(TS) Will You Marry My Mom? – Part 1


Will You Marry My Mom?

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Min Young, Lee Donghae, Jessica Jung, Kim Ha Na (fictional)

Genre: Romantic

Type: Two Shoot

 

Halo semuanya^^

Sudah lama menunggukah .__________.v

Saya kembali dengan BUKAN lanjutan dari Black Prince, soalnya masih kurang panjang utk di post /slap/

Saya ga tau ini bagus atau layak di post atau engga, tapi ini sebagai permintaan maaf saya untuk semuanya *bow*

Baiklah, di baca aja ya😉

 

Suasana di taman kanak – kanak di salah satu kota Seoul terlihat sangat riuh sekali. Ya, saat ini sekolah tersebut tengah menarik perhatian seluruh murid – muridnya. Bayangkan saja, seorang gadis kecil yang kira – kira berumur 4 tahun itu berani berdiri di atas meja kelasnya dan berbicara di depan umum layaknya seorang presiden yang tengah memberikan pidato kenegaraan. Namun tentu saja bukan hal itu yang di lakukan olehnya.

”Hei ha na-ssi! Apa yang kau lakukan di situ! Sana turun dari meja! Kau menghalangi tulisan yang tadi di catat oleh bu guru tau!” usir salah seorang murid.

”Iya! Kau ini aneh sekali! Untuk apa kau mengurusi urusan orang dewasa!” sambung salah seorang lainnya.

”Diam kalian semua! Aku hanya ingin mencari pria untuk ibuku, apa aku salah? Aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada ibunya!” kata gadis kecil yang sedari tadi menjadi pusat perhatian.

Gadis kecil itu bernama Kim Ha Na, seorang anak yang sudah di tinggal pergi oleh kedua orang tuanya alias yatim piatu. Ia adalah anak yang cantik, pintar, dan juga manis. Ha na juga di kenal sebagai murid yang sangat penurut, baik pada gurunya di sekolah maupun pada ibu angkatnya sendiri.

”Kim Ha Na! Apa yang kau lakukan di atas sana?!” teriak seorang wanita muda saat melihat ha na berdiri di atas meja. Di sampingnya ada seorang guru taman kanak – kanak yang mendampingi dengan wajah khawatir. Ha na pun menoleh ke arahnya dan tersenyum.

”Ibu! Ibu datang ke sini untuk menjemputku ya? Wah ha na jadi senang sekali!” kata ha na yang masih belum mengerti untuk apa ibu angkatnya datang.

”Nona So Eun, sebaiknya anda membawa pulang ha na dan memberikan penjelasan padanya mengenai apa yang baru saja ia lakukan. Saya takut kalau ia akan kembali mengulanginya” kata ibu guru.

”Ne, aku akan melakukannya. Terima kasih untuk bantuannya ibu guru, aku akan lebih berhati – hati dalam menjelaskan hal ini pada ha na” kata wanita muda yang ternyata bernama so eun itu.

So eun pun bergegas mengajak ha na pulang ke apartemen mereka yang terletak tidak jauh dari sana. Sesampainya di apartemen so eun langsung menggantikan baju ha na kemudian ia dudukkan ha na di sofa.

”Beri tau pada ibu, apa yang kau lakukan di atas meja tadi? Apa kau mencoba untuk mencarikan ibu seorang pria?” tanya so eun. Ha na pun mengangguk.

”Kim Ha Na, sudah berapa kali ibu katakan agar jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi? Ibu bisa menjagamu sendiri, ibu bisa bekerja sendiri, dan ibu juga bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kau cukup belajar dengan baik di sekolah dan tidak mengecewakan ibu” kata so eun dengan nada bicara yang kecewa.

”Tapi aku tidak tega melihat ibu kelelahan karena mengurusi semuanya sendirian. Ibu selalu pulang malam dan setelah sampai di sini ibu langsung pergi ke dapur dan membersihkan semua pakaianku” ucap ha na dengan polos. So eun pun tersenyum kecil dan mengelus rambut ha na perlahan.

”Ibu baik – baik saja. Ha na lihat sendiri kan kalau ibu sehat? Kalau ibu kelelahan ibu pasti tidak pergi bekerja, melainkan akan tidur seharian di rumah” ucap so eun dengan bijak. ”Meskipun ibu merasa lelah asalkan ha na belajar dengan baik dan menuruti apa kata ibu itu akan membuat ibu merasa semua lelah ibu hilang dengan sekejap”

”Benarkah bu?”

”Tentu saja. Ibu selalu mengajarkan ha na untuk selalu jujur, masa ibu yang mengajarkan ibu yang berbohong?”

Senyum lebar pun terulas di wajah kecil ha na. Ia pun memeluk so eun dengan erat untuk menumpahkan segala rasa kasih sayangnya. So eun membalas pelukan itu dengan lembut.

”Sekarang ibu harus kembali bekerja. Ha na jangan nakal di rumah ya? Jangan lupa untuk mengerjakan PR yang di berikan bu guru tadi, mengerti?” tanya so eun memastikan.

”Mengerti ibu! Ibu cepat pulang ya!” ucap ha na.

”Ne, setelah pekerjaan ibu selesai ibu pasti akan langsung pulang. Ibu akan membelikanmu permen lolipop kesukaanmu. Ibu pergi dulu, annyeong”

So eun berjalan menuju daun pintu dan meninggalkan ha na sendirian di apartemen. Sebelumnya so eun sempat merasa khawatir karena membiarkan ha na sendirian, namun tidak ada pilihan lain. Pendapatannya tidak terlalu banyak untuk menyewa jasa pembantu. Tempat tinggal saja masih di apartemen, tidak mungkin ia bunuh diri dengan menyewa jasa pembantu bukan?

So eun, wanita yang memiliki nama lengkap Kim So Eun ini baru berumur 23 tahun. Merupakan lulusan dari Chung Ang University – Movie & Theater Departement, meskipun pekerjaannya sekarang ini tidak sesuai dengan apa yang ia pelajari di bangku kuliah. Banyak orang yang mengenalnya wanita dengan hati malaikat, karena di umur nya yang masih cukup muda dia memutuskan untuk mengadopsi anak yatim piatu dari umur 2 tahun. Tidak semua orang tau memang, karena menurut so eun ini adalah urusan pribadi yang tak sepatutnya di umbar.

“Huft, laporan ini sudah selesai. Berarti aku bisa pulang cepat” gumam so eun di sela – sela pekerjaannya.

“So eun-ah, sepertinya kau di panggil oleh presdir. Ia meminta laporan untuk acara rapat selanjutnya” kata salah satu sahabatnya di kantor yang bernama Park Min Young.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan segera ke sana. Terima kasih untuk informasinya min young” ujar so eun sembari mengambil berkas – berkas yang akan di tunjukkannya pada presdir.

”Tidak perlu berterima kasih, itu hanya hal kecil saja kok so eun” balas min young dengan ramah.

So eun melangkahkan kakinya menuju ruangan presiden direktur perusahaan tempat ia bekerja. Ia ketuk pintunya, setelah itu membuka daun pintu secara perlahan.

”Selamat siang tuan presdir. Ini saya bawakan berkas – berkas mengenai jadwal rapat dengan investor dari Indonesia minggu depan” ucap so eun dengan sopan.

”Letakkan di sini saja so eun, aku akan mengeceknya setelah aku selesai menandatangani laporan kontrak ini” balas presdir perusahaan yang bernama Kim Bum itu. Kemudian so eun meletakkan berkasnya di atas meja kim bum, lalu bergegas untuk pergi.

”Saya pergi dulu tuan, saya harus pulang cepat karena ada yang menunggu saya di rumah. Permisi” pamit so eun.

“Jangan memanggilku seperti itu, bukankah kita sudah lama kenal satu sama lain? Panggil ‘kim bum’ saja” tutur kim bum.

“Mwo? Anio, aku tidak mungkin memanggil anda hanya dengan nama anda sendiri, itu sama saja aku tidak menghormati anda tuan” kata so eun yang menolak permintaan kim bum.

“Bukan hanya kau saja yang ku suruh untuk memanggilku dengan seperti ini, semua karyawan ku perintahkan untuk memanggil namaku saja agar kita terlihat akrab. Bukankah itu terdengar lebih baik? Apa lagi umur kita sepantaran, ku rasa tidak seharusnya kau merasa keberatan” sambung kim bum.

“Ah, akhirnya selesai! Oh iya, bukankah tadi kau bilang kau harus pulang cepat? Bagaimana kalau pulang bersamaku?” ajak kim bum dengan mendadak.

So eun membulatkan matanya saat mendengar tawaran dari kim bum. Ia dan kim bum berbeda derajat, apa lagi ada ha na di rumah, tidak mungkin ia membiarkan kim bum mengantarnya pulang.

”Tidak perlu tuan! Ah-maksudku kim bum! Aku bisa pulang sendiri. Tuan kan belum membaca laporan yang ku berikan tadi” tolak so eun dengan sopan. Wajahnya menunduk agar kim bum tidak memaksanya untuk mengantarnya pulang.

”Tidak apa – apa, lagipula aku belum pernah ke rumahmu. Untuk laporan itu… Akan ku baca sepulangnya mengantarmu nanti. Kajja”

Kim bum menarik tangan so eun untuk mengajaknya pulang bersama. Min young yang menyadari itupun menjadi bingung mengenai hubungan antara so eun dan juga kim bum. Di perjalanan menuju rumah so eun, so eun meminta kim bum untuk berhenti sebentar di sebuah mini market.

”Apa ada sesuatu yang ingin kau beli? Biar ku temani” kata kim bum. Dia memang tipe pria yang perhatian.

”Ne, bukan sesuatu yang mahal. Kau tunggu di sini saja” balas so eun dengan senyumannya. Lalu ia keluar dari mobil dan membeli sebuah lolipop untuk ha na, seperti yang ia janjikan sebelum ia kembali ke kantor. Tidak perlu waktu lama so eun pun kembali ke dalam mobil kim bum.

”Kau menyukai lolipop?” tanya kim bum saat melihat lolipop yang so eun beli.

”Bukan aku, tapi seorang gadis kecil yang ku sayangi” jawab so eun singkat. Ia tidak ingin kim bum curiga dengan jawabannya.

”Mmm. Ya sudah, tidak ada yang perlu kau beli kan? Kita langsung pulang”

Kim bum kembali menancap gas menuju gedung apartemen so eun. Ia memacu mobilnya dengan lebih cepat karena langit mendadak gelap, terlihat seperti akan hujan deras. Dan benar saja, belum sampai di apartemen so eun hujan telah turun terlebih dulu. Saat berada di depan gedung apartemen so eun bingung karena ia tidak membawa payung, ia jadi terlihat gelisah.

”Tidak perlu takut, aku akan mengantarmu tepat sampai depan pintu apartemenmu. Tunggu sebentar” ujar kim bum yang kemudian mengambil payung yang ada di jok belakang mobilnya.

”Anio, aku bisa sendiri kim bum. Paling hanya kehujanan sedikit, itu tidak akan membuatku sakit” kata so eun yang kembali menolak kebaikan kim bum.

“Aku bosan menerima penolakkan dari mu so eun. Bisakah kau menerima perlakuanku sekali saja?” tutur kim bum. So eun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.

Alhasil, kim bum keluar dari mobil sedan hitamnya dengan payung kemudian mengantar so eun ke apartemennya. Karena ukuran payung yang kecil, kim bum dan so eun terpaksa harus saling mendekat ke satu sama lain agar tidak kehujanan. Pipi so eun pun memerah, ia belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.

            “Ya tuhan, semoga ha na sedang berada di kamarnya. Aku belum siap untuk memberitaukan ini semua pada kim bum, aku tidak ingin ia mengetahui sendiri kalau aku mengadopsi ha na” batin so eun saat mereka sedang menaiki lift.

Kim bum dan so eun sampai di lantai 11, tempat di mana apartemen so eun berada. Mereka terus berjalan berdampingan menuju ke apartemen nomor 303. Saat so eun sedang membuka pintu apartemen, tiba – tiba ada salah seorang penghuni apartemen di samping so eun keluar bersama suaminya.

“Wah, so eun baru pulang kerja rupanya. Annyeong so eun” sapa Jessica, penghuni apartemen sebelah.

“Annyeong jessica, annyeong donghae” balas so eun yang juga menyapa kepada suami jessica, Donghae.

“Annyeong so eun-ah. Sudah lama sekali aku tidak melihatmu pulang kerja, biasanya kau selalu pulang larut malam. Kasian ha na di rumah sendirian” kata donghae dengan ramah. So eun pun kaget saat donghae menyebut nama ha na, terlebih lagi kim bum masih bersamanya.

“Oh, ne, tentu saja…” jawab so eun kaku.

“Apa pria ini calon suamimu so eun-ah?” tanya jessica saat ia menyadari keberadaan kim bum. So eun semakin gugup dengan pertanyaan sica.

“Annyeong, aku kim bum” kata kim bum memperkenalkan diri tanpa memperjelas status nya dengan so eun.

”Annyeong, salam kenal bum-ah. Baiklah, kami pergi dulu ya so eun? Jaga dirimu dan ha na baik – baik” balas jessica yang kemudian berlalu bersama dengan donghae.

So eun pun bernafas lega. Kim bum yang tadinya diam kini memiliki banyak pertanyaan dalam benaknya. Namun apa ia pantas menanyakan hal ini pada so eun, sementara ia dan so eun tidak sedekat yang orang lain pikirkan?

“Ayo masuk, maaf kalau apartemenku agak berantakkan. Aku akan membuatkanmu teh hangat. Tunggu sebentar” ujar so eun yang meletakkan tasnya dan kemudian pergi ke dapur.

“Tidak perlu, aku akan langsung pulang saja. Lebih baik kau beristirahat agar bisa bekerja dengan baik besok” kata kim bum yang kali ini menolak tawaran so eun.

”Anio, kau sudah sangat baik padaku bum, ini tidak seberapa untuk kebaikanmu hari ini. Duduk saja di sana, aku akan segera kembali” balas so eun.

Akhirnya kim bum bertahan di apartemen so eun dan menunggu hingga so eun kembali. Matanya berputar melihat barang – barang yang ada di sana. Hingga matanya berhenti ke salah satu frame foto yang berada tepat di meja samping kim bum. Alis mata kim bum menaik, foto so eun dengan seorang gadis kecil yang sepertinya sangat dekat dengannya.

“Apa anak ini yang mereka bilang ha na? Siapa ha na ini? Bagaimana bisa ia sangat dekat dengan so eun?” gumam kim bum.

”Apa mungkin yang pasangan katakan itu benar? Tapi rasanya tidak mungkin kalau so eun seperti ini, ia tidak akan memiliki anak sebelum menikah bukan?” sambungnya lagi. Semua pertanyaan itu jelas membuatnya berkecamuk penasaran dalam hatinya.

Tiba – tiba so eun datang dengan membawa 2 cangkir teh hangat seperti yang ia katakan sebelumnya. Ia memberikan nya kepada kim bum, kemudian mereka menikmati teh tersebut. Setelah suasana sempat terasa canggung, akhirnya kim bum memulai pembicaraan mereka.

”Terima kasih untuk tehnya, aku merasa lebih baik, meskipun sebelumnya aku memang baik – baik saja” ucap kim bum seraya tersenyum. So eun membalas senyuman itu dengan canggung.

”Ne, itu kehormatan untukku menerima tamu istimewa sepertimu” kata so eun dengan sopan.

”Tamu istimewa?” tanya kim bum saat mendengar balasan dari so eun.

”Kau direktur muda perusahaan terkemuka di korea selatan, rasanya tidak mungkin jika pria sepertimu mengantarku pulang bahkan mau berkunjung ke apartemenku yang tidak seberapa dengan rumahmu” jelas so eun merendah.

”Jangan pernah berucap seperti itu so eun, kau sudah ku anggap sahabat. Kau tau, aku sangat lelah sekali mengatakan jangan ini jangan itu kepadamu, kau selalu saja menganggapku dan memperlakukanku secara formal” terang kim bum. So eun pun memerah.

”Ah itu…”

”Baiklah, aku pamit dulu. Jangan lupa untuk beristirahat agar besok bisa pergi bekerja, annyeong”

Kim bum pun berpamitan pada so eun yang kemudian di iyakan oleh so eun. So eun mengantar kim bum hanya sampai depan pintu apartemennya karena kim bum yang meminta. So eun pun menghela nafas kala kim bum sudah pergi meninggalkannya.

”Huft.. Syukurlah kim bum tidak bertemu ha na, aku benar – benar belum siap jika ia akan menganggapku negatif di pikirannya. Tapi, di mana ha na? Aku benar – benar tidak melihatnya” gumam so eun. Ia memutuskan untuk mencari ha na ke kamarnya.

So eun bergegas menuju ke kamar ha na, namun yang ia dapati hanyalah mainan – mainan yang tergeletak di sana – sini beserta perabotan kamarnya. Lalu ia berjalan menuju kamarnya, dan untung saja ha na dapat ia temukan di sana. Ia lihat ha na yang sedang berdiri di depan jendela yang berhadapan langsung dengan area luar apartemen. Mata kecil nya terlihat fokus melihat sesuatu.

”Ha na, apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tidak mendengar ibu pulang?” tanya so eun dengan lembut. Ha na tersenyum dan berjalan menghampiri so eun.

”Aku dengar bu, tapi aku mendengar banyak langkah kaki yang masuk ke sini. Bukankah ibu pernah bilang kalau terdengar langkah kaki yang mencurigakan atau terdengar ramai ha na harus mengumpat?” jawab ha na dengan polos.

”Ya, ibu memang pernah mengatakannya padamu. Syukurlah kau tidak apa – apa, ibu pikir kau sakit atau sedang bermain di luar, karena cuaca sedang tidak baik” tutur so eun. ”Hmmm sepertinya tadi kau sedang melihat sesuatu di luar, apa yang sedang kau lihat?”

”Mmm bukan siapa – siapa bu”

”Benarkah? Coba ha na katakan, ibu tidak ingin ha na menjadi anak yang suka bohong. Ceritakan saja pada ibu”

Ha na menggeleng – gelengkan kepalanya, so eun menaikan salah satu alisnya melihat reaksi anak angkatnya yang terlihat aneh. Tidak biasanya ha na seperti ini, pikir so eun.

”Ha na benar – benar tidak ingin mengatakannya pada ibu? Ha na tidak ingin ibu tau apa yang sedari tadi ha na lihat?” tanya so eun meyakinkan. Terlihat ragu di wajah mungil ha na. Ekspresi anak kecil sepertinya memang sangat mudah di tebak oleh orang dewasa.

”Paman berdasi yang tampan” kata ha na. So eun kaget mendengar ucapan ha na, karena setau so eun ha na tidak mengenal orang lain selain so eun dan teman – temannya di sekolah.

”Paman berdasi yang tampan? Siapa maksudmu ha na???” tanya so eun yang makin penasaran. Akhirnya ha na menarik so eun menuju ke arah jendela. Ia dapati seorang pria yang berstelan jas rapih bergegas memasuki mobil mewahnya.

”Sepertinya aku sudah tidak asing lagi dengannya, tapi siapa?” gumam so eun.

”Menurut ibu, paman itu tampan tidak?” tanya ha na dengan terlihat sangat penasaran. Seperti ada sesuatu yang ingin ia ketahui.

”T-tampan??? Mengapa anak ibu yang cantik ini tiba – tiba bertanya seperti itu???” kata so eun dengan gugup. Tak dapat ia sangka kalau anak sekecil ha na sudah mempunyai opini sendiri.

”Kalau ibu mau, aku bisa membuatnya suka pada ibu. Kalau kata teman – temanku di sekolah itu di sebut cinta”

So eun makin kaget mendengar polosnya ucapan ha na, dan kali ini tidak main – main, ia berkata tentang ’cinta’. Wanita seperti so eun yang sudah berusia 23 tahun saja tidak mau repot dengan urusan seperti itu, tapi gadis kecilnya sudah sangat peduli terhadap perasaan so eun. Ia terus menghela nafasnya sembari memikirkan kata – kata terbaik untuk menjelaskannya pada ha na.

”Kim ha na, gadis cantik anak ibu seperti mu sangatlah baik. Ha na sayang sekali pada ibu ya?” kata so eun dengan senyuman seperti malaikat.

”Iya, ha na sayaaaaaaannggg sekali pada ibu. Sampai – sampai ha na selalu memikirkan ibu di manapun ha na berada” jawab ha na.

”Begini ha na, ada beberapa hal yang harus ibu kerjakan dengan bantuan orang lain dan ada beberapa hal yang harus ibu kerjakan sendiri. Seperti ha na yang kalau mau makan harus ibu buatkan, tapi ha na harus bisa mandi sendiri. Ibu pun seperti itu, termasuk tentang ’cinta’ yang tadi ha na katakan pada ibu” jelas so eun.

”Singkatnya, ha na hanya perlu belajar yang baik agar jadi anak yang pintar di sekolah. Ibu sangat berterima kasih karena ha na peduli pada ibu dan masa depan ibu, tapi ha na harus percaya kalau ibu bisa. Bukankah tadi pagi ibu sempat mengatakannya pada ha na saat ibu mengantar ha na pulang?” sambungnya lagi.

Ha na yang semula terlihat riang ketiak menanyakan opini sang ibu tiri pun menunduk, pertanda akan dia sedih karena ucapan so eun yang melarangnya untuk membantunya. So eun sudah memberitahukan hal ini berkali – kali pada ha na, namun gadis kecil ini tetap bersikeras untuk melakukan hal yang sama. Dan hasilnya selalu sama, so eun memberikan sedikit nasihat lagi untuknya.

”Bisakah ha na berjani pada ibu untuk tidak mengatakan hal – hal seperti itu lagi? Ha na mau berjanji pada ibu?” tanya so eun dengan mengacungkan ari kelingkingnya pada ha na.

”Kalau ha na tidak mau apa ibu akan menghukum ha na?” kata ha na berbalik tanya.

”Tidak, ibu tidak akan menghukum ha na. Tapi ibu tidak akan menyayangi ha na lagi” ucap so eun dengan raut wajah marah yang di buat – buat. Dengan cepat ha na langsung membalas acungan jari kelingking so eun dengan mengaitkan jari kelingkingnya. So eun pun tersenyum manis.

”Nah, itu baru anak ibu. Kim ha na yang cantik dan juga baik” ujar so eun dengan bangga.

”Tapi ibu tidak akan menjauhi ha na kan? Ibu janji kan???” tanya ha na sambil menarik – narik rok so eun.

”Tentu saja tidak, kan kita sudah membuat perjanjian, iya kan? Ya sudah, coba kau lihat ini sudah jam 4 sore. Karena di luar hujan jadi kau harus mandi menggunakan air hangat, ayo ibu temani”

So eun menarik tangan ha na dengan lembut dan mengajaknya ke kamar mandi untuk memandikannya. Meskipun ha na sudah cukup mampu untuk melakukannya sendiri, setidaknya so eun sudah memberikan gambaran pada ha na kalau so eun sudah tidak kecewa lagi terhadapnya.

***

Keesokkan harinya, so eun terlihat sibuk sekali di dapur. Ia telah mengantarkan ha na ke sekolah, karena itu ia langsung pulang agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan cepat. Kebetulan saat itu so eun sedang mendapat libur karena tidak ada tugas di kantor, hal itu ia manfaatkan dengan sangat baik. Setelah membersihkan dapur ia bergegas membersihkan tempat lainnya.

”Paman berdasi yang tampan… Bukankah ia kim bum? Bagaimana bisa ha na mengatakannya tampan sedangkan ia belum pernah melihat kim bum dengan jelas???” kata so eun ketika ia sedang melipat baju milik ha na di kamarnya.

Sementara itu di tempat lain kim bum terlihat sangat lelah dengan banyaknya jadwal yang harus ia hadiri. Sekretarisnya sedang cuti, lalu di tambah lagi dengan so eun yang tidak masuk membuatnya bingung meminta bantuan pada siapa. Surat – surat penting yang harusnya ia tanda tangani pun hanya di onggokkan begitu saja di atas meja.

”Bisa gila aku kalau begini caranya. Di saat harga saham sedang naik orang – orang penting di perusahaan malah tidak ada, sial” ucap kim bum frustasi. Tangan kanannya sedari tadi sibuk memijiti keningnya sendiri.

Tok tok tok…

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan kim bum. Kemudian pintu itupun terbuka dengan perlahan.

”Selamat siang pak, apa saya mengganggu anda?” katanya yang tidak lain adalah min young.

”Tidak, ada apa?” kata kim bum singkat.

”Saya lihat anda seperti memiliki masalah, apa ada yang perlu saya bantu?” ucap min young yang langsung pada intinya.

”Ah, tidak perlu. Kau selesaikan saja tugas – tugasmu, setelah itu berikan laporanmu pada ku agar cepat terselesaikan” balas kim bum dengan nada datar.

”Aku tau, biasanya kalau tidak ada sekretaris tuan biasanya meminta tolong pada so eun. Karena so eun tidak ada maka ku pikir aku bisa menggantikan posisi so eun untuk sementara waktu”

Kim bum mengalihkan pandangannya pada min young. Min young anya tersenyum simpul melihat kim bum yang kini sedang memperhatikannya. Terlintas sesuatu di pikiran kim bum, lalu ia langsung berbicara pada min young.

”Bisakah kau tangani laporan – laporan ini sebentar? Aku ingin mencari udara luar, udara masih terasa dingin karena musim hujan bukan?” tutur kim bum yang kemudian berdiri mengambil tuxedonya.

“Bukankah laporan – laporan itu tinggal tuan tanda tangani? Aku tidak bisa melakukan apapun bila laporan itu belum ada tanda tangan tuan” kata min young yang heran.

“Karena itu, ku katakan padamu untuk mengurusnya sebentar. Ku percayakan padamu Park Min Young”

Kim bum pun berjalan keluar ruangan meninggalkan min young yang masih terdiam bingung mendengar perintah dari kim bum.

”Bagaimana bisa aku mengatasinya, apa harus aku sendiri yang menandatanganinya? Aigooo dasar pimpinan perusahaan muda” gumam min young sambil menghela nafas.

Kim bum terus berjalan meninggalkan kantornya tanpa memperdulikan para pegawai yang sedari awal memperhatikannya hingga ia tak terlihat lagi. Ia menuju ke mobilnya dan berjalan menuju ke taman yang ada di pinggir kota seoul. Suasananya memang tidak terlalu ramai, dan itu cukup membuat hati dan pikiran sesorang kembali jernih. Kim bum memarkirkan mobilnya dan melangkah ke taman itu. Ia dapati segerombolan anak – anak yang sedang bermain dengan riangnya.

”Wah, mereka terlihat sangat menikmati suasana” kata kim bum dengan tersenyum.

”Anak – anak seperti mereka tidak akan mungkin merasakan masalah seperti ini, masalah perusahaan, masalah pribadi, bahkan mereka tidak akan merasakan kesedihan. Apa itu yang membuat wajah mereka terlihat jauh lebih riang di bandingkan orang dewasa?” tanya kim bum pada dirinya sendiri.

Ia duduk di pinggir taman sambil memperhatikan anak – anak yang sedang bermain bola. Tidak hanya laki – laki, tapi murid perempuanpun terlihat sibuk merebut bola dari teman nya yang jelas sangat sulit di lakukan bagi mereka. Sesekali kim bum tertawa kecil melihat seorang anak yang memasukkan bola ke gawang buatan. Entah mengapa pikiran kim bum jadi merasa lebih baik melihat anak – anak itu bermain dengan riangnya.

Dukkk…

Sebuah bola bergelinding dan berhenti tepat di samping kim bum. Ia ambil bola itu dan ternyata ada seorang gadis kecil yang melihatnya tanpa melakukan apapun. Seakan – akan ia takut pada kim bum, ia hanya berharap supaya bola itu kembali padanya.

            ”Sepertinya aku pernah melihat gadis itu, tapi di mana?” tanya kim bum dalam hati.

”Apa ini bola milikmu?” tanya kim bum dengan ramah. Gadis kecil itu mengangguk.

”Jadi, kau datang ke sini untuk mengambilnya?” tanya kim bum lagi. Gadis itu kembali mengangguk. ”Jangan takut, aku bukan penjahat. Kalau boleh tau siapa namamu?”

Gadis kecil itu tersenyum simpul, pertanda akan dirinya ingin mengenal kim bum juga. Ki bum pun tersenyum lega.

”Ha na, Kim Ha Na” kata gadis kecil yang tak lain adalah ha na, anak angkat so eun.

”Ha Na.. Sepertinya aku pernah mendengar namanya. Tunggu, apa dia adalah anak yang ada di frame foto so eun? Iya benar, apa benar dia adalah anak itu???” batin kim bum lagi.

”Ha na, nama yang bagus sekali. Baiklah, ini bola milikmu. Sekarang kau bisa kembali bermain dengan teman – temanmu di sana, sepertinya mereka sudah menunggu” ujar kim bum.

”Mmmm… Apa aku boleh mengatakan sesuatu pada paman?” tanya ha na. Kim bum hanya mengerutkan kening.

”Tentu saja, memang apa yang ingin ha na katakan?” balas kim bum.

”Apa paman mau ikut bermain bola bersama kami? Pasti teman – temanku akan senang jika paman ikut” tutur ha na. Kim bum hanya tersenyum kecil.

”Kalau memang teman – teman mu akan senang, tentu saja aku akan ikut. Ayo kita bermain!”

Tanpa di duga akhirnya kim bum malah ikut bermain bola bersama anak – anak tk itu. Suasana menjadi jauh lebih ramai dan menyenangkan melihat mereka menghabiskan waktu bersama hingga matahari akan terbenam. Anak – anak itu terus mengajak kim bum berbicara seakan – akan kim bum adalah sahabat mereka sendiri. Sampai tiba saatnya bagi mereka untuk pulang, ha na terlihat menyendiri tanpa kawannya yang sepertinya sudah pulang terlebih dulu.

”Ha na belum pulang?” tanya kim bum sambil duduk di samping ha na.

”Belum” jawab ha na singkat.

”Memangnya ha na pulang dengan siapa?” sambung kim bum.

”Ibu, ibu yang akan menjemputku. Tapi ibu belum datang juga” kata ha na dengan wajah tertunduk lesu.

”Bagaimana kalau ha na pulang bersama ku? Aku akan mengantarmu pulang sampai bertemu dengan ibumu” tawar kim bum. Terlihat ha na yang langsung tersenyum pada kim bum.

”Benarkah? Paman benar – benar akan mengantarku pulang???” katanya lagi.

”Iya, apa ha na mau? Kita harus cepat pulang sebelum hari makin gelap, nanti ibu ha na khawatir. Kajja”

Kim bum menggandeng tangan ha na dan mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan mereka banyak mengobrol menanyakan tentang satu sama lain. Meskipun kim bum baru pertama kali bertemu dengan ha na, namun kim bum yakin kalau ha na adalah anak yang baik.

”Bolehkah aku meminta sesuatu dari ha na?” kata kim bum saat di perjalanan menuju rumah ha na.

”Paman mau meminta apa? Ha na tidak punya uang untuk membelikan paman sesuatu” ujar ha na. Sikapnya memang benar – benar menggemaskan untuk kim bum.

”Ha na jangan memanggilku dengan sebutan ’paman’. Umurku mungkin sama dengan ibu ha na, jadi kau bisa memanggilku ’oppa’. Arraseo?”

”Ne, oppa. Memang nama oppa siapa???”

”Astaga, aku sampai lupa memberitahukannya padamu. Namaku kim bum, jadi kau memanggilku dengan sebutan kim bum oppa. Kau mengerti kan?”

”Iya, ha na mengerti. Kan kata ibu ha na itu anak yang pintar, hehehe…”

Sedetik kemudian kim bum terdiam, mendengar ha na mengucap kata ’ibu’ mengingatkan kim bum pada so eun. Apa mungkin kecurigaannya benar? Rasanya tidak mungkin. Ah, biarkan saja waktu yang menunjukkan semuanya, pikir kim bum.

To Be Continued…

 

Saya bisa jamin kalau ini akan berakhir di part 2, karena saya ga mau bikin tagihan ff lagi ><

Don’t forget to leave your comment! Thank you~~~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , ,

60 thoughts on “(TS) Will You Marry My Mom? – Part 1

  1. ria Oktober 21, 2012 pukul 6:32 am Reply

    aaargh seru bgt, , ,iya tuh thor black prince d tngu bgt yah😀

    hahaha ky y kim ha na tau ja produk org ganteng *liat paman kim bum yg berdasi tampan …
    +hoho ky oppa dah suka duluan yah sm so eun eonni .
    D tngu bgt klnjtan y thor syifa.

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:13 am Reply

      Wehehe komen pertama udah nagih black prince aja *berasa galau* -.-
      Iya dong, meskipun masih kecil yaa namanya juga naluri tetep cewek :3
      Okey, makasih udah komen🙂

      -Chandra Syifa W-

  2. tri cahya Oktober 21, 2012 pukul 8:31 am Reply

    anyeong shifa,..

    wah,,, balik dgn ff br ni….
    ceritax bgs kok,,, ad malaikat kecil yg akan menjadi perantara hub bumsso…
    yaa, keren chingu..
    lanjut, jgn lm2 y..
    black pricex jg jgn lpa dilanjutin y…
    smangat!!!

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:13 am Reply

      Annyeong^^

      Eh? Udah 2 aja nagih ff itu, silahkan di cek ya di newest post. Xoxoxo xD

      -Chandra Syifa W-

  3. anisachair Oktober 21, 2012 pukul 8:31 am Reply

    Ceritanya bagus. Hana lucu banget. Part 2 ditunggu.

  4. YeojaNiel Oktober 21, 2012 pukul 8:35 am Reply

    WOAAAA HA NA LUCUUU😄
    seruuuu thor, tp kurang panjang
    next part ditunggu😀

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:17 am Reply

      WHOOOAAAA MAKASIHHHH XDDDD #berasaterpanggil
      Yayayaya perasaan itu udah 11/12 halaman gitu, au ah saya ga bisa bikin yang panjang – panjang –”
      Tapi makasih yah😀

      -Chandra Syifa W-

  5. Ananda meidiana putri Oktober 21, 2012 pukul 9:17 am Reply

    Seruuu😀 cerita nya daebak abisss😀 aduhhh sampe bingung mau komet apa lagi. Pokok nya ff author bagus banget deh😀

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:18 am Reply

      Lebay ah, ga usah sampe speechless gitu kali, hohoho xD

      -Chandra Syifa W-

  6. susan luv bumsso Oktober 21, 2012 pukul 12:42 pm Reply

    eunnie mang px hti malaikt mzh mudh tp udh brna mengadopsi ank. . . .creen ff aku suka crtx. . .
    Hmmm. . . Gmn rx bum lw tw sso udh px ank nyh? D tunggu next partx. . . .hwaiting

  7. idhacutvit Oktober 21, 2012 pukul 1:46 pm Reply

    TSx bgus chingu…i like it…so next partx jgn lama2..abz reader udh pnsaran ma ending partx…oke oke…??
    Tetap cemangt chingu…
    Fighting…

  8. heldajungsoo Oktober 21, 2012 pukul 3:07 pm Reply

    Part 2 secepat.a ne, gk sabr. black prince dilnjtkan.

  9. sarah Oktober 21, 2012 pukul 3:22 pm Reply

    iya chingu di tunggu black princenta..
    kim ha na ngegemesin
    ckckckckkk

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:20 am Reply

      Okeh2, udah di post ya. Jangan lupa baca dan kasih komen😉

      -Chandra Syifa W-

  10. Devi Oktober 21, 2012 pukul 5:12 pm Reply

    Daebak thor FF bRu’a,,,,,
    Jd pNsaRaN ma kelaNjutaN’a,,,
    D tNg2u Next part’a aNd d tNg2u jg klaNjutaN’a black priNce’a ,,,

  11. zhuryia Oktober 22, 2012 pukul 4:00 am Reply

    asik ff baru…
    Kim ha na lucu skali.bikin gemes…

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:21 am Reply

      Saya juga gemes sama ha na, meskipun saya sendiri yang bikin tokohnya *gimana sih, lo kan authornya syif* /slapp/

      -Chandra Syifa W-

  12. rosyanah elf Oktober 22, 2012 pukul 4:32 am Reply

    Annyeong^^
    Huaaaa aku kira kimbum mu nikah ma ibu tiri’y,eh ga tau’y mlah bkan gtu wkwkwkwkwk perkira’an ku slah besar
    D’tunggu part selanjut’y thor^^

    • Korean Fanfict Land Oktober 22, 2012 pukul 10:22 am Reply

      Annyeong^^
      Readers baru ya??? Soalnya saya baru lihat ID kamu di blog ini .______.
      Tapi makasih pake banget yah =)

      -Chandra Syifa W-

  13. Dizha adrya Oktober 22, 2012 pukul 6:15 am Reply

    Crta ny sru thor, d tgu part slnjt ny,, oh y thor d tgu jg lnjtn black prince ny,,,

  14. yunita zulaika Oktober 22, 2012 pukul 10:50 am Reply

    ye ye ye #jingkrak kegirangan, mudah mudahan bumsso bersatu (y) ayo HANA-SSI berjuang demi calon ayahmu paman berdasi tampan😀 next next

  15. vani Oktober 22, 2012 pukul 11:39 am Reply

    uhuuuy bagus banget, loh hana pny marga kim jg? wah cocok bgt deh kim bum jd ayahnya:)
    ditunggu segera syifa ^^ gomawo

  16. agustin ayu Oktober 22, 2012 pukul 12:53 pm Reply

    yaampun gemes deh sama kim ha na, lucunya banget …
    Gimana ya reaksi so eun pastau kim bum yg nganterin ha na ??
    ditunggu Next partnya

  17. anizza Oktober 22, 2012 pukul 1:51 pm Reply

    Kerennnnnn thor ank sso lucu bgt bumpa jangan salah sangka y ma sso .next partny dtnggu thor fighting ….

  18. pipip Oktober 22, 2012 pukul 2:51 pm Reply

    Kereeen ceritanya seru jgn lma2 dong next partnya penasaraaan

  19. cucancie Oktober 22, 2012 pukul 5:51 pm Reply

    So eun emg mulia bgt selain cantik parasnya cantik jg hatinya mau mengadopsi ha na walaupun usia so eun masih muda,kira2 gmn reaksi kim bum selanjutnya setelah tau ha na anak angkat so eun, penasran part 2 nya, lanjut ya thor..

  20. dedekartika Oktober 22, 2012 pukul 10:01 pm Reply

    kereeen..seru bngt jdi penasaran…ayo lanjutt next partnya di tunggu..

  21. agathabumsso Oktober 23, 2012 pukul 8:35 am Reply

    w0w…so eun di ff ini jadi ibu”,,,yay,,walaupun bukan ibu kandung sih,,tapi i2 dah buat kim bum salah paham,,..##Kasian kimbum

    Jadi penasaran nih thor..,,
    Ditunggu ya part 2nya

  22. Alfira Oktober 23, 2012 pukul 9:22 am Reply

    wah, jarang2 nih ad ff bumsso yg ceritanya begini
    keren keren keren

    next part cpt2 d post ya chingu, sma black prince nya jg
    kekeke ^^V

  23. edogawa kim suju Oktober 23, 2012 pukul 9:24 am Reply

    Mana part 2 nya ? Dimana ??
    Gak sbar mau baca ni…
    Ceritanya seru !! Author, dpat inspirasi dri mna?? Yg ini betulan bagus !!

  24. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Oktober 24, 2012 pukul 10:00 am Reply

    Keren kak kerennn haha soeun baik banget ngadopsi ha na😀 hmm Bum salah prasangka nih , jgn berfikir negatif dlu dong coba tanyain sama sso hehe :D:D , lanjutkan kak secepatnyaa yaa hehe😀

  25. Putzz ran" moury Oktober 26, 2012 pukul 5:57 am Reply

    Wahh. .
    Ff ini sweet. . . Hana’a lucu bngt. . .
    Bgus hana . . Kau memilih pria yg tepat. . Anak kecil aja tau mana yg ganteng dan baik ya. . Haha. . .
    Tpi untung’a pikiran kimbum ga negatif” bngt walaupun ada rasa penasaran dikit. . .
    D tunggu part selanjut’a thor. .

  26. lhyna Oktober 26, 2012 pukul 6:17 am Reply

    keren thor.., up date soon yah..
    penasaran tingkat akut nih…

  27. Winzzlee Oktober 28, 2012 pukul 11:05 am Reply

    Fighting buat hana nyari calon suami buat ibu angkatnya

  28. anastasia erna November 1, 2012 pukul 12:56 pm Reply

    bagus…
    hebat buat ha na…kecil-kecil tapi pinter jg perhtian m so eun…
    moga aja kim bum ga kaget ps tau siapa so eun sebenarnya..

  29. Nia lestari lufibumhekidory November 3, 2012 pukul 6:49 am Reply

    Seru..let’s go to next part 2..

  30. Fifien_AnglesSoeun November 10, 2012 pukul 1:13 pm Reply

    crtx bgs thor !

  31. E_sparkyu November 11, 2012 pukul 2:01 am Reply

    ceritanya keren
    q suka alurnya
    ok lanjjuutt

  32. AnthyBumsso YongseoClouds November 14, 2012 pukul 9:50 pm Reply

    aaaaaahhhh crta.y seruuuuu
    ha na menggemaskan bnget.. ampe mau byariin appa buat eomma.y🙂
    moga kim bum gx slh pham ma sso….

  33. Nia Ramadhani Desember 21, 2012 pukul 8:53 am Reply

    kereeennn…….^^

  34. nenkfa Februari 11, 2013 pukul 3:24 pm Reply

    kirain bnr2 anaknya so eun…hehehe…:-)
    lanjutkan…..b^_^d

  35. Yulie seeBUMSSO Maret 3, 2013 pukul 8:26 pm Reply

    Yeee…..c-reeenn eoonie..skaa bggett bca n..tmpagg h na sngguh mnggemaskan…
    Andaii dia ankk n Bum pstii snegg bggett..:)

  36. vonnysumali Juli 27, 2013 pukul 1:53 pm Reply

    you are the best … ff ini sangat baik, aku suka sekali, sudah kubaca berkali-kali, selama ini sorry tidak pernah beri komentar. salam kenal, saya sudah tinggalkan balasan untuk anda beberapa kali tapi belum dapat balasan. anda sibuk ya? tdk apa, saya penggemar bumsso dan karya anda juga. saya seorang ibu RT dengan 2 anak, saya hampir 4o th. salam kenal… mohon balasannya kalau boleh posting baru dikirim ke email saya vonnysumali@gmail.com. terimakasih ditunggu……

    • koreanfanfictland Juli 27, 2013 pukul 2:02 pm Reply

      terima kasih! saya ga tau harus balas apa lagi, hahaha. Anyway, komentar yg kemarin sudah saya balas lho. Apa ga ke post ya?
      untuk postingan baru, kebetulan baru saya post beberapa menit yg lalu. silahkan cek di halaman utama ya, thanks🙂

      • vonnysumali Juli 27, 2013 pukul 2:20 pm

        wah sayang sekali apa tdk bisa diposting lagi, supaya saya bisa baca? thanks… he3x

        Pada 27 Juli 2013 21.02, Korean Fanfict Land

      • koreanfanfictland Juli 27, 2013 pukul 2:25 pm

        sepertinya tidak, huhuhu
        saya manggilnya apa ya? kakak kah? bingung, hahaha

      • vonnysumali Juli 27, 2013 pukul 2:39 pm

        kakak aja, okay kok. eh aku baru kasih comand utk os mu terbaru, kadang suka ngayal aku ini tapi tdk bakat menuangkannya….. tapi kalo mau buat bumsso sedih nya di bagian depan cerita, disiksa juga tdk apa soeun nya tapi endingya happy aja de… gimana? aku ini masih penasaran sama cerita the grudge dan fanciful dari author lain yang sudah 1 tahun tdk selesai-selesaib buat penasaran sampai pusing. ceritanya seru de… kim bum nya dibuat maniak, tapi alurnya enak dibaca…. cuma curhat and beri ide bolehkan he3x thanks

  37. Natalia Juli 28, 2013 pukul 6:59 am Reply

    Huaaa…eon syfa q baru baca….aigo ha na benar2 menggemaskann…
    Mungkin kah bum berpikir itu ad. Anak kandung so eonni? Daeabakkkkk

  38. Dewi Juni 19, 2014 pukul 2:31 am Reply

    sukaa
    langsung next part ya eon

  39. onedheone Desember 13, 2014 pukul 10:37 am Reply

    keren….

  40. Dela safitri Januari 24, 2015 pukul 7:58 pm Reply

    Ffnya lucuuu nih,, gemes bgtt dgn hananya.
    Apalg wktu hana melihat bumppa dri jendela kmr sso ‘paman berdasi yg tampan’ kkkk^^…… tau ajh sama yg tampan2 gitu .
    Bumppa sbnrnya sukaa ya dgn sso ?? sok tau nih aku ehehe.
    Keren thor aku sukaaa..

  41. Lika hanizon Maret 10, 2015 pukul 4:50 am Reply

    Ciee,ciee,KIM BUM kyknya seneng tuh sama anak kecil.Cocoklah…..Biar kim ha na cepet dpt jodoh bt ibu so eun.Semangat!

  42. shefty rhieya Agustus 26, 2015 pukul 3:58 am Reply

    hati sso eon hati malaikat baik bgt..salut sma eon… n semoga bumppa suka sma sso eon n eon jg suka sma bumppa

  43. My Fishy April 7, 2016 pukul 7:14 am Reply

    Mianhe telat komen aq udah baca dulu tapi gak bisa cara komennya tapi sekarang pengan baca lagi dan meninggalkan jejak, suka banget ceritanya ringan dan mudah d pahami, suka dengan karakter kim bum yg baik dan perhatian.. ha na lucu banget masa iya mencarikan so eun seorang pendamping padahal so eun sendiri tidak memikirkan hal itu sama sekali kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: