(FF) Black Prince – Part 5


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 5

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

Tadinya saya mau post part ini hari senin nanti, Cuma berhubung paket modem saya habis hari ini makanya saya post sekarang *dasar lo author kurang asem*😛

Jadi kalau saya agak lama ngepost part 6 nya udah pada tau ya alesannya apa? xD

Review of Part 4

”YAA! Lepaskan aku! Kalung berlian ini bukan milikmu!” teriak so eun agar pria misterius itu segera melepaskannya. So eun juga berusaha untuk terlepas darinya meskipun harus dengan cara kasar, namun apa daya karena kekuatan seorang wanita lebih rendah di bandingkan seorang pria. Pria itu malah mengeratkan pelukannya agar so eun tidak dapat bergerak.

Belum lama lampu – lampu padam, tiba – tiba ada sebuah lampu yang menyala dan tepat menyorot ke arah so eun dan pria itu. Semua pengunjung yang hadir sontak terdiam kaget melihat pria lain yang berada di atas panggung dan juga posisi so eun bersama pria itu. So eun yang kini dapat melihat jelas siapa pria yang memeluknya sekaligus mencoba untuk mengambil kalung berlian yang di kenakannya itu pun membulatkan matanya. Otak dan pikirannya tidak dapat berpikir dengan jernih, karena pria itu adalah pria yang selama ini di idam – idamkan olehnya. Mata bulat so eun bertatapan secara intens dengan mata indah pria itu. Nafasnya tidak teratur, hatinya berdesir dengan cepat, masih tidak percaya dengan orang yang ada di depannya dengan jarak yang sangat dekat. Bibirnya mencoba untuk berbicara meskipun terbata – bata.

”K-kau… Black prince…”

***

”Kau benar – benar black prince? Black prince yang ku idolakan selama ini???” tanya so eun lagi. Matanya masih menatap lekat black prince itu.

Mata black prince yang sebenarnya adalah kim bum itu pun memberikan reaksi yang sama kagetnya dengan so eun. Kim bum mencoba untuk tidak memperlihatkan rasa kagetnya, namun itu tidak dapat di pungkiri. Ia menyadari kalau semua pengunjung sedang memperhatikannya dan juga so eun, dan kemudian memutuskan untuk melepas so eun beserta kalung berlian nya. Black prince kemudian pergi dengan cepat dari atas panggung dengan melompat dan berlari meninggalkan so eun yang masih tercengang itu.

Hey Mr. Black Prince! Jangan pergi!!!” teriak so eun yang kaget lagi karena black prince mendadak turun dari panggung.

Tidak lama kemudian seluruh penerangan yang berada di festival itu kembali menyala. Pengunjungpun bernafas lega, sementara so eun merasa menyesal karena membiarkan black prince kesayangannya itu pergi tanpa berbicara apapun padanya.

”Kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku? Harusnya tadi ku katakan padanya kalau aku dalah fans sejatinya! So eun, you’re so stupid!!!” batin so eun sambil menjitakki kepaanya sendiri. Kemudian MC pun kembali beraksi ke atas panggung dan berdiri di samping so eun.

”Ah! Kami meminta maaf kepada seluruh pengunjung atas ketidak nyamanan tadi, itu di luar kendali tim panitia. Lalu, di mana kalung berlian itu? Apa masih kau kenakan nona??? Kami mendengar sesuatu dari belakang panggung tadi” ujar sang mc sambil beralih ke arah so eun.

”M-mwo??? Anio, tidak terjadi apapun tadi, mungkin kau salah dengar. Oh, ini kalung berliannya. Aku tidak ingin mengenakannya lagi. Khamsahamnida” ucap so eun yang kemudian melepas kalung berlian itu dari lehernya. Ia berikan kalung itu kepada mc dan berjalan untuk turun dari panggung. Semua mata pengunjung menatap ke arahnya, setelah mereka semua menjadi saksi antara so eun dan juga black prince yang sebenarnya adalah kim bum.

-Kim So Eun POV-

Ku langkah kan kakiku dengan gontai untuk turun dari panggung dengan rasa menyesal dan sekaligus senang. Aku sangat menyesal mengapa aku tidak memanfaatkan kesempatan di saat black prince tepat berada di depanku. Seharusnya aku menggenggam tangannya, memeluknya, atau mungkin menciumnya *so eun apeng xD*. Tapi ia malah pergi lebih dulu dan meninggalkanku begitu saja. Tapi aku juga senang karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Ah, aku jadi gadis labil seperti ini sih?

”Aigooo mana sih tuan kim itu? Menghilang tiba – tiba dan juga tidak kembali, maunya apa coba?” gerutuku sambil mencoba untuk mencarinya di sekeliling. Namun aku tidak menemukannya.

Aku berkeliling mencari pria menyebalkan itu, mulai dari area utama festival hingga stand – stand nya. Aku tidak mengerti jalan pikiran anehnya, ia selalu saja membuatku geram. Kakiku berjalan untuk menemukannya hingga begitu lelah. Kemudian aku memutuskan untuk keluar dari festival dan duduk di bangku yang ada di luar juga. Sangat sangat lelah pikirku.

“Menyesal karena aku menyia – nyiakan kesempatanku bertemu black prince, kemudian aku kehilangan jejak si asisten kim itu. What a great day!” teriakku dengan sedikit frustasi. Aku sudah tidak peduli dengan penampilanku saat ini.

Ku dengar suara langkah kaki yang agak cepat, suara itu semakin terdengar lebih dekat. Ku tengokkan kepalaku ke arah suara itu, dan ku dapati pria yang ku cari sedari tadi hingga kakiku seperti ingin putus.

“YAA!!! Ke mana saja kau pergi tuan kim?! Kau yang mengajakku ke sini tapi kau juga yang meninggalkanku!!!” teriakku tepat di depan wajahnya. Ku lihat ia langsung menutupi telinganya.

”Bisakah kau pelankan suaramu nona so eun? Telingaku bekerja dengan cukup baik tanpa kau berteriak tepat di depan ku” balasnya dengan raut wajah yang kesal. Memangnya hanya kau yang kesal tuan kim?

”Sekarang beritau aku, kemana saja kau pergi? Kalau ke toilet kan tidak mungkin selama ini. Ayo katakan!” ujarku dengan tatapan curiga.

”Memangnya kalau aku mengatakan padamu kemana aku pergi kau ingin apa? Tidak ada yang akan kau lakukan kan?” ucapnya enteng.

”Memang tidak ada yang akan ku lakukan, tapi setidaknya aku tidak akan menganggapmu buruk karena sudah meninggalkanku sendirian di sana, terlebih lagi saat aku naik ke atas panggung!”

”Mwo? Ke atas panggung? Memangnya apa yang kau lakukan sampai – sampai kau naik ke atas panggung???”

”Aku terpilih sebagai wanita yang berkesempatan untuk mengenakan kalung berlian dari abad… Ah, aku lupa abad ke berapa. Intinya seperti itu”

”Jadi, kau senang karena kau berkesempatan untuk mengenakan kalung itu?”

Ku lihat raut wajah kim bum yang sepertinya penasaran. Manis juga kalau ia berekspresi seperti itu. Melihat wajahnya yang seperti itu, amarahku jadi mendadak hilang. Aneh bukan?  Hahaha…

”Nanti saja ku ceritakan saat di jalan. Anyway, kita akan pulang naik apa? Not with that bicycle, right?” tanyaku sambil melirik sepeda yang ku naiki bersama kim bum.

“Tentu saja tidak. Kalau kau ku bawa pulang dengan sepeda, bisa – bisa kau sakit dan aku akan kena marah ayahmu Tadi aku menghilang karena aku mengambil mobil untuk kita pulang” terangnya sambil tersenyum. Aku merasa senyumnya kali ini terlihat tulus. Tidak ku sangka kalau ia pergi hanya untuk mengambil mobil demi aku.

”Benarkah? Kau pergi karena mengambil mobil, bukan untuk bertemu kekasihmu???” ledekku dengan senyuman nakal *bayangin sendiri deh so eun senyum evil tuh kaya gimana*.

”Mwo? Kekasihku??? Kau sedang ngelantur atau meledekku nona so eun???” balasnya dengan curiga.

”Aish sudah ku katakan berkali – kali jangan memanggilku dengan sebutan ’nona’, itu membuatku terdengar lebih tua tau” kataku sebal. Agak sedikit manja memang, namun itulah Kim So Eun.

”Baiklah – baiklah… Sekarang sudah jam 10 malam, langsung pulang atau?” tanyanya padaku.

”Bagaimana kalau kita ke suatu tempat yang bagus di daerah sini? Seperti danau atau bukit yang menghadap ke laut?” usulku. Ku pikir aku bisa menghabiskan waktu sebentar lagi di Jeonju sebelum aku pulang besok.

”Seperti nya ada. Bukit Namwol, lokasinya tidak terlalu jauh, pemandangannya juga cukup baik. Bagaimana?”

Ok! Let’s go to there!

Aku pun berjalan bersama dengan kim bum menuju mobil yang akan membawa kami ke bukit namwol, dan apa yang di katakan kim bum itu benar. Lokasi nya tidak terlalu jauh dari festival Jeonju, dan pemandangannya cukup mengesankan. Bukit dengan pepohonan dan penerangan lampu taman di sekelilingnya, dan kita juga bisa memandang langit malam dengan bebas.

”Seleramu bagus juga tuan kim” gumamku sambil tersenyum. Ku lihat senyumnya sekilas yang sedari tadi berjalan di sampingku setelah kami keluar mobil.

”Tentu, ku harap kau menyukainya” ujarnya singkat. Kemudian kami berjalan menuju bangku taman yang kosong.

”Hei, kau mau tau tidak apa yang sebenarnya terjadi saat aku berada di atas panggung tadi???” tanyaku dengan senyum semanis mungkin. Mood ku kali ini terasa sangat baik karena membayangkan wajah black prince yang ku lihat tadi, kekeke~

”Tidak, aku bosan mendengar ocehanmu yang terlihat sedang senang itu. Aku yakin kau akan sulit berhenti berbicara kalau perasaanmu sedang baik” ledek kim bum dengan tatapan mata yang terlihat… menjengkelkan. Ku tatap matanya dengan sinis.

”Mwo??? Yaaa!!! Jangan menghancurkan moodku tuan kim! Aku sedang senang sekarang dan aku butuh teman untuk membagi kebahagiaanku! Lagipula aku tidak akan bercerita padamu kalau saja ada sahabat – sahabatku!!!” geramku.

”Kalau begitu kenapa kau tidak menelfon mereka saja? Kau masih ada ponsel kan?”

”Tapi itu terasa aneh!”

”Kalau begitu ya tidak usah berbicara”

”KIM SANG BUM!!!”

”Berhenti memanggilku dengan seperti itu, aku lebih tua 3 tahun darimu nona so eun”

Aisshh!!! Cukup sudah ia membuat perasaanku menjadi 180 derajat berbeda dari sebelumnya! Ingin sekali aku memberinya pelajaran, tapi kalau aku melakukannya bisa – bisa ia berbalas meninggalkanku di sini. Aku kan tidak tau jalan pulang *jleb -.-*.

-Author POV-

So eun terdiam setelah kim bum meledeknya habis – habisan. Wajahnya terlihat seperti anak kecil yang sedang ’ngambek’, dan tentu saja kim bum menyadari hal itu. Kim bum pun tertawa lepas setelah ledekkannya berhasil membuat so eun menjadi unmood.

”Hahaha!!! Di ledek seperti itu saja marah, kalau seperti ini tidak akan ada pria yang mau menjadi kekasihmu” ucap kim bum yang masih tertawa. Pipi so eun menggembung mendengar ucapan kim bum.

Stop it or you will get a something bad from me. Aku hanya ingin bercerita padamu, bukan untuk menjadi target ledekkanmu!” balas so eun.

”Baiklah – baiklah… Memangnya kau ingin bercerita apa?” tanya kim bum yang berusaha berhenti dari tawanya yang tidak berhenti sejak tadi (?) *plakk*

”Tapi jangan meledekku lagi” jawab so eun dengan raut wajah yang berpura – pura seperti anak yang polos.

I’m promise. Sekarang, ayo ceritakan padaku” kata kim bum lagi.

So eun pun kembali tersenyum, dan kim bum juga membalas senyumannya. Ia pasti tidak akan menyangka tentang hal ini, batin so eun.

”Tadi, di saat aku mengenakan kalung berlian itu, semua penerangan mendadak mati. Sepertinya itu mati lampu, karena tidak ada satupun barang elektronik yang dapat di gunakan” ujar so eun di awal cerita.

”Lalu?” tanya kim bum singkat.

”Karena itu terjadi dengan tiba – tiba, otomatis aku bingung dengan apa yang harus ku lakukan. Aku hanya takut kalau kalung berlian yang ku kenakan itu hilang di tanganku. Karena itu aku langsung menggenggam kalung yang ku kenakan dengan kedua tanganku. Kau mengerti maksudku?” sambung so eun lagi.

”Tentu. Karena itu adalah kalung berlian peninggalan sejarah kau sangat takut bila kalung itu hilang. Benarkan?” tanya kim bum memastikan.

That’s right. Dan kau tau, apa yang terjadi setelah itu???”

”Apa?”

So eun merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke arah kim bum, kemudian menarik wajah kim bum untuk menatapnya dengan lebih dekat. Kim bum agak kaget, belum pernah so eun memperlakukan hal seperti ini padanya. Karena biasanya kim bumlah yang melakukan hal itu pada so eun. Dan kini jarak antara mereka berdua sudah jauh lebih dekat, bahkan sangatlah dekat. Mata so eun menatap lekat kedua bola mata kim bum.

”Black prince mendatangiku untuk mencuri kalung berliannya!!! Kyaaaaa!!!” teriak so eun dengan senang. Kim bum terdiam mendengar ucapan so eun itu, ia mencoba untuk mengeluarkan ekspresi kagetnya.

”Apa – apaan ini? Seorang pencuri mendatangimu dan berusaha mencuri kalung berlian yang kau kenakan kau malah senang??? Are you kidding me so eun?????” ujar kim bum dengan nada bicara yang heran. Salah satu alis matanya naik ke atas, meskipun sebenarnya itu tidak membuatnya benar – benar heran.

”Mwo??? Kau pikir aku bercanda???? Aku serius! Kau tau kalau aku sangat mengidolakan black prince, seharusnya kau ikut senang bersamaku!!!” balas so eun yang kali ini ikut – ikutan heran.

”Kau harus berpikir rasional, dia itu seorang pencuri, bukan seseorang yang tidak seharusnya kau idolakan. Masih banyak orang yang bisa kau kagumi” ucap kim bum dengan bijak.

”Maksudmu? Memangnya siapa lagi yang pantas di kagumi oleh seorang Kim So Eun???”

”Kau benar – benar ingin tau?”

”Tentu saja! Cepat kau katakan! Aku yakin orang yang kau sebut itu tidak akan lebih baik di bandingkan black princeku itu!”

”Hmmm… I’m not sure about it, ku pikir dia bahkan jauh lebih baik di bandingkan black prince”

“Oh ya? Sekarang, cepat kau beritau aku tuan kim”

Kim bum mengeluarkan senyum evilnya kepada so eun, dan so eun pun berhasil di buat bergidik ngeri olehnya. Kim bum mengambil ponselnya dari saku celana, kemudian mengutak – atik ponselnya sendiri. So eun menatap kyuhyun dengan tatapan bingung. Tidak perlu waktu lama, kim bum pun selesai dengan ponselnya. Ia memberikan ponselnya pada so eun.

”Apa?” tanya so eun sambil menatap kosong ponsel yang masih di pegang kim bum itu.

”Orang yang lebih baik dari pada black prince. Lihatlah” katanya singkat sembari tersenyum.

Dengan cepat so eun mengambil ponsel tersebut dari kim bum, lalu ia menyalakan layar ponselnya. Mata so eun pun terbelalak dengan lebarnya saat melihat gambar yang ada di ponsel kim bum itu. Bibirnya pun terbuka lebar karena begitu kagetnya.

”YAAA!!!!! ARE YOU THINKING THAT YOU ARE BETTER THAN MY BLACK PRINCE MR. KIM???!!!” teriak so eun untuk kedua kalinya. Kim bum pun tertawa puas melihat so eun yang berhasil ia kerjai. Ya, gambar yang so eun lihat adalah foto kim bum sendiri.

“Hahaha… Astaga, ekspresi wajahmu benar – benar membuatku tidak bisa berhenti tertawa so eun” balas kim bum dengan senyumnya yang lebar. Kaca matanya pun hampir terlepas di buatnya.

What?! Kau memancing perang lagi tuan kim??? Dasar asisten berkaca mata paling menyebalkan!!!!!”

Backsound: Super Junior – One Love

 

Kim bum pun lari menghindar dari kejaran so eun yang terlihat kesal itu. Mereka berlari saling mengejar satu sama lain mengelilingi bukit namwol di malam yang di penuhi bintang. Kim bum pun berhenti berlari dan menyerah pada so eun. Mereka tertawa lepas berdua seperti tak ada beban dan rasa benci satu sama lain. Kim bum juga memperhatikan so eun yang terlihat sangat manis.

”So eun… Entah sejak kapan aku menjadi merasa sangat nyaman saat berada di sampingmu. Melihat senyum dan tawamu yang begitu lepas, itu membuatku merasa sangat bahagia” ucap kim bum dalam hatinya. Senyum tulusnya pun terukir di wajahnya di kala mata bulat so eun menatapnya dengan begitu cantik.

”Hei, lain kali kalau mau narsis jangan membandingkan dirimu dengan black prince. Kau harus nya sadar kalau black prince itu jauh lebih tampan di bandingkan dirimu tau” ledek so eun. Kim bum hanya tersenyum mendengarnya.

”Berarti tugasmu adalah menyadarkanku kalau aku tidak setampan black prince” kata kim bum yang ikut – ikutan bercanda. So eun pun tersenyum lebar melihat tingkah kim bum yang kini berbeda di bandingkan saat pertama kali bertemu.

”Haaahhh… Rasanya hari ini waktu berjalan cepat sekali. Sampai di sini langsung main nintendo wii yang ada di rumahmu, lalu berjalan – jalan mengelilingi Jeonju dengan sepeda, kemudian ke festival tahunan dan bertemu black prince, sampai akhirnya menghabiskan hari ini di sini. Semua itu ku lalui bersamamu, kecuali yang main nintendo wii itu” ujar so eun sembari berbaring di rerumputan bukit. Matanya menatap lekat langit malam.

”Ya, kau benar. Apa kau merasa senang bisa menghabiskan hari ini berdua denganku?” tanya kim bum.

”Bertiga dengan black prince” ralat so eun.

”Black prince tidak masuk hitungan” ucap kim bum enteng.

”Tapi dia yang membuat hari ini tidak bisa di lupakan olehku” kata so eun.

”Baiklah – baiklah” kata kim bum pasrah.

”Hmmm… Actually I’m very happy today. Sudah begitu lama aku tidak pergi keluar kota karena ayah yang selalu melarangku. Karena itu, aku sangat berterima kasih padamu karena kau sudah mengajakku ke Jeonju. Hari yang sangat menyenangkan, gomapta tuan kim” ujar seohyun dengan senyumannya yang tulus.

Kim bum terdiam sesaat melihat so eun yang tersenyum penuh arti padanya. Ucapan terima kasih yang so eun sampaikan padanya pun terdengar berbeda. Mereka saling menatap satu sama lain, so eun yang tersenyum pada kim bum sementara kim bum terlihat kaget. Kemudian kim bum membalas senyuman seohyun itu.

”Sebagai ucapan terima kasih, apa kau tidak ingin melakukan sesuatu untukku? Atau, mengabulkan permintaanku mungkin?” tanya kim bum.

”Melakukan sesuatu? Untukmu?” tanya so eun memastikan.

”Mmm” gumam kim bum.

”Baiklah, karena kau sudah baik padaku aku akan melakukan apapun yang kau minta. Tapi kau jangan meminta yang aneh – aneh” kata so eun.

”Tidak, aku tidak akan meminta yang macam – macam. Jadi, kau akan melakukan apapun yang ku minta?” tanya kim bum lagi.

”Tentu saja, aku bukan tipe orang yang akan menjilat ludahku sendiri. Lalu, apa permintaanmu tuan kim?”

Kim bum kembali terdiam sejenak, sementara so eun menatap kim bum sembari menunggu permintaan yang akan kim bum ucapkan padanya.

”Bisakah kau memanggilku ’Kim Bum oppa’?”

So eun membulatkan matanya saat mendengar permintaan kim bum itu. Seumur hidup so eun belum pernah memanggil seorang pria dengan sebutan ’oppa’, karena dia merasa bahwa tidak ada pria yang begitu dekat dengannya selain ayahnya sendiri.

”Kau, memintaku untuk memanggilmu ’oppa’?” tanya so eun dengan mimik muka yang penasaran.

”Ne, apa itu sebuah permintaan yang berat untuk kau lakukan?” kata kim bum balik bertanya.

”Ani, bukan begitu. Hanya saja…” kata so eun dengan ragu.

”Hanya saja apa?” tanya kim bum lagi.

”Bukankah panggilan ’oppa’ itu hanya untuk lelaki yang kita sayangi? Maksudku, kebanyakan wanita yang berpacaran memanggil pasangannya dengan sebutan ’oppa’” sambung so eun dengan wajah tertunduk malu. Kim bum hanya tersenyum dan kemudian mengelus rambut so eun dengan arah yang berlawanan, dan membuat rambut so eun menjadi berantakan.

”Yaa! Kenapa kau membuat rambutku jadi seperti ini???” tanya so eun yang bingung dengan tingkah kim bum itu.

”Itu kan yang hanya kau lihat, apa kau pernah bertanya kepada semua orang yang berpacaran kalau si wanita memanggil pasangannya dengan sebutan ’oppa’? Tidakkan?”

”Memang tidak sih, tapi yang sering ku tonton di drama seperti itu”

”Begini, kalau kau mempunyai sahabat pria kau juga bisa memanggil nya oppa, karena seorang sahabat pasti akan saling menyayangi”

”Sekarang ku tanya padamu, memangnya kita bersahabat???”

”Seharusnya bukan itu yang kau tanyakan padaku, tapi kau bertanya apakah kau mau menjadi sahabatku. Itu yang benar”

So eun menjadi agak bingung dengan penjelasan kim bum yang terdengar agak rumit. Kim bum yang cepat tanggap pun menyadari kalau so eun belum menangkap ucapannya.

”Lupakan saja apa yang ku katakan padamu tadi. Intinya, tidak semua wanita yang memanggil seorang pria dengan sebutan ’oppa’ itu sepasang kekasih. Jadi, kau mau melakukannya untukku?” kata kim bum mempersingkat.

”Bagaimana ya? I must think about that, aku tidak bisa janji untuk hal itu” gumam so eun pelan.

“Wae? Bukankah kau tipe orang yang tidak menjilat ludah sendiri?” ucap kim bum yang mengingat perkataan so eun sebelumnya.

“Aku memang orang yang seperti itu, apa kau tidak dapat melihatnya??? Hmmm… Baiklah, akan ku coba” tutur so eun dengan nada bicara yang masih ragu.

”Sekarang, coba panggil aku ’oppa’” kata kim bum lagi.

So eun menatap nanar kim bum. Mata dan mimik muka nya terlihat diam, namun di dalam hatinya terasa bergejolak. Perasaan yang belum pernah di rasakan oleh so eun sebelumnya. Bahkan saat melihat black prince pun ia belum pernah merasa seperti ini. Memanggil kim bum dengan sebutan ’oppa’, apa ia mampu melakukannya?

”O…” gumam so eun pelan.

”O?” tanya kim bum.

”Opp…” sambung so eun lagi.

”Satu huruf lagi?”

”Oppa. Oppa, kim bum oppa. Seperti itukah?”

Kim bum berdecak kagum mendengar so eun yang berhasil memanggilnya oppa. Tidak sekali, ia mengucapkannya 3 kali dan itu tepat ia ucapkan sambil menatap mata kim bum. Senyum kim bum pun kembali terbuat untuk so eun, dan so eun hanya tersenyum simpul.

”Hei, kau kenapa, kim bum oppa? Apa kau masih kaget karena aku berhasil memanggilmu ’oppa’???” tanya so eun yang membuyarkan lamunan kim bum. Kim bum tersadar dan kemudian membenarkan posisi kaca matanya.

”Ah, anio, aku tidak apa – apa. Aku sangat senang kau memanggilku seperti itu seohyun. Ku harap, dengan kau memanggilku ’oppa’ kita bisa lebih dekat. Kau mengerti maksudku kan?” tutur kim bum.

”Lebih dekat??? Ah, aku mengerti. Kau ingin kita bersahabat??? Tentu saja! Baru kali ini ayah memilihkan asisten yang baik untukku. Kekeke~” setuju so eun.

Backsound: SHINee Onew – In Your Eyes (Ost. To the Beautiful You)

 

Setelah mereka berbincang – bincang di bukit namwol mereka memutuskan untuk pulang. So eun yang sedari tadi tidak terlihat lelah kini sedang tertidur di mobil. Saat sampai di rumah tempat mereka menginap kim bum memutuskan untuk tidak membangunkan so eun, melainkan menggendongnya dan mengantarnya ke kamar. Ia baringkan so eun di ranjang kamar dan menyelimutinya dengan selimut yang agak tebal. Kim bum tidak langsung keluar, ia duduk di pinggir ranjang sembari memperhatikan so eun yang tertidur pulas.

”Kim So Eun… Mengapa wajahmu terlihat polos sekali di saat kau tidur dengan lelap seperti ini?” gumam kim bum sambil menatap pelan wajah so eun.

”Andai saja kau bukan bagian dari keluarga ini, mungkin aku tidak akan menyakitimu. Memang bukan sekarang, namun aku akan menyakitimu secara perlahan, baik sebagai diriku sendiri maupun sebagai pria yang kau idolakan, black prince…” sambung kim bum.

Perlahan tangan kim bum terangkat dan tergerak ke arah wajah so eun, seakan – akan ingin menyentuh wajahnya. Namun tangannya terhenti ketika ponsel yang ada di sakunya bergetar panjang. Tanpa memperhatikan so eun kim bum langsung keluar dari kamar so eun dan berjalan menuju ke kamarnya. Lalu ia mengangkat telfon tersebut.

Yeoboseyo, Kim Sang Bum di…

Dengarkan aku baik – baik Kim Sang Bum. Jangan alihkan perhatianmu sebelum aku selesai bicara.

 

Ucapan kim bum yang baru saja mengangkat telfon itu langsung terhenti di kala sang penelfon memotong ucapannya. Kim bum yang mengenal suara itu pun terdiam dan kemudian melepas kaca matanya.

Apa yang baru saja kau lakukan? Bagaimana bisa kau meninggalkan kalung yang seharusnya kau curi??? Kau tau, kalau nilai kalung berlian itu begitu mahal dan itu bisa kau gunakan sebagai alasan balas dendam pada keluarga Kim?! *kim itu marga keluarganya so eun ya, nama bapaknya so eun nanti menyusul :P*

Ah, aku bisa menjelaskan itu tuan park. Kondisi saat itu…

Kau ingin berdalih kalau so eun yang sedang memakai kalung itu, jadi kau tidak berani merebut paksa darinya, begitu?!

Ini tidak semudah yang anda pikirkan tuan park, aku tidak bisa merebut kalung itu dari so eun karena…

Kau tidak bisa merebut kalung tersebut darinya karena perasaanmu sudah luluh untuknya. Apa kau tidak mengerti kim bum? Kau sedang berperan sebagai black prince, pencuri yang akan membalaskan dendamnya, bukan pangeran cinta untuk gadis bodoh itu!

Tuan park, aku minta maaf karena aku tidak berhasil mendapatkan kalung berlian itu, tapi ini bukan keinginanku. Kejadian so eun yang mengenakan kalung itu di luar kendaliku, aku tidak tau kalau ini akan terjadi.

Kim Bum, ini pertama kalinya kau gagal dalam melakukan aksimu, dan kau gagal hanya karena gadis yang bernama So eun itu. Ingat, aku tidak menginginkan kejadian seperti ini terulang kembali. Kalau kau kembali gagal, aku sendiri yang akan membongkar pribadimu sebagai black prince pada so eun…

 

Tuuuutttt….

Telfon pun terputus, dan kim bum hanya terdiam mengingat ancaman yang di berikan tuan park tadi. Memang salahnya kalau ia tidak bisa mencuri kalung itu, namun hatinya tidak membiarkannya untuk merebut paksa dari so eun, karena itu akan menyakiti so eun sendiri. Kim bum menatap lekat langit malam dari jendela kamarnya, tangannya menyentuh dadanya sendiri. Pikirannya kacau dan kalut, ia tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri.

”Apa yang harus ku lakukan? Mengapa aku tidak merebut paksa kalung berlian itu dari so eun???” tanya kim bum pada dirinya sendiri.

”Tidak, so eun tidak boleh sampai tau kalau black prince adalah aku, itu tidak boleh terjadi. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi…” sambung kim bum lagi. Akhirnya kim bum memutuskan untuk berbaring di kasurnya dan tidur untuk melupakan masalah untuk sementara.

Next day, in the morning~

 

Kim bum membuka matanya perlahan dan sinar matahari pagi memasuki kamarnya dengan begitu terang. Ia bangun agak terlambat, karena itu ia bergegas mengambil kaca mata yang berada di atas laci meja lampu lalu berjalan menuju daun pintu kamarnya. Saat ia keluar ia melihat so eun yang duduk di sofa di kelilingi oleh koper bawaannya. Pakaian so eun pun terlihat siap untuk kembali ke rumah.

Good morning kim bum oppa! Do you have a nice dram last night???” tanya so eun yang baru sadar kalau kim bum sedang memperhatikannya.

Morning so eun-ah. Entahlah, ku rasa aku tidak bermimpi saat aku tidur semalam. Jadi… Kenapa koper bawaan mu sudah siap?” tanya kim bum mengalihkan pembicaraan.

”Koper? Tentu saja sudah siap, bukankah pagi ini kita langsung pulang kim bum oppa???” tanya so eun dengan bersemangat.

”Ne, kita memang akan pulang pagi ini juga, tapi tidak sekarang. Aku baru saja bangun dan belum mandi” jawab kim bum lesu.

”Oh iya, kau kan juga belum sarapan! Kalau begitu sekarang kau bergegas mandi dan aku akan buatkan sarapan untukmu. Bagaimana oppa???” tawar so eun dengan puppy eyesnya.

”Mwo? Kau, mau membuatkan ku sarapan???” tanya kim bum dengan tidak percaya.

”Mmm, waeyo? Apa itu terdengar aneh? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau ingin hubungan kita lebih dekat oppa???”

”Aku memang berkata seperti itu, hanya saja…”

There’s no time again! Sekarang oppa mandi dan aku akan membuat sarapan yang lezat untuk oppa. Ka!”

So eun langsung mendorong kim bum ke arah kamar mandi dan memberikannya handuk. Kim bum yang merasa sikap so eun berbeda itu hanya pasrah mengikuti perintah so eun. Sementara so eun terlihat begitu ceria. Sepertinya ia mulai merasa nyaman memanggil kim bum dengan sebutan ’oppa’.

So eun memulai aksinya dengan mengecek isi kulkas yang ada di dapur. Untunglah ada cukup banyak bahan makanan yang dapat di olah, jadi ia bisa membuat variasi sarapan yang berbeda. So eun mengambil beberapa sayuran, telur, susu, dan lain – lain kemudian meletakkannya di atas meja.

”Baiklah! Now, what can I do with all of this? Omelet? Jjajangmyeon? Special sandwich? Atau bahkan bubur?” gumam so eun sambil memperhatikan semua bahan masakan itu.

”Ah! I know it!” sambung so eun. Ia pun mulai memasak makanan untuk sarapan kim bum.

15 menit kemudian, kim bum keluar dari kamarnya setelah ia selesai membersihkan dirinya di kamar mandi. Ia langsung menghampiri so eun yang sedari tadi setia menunggu kim bum di meja makan. Kim bum menarik bangku yang berada di depan posisi so eun agar ia dapat melihat so eun dengan jelas.

”Lama sekali, kau itu pria atau wanita sih?” ledek so eun dengan nada bicara yang mencurigakan.

”Menurutmu?” tanya kim bum berbalik dengan sangat singkat.

”Ne ne ne aku hanya bercanda, jangan di jawab dengan ketus seperti itu” kata so eun yang langsung menyerah.

Kim bum hanya tersenyum kecil melihat so eun yang takut duluan akan sikapnya. Kemudian so eun memberikan kim bum semangkuk kentang manis dengan sendok dan garpu. Kim bum yang merasa aneh dengan makanan itu hanya terdiam.

”Wae? Apa ada yang kurang oppa?” tanya so eun yang ikutan bingung dengan respon kim bum.

”Ani, hanya saja, makanan apa ini? Aku jarang melihatnya” ujar kim bum dengan polos. Kim bum memang belum pernah melihat makanan seperti ini sebelumnya.

”Ah, ku pikir apa. Itu namanya kentang manis, aku biasa membuatnya untuk ku jadikan cemilan. Kau tau oppa, itu adalah makanan favoritku” tutur so eun membanggakan kentang manis kesukaannya.

”Mwo? Makanan seperti ini, makanan favoritmu??? Kau serius???” tanya kim bum dengan tidak percaya.

”Serius, untuk apa aku bohong? Oh iya, di mana ku letakkan susunya tadi ya? Sebentar biar ku cari…. Ah, ini dia susunya! Oppa, ini susu nya” kata so eun sambil menyodorkan segelas susu putih kehadapan kim bum.

”Aku tidak suka susu putih” ucap kim bum singkat ketika melihat susu itu.

”Tidak suka? Kenapa? Semua susu itu enak oppa, cobalah dulu. Atau perlu aku yang meminumkan susunya padamu oppa???”

Kim bum membelalakkan matanya ketika mendengar tawaran so eun yang ingin meminumkannya susu. Tidak habis pikir memang, apa mungkin so eun menerimanya dengan rentang waktu yang begitu cepat? Apa mungkin so eun sudah menganggapnya sebagai salah satu orang terdekat di dalam hidupnya?

To Be Continued…

 

TBC nya pas bagian ga seru ya? Hahaha soalnya saya lagi banyak tugas, takut ga bisa nyelesein part ini J

Oh iya, makasih banyak yaaa utk komentar yang sudah saya terima sampai di part 4 kemarin! Abis pulang sekolah buka blog dan ternyata begitu banyak deretan komentar yang harus saya balas! Saya sangat berterima kasih ;D

Saya harap siapapun yang membaca mohon menyempatkan waktunya untuk komen, meskipun hanya satu atau dua kata tapi saya menghargai itu semua kok.

Ok, jangan lupa selalu tunggu lanjutan ff ini ya, terima kasih ^^

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , , , ,

40 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 5

  1. yunita zulaika September 16, 2012 pukul 3:42 am Reply

    kayaknya aku yang pertama koment, next thor ffnya mantap !!
    what ? kim bum deketin sso buat bales dendam yah ?
    ahh.. mudah mudahan ada cinta diantara mereka di kemudian hari *adehh alayy

    • koreanfanfictland September 16, 2012 pukul 6:52 am Reply

      Iya nih, kamu komentator pertama, hahaha😀
      Amin ya allah, wakakak~

      -Chandra Syifa W-

  2. heldajungsoo September 16, 2012 pukul 5:50 am Reply

    Hbugn bumsso semakin dkat aja, tpi bgamna klo So jth cinta dgn bum dan tau klo bum adlh black prince? pasti sakit hati? cpat dilnjt

  3. Justgalon September 16, 2012 pukul 6:14 am Reply

    iih seneng deh bumssonya mken deket aja kekekekek..lanjut yaaa thor😀

    • koreanfanfictland September 16, 2012 pukul 6:53 am Reply

      Wakakak, iya nih saya aja senyum2 sendiri bikinnya xD
      Sippo~

      -Chandra Syifa W-

  4. YeojaNiel September 16, 2012 pukul 9:16 am Reply

    Sumpah part ini kocak, Sso polosnya g’ nanggung2 xD
    ciaah udah mulai tumbuh nih benih2 cinta xD
    Tapi thor typo bnyak bgt. Lol.
    Next part ditunggu. Jangan terlalu lama y :p

    • koreanfanfictland September 16, 2012 pukul 10:30 am Reply

      Itu karena efek buru2 tau u,U
      Ga janji yak😛

      -Chandra Syifa W-

  5. sugarsoya September 16, 2012 pukul 10:09 am Reply

    Keren banget author,
    Bumsso udah mulai nyaman satu sama lain,
    Mudah2n kim bum bener2 tulus ama soeun,
    Ahh sikap soeun juga udah manis ama kim bum,
    Ditunggu next partnya ya…

    • koreanfanfictland September 16, 2012 pukul 10:31 am Reply

      Amin ya allah, udah gitu aja deh, hahaha

      -Chandra Syifa W-

  6. cucancie September 16, 2012 pukul 10:21 am Reply

    Yahhh…TBC lagi seru2nya thor,lanjut…lanjut… Jgn lama2 ya…

  7. devi September 16, 2012 pukul 11:48 am Reply

    Akhir’a hbNgaN bumsso smkiN baik N smakiN dekat jd sNeNg lht mskpN sikap eoNNie so euN bRubah drastis ma bumppa,,,,,🙂

    LNjut thor d tNg2u Next part’a,,,,,,,,,
    CemuNguut ,:)🙂🙂🙂🙂

  8. dyyyy September 16, 2012 pukul 12:11 pm Reply

    thor d part ne kyakny hrs di edit ….”So eun menatap kyuhyun dengan tatapan bingung”….
    jgn2 bumsso dah pny rasa…. pnasaran gmn carany bum nyakitin sso???

  9. ayu_BumSso couple September 16, 2012 pukul 12:13 pm Reply

    anyeong mian aku reader bru di sni..critanya kerennnnnnn,,,wah apa sso eonni mulai ska ma bumpa xa???penasaraaaaaaaaaaaaannnnnnnn

  10. idhacutvit September 16, 2012 pukul 12:56 pm Reply

    annye0ng…

    Epepx kurang panjang chingu…reader nda puas…lain kali hrus lbh panjg yach…ok…??
    Bumppa kykx udh da rasa tuch ma sso e0nnie…tp cz trhlg ma dendamx jd bl0m xdar…critax mkin seru…aq mkin pnsaran ma endingx…next partx aq tunggu…Fighting chingu…

    Annye0ng…

  11. Putzz ran" moury September 16, 2012 pukul 2:22 pm Reply

    Mereka udah mulai deket nih. .
    Tuan park jahat bngt. .
    Pake ngancem kimbum sgala. . .
    Kayak’a alesan kimbum ga mw ketauan ma s0eun karena takut soeun kecewa. . . .
    HmMm. . .
    D tUngGu lanjutan’a. . .🙂

  12. Ananda meidiana putri September 16, 2012 pukul 3:47 pm Reply

    Keren onne😀.
    Ff ini bener-bener bikin aku penasaran😀. Onne lanjut ya😀 tapi jangan lama-lama :Dya. Sumpahhh aku penasaran banget sama kelanjutan nya😀.

  13. ssoangel September 16, 2012 pukul 4:09 pm Reply

    So eun udah ga galak lagi nih kekeke. Udah makin deket aja sama bummie. Kim bum udah mulai suka ya sm so eun cieeee wkwkwk. Penasaran nih pingin tau gmn kalo so eun tau si kim bum itu black prince. Ditunggu ya thor😀

  14. Alfira September 16, 2012 pukul 5:47 pm Reply

    hhuaaa.. bumsso makin dekat
    asik asik asik ^^

    aahh aku gk sabar nnggu next partnya chingu ^^
    daebak!

  15. zhuriya September 17, 2012 pukul 11:19 am Reply

    ahirnya part 5 muncul jg…tp kurang panjang nich….
    So eun bisa baik jg ma kim bum.malah skarang kim bum yg keliatan aneh liat tingkah so eun hahaha lucu….
    Untk part 6’ny m0ga jgn lama” ya kekeke

  16. zhuriya September 17, 2012 pukul 11:22 am Reply

    ahirnya part 5 muncul jg…tp kurang panjang nich….
    So eun bisa baik jg ma kim bum.malah skarang kim bum yg keliatan aneh liat tingkah so eun hahaha lucu….
    Untk part 6’ny m0ga jgn lama” ya kekeke:)

  17. aline September 17, 2012 pukul 11:23 am Reply

    aduh jdi penasaran ,,,, d tunggu klenjutanya tp jangan lama2 ya heee

  18. Chachicha September 17, 2012 pukul 12:49 pm Reply

    Wah hubungan bum oppa sma so eun unnie makin dket nich. ?!

    Penasaran. . ?
    Next part ny d tnggu author. .

  19. tri cahya September 18, 2012 pukul 12:22 pm Reply

    HI author, lam knal…🙂

    aq suka bca ff km…
    keren ceritax, kyakx kim bum bakal dilema de antara cinta n dendamx ma klrgax so eun…

    ditggu part selanjutx, klo bsa ngepostx jgn trlalu lma y….

  20. anizza September 19, 2012 pukul 2:27 pm Reply

    Tmbh seruuu thor q penasaran np sso jd baek.Bgt ma bumpa jgn2 dia denger pembicaran bumpa dtlp heheeee sok tau next partny thor dtnggu…

  21. kimmify September 20, 2012 pukul 8:20 am Reply

    authooooo daebak! seru ceritanya. penasaran entar gimana reaksi soeun pas tau kalo kimbum itu black prince. si kimbum kayaknya udah naksir sama soeun. ditunggu kelanjutannya author. update soon! hwaiting

  22. ria September 20, 2012 pukul 8:49 am Reply

    seru thor,duh kira2 kalau so eun eonni tau gmana yah?wow oppa oppa seneng tuh?d pangil oppa.ayo semagat thor lnjtin ff y

  23. edogawa kim suju Oktober 23, 2012 pukul 8:24 am Reply

    Waaaa… Keren , ak udah bca part 1-5 nya..
    Ak coment disni aja ya..
    Ceritanya bgus !! Persis kyak yg slama ni ak mimpikan…
    Haduuuh, kim bum jadi black prince, tampan + kereen… Ak ska…
    Author keren !! Daebak !

  24. SintiaBumsso Oktober 24, 2012 pukul 10:59 am Reply

    Uah ga ada eon komen ku lagi dlu baca pk operamini bukanya kok ga ada yaa tp aku ninggalin komen lagi yaa soalnya masih pda inget melekat di otakku da hatiku jalan ceritanya hehe :D:D
    hmm Bum ampir aja ketauan pas mau nyuri Kalung yang di pk sso tp demi keselamatan Sso dan dirinya *?* , hmm makin menegangkan kak hehe😉

  25. Sary aj0w Oktober 24, 2012 pukul 2:41 pm Reply

    AQ telad,hahaha
    Msh ada typ0 th0r..
    Next aQ maw l0ncat

  26. anastasia erna November 3, 2012 pukul 2:34 pm Reply

    satu langkah lebih maju buat so eun..
    da ga sewot lagi ma kim bum…
    tapi penasaran ma tuan park??
    siapa dia?????
    ada dendam apa ma kel.nya so eun???????

  27. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 12:09 pm Reply

    cieee mkin mesra aja ni bumsso…
    pke acra mau bntu bum minum susu lagi…
    suka ma crta.y🙂

  28. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 11:37 am Reply

    ehemmmm….sso euni perhatian amat….
    Hehehe

  29. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 5:31 am Reply

    Jiahhhh so un brbahhh jdii lbihh feminim..heee..
    🙂
    krenn bggettt FF n eon ksian so eun klau sdah tw smua n..

  30. lilis suryani Juli 3, 2014 pukul 4:28 pm Reply

    wah makin penasaran sama chap selanjutnya
    semangat thor, lw bisa bikin ff yg baru lg thor

  31. ainami Agustus 20, 2014 pukul 7:28 am Reply

    haha jd sso yg memakai kalung itu diluar rencana bum ya…

    penasaran topeng yg dipake bum itu kayak apa, apakah cuma nutupin mata? kalo kyk gini riskan juga ya krn bisa dgn mudah dikenali wajahnya hehe

    asik asik bum mulai galau… yah walopun dia masih bertekad akan menyakiti sso -_-

    apapun latar belakang hubungan bumsso, scene mereka tetep aja romantis…. sblmnya mereka bersepeda, lalu yg dibukit namwol..
    apalagi skrg sso udh nerima bum sbg sahabat…? panggilan oppa jd makin mendekatkan jarak antara mereka, ah so sweet…

  32. laila_annisa Januari 4, 2015 pukul 1:22 pm Reply

    Aaiigggoo gimana jadinya ya kalo sso tau kalo black prince itu bumppa???? Semoga dia ingga marah deh dengan kenyataan yg sebenarnya !
    MWO tuan park berani ngancem bumppa??? Bumppa bunuh aja tuh tuan park biar ingga ada yg hasud bumppa-_- -,- !!!

    Terus berkarya😉

  33. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 9:28 am Reply

    Hubungan mereka mkin lma kya sepasang suami istri yg bru menikag.. So sweet dech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: