(FF) Black Prince – Part 7


Black Prince

(Part 7)

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional), Kim Jong In (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

Apa yang selama ini readers tunggu dari ff aneh ini?

Apa yang membuat readers baik banget mau ninggalin komen untuk ff ini? *meskipun banyakan sidersnya*

Itu yang membuat saya penasaran, hahaha xD

 

Review of Part 6

 

So eun tertunduk lesu mendengar penolakan dari kim bum. Tidak ada harapan lagi, batinnya. Kim bum pun kembali melanjutkan pembicaraannya.

 

”So eun, apa kau percaya pada idolamu, black prince?” tanya kim bum.

”Tentu saja, ia adalah pria terbaik kedua di dunia setelah ayahku” jawab so eun.

”Kalau begitu, bisakah kau percaya padaku kalau aku akan kembali sebagai asistenmu nanti?”

 

So eun mengarahkan pandangannya ke arah kim bum, mata bulatnya menatap kim bum kaget. Mengetahui bahwa so eun sedang melihatnya, kim bum pun memanfaatkan keadaan dengan menatap so eun juga.

 

”Aku juga ingin bersamamu so eun, tapi keadaan memaksaku untuk melakukannya. Banyak hal yang tidak kau ketahui tentangku, dan sampai kapanpun kau tidak akan mengetahuinya”

”Bila kau bisa percaya padaku, aku berjanji padamu, aku….”

”Aku akan benar – benar ada untukmu. Tidak, kali ini aku serius. Percayalah padaku, so eun…”

 

***

            Mata so eun pun terlihat berair, dan air mata itu pun terjatuh tak terbendung. So eun memang bukan gadis yang feminim, namun ia termasuk gadis yang memiliki hati yang sangat peka. Ia merasakan perhatian kim bum yang sangat terasa dalam setiap perlakuannya, meskipun kadang so eun membalasnya dengan tidak sepadan. Dan kali ini, so eun tidak tau apa yang harus ia katakan pada kim bum. Hati dan pikirannya tidak sejalan.

 

”Kau.. Kau tau aku menunggumu menelfon ku seharian ini? Aku ingin meminta sesuatu padamu, dan aku ingin sekali kau mengabulkan permintaanku. Tapi… Lupakanlah” ujar so eun dengan nada pasrah. Ia menolehkan pandangannya ke arah depan, seakan – akan ia tidak mau melihat kim bum lagi.

”Tunggu, apa yang ingin kau minta dariku? Apa ada sesuatu hal yang terjadi padamu? Ayo cepat katakan padaku” tanya kim bum dengan khawatir. Namun so eun mengacuhkannya.

”Lupakan saja, lebih baik sekarang kau pergi dan selesaikan urusanmu, agar kau cepat kembali” balas so eun singkat.

 

So eun bergegas berdiri dan mencoba untuk pergi dari sana, namun dengan sigap kim bum menarik tangan so eun dan menahannya.

 

”Katakan padaku, ada apa sebenarnya? Aku masih asisten pribadimu, kau bisa menceritakan dan meminta apapun dariku” ujar kim bum yang masih bingung dengan sikap so eun.

”Lepaskan tanganku, aku ingin pulang” jawab so eun yang kemudian mencoba untuk melepaskan diri dari kim bum.

”Aku akan mengantarmu pulang, tapi kau harus beri tau aku apa yang ingin kau katakan. Kau ingin meminta apa?” ujar kim bum kembali bertanya.

”Ku bilang lepaskan tangan ku dan lupakan!” teriak so eun dengan nada kecewa. Tidak di pungkiri memang bahwa hatinya sangat sakit mengingat semua yang telah ia lakukan bersama kim bum, meskipun hanya sebatas sahabat.

”So eun, aku menjelaskan semua ini padamu agar kau tidak salah paham & marah padaku. Tapi kenapa semua tujuan baikku kau artikan seperti ini? Am i wrong?? Am i doing something that you didn’t like???” kata kim bum lagi.

“Jangan paksa aku untuk berkata lebih kasar dari ini oppa! Kalau kau ingin pergi pergilah! I don’t care whenever you back!” balas so eun.

 

So eun melepaskan tangannya dari kim bum dan berjalan meninggalkannya menuju ke halte bis terdekat. Sementara kim bum tidak melakukan apapun, bahkan ia tidak menahan so eun untuk pergi.

 

”Aku mengerti bila kau kecewa terhadapku, tapi aku tidak bisa munafik. Keadaan gila seperti ini membuatku merasa bersalah, baik pada min jung maupun padamu so eun…” gumam kim bum dengan raut wajah kecewa. Akhirnya kim bum memutuskan untuk kembali ke mobilnya dan pulang.

 

On the next day~

 

Cuaca di pagi hari cukup cerah. Dengan setelan pakaian yang rapih kim bum datang ke kantor ayah so eun untuk menyampaikan izinnya. Untung saja di pagi hari ayah so eun tidak memiliki jadwal yang cukup berarti, dan kim bum pun di persilahkan masuk oleh pengawal di kantor ayah so eun.

 

“Ah, rupanya kau kim bum! Ayo masuklah” sambut ayah so eun dengan ramah. Kim bum pun tersenyum dan menghampiri ayah so eun.

“Silahkan duduk kim bum-ssi, jangan malu – malu” sambungnya lagi. ”Jadi, sejak kapan anakku memanggilmu dengan sebutan ’oppa’? Ku pikir kalian akan seperti kucing dan tikus selamanya” ujar ayah so eun meledek. Kim bum hanya tersenyum kecil.

“Apa so eun menceritakan hal itu pada tuan? Astaga, tidak ku sangka ia mengatakannya. Aku tau anda dan so eun sangat dekat, tapi ia benar – benar terbuka pada anda” tutur kim bum.

”Sebenarnya so eun tidak menceritakan apapun padaku, hanya saja ia sempat menelfonku menanyakan kabar tentangmu. Dan kau tau, ia menyebutmu dengan sebutan ’kim bum oppa’. Bukankah itu terdengar manis dan sedikit aneh bagimu?” kata ayah so eun yang kemudian menyeruput kopi yang ada di cangkir di atas meja.

”Bukan seperti itu tuan, ini semua permintaan dariku, aku yang memintanya untuk memanggilku seperti itu. Aku ingin lebih dekat dengan so eun, mengingat aku adalah asisten pribadinya, tidak mungkin aku membiarkan tembok penghalang berdiri di antara kami” balas kim bum dengan tertawa.

”Hah kau ini. Tapi terima kasih, karena kau mau menjadi asisten sekaligus sahabat nya”

 

Kim bum pun tersenyum simpul mendengar pendapat dari ayah so eun. Ayah so eun memang merasa senang mendengar semuanya berjalan lancar, karena sudah 25 orang asisten so eun yang mengundurkan diri. Namun kali ini berbeda, so eun dapat menerima kim bum meskipun ada peperangan kecil di awal pertemuan mereka.

 

”Lalu, apa tujuanmu datang ke sini? Jangan mentupi apapun dariku, katakan saja apa yang ingin kau katakan. Siapa tau aku bisa membantumu” kata ayah so eun dengan begitu baik.

”Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan hal yang seperti tuan pikirkan. Aku hanya ingin meminta izin dari tuan untuk berhenti menjadi asisten so eun selama beberapa hari, ada begitu banyak hal yang harus ku kerjakan di luar profesiku sebagai asistennya” tutur kim bum tanpa basa – basi. Ayah so eun mengerutkan keningnya.

”Apa hal itu sangat penting sampai kau harus cuti untuk beberapa hari? Kau tau, aku sangat kesulitan mencari asisten yang cocok untuk anakku. Aku tidak tau harus mencari asisten pengganti sementara kau cuti, dan aku tidak yakin kalau anakku akan menerimanya dalam waktu cepat” ucap ayah so eun dengan bingung.

”Akan ku usahakan untuk menyelesaikannya secepat mungkin, aku berjanji pada tuan untuk hal itu. Mungkin aku akan kembali sekitar 2 minggu lagi tuan, bila semuanya telah selesai aku akan kembali mengantar – jemput dan menjaga so eun lagi”

 

Ayah so eun pun kembali bingung dengan izinnya kim bum, meskipun hanya sementara. Beliau tidak tau alasan apa yang harus ia katakan pada so eun, karena ia tidak ingin so eun kecewa *padahal so eun udah tau duluan #plakk*.

 

”2 minggu… Apa bisa lebih singkat dari itu kim bum?” tanya ayah so eun.

”Akan ku usahakan tuan, aku tidak ingin membuat tuan kecewa. Karena itu aku akan menyelesaikannya secepat mungkin” jawab kim bum dengan pasti.

”Baiklah, lagi pula aku tidak berhak untuk memaksamu agar tetap di sini. Ku harap kau bisa cepat kembali. Ini bukan untukku, tapi untuk so eun. Dan karena ku lihat so eun ku sudah mempercayaimu, bisakah kau untuk tidak mengecewakannya?”

”Ya tuan, aku tidak akan mengecewakannya”

 

-Kim Bum POV-

 

Setelah mendapat izin dari ayah so eun aku pun memutar arah mobilku menuju ke tempat tuan park. Aku pergi dari so eun karena ku rasa aku tidak memiliki banyak waktu lagi, aku takut kalau so eun akan sepenuhnya percaya padaku. Karena itu, ku putuskan untuk fokus dengan tujuan awalku, yaitu menjadi black prince agar aku bisa balas dendam pada keluarga kim.

 

”Coba kau lihat, sepertinya harta yang kau ambil sudah cukup untuk berbalik menyerang keluarga kim. Kau tidak perlu menyamar menjadi black prince lagi, kim bum” tutur tuan park sembari berjalan ke arahku yang sedang berdiri menatap jendela.

”Benarkah? Ku rasa, itu belum cukup banyak untuk membuat mereka menyesal berkali – kali” gumamku saat mendengar ucapannya.

”Wah, sepertinya ancaman yang ku katakan padamu beberapa hari yang lalu sangat efektif. Apa kau benar – benar takut bila so eun mengetahui pribadimu yang sebenarnya?” ucap tuan park. Baiklah, ia bisa menjawab apa yang ada di pikiranku saat ini. Tapi tidak mungkin aku mengatakannya.

”Ini tidak ada hubungannya dengan so eun. Jadi, apa ada target lain yang bisa ku curi lagi?” tanyaku untuk mengalihkan pembicaraannya.

”Sebenarnya ada, tapi sekitar 2 minggu lagi kau baru bisa mencurinya”

”2 minggu lagi? Apa itu sebuah perhiasan yang di lelang di bazaar nasional korea selatan? Atau peresmian bank baru mungkin?”

”Bukan, lokasi target berada di University of South Korea. Ada acara tahunan di kampus itu, seperti sebuah pesta topeng”

 

Tunggu, University of South Korea? Kampus itu, bukankah itu tempat so eun kuliah? Ah lupakan, aku tidak perlu memperhitungkan keadaan so eun. Mencuri adalah hal yang lebih baik ku lakukan di banding mengkhawatirkan dirinya.

 

”Lalu, apa hubungannya dengan ku? Apa ada sesuatu yang lebih berarti di bandingkan dengan topeng – topeng yang mereka pakai di pesta itu?”

 

Ku dengar tawa kecil dari tuan park. Memang pertanyaanku terdengar agak lucu, namun bukankah itu benar? Hanya orang bodoh yang menginginkan topeng yang biasa di gunakan di pesta – pesta remaja.

 

”Apa aku begitu bodoh untuk menyuruhmu mencuri topeng – topeng yang akan mereka kenakan? Tentu saja tidak! Ada yang jauh lebih berharga di bandingkan nilai pesta itu sendiri” kata tuan park.

”Pemilik kampus itu akan datang bersama relasi bisnis dan pemilik saham universitas tersebut. Di saat para mahasiswa menikmati pesta bodoh itu, mereka akan melakukan sebuah pertukaran harta antar pemilik saham guna mempererat kerja sama mereka” sambungnya lagi.

”Maksudmu, mereka akan saling bertukar harta benda yang mereka miliki? Seperti, bongkahan emas dengan lembaran saham universitas tersebut?” tebakku setelah mendengar penjelasannya.

”Rupanya kau sangat pintar, kim bum! Kalau kau memang berniat untuk mencuri harta yang mereka bawa saat pesta topeng itu, datanglah. Itupun jika kau sedang tidak menjadi asisten anak keluarga so eun” sarannya dengan senyuman licik.

 

Aku harus mencuri di kampus so eun, pesta topeng tahunan. Apa so eun akan datang ke pesta itu? Aku tidak mungkin mencuri di depannya seperti kejadian di festival Jeonju beberapa hari yang lalu, bisa – bisa ia curiga terhadapku. Di tambah lagi aku telah memberitaunya kalau aku akan pergi untuk sementara waktu. Kim bum, kau harus menentukan pilihanmu, sekarang.

 

”Ku ambil itu, aku akan datang ke pesta topeng tersebut” ujarku dengan pasti. Segelintir keraguan sempat membayangiku, namun aku harus menghilangkannya.

”Bagaimana dengan so eun, anak dari keluarga kim itu? Apa kau tidak khawatir bila kau kedapatan mencuri di sana dan pada akhirnya ia akan mengetahui dirimu adalah black prince?” tanya tuan park dengan curiga.

”Akan ku pikirkan tentang hal itu, kau tidak perlu khawatir tuan park. Aku ingin semua rencana awal akan siap kita lakukan sampai titik terakhir, bisakah kau mempersiapkan hal ini tuan park?”

”Tentu, kau tidak perlu ragu terhadapku. Ku pastikan semua nya akan berjalan seperti yang kau inginkan, kim bum”

 

Aku pun tersenyum lega. Hati kecilku memang terpikirkan tentang so eun, namun aku masih merasa beban yang sempat di rasakan oleh min jung kini juga melanda diriku. Aku tidak ingin semua ini berakhir hanya karena so eun, aku tidak ingin percaya lagi dengan yang namanya hati, perasaan, dan juga cinta.

 

12 hari kemudian~ *di skip supaya ga makan waktu :P*

 

-Author POV-

 

Siang hari, so eun hanya menghabiskan waktunya di rumah dengan menonton tv. Siapa tau ada acara yang membahas tentang black prince, pikirnya. Mulutnya sibuk mengunyah kripik kentang yang baru saja ia beli di mini market saat ia pulang dari kampus. Sementara handphonenya tergeletak di biarkan begitu saja di sampingnya.

 

Konnichiwa!!! So eun-ah, apa kau di rumah???” teriak seseorang di balik pintu. So eun menoleh ke arah sumber suara, dan tanpa berpikir panjang langsung berjalan membukakan pintu.

“Mwo? Chae woo, so min, min young? Ada apa kalian ke sini? Bukankah kalian langsung pulang setelah jam pelajaran fisika tadi?” tanya so eun yang kaget dengan kedatangan ketiga sahabatnya itu.

“Tadinya, tapi setelah kami pikir – pikir lebih baik kita persiapkan diri untuk menyambut pesta topeng di kampus! Bagaimana, menyenangkan bukan???” jawab min young dengan begitu bersemangat.

“Ah, lebih baik kita bahas ini di dalam saja. Ayo masuk”

 

So eun mengajak sahabat – sahabatnya masuk ke ruang tamu, setelah itu ia meminta bibi di rumahnya untuk membuat minuman untuk mereka. Tidak lama kemudian 4 mangkuk es krim vanilla pun telah tersaji.

 

”Ya so eun-ah, bukankah kau tadi bilang untuk membuatkan minuman? Tapi kenapa yang ada di sini malah semangkuk es krim vanilla kesukaanmu???” tanya chae woo dengan aneh.

”Di beri lebih kenapa masih harus bertanya alasannya? Nikmati saja, anggap so eun sedang dalam mood yang baik. Kan biasanya dia paling tidak bisa membagi es krim vanilla pada kita” tutur so min dengan cuek. Kemudian ia beralih ke mangkuk es krim yang siap di santap.

”Lupakan tentang hal itu. Jadi, apa yang akan kalian lakukan untuk pesta topeng itu? Masih ada 3 hari lagi untuk mempersiapkannya bukan?” kata so eun mengalihkan pembicaraan. Ia tau sekali kalau omongan so min tadi sangat menyindirnya *kasian amat*.

”3 hari itu waktu yang sangat singkat bagi wanita agar bisa tampil cantik so eun. Meskipun aku suka pergi dengan pakaian yang agak tomboy tapi aku juga bisa tampil cantik layaknya putri istana!” ujar min young dengan bangganya.

”Biar ku jelaskan maksud min young. Jadi kami berniat untuk mengajakmu pergi berbelanja mencari gaun yang pas untuk pesta topeng nanti. Jujur saja, persediaan gaun di rumahku sudah tidak banyak yang bagus” terang chae woo.

”Belanja gaun? Entahlah, aku sedang tidak bersemangat untuk pergi berbelanja chae woo” kata so eun dengan lemas. Ia pun menyenderkan diri ke sofa.

”Kalau kau tidak membeli gaun pun tidak masalah, yang penting kau tetap ikut kami pergi. Suasana bertiga itu sangat berbeda dengan berempat tau” celetuk so min dengan mulut yang penuh es krim. Bibirnya pun ikut – ikutan kotor karena es krim itu.

”Ayolah so eun, ikut kami sebentar saja. Aku janji akan membuatmu tampil cantik di pesta topeng nanti, terlebih lagi di depan pasangan dansamu!” tawar min young dengan senyuman yang sumringah.

”Itu benar! Ngomong – ngomong, siapa yang akan jadi pasanganmu nanti so eun? Kau tidak pernah menceritakannya pada kami” tanya chae woo dengan mendadak.

 

So eun menahan ludahnya mendengar pertanyaan chae woo. Rencana awal yang tadinya ia ingin mengajak kim bum kini sudah gagal total mengingat kim bum yang pergi untuk beberapa hari. Sudah cukup lama bagi so eun, namun kim bum juga belum kembali ke rumahnya. So eun memutar otak untuk mencari alasan agar tidak menjadi bahan olok – olokkan temannya, apalagi jika min ho, hyun joong, dan juga il woo tau tentang hal ini. Ia pun memukul kepalanya sendiri.

 

”So eun, apa kau sakit? Kalau sakit pergi ke dokter, jangan memukuli dirimu sendiri” kata so min yang bingung melihat tingkah so eun.

”Mwo?? Anio, aku tidak sakit. Tidak, bahkan aku sangat sehat! Kalian lihat, wajahku saat ini sangat bersinar!!!” jawab so eun dengan salah tingkah untuk mengalihkan pembicaraan.

”Jadi siapa pasanganmu nanti so eun? Kenapa kau malah aneh seperti ini?” tanya chae woo lagi sambil menatap so eun dari atas hingga bawah.

“So eun, jangan bilang kalau kau belum mendapatkan pasangan untuk pesta topeng di kampus. Waktu tinggal 3 hari lagi, tidak mungkin kalau kau bisa mencari pria lain untuk menjadi pasanganmu. Katakan padaku, itu tidak terjadi kan? Kau sudah mendapat pasangan kan so eun???” kata min young yang kini ikut – ikutan curiga pada so eun.

 

            ”Mati aku! Kini mereka sudah curiga, jadi apa yang bisa ku lakukan sekarang??? Kim bum oppa, cepat lah kembali!!!” batin so eun yang kini semakin panik dengan rentetan pertanyaan dari chae woo dan min young. So min yang berhati ’peka’ pun tergerak untuk menyudahi rasa penasaran sahabatnya itu.

 

”Es krim ku sudah habis! Baiklah, ayo kita langsung pergi ke mall! Ka!!!” ajak so min dengan riangnya sambil menarik chae woo, min young, dan juga so eun.

 

Keempat gadis ini pun beranjak pergi dari rumah so eun menaiki mobil. Chae woo bersama min young, dan so min bersama so eun. Selama di perjalanan so eun tidak berbicara apapun, sampai akhirnya so min berusaha untuk melunakkan suasana.

 

”Kau, ingin berpasangan dengan kim bum?” tanya so min dengan lembut. So eun yang tadinya diam membeku langsung menoleh ke arah so min yang sedang menyetir.

What??? No! I don’t wanna go to the party with him, seriously!” jawab so eun dengan mengelak secara habis – habisan.

Hey keep calm so eun-ah! Just answer my question with a smile, don’t be nervous like that. Kau kan tau, aku hanya mengucapkan apa yang ada di pikiranku. Kalau aku tidak mengatakannya, aku merasa otakku semakin sempit saja dengan semua bayangan hyun joong” kata so min menanggapi reaksi so eun yang kaget.

”Benarkah? Hahaha dasar so eun yang bodoh” ucap so eun yang berpura – pura mentertawai tingkah bodohnya sendiri.

”Dengar so eun, aku tidak ingin mencampuri urusan pribadimu. Kau ingat ucapanku saat pertama kali aku melihat kim bum? Saat itu aku mengatakan kalau aku merasa akan terjadi hal buruk padamu. Entahlah, pikiran dan perasaanku sangat kacau mungkin. Bahkan saat hyun joong mengantarku pulang ia juga mengatakan padaku agar aku tidak mengatakan hal – hal aneh seperti ini” tutur so min dengan panjang lebar.

”Tapi jika kau merasa nyaman dengan kim bum, jangan lepaskan dia. Aku tak peduli bagaimana perasaanmu yang sebenarnya pada dia, jadi aku tidak akan mengatakan apapun lagi selain hal ini” sambungnya lagi.

 

So eun terpaku mendengar ucapan so min. So min memang wanita yang unik, namun setidaknya dia memiliki sisi dewasa yang tidak di miliki oleh so eun. Ia selalu peduli pada sahabatnya yang satu ini, karena so min tau so eun tipe orang yang seperti apa.

 

Setibanya mereka di salah satu mall terkemuka di Seoul, keempat wanita ini langsung menghampiri toko yang terkenal dengan gaun malamnya. Memang harganya jauh di luar kantung mahasiwi seperti mereka, namun berkat latar belakang keluarga mereka yang cukup mapan hal itu bukanlah masalah yang berarti. Chae woo, so min, dan min young sibuk mengitari toko itu hingga ke semua sisi. Sementara so eun hanya mengikuti kemana mereka pergi, seperti air yang mengalir saja.

 

”Coba lihat! Gaun ini bagus sekali! Roknya tidak terlalu panjang juga tidak terlalu memiliki ornamen yang rumit, pas sekali dengan pribadiku!” kata min young sambil menunjukkan gaun yang ia sukai.

”Ku rasa gaun ini akan membuat il woo lebih mencintaiku lagi. Ah aku tidak bisa membayangkan bagaimana suasana di pesta nanti!” balas chae woo sembari memeluk gaun pilihannya.

”So eun, sepertinya gaun ini akan terlihat sangat cantik jika kau kenakan. Cobalah” ujar so min pada so eun. Chae woo dan min young pun setuju dengan pendapat so min.

”Ne, biar ku coba dulu, baru kalian memberi opini untukku ya?” kata so eun dengan senyum.

 

So eun mengambil gaun dari so min dan bergegas masuk ke kamar ganti untuk mencoba gaun tersebut. Dan hasilnya?

 

“Wah! Uri so eun neomu yeoppoyeo!!!” teriak min young histeris saat melihat so eun yang keluar dari kamar ganti.

”Kau terlihat begitu menawan so eun-ah, hebat!” kata chae woo dengan mengacungkan ibu jari kanannya.

You look so perfect. That’s a good choice for you so eun-ah” tutur so min dengan wajah yang terlihat kagum. Pipi so eun pun memerah karena pujian dari kawan – kawannya. Senyumnya pun tak henti menghiasi wajahnya yang bulat itu.

“Gomawo, kalian begitu baik padaku” kata so eun dengan malu – malu.

”Astaga so eun, kau bersikap seakan – akan kami baru mengenalmu saja. Kita sudah lama berteman, memuji sahabat sendiri itu wajar” jawab min young.

 

Setelah so min menemukan gaun untuk nya, mereka berjalan menuju kasir dan membayar untuk semua gaun itu. Sepertinya hari itu menjadi hari yang lebih baik untuk so eun, meskipun hatinya masih terasa berat karena kim bum belum lekas kembali.

 

***

3 hari kemudian~ *seneng banget ngeskip waktu :P*

 

Hari itu pun tiba, hari yang di tunggu – tunggu oleh seluruh mahasiswa di University of South Korea. Di sore hari terlihat kesibukan di kamar so eun, ia mondar – mandir untuk mencari asesoris yang pas di kenakan olehnya. Rambutnya masih di kuncir seperti biasa, wajahnya pun masih polos tanpa make – up.

 

”Kenapa aku tidak punya sepatu yang pas untuk gaunku? Lalu di mana hiasan rambut yang biasa ku kenakan? Aigooo kau bodoh sekali so eun!!!” kata so eun dengan kesal. Rambutnya pun tidak terlihat berbentuk lagi karena sudah urak – urakkan. Tiba – tiba ponsel so eun yang berada di atas meja riasnya berbunyi.

 

From: Moon Chae Woo ^^

 

So eun, kami sudah dalam perjalanan menuju kampus. Kau ada di mana?

 

***

 

To: Moon Chae Woo ^^

 

Mwo? Kalian sudah berangkat???

Aku belum siap sama sekali! Baiklah, tunggu aku di sana. Aku tidak akan lama, ok?!

 

Setelah membalas pesan dari chae woo, so eun kembali memfokuskan pikirannya untuk berdandan. Tak ada pilihan lain yang bisa ia pilih, namun setidaknya ia tetap bisa tampil cantik.

 

”Baiklah, semua sudah siap. So eun, kau pasti bisa meskipun tanpa kim bum!” ujar so eun yang menyemangati dirinya sendiri.

”Tunggu, siapa tadi yang ku sebut? Kim bum??? Anio, lupakan!” sambungnya lagi. Ia bergegas masuk ke mobil yang di kendarai oleh supir pribadi keluarganya.

 

So eun pun sampai di kampusnya. Terlihat banyak sekali mahasiswa yang baru datang ataupun berlalu lalang di sekitarnya. Pintu masuk kampuspun padat dengan banyaknya mahasiswa yang hadir meramaikan acara itu. So eun masuk ke kampus dan langsung menuju ke ruang utama kampusnya, tempat di adakannya acara pesta topeng tahunan. Dan tak perlu waktu lama, ia menemukan chae woo, so min, min young, il woo, hyun joong, dan juga min ho.

 

“So eun! Kenapa kau baru datang sekarang??? Kau terlambat tau” kata chae woo tanpa basa – basi.

”Bukankah sudah ku katakan kalau aku baru saja berangkat? Aku baru saja sadar kalau ternyata aku kekurangan banyak sekali asesoris yang cocok dengan pakaian yang ku punya” jawab so eun.

”Ya sudah biarkan saja, yang penting kan so eun datang” ujar so min menengahi mereka.

”Jadi… Ku rasa meskipun kau datang terlambat kau tetap tampil cantik so eun. Tidak salah so min memilihkan gaun ini untukmu” tutur min young.

”Ya, aku setuju dengan min young” sambung il woo.

”Aku juga” kata hyun joong lagi.

”Lalu, di mana pasangan mu so eun? Bukankah kau mengatakan pada kami kalau kau sudah mendapat pasanganmu???” tanya min ho dengan seringainya yang menyeramkan.

”Kau! Sudah ku katakan untuk berhenti meledekku seakan – akan aku wanita yang tidak akan pernah mempunyai pasangan!” kata so eun dengan kesal. Min ho pun tertawa puas melihat so eun yang habis di ledekki olehnya. Min young pun hanya menghela nafas saat menyadari kalau min ho memang suka meledekki orang lain.

 

Acara pesta topengpun di mulai. Pembawa acara dari pihak kampus memulai acara dengan menampilkan penyanyi solo dari kalangan mahasiswa kemudian di lanjutkan dengan kata – kata sambutan dari rektor kampus tersebut. Mereka terlihat sangat antusias, kecuali so eun yang sedari tadi hanya menekuk wajahnya. Setelah jajaran utama menyampaikan kata sambutan mereka bergegas turun dari panggung sembari berbisik – bisik. Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang memperhatikan mereka dengan sangat serius, ia mengeluarkan ponsel genggamnya dan menekan nomor seseorang.

 

Mereka telah selesai memberikan kata sambutan, terlihat mereka sedang membicarakan sesuatu saat menuruni panggung tuan.

Apa acara selanjutnya?

Acara utama dari pesta ini, yaitu pesta dansa yang akan di lakukan oleh seluruh undangan yang hadir tuan.

Mereka akan melakukannya sekarang… Baiklah, aku akan bersiap – siap. Kabari aku bila ada hal buruk yang terjadi.

Baik tuan.

 

Si wanita misterius itu pun menutup telfon genggamnya dan kembali mengikuti acara di pesta itu. Tidak menunggu waktu lama sang pembawa acara mengumumkan bahwa inti acara akan segera di mulai. Hal itu pun di sambut dengan meriah oleh mereka. Dan seperti yang dapat di perkirakan, chae woo berdansa dengan il woo, so min dengan hyun joong, dan min young bersama min ho. Semuanya berdansa dengan menggunakan topeng yang sudah mereka persiapkan. Lalu apa yang di lakukan oleh so eun?

 

“Aish selalu saja begini ketika ada momen berpasangan. Lebih baik aku ke atap gedung saja mencari udara malam” gumam so eun. Akhirnya ia berjalan menyusuri gedung menuju ke atap.

 

***

            ”Wah, tidak ku sangka ternyata emas yang selalu kau banggakan padaku selama ini begitu bagus!” tutur pemilik kampus. Wajahnya terlihat begitu kaget dan senang saat menerima bongkahan emas itu.

”Hahaha… Kau pikir aku berbohong padamu? Asal kau tau, emas itu ku dapatkan dengan susah payah, mengumpat – umpat dari si presiden bodoh itu” balas salah satu pemilik saham terbesar di kampus. Perawakkan terlihat agak licik, dan sifatnya memang sulit untuk di percaya.

”Presiden Kim Jong In, dari keluarga Kim maksudmu?” tanyanya.

”Tentu saja! Ia begitu menyayangi anaknya meskipun ia jarang ada di rumah, tapi mungkin itu yang membuatku lebih mudah untuk mendapatkannya secara ilegal” gumam orang tersebut.

”Lalu bagaimana menurutmu dengan hadiah dariku hah? Cukup membuatmu kagum?” kata pemilik kampus lagi.

”Yah cukup lumayan untuk kalangan sepertimu… Patung kuno peninggalan zaman yunani yang memiliki ukiran tersulit di dunia. Ku rasa kau mendapatkannya karena kau membaca dari buku kemudian bergegas pergi ke yunani”

”Ya ya ya kau benar, hahaha…”

”Baiklah, aku tidak punya banyak waktu. Terima kasih atas hadiah darimu, ku jamin kau akan terpilih lagi sebagai pemilik utama kampus ini”

”Terima kasih untuk jaminannya, sampai bertemu lain waktu”

 

”Mereka sudah menyelesaikannya, sekarang waktunya bagiku untuk keluar” batin black prince yang tak lain dan tak bukan adalah kim bum. Ia sengaja menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.

 

Kedua pria kaya itu saling berjabat tangan sebagai tanda perpisahan, kemudian mereka bergegas pergi turun di kawal dengan penjaga – penjaga yang berbadan besar. So eun yang sedari tadi sudah sampai di atas dan menyadari kalau ada kejadian yang menjanggal di sana ternyata bersembunyi di balik dinding yang agak tinggi. Ia bisa mendengar beberapa percakapan tersebut, tetapi ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

 

”Mereka membawa nama ayahku tadi??? Tidak, ini tidak bisa di biarkan, aku harus menghentikan mereka. Mereka telah mencoreng nama ayah dan juga kampus nasional ini!” kata so eun dengan kesal.

 

Tanpa memperdulikan keselamatannya ia langsung berlari menuju pria – pria tersebut dan menghentikkannya. Matanya menyorot mereka tajam yang menggambarkan kalau so eun benar – benar marah.

 

”Apa yang kalian lakukan tadi?! Mengapa kalian melakukan hal bodoh seperti itu dan mempermalukan kampus ini?! Ternyata kalian semua hanyalah pria busuk yang bertukar harta – harta ilegal tanpa sepengetahuan ayahku!!!” ujar so eun. Pemilik kampus serta pemegang saham itu pun hanya tertawa.

”Kau anak dari presiden bodoh itu kan? Menjauhlah! Jangan membuang waktu kami! Masih banyak yang harus kami lakukan dari pada harus mengusir wanita sok berani seperti mu!!!” kata pria pemilik kampus.

No way! Mengakulah padaku dan aku akan melepaskan kalian!” balas so eun dengan semakin kasar.

 

Pria itu berbisik pada salah satu pengawal nya sambil melirik ke arah so eun. Dan semua pengawal itu pun berjalan ke arahnya, terlihat seperti ingin menghabisi so eun. So eun yang berusaha untuk tetap terlihat berani pun bingung. Ia bisa bertarung, namun apa mungkin ia bisa mengalahkan mereka semua?

 

”Habisi gadis itu!”

 

So eun pun mulai di terjang dengan serangan – serangan beruntun dari pengawal – pengawal itu. Pukulan dan tendangan masih dapat ia tangkis dan berbalik menyerang pada mereka. Untungnya gaun yang ia kenakan berrok pendek jadi tidak menyulitkannya untuk menyerang mereka. Satu persatu dari mereka pun rontok dan mundur. Wajah mereka penuh dengan luka lebam akibat pukulan dari so eun.

 

”Apa kalian lihat? Mereka semua bisa ku kalahkan! Sekarang mengakulah padaku atau nasib kalian akan sama dengan pengawal – pengawal bodoh itu!!!” ucap so eun dengan nafas yang tersengal – sengal.

”Benarkah? Coba kita lihat, siapa yang akan menang di antara kita. Kami atau kau gadis yang ternyata bisa menghabisi pengawal kami” gumam si pemilik saham yang menerima patung yunani tadi.

”Lebih baik kau turun saja, urusi murid – murid mu di bawah. Jangan sampai ada yang curiga” sambung si pemilik saham pada kawannya itu. Akhirnya pria yang menjabat sebagai rektor kampus itu turun dengan bersikap seakan – akan tidak terjadi apapun.

 

Pria pemilik saham kampus tersebut berjalan ke arah so eun dengan perlahan, tangan kanannya mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya pada so eun. So eun yang merasa ketakutan kini berjalan mundur menjauhi pria tersebut hingga akhirnya ia terbentur dengan dinding di belakangnya. Ia tidak bisa menghindar lagi sekarang, karena tidak mungkin ia bisa menghindari peluru yang melesat begitu cepat.

 

”Ada kata – kata terakhir yang ingin kau katakan? Akan ku sampaikan nanti pada ayahmu itu” ucap pria itu dengan senyuman licik. So eun tidak memberikan jawaban apapun selain tatapan ketakutan.

”Sepertinya tidak ada. Baiklah, ucapkan selamat tinggal pada duniamu gadis sok pemberani” sambungnya lagi.

 

”Ya tuhan, semoga ini bukan akhir dari segalanya. Ayah, maafkan aku harus meninggalkan ayah dengan seperti ini. Chae woo, so min, min young, terima kasih atas segalanya. Dan kim bum, ku harap aku bisa bertemu denganmu nanti di alam yang berbeda…” batin so eun. Air matanya mulai menetes, seakan – akan ini adalah saat terakhirnya.

 

Pria berseringai licik, kemudian tangannya perlahan menekan pistol tersebut. So eun memejamkan matanya, dan hal itu pun tak dapat di hindari.

 

DORRR!

Suara tembakan itu pun terdengar begitu keras di tengah malam yang harusnya indah bagi so eun. Namun tuhan berkehendak lain, so eun masih hidup. Ia dapati dirinya terjatuh di pelukan seorang pria misterius yang membuatnya masih bertahan hidup. So eun mencoba untuk melihat wajah pria misterius yang telah menolongnya. Semua pakaiannya serba hitam, dan ia juga melihat sebuah topeng hitam yang tergeletak tidak jauh dari dirinya dan juga pria misterius itu.

 

”Kau.. Black prince…” gumam so eun dengan pelan. Kepalanya masih terasa pusing karena begitu takut.

 

Ia mencoba untuk membulatkan kedua matanya, mencoba untuk melihat wajah black prince yang sudah tidak mengenakan topeng hitam khasnya. Dan betapa kagetnya so eun saat melihat wajah asli pria yang selama ini ia idolakan, wajah itu sudah tidak asing lagi baginya.

 

”Kim-kim bum oppa???!!!”

 

 

To Be Continued…

 

Saya minta maaaaaaffff banget karena part ini mungkin mengecewakan kalian. Soalnya saya bener – bener lagi banyak tugas yang harus di selesaikan, makanya saya ga bisa sepenuhnya fokus di ff ini ><

Sejelek – jeleknya ff harus tetap kalian hargai ya readers, terima kasih ;D

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , , , ,

70 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 7

  1. Sendy Sekar September 30, 2012 pukul 9:53 am Reply

    eonni ff nya tambah seru😀
    kim so eun sekarang udh tau kalau kim bum black prince…
    kaadaan kim bum oppa gimana ya??
    next part eon😀

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:35 am Reply

      Terima kasih sendy! Kamu setia banget baca + komen ff aneh ini, hahaha~

      -Chandra Syifa W-

  2. Chici-bom September 30, 2012 pukul 10:41 am Reply

    Keren thor , aku suka . .

  3. Alfira September 30, 2012 pukul 10:50 am Reply

    uihh.. plg les lgsg mampir k sini trnyata udh ad lanjutannya
    huaaaaa.. chingu, ini ff nya ttp bgs kok
    bneran deh

    huaaaa.. next part aku tnggu ^^
    hwaiting!!

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:36 am Reply

      Aduh rekan seperjuangan alfira rajin banget, kalo baru pulang mah istirahat aja dulu baru baca. Hehehe…
      Makasih lho =)

      -Chandra Syifa W-

  4. ria September 30, 2012 pukul 10:56 am Reply

    tu kan ketauan oppa y ?duh ngegantung bgt yah thor…gk k bayang thor next part y kaya apa? Hoho gpp thor yg pnting klanjt y gk lama..semagat lanjtin y yah thor

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:38 am Reply

      Ngegantung apanya ya? End TBC nya kah atau alur ceritanya atau gimana nih? ._.
      Seperti biasa, saya ga bisa janji untuk bisa ngepost cepet. Saya bisa usahain seminggu untuk bikin ff lanjutannya baru di post, xoxoxo xP

      -Chandra Syifa W-

  5. tri cahya September 30, 2012 pukul 12:23 pm Reply

    wah,,,, ceritax makin seruu….

    endingx bkin tmbah penasaran…
    semangat buat author,, ditggu kelanjutanx….🙂

  6. Dizha adrya September 30, 2012 pukul 12:29 pm Reply

    Ff ny mkn sru thor, gmn y reaksi so eun udh tw lw black prince tu adlh kimbum d tgu part slnjt ny jgn lma” y thor, author baik deh

  7. Dizha adrya September 30, 2012 pukul 12:31 pm Reply

    Ff ny mkn sru thor, d tgu part slnjt ny jgn lma” y thor, author baik deh

  8. aline September 30, 2012 pukul 1:24 pm Reply

    Bikin penasaran aja neh ff ,,,, kelanjutanya jangan lama2 Ўªã

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:44 am Reply

      Ga seru dong kalo ga bikin penasaran, iya ga? #alibi

      -Chandra Syifa W-

  9. heldajungsoo September 30, 2012 pukul 4:26 pm Reply

    Kyaaaa. . . kimbum ketahuaan. . .waduh gmna ini. apa sso akan membenci bum.

  10. sugarsoya September 30, 2012 pukul 4:31 pm Reply

    Hemmm ada kasian ama soeun,
    Kim Bum ko masih belom berubah, masih niat bales dendam,
    Nah loo, soeun udah tau kalo kim bum itu black prince!!
    Gimana ya reaksi soeun selanjutnya, ditunggu next partnya ya…

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:47 am Reply

      Sabar – sabar, kalo penasaran tunggu part lanjutannya yaaa

      -Chandra Syifa W-

  11. devi September 30, 2012 pukul 5:13 pm Reply

    MkiN sru Zh Nich FF’a,,,,,,,,,,
    Wah bumppa kthuaN ma eoNNie so euN klo sbeNar’a bumppa tuch black priNce,,,,,,,
    Jd pNsaran Nich ma Next part’a ,,,,,,,,

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:47 am Reply

      Aduh sepertinya banyak yang penasaran ya sama ff gaje ini :3

      -Chandra Syifa W-

  12. meida September 30, 2012 pukul 11:14 pm Reply

    cerita nya mkin seru. Hehe, dtunggu part slanjutnya ya thor.

  13. Putzz ran" moury September 30, 2012 pukul 11:18 pm Reply

    Soeun tau black prince sebener’a? ?
    HuaaAa. . .
    Makin seru aja. .
    Knapa TBC’a d waktU yg ga tepat. .
    Bikin penasaran kan. . . .
    Somin hebAt’a. .
    KepekaAn’a bener” daebAk. .
    Bsa tau kalau kimbum dket ma s0eun itu ada sesuatu yg buruk. .
    DaebAk s0min. . .
    Pok0k’a d tUnggu part selanjUt’a. . .

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:50 am Reply

      Terus waktu TBC yang tepat di mana dan kapan dong? ._.
      Lah, jadi ada yg ngefans nih sama so min, wakakak xD

      -Chandra Syifa W-

  14. Ananda meidiana putri Oktober 1, 2012 pukul 12:24 am Reply

    Keren😀 aku suka banget sama alur cerita nya😀.
    Pokok nya ff ini keren banget author😀.

  15. yunita zulaika Oktober 1, 2012 pukul 12:52 am Reply

    kyaa !!!! ketauan akhirnya penyamaran kimbum
    tapi ngga ap lah lebih cepat lebih baik
    NEXT THOR😀

    • Korean Fanfict Land Oktober 1, 2012 pukul 11:52 am Reply

      Iya, kalo lama ketauannya makin panjang aja nih ff dan makin gaje aja alur ceritanya *maap*
      Sip!

      -Chandra Syifa W-

  16. dita_bumSso Oktober 1, 2012 pukul 6:42 am Reply

    so eun dah tau identitas black prince,,kira” ada yg brubah ma hubungan so eun ‘n kimbum gx ya?
    Lanjutttt th0r!!!!!

  17. YeojaNiel Oktober 1, 2012 pukul 8:39 am Reply

    Part yang ini sedikit bertele2 thor.
    Tapi keseluruhannya bagus.
    Next part ditunggu

    • Korean Fanfict Land Oktober 2, 2012 pukul 11:12 am Reply

      Bertele – tele ya? Hehehe maaf deh, soalnya ngejar ngepasin bagian TBC nya, spy ending nya ga terlalu nyangkut (?)
      Tapi makasih ^^

      -Chandra Syifa W-

  18. ayu_BumSso couple Oktober 1, 2012 pukul 1:02 pm Reply

    sso dach tau spa bleck prince penasaran ma reaksi sso ntar..lanjut thour

  19. cucancie Oktober 1, 2012 pukul 9:04 pm Reply

    Wah kenapa lg seru2 nya TBC sihbthor,ah so eun sadar ga kira2 nanti klo kim bum itu black prince?! Hadeuhhh…author nya jago bgt klo bikin penasaran readernya….next part jgn lama2 dipostnya ya….

    • Korean Fanfict Land Oktober 2, 2012 pukul 11:14 am Reply

      Aduh itu emang jagonya saya bikin orang penasaran, maklum lah, supaya naikin rating ff ini. Kekeke~ =)

      -Chandra Syifa W-

  20. Winzzlee Oktober 2, 2012 pukul 2:42 am Reply

    So eun berani banget lawan para pengawal, saat hampir ga ada harapan buat hidup si kim bum datang selametin so eunga jd buat nyuri deh. Dan akhirnya kebongkar juga identitas black prince

    • Korean Fanfict Land Oktober 2, 2012 pukul 11:15 am Reply

      Yap! Mantengin banget nih jalan ceritanya B)

      -Chandra Syifa W-

  21. vani Oktober 2, 2012 pukul 12:53 pm Reply

    jangan smnggu ya, ^^
    kyna gk ktauan deh, kan oppa tw ksukaan sso itu black prince, brgkali ngeles kasi kjutan tp malah terkejut

    • Korean Fanfict Land Oktober 3, 2012 pukul 10:39 am Reply

      Wah, kemungkinan saya postnya minggu depannya lagi. Banyak urusan yg hrs di selesaikan, mulai urusan pelajaran sampai urusan kelas. Maaf😦

      -Chandra Syifa W-

  22. anizza Oktober 2, 2012 pukul 2:39 pm Reply

    Kyaaaa bumpa tertembak demi sso so sweat tp gmn keadaan bumpa !!
    Trz sso jg Tau lo bumpa tu black prince tmbh penasaran lanjut thor next partny dtnggu …

  23. Chachicha Oktober 2, 2012 pukul 4:29 pm Reply

    Yah lagi seru seru nya tuh. .
    Malah tbc. .

    Wah so unnie udh tau tuh klo bum oppa black prince. .

    Keadaan bum oppa gmna ya. ?

    Next part ny d tnggu author. .
    FIGTHING. .

    • Korean Fanfict Land Oktober 3, 2012 pukul 10:42 am Reply

      Wah protesnya rata2 pas bagian TBC ya? Saya pasti selalu seperti itu kalau udah mau TBC, hehehe

      -Chandra Syifa W-

  24. dedekartika Oktober 2, 2012 pukul 11:44 pm Reply

    wah.kim bum oppa.ketembak..dan sso tau kalau kim bum adalah.black prince…i.huaah.jdi makin penasaran..next part’nya di tunggu.

  25. dita_bumsso Oktober 3, 2012 pukul 9:10 am Reply

    part 8nya l0m da ya th0r?
    Penasaran bgt nie,ampe cek bl0g nie tiap detik*lebayyy

    • Korean Fanfict Land Oktober 3, 2012 pukul 10:44 am Reply

      Belum lah, saya belum mulai ngetik sama sekali. Soalnya saya masih banyak tugas, mohon maaf banget T.T

      -Chandra Syifa W-

  26. Justgalon Oktober 3, 2012 pukul 5:13 pm Reply

    maaf ya thor telat bacanya, abis sibuk kuliah hehheeheh…
    akhirnyaa…akhirnya so eun tahu klo kim bum black prince..huaaa..aku penasaran sma endingnya thor hehhehe..
    semangat yaa meskipun sibuk, kita sama2 sibuk kok..aku aja susah bagi waktu buat nulis FF, padahal para reader udah nagih2 kekkekeke…okkeh hwaitiing ya😀

    • koreanfanfictland Oktober 5, 2012 pukul 12:08 pm Reply

      Cuek sama saya mah, saya ga pernah maksa readers untuk langsung baca kok, hahaha…
      Saya juga penasaran sama endingnya, karena imajinasi saya sewaktu – waktu dapat berubah dengan cepat sesuai mood dan kondisi (?)
      Insya allah deh, ga tau nih kayanya bakalan lama ngepost lanjutannya. Maaf😦

      -Chandra Syifa W-

  27. Nia lestari lufibumhekidory Oktober 6, 2012 pukul 9:03 am Reply

    .kira2 gimana reaksi soeun,ketika mlihat orang yg dia sukainya,adalah seorang black prince.??

    • koreanfanfictland Oktober 6, 2012 pukul 10:03 am Reply

      Reaksinya akan kamu ketahui nanti ya, saya terpaksa hrs menunda lanjutan partnya😦

      -Chandra Syifa W-

      • Nia lestari lufibumhekidory Oktober 8, 2012 pukul 1:32 am

        Jgn lma2..
        Bikin penasaran thor..

      • koreanfanfictland Oktober 8, 2012 pukul 1:02 pm

        Saya ga bisa janji ya? Hehehe

        -Chandra Syifa W-

  28. bumssoelfsuperjunior Oktober 7, 2012 pukul 12:14 pm Reply

    Ya ampun….ayo lanjut dong, keren ini!

  29. susan luv bumsso Oktober 13, 2012 pukul 11:35 am Reply

    ya bum ninggalin sso d saat g tept nyh,,,btw dgn sso pngl “oppa” kykx cute bget sso jd trlht unyu2x. . . Hehehehe
    tp td sso mukulin para pnjhtx smpe babk bluk ckckck. . . .sso pzt pmengang sbuk hitm karate nyh. . . .ap sso bnr2 lht wjh bum? Ya kok udh kthuan bumx? Bgm rx sso pzt eunnie bngung bgt nyh. . .creeennn thor. . .hwaiting

  30. fitria nurul Oktober 22, 2012 pukul 4:07 am Reply

    kereeennn,,,,
    cerita nya keren,, bum oppa gmna yah hbs kna tembak,,,
    ditunggu part slanjutnya thor, jangan lama2 yah,,,
    heheeee

  31. edogawa kim suju Oktober 23, 2012 pukul 8:47 am Reply

    Wa wa wa.. Ketauan…
    Tpi adegan penyelamatannya .. Ak ska..
    Ceritanya mkin seru !!
    Lanjutkan thor !

  32. SintiaBumsso Oktober 24, 2012 pukul 10:46 am Reply

    Kaka aku disini hehe dulu aku udh ninggalin komen loh , suerr kok ga ada yaa pas di cek lagi .. Yaa udh aku komen lagi yaa keren kak kereen banget banget banget banget hehehe hmm gmn nih Bum udh ketauan sama sso ?? Hehe tp aku udh baca part 8.nya hehe :D:D lanjutkak lanjut;)

  33. anastasia erna November 3, 2012 pukul 2:57 pm Reply

    keren…
    bagus banget ceritanya…
    tapi kenapa kim bum ga pake tompeng nya??????

  34. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 12:51 pm Reply

    ya ampun sso hampir saja ke tembak untng ada
    black.prince😉
    tpi bum udh ktahuan bgaimna reaksi sso???

  35. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 12:28 pm Reply

    op’s…bumm-ah ketauan dehc…
    Langsung lanjut az….

  36. yulie_bumsso Juli 11, 2013 pukul 6:03 am Reply

    Jiahhhhh kimbum kthuannn..
    Hasuhh g mnaa slnjutt n..pnsrannn bggett..

  37. lilis suryani Juli 5, 2014 pukul 3:52 am Reply

    wahhhh makin menegangkan thor jln ceritanya

  38. ainami Agustus 20, 2014 pukul 7:55 am Reply

    kyaaaaaa terbongkar sudah..

    tp keren proses terbongkarnya, bum nyelamatin sso kan….?

    eh sso trnyata jago berantem juga ya, dia bisa ngalahin pengawal2 itu hehe..

    sekali lagi, bum gagal menjalankan misi sbg black prince :v

  39. laila_annisa Januari 4, 2015 pukul 3:23 pm Reply

    Aaaaaaa sso udah tau kalo itu bumppa!!! Semoga sso ingga marah sama bumppa n bumppa melupakan dendam sama keluarga sso!!!

    Terus berkarya😉

  40. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 4:36 pm Reply

    Wah,, semakin seru aj.
    D bgian part ini, so sdah mengetahui bhwa bumppa adlah black prince. Apakah so akan marah ktn d bohongi? Atw mlah senang?
    Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: