(FF) Black Prince – Part 4


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 4

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

WARNING: FF ini memiliki alur cerita yang sulit di mengerti di tambah dengan adegan yang sebenarnya sulit di mengerti juga *plakk*. Bagi yang tidak mengerti harap menjauhi FF ini.

 

Berhubung saya selalu di protes sama adek saya yang juga author ff karena kata dia basa – basi saya panjang banget, jadi saya putuskan untuk bikin sesi basa – basinya ga panjang2 lagi. Tapi ga janji deh😛

 

Review of Part 3

 

Terdengar suara tawa kecil dari pria paruh baya tersebut. Kemudian ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan kim bum.

 

”Kau sudah mengajak so eun untuk ke Jeonju?” tanyanya lagi. Kim bum pun mengangguk.

”Aku mengajaknya dengan alasan festival tahunan yang sedang di adakan di sana. Ayahnya pun tidak curiga sama sekali, ia menyerahkan so eun sepenuhnya padaku” balas kim bum dengan senyumnya yang mengerikan.

”Bagus, kau melakukannya dengan mulus sekali. Dekati dia dengan perlahan dan buat dia benar – benar jatuh hati denganmu”

 

Atasan kim bum itu mengambil sesuatu dari atas mejanya dan berjalan menuju kim bum. Ia berdiri tepat di depannya lalu memberikan barang itu pada kim bum. Kim bum pun menerima barang itu dengan yakin.

 

”Dengarkan aku baik – baik, pencurian yang akan kau lakukan besok tidak akan berjalan mudah. Pastikan topeng hitam ini tidak kau lepas saat melakukannya. Dan perlu kau ingat, jangan sampai putri presiden yang bernama Kim So Eun itu mengetahui aksimu sebagai black prince, Kim Sang Bum…”

 

***

Next Day…

 

So eun mengerjapkan matanya berkali – kali untuk menyadarkan dirinya bahwa ia sudah terbangun dari alam mimpi. Badannya terasa agak pegal karena jam kuliah kemarin yang berakhir di malam hari. Ia meregangkan tangan dan seluruh badannya. Dan kali ini ia sudah sepenuhnya sadar.

 

”Selamat pagi dunia! Haaahhh semoga hari ini adalah hari yang di berkahi oleh tuhan, amin…” kata so eun dengan tenang.

”Sepertinya ada yang mengganjal di pagi ini, tapi apa ya?” kata so eun lagi. Ia pun mencoba mengingat kejadian semalam.

 

FLASHBACK~

 

Mwo? Apa kau mengingatnya sekarang??

A-Apa??? Ku rasa pendengaranmu sedang tidak baik tuan kim, lebih baik ku tutup telfonnya sekarang jadi kau bisa pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan telingamu itu!

Hmmm… Ku rasa pendengaranku baik – baik saja. Jangan tutup telfonnya kalau aku belum selesai bicara nona so eun…

Memangnya apa lagi yang ingin kau bicarakan hah? Mataku sudah protes meminta untuk tidur!!!

Besok akan ku jemput tepat jam 8 pagi. Aku tidak akan menunggumu untuk alasan apapun. Kalau pada jam 8 pagi kau belum siap, aku akan meninggalkanmu sama seperti kau meninggalkanku di sungai han tadi. Ara?

Ya ya ya!!! Sudahlah aku mau tidur, ku tutup telfonmu sekarang!

 

FLASHBACK END~

 

”OMO! Aku belum menyiapkan barang – barangku untuk ke Jeonju bersama kim bum!!! Astaga, jam berapa ini??? Ya ampun sudah jam setengah 8?! Aissshhh aku harus mandi kilat ini!!!” kata so eun terburu – buru. Seandainya otaknya bekerja lebih cepat, pasti ia akan bangun lebih pagi dan tidak akan buru – buru seperti ini.

 

So eun pun bergegas turun dari kasurnya dan mulai menggeledah seluruh isi lemari pakaiannya. Memilih beberapa pakaian yang harus ia bawa dan juga pakaian yang akan ia kenakan untuk berangkat nanti. So eun juga sibuk memilih sepatu dan juga asesoris yang sepadan dengan pakaian yang ia pilih.

 

Setelah mengepak barang – barangnya ke dalam koper berukuran sedang, so eun mengambil handuk yang ada di atas meja belajarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kali ini ia benar – benar mandi kilat. Dalam waktu 10 menit ia sudah selesai dan langsung duduk di depan meja riasnya. Mengeringkan rambut, memakai make up, menyisir rambutnya, dan selesai. Untuk mengefisiensikan waktu ia memilih untuk menggerai rambutnya saja.

 

”Done! What time is it now? Oh my god, 2 minutes left!!! Kim bum sebentar lagi akan sampai! Ppali ppali ppali!!!” ucap so eun dengan panik.

 

So eun langsung mengambil kopernya dan meluncur ke lantai bawah sambil menyeret kopernya. Dan bingo! Kim bum baru saja sampai di rumahnya! So eun pun bernafas lega.

 

What’s wrong with you? Hari masih pagi tapi penyakitmu mulai kambuh lagi” tanya kim bum sambil menatap so eun dari atas sampai bawah. Terlihat trendi namun simpel, batin kim bum.

”Mwo??? Kau tau, aku sampai mandi hanya dalam waktu 10 menit karena takut terlambat! Dan kau malah bertanya padaku seakan – akan tidak melakukan apapun??? What ever!!!” jawab so eun dengan nafas yang tersengal – sengal karena baru turun dari tangga.

”Wah, aku tidak menyangka kalau kau benar – benar takut akan ku tinggal. Meskipun kau hanya mandi dalam waktu 10 menit, kau tetap terlihat cantik seperti biasanya. Tidak sadarkah kau?” puji kim bum. So eun pun terdiam mendengar ucapan kim bum yang terdengar aneh lagi baginya.

”Tidak ada waktu untuk merasa terpesona lagi denganku nona so eun, ayo kita berangkat” sambung kim bum sambil merebut koper yang sedari tadi di pegang oleh so eun. Kim bum berjalan lebih dulu ke mobil sambil menarik kopernya.

”Harusnya aku yang bertanya padamu tuan kim, what’s wrong with you? Kenapa kau jadi memujiku seperti itu???” gumam so eun yang kemudian mengikuti kim bum dari belakang.

 

Kim bum memasukkan koper milik so eun ke dalam bagasi mobil, sementara so eun langsung masuk ke dalam. Setelah memastikan semua barang terbawa, akhirnya mereka memulai perjalanan menuju Jeonju.

 

Hey Mr. Kim” ucap so eun sambil menatap ke arah kim bum yang fokus dengan kemudinya.

“Mmm” gumam kim bum.

“Apa jarak dari Seoul ke Jeonju itu jauh?” tanya so eun polos.

“Tidak terlalu. Kalau jalan yang kita lewati tidak macet, kita akan sampai di sana 2 setengah jam lagi” jawab kim bum.

“2 setengah jam? Itu memakan waktu lama tau”

”Waeyo?”

”Bosan” ujar so eun dengan wajah tertunduk lesu.

”Kau tidak membawa kucing pinkmu?” tanya kim bum lagi.

”Tidak”

”Benar – benar tidak membawanya? Sama sekali??”

”Kan kau sendiri yang mengatakan untuk tidak membawanya. Ya sudah tidak ku bawa”

 

Kim bum memberhentikan mobilnya di sisi jalan, dan tentu saja membuat so eun bingung. Kim bum mengambil barang yang ada di kursi belakang dan memberikannya pada so eun.

 

”Apa ini?” tanya so eun lagi. Kali ini so eun benar – benar terlihat seperti gadis yang sangat polos.

”Apa itu? Tentu saja PSP. Masih saja bertanya” jawab kim bum dengan kesal. Bagaimana bisa dia tidak mengetahui psp, pikir kim bum.

”Aku tau ini PSP, kau pikir aku begitu bodoh? Maksudku, untuk apa kau memberikan ini padaku??” tanya so eun dengan nada yang kesal.

”Tentu saja untuk kau mainkan, masa kau lempar? Sudah jangan banyak bicara, kalau kau bicara terus akan makin lama sampainya” ucap kim bum yang kemudian kembali menjalankan mobilnya.

 

”Apa – apaan ini? PSP?? Kau pikir aku tidak akan bosan dengan memainkan PSP mu ini??? Yang bisa menghilangkan rasa bosanku itu hanya kucing pink ku tau” batin so eun dengan kesal. Karena tidak ada pilihan akhirnya so eun memainkan PSP milik kim bum.

 

2 setengah jam kemudian, di kota Jeonju~~~

 

Mobil kim bum dan so eun terparkir sempurna di depan sebuah rumah yang cukup besar. Tidak megah memang, namun terlihat asri dengan begitu banyak tanaman di dalam dan di luar rumah tersebut. Kim bum dan so eun pun keluar dari mobilnya.

 

”Whoaaaa, tak ku sangka udara di Jeonju begitu segar! Hei tuan kim, tempat pilihanmu bagus juga” kata so eun sembari menghirup udara segar dalam – dalam.

”Dari pada kau mengatakan hal – hal yang tidak penting lebih baik kau bawa koper mu yang besar ini. Ayo cepat!” teriak kim bum dari arah belakang mobil. So eun pun menatapnya sinis.

”Kenapa harus aku yang membawa kopernya? Kau kan pria, sudah seharusnya kau yang membawa koperku. Katanya di ajarkan etika, tapi kenapa seperti itu?” sindir so eun. Kim bum yang mendengarnya langsung berjalan menuju so eun sambil membawa tasnya sendiri.

”Aku memang di ajarkan etika, tapi bukan etika untuk memanjakan gadis manja sepertimu” sindir kim bum juga.

”Mwo??? Gadis manja kau bilang??? Heh dengar ya asisten ku yang berkaca mata, kalau saja ada black prince di sini dia pasti akan membawakan kopernya untukku!” kata so eun yang mencoba untuk membela dirinya sendiri. Kim bum pun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah so eun.

”Black prince pun tidak akan sudi melakukannya, percayalah nona so eun” kata kim bum dengan enteng sembari berlalu meinggalkan so eun yang pipinya merona lagi.

”Yaaa tuan kim! Kau menyebalkan!!!” teriak so eun dengan lantang. Kim bum hanya tertawa kecil saja.

 

Mereka memasuki rumah yang berwarna putih terang itu. Kim bum meletakkan tasnya ke dalam kamarnya, sedangkan so eun masih melihat – lihat barang – barang yang ada di dalamnya.

 

”Sepertinya rumah ini sudah lama tidak di tempati, tapi perabotan yang ada di sini sangat lengkap sekali. Ada home theatre, TV LCD 29 inch, dan coba lihat! Bahkan ada nintendo wii terbaru! Astaga, sebenarnya ini rumah siapa bum??? Pasti pemiliknya orang kaya ya???” kata so eun yang berdecak kagum.

“Apa kau harus tau identitas pemilik rumah ini? Kalau kau mau menggunakannya gunakanlah, sekalian menghabiskan waktu hingga malam nanti. Aku yakin kau pasti orang yang bosanan” kata kim bum.

”Tentu saja, tanpa kau suruh pun aku pasti akan menggunakan semuanya. Kau tidak perlu khawatir” ucap so eun yang kemudian meletakkan kopernya di kamar dan kembali ke ruang tamu untuk memainkan nintendo wii tersebut.

 

-Kim Bum POV-

 

Sebenarnya ini adalah rumah yang ku beli dengan hasil curian yang ku lakukan beberapa bulan yang lalu. Aku membelinya karena aku ingin mempersiapkan rencana balas dendamku pada keluarga gadis ini. Kalian tau, rasanya aku ingin tertawa puas saat mendengarnya bicara tentang black prince.

 

”Mwo??? Gadis manja kau bilang??? Heh dengar ya asisten ku yang berkaca mata, kalau saja ada black prince di sini dia pasti akan membawakan kopernya untukku!”

 

Dengan pedenya dia berkata seperti itu. Kalau saja ia tau aku adalah si black prince, mungkin dia akan menertawakan dirinya sendiri. Hahaha…

 

Aku kembali memasuki kamar yang ku tempati. Ku keluarkan pakaian dan barang – barang yang ku bawa di tempat yang kosong. Tak lupa aku membawa tuxedo, kemeja, dasi, celana panjang, dan sepatu dengan warna yang sepadan, hitam. Ku letakkan pakaian ala black princeku di lemari baju, dan sengaja ku letakkan agak di belakang agar tidak terlalu terlihat. Sementara topeng hitam yang di berikan oleh tuan park ku simpan di laci meja yang ada di kamar.

 

Ku lepas kaca mata yang ku kenakan, dan aku mulai merenung di atas kasurku. Aku harus memperhitungkan segala sesuatunya, semua resiko bisa saja terjadi dalam waktu singkat, dan aku harus berpikir keras untuk itu.

 

”Kalung berlian abad 19 yang biasa di simpan di museum nasional jeonju akan di pamerkan di panggung utama festival jeonju nanti malam. Waktu pameran di mulai dari jam 8 hingga jam 10 malam, sementara festival akan di mulai dari pukul 6 sampai 12 malam. Perkiraan pengunjung yang datang jika di lihat dari laporan tahun lalu sekitar 6000 pengunjung” gumamku dengan begitu rinci.

“Penjagaan yang di lakukan oleh mereka cukup ketat, setidaknya ada 300 polisi yang berjaga di sana. Mungkin karena itu belum pernah ada peristiwa pencurian selama festival ini berjalan. Hmmm… Tidak terlalu sulit, hanya saja aku harus berani mencurinya di depan umum. Kalung berlian dengan harga lebih dari 100 juta won… What a great diamond neklace” sambungku lagi dengan nada kagum.

 

Sekarang, apa lagi yang harus ku pikirkan? Ah, mengenai si gadis manja itu. Aku merasa belum menjalankan tugasku sebagai asisten sekaligus guru privatenya yang baik, namun bagaimana caranya aku bisa melakukan hal itu? Hubunganku dan dia belum terlihat begitu baik. Ku rasa semuanya akan jauh berbeda setelah nanti malam. Ku set sedemikian rupa agar segala sesuatunya terlihat manis di matanya.

 

”Kim Bum! Tuan Kim!!! Bisakah kau buka pintunya?? Aku ingin bicara!!!”

 

Ku dengar teriakannya dari luar dengan begitu jelas. Ia mengetuk pintuku dengan cukup keras dan itu mengganggu telingaku. Kenapa dia tidak bisa bersikap selayaknya gadis seumurnya?

 

”Bisakah kau tidak berteriak di depan kamarku dengan menggedor pintu begitu keras? Pintu ini cukup rapuh dan akan hancur kalau kau melakukannya lagi nona so eun” ujarku memberitaunya. Ku lihat wajahnya menjadi agak lesu setelah aku bicara seperti itu.

”Habis kau tidak keluar – keluar dari tadi, padahal aku menunggumu tau” balasnya. Pipinya terlihat menggembung, lucu sekali.

Waiting for me? Ada apa?”

“Aku bosan”

 

Dengan polosnya ia bicara seperti itu padaku. Seorang so eun yang pertama kali ku lihat begitu arogan dan sangat sulit untuk di atur, kini begitu manja dan terlihat… manis. Percayalah, tidak akan ada satupun pria di dunia ini yang dapat menolak permintaannya kalau dia sudah mengeluarkan ekspresi seperti ini. Tunggu, kenapa aku jadi seperti ini pada so eun?

 

“Bosan? Bukankah sudah ada nintendo wii yang menemanimu? Apa kau mau memainkan PSP ku lagi??” tanyaku bingung.

”Anio, aku tidak mau itu. Aku ingin berjalan – jalan di sekitar sini, may i?” tanyanya lagi yang kali ini dengan puppy eyes. Sepertinya dia kemasukan sesuatu *emang di korea ada yang namanya kesurupan ya?? #plakk*.

 

Aku pun berpikir ulang mengenai permintaan so eun. Gadis ini benar – benar merepotkan sekali, menghabiskan tenaga ku saja kalau menemaninya berjalan – jalan. Aku harus maksimal saat aku beraksi jadi black prince nanti malam bukan?

 

”Maaf, tapi sepertinya tidak bisa. Aku punya ide yang lebih baik di bandingkan acara berjalan – jalanmu itu” kataku untuk menghalanginya keluar. Tergambar dengan jelas raut wajah kecewa darinya.

”Apa?” jawab so eun dengan lemas.

”Aku sudah memikirkan hal ini sejak di rumah tadi, aku membawa beberapa buku pelajaran yang mungkin bisa kau pelajari di sela waktu senggangmu. Tenang saja, aku pasti akan membantumu. So, it’s a good idea for you right?” kataku dengan nada bicara yang terlihat begitu excited.

Are you crazy? Mana ada orang yang berpendapat kalau belajar itu lebih baik di bandingkan berjalan – jalan??? You must refresh your brain, tuan kim”

 

Dia membalas ucapanku dengan nada cuek dan kemudian berlalu menuju ke depan tv. Ya, aku mengerti kalau belajar itu tidak menyenangkan. Tapi harusnya itu yang dia lakukan, selayaknya gadis normal yang rajin belajar. Dan kalau ia mau melakukannya, maka perjanjian bodoh antara aku dan so eun akan di menangi oleh aku. Hahaha…

 

-Kim So Eun POV-

 

Aissshhh apa – apaan ini??? Aku meminta izin untuk berjalan – jalan sebentar tidak boleh. Dan giliran memberikan saran, dia malah menyarankanku untuk belajar bersamanya??? Aigooo itu tidak akan ku lakukan lagi. Anggap saja perjanjian yang dia tawarkan itu hangus. Andwe!!! Shireo!!!

 

”So eun, kau mau apa lagi sekarang?” tanyanya padaku dengan nada bicara yang terdengar heran. Apa urusannya dengan apa yang ingin ku lakukan?

Listen to me, Mr. Kim. Tadi aku berusaha untuk meminta izin padamu agar aku dapat berjalan – jalan keluar, tapi tidak kau izinkan. Padahal kau tau kalau aku sedang berusaha untuk terlihat baik di hadapanmu. Namun karena kau malah memberikan saran yang jauh lebih buruk, ku putuskan untuk tetap pergi. Ara?” kataku seakan – akan aku adalah gurunya.

”Mwo? Sudah ku katakan kalau kau tidak boleh pergi keluar. Lagi pula sekarang kan sudah jam 2 lebih, kau hanya perlu menunggu beberapa jam lagi sampai festival nanti malam di mulai” katanya dengan bersikeras.

”Kau dapat mengetahui kalau aku suka pergi ke toko es krim dan memesan es krim vanilla, tidak mungkin kau tidak tau kalau aku suka membangkang orang yang melarangku. Bukankah begitu?” balasku dengan kesal.

”So eun, aku berusaha untuk menjadi asistenmu yang baik. Ayahmu sudah mempercayakan dirimu padaku, aku tidak ingin mengecewakannya”

”Itu salahmu, kenapa kau mengajakku ke sini. Sudahlah, aku tidak mau menghabiskan tenagaku hanya untuk berdebat denganmu”

 

Tanpa menghiraukannya aku langsung berjalan keluar dari rumah ini. Dan asisten ku yang berkaca mata itu tidak menghalangiku sama sekali! Dia tidak meneriakkan kata – kata untuk melarangku ataupun menarik pergelangan tanganku untuk tetap berada di sini. Astaga, tuhan begitu baik padaku!

 

Setelah menutup pintu pagar, aku menolehkan pandanganku ke kiri dan ke kanan. Karena aku tidak tau daerah ini aku jadi bingung kemana aku harus pergi menghabiskan waktu sampai festival itu di mulai. Ku lihat sebuah sepeda yang terparkir manis di samping pagar, dan mataku terhenti melihatnya. Otakku mulai berputar, dan akhirnya…

 

”BINGO!” teriakku dengan puas. Ku putuskan untuk berjalan – jalan dengan sepeda itu. Karena sepeda itu berada di samping pagar, aku sangat yakin kalau sepeda itu milik kim bum. Tanpa basa – basi aku langsung berlari menuju sepeda itu dengan senang. Aku merasa tidak perlu izin pada kim bum hanya untuk meminjam sepeda ini, karena aku yakin kalau ia tidak akan memberikannya padaku.

 

Sepeda ini terlihat seperti sepeda gunung. Boncengan nya hanya ada di bawah, tepatnya di samping kedua roda. Maksudku, boncengan itu di gunakan dengan berdiri, bukan seperti sepeda manis yang boncengannya duduk. Ku naiki sepeda itu dengan pedenya, dan kakiku ku letakkan di kedua pedal. Saat ku coba untuk mengayuhnya, sepeda ini tidak bergerak sama sekali.

 

What happen with this bicycle? Apa sepeda ini sama anehnya dengan pemiliknya???” gumamku dengan heran. Ku perhatikan sepeda ini dengan baik – baik, dan aku menemukan penghalangnya. Ternyata sepeda ini di kunci oleh kim bum. Kenapa dia sama menyebalkannya dengan koruptor?*-_-v*

 

”Kau membutuhkan ini, nona so eun?”

 

Ku dengar suara yang tidak asing lagi, suara yang sebenarnya tidak ingin ku dengar agar tidak merusak pendengaranku. Ku ubah pandanganku ke asal suara itu. Kim bum berdiri di depan pintu dengan membawa sebuah kunci, di tambah dengan ekspresi wajah yang terlihat… evil.

 

”Menurutmu?” kataku singkat dengan sangat – sangat malas. Mood yang tadi sudah ku bangun kini hancur lagi. Terlebih lagi karena ia suka menggodaku dengan embel – embel ’nona’.

Of course you need it. Sepeda itu tidak akan bergerak sedikitpun kalau masih di kunci” balasnya sambil berjalan ke arahku. Kaca matanya membuat nya terlihat seperti orang tua yang sedang menasihati anaknya #plakk.

If you think like that, give me the key now” ujarku sambil memberikan tanganku. Dia hanya terdiam mendengar ucapanku.

“Cepat atau kau akan ku laporkan pada ayah karena telah mentelantarkanku di sini?” tanyaku lagi dengan tatapan sinis.

 

Ia berjalan tanpa menghiraukanku menuju ke sepedanya, dan ia buka kunci yang sedari tadi menempel di sepeda itu. Kemudian ia menaiki sepedanya dan menoleh ke arahku.

 

”Naik sekarang atau tidak sama sekali?” tawarnya padaku. Aku menatapnya heran dan ia hanya tersenyum padaku. Tidak ada pilihan sama sekali, akhirnya aku menaiki sepeda itu dengannya. Aku berdiri di belakang sambil memegang pundaknya agar aku tidak jatuh.

 

-Author POV-

 

Kim bum membenarkan posisi kaca matanya, dan ia mulai mengayuh pedal sepeda tersebut. Mereka melewati jalan – jalan yang di kelilingi oleh pepohonan rindang di pinggirnya. Udara terasa begitu segar, dan itu membuat mereka menikmati perjalanan sederhana itu. Terlebih lagi so eun yang sampai mencoba untuk meregangkan kedua tangannya agar bisa merasakan udara dan angin yang berhembus.

 

”Whooaaa udara di sini benar – benar segar! Woohoooooo!!!” teriak so eun dengan begitu gembira. Kim bum hanya menggeleng – geleng saja mendengar so eun bicara seperti itu.

”Jangan terlalu lama seperti itu, nanti kau terjatuh. Jalanan di sini agak curam” kata kim bum yang tetap fokus dengan pandangannya.

”Justru karena itu udaranya terasa begitu cepat! Apa kau tidak dapat merasakannya? Ini sangatlah menyenangkan bum!” jawab so eun yang kali ini tidak kesal dengan ucapan kim bum. Kim bum hanya tersenyum kecil.

”Baiklah, kalau kau memang menyukainya kita akan melewati jalan yang turunan nya lebih curam lagi. Bagaimana?” tawar kim bum.

Of course! Ayo kita mulai!!!” balas so eun dengan senyum yang sumringah.

 

Kim bum pun membelokkan sepedanya ke arah kanan dan ternyata apa yang di katakan oleh kim bum itu benar. Jalanan itu sangat curam dan itu tidak membuat so eun takut sama sekali. Sepeda yang mereka naiki pun melintas dengan cepat. So eun langsung mengeratkan pegangannya pada kim bum dengan mengalungkan tangannya di leher kim bum. Kim bum merasa senang karena ia merasa selangkah lebih dekat dengan so eun. So eun terlihat sangat senang sekali.

 

”Kyaaaaaa!!! Kim bum ini menyenangkan sekali!!!” teriak so eun di saat sepeda mereka menuruni jalanan itu.

”Tentu saja, asalkan ayahmu tidak mengetahuinya!” balas kim bum dengan begitu bersemangat.

 

Merekapun menghabiskan waktu berdua dengan berjalan – jalan menaiki sepeda itu. Kadang kalau so eun merasa pegal karena berdiri terus ia duduk di depan kim bum di rangka sepedanya. Itu terlihat romantis, bagi orang – orang yang melihat mereka tentunya. Namun siapa tau itu juga berlaku bagi kim bum dan juga so eun *di aminin mates*.

 

Waktu menunjukkan pukul 05.50 sore, itu artinya sepuluh menit lagi festival tahunan di Jeonju akan segera di mulai. Sudah terlihat warga sekitar yang pergi ke lokasi festival bersama dengan anggota keluarga mereka masing – masing. Sementara itu kim bum dan juga so eun yang sedang duduk beristirahat di bawah pohon itu hanya bingung.

 

”Hei tuan kim, festivalnya di mulai jam berapa? Kenapa mereka sudah pergi ke sana?” tanya so eun sambil memperhatikan warga yang sedang berjalan itu.

”Mereka pergi lebih dulu agar tidak terhimpit dengan warga yang akan datang nantinya. Tepat jam 6 nanti gerbang festival akan terlihat seperti kapal pecah yang di kerubuni oleh awak – awaknya sendiri” jelas kim bum.

”Benarkah? Kalau begitu kita pergi sekarang saja agar tidak terlalu ramai. Kajja!” kata so eun sambil menarik pergelangan tangan kim bum. Dengan cepat kim bum langsung berdiri di samping so eun sambil memperhatikan tangan so eun yang tetap menggenggam tangannya.

”Aku harus menghubungi temanku dulu, ada sesuatu yang harus ku katakan padanya. Kau pergi saja, nanti aku menyusul” ucap kim bum.

”Nanti kalau aku masuk lebih dulu kau akan kebingungan mencariku. Bukankah akan lebih baik apabila kita masuk bersama? Lagipula, kau sendiri kan yang mengajakku ke sini” ucap so eun sambil menatap ke arah kim bum.

”Sebentar saja, aku tidak akan lama. Only 3 minutes, kau tidak perlu khawatir” yakin kim bum.

Ok, ku tunggu di dalam ya asisten berkaca mata!”

 

So eun pun melepas tangan kim bum dari genggamannya dan langsung berlari menuju ke lokasi festival dengan riangnya. Kim bum tersenyum sembari menatap so eun dari belakang. Tidak lama kemudian ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Ia tekan speed dial di angka 8 lalu menekan tombol hijau di ponselnya.

 

Selamat sore tuan. Ada yang bisa saya bantu?

Persiapkan seluruh alat – alat yang akan ku gunakan nanti. Dan juga kau bawa tuxedo hitam yang ada di kamarku, letaknya agak di dalam. Black mask ku letakkan di laci meja…

Baik, akan saya lakukan tuan. Bagaimana dengan mobil yang biasa tuan gunakan? Apa perlu saya siapkan?

Ya, kau siapkan saja. Beritau aku apabila semuanya sudah selesai. Aku harus mengurus gadis manja ini dulu…

Baik tuan. Akan saya lakukan dengan secepat mungkin…

 

Kim bum menutup telfonnya, lalu ia bergegas masuk ke festival itu. Meskipun festival ini belum resmi di mulai, tapi sudah begitu banyak warga yang datang ke sana. Ada begitu banyak stand yang menjual berbagai macam barang dan juga makanan di sana. Lampu – lampu yang menggantung di atas pun sudah menyala semua. Kim bum mulai mencari di mana so eun. Ia berjalan sambil melihat ke sekitarnya, namun itu cukup sulit mengingat begitu banyak pengunjung yang memadati festival itu. Kemudian ia melihat sebuah stand es krim yang di kunjungi oleh anak – anak kecil beserta orang tua mereka.

 

”Sepertinya aku tau kemana gadis manja itu pergi…” gumam kim bum. Akhirnya ia pergi ke stand es krim itu untuk mencari so eun. Dan benar saja, kim bum mendapati so eun yang sedang asik menikmati es krim cone vanilla di antara begitu banyak anak – anak. Kim bum pun tertawa lalu menghampiri so eun.

”Apa es krim itu begitu enak sampai – sampai kau tidak memikirkan harga dirimu sendiri so eun?” ucap kim bum dari belakang tepat di samping telinga so eun. So eun yang kaget langsung berbalik ke arah kim bum.

”Tuan kim! Aisshh ku pikir siapa” kata so eun mendumel sambil terus menjilati es krimnya.

”Kenapa kau begitu cuek? Apa kau tidak sadar kalau kau sedang di antara anak – anak kecil yang sedang di temani oleh orang tuanya? Aku jadi merasa kalau aku itu orang tua yang sedang menjemput anaknya, dan anaknya itu kau” ledek kim bum.

”Mwo??? Hei tuan kim, apa salahnya makan es krim di tengah – tengah mereka? Justru aku merasa kalau mereka memiliki persamaan denganku, yaitu menyukai es krim!” elak so eun dengan kesal.

”Hei hei hei… Kenapa kau jadi marah? Aku hanya bercanda so eun” ujar kim bum dengan bingung. Sementara so eun masih merasa kesal meskipun itu hanya sebuah candaan.

”Hmmm… Bagaimana kalau kita melihat – lihat di festival ini? Sebentar lagi pembukaan festival akan resmi di mulai di panggung utama” sambung kim bum untuk merayu so eun yang masih merengut.

”Baiklah, but don’t make me hate you more than now. Setidaknya untuk hari ini, mengerti tuan kim?” tanya so eun.

“Tentu, ayo kita pergi”

 

Kali ini giliran kim bum yang menarik tangan so eun dan mengajaknya berjalan – jalan mengelilingi festival Jeonju itu. Benar – benar meriah dan sangat ramai, terutama di area panggung utama. Karena ada beberapa artis ibu kota yang hadir memeriahkan festival itu, seperti girlband Chi – Chi yang terkenal dengan single Longer, dan juga boyband Teen Top yang kala itu membawakan single No More Perfume On You nya. Kim bum pun mengajak so eun kesana dan menonton acara – acara yang ada di panggung utama.

 

”Wah ada boyband sekelas Teen Top juga di sini??? I can’t believe it! It’s so great!!!” teriak so eun di tengah – tengah pengunjung yang tengah menyaksikan performance dari boyband itu.

“Aku juga tidak menyangka kalau mereka mau tampil di festival seperti ini. Terlebih lagi festival ini sangatlah ramai, akan sangat menakutkan untuk faktor keamanan mereka!” ujar kim bum dengan agak keras mengingat volume sound system di panggung utama begitu keras.

 

Hyangsuppurijima ireoda yeochinhante deulkindan mallya
Banjjagi bareujima ireoda ose mudeum andoendan mallya
Nunan nunajiman..

jeongmal naega naega joheumyeon geureotamyeon
Ttansorihajiman..

Geunyang naega hajandaerohae geudaerohae
Hyangsuppurijima~

 

(Teen Top – No More Perfume on You)

 

So eun benar – benar larut dalam keramaian di festival itu. Ia ikut bernyanyi beriringan dengan musik yang mengalun di depannya. Bahkan mungkin ia lupa dengan keberadaan kim bum di sampingnya, karena ia tidak mengajak kim bum bicara sama sekali.

 

”Sepertinya ini waktu yang tepat. Setelah performance selesai kalung berlian itu akan di pamerkan. So eun juga terlihat tidak menghiraukanku sama sekali” batin kim bum.

 

Kim bum pun pergi mengendap – endap dari sisi so eun menuju ke sebuah stand yang kosong. Letak stand itu agak jauh dari panggung, jadi kim bum harus cepat sebelum kalung berlian itu di bawa naik ke panggung. Ia melepas kaca matanya dan memasuki stand yang di jaga oleh seorang wanita itu.

 

”Selamat malam tuan. Semua yang telah tuan perintahkan telah saya siapkan di dalam” ujar wanita itu sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada kim bum.

”Ne, aku akan masuk ke dalam. Setelah aku selesai kau harus langsung menutup stand ini secepat mungkin, lalu meninggalkan tempat ini. Jangan ada yang tertinggal sedikitpun” kata kim bum dengan cepat.

”Mengerti tuan”

 

Kim bum langsung masuk ke dalam stand dan mengganti pakaiannya dengan tuxedo lengkap dengan dasi dan ikat pinggang yang berwarna hitam. Ia memasukkan sebuah pistol dengan peluru penuh di dalamnya. Tak lupa ia mengambil topeng hitam yang biasa ia gunakan guna mempermulus aksinya sebagai pencuri ulung. Kemudian ia pergi keluar dengan pribadi yang berbeda, black prince.

 

FLASH BACK~

 

Setelah acara pemakaman keluarga kim bum selesai, kim bum mendatangi tempat tuan Park. Tuan park sendiri yang meminta kim bum untuk mendatanginya, apabila kim bum sedang berada dalam masalah. Pikiran kim bum terasa kalut, ia benar – benar bingung dengan keadaan yang di alaminya saat ini. Tuan park pun mencoba untuk menenangkan kim bum.

 

”Kau adalah seorang pria, pria yang memiliki takdir untuk bisa menjadi kuat dan tangguh terhadap apapun. Aku ikut prihatin dengan apa yang kau alami saat ini, tapi aku juga menyesali apa yang telah kau lakukan. Hanya karena cinta keluargamu kini meninggalkanmu sendirian” ujar tuan park pada kim bum yang masih terdiam.

”Apa kau masih ingin berpangku tangan? Apa kau masih ingin berdiam diri melihat keluarga mereka menindas dan menyiksa batinmu dengan semena – mena?? Apa kau mau di cap sebagai pria yang tak tau diri & tak tau malu oleh mereka???” sambungnya lagi.

 

Kim bum berusaha untuk berpikir secara normal, tanpa ada unsur perasaan sedikitpun. Apa yang di katakan oleh tuan park itu benar. Kim bum sudah menyerah terlebih dulu dengan nasib cintanya bersama min jung, namun min jung tidak bisa seperti itu. Min jung yang terus memaksa keberadaan dirinya bersama kim bum, yang membuat keluarga min jung menganggap bahwa kim bum dan keluarganya lah yang berulah.

 

”Mereka tidak tau yang sebenarnya, mereka menghancurkan masa depanku tanpa melihat keadaan terlebih dulu” ujar kim bum dengan tatapan kosong.

”Ya, manusia – manusia seperti mereka lah yang harus kita habisi, agar tidak ada lagi kekecewaan di dunia ini. Bukankah seperti itu kim bum?” ujar tuan park dengan tersenyum licik. Secara tidak sadar kim bum mengangguk pelan.

”Kita mempunyai latar belakang yang sama, dan kita mempunyai musuh yang sama. Akan lebih baik kalau kita menyatukan semua itu dan kita buat mereka belajar dari apa yang mereka perbuat. Bagaimana menurutmu?”

 

Kim bum kaget mendengar ucapan dari tuan park itu. Kim bum memang tau kalau tuan park memiliki kisah hidup yang sama menyedihkannya dengan dirinya, namun kim bum belum pernah tau kalau ternyata tuan park memiliki dendam pada keluarga itu. Tidak butuh waktu lama bagi kim bum untuk memilih keputusannya. Dan akhirnya ia memilih…

 

”Baiklah, itu terdengar seperti rencana yang baik. Apa yang harus ku lakukan, tuan park?”

 

FLASH BACK END~

 

”Baru saja kita saksikan penampilan dari Teen Top dengan single mereka yang sangat fenomenal, No More Perfume on You! Sebelumnya kita juga menyaksikan penampilan manis dari Chi – Chi dengan Longernya, mereka benar – benar calon idola masa depan yang memiliki prospek ke depan yang sangat baik! Berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka!!!”

 

Semua pengunjung yang menonton penampilan itu bertepuk tangan dengan begitu kerasnya, termasuk juga so eun. Ia begitu menikmati segala sesuatu yang ada di festival itu. Dan kini sang mc akan memulai acara berikutnya.

 

“Setelah menyaksikan hiburan, kini kita akan memulai acara utama yang telah di tunggu – tunggu oleh kita semua. Kalung berlian abad 19 yang begitu terkenal akan di pamerkan secara umum di panggung utama festival Jeonju. Beri tepuk tangan yang meriah!” teriak mc dengan begitu bersemangat.

 

2 orang wanita cantik dengan mengenakan hanbok itu naik ke atas panggung dengan membawa sebuah kalung berlian yang terlihat berkilau. Semua perhatian pun beralih pada perhiasan yang memiliki harga cukup tinggi itu.

 

”Wah, pantas saja kalung itu mahal, ternyata itu benar – benar berlian asli” kata so eun.

”Kim bum, bagaimana menurutmu tentang… Lho, di mana kim bum? Hei tuan kim, kau di mana???” sambungnya lagi yang kaget melihat kim bum sudah tidak ada di sampingnya. Ia menoleh ke arah lain, namun ia tidak menemukan kim bum.

 

Pengunjungpun di berikan kesempatan untuk melihat kalung berlian tersebut dengan jarak cukup dekat. Mereka di perbolehkan naik ke atas panggung secara bergantian, namun tidak di perbolehkan untuk menyentuhnya. Setelah sesi pameran selesai, mc pun kembali melanjutkan acaranya.

 

”Tidak dapat di pungkiri bahwa kalung berlian ini begitu indah, bahkan kami yakin kalau seluruh pengunjung wanita di dunia ini pasti menginginkannya. Bukankah begitu?” ujar mc itu. Pengunjung wanita pun langsung meneriakkan kata ’ya’.

”Namun sayangnya kalung berlian ini tidak di jual oleh pemerintah di karenakan aset sejarah. Dan sebagai pengganti, kami memberikan kesempatan kepada salah satu wanita beruntung untuk mencoba mengenakan kalung berlian ini! Baiklah, siapa wanita yang akan beruntung malam ini???”

”Kyaaaa!!!!”

 

Semua pengunjung terutama kaum wanita langsung berteriak dengan sangat keras. Antusiasme mereka tak terbendung sama sekali meskipun malam semakin larut. Tapi itu tidak berlaku bagi so eun, gadis ini tidak tertarik sama sekali.

 

”Astaga, ini kan hanya di beri kesempatan untuk mengenakan kalung berlian itu sebentar, bahkan tidak lebih dari 5 menit. Tapi kenapa mereka begitu menginginkannya? Lebih baik membeli kalung berlian dari afrika saja” kata so eun dengan cuek.

 

So eun memang tidak menginginkannya, tapi bukan berarti ia beranjak dari tempat itu. Mc yang sedari tadi sibuk memilih wanita yang akan mengenakan kalung berlian itu menghentikan pencariannya saat melihat so eun.

 

”Ah! Kami sudah menemukan wanita yang beruntung itu! Nona yang terlihat masih muda, ayo naik ke atas panggung!” ajak mc itu sambil mengarahkan pandangannya ke arah so eun. So eun yang bingung itu tidak mengerti siapa orang yang di maksud.

”Aku? Yang dia panggil itu aku? Oh god, it’s impossible” kata so eun dengan tatapan aneh.

”Nona, bisakah kau naik ke atas panggung??? Iya, kau adalah wanita yang ku maksud!” kata mc lagi dengan lebih dekat ke arah so eun. Kemudian mc menarik tangan so eun untuk naik ke atas panggung, dan seohyun hanya terbelalak bingung.

”Kami yakin semua wanita yang hadir pasti sangat iri dengan keberuntungan yang berada di pihak anda. Siapa nama anda nona?”

Me? So eun, Kim So Eun”

”Oh, nona so eun, nama yang sangat bagus. Ok, sekarang nona so eun akan mengenakan kalung berlian ini. Silahkan nona so eun”

 

So eun masih agak gugup karena ia tidak habis pikir kalau ia yang akan menerima kesempatan itu. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kalung berlian itu dan mengenakannya. Kalung berlian itu terlihat berkilau saat di gunakan oleh so eun.

 

”Wah, kalung berlian itu sangatlah cantik!” ujar salah satu pengunjung.

”Iya! Ku rasa gadis itu juga cocok mengenakan kalung berlian itu!” balas pengunjung lainnya.

 

Tiba – tiba seluruh lampu yang berada di festival itu redup, tidak ada satupun yang menyala. Seluruh pengunjung pun kaget karena jarang sekali ada kejadian kecil seperti ini di event yang besar seperti festival Jeonju. Mereka langsung panik karena mereka tidak dapat melihat apapun. So eun yang sedang berada di atas panggung itu panik, karena ia tidak tau apa yang harus ia lakukan.

 

”Astaga, kenapa mati lampu segala?! Aish di mana asisten berkaca mataku itu? Kenapa sekarang belum kelihatan juga??? Harusnya ia menolongku di saat – saat seperti ini!” batin so eun sambil memegangi kalung berlian yang ia kenakan.

 

Saat so eun mencoba untuk menghela nafas agar dirinya dapat lebih tenang, dengan cepat ada seseorang yang menarik tangan so eun dan membawanya ke dalam pelukan seseorang yang misterius itu. Pria itu berusaha untuk mengambil kalung berlian dari leher so eun. So eun yang kaget dengan reflek menggenggam kalung berliannya dengan lebih erat, dan otomatis tangan mereka bersentuhan.

 

”YAA! Lepaskan aku! Kalung berlian ini bukan milikmu!” teriak so eun agar pria misterius itu segera melepaskannya. So eun juga berusaha untuk terlepas darinya meskipun harus dengan cara kasar, namun apa daya karena kekuatan seorang wanita lebih rendah di bandingkan seorang pria. Pria itu malah mengeratkan pelukannya agar so eun tidak dapat bergerak *intinya si black prince mau ngambil kalungnya tapi ga mau bikin so eun kesakitan gitu. Kalo ga ngerti ga usah di bayangin #plakk*.

 

Belum lama lampu – lampu padam, tiba – tiba ada sebuah lampu yang menyala dan tepat menyorot ke arah so eun dan pria itu. Semua pengunjung yang hadir sontak terdiam kaget melihat pria lain yang berada di atas panggung dan juga posisi so eun bersama pria itu. So eun yang kini dapat melihat jelas siapa pria yang memeluknya sekaligus mencoba untuk mengambil kalung berlian yang di kenakannya itu pun membulatkan matanya. Otak dan pikirannya tidak dapat berpikir dengan jernih, karena pria itu adalah pria yang selama ini di idam – idamkan olehnya. Mata bulat so eun bertatapan secara intens dengan mata indah pria itu. Nafasnya tidak teratur, hatinya berdesir dengan cepat, masih tidak percaya dengan orang yang ada di depannya dengan jarak yang sangat dekat. Bibirnya mencoba untuk berbicara meskipun terbata – bata.

 

”K-kau… Black prince…”

 

 

To Be Continued…

 

Apakah banyak typo yang bertebaran di part ini??? Maklum, soalnya saya ngeditnya pas lagi banyak tugas. Xoxoxo *di gampar readers*

Part ini adalah part terpanjang yang pernah saya ketik selama saya berkecimpung di dunia ff. Kemaren2 yg paling panjang itu 12/13 halaman, kalau yg ini 15 halaman.

Maaf ya kalau kepanjangan u,u

Maaf juga kalau bahasa nya agak sulit di mengerti, saya itu tipe orang yang suka berimajinasi tapi sulit mengungkapkannya ke dalam kata – kata *asik*

Bagi yang mau ff ini lanjut, silahkan ngomong ke saya lewat komen atau via lainnya. Bagi yang ga mau ff ini di lanjut, ngomong juga ke saya supaya saya bikin announcement di cancelnya ff ini. Jadi sama2 enak kan? ^^

Ok, see you on the next part mates~~~ #chu

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , , , ,

51 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 4

  1. dyyyy September 10, 2012 pukul 12:06 pm Reply

    aksi black prince kali ini kyake gak akan mulus…….

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 9:57 am Reply

      Dan saya selaku author tidak akan membiarkan aksi black prince mulus, huahaha~ #evillaugh

      -Chandra Syifa W-

  2. YeojaNiel September 10, 2012 pukul 1:58 pm Reply

    TEEN TOP? Woaaah suami kuu Ahn Daniel xD *tarik2 bibir Niel. Lol* btw thor lg Tintap yg fenomenal itu Crazy loh bukn NMPOY *g ush dibahas* keke
    omo2 kenp TBC?
    Lagi seru tau, next part ditunggu keke

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 9:58 am Reply

      Iyoo, saya tau kok. Cuma berhubung lagu teen top favorit saya NMPOY, ya udah yang itu yang di pasang xD
      Iya dong, masa langsung slesai? Nanti berapa halaman jadinya kalo ga TBC? -.-
      Oke ^^

      -Chandra Syifa W-

  3. Alfira September 10, 2012 pukul 2:23 pm Reply

    mnurut aku ini msh pendek chingu..
    hehehehe

    ok, hheemm..
    why does he do the such nut thing?
    when he’ll be realized that it’s wrong?
    when bumsso will get into each other?
    then who’s the guy who had influenced bumppa to do that?

    chingu, please continue this ff will u?
    I’m really curious ^^

    next part aku tunggu
    fighting ^^

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:01 am Reply

      Should i make the next chapter to be longer than this chap??? *confused*
      I don’t know, but he will realized it if this ff will end~
      Of course i will! Saya kan mau jadi author yang bertanggung jawab :3
      Curious udah kaya lagu SHINee dong ya??? #dasarshawol

      Sure! Thank you very much for your appreciation ^^

      -Chandra Syifa W-

  4. sugarsoya September 10, 2012 pukul 3:26 pm Reply

    Daebak author!! Ga kepanjangan ko, malah kurang panjang, hehehe #readermaruk
    Aduhh soeun kira2 bakalan gmna ya?? Diem aja apa pertahanin kalungnya?? Dia kan ngefans ama black prince,
    Author bikin bumssonya saling suka,
    Ditunggu next partnya ya…

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:02 am Reply

      Asdfghjkl kurang panjang apa coba???? T^T
      Maaf yaa soalnya saya bukan orang yang bisa ngetik lama2, waktu terbatas. Maklum, orang sibuk *siapa yang nanya thor*
      Gimana yaa??? Aduh saya aja penasaran #jegerr
      Sippo, makasih🙂

      -Chandra Syifa W-

  5. Justgalon September 10, 2012 pukul 4:47 pm Reply

    i just can say one word.. DAEBAAAAK..
    oke..let’s continue thor😀
    aku suka bnget FF ini😀 hawaaiiitting😀

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:03 am Reply

      I just can say one word for you, KHAMSAHAMNIDA!!! xD

      -Chandra Syifa W-

  6. devi September 10, 2012 pukul 5:01 pm Reply

    Daebak thor,,,,,,,

    Kyak’a aksi’a black priNce gk bRjlaN mlus N gk bsa dech tuch NgdptiN brliaN’a,,,,,,,,,,
    Jd pNasaRN Next part’a,,,,

    LNhut thor,,,,,,,

  7. heldajungsoo September 10, 2012 pukul 6:48 pm Reply

    Soeun pasti terpana dgn rupa black prince, cpat dilnjtkan

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:03 am Reply

      Jangankan so eun, saya aja yang bikin ngebayanginnya terpana xD #kaburdarimates

      -Chandra Syifa W-

  8. niniet September 11, 2012 pukul 3:16 am Reply

    pucuk di cinta ulam tiba bagi so eun …he..he… gagalkah black prince mengambil kalung itu ?…

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:05 am Reply

      Gagalkah? Gagal engga ya???😛 *ambigu*
      Btw, pucuk di cinta ulampun tiba artinya apa ya??? ._.v

      -Chandra Syifa W-

  9. vani September 11, 2012 pukul 4:36 am Reply

    sgera kembali di pos thorrrrr😄
    bagus, well, ini masi trlalu pendek, tiga kalinya ini g boleh og :))
    kasian black prince, itung2annya gatot karena ingin nglindungi sso eun, tp bagus c masi ada perasaan setidaknya,
    smga gk ktangkep ya, amin
    dan smua berjalan dengan baik2 saja

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:05 am Reply

      Eh? Tunggu jeda ya, inget pake jeda –”
      No comment untuk yang minta panjangin, ga bisa janji soalnya -.-
      Lah? Ini malah ngedoain ga ketangkap, waks😀

      -Chandra Syifa W-

  10. Chachicha September 11, 2012 pukul 8:44 am Reply

    Daebak author. .

    Makin seru & penasaran. .

    Next part ny d tnggu. .

  11. Putzz ran" moury September 11, 2012 pukul 8:56 am Reply

    Kimbum ko diajak jhat mw aja ya. . . HmMm. . .
    Jdi ini gara” hubungan kimbum n minjung ya. .
    Tpi kasian s0eun malah yg jdi k0rbAn bls dndam’a kimbum. . .hmMm.

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:07 am Reply

      Kapan lagi so eun jadi korban, iya ga? *di timpukin sendal sama angels*

      -Chandra Syifa W-

  12. zhuriya September 11, 2012 pukul 9:04 am Reply

    Ternyata atasan kim bum punya dendam ma ayah s0 eun karna apa’ya….p0litik mungkin ya kekeke…s0 te u…
    Kim bum g tega jg nyakitin s0 eun pas rebut kalung’ny…pha dia dah mulai suka ma s0 eun’y…

    Lanjutinan nya jgn lama”ya s0k ma aq d bantu ma d0’a biar cpet dpt inspirasi hehehe

    • koreanfanfictland September 11, 2012 pukul 10:08 am Reply

      Ga apa2 so tau juga, minimal udah bisa nebak2 dikit lah. Hehehe🙂
      Amin! Makasih banyak lho untuk doanya :3

      -Chandra Syifa W-

  13. bumssoelfsuperjunior September 11, 2012 pukul 2:15 pm Reply

    Hayooo dong lanjut!!! Penasaran

    • koreanfanfictland September 12, 2012 pukul 8:04 am Reply

      Sabar ya, belum selesai. Masih lama selesainya, hehehe ._.

      -Chandra Syifa W-

  14. anizza September 11, 2012 pukul 3:59 pm Reply

    Kykny black prince bkl gagal heheee

    • koreanfanfictland September 12, 2012 pukul 8:06 am Reply

      Gagal ga ya? Maunya gagal atau engga??? #authornyolot

      -Chandra Syifa W-

  15. cucancie September 11, 2012 pukul 4:34 pm Reply

    Huaaa…seru..seru…author lanjut…lanjut…

  16. ria September 12, 2012 pukul 12:58 pm Reply

    aargh knpa terlambat bc nie😦 , OMO OPPA !! Eunni y mau d apain ? Kira2 eunni y tau gak bumpa jd black prince thor, semangat lanjutin ff y thor,,
    Lanjut lanjut lanjut #gayademo.

    • koreanfanfictland September 13, 2012 pukul 9:03 am Reply

      Terlambat sedikit ga apa2 kok, kan yang penting masih bisa baca ^^
      Maybe yes maybe no, masa iya saya kasih tau di komentar. Ohoho~
      Wokeh deh =)

      -Chandra Syifa W-

  17. Sary aj0w September 12, 2012 pukul 3:58 pm Reply

    Keren th0r,s0wry aQ gabung k0ment di part nie..
    Critanya mnarik,tp m0ng2 tu td dr bgun tdur s0eun kagak makan?cuma es krim dwang,hahagaga
    D0nt w0ry

    • koreanfanfictland September 13, 2012 pukul 9:04 am Reply

      Sippo, ga masalah kok😉
      Iyaaa, anggep aja kaya gitu. Urusan mules atau engga nya so eun itu ga bisa di tampilin di cerita ya #plak

      -Chandra Syifa W-

  18. Winzzlee September 15, 2012 pukul 8:27 am Reply

    Gila si so eun turunan tajam dibilang menyenangkan

    • koreanfanfictland September 15, 2012 pukul 9:12 am Reply

      Kapan lagi so eun jadi stress turunan tajam di bilang menyenangkan??? Wakakak xD

      -Chandra Syifa W-

  19. cucancie September 15, 2012 pukul 10:27 pm Reply

    Mian thor baca lg ff ini,blm ada lanjutannya ya,hhehe. Udh g sabar nih baca lanjutannya…jgn lama2 y thor^^

    • koreanfanfictland September 16, 2012 pukul 2:37 am Reply

      Hahaha… Ini rencananya baru mau saya post. Tunggu ya^^

      -Chandra Syifa W-

  20. yunita zulaika September 16, 2012 pukul 3:57 am Reply

    kok kim bum maling seccchh ?

  21. Sendy Sekar September 17, 2012 pukul 6:43 am Reply

    tambah seru eon ceritanya….
    wah kim bum maling #gebukin se RT
    #peluk kimbum
    hahahaha😀

  22. SintiaBumsso Oktober 24, 2012 pukul 11:05 am Reply

    Hahaha so sweet nih Bumsso naik sepeda beduaan haha so sweet jadi inget masa kecil *?* hmm Bum smoga misinya berhasil yaa😀

  23. anastasia erna November 3, 2012 pukul 2:20 pm Reply

    deg-degan…apakah tertangkap kim bum..
    kebayang syok nya so eun..berhadapa dgn prince black..

  24. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 11:43 am Reply

    yeeee sso ktmu ma idolanya black prince🙂🙂

    tpi pas bumsso naik sepeda bner2 Romantis😉

  25. Queenella November 30, 2012 pukul 4:21 pm Reply

    Waaa akhirnya so eun ketemu sosok black prince
    Makin penasaran sama kelanjutannya

  26. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 4:23 am Reply

    Waduhhhh….. Giemn nasibb Sso eunni???
    Lanjutttt…lanjuttttt .͡▹​

  27. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 5:08 am Reply

    Wuaaaa kthuann dong kimbum..jiahhhh..pnsrann bggettt eon..udh ya kmen dkitt ajaaa..pngen cpat2 bca..cap..cuss..

  28. lilis suryani Juli 3, 2014 pukul 4:01 pm Reply

    klu ketawan gawat donk oppa bisa kacau donk

  29. ainami Agustus 20, 2014 pukul 7:11 am Reply

    black prince beraksi dan kali ini dihadapan sso..
    yeaay… tp dipikir2 kok sso suka bgt ya ma black prince kan dia pake topeng, siapa tau muka aslinya jelek… ga kepikiran apa sama sso wkwkwk ..

    tp feeling sso kuat kali ya, terlihat dr penampilannya, black prince itu udh memancarkan pesona keindahan *komen apaan sih gaje gini -_-

    mending aku lgsg cuss ke part berikutnya :v

  30. laila_annisa Januari 4, 2015 pukul 12:18 pm Reply

    Wwwaaaahhhhh kayaknya aksinya yg ini kurang mulus deh😀
    Sso bingung mau gimana ??di sisi lain pertahankan kalung itu di sisi lain terpesona sama black prince?? Haha sso oh sso ko kagum sama penjahat sih -_-😀 hahaha

    Terus berkarya😉

  31. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 9:01 am Reply

    Ya ampyun dlam keadaan itu. So sweetnya dpat. Psyi ktna kim so eun, mkanya bumpa tdak mw mengambilnya dhn paksa. Wah bumpa kesempatan flam kesempitan dunk memeluk so. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: