(FF) Black Prince – Part 3


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 3

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

Masih ada yang penasaran dengan arti dari black prince itu?

Semuanya akan jelas di part 3 ini, hohoho ^_^

Cekidot aja yaaa

 

Review of Part 2

 

            ”Ah, saya jadi lupa tujuan saya datang ke sini. Apa tuan masih ada waktu?” tanya kim bum yang baru mengingatnya.

”Tentu saja, memangnya apa yang kau inginkan?” balas ayah so eun.

”Besok akan ada festival di daerah Jeonju. Memang bukan festival yang sangat besar, tapi festival tersebut begitu ramai di datangi oleh warga sekitar untuk menghabiskan waktu mereka di akhir minggu”

”Lalu?”

”Saya ingin mengajak so eun untuk pergi ke festival itu tuan. Karena festival tersebut di mulai di malam hari, kemungkinan besar kami akan menginap 2 hari 1 malam di sana. Saya tidak berniat buruk padanya, saya hanya ingin dengan datang ke festival itu hubungan saya dengan so eun bisa menjadi lebih dekat. Karena itu, saya datang ke sini untuk meminta izin pada anda tuan”

 

Ayah so eun pun berdiam sejenak. Mengingat ia sudah kehilangan min jung, ia belum pernah mengizinkan so eun pergi jauh dari rumah, apalagi harus menginap. Dan juga kim bum yang belum genap seminggu mengenal so eun, apa mungkin ia berhasil menaklukan sifat so eun yang jauh berbeda dengan saat itu?

 

”Baiklah, tentu saja kalian boleh pergi. Hanya ke Jeonju kan?”

 

***

            Seulas senyum yang terlihat murni pun tergambar di wajah kim bum. Dengan cepat kim bum mengangguk.

 

”Ya, kami hanya akan pergi ke Jeonju. Setelah kami menginap kami akan langsung pulang. Tuan tidak perlu khawatir” ucap kim bum menjanjikan.

”Bisakah ku percayakan so eun ku padamu?” tanya presiden lagi.

”Tentu saja tuan” balas kim bum yakin.

”Hah, sudah lama sekali. Terakhir kali aku berlibur bersamanya setengah tahun yang lalu, saat itu kami ke pulau jeju, dan itupun hanya sehari. Buat dia bersenang – senang, tapi jangan pernah kau membiarkannya sendirian”

”Ya tuan, saya mengerti”

 

***

            Jam kuliah akhirnya berakhir untuk minggu ini. Karena merupakan jam terakhir, kuliah hari ini selesai jam 7 malam. Wajah mahasiswa – mahasiswi itu terlihat senang sekali, beberapa di antara mereka pun merencanakan perjalanan di akhir minggu ini.

 

”Aisshh aku sangat iri dengan mereka yang akan berlibur besok. Mereka akan menghabiskan waktu bersama dengan orang – orang yang mereka cintai, sedangkan aku? Di ajak jalan oleh min ho saja tidak. Hufftt…” ujar min young sambil menghela nafasnya. Chae woo hanya menepuk – nepuk bahu min young.

”Ckckck… Betapa tidak romantisnya min ho mu itu min young, untung saja aku di ajak bermain ke mall Lotte World besok oleh il woo” kata chae woo yang sebenarnya berusaha untuk menghibur min young.

”Bagaimana dengan kau so min? Kau di ajak berlibur ke mana?” tanya so eun.

”Entahlah. Biasanya kalau akhir minggu hyun joong mengajakku untuk berjalan – jalan di pusat pertokoan. Waeyo?” jawab so min santai.

”Anio, aku hanya bertanya saja. Min young, sepertinya kita punya nasib yang sama ya?” kata so eun yang kini ikut – ikutan galau (?) bersama min young.

”Mmm, nasib kita malang sekali ya so eun. Huhuhu~” balas min young lagi dengan nada bicara seperti di sedih – sedihkan *author bingung jelasinnya gimana*

”Gadis – gadis cantik seperti kalian tidak sepantasnya galau, bagaimana kalau besok kita jalan – jalan ke toko es krim langganan so eun hmm???”

 

So eun dan min young membelalakkan matanya ketika ada tangan yang merangkul pundak mereka berdua. Mereka melihat ke sisi nya, dan so eun hanya bisa diam. Sementara min young protes seperti biasanya.

 

”Yaaa min ho-ssi! Jangan merangkulku dan so eun seperti itu! Tanganmu itu berat tau!” kata min young dengan emosi yang meluap – luap *apa coba*.

”Ya ampun tidak di mana – mana kau selalu saja galak. Sepertinya aku harus berpikir ulang kalau aku menikahimu” balas min ho.

”Mwo? Maksudmu apa? Kau meragukan kemampuanku hah???” balas min young lagi.

”Coba kau pikirkan. Kalau kau marah – marah seperti ini pada anak – anak kita nanti, ku jamin mereka memilih untuk kabur dari rumah karena terlalu takut padamu”

 

PLETAKKK!!!

Sebuah jitakan yang cukup keras berhasil mendarat dengan mulus di kepala min ho. Padahal bekas pukulan min young saat pagi tadi belum juga hilang, namun min young malah membuatnya genap menjadi dua di kepala min ho.

 

”Astaga, pasti itu sakit sekali” ujar chae woo yang membayangkan kalau kepalanya mendapat jitakan juga dari min young. Sampai – sampai ia mengelus kepalanya sendiri.

”Tidak perlu kau bayangkan juga sudah terlihat sekali kalau itu cukup membuatmu sakit kepala seharian” kata il woo ikut – ikutan.

 

Saat mereka masih sibuk membicarakan tingkah min ho dan min young yang luar biasa parahnya *lho*, akhirnya kim bum sampai di kampus so eun dan menghampiri mereka untuk menjemput so eun. Di antara mereka semua hanya so min saja yang menyadari keberadaan kim bum di sana.

 

”Mmm” gumam so min sambil menyenggol tangan so eun yang berada di sampingnya.

”Mwoya?” kata so eun yang bingung.

”Kim bum” balas so min singkat.

 

So eun membulatkan matanya mendengar ucapan so min. Ia menengok ke sebelah kanannya untuk memastikan benar atau tidak ada kim bum di sampingnya, dan ternyata itu memang benar. Kim bum baru saja berdiri di sampingnya, dan seperti biasanya, ia menatap so eun dengan ekspresi ramahnya. Sedangkan so eun hanya menatap malas wajah kim bum.

 

”Issshhh kenapa dia selalu datang tepat waktu sih? Ayah benar – benar memilih asisten yang tahan banting denganku sekarang” batin so eun.

 

Il woo, min ho, dan hyun joong menatap nanar kim bum. Tentu saja ini pertama kalinya bagi mereka melihat kim bum, terlebih lagi penampilannya yang membuat mereka bingung.

 

”Ah, annyeong haseo asisten Kim. Kau datang untuk menjemput so eun kah?” ucap chae woo dengan senyuman.

”Ne, tentu saja” balas kim bum singkat.

”Jadi kau asisten baru so eun yang bernama Kim Bum itu? Sepertinya kita belum saling mengenal. Perkenalkan, namaku Jung Il Woo, biasa di panggil Il woo” kata il woo memperkenalkan diri.

”Lee Min Ho”

”Kim Hyun Joong. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik”

”Oh, ne. Namaku Kim Sang Bum, kalian bisa memanggilku kim bum”

”Tidak usah sok baik di depan teman – temanku tuan Kim” bisik so eun.

”Aku tidak sok, bukankah aku memang pribadi yang baik nona so eun?” sindir kim bum.

 

Setelah saling berkenalan mereka pun berpamitan untuk pulang. Dan seperti biasanya so eun berjalan lebih dulu di depan kim bum, karena ia adalah atasan kim bum meskipun secara tidak langsung. Mereka menaiki mobilnya dan lantas menyalakan mesin mobil untuk pulang.

 

”Bolehkah aku berbicara padamu nona so eun?” ujar kim bum memecah keheningan malam di dalam mobil. Namun tatapannya tetap fokus ke arah depan.

”Sudah ku katakan jangan memanggilku dengan embel – embel ’nona’” balas so eun dengan malas.

”Oh iya, maksudku so eun. Bolehkah aku berbicara padamu?” tanya ulang kim bum.

”Kalau tidak ku perbolehkan sejak tadi aku tidak akan membalas ucapan – ucapanmu sebelumnya” balas so eun ketus.

”Kau benar. Kalau begitu bagaimana kalau kita ke sungai han sebentar?”

For what? Aku orang sibuk tau”

“Untuk membicarakan sesuatu denganmu. Ku pikir membicarakan hal ini di dalam mobil sangat tidak cocok sekali”

“Ku pikir yang membuatnya tidak cocok adalah keberadaan dirimu tuan kim”

“Ku artikan jawabanmu itu ‘ya’. Kajja”

 

Kim bum memutar balikkan arah mobilnya ke arah sungai han. So eun hanya menopang dagu sambil melihat ke arah luar. Ia sama sekali tidak menatap kim bum saat bicara tadi, padahal sekali – kali kim bum mellihat ke arahnya agar terlihat lebih sopan.

 

Mereka pun sampai di sungai han. Pemandangan malam hari di sungai itu terasa luar biasa sekali, air yang mengalir terlihat bercahaya karena kilatan lampu – lampu yang berada di sekitarnya. Kim bum dan so eun memutuskan untuk duduk di pinggir sungai han di temani oleh segelas jus yang mereka beli sebelumnya di area luar.

 

“Hah rasanya sudah lama sekali aku tidak ke sini” kata kim bum sambil melepas nafasnya yang terasa berat. Senyumnya pun kembali terukir di wajahnya.

”Aku tidak menerima basa – basi. Cepat katakan” kata so eun cuek sambil menyeruput jus alpukatnya.

”Aish so eun ini benar – benar bukan wanita yang mudah di taklukan. Kata ayahnya dia dekat dengan min jung yang semua orang tau kalau dia adalah orang yang feminim, tapi dia jauh berbeda sekali dengannya. Ya meskipun hubungan mereka hanya sebatas saudara tiri, tapi setidaknya so eun bisa belajar sedikit darinya kan?” gumam kim bum dalam hati.

 

”Tadi siang aku ke kantor ayahmu” ucap kim bum memulai pembicaraan. Namun so eun tidak memberikan reaksi apapun.

”Aku meminta sesuatu padanya” sambung kim bum lagi. Dan so eun masih saja mendiamkan nya dengan sibuk mencoba untuk menghabiskan jus miliknya. Karena kesal akhirnya kim bum mengambil jus yang ada di tangan so eun. Otomatis so eun kesal dengan tingkah kim bum yang seenak – enaknya.

”Yaaa!!! What are you doing Mr. Kim?!”teriak so eun. Untung saja tidak banyak orang yang ada di sana.

I just make you to give your attention to me, Mrs. So eun. Am I wrong?” balas kim bum dengan evil smirknya.

Make me to give my attention to you??? Aku mendengarkan kau bicara, kau tau! Kau pikir kalau aku diam berarti aku mendiamkan mu begitu???!!!” kata so eun yang makin kesal.

Really??? Kenapa aku tidak menyadarinya ya? Sekarang kau lihat aku dan dengarkan aku baik – baik so eun”

 

Backsound: BEAST – Because of You

 

Kim bum menarik wajah so eun ke arah wajahnya, membuat so eun berhasil menatap wajah kim bum yang terlihat sempurna *ga perlu author perjelas lah, readers pasti tau ini :P*. Pipi so eun mendadak menjadi merah, matanya tak berhenti berkedip karena begitu gugup melihat kim bum dengan jarak yang sangat – sangat dekat. Dan kim bum pun tau kalau so eun sedang merasa gugup saat itu.

 

I know that you’re so nervous now, tapi aku tidak akan berbasa – basi lagi sekarang” ucap kim bum dengan tatapan matanya yang begitu menawan *author: #die*. So eun tidak mampu mengatakan apapun karena apa yang di katakan kim bum memang sepenuhnya benar.

”Besok aku akan mengajakmu pergi ke Jeonju untuk mengikuti festival tahunan di sana. Kita akan menginap 2 hari 1 malam karena acara nya di adakan di malam hari. Persiapkan dirimu dan segala sesuatu yang kau perlukan selama kita di Jeonju nanti. Kau tidak perlu khawatir karena aku sudah izin pada ayahmu tadi siang. Ah, kau juga tidak perlu takut padaku, karena aku tidak akan melakukan hal – hal yang aneh padamu. Ara?” ujar kim bum yang langsung pada intinya.

 

So eun pun mengerjapkan matanya mendengar ucapan kim bum yang sebenarnya cukup panjang itu. Otaknya tidak cukup bekerja dengan baik, karena dia masih saja gugup dan sekarang di paksa untuk mengerti semua ucapan kim bum itu. Dia hanya menatap kim bum dengan bingung.

 

”Kau masih tidak memberikan respon apapun padaku, so eun?”

 

-Kim So Eun POV-

 

Sejujurnya aku benar – benar tidak mengerti apa yang orang ini katakan padaku. Dia mengatakannya dengan begitu cepat, sedangkan ia tau kalau otakku tidak bisa berpikir secepat kereta shinkansen di Jepang. Karena itu aku hanya menatapnya dengan bingung lagi.

 

”Mengerti, atau tidak mengerti sama sekali?” tanyanya padaku. Ku gelengkan saja kepalaku dengan cepat. Dan ku dengar desahan nafasnya yang terasa dekat sekali dengan wajahku. Ku pastikan kalau ia sedang menahan amarahnya padaku. Hahaha…

”Apa perlu ku ulang lagi?” tanyanya lagi.

”Kalau kau sudah tidak kesal lagi padaku” ujarku singkat. Ku keluarkan mimik wajah andalanku, mimik wajah yang menyedihkan (?)

”Haaahh… Begini, besok kita akan pergi ke Jeonju, karena ada festival tahunan di sana yang di laksanakan pada malam hari. Dan karena acaranya pada malam hari, jadi ku putuskan untuk menginap selama 2 hari 1 malam agar kau tidak terlalu lelah. Sesampainya di rumah nanti jangan lupa persiapkan barang – barang yang perlu kau bawa selama di Jeonju. Ingat, hanya barang – barang yang kau perlukan. Jangan membawa kucing pink (read: hello kitty :P) itu ataupun dvd nya, itu akan memakan tempat” jelasnya lagi padaku.

 

Aku bingung karena entah kenapa aku jadi merasa kagum padanya. Maksudku, aku kagum karena kesabarannya menghadapiku dari awal kami bertemu sampai saat ini ia berbicara denganku. Tutur bahasanya juga menggambarkan kalau ia begitu baik padaku. Tapi mengapa ia meledek kucing pink? Tidak tidak, tau dari mana dia kalau aku menyukai kucing pink??? Aisshh..

 

”Seperti yang ku katakan tadi kalau tadi siang aku mengunjungi ayahmu. Aku sudah mendapatkan izin darinya untuk mengajakmu pergi. Dan yang terpenting, kau harus percaya padaku kalau aku tidak akan melakukan hal – hal buruk yang membuatmu merasa tersakiti. Now, do you understand what i said?” sambungnya lagi. Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum padanya. Dan dia pun membalasnya dengan senyuman yang… Cukup manis, bisa di bilang seperti itu.

 

Setelah aku sempat terbuai dengan sikapnya yang seperti itu, aku pun sadar kalau yang tadi bukanlah Kim So Eun yang sebenarnya. Ku lepaskan tangan kim bum dari wajahku dan aku agak mundur darinya agar terlihat jarak yang jelas di antara kami. Ku rapihkan rambutku yang sebenarnya tidak berantakan, dan ku alihkan pandanganku ke sungai han lagi. So eun yang sebenarnya itu kan begitu kesal dengan kim bum! Tapi kenapa aku malah terlihat payah seperti ini?! Baboya!!!

 

”Hei, kenapa tiba – tiba kau seperti ini? Bukankah kau terpesona lagi padaku?” tanyanya yang heran. Jangankan kau, aku saja heran dengan sikapku sendiri kim bum.

”Mwo? Terpesona?? Aku hanya kaget karena kau menyentuh wajahku tiba – tiba!” ujarku seakan – akan aku marah padanya. Ku rasakan pipiku memanas seperti saat ia menyentuh wajahku tadi.

”Jinja? Aku percaya saja, aku lelah berdebat denganmu terus menerus” balasnya. Ku pikir dia akan mengajakku untuk beradu mulut seperti biasanya.

”Lalu, hanya itu yang mau kau katakan?” tanyaku memberanikan diri.

”Ne” balasnya dengan singkat. Ku ulangi, SINGKAT. Aku bingung mengapa lelaki senang sekali membalas pertanyaan wanita dengan begitu singkat. Itu menyebalkan bukan?

”Kalau begitu aku mau pulang” ujarku yang berusaha untuk secuek dirinya.

 

Aku membalikkan diri dan melangkahkan kakiku menuju mobil dengan tas yang ku bawa sejak tadi. Dan tiba – tiba…

 

-Kim Bum POV-

 

Dia meminta untuk pulang tiba – tiba. Dan dia langsung berjalan ke arah mobil. Ya ampun, ada apa lagi dengan so eun? Dengan cepat ku tarik tangannya dan so eun pun kembali berada tepat di depanku. Jarak kami pun tidak sampai 1 meter. Dia terlihat kaget, kaget sekali karena matanya membulat sempurna, dan sejujurnya itu terlihat indah untukku. Ternyata masih ada satu hal yang terlihat baik dari dirinya.

 

W-What are you doing Mr. Kim?! Are you crazy???!!!” teriaknya tepat di wajahku. Pipi nya memerah lagi seperti tomat rebus.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan??? Tadi kau terlihat seperti anak manis yang menurut pada gurunya, sekarang kau kembali menjadi badak ganas yang siap mengamuk. Ketus, dan tiba – tiba meminta untuk pulang, kau pikir kau itu manusia apa???” kesalku padanya. Lagi – lagi ia marah padaku, wajahnya jadi lebih seram.

”MWO?? Badak ganas yang siap mengamuk??? Sekarang kau lepaskan tanganku dan berikan kunci mobilnya!!!”

”Kunci mobil? Apa yang akan kau lakukan so eun?!”

”Tentu saja pulang! Dan yang terpenting adalah aku akan pulang tanpamu, KIM SANG BUM!!!”

 

Aku masih kaget dengan reaksinya yang begitu parah. Ia langsung merogoh saku celanaku dan mengambil kunci mobilnya. Kemudian ia berlari menjauh dengan kemampuan berlarinya yang luar biasa. Aku pun berlari mengejarnya, namun aku tidak berhasil menangkapnya. Ia menyalakan mesin mobil dan berputar arah untuk pulang. Sial!!!

 

”SH*T!!!” geramku kesal. Mana mungkin seorang Kim Sang Bum seperti ku di permalukan seorang gadis seperti Kim So Eun??? Dia membuat ku terlihat benar – benar buruk!!!

 

-Author POV-

 

Mobil yang tadi di tumpangi oleh kim bum dan so eun kini hanya di tempati oleh so eun di jok kemudi. Raut wajah kesal tergambar di wajah so eun sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya. Kecepatan mobil yang di bawakannya pun di atas kecepatan yang seharusnya. Dia juga tidak melihat ke arah kim bum dengan kaca spion yang ada di mobilnya. So eun benar – benar marah kali ini.

 

”Kenapa bisa ada manusia sepertimu? Kenapa kau tercipta menjadi manusia yang sangat menyebalkan?? Kenapa kau punya wajah yang tampan padahal kau adalah manusia yang paling menyebalkan di dunia ini??? I HATE YOU MORE THAN EVERYTHING IN THIS WORLD MR. KIM SANG BUM!!!!!” teriak so eun di dalam mobilnya. Untung saja jalanan di seoul saat itu tidak terlalu padat, jadi agak aman bagi seohyun untuk melampiaskan amarahnya di jalan raya *ini jangan di tiru*.

 

So eun pun memarkirkan mobilnya di garasi depan rumahnya. Ia mengambil tas nya dan kemudian bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Ia lempar tasnya ke sembarang arah dan ia berbaring di kasur kesayangannya.

 

”Aaaahhhh aku lelah sekali…” gumam so eun sembari memejamkan matanya.

”Tadi aku meninggalkan kim bum di sana, lalu bagaimana caranya dia kembali ke sini? Dia kan belum mengajarkan apapun padaku hari ini” gumamnya lagi sambil membuka kedua matanya. Lalu tiba – tiba ia menggelengkan kepalanya sendiri dengan cepat.

”Aih, untuk apa aku memikirkan nasibnya??? Toh dia juga tidak akan peduli padaku. Buktinya ia tetap bersikeras untuk bekerja di sini meskipun aku menolaknya mentah – mentah”

 

Ponsel so eun pun berdering. Ia ambil ponselnya yang masih di dalam tasnya kemudian ia buka pesan singkat yang masuk.

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Sudah sampai di kamarmu dengan selamat, nona Kim So Eun?

 

            ”Astaga, siapa lagi yang mengirimkan pesan ini? Terlalu banyak orang yang sok kenal di dunia ini” kata so eun. Dia pun membalas pesan singkat tersebut.

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Jangan jadi orang yang sok mengenalku. Apa kau tidak pernah di ajarkan tata krama oleh orang tuamu?

Hapus nomor ponsel ku dan pergilah

 

***

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Tentu saja orang tuaku mengajarkannya, bahkan mereka menyekolahkanku tinggi – tinggi agar aku tau tata krama…

Aku tidak sok, aku memang benar – benar mengenalmu

 

***

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Benarkah? Lalu aku harus berkata apa kalau kau memiliki pendidikan yang tinggi?

Katakan siapa namamu dan aku akan melunakkan sikapku padamu, tidak menerima basa – basi, TITIK.

 

***

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Siapa lagi pria yang dapat membuat wajahmu memerah semerah tomat rebus yang siap di jajakan di pasar, hmmm???

 

So eun semakin bingung dengan isi pesan itu. Memangnya siapa yang dapat membuat wajahnya memerah? So eun pun berdiam sejenak, dan hanya ada satu nama yang muncul dalam pikirannya. KIM SANG BUM. Apa mungkin dia?

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Aku punya satu nama yang ku pikirkan, tapi ku rasa tidak mungkin pria menyebalkan itu yang sedang berkirim pesan denganku sekarang.

Bisakah kau menjadi pria yang tidak berbasa – basi? Aku risih melihatnya.

 

***

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Kau masih belum bisa menebak siapa aku?

Apa perlu aku menelfonmu sekarang?

 

***

 

Send To: +0841-xxx-xxx

 

Lakukan apapun yang kau mau, aku tidak peduli.

Aku mau tidur.

 

Karena kesal si pengirim pesan tidak juga menyebutkan namanya akhirnya so eun memilih untuk tidur saja. Sesaat ia mencoba untuk memejamkan matanya, ponselnya kembali berdering. Mungkin itu pesan dari pria tidak jelas itu, pikir so eun. Namun dering ponsel itu berbunyi cukup lama. Itu bukanlah bunyi pesan masuk, itu bunyi telfon yang masuk.

 

”Berani juga dia menelfonku malam – malam begini. Dia belum tau siapa Kim So Eun rupanya” kucil so eun. Karena merasa di tantang oleh pria yang belum di kenalnya, akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat telfon itu.

 

Berani juga kau menelfonku, padahal sudah ku katakan kalau aku ingin tidur. Kalau kau mengenalku sudah seharusnya kau tidak mengganggu ku lagi tuan tanpa nama!

Apa kau sudah mengingatku, nona so eun?

 

Backsound: Girls Day – Hug Me Once

 

DEG!

Jantung so eun seakan – akan berhenti mendadak saat mendengar suara pria yang menelfonnya itu. Suara yang ia kenal. Suara itu begitu berat, dan sepertinya tebakkan nya itu benar.

 

Kau… Kim Sang Bum?

Akhirnya kau mengingat namaku, padahal kita menghabiskan malam ini di sungai han bersama – sama. Apa otak mu begitu lambat sampai – sampai kau tidak berpikir kalau ini adalah aku?

Aisshh kalau aku tau kau yang menelfon aku tidak akan mengangkat telfonnya!

Benarkah? Meskipun aku berhasil membuatmu nervous? Apa kau tidak ingat apa yang kita lakukan saat di sungai han tadi???

 

”Ya ampun kenapa dia pakai mengingat nya segala…” gumam so eun sampil menepuk keningnya yang putih itu.

 

Mwo? Apa kau mengingatnya sekarang??

A-Apa??? Ku rasa pendengaranmu sedang tidak baik tuan kim, lebih baik ku tutup telfonnya sekarang jadi kau bisa pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan telingamu itu!

Hmmm… Ku rasa pendengaranku baik – baik saja. Jangan tutup telfonnya kalau aku belum selesai bicara nona so eun…

Memangnya apa lagi yang ingin kau bicarakan hah? Mataku sudah protes meminta untuk tidur!!!

Besok akan ku jemput tepat jam 8 pagi. Aku tidak akan menunggumu untuk alasan apapun. Kalau pada jam 8 pagi kau belum siap, aku akan meninggalkanmu sama seperti kau meninggalkanku di sungai han tadi. Ara?

Ya ya ya!!! Sudahlah aku mau tidur, ku tutup telfonmu sekarang!

 

Dengan cepat so eun menekan tombol merah di ponselnya agar kim bum tidak dapat berbicara apa – apa lagi dengannya. Ia letakkan ponselnya di meja lampu, dan ia merebahkan dirinya lagi. Baru saja ia mencoba untuk tidur namun ponsel nya kembali berbunyi.

 

”Aisshhh siapa lagi yang mencoba untuk mengganggu tidurku sekarang??? Kenapa hobi sekali mengganggu orang sih????” ujar so eun lagi. Matanya terlihat seperti lampu yang akan mati, mengerjap – ngerjap berkali – kali.

 

From: +0841-xxx-xxx

 

Have a nice dream Kim So Eun. Hope I can be in your dream tonight, kekeke~

 

Oh iya, sudahkah kau menyimpan nomorku? Ku rasa belum. Jangan lupa untuk menyimpannya esok pagi setelah kau bangun dari tidurmu.

 

Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi. See you tomorrow ^^

 

”Cih, apa – apaan ini? Ingin berada dalam mimpiku? Ingin aku menyimpan nomornya?? Dan mengirimi ku pesan dengan simbol smile seperti ini??? Itu tidak akan mempan terhadapku tuan Kim!” kata so eun sambil menaikkan sebelah alisnya ke atas.

 

***

 

Kim bum tersenyum saat kembali melihat pesan terakhir yang ia kirim pada so eun. Terdengar manis sekali, pikir kim bum. Meskipun so eun sudah meninggalkannya sendirian di sungai han, tapi kim bum tidak larut dalam emosinya.

 

”Untung saja mobilku ku parkir di sana, kalau tidak aku bisa mati kedinginan tidur di sungai han” ujar kim bum yang mengingat kejadian tadi.

”Kim So Eun… Dia memang gadis yang sangat manis” ujarnya lagi sambil tersenyum. Kemudian ia kembali fokus dengan kemudi mobilnya.

 

Setelah pergi dari sungai han kim bum tidak langsung pulang. Ia memacu mobilnya menuju ke sebuah bangunan tua dan gelap yang beberapa hari ini tidak ia datangi. Sesampainya di sana kim bum melepaskan kaca mata yang membuatnya terlihat aneh dan juga sweater tanpa lengan yang ia kenakan. Ia mengambil jas hitamnya dan ia kenakan bersama dasi hitam yang ia bawa dari apartemennya. Kali ini kim bum bukanlah seperti kim bum yang sedang menjadi asisten so eun, tapi ia benar – benar menjadi dirinya sendiri dengan tatapan mata yang berbeda. Terlihat begitu manly dan juga keren *xD*.

 

Kim bum melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang terdapat di dalam gedung itu. Matanya menatap lekat seorang pria paruh baya yang duduk di sofa kebesarannya. Pria itu menyambut kim bum dengan senyuman yang agak licik.

 

”Kim Sang Bum, sudah beberapa hari ini kau tidak menemuiku. Apa kau menghabiskan waktumu dengan anak presiden itu?” tanya pria yang bernama Park Woo Jin itu.

”Tentu saja. Dan seperti yang kau katakan, ia memang memiliki 2 sisi yang berbeda dan sangat menarik” jawab kim bum enteng.

”Sepertinya kau akan sangat menyukainya, bukan begitu?”

”Entahlah, tapi kurasa ia yang menyukaiku lebih dulu. Tidak, justru ia sangat – sangat menyukai sisiku sebagai ’black prince’”

”Black prince? Apa dia sudah mengetahui pribadimu yang sebenarnya?”

”Tentu saja tidak. Tapi saat ia melihat berita tentang pencurian yang ku lakukan di sebuah bank kemarin, ia terlihat begitu kagum padaku. Dia sampai merasa kalau dia adalah fans dari seorang black prince”

 

Terdengar suara tawa kecil dari pria paruh baya tersebut. Kemudian ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan kim bum.

 

”Kau sudah mengajak so eun untuk ke Jeonju?” tanyanya lagi. Kim bum pun mengangguk.

”Aku mengajaknya dengan alasan festival tahunan yang sedang di adakan di sana. Ayahnya pun tidak curiga sama sekali, ia menyerahkan so eun sepenuhnya padaku” balas kim bum dengan senyumnya yang mengerikan.

”Bagus, kau melakukannya dengan mulus sekali. Dekati dia dengan perlahan dan buat dia benar – benar jatuh hati denganmu”

 

Atasan kim bum itu mengambil sesuatu dari atas mejanya dan berjalan menuju kim bum. Ia berdiri tepat di depannya lalu memberikan barang itu pada kim bum. Kim bum pun menerima barang itu dengan yakin.

 

”Dengarkan aku baik – baik, pencurian yang akan kau lakukan besok tidak akan berjalan mudah. Pastikan topeng hitam ini tidak kau lepas saat melakukannya. Dan perlu kau ingat, jangan sampai putri presiden yang bernama Kim So Eun itu mengetahui aksimu sebagai black prince, Kim Sang Bum…”

 

 

To Be Continued…

 

Puas deh, hampir semuanya saya jelasin di part ini. Jadi mulai part selanjutnya saya kasih aksi – aksinya si black prince ya? Ga ada penjelasan panjang lagi!

Sebenernya ini alur ceritanya masuk akal ga sih? Kok waktu ngetik saya ngerasa ragu ya? Soalnya saya belum pernah bikin ff yang genre nya aksi, nyahaha xP

Don’t forget to leave your comment mates! Tapi kalau ga mau kasih komen juga saya pasrah aja, saya udah cape berurusan dengan siders -.-”

See you~~~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , , , ,

50 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 3

  1. heldajungsoo September 5, 2012 pukul 12:10 pm Reply

    Bum apa kau tega melakukan it pada soeun? mga aja bum sadar.

  2. ria September 5, 2012 pukul 12:23 pm Reply

    seru, thor . kira kira eonni soeun d apain y ? Akhr y Sifat asli bum oppa dah ketaun ni thor .tingal bc part part selanjut y aja
    Ok d tngu kelanjutan y

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:08 am Reply

      Iya, saya males basa basi tentang kim bum. Cape ngetiknya *Plakk*
      Okey, di tunggu ya. Makasih🙂

      -Chandra Syifa W-

  3. aline September 5, 2012 pukul 1:27 pm Reply

    q reader baru neh lam kenal ya,,,,
    kayanya menarik neh ceritanya walaupun ada beberapa nama yg masuk gt aja heeeeeee ,,,,, tp bagus ceritanya d tunggu next partnya ya…..

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:09 am Reply

      Salam kenal juga! Makasih yaa udah visit, baca, plus komen. Hohoho~
      Iyaa, nanti takut cast nya kebanyakan. Kalau kebanyakan malah lebih susah dpt inspirasinya ^^
      Sippo

      -Chandra Syifa W-

  4. Alfira September 5, 2012 pukul 2:10 pm Reply

    hhuuuaaa chinguuuuu.. aku jth cinta sma ff inii..
    ceritanya bnr2 bedaa.. ahh daebak!! ^^

    hheemm, aku agak merinding gitu klo ngebayangin bumppa senyum licik
    kekeke
    bnr2 penasaran ap yg bakal trjadi selanjutnya

    next part jgn lama2 ya chingu
    aku tnggu lohh ^^

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:11 am Reply

      Lho? Jatuh cinta?? Sama ff ini??? Ga habis pikir lho saya -.-
      Sebenernya sama aja, saya ga bisa bikin ff yang unik. Bikinnya berdasarkan inspirasi yang masuk aja
      Jangan merinding dong, nanti kalo bayangin bumppa bunuh orang lebih serem lagi *lho*
      Makasih yaaa

      -Chandra Syifa W-

  5. sugarsoya September 5, 2012 pukul 2:54 pm Reply

    Kerenn ceritanya author, kim bum punya rencana apa ya buat soeun??
    Soeun ga tau apa2… Mudah2n kim bumnya sadar, sebelom nyesel,
    Ditunggu next part + aksi black prince nya, hehehe

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:13 am Reply

      Rencana apa yaa??? Hahaha xD
      Saya ga janji kalau aksi black prince akan terlihat sangat memukau ya? Ga tau kenapa berat bikin ff dengan genre aksi, tp berhubung dpt nya itu ya udah –” #sayagalau
      Wokey, xoxoxo~

      -Chandra Syifa W-

  6. devi September 6, 2012 pukul 2:27 am Reply

    Y ampN d part Ni cRita’a seru bNgeeeeeet,,,,,,

    Jd pNsaraN gmM bumppa jd blck pRiNce,,,
    D tNg2u thor Next part’a,
    SmNgaaaaaaaat,,,,,,,,🙂🙂🙂🙂🙂

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:14 am Reply

      Seru banget? Menurut saya biasa aja u,u
      Penasaran kah??? Tunggu lanjutannya aja yaaa =)

      -Chandra Syifa W-

  7. Sendy Sekar September 6, 2012 pukul 6:44 am Reply

    tambah seru ceritanya…
    sebenernya kim bum mau ngerencanain apa ke so eun??
    bikin penasaran aja🙂
    di tunggu part selanjutnya🙂

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:15 am Reply

      Halo sendy ^^
      Makasih udah komen yaa. Jangan lupa baca next partnya, hehehe

      -Chandra Syifa W-

  8. dyyyy September 6, 2012 pukul 8:01 am Reply

    nanti bum jg cinta ma sso….

    • koreanfanfictland September 6, 2012 pukul 9:15 am Reply

      Iya dong, namanya juga ff bumsso -,-”

      -Chandra Syifa W-

  9. pipip September 6, 2012 pukul 1:40 pm Reply

    Uye akirnya kluar jg part 3nya mkin seru deh critnya jgn lma”dong lnjutnnya oke😉 fighting author !

    • koreanfanfictland September 7, 2012 pukul 8:07 am Reply

      Iya nih, udah keluar part 3 nya, ahaha…
      Terima kasih! Tunggu lanjutannya yaa

      -Chandra Syifa W-

  10. vani September 6, 2012 pukul 11:51 pm Reply

    sipppp, seruu, sso d buat makin ngefan aj ma black prince

    • koreanfanfictland September 7, 2012 pukul 8:08 am Reply

      Iya dong, siapa yang ga ngefans kalo black prince nya ganteng seganteng bumppa??? *plakk*

      -Chandra Syifa W-

  11. Chachicha September 7, 2012 pukul 12:12 pm Reply

    Seru seru. .

    Wah dugaan aku bner nich bum oppa itu ‘black prince’

    keren author ceritanya. .
    Next part ny d tnggu ya. .

    • koreanfanfictland September 8, 2012 pukul 1:34 am Reply

      Iya, pasti udah pada tau kalo black prince itu kim bum, hehehe
      Terima kasih! Di tunggu aja yaa

      -Chandra Syifa W-

  12. Putzz ran" moury September 7, 2012 pukul 11:26 pm Reply

    HuaA. .
    Aq ketinggAlan satU part. .
    Jdi aq k0men langsung d part ini aja ya. . , ,
    hmmm. .
    Aq takut soeun nantinya sakit hati soal’a kayak’a kimbum cma mempermainkan dia. . ,
    sempet seneng jga sih soal’a mereka udah mulai dket. . . .
    Apalagi pas d sungai han. . Hohoho. . .
    D tUngu part selanjut’a. .

    • koreanfanfictland September 8, 2012 pukul 1:44 am Reply

      Sepertinya memang banyak yg ketinggalan deh, soalnya saya ga selalu promote tiap di post. Kalau lagi mood aja baru saya promote ._.
      Hahaha saya juga suka pas scene di sungai han, gimanaaa gitu bacanya xD
      Ok, jgn sampe ketinggalan lagi yaaa ^^

      -Chandra Syifa W-

  13. Justgalon September 9, 2012 pukul 6:38 pm Reply

    naah ini kayaknya udah mulai ada konflik..kim bum niatnya cumah mau mainin so eun aja ya kayaknya..
    lanjut yaa part 4nya😀

    • koreanfanfictland September 10, 2012 pukul 11:50 am Reply

      Komen di part 2 nya langsung jadiin satu sama komen yg ini aja ya?🙂
      Iya, soalnya kalo kebanyakan basa – basi malah kelamaan takutnya. Sekarang aja udah ga bisa update cepet2. Maklum tugas sekolah numpuk puk puk~
      Ok, part 4 nya udah saya post. Jangan lupa di baca dan komen yaa😀

      -Chandra Syifa W-

  14. zhuriya September 11, 2012 pukul 7:08 am Reply

    hahaha lucu law kim bum ma so eun lg ribut…kbayang dach mimik muka so eun ngegemesin…
    Pi aq penasaran ma atasan kim bum dia tuch punya maksud n m0tif apa sich ach g ngerti…
    Mending baca part selanjut’ny hehehe…

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:06 am Reply

      Iya deh, mendingan langsung baca part lanjutannya aja. Hohoho..

      -Chandra Syifa W-

  15. bumssoelfsuperjunior September 11, 2012 pukul 11:37 am Reply

    Ohohoho keren, baca next nya aaah

  16. anizza September 11, 2012 pukul 3:36 pm Reply

    Masuk akal og thor critany bgus wlpn q sdkt gk rela bumpa dulu pcrn ma kakakny sso …hheheeeee

    • koreanfanfictland September 12, 2012 pukul 8:05 am Reply

      Relain aja, kan demi kepentingan cerita :3

      -Chandra Syifa W-

  17. cucancie September 11, 2012 pukul 4:04 pm Reply

    Kim bum mau ngerencanain apa sih ke so eun tat di jeonju,lanjut..lanjut..

  18. Winzzlee September 15, 2012 pukul 8:05 am Reply

    Penasaran ma rencana kim bum di jeonju

  19. SintiaBumsso Oktober 24, 2012 pukul 11:12 am Reply

    Keren kak keren bangett sukaa banget sama jalan ceritanya hehe menantang adrenalin kak :):) haha Bumsso bertengkar mulu nih ntar ujungujungnya pasti jatuh cinta hehe *yakinpercayadehhehe :D:D

  20. anastasia erna November 2, 2012 pukul 9:31 am Reply

    jadi kim bum prince black nya…
    lucu… ngebayangin muka so eun merah kya tomat…
    ribut melulu…

  21. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 11:05 am Reply

    apa yg akn bum lkukan ke sso?? pdhl diakan udh mlau suka ma sso krn sudah bilng klau sso mnis.. :*🙂
    moga skma mrka pergi berdua hbngn mrk membaik😉

  22. Queenella November 30, 2012 pukul 3:55 pm Reply

    Penasaran sama yg bakal terjadi di jeonju

  23. Nia Ramadhani Desember 21, 2012 pukul 3:56 am Reply

    kereen,,
    baru pertama msuk blog ini,tp critany benar” keren. . .
    4 jempol deh buat ceritany^^

  24. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 3:58 am Reply

    Lanjuttttt bacaaaaaa……. .͡▹​

  25. aulia safira Mei 10, 2013 pukul 9:10 am Reply

    lllaannnnnnjjjjuttttttttt thor
    hehehe😀

  26. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 4:41 am Reply

    Jiahhhhh klo so eun tw kimbum adlahh black prince..*jiahhhh bsaa2 pinsan d tmpat…wkk..
    🙂
    bnarr2 krenn eoonie FF n

  27. lilis suryani Juli 3, 2014 pukul 2:51 pm Reply

    puassssss thor dngn penjelasanya

  28. Dianabumsso Juli 10, 2014 pukul 12:37 pm Reply

    Apa yg bakal terjadi am so eun ya,,,,?? Jdi pnasaran bca part selanjut nya,,, hehe,,, semangat trus thor, bikin ff yg ad aksi nya,,:)

  29. ainami Agustus 20, 2014 pukul 6:37 am Reply

    wow beneran trnyata black prince itu bum..
    heh dia punya dua sisi gitu, keren wkwk

    salah satu misi dendamnya adalah membuat sso jatuh hati..
    dan sepertinya sso mulai menunjukkan gejala itu abisnya bum ga berhenti2 tebar pesona bikin salting kekeke~~~

  30. laila_annisa Januari 4, 2015 pukul 10:31 am Reply

    Apa ya yg dilakukan bumppa terhadap sso????
    Oohh bumppa mempunyai dua kepribadian.

    Terus berkarya😉

  31. nailah98 Desember 17, 2015 pukul 2:59 am Reply

    Good…i like it..

  32. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 8:30 am Reply

    Kan bnar bumpa itu black prince.. Ad rencna ap y bumppa membawa so k acra festival d jeju?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: