisi rupanya ya? Apa yang kau ingin kan sebenarnya dariku tuan kim?!”

”Hmmm, sebenarnya tidak banyak yang ku inginkan darimu. Atau begini saja, bagaimana kalau kita membuat perjanjian?”

”Perjanjian apa? Kau mau mengancamku lagi dengan perjanjian yang ada di pikiranmu itu hah?!”

”Tidak, justru ini akan sangat menguntungkan, bagi yang memenangkannya”

 

Kali ini so eun merasa bingung dengan ucapan kim bum. Kim bum pun tersenyum dan kini terlihat lebih serius.

 

”Dengarkan aku baik – baik nona so eun. Kalau aku berhasil membuat nilaimu jauh lebih tinggi di bandingkan sebelumnya, maka kau harus menuruti semua perkataanku, meskipun aku hanyalah asistenmu. Tapi kalau tidak, maka aku akan mengundurkan diri sebagai asistenmu. Bagaimana, menarik bukan???”

 

***

 

So eun kembali membulatkan matanya saat mendengarkan ucapan kim bum. Berbagai macam pikiran yang ada di benak so eun, apa yang harus ia katakan? Semakin benci saja, hanya itu di benak so eun.

 

”Kenapa diam saja? Bukankah itu cukup menarik untuk seorang gadis yang menyebalkan sepertimu?” heran kim bum.

”Ish, kau benar – benar menyulut api ya tuan kim” balas so eun dengan jutek.

”Jangan panggil aku tuan kim, panggil saja aku kim bum oppa, itu pun jika kau mau” kata kim bum iseng.

”Jangan memulai masalah lagi, selesaikan dulu masalah yang satu baru kau cari ribut lagi denganku!” omel so eun.

”Ya ya baiklah, sekarang bagaimana? Kau setuju, atau tidak?”

 

So eun terdiam mendengar pertanyaan kim bum. Sementara kim bum terlihat sangat penasaran dengan jawaban yang akan so eun berikan. Pasti dia tidak akan menolaknya, pikir kim bum.

 

”Oke, aku setuju. Kita lihat nanti siapa yang menang siapa yang kalah. Tapi ku sarankan kau untuk mempersiapkan diri keluar dari kehidupanku, Kim Sang Bum” ujar so eun dengan yakin. Kim bum pun bernafas lega.

”Bagus. Berarti perjanjian itu mulai berlaku saat ini juga. Sekarang, kau harus mengerjakan latihan bahasa perancis yang ku berikan. Ayo kerjakan”

”Haaaahhh…. Yaa baiklah! Akan ku kerjakan!”

 

Kim bum pun mengukir senyum di wajahnya melihat so eun yang kali ini terlihat mengalah terhadapnya. Namun meskipun so eun terlihat sedang mengerjakan latihannya, tapi dalam hatinya ia menolak. Ia benar – benar tidak ingin mengerjakan latihan yang kim bum berikan. Kim bum pun menyadari bahwa so eun terlihat kesal selama mengerjakan latihan itu. Tiba – tiba ponsel kim bum kembali berdering. Ia melihat ponselnya dan ternyata ia menerima pesan dari seseorang.

 

”Kau terus kerjakan latihannya, besok akan ku periksa. Aku harus pergi sekarang” kata kim bum. So eun pun tersenyum.

”Benarkah??? Ya sudah pergi saja, dan kalau bisa tidak usah kembali lagi!” kata so eun dengan bersemangat.

 

Tanpa menghiraukan ucapan so eun kim bum bergegas pergi dari rumah so eun menuju ke suatu tempat.

 

Next day~

 

So eun terlihat sedang berjalan menuju ke ruang tamu sambil memakan roti yang ada di tangannya. Ia duduk di sofa kemudian menyalakan televisinya. Tidak lama kemudian bel pintunya pun berbunyi. Dengan malas so eun membukakan pintunya.

 

”Ya siapa???… K-KAU?!”

”Selamat pagi So eun. Senang sekali bisa melihatmu kembali di pagi hari yang cerah ini. Apakah tidurmu nyenyak semalam???”

 

So eun menghentikan makannya saat melihat kim bum yang sudah berdiri di depan pintu dengan wajah nya yang ramah, namun tidak bagi so eun. So eun terlihat kaget, dan kim bum hanya tertawa kecil melihat raut wajah so eun yang terlihat aneh itu.

 

”Hei, kenapa kau diam saja? Tidak membiarkan aku masuk?” tanya kim bum yang membuyarkan lamunan so eun.

”M-Mwo??? Ya, memang tidak! Memangnya siapa yang ingin mengajakmu masuk? Sana pergi!” ujar so eun sambil menutup pintunya. Namun pintunya di tahan oleh kim bum.

”Eit tunggu dulu! Kalau kau mengusir ku pergi itu namanya kau tidak sopan. Bagaimana bisa seorang anak presiden mengusir tamu yang datang hah???” tanya kim bum dengan kesal.

”Dengar ya, aku tidak akan mengusir tamu yang datang apabila tamu yang datang itu bukanlah kau. Ingat, BUKAN KAU. Jadi jangan terlalu berharap agar kau bisa masuk dan mengganggu hidupku lagi. Mengerti???”

”Oh, jadi kau minta di laporkan pada ayahmu ya? Baiklah, akan ku telfon sekarang…”

 

Kim bum mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menekan tombol angka untuk menghubungi ayah so eun. So eun yang kaget langsung menghalangi kim bum agar tidak melaporkannya ke ayahnya.

 

”Jangan – jangan! Jangan hubungi ayahku!!!” kata so eun sambil berusaha untuk mengambil ponsel kim bum. Dengan cepat kim bum menghindar dari so eun.

”Kenapa? Apa tidak boleh kalau aku melaporkanmu pada ayahmu? Tuan presiden sendiri yang mengatakan padaku agar segera menghubunginya kalau kau mencari masalah” ujar kim bum.

”Ya tapi tidak begitu! Sudah sini berikan ponselnya sekarang!”

”Tidak”

”Kim bum!”

”Biarkan aku masuk dan kau akan selamat”

”Ya ya baiklah! Sana masuk!”

 

Dengan penuh senyuman kim bum masuk ke rumah so eun dan berjalan menuju ruang tamu. Sementara so eun mengikutinya dari belakang. Mereka berdua duduk bersama di sofa yang sama sambil menonton televisi. So eun yang duduk di sebelah kim bum kemudian memakan roti yang belum sempat ia habisi tadi.

 

”Pencurian bank kembali terjadi di Seoul. Sebuah bank besar yang terletak tepat di kawasan sentral ekonomi Seoul di curi oleh seseorang yang di kenal masyarakat bernama ‘Black Prince’. Menurut perkiraan polisi ia membawa uang sejumlah 100 juta won yang di ambil dari berangkas uang di dalam bank tersebut. Dan seperti biasanya, ‘Black Prince’ melakukan aksinya dengan meninggalkan jejak berupa sebuah topeng berwarna hitam yang ia letakkan tepat di dalam berangkas…”

 

“Wah, semalam ia mencuri lagi? Dia benar – benar mengagumkan…” puji so eun dengan matanya yang berbinar setelah melihat tayangan di televisi tadi.

”Mwo? Mengagumkan? Bagaimana bisa kau mengaguminya sedangkan ia merupakan tersangka dari banyaknya kasus pencurian???” tanya kim bum dengan nada yang aneh.

”Kenapa bisa? Tentu saja bisa! Apa kau tidak pernah membaca surat kabar yang beredar mengenai ’Black Prince’ itu???” balik tanya so eun. Kim bum hanya menggeleng pelan.

”Black Prince, orang – orang memberinya nama seperti itu karena ia terlihat sangat tampan dengan topeng hitam yang di kenakan di saat ia beraksi. Waktu itu ia pernah tertangkap kamera oleh seorang wartawan yang ada di tempat kejadian. Selain itu ia juga selalu mengenakan pakaian yang sama, tuxedo warna hitam. Makanya ia di sebut Black Prince. Pokoknya dia benar – benar tampan dan keren!!!” cerita so eun dengan panjang lebar. Senyum di wajahnya tidak pernah pudar selama ia berbicara tentang black prince itu.

 

Kim bum hanya terdiam mendengar celotehan dari so eun. Sepertinya ia benar – benar mengagumi black prince, benak kim bum. Tapi itu memang benar, so eun terus bercerita tentang sosok black prince seakan – akan dia tidak pernah kehabisan kata – kata untuk menggambarkannya.

 

”Hei, kau dengar aku tidak? Jangan bilang kalau kau tidak mendengar semua yang ku ceritakan tentang black prince tadi??? Iya kan???” ujar so eun yang ternyata sedari tadi curiga karena kim bum tidak memberikan komentar apapun. Kim bum pun kaget melihat so eun yang menatapnya dengan curiga.

”Apa? Celotehanmu tentang black prince itu? Tentu saja aku mendengarnya. Bagaimana bisa aku tidak mendengar suaramu yang nyaring itu, sungguh telingaku bosan sekali mendengar pujian – pujianmu untuknya” ujar kim bum.

“Alah bilang saja kalau kau iri padanya, iya kan? Huuu… Lagipula mana bisa pria seperti mu menjadi seorang black prince? Coba lihat, gaya pakaianmu saja tidak ada keren – kerennya sama sekali, jauh berbeda dengan black prince yang keren” ledek so eun.

“Terus saja menghinaku, aku tidak peduli” balas kim bum yang ternyata kesal dengan ledekkan so eun.

“Huuu dasar namja payah” ledek so eun lagi.

 

Akhirnya so eun berhenti meledek kim bum dan segera menghabiskan rotinya. Kim bum hanya menonton tv dan setelah itu melihat – lihat buku yang ada di ruang tamu itu. Setelah so eun selesai sarapan, ia mengambil tasnya dan berjalan menuju ke pintu untuk keluar. Kim bum yang menyadari kalau ia akan di tinggal so eun pun langsung bergegas mengikuti so eun dari belakang.

 

Backsound: CN Blue – Love Girl

 

”Mau apa kau?” tanya so eun yang pura – pura tidak mengerti apa maksud kim bum.

”Tentu saja mengantarmu ke kampus, apa ada hal lain?” balik tanya kim bum.

”Aku bisa pergi ke sana sendiri. Kita akan bersaing secara fair, ku jamin hal itu. Jadi kau tidak perlu mengikutiku” ujar so eun yang kini terlihat serius. Kali ini kim bum yang sepertinya ingin bertanya pada so eun.

”Tentu saja kita harus bersaing secara adil, tapi apa hubungannya dengan aku mengantarmu ke kampus? Profesiku adalah sebagai asisten pribadimu, jadi aku harus mengantarmu kemana pun kau pergi, mengetahui apa yang sedang kau lakukan, bahkan harus mengerti sifat dan perasaanmu setiap saat. Aku hanya berusaha untuk menjadi asisten yang baik” ujar kim bum dengan panjang lebar.

”Aisshh kau ini, aku sudah menggunakan kata – kata yang baik tapi dia malah seperti itu. Yaaa suka – suka dirimu lah tuan kim!”

 

So eun berjalan menuju mobil pribadinya, dan kim bum masih saja mengikuti seohyun dari belakang, bahkan sampai ke kampus. Mereka berdua terus berjalan melewati taman kampus menuju ke kelas so eun. Saat di taman tiba – tiba ada seseorang yang berlari ke arah so eun secara membabi – buta tanpa menyadari bahwa ada so eun di depannya. So eun yang dari tadi berjalan sambil mendengarkan musik dari ponselnya juga tidak sadar kalau ada orang yang akan berlari ke arahnya. Kim bum yang berjalan di belakang so eun melihat orang itu semakin dekat. Dan dengan cepat kim bum menarik so eun ke dalam pelukannya hingga tas so eun terjatuh. Mata so eun membulat secara sempurna menatap kedua mata kim bum yang di tutupi dengan kaca mata beningnya. Kaget, dan tidak tau harus bicara apa, pikir so eun.

 

”Kau… Baik – baik saja kan?” tanya kim bum dengan wajahnya yang begitu ramah *author mimisan ngebayanginnya*. So eun masih saja menatap kim bum dengan tatapan kosong, atau mungkin tatapan terpesona?

”Jangan bilang kalau saat ini kau sedang terpesona padaku, nona so eun?” tanya kim bum lagi dengan smirknya *wwhooooooaaaa*.

 

So eun buru – buru tersadar dari lamunannya menatap wajah kim bum secara intens. Dia langsung melepas pelukan kim bum dan merapihkan rambutnya yang berantakan karena di tarik oleh kim bum secara tiba – tiba. Lalu ia juga mengambil tasnya yang terjatuh di jalan.

 

”M-mwo? Apa yang kau katakan tadi??? Kau bermimpi tuan” jawab so eun dengan nada bicara yang gugup.

”Jinjayo? Padahal kalau dari tatapan matamu padaku, terlihat jelas kalau kau sedang terpesona padaku tadi. Apa aku terlihat tampan?” ujar kim bum dengan narsis.

”Aigooo terserah kau sajalah” kata so eun yang kemudian kembali berjalan menuju ruang kelasnya. Kim bum hanya terkekeh melihat so eun yang kehabisan kata – kata itu.

 

Akhirnya kim bum kembali ke mobilnya dan pergi dari kampus, sementara so eun kembali di sambut oleh sahabat – sahabatnya yang terlihat sedang murung. Chae woo terdiam, so min menopang dagunya dengan raut wajah yang ’dingin’, dan min young yang menundukkan kepalanya di atas meja.

 

Backsound: A Pink – My My

 

”Tumben sekali, biasanya aku datang kalian sedang tertawa tidak jelas. Ada apa ini?” gumam so eun. Tidak ada reaksi sama sekali dari mereka, tetap pada posisi yang sama. Ide jahil pun muncul di otak so eun, ia berjalan pelan menuju ke depan meja mereka, dan langsung menggebrak meja itu dengan sangat keras. Mata chae woo dan juga min young langsung terlihat dengan jelas karena mereka terlihat sangat kaget sekali. Sementara so min terlihat tenang sekali, seakan – akan tidak terjadi apa – apa. Ia hanya menatap so eun dengan heran.

”Yaaa so eun – ah! Kenapa kau menggebrak mejanya seperti itu hah?!” kata chae woo dengan lantang. So eun hanya tertawa melihat ekspresi mereka yang jauh berbeda dengan sebelum so eun menggebrak mejanya.

”Ini tidak lucu tau! Bagaimana kalau min ho oppa melihat ekspresiku saat kaget tadi? Dia pasti akan mentertawaiku!!!” sambung min young.

”Terima kasih sudah menyadariku dari lamunanku, so eun – ah” kata so min tenang.

 

Kali ini so eun yang terlihat kaget, dan tentu saja di ikuti oleh chae woo dan juga min young. So min kembali melihat mereka dengan tatapan aneh.

 

”Kenapa? Aku tidak melakukan apapun” ujar so min heran. Namun mereka bertiga masih saja menatap so min.

”Astaga, kenapa dia berbicara dengan begitu tenangnya di saat kita begitu kaget” gumam chae woo dengan wajah yang tetap menghadap so min.

”Pantas saja hyun joong menyebutnya ’unique girl’, dia tetap terlihat seperti es yang tidak akan mencair meskipun ada begitu banyak api di sekelilingnya” gumam min young juga sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.

”Apa ini yang membuat hyun joong sangat tertarik dengannya? Ckckck” decit so eun (?)

 

Tidak lama kemudian 3 orang pria berjalan mendatangi meja mereka berempat. Ya, siapa lagi kalau bukan il woo, hyun joong, dan juga min ho?

 

”Wowowow, ada apa ini? Apa kalian sedang membuat kontes muka aneh?? Apa aku boleh ikut???” tanya min ho dengan begitu bersemangat. Chae woo, min young, dan so eun kembali berdiri dan menghela nafas mereka.

”Waeyo?? Memang pertanyaanku salah ya min young???” tanya min ho dengan wajah belas kasihannya pada min young. Min young mengangguk dengan cepat.

”Ya, sangat – sangat salah! Bagaimana mungkin kami melakukan kontes semacam itu???” kata min young kesal.

”Aish min ho ini otaknya tidak pernah berjalan lurus, harusnya kau mengerti hal itu min young” ledek il woo pada pasangan ini. Semuanya pun tertawa kecuali dengan gadis aneh, so min.

 

Hyun joong yang sedari tadi berdiri di samping il woo berpindah posisi menjadi di samping so min. Ia memperhatikan kalau sejak tadi so min tidak mengeluarkan eskpresi yang lain selain ekspresi anehnya.

 

What’s up with my unique girl? Are you ok?” tanya hyun joong dengan tatapan perhatian pada so min. So min pun mengangguk pelan.

I’m fine, I just thinking about something that make my brain was confused” jawab so min dengan pengucapan bahasa inggris yang jauh lebih baik di bandingkan hyun joong *maaf – maaf*.

Can you tell me what are you thinking about? Maybe I can help you?” kata hyun joong lagi. So min mengeluarkan sebuah majalah dari dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja. So eun begitu kaget melihat sampul majalah itu.

”Whoa, ini kan black prince! Astaga bagaimana bisa kau mendapatkan majalah ini so min???” kata so eun sambil menatap cover majalah itu dengan berbinar – binar.

”Itu hanyalah cover majalah so eun, itu bukan black prince asli. Bagaimana bisa kau begitu senang hanya karena melihat gambarnya saja?” tanya chae woo yang begitu aneh. Mereka semua tau kalau so eun memang sangat fanatik dengan seseorang yang di juluki ’black prince’ itu, namun chae woo masih tetap saja heran karena so eun tidak dapat melepaskan matanya dari gambar itu.

”Mau gambar di majalah, mau gambar di koran, ataupun gambar di iklan pertokoan, aku tidak bisa melewatkannya begitu saja chae woo! Dia begitu tampan, tidak lihatkah kau?” kata so eun yang balik bertanya.

”Setampan apapun black prince dia masih kalah tampan denganku. Iya kan chae woo?” ujar il woo dengan pedenya. Chae woo hanya membuang muka saja mendengar ucapan il woo itu.

 

So eun masih saja menatap cover majalah dengan begitu bahagia. Karena merasa kesal akhirnya hyun joong merebut majalah itu dari tangan so eun dengan cepat. Bisa di tebak bagaimana reaksi so eun saat itu, ia merasa kesal dengan hyun joong. Pipi nya yang chubby ia gembungkan agar hyun joong tau kalau so eun sedang marah padanya. Min ho dan min young malah tertawa melihat wajah so eun yang seperti ikan buntal itu (?) *plakk*

 

”Sekarang coba kita lihat main headline nya. ‘Black prince kembali meninggalkan topeng hitamnya dengan sejuta pesona di hadapan wanita’. Sepertinya tidak ada yang aneh dengan berita ini. Lalu apa yang kau permasalahkan so min?” tanya hyun joong seperti detektif.

”Mata, dan topeng hitamnya. Itu membuatku takut” jawab so min dengan singkat.

”Mwo? Kau takut dengan mata dan topeng black prince? Justru aku ingin tertawa setiap melihatnya” sindir min ho dengan santai. Padahal min ho belum pernah melihat langsung black prince tersebut.

”Bagaimana mungkin kau takut padanya so min? Dia begitu tampan –meskipun ia adalah seorang pencuri- tapi dia begitu mempesona! Kemampuannya dalam melakukan aksi pencurian itu benar – benar seperti tokoh – tokoh di film, tidak meninggalkan jejak sama sekali. Dia hanya meninggalkan topeng hitamnya sebagai pesan agar kepolisian tidak menangkap tersangka yang salah. Tidak bisakah kau menyadari itu???” ucap so eun yang membela black prince kesayangannya itu.

“Bukan itu yang ku maksud so eun” kata so min.

”Lalu???”

”Mata dan topengnya itu membuatku takut, tapi bukan takut seperti itu yang ku maksud”

”Lalu apa? Katakan dengan jelas”

”Aku takut… Aku takut akan dirimu so eun. Entah kenapa saat aku melihat majalah ini yang terbayang di pikiranku adalah dirimu”

 

Semuanya terdiam mendengar penjelasan so min yang mungkin terdengar aneh. So eun saja tidak mengerti apa maksud dari so min itu.

 

”Ah, mungkin karena kau tau kalau aku adalah fans berat dari black prince, jadi saat kau melihatnya kau pasti teringat akan diriku. Bukan begitu?” dalih so eun. So min pun menggelengkan kepalanya.

”Lalu apa?” sambung so eun.

”Bukan hanya dirimu saja yang ada di dalam pikiranku saat melihatnya. Asisten barumu bernama Kim Bum itu, dia juga ada dalam pikiranku. Perasaanku mendadak jadi tidak enak, karena itu dari rumah sampai kau menggebrak meja ini pun aku terus memikirkannya. Apa, ini terdengar sangat aneh?” jelas so min. Semuanya kembali terdiam membeku.

”Asisten baru? Kim Bum?? Sepertinya aku baru mendengar namanya sekarang” ujar il woo memberanikan diri berbicara di sela – sela pembicaraan so eun dan juga so min. Min ho memberikan reaksi yang sama seperti il woo.

”Hmmm, aku juga”

Unique girl, bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu agar jangan pernah berpikiran seperti itu lagi? Kau tidak ingat firasat burukmu padaku saat aku bertanding akting dengan min ho benar – benar menjadi nyata? Aku mengerti kalau ini tidak masuk akal, ini tidak di sengaja. Namun kau harus berpikir secara rasional sekarang hingga kedepannya” ujar hyun joong layaknya seorang pria *asiikk*. So min hanya tertunduk lemah mendengar ucapan sang kekasih itu.

”Ya ampun, kecelakaan saat kita battle act itu kan karena faktor tempat. Kenapa kau sangkut pautkan dengan pikiran so min?” kata min ho lagi. Min young langsung menjitak kepala min ho hingga ia meringis kesakitan.

”Jangan mengubah keadaan menjadi arena perang dunia ke III, arraseoyo???” ancam min young. Min ho pun pasrah dan mengangguk pelan sambil memegangi kepalanya yang sakit.

 

So min hanya menghela nafas, sementara so eun masih terlihat khawatir dan curiga dengan perkataan so min tadi. Kim Sang Bum, bagaimana bisa so min mengaitkannya dengan black prince dan dirinya sendiri, pikir so eun.

 

”So eun – ah, jangan kau pikirkan ucapanku tadi ya? Anggap saja itu sebuah gurauan. Aku saja bingung bagaimana bisa aku mengatakannya langsung padamu, seharusnya aku bercerita dulu pada hyun joong. Mianhaeyo” kata so min dengan senyumnya yang terlihat menawan.

”Ne, gwenchana. Aku tau kalau kau memang suka bergurau, dan aku yakin hyun joong berbicara seperti itu karena ia benar – benar sangat mengerti dirimu. Bukankah begitu hyun joong?” balas so eun tersenyum yang kemudian melirik hyun joong. Ia hanya tertawa kecil.

”Ya sudah tidak perlu di bahas lagi. Aku bingung gambar black prince saja berhasil membuat kita bingung. Hei min ho, hyun joong, ayo kita ke kelas sekarang. Aku tidak mau kita di hukum lagi karena terlambat masuk kelas” ajak il woo pada kawan – kawannya itu.

 

Il woo, min ho, dan juga hyun joong akhirnya meninggalkan 4 wanita itu di sana dan berjalan menuju ke kelas mereka. Chae woo pun juga memutuskan agar mengajak mereka ke kelas.

 

***

 

”Presiden, tuan Kim Bum meminta untuk bertemu dengan anda” ujar sekretaris ayah so eun itu.

”Baiklah, suruh dia masuk” balas ayah so eun.

 

Sekretaris itu membungkuk sebagai tanda bahwa ia mengerti apa yang di maksud oleh presiden. Ia kembali keluar dan mengantarkan kim bum masuk ke dalam ruangan ayah so eun tersebut. Presiden menyambutnya dengan begitu ramah dan mereka saling berjabat tangan. Kemudian ia mempersilahkan kim bum untuk duduk di sofa yang tersedia.

 

”Ada apa kau datang ke sini kim bum? Apa so eun membuat masalah?” tanya ayah so eun. Ia terlihat seperti bukan seorang presiden kali ini, ia terlihat seperti seorang ayah yang sangat berwibawa.

”Ah, tentu saja tidak tuan presiden. So eun –maksudku nona so eun- dia tidak melakukan kesalahan apapun. Ia memang seorang gadis yang baik, sama seperti anda tuan” kata kim bum dengan senyuman kecil. Padahal perlakuan yang di terimanya begitu berbeda dengan ucapan yang ia katakan pada ayah so eun.

”Benarkah? Kau tau, aku saja sebagai ayahnya harus bekerja keras agar so eun benar – benar menjadi wanita dewasa, mulai dari sifat dan sikapnya. Jabatanku sebagai presiden membuatku sulit mencari waktu luang dengannya. Terlebih lagi ibu so eun sudah meninggal, otomatis aku menjadi seorang ayah dan juga ibu baginya” ujar ayah so eun dengan nada bicara yang pelan. Kim bum hanya menatap atasannya itu seakan – akan ia tidak mengerti.

”Maaf, kalau boleh tau, sejak kapan ibu so eun meninggal tuan?” tanya kim bum dengan sopan sambil membetulkan posisi kaca matanya.

”Ibunya meninggal saat mengetahui kalau kakak tiri dari so eun meninggal karena bunuh diri. Ibunya memiliki penyakit jantung, dan langsung meninggal saat menerima kabar dari pihak kepolisian. Saat itu so eun berumur 18 tahun, ia juga cukup dekat dengan kakak tirinya. Karena itu ia agak berubah, sikapnya jadi sulit di atur dan juga sulit di mengerti. Dia selalu menolak untuk di berikan asisten, padahal niatku hanya untuk menjaganya, karena aku tidak bisa selalu memantau kegiatannya. Sebagai seorang ayah aku takut kalau aku kehilangan anakku, terlebih lagi apabila dia meninggalkanku dengan alasan yang sama seperti kakak tirinya meninggalkan keluarga kami” ujar sang ayah dengan panjang lebar.

 

Raut wajah ayah so eun terlihat begitu sendu. Kewibawaannya lenyap menghilang di saat ia kembali mengingat masa – masa sulit yang ia alami bersama keluarganya. Kim bum seperti merasakan kondisi ayah so eun itu. Masa – masa sulit, tentu saja setiap orang pernah mengalaminya. Hanya saja, rasa iba itu pun menghilang tatkala pandangan kim bum mendapati sebuah frame foto keluarga so eun. Sebuah foto keluarga yang begitu lengkap. Ayah dan ibu so eun, so eun sendiri, dan juga seorang wanita selain so eun yang begitu ia kenal, Lee Min Jung.

 

Ponsel ayah so eun tiba – tiba berdering. Ayah so eun mengeluarkan ponselnya dan mengangkat telfon yang masuk sembari berjalan menuju ke ruang lain yang masih berada di ruangan utama. Kim bum langsung memanfaatkan hal itu dengan berjalan ke arah lemari tempat frame foto itu berada. Di ambilnya frame foto itu, dan ia mulai menyentuh wajah orang – orang di dalam foto tersebut.

 

-Kim Bum POV-

 

Terlihat jelas kalau foto ini merupakan foto lama, ketika keluarga ini masih utuh. Wajah so eun pun terlihat begitu berbeda, masih begitu polos dan terlihat sangat baik. Kemudian ku alihkan tatapanku ke wajah seorang wanita yang berdiri tepat di samping seohyun. Lee Min Jung, wanita yang seharusnya menemaniku seumur hidup. Dia begitu cantik dan anggun, di tambah lagi dengan postur badannya yang tinggi. Yang membuatku jatuh cinta padanya adalah kesetiaannya padaku. Aku bukanlah berasal dari keluarga yang kaya, tapi dia tidak pernah memperdulikannya. Ia memandangku bukan dari harta ataupun jabatan, ia benar – benar memandangku apa adanya.

 

Dia menyerahkan seluruh hidupnya bersamaku, sampai akhirnya ayah tiri min jung yang juga ayah kandung so eun mengetahuinya. Aku bahkan menjadi saksi mengapa ia bunuh diri, karena ia sudah tidak dapat bertahan lagi denganku. Rasanya muak sekali, benar – benar muak sampai aku begitu dendam pada keluarga tempat aku bekerja ini.

 

”Min jung, kau tau betapa buruknya aku saat kau meninggalkanku hingga ku putuskan untuk membalas semua yang kau terima pada ayah tirimu itu? Semua yang kita lakukan selama ini masih melekat di pikiranku, namun hal itu tertutupi dengan kebencian yang kurasakan pada keluarga tirimu. Terlebih lagi mereka juga menyingkirkan seluruh keluargaku” gumamku dengan begitu emosional.

”Cinta… Tidak ada lagi kata cinta dalam hidupku. Tidak ada lagi perasaan dalam diriku, yang dapat menghalangiku untuk menghancurkan keluarga tirimu, sama seperti mereka menghancurkan kita min jung…” sambungku lagi.

”Aku berjanji, dan aku bersumpah pada diriku bahwa aku akan menghancurkan semua yang mereka miliki, termasuk perasaan mereka sendiri. Akan ku beri pelajaran pada mereka yang juga telah menyakiti keluargaku, dan akan ku beri tau pada mereka, betapa sakitnya perasaan kita ketika mereka melarang hubungan kita berdua. Aku berjanji…”

 

Apa yang ku katakan itu benar – benar dari dalam hatiku. Tidak ada lagi air mata untuk menggambarkan semuanya. Semuanya begitu jelas dengan peristiwa min jung yang bunuh diri, tidak ada lagi yang dapat ku katakan.

 

Ku kepalkan tanganku untuk mengontrol emosiku sendiri. Tenang kim bum, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk melakukannya. Tapi ku pastikan keluarga ini tidak akan bertahan lama.

 

-Author POV-

 

Ayah so eun menutup telfonnya dan bergegas kembali ke ruang utama. Di dapatinya kim bum yang sedang melihat frame foto keluarganya dengan tatapan yang berbeda.

 

”Mereka, begitu cantik bukan?”

”Ah tuan presiden, anda mengagetkan saya”

 

Kim bum yang baru menyadari keberadaan ayah so eun yang tepat di sampingnya itu pun meletakkan frame foto itu. Seulas senyum di wajah ayah so eun tidak pudar, karena ia tidak marah dengan apa yang di lakukan kim bum. Justru ia malah senang karena ia dapat mengetahui bahwa kim bum sangat memperhatikan keluarganya.

 

”Foto ini di ambil saat keluargaku masih utuh, masih begitu lengkap dengan kebahagiaan yang kami rasakan. Ini adalah ibu so eun, sedangkan gadis yang ada di sebelah so eun itu kakak tiri so eun yang bernama Lee Min Jung” cerita ayah so eun sambil menunjukkan wajah – wajah mereka di foto itu.

”Kakak tiri so eun?” tanya kim bum dengan pura – pura tidak mengerti.

”Ya, dia adalah anak dari istriku. Istriku adalah seorang janda beranak satu, dan anak itu adalah min jung. Aku menikahinya di saat min jung baru berumur 4 tahun, karena ayah kandungnya meninggal saat perang dengan korea utara”

”Tapi, aku tidak pernah melihatnya. Apa dia tinggal di luar kota?”

“Gadis ini… Dia meninggal karena bunuh diri. Suatu saat nanti akan ku ceritakan semuanya padamu”

 

Kim bum hanya diam mendengar ucapan ayah so eun, seakan – akan kim bum tidak tau apa yang terjadi pada keluarganya. Kendati ayah so eun begitu sedih saat menceritakan semuanya, namun itu tidak dapat merubah pendirian kim bum.

 

”Ah, saya jadi lupa tujuan saya datang ke sini. Apa tuan masih ada waktu?” tanya kim bum yang baru mengingatnya.

”Tentu saja, memangnya apa yang kau inginkan?” balas ayah so eun.

”Besok akan ada festival di daerah Jeonju. Memang bukan festival yang sangat besar, tapi festival tersebut begitu ramai di datangi oleh warga sekitar untuk menghabiskan waktu mereka di akhir minggu”

”Lalu?”

”Saya ingin mengajak so eun untuk pergi ke festival itu tuan. Karena festival tersebut di mulai di malam hari, kemungkinan besar kami akan menginap 2 hari 1 malam di sana. Saya tidak berniat buruk padanya, saya hanya ingin dengan datang ke festival itu hubungan saya dengan so eun bisa menjadi lebih dekat. Karena itu, saya datang ke sini untuk meminta izin pada anda tuan”

 

Ayah so eun pun berdiam sejenak. Mengingat ia sudah kehilangan min jung, ia belum pernah mengizinkan so eun pergi jauh dari rumah, apalagi harus menginap. Dan juga kim bum yang belum genap seminggu mengenal so eun, apa mungkin ia berhasil menaklukan sifat so eun yang jauh berbeda dengan saat itu?

 

”Baiklah, tentu saja kalian boleh pergi. Hanya ke Jeonju kan?”

 

 

To Be Continued…

 

Yooo part 2 nya selesai. Saya seperti orang yang kena ’skak mat’ waktu ngerjain part 2 ini lho, inspirasi nya mendadak ngadet. Hohoho…

Tunggu part 3 nya yaa, kalau saya ga sibuk sama tugas sekolah saya usahain cepet deh. Kekeke~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , , , ,

41 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 2

  1. devi Agustus 31, 2012 pukul 11:04 am Reply

    AkhiR’a part 2 dah d post,,,,,,,,

    PNsaRaN Nich black. PRiNce spa,smpai2 euNNie So euN kgum ma dya,,,,jNgaN2 black pRiNce’a bumppa????

    LNjut thoR paRt 3’a jNgaN lma2 y Ngepost’a,,,,,,
    SmNgaaaaaat,,,,,,,,🙂

    • koreanfanfictland Agustus 31, 2012 pukul 11:23 am Reply

      Siapa yaa??? Saya juga ga tau #plakk
      Makasih lho udah setia nungguin ff ga danta saya, hohoho~!

      -Chandra Syifa W-

  2. SaRy Aj0w Agustus 31, 2012 pukul 11:20 am Reply

    Nex nex nex..
    Kuwereend..
    Apdet yaw..

    • koreanfanfictland Agustus 31, 2012 pukul 11:23 am Reply

      Wokkeyy^^
      Di tungguu ajjaa yaacchh~

      -Chandra Syifa W-

  3. pipip Agustus 31, 2012 pukul 1:18 pm Reply

    Nmbah seru ceritnya, pnsarn knp minjung bsa bnuh dri -.-
    Dtnggu next part nya ya jgn lma2 nti bkin gk bsa tdur oke

    • koreanfanfictland September 1, 2012 pukul 2:32 am Reply

      *LOL* Masa saking penasarannya sama ff jadi gak bisa tidur? Hahaha xD
      Belum di jelasin ya??? Tunggu aja deh, nanti juga keliatan kok.
      Ga janji ya bisa cepet, soalnya lagi banyak tugas. Paling seminggu setelah part 2 ini di post ._.
      Thanks yaa

      -Chandra Syifa W-

  4. heldajungsoo Agustus 31, 2012 pukul 1:33 pm Reply

    Hohoho, sso terpesona ya am bum, ayo ngaku,?? wah makin penasran knpa kaka tiri sso bunuh diri, trus hbungan bum dan kaka bum apa? #mikirkeras, cpat dilanjt

    • koreanfanfictland September 1, 2012 pukul 2:33 am Reply

      Jangan terlalu di paksa untuk berpikir, nanti malah kelupaan baca lanjutannya lagi, hohoho~
      Makasih yaa🙂

      -Chandra Syifa W-

  5. Alfira September 1, 2012 pukul 8:56 am Reply

    bumppa itu black prince nya ya thor?
    aku rsa iya deh

    omooo.. ad ap sih sbnrnya?? knp bumppa bsa segitu dendamnya sma kluarga so eun eonnie??

    aahh.. penasaraaann.. suka suka suka
    br x ini aku bca ff bumsso yg ceritanya gni
    pkknya daebak

    next part jgn lama2 ya chingu ^^

    • koreanfanfictland September 1, 2012 pukul 10:00 am Reply

      Siapa ya? Ah nanti juga tau, xoxoxo~
      Really? Ini alur ceritanya biasa aja kok, masih banyak kekurangan. Butuh saran juga makanya🙂
      Ok, thx yaa

      -Chandra Syifa W-

  6. dyyyy September 1, 2012 pukul 12:02 pm Reply

    black prince adalah kimbumkan?

    • koreanfanfictland September 3, 2012 pukul 9:00 am Reply

      kim bum bukan yaa?? Kepo deh, ahaha xP

      -Chandra Syifa W-

  7. sugarsoya September 3, 2012 pukul 3:36 am Reply

    Keren banget ceritanya,
    Ohhh jadi mantan pacar kim bum itu min jung??
    Apa bener ya appanya soeun sekejam itu??
    Kasian soeun jadi alat buat bales dendam,
    Penasaran ama kelanjutannya, ditunggu next part nya ya…

    • koreanfanfictland September 3, 2012 pukul 9:01 am Reply

      Eh? Baru juga part 2, belum sepenuhnya nongol lho. Hehehe…
      Ok, di tunggu aja yooo~ ^^

      -Chandra Syifa W-

  8. Chachicha September 7, 2012 pukul 11:42 am Reply

    Makin seru nich. .

    Spa ya ‘black prince’ jngan2 bum oppa ?
    Apa hubungan bum oppa sma kakak tiri ny so unnie. .?
    Penasaran. .penasaran. .

  9. Justgalon September 9, 2012 pukul 6:36 pm Reply

    heh tambah seru thor..black princenya itu kim bum yaa thor kayaknya kekekek..
    aku lanjut baca part 3 yaa thor😀

  10. bumssoelfsuperjunior September 10, 2012 pukul 2:06 pm Reply

    Lanjut baca. Daebak

  11. zhuriya September 11, 2012 pukul 5:40 am Reply

    gadis yg d cinta’n kim bun trnyata kk tiri so eun…kira” pha ya yg d rencana’in kim bum ngajak s0 eun ke festival emh jd penasaran….
    Maaf ya aq g comen part 1’ny…

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:06 am Reply

      Iya, ga apa2. Makasih ya udah visit dan baca =)

      -Chandra Syifa W-

  12. anizza September 11, 2012 pukul 3:18 pm Reply

    Black prince kerennnn heheeee lanjuttt

  13. cucancie September 11, 2012 pukul 3:42 pm Reply

    Oo…kim bum tu mantannya kakak tiri so eun,hmm..makin seru nih ceritanya…

    • koreanfanfictland September 12, 2012 pukul 8:06 am Reply

      Alhamdulillah deh kalo makin seru =)

      -Chandra Syifa W-

  14. Winzzlee September 15, 2012 pukul 7:48 am Reply

    Wahh… Insting so min tajam banget langsung bisa ngerasain akan ada hal buruk bg so eun, kim bum udah mo mulai pembalasan tu

    • koreanfanfictland September 15, 2012 pukul 9:11 am Reply

      Iya dong, kan harus ada tokoh uniknya. Hahaha~

      -Chandra Syifa W-

  15. Nia lestari lufibumhekidory Oktober 6, 2012 pukul 4:20 am Reply

    Lanjut lg ke part 3.

  16. SintiaBumsso Oktober 24, 2012 pukul 11:15 am Reply

    Hmm bum balas dendam karena Min Jung yaa? Hmm So min hebatt punya indra ke6 *?* hehe😀 iyaa Sso hati-hati sama Bum jangan deket2 ntar bisa jatuh cinta *?* hehe😀

  17. anastasia erna November 2, 2012 pukul 9:13 am Reply

    jadi krna min jung..kim bum dendam…
    aduh mana so eun diajak nginap lagi…
    moga ga terjadi apa-apa…

  18. saputry November 15, 2012 pukul 1:07 am Reply

    Author mian langsung comen part 2 .,
    Author daebakk.,
    Semakin pensaran black prince siapa ??kimbum at orng lain ??
    Pensaran …
    Trus alasan min jung bunuh diri apa ??
    Slaen tuch apakh kimbum bakal jdiin soeun alat bantu buat ngehancurin keluarga soeun ??
    Authorrr pensrannn..
    Ditunggu part selanjutnya
    Fighting author

  19. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 10:39 am Reply

    aduh black prince idola.y sso🙂
    disini bum mntn ma min jung yah??
    da alsn utmnya jdi asisten sso itu untk bls dendam? tpi apa tujuan bum ngajak sso???? next next😉

  20. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 3:40 am Reply

    Makinnn seruuuuuu…..
    Lanjutttt bacaaaaa part berikuttt ηγά̲̣̥….. Whuzzzzzz

  21. aulia safira Mei 10, 2013 pukul 8:45 am Reply

    comentarnya……..
    lanjut thor😀

  22. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 4:23 am Reply

    Jiahhhh FF n bkinnnn tkutt eon..
    Dngan ap yg akn kimbum lkukan..
    Smgaa gakk mnhgcurkannn drinya..aplgii eooni so eun..
    Pnsaran sma crta kluargaa so eun..*?*

  23. Algheesa Hebadigri Februari 14, 2014 pukul 3:27 am Reply

    thor maaf ya sblmx dr awal q bca ff ini ada rasa janggal sm kata2 tuan, knp gak Pak Presiden aja, kan ia seorang presiden and Kimbum asistenx,, kalau tuan serasa mengrah ke pekerja agak bwhan hehehhehe
    Tp ceritanya OK, dehhh manteep,,,
    Terus berkarya yaaa, sorry q reader plus pengComment abal2 jd mohon dmklumi hehehehhe

    CAYYOooooo🙂

  24. lilis suryani Juli 3, 2014 pukul 2:21 pm Reply

    knp oppa jahat, tp aq yakin kok pasti dia bakalan jatuh hati dngn eonni so eun yg cantik..
    gitu donk thor sesekali ff yg ada actionnya

  25. Dianabumsso Juli 10, 2014 pukul 8:12 am Reply

    Cerita nya seru,,, bikin penasaran,,, next thor,,,,🙂

  26. ainami Agustus 20, 2014 pukul 6:26 am Reply

    dendam bum membara bgt, atut…..
    jd min jung itu kekasih bum tp hubungan mereka ga direstui, tp appa sso emang ga tau kalo bum itu kekasih anak tirinya?

    black prince bukan pencuri biasa ya, gak cuman merampok uang di bank tp juga udh mencuri hati sso wkwkwkk
    apakah black prince itu bum?

    kok bisa ya sso ngefans ma black prince, secara black prince itu pencuri… apa cuma krn gayanya yg keren ..?

    drpd penasaran lgsg aja ah cuss ke part berikutnya :v

  27. laila_annisa Januari 4, 2015 pukul 8:36 am Reply

    Jangan sampe somin bisa ngeramal kali??? Hahahah =)) *abaikan :D*
    Sso begitu mengagumi black prince! Jgn blng kalo bumppa yg jadi black princenya ???

    MWO??? Bumppa ternyata pernah pacaran sama kaka tirinya sso?? Tapi hubungannya di tentang! Emang mesti di tentang kan bumppa soulmatenya itu sso😀😉🙂 =)) hahaha😀

    Terus berkarya😉

  28. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 5:37 am Reply

    So min kyanya milik indra ke enam ya…
    And bnatkah bumppa black prince?
    Smkin seru aj ceritanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: