(FF) Fire Flower – Part 3


Fire Flower

Part 3

Author: MyBlackTears

Main Cast: Donghae Lee, Jessica Jung.

Cast: Jonghyun Kim, Hyoyeon Kim, HyukJae Lee.

review from part 2.

” Donghae sunbae… ” desah Jessica dengan suara kecil.

“ hoh? neoneun… wanita yang menjatuhkan Handphonenya itu ya? kau baik-baik saja? “ tanya Donghae dengan tersenyum.

“ di dia?….. dia masih mengingatku? “ ucap Jessica dalam hati. jessica berdiri kembali.

“ Jessica-ah, aku sudah dapatkan bukuku. bagaimana denganmu? “ tanya Jonghyun yang datang.

“ … “ Jonghyun terdiam saat melihat Jessica bersama seorang namja yang tak ia kenal. Donghae dan Jessica menengok ke arah Jonghyun.

“ Jonghyun-ah.. “ ucap Jessica.

“ benarkan? kau wanita itukan? “ tanya Donghae. Sebelum Jessica menjawab, tiba-tiba dia langsung lari keluar toko buku itu dan menjatuhkan buku-bukunya.

~~~~~~~~~~~~~

” yasudah. cepat sini berikan padaku! ” kata Jessica sambil mengambil kalung itu dari Donghae. tapi Donghae justru tak memberikannya pada Jessica.

” loh?! ” Jessica terkejut.

” kenapa kau selalu menghindari ku? kenapa? aku curiga. apa jangan – jangan…..  ” ejek Donghae.

” kau ini apa apaan! cepat berikan… ” Jessica berusaha mengambilnya dari Donghae. Donghae menjauhkan Kalung itu dari tangan Jessica. tapi justru dia tersandung kebelakang dan terjatuh.

” eh eh.. aduh! ” Donghae terjatuh. Jessica yang maju untuk mengambil kalung itupun ikut terjatuh, namun ia terjatuh diatas Donghae.

” ehm..?! ” Jessica tidak berani membuka matanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Perlahan Jessica membuka matanya.

” kyaa!!!!!!!! ” jessica melihat wajah Donghae benar – benar di depan wajahnya. sontak Jessica bangun dengan segera.

” aduh… lantai ini licin sekali. “ ujar Donghae sambil berdiri.

“ bukan. itu bukan karna lantainya yang licin. tapi karna kau yang tidak hati – hati.. cepat berikan kalungku! ” ucap Jessica merebut kalung itu dari tangan Donghae.

” tapi aku sungguh – sungguh. kenapa kau selalu menghindariku? apa jangan – jangan …. ” Donghae belum selesai bicara.

” jangan – jangan apa?! lebih baik kau tidak usah berharap! ” kata Jessica.

” jangan – jangan kau ini pendiam yah? kenapa saat ada orang yang muncul tiba –tiba kau langsung lari? kenapa kalau ada yang ingin  membantumu kau tidak mau? … pasti karna kau anak yang pendiam. ” ucap Donghae.

” hah? pendiam? n-ne, aku memang sedikit pendiam. makanya aku seperti itu.. ” Jessica berkata dengan senyum yang terpaksa.

” emh.. jadi itu semua benar. oh iya, bukannya tadi kau keluar? kenapa masuk lagi? apa karna aku mengganggumu? ” tanya Donghae.

” tidak, aku hanya masuk karna ada yang tertinggal. tadinya aku ingin membeli bungan lili putih lagi untuk mengisi vas bunga itu… ” Jessica menatap vas bungannya.

” bunga lili putih? kalau begitu.. ayo kita pergi. ” ucap Donghae.

“ kita? “ tanya Jessica.

“ iya, kita. aku akan membantumu untuk membawa bunga itu.. “ jawab Donghae.

“ ya.. kalau begitu, baiklah. “ Jessica mengajak Donghae bersamanya untuk pergi membeli bunga lili putih ditoko bibi park.

“ Bibi… “ panggil Jessica.

“ Jessica.. ada apa? kau ingin membeli bunga lili putih? kemarilah. bibi sudah menyiapkannya untukmu.. “ ucap Bibi park sambil memerikan bunga lili putih itu pada Jessica.

” ini uangnya, bi. ” jessica membayar bunga itu.

“ ngomong – ngomong, siapa pria ini? apa dia kekasihmu? wah.. dia pria yang tampan. kalian sangat serasi.. ” kata bibi park.

” bukan.. bukan.. kami bukan pasangan kekasih. ” kata Donghae dan Jessica bersamaan.

” aku hanya temannya,bi. bukan kekasihnya.. ” ucap Donghae lagi.

” iya, kami hanya teman satu kampus.. ” disambung oleh Jessica.

” benarkah? tidak apa.. sepertinya kalian sedang dalam masa pengenalan satu sama lain, jadi masih malu berbicara pada bibi kalau kalian ini pasangan. ini kembaliannya, datanglah lagi lain kali.. ” Bibi park tersenyum.

” Hey, Jessica. kau tidak mau ku bantu? berikan saja bunganya padaku.. ” teriak Donghae dari kejauhan. Jessica berjalan dengan terburu – buru.

” tidak perlu! kau hanya membuatku malu saja… ” balas teriak Jessica.

” apa! ” Donghae kaget. dia langsung berlari mendekati Jessica dan mendorong kepala Jessica.

” Heh! kau malu bibi itu mengira kita ini pasangan?! seharusnya kau itu bersyukur karna dikira pasanganku. kau itu sangat beruntung! ”ucap Donghae. Jessica menatap Donghae marah.

” tidak bisakah kau menjaga sikapmu! kepalaku ini sakit kau dorong begitu! ” kata Jessica. Jessica kembali mempercepat jalannya untuk menjaga jarak dengan Donghae.

” sikapku itu tidak buruk… tapi kaunya yang tidak tau diuntung.. ” teriak Donghae.

” Mwo?! ” Jessica marah.

” Aaaa!!!! ” Jessica terjatuh kejalan karna berjalan sambil menengok kebelakang.

” ckckck… kau itu senang sekali terjatuh yah?..apa kau memang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhmu sendiri? ” ejek Donghae mendekati Jessica.

” Berisik!! ” Bentak Jessica.

” baiklah. kalau begitu, kau bisa berdiri sendirikan? ” Donghae berjalan meninggalkan Jessica yang terjatuh. belum lama berjalan, Donghae kembali ketempat Jessica terjatuh.

” bisa tidak? ayo sini aku bantu.. ” Donghae membantu Jessica berdiri.

” tidak perlu. aku bisa sendiri! “ ucap Jessica. Jessica berdiri dan mencoba berjalan namun terjatuh lagi.

“ sudahlah.. aku tidak akan meminta imbalan apapun. biar aku bantu kau berjalan.. ” Kata Donghae.

” bukannya aku bodoh? terjatuh hanya karna emosi? ” kata Jessica. Jessica mencoba berdiri. namun kakinya terkilir dan membuatnya sulit berjalan. dia hanya bisa memegangi kakinya.

” ah… sudahlah. jika kau tidak bisa berjalan, maka biar aku yang berjalan untukmu… ” ucap Donghae. Donghae menggendong Jessica di punggungnya.

” lebih baik kau diam agar kakimu tidak bertambah sakit.. ” ucap Donghae. Jessica hanya tertunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung Donghae. melihat Jessica seperti itu, Donghae tertawa kecil. Hari semakin gelap. Donghae menggendong jessica dipunggungnya dan berusaha membuka pintu toko Jessica. ia menurunkan Jessica dengan perlahan diSofa.

” heuh! yang benar saja!  wanita ini manis sekali saat tidur. apa dia berusaha membuatku menyukainya? dengan berpura – pura tidur? ” ucap Donghae. Donghae berjalan, tapi malah menabrak kaki Jessica yang terkelir tadi.

” Aaaaa!!!!!!!!!!! ” Teriak Jessica yang terbangun karna Donghae.

” M-mwoya? ” Donghae terkejut.

” Jeongmal! neoneun babo!!!! ” teriak Jessica sambil memegangi kakinya yang semakin sakit.

” ah.. iya iya. aku minta maaf. aku juga tidak sengaja melakukannya… ” kata Donghae. Jessica hanya merintih sakit memegangi kakinya.

” Jessica… jessica? ” Donghae memperhatikan Jessica yang kesakitan. Donghae akhirnya mendekat dan duduk di sofa dengan Jessica.

” sini! ” Donghae perlahan mengangkat Kaki Jessica.

” pelan – pelan … ” Desah Jessica.

” iya.. tenang saja. lepaskan tanganmu! kau mau memegangi kakimu ini terus menerus? ” kata Donghae.

” iya! tunggu sebentar.. kan sakit. ” ucap Jessica. Donghae memeriksa kaki Jessica. perlahan – lahan ia memijit kaki Jessica.

” ah.. enak sekali pijatanmu.. kau berpengalaman ya?.. ” ucap Jessia menikmati pijatan Donghae.

” ap-apa?! aku tidak dengar. kurang kencang pijatannya? baiklah.. ini! ini! kurang sakit? masih mau lagi? ” Donghae memijat dengan sangat kencang.

” Sunbae.. sunbae.. ” Jessica merintih karna pijatan Donghae.

” sakitkan?! makanya kau harus menjaga mulutmu itu! ” ucap Donghae.

” iya..iya.. ” kata Jessica.

” kakimu sudah lebih baik? ” tanya Donghae.

” Ne, sunbae. Gomawo~ ” jawab Jessica menurunkan kakinya yang sedang dipijat dari pangkuan Donghae.

” kalau begitu, ak pulang dulu. ini sudah malam.. ” ucap Donghae.

” pulanglah. maaf aku tidak bisa membukakan pintu untukmu karna kakiku ini.. ” jawab Jessica. Donghae membuka pintu sendiri dan kembali kerumahnya karna hari sudah gelap. karna kecelakaan yang terjadi pada kaki Jessica, sore itu toko tidak buka sama sekali.

” loh? siapa pria itu? kenapa bisa keluar dari toko? kalau dia pelanggan, kenapa dia tidak menggenggam rangkaian bunga? ” tanya Hyoyeon yang baru pulang dan melihat sekilas Donghae keluar dari toko.

” Close? tokonya tutup. berarti yang tadi bukan pelanggan? ” fikir Hyoyeon datang, membaca keterangan Toko yang sedang tutup.

” Hyoyeon-ah.. sudah pulang ” ucap Jessica masih duduk di sofa.

” Jessica, kenapa jam 6 Toko sudah tutup? biasanyakan jam 7” kata Hyoyeon.

” setelah aku pulang tadi, sampai sekarang toko belum sempat buka.. ” ujar Jessica.

” ada apa? kenapa tidak buka? ” tanya Hyoyeon.

” ada sedikit kecelakaan… ” desah Jessica.

” kecelakaan?! kecelakaan apa? ” Hyoyeon panik.

” tadi aku terjatuh di dekat toko bibi park. kakiku terkilir.. jadi, sekarang aku tidak bisa apa –apa,, ” jawab Jessica.

” masih sakit? ah.. kenapa kau tidak hati – hati .. ” ucap Hyoyeon.

” sudah.. sekarang sudah tidak apa – apa. kau mandilah dulu, lalu kita makan malam.. ” kata Jessica.

” makan malam? memangnya kau bisa masak dengan kaki seperti itu? ” tanya Hyoyeon.

” asal pelan – pelan mungkin aku bisa.. ” jawab Jessica.

” yasudah, aku mandi dulu. ” kata Hyoyeon pergi mandi. Jessica berjalan perlahan sampai kedapur untuk memasak. memotong, merebus dan yang lainnya masih bisa Jessica lakukan dengan perlahan.

” Hyoyeon-ah, sudah mandi? ayo makan. makan malam sudah siap, ayo duduk. ” ajak Jessica. Hyoyeon duduk dan makan bersama Jessica.

” Jessica-ah, tadi aku melihat pria keluar dari toko. kau tidak diganggu olehnyakan? ” tanya Hyoyeon.

” ah? pria? kapan? ” Jessica berbalik tanya.

” tadi, saat aku pulang dan berjalan kearah toko. aku melihat seorang pria keluar dari toko. ” kata Hyoyeon.

” oh.. itu temanku. dia berkunjung tadi.. ” jawab Jessica.

” ehm.. begitu. ” kata Hyoyeon.

” Jessica-ah, nanti biar aku yang bereskan makanan. kau tidur saja.. kau bisa kekamar sendiri? apa perlu aku bantu? ” sambung Hyoyeon.

” ani, tidak perlu aku bisa kekamar sendiri. kaki ini sudah tidak terlalu sakit kok. maaf karna harus membuatmu membereskan ini semua.. ” ucap Jessica.

” ah.. kau ini. kita kan bersama tinggal di toko ini selama hampir satu tahun.. kenapa masih sesungkan itu.. ” kata Hyoyeon. Jessica pergi meninggalkan meja makan dan berjalan kekamar.

at Kamar Jessica.

” aku tak pernah menyangka bisa sedekat itu dengan Donghae sunbae. aku sangat senang.. gomawo sunbae ” fikir Jessica sebelum menutup matanya dan tidur.

***

Next day, di kampus Jessica.

” Jessica, kau yakin bisa menahan rasa sakit kakimu itu selama pelajaran? kenapa kau masuk kampus hari ini? ” tanya Yooyoung.

“ tidak apa – apa. aku baik – baik saja kok. memang sedikit sakit, tapi aku bisa menahannya. kau tenang saja yooyoung.. “ jawab Jessica.

“ ya sudah kalau begitu. ayo kita masuk kelas, sebentar lagi mata kuliah pertama akan dimulai.. ” kata Yooyoung mengajak Jessica masuk kelas. Jessica dan juga Yooyoung masuk kekelas dan memulai mata kuliah mereka yang pertama. Seusai mata kuliah yang pertama dan kedua, waktunya istirahat. Jessica pergi halaman sekolah dan duduk di bangku taman yang ada disana. menyembunyikan rasa sakit kakinya dan tersenyum menatap bunga lili putih yang ditanam di halaman sekolah.

” masih sakitkan? ” tiba – tiba Donghae muncul dan duduk disamping Jessica.

” hoh? Sunbae? tidak ada mata kuliah lagi? kenapa ada disini? ” tanya Jessica.

” kau sendiri? bukannya kau masih ada mata kuliah? ” kata Donghae. Jessica terdiam tanpa menjawab.

” aku sudah tidak ada mata kuliah.. jadi aku duduk disini.. ” sambungnya.

” Sunbae, aku minta maaf untuk yang kemarin.. ” ucap Jessica.

” kau tidak masuk ke mata kuliah ketiga dan lebih memilih duduk disini sambil menatap bunga itu. kenapa? ” Donghae menghentikan topik pembicaraan Jessica.

” itu… aku juga tidak tau. aku begitu tenang jika menatap Bunga itu. Hari ini adalah hari peringatan kematian eomma dan appa. sudah 4 tahun mereka meninggalkanku. tapi, hari ini aku merasa sangat kesepian.. ” Desah Jessica.

” Kalungmu itu… ” ucap Donghae.

” Ne, kalung ku ini berbentuk lili putih. Eomma, Appa meninggalkan ku saat mereka ingin membawakan rangkaian bunga lili putih saat menjengukku dirumah sakit. saat dalam perjalanan, mereka terjatuh dalam jurang karna jalan yang mereka lewati tidak diberikan pembatas jalan. hari itu Hujan deras, ayah tak dapat melihat jalan dan akhirnya terjatuh. aku terbaring dan tak sadarkan diri dirumah sakit karna demam tinggi. saat membuka mata, paman, bibi menangis dihadapanku. mereka bilang, ” eomma.. appa.. tidak bisa membawakan lili putih dengan selamat untukmu. ” mereka menangis, tapi aku hanya terdiam. ” ucap Jessica.

” Jessica kau baik – baik saja? ” Tanya Donghae melihat Jessica mulai meneteskan air mata.

” mereka memberikanku kalung ini saat ulang tahunku yang ke 15. mereka tau kalau aku begitu menyukai Bunga lili putih. tapi aku lebih menyukai bila mereka ada disampingku sekarang. ” kata Jessica.

” Jessica, apa kau baik – baik saja? wajahmu mulai kelihatan pucat? ” tanya Donghae.

” aniya. aku baik – baik saja. maaf karna aku jadi bercerita ini semua padamu.. ” ucap Jessica sambil menghapus air matanya.

” Lebih baik, sekarang kau pulang saja. aku khawatir sesuatu akan terjadi padamu nanti. ” kata Donghae. Mendengar Donghae berkata seperti itu, Jessica terdiam menatap Donghae.

” aku sudah tidak ada mata kuliah, kau akan ku antar pulang. ” sambung Donghae. Donghae akhirnya mengantarkan Jessica dengan Motornya sampai ke Toko Bunga Jung, tempat kediaman Jessica.

” Sunbae, sebenarnya keadaanku tidak separah itu.. aku masih bisa pulang sendiri kok.. ” ucap Jessica turun dari motor Donghae.

” apa Sunbae mau masuk dulu? masuklah dulu,, akan aku buatkan teh untukmu.. ” sambung Jessica sambil tersenyum.

” Tidak perlu.. aku harus pergi lagi. ” jawab Donghae.

” Jessica-ah.. apa yang terjadi? kenapa Pria ini bisa ada disini? “ Tanya Jonghyun yang tiba-tiba datang.

“ ah? Jonghyun-ah.. Di-Dia? Dia… ” Jessica belum selesai bicara.

“ Aku mengantarnya pulang.. waeyo?” Donghae menyerobot pembicaraan Jessica.

“ Sunbae..” gumam Jessica. Jessica tidak berharap Donghae berkata begitu.

“ mengantarnya? kau mengatar Jessica pulang? ” Jonghyun terlihat sedikit emosi.

” Jessica, ada apa denganmu? kenapa sampai harus diantar olehnya? ” tanya Jonghyun pada Jessica.

” i-itu.. ” Jessica bingung menjawabnya.

” Tentu karna aku yang ingin mengantarnya.. karna apa lagi?! ” ucap Donghae.

” Bisakah kau berhenti menjawab pertanyaanku?! aku bertanya pada Jessica! ” bentak Jonghyun pada Donghae.

”apa urusanmu?! beraninya melarangku! ” Donghae membalas bentakan dari Jonghyun.

” Sunbae… Jonghyun-ah.. ” Jessica kebingungan.

” urusanku? urusanku adalah.. karna aku menyukai Jessica.. ” Jonghyun berbicara sambil menatap Jessica.

” Jonghyun? ” Jessica semakin kebingungan.

To Be Continued.

nantikan part selanjutnya yah..

gimana Fanfiction nya? sampai sejauh ini kalian sudah membaca FF Fire Flower sampai part 3. ketik pendapat kalian di kotak Komentar yah…

Note: apa sih arti dari Judul FF ini? ada yang belum tau?

haha kalau ada yang belum tau, nih Author kasih tau^^.. Judul dari FF ini adalah.. Fire Flower. dari bahasa inggris, arti Fire flower adalah Kembang api. bukan bunga yang terbuat dari api loh~ kekeke.[MyBlackTears]

Tagged: , , , , , , ,

One thought on “(FF) Fire Flower – Part 3

  1. astri khasanah September 30, 2012 pukul 7:07 pm Reply

    aaaah..
    penasaran banget..
    lanjutannya cepetan doooong..
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: