(TS) Will You Marry My Mom? – Part 2 (End)


Will You Marry My Mom?

(Part 2)

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Park Min Young, Lee Donghae, Jessica Jung, Kim Ha Na (fictional)

Genre: Romantic

Type: Two Shoot

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Review of Part 1

 

Kim bum menggandeng tangan ha na dan mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan mereka banyak mengobrol menanyakan tentang satu sama lain. Meskipun kim bum baru pertama kali bertemu dengan ha na, namun kim bum yakin kalau ha na adalah anak yang baik.

”Bolehkah aku meminta sesuatu dari ha na?” kata kim bum saat di perjalanan menuju rumah ha na.

”Paman mau meminta apa? Ha na tidak punya uang untuk membelikan paman sesuatu” ujar ha na. Sikapnya memang benar – benar menggemaskan untuk kim bum.

”Ha na jangan memanggilku dengan sebutan ’paman’. Umurku mungkin sama dengan ibu ha na, jadi kau bisa memanggilku ’oppa’. Arraseo?”

”Ne, oppa. Memang nama oppa siapa???”

”Astaga, aku sampai lupa memberitahukannya padamu. Namaku kim bum, jadi kau memanggilku dengan sebutan kim bum oppa. Kau mengerti kan?”

”Iya, ha na mengerti. Kan kata ibu ha na itu anak yang pintar, hehehe…”

Sedetik kemudian kim bum terdiam, mendengar ha na mengucap kata ’ibu’ mengingatkan kim bum pada so eun. Apa mungkin kecurigaannya benar? Rasanya tidak mungkin. Ah, biarkan saja waktu yang menunjukkan semuanya, pikir kim bum.

***

Pada akhirnya kim bum benar – benar mengantar ha na pulang. Meskipun ha na baru berumur 5 tahun tapi daya ingatnya cukup baik. Ia menunjukkan arah jalan pulangnya dengan jelas pada kim bum. Sampai mereka berada di depan komplek apartemen, ha na meminta turun di sana.

”Ha na, ini masih di luar apartemen, akan sangat berbahaya bila kau meminta turun di sini. Oppa akan mengantarmu sampai ke rumah, jangan khawatir” kata kim bum yang heran dengan ha na.

”Tidak oppa, ha na turun di sini saja. Kata ibu ha na tidak boleh merepotkan orang lain, ha na harus berterima kasih pada orang yang sudah menolong ha na. Oppa, terima kasih banyak sudah mengantar ha na pulang! Terima kasih!” ujar ha na dengan riangnya. Ia melepas sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya dengan perlahan, kemudian mencoba membuka pintu mobil kim bum sendiri.

Tanpa mengidahkan keberadaan kim bum ha na langsung berjalan sendirian menuju apartemennya yang juga sebenarnya adalah apartemen so eun. Kim bum memandang ha na dari jauh hingga tak terlihat lagi, memastikan anak yang baru di kenalnya itu baik – baik saja. Dan kali ini pikirannya kembali memikirkan so eun.

”Kim Ha Na… Kim So Eun… Mengapa terasa aneh sekali di pikiranku?” gumam kim bum. Saat ia menoleh dengan bebas ia melihat sebatang permen lolipop yang berada di jok sampingnya. Alis mata kim bum menaik, mengambil permen yang terlihat terasa sangat manis itu.

”Lolipop? Apa ini milik ha na? Ah, mungkin ini memang miliknya, tertinggal di sini. Pasti dia mencarinya sesampainya di apartemen nanti” kata kim bum.

”Tunggu, lolipop??? Bukankah…”

Flashback~

 

”Apa ada sesuatu yang ingin kau beli? Biar ku temani” kata kim bum. Dia memang tipe pria yang perhatian.

”Ne, bukan sesuatu yang mahal. Kau tunggu di sini saja” balas so eun dengan senyumannya. Lalu ia keluar dari mobil dan membeli sebuah lolipop untuk ha na, seperti yang ia janjikan sebelum ia kembali ke kantor. Tidak perlu waktu lama so eun pun kembali ke dalam mobil kim bum.

”Kau menyukai lolipop?” tanya kim bum saat melihat lolipop yang so eun beli.

”Bukan aku, tapi seorang gadis kecil yang ku sayangi” jawab so eun singkat. Ia tidak ingin kim bum curiga dengan jawabannya.

”Mmm. Ya sudah, tidak ada yang perlu kau beli kan? Kita langsung pulang”

Flashback End~

 

Pikirannya kembali di buat bingung oleh so eun dan juga ha na. Di tambah lagi dengan ucapan tetangga so eun yang bernama Donghae dan Jessica, benar – benar membuat kim bum bingung setengah mati. Matanya fokus menatap lolipop yang berada di genggamannya. Sedetik kemudian, ia menggenggam lolipop itu dengan lebih erat, seakan memastikan sesuatu.

”Aku harus ke sana. Aku harus mengetahui hal yang sebenarnya dari so eun” ucap kim bum yang kemudian berjalan meninggalkan mobil mewah hitamnya itu.

Sementara di dalam apartemen so eun sedang asyik bersantai di depan televisi dengan beberapa cemilan yang ada di atas meja, setia menunggu ketukan pintu dari malaikat kecilnya ha na. Beberapa kali ia menatap jam dinding yang tergantung di atas, memastikan apakah ha na akan pulang tepat waktu atau tidak. Dan…

Tuk tuk tuk…

Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar. So eun mengalihkan perhatian ke arah pintu dengan senyuman yang manis. Ia rapihkan pakaiannya agar terlihat lebih anggun, dan kemudian memutar kenok pintu apartemennya. Betapa terkejutnya so eun, karena yang ia lihat bukanlah ha na, melainkan pria yang tak lain adalah kim bum.

”K-Kim bum???!!! Ada apa kau di sini???” tanya so eun dengan raut wajah yang sangat kaget. Bicaranya pun masih terbata – bata.

”Apa kau sedang menunggu seseorang?” kata kim bum berbalik bertanya.

”Mwo? Maksudmu???” balas so eun yang heran.

”Beberapa menit yang lalu aku mengantar seorang gadis kecil yang kira – kira berusia 4 atau 5 tahun ke komplek apartemen ini. Wajahnya sangat manis, dan cara pemikirannya juga sangat pintar. Dan…” ucapan kim bum terhenti. Ia mengambil permen lolipop yang sedari tadi ia letakkan di saku jasnya. Lolipop itu ia berikan pada so eun. ”Aku ke sini untuk mengembalikan lolipop miliknya yang tertinggal di mobilku” sambung kim bum.

”L-Loli-pop? Permen lolipop ini maksudmu???” tanya so eun.

“Mmm”

“Kalau begitu, kenapa kau datang ke apartemenku??? Bukankah kau ingin mengembalikan ini???”

”Ne, firasatku mengatakan kalau kau bisa membantuku untuk menemukan anak kecil yang ku maksud. Apa kau berkenan untuk membantuku, Kim So Eun?”

BINGO!!!

Habis sudah jika kim bum mengetahui ha na, pikir so eun. Raut wajahnya sedari tadi tidak berubah, bahkan terlihat makin panik saat kim bum meminta bantuannya. Lolipop yang kim bum berikan padanya sama persis dengan lolipop yang sengaja so eun belikan untuk ha na sebelum ha na berangkat sekolah tadi pagi. Kini mereka berdua terpaku di depan pintu apartemen so eun. Kim bum sengaja membuat so eun seperti ini, agar mendapat penjelasan dari so eun karena keadaan yang memaksa.

“Ah, itu… Membantumu??? Tentu saja! Tentu saja aku akan membantumu bum, kau tidak perlu khawatir” kata so eun dengan berpura – pura. Kim bum menatapnya dengan tatapan curiga.

“Terima kasih so eun, kau yang terbaik” balas kim bum.

So eun mengajak kim bum masuk ke apartemennya dengan suasana sangat canggung di selimuti dengan kepanikkan yang di rasakan oleh so eun. Kim bum dan so eun duduk berdampingan di sofa yang sama, namun tidak ada satu patah kata pun keluar dari mulut so eun.

”Ya tuhan, apa kim bum benar – benar mengenal ha na??? Rasanya tidak mungkin bila itu terjadi. Ha na yang saat itu mengatakan kalau kim bum adalah pangeran berdasi tampan… Apa ha na bisa merasakan perasaanku pada kim bum??? Aku benar – benar belum siap untuk mengatakan ini semua padanya tuhan” batin so eun.

Tuk tuk tuk…

Terdengar bunyi ketukan pintu kedua dari luar. Kim bum dan so eun langsung menoleh ke arah pintu, dan pintu itu pun terbuka dengan perlahan. Tidak terdengar suara langkah yang berat, hanya terlihat bayangan kecil dari jauh. Namun sepertinya so eun sudah bisa menebak kedatangan itu.

”Ibu, ha na pulang”

Mata kim bum membulat sepenuhnya, so eun tidak dapat memungkiri lagi kali ini. Ha na mendekati so eun dengan langkah – langkah kecilnya, kemudian merengkuh so eun seperti hari – hari biasanya.

”Ibu, ha na sudah pulang” ucapnya dengan senyuman paling manis. Namun so eun masih terdiam, menyadari kim bum yang masih memperhatikannya dengan ha na.

”Ibu kenapa? Apa ibu sedang sakit?” tanya ha na dengan polos.

”Ibuuuuu…”

”Ah iya! Ibu baik – baik saja ha na cantik, ha na tidak usah khawatir terhadap ibu”

So eun membalas ucapan ha na dengan singkat. Senyumnya pun terlihat berbeda dengan biasanya. Ha na mengalihkan perhatiannya pada kim bum yang sedetik kemudian ia baru menyadari kalau ia mengenalinya.

”Pangeran berdasi yang tampan!!!” teriak ha na dengan sumringah. Kim bum semakin kaget mendengar ha na yang memanggilnya dengan ucapan seperti itu. Sementara so eun masih terdiam dan membiarkan ha na menghampiri kim bum.

“Kim bum oppa” panggil ha na lagi.

”N-ne???” jawab kim bum canggung.

“Oppa sangat tampan dengan pakaian seperti ini. Saat pertama kali aku melihat oppa di jendela aku sangat menyukai oppa. Bahkan ibu sudah tau saat aku memperhatikan oppa dari atas” terang ha na.

”Apa? Pertama kali melihat oppa dari jendela?? Dan ibumu sudah tau tentang hal ini???” tanya kim bum memastikan.

”Iya, saat ku tanya pada ibu apa oppa tampan ibu tidak mau menjawab. Ibu malah memarahiku” balas ha na dengan raut wajah sedih.

”Kim Ha Na, apa yang tadi kau katakan barusan???” tengah so eun saat mendengar ucapan ha na.

Kali ini ha na duduk di sofa di apit oleh kim bum dan juga so eun. Kim bum dan so eun saling menatap satu sama lain dengan canggung, berpura – pura mengalihkan perhatian pada ha na.

“Ibu, bolehkah ha na mengatakan dan meminta sesuatu pada ibu?” tanya ha na. So eun mengerutkan keningnya.

”Boleh, memang ha na ingin berkata dan meminta apa?” balas so eun yang kini terlihat lebih tenang.

”Oppa, bolehkah ha na mengatakan dan meminta sesuatu pada oppa?” tanya ha na yang kali ini pada kim bum.

”Ya, tentu saja ha na. Oppa akan mendengarkan” balas kim bum.

Backsound: Kim Bum – Going To Meet Her Now *asiiikkk* #siapsiapmewek

 

Beberapa saat ha na terdiam, sepertinya anak ini sedang menyiapkan kata – kata yang cocok di depan kim bum dan juga so eun. Kim bum yang seharusnya kembali ke kantor dan kini berada di rumah so eun tidak menghiraukan hal tersebut. Justru ia malah terlihat penasaran dengan apa yang akan di katakan ha na.

”Oppa” ucap ha na.

”Ha na bukanlah anak ibu yang asli, ha na di asuh oleh ibu dari ha na berada di rumah yatim piatu sampai ha na seperti ini. Ibu ha na bernama Kim So Eun, ibu yang paling cantik dan paling baik di dunia. Ibu selalu menjaga dan mengajari ha na tentang pelajaran ha na di sekolah, meskipun ibu baru pulang bekerja saat malam. Pokoknya ibu sangat baiiiikkkk sekali sama ha na”

“Ha na pernah melihat ibu menangis karena lelah, tapi ibu tidak pernah mengatakannya pada ha na. Ibu dari teman – teman ha na semuanya datang bersama dengan ayah mereka saat mereka datang ke sekolah, sementara ha na datang hanya bersama ibu. Rasanya sangat aneh sekali. Setiap ha na bertanya pada ibu di mana ayah, ibu tidak pernah menjawabnya. Karena itu setiap hari di kelas ha na berdiri di atas meja untuk mencari ayah untuk ha na dan juga ibu”

”Jadi sekarang ha na ingin meminta sesuatu pada oppa, oppa yang sekaligus paman berdasi tampan buat ha na. Oppa dengarkan yaaa”

”Mmmmm… Oppa mau tidak jadi ayah ha na dan juga ibu? Biar ibu tidak mengajari ha na sendirian kalau malam, tidak sendirian saat mengantar ha na ke sekolah, dan tidak sendirian saat tidur di kamar yang dingin dan besar itu ”

Kim bum terdiam mendengar pengakuan dari ha na. Tidak pernah ia sangka ada anak kecil semanis dan selugu ha na, bahkan ia membelakan dirinya untuk mencari pasangan bagi so eun. Sementara mata so eun sudah terlihat berair, dan sedetik kemudian air mata itu mengalir di pipi so eun. Terharu, itu satu – satunya kata yang dapat menggambarkan perasaan so eun saat itu.

“Oppa jangan jawab dulu ya? Biar jawab nya bareng sama ibu, hehehe” kata ha na dengan lugunya. ”Sekarang ha na mau bicara sama ibu, ibu dengarkan ha na ya? Ha na janji tidak akan lama” katanya lagi.

”Ibu kenal dengan oppa ini tidak? Mmmm namanya Kim Bum oppa, ibu pasti mengenalnya dengan panggilan paman berdasi yang tampan, karena waktu itu ha na memanggilnya seperti itu. Lucu ya bu? Tapi sebutan itu sangat cocok dengan oppa, karena oppa benar – benar tampan. Benarkan bu??? Kekeke~”

”Ibu, ha na ingiiiiinnnn sekali kim bum oppa menjadi ayah ha na dan juga ibu. Kan ibu tidak akan kesepian kalau ha na sedang ada di sekolah. Kim bum oppa orangnya baik lho bu, tadi oppa ikut bermain bola sama ha na dan teman – teman. Pokoknya ibu tidak akan menyesal kalau ibu bersama kim bum oppa! Ha na jamin!!!”

”Kalau ibu mau memenuhi permintaan ha na, ha na janji tidak akan buat ibu kesal lagi. Tidak akan banyak makan lolipop agar gigi ha na tidak berlubang seperti yang ibu bilang. Dan… Oh iya! Ha na tidak akan pernah naik ke atas meja dan berteriak lagi di depan teman – teman dan membuat ibu datang ke sekolah! Ha na tidak akan bohong sama ibu!”

Air mata so eun turun dengan lebih deras, hatinya sudah lelah melihat ha na yang seperti ini. Setiap saat bertanya siapa ayahnya, meskipun ha na tau kalau itu pun hanya ayah tirinya. So eun benar – benar tidak sanggup menahan rasa harunya, dengan sigap ia memeluk ha na dengan erat di depan kim bum. Tergerak hati kecil kim bum untuk ikut memeluk ha na, akhirnya ia memeluk ha na dan juga so eun.

”Ibu kenapa menangis? Ibu mau memarahi ha na lagi karena ingin ibu bersama kim bum oppa???” tanya ha na yang kini mulai ketakutan. Dengan cepat so eun menggelengkan kepalanya sembari menghapus air mata yang masih saja mengalir.

”Tidak ha na, ibu tidak marah pada ha na. Ibu sangaaaatttt menyayangi ha na”jawab so eun dengan senyuman yang tulus.

”Lalu kenapa ibu menangis? Apa ibu tidak suka sama oppa?”

”Bukan begitu ha na, hanya saja…”

”Kami saling menyukai ha na, kau tidak perlu khawatir”

So eun menoleh pada kim bum, mendengar kim bum yang menjawab pertanyaan ha na dengan seperti itu. Hari itu bertubi – tubi so eun di buat kaget oleh kim bum dengan sikapnya yang tak menentu. Kim bum hanya tersenyum simpul pada so eun tanpa mengatakan apapun.

”Ha na tau, sebelum ha na mengenalkan oppa pada ibu ha na kami sudah saling mengenal lebih dulu. Kami adalah teman di kantor, kami juga sering mengobrol seperti ha na bercerita pada ibu ha na tentang kegiatan di sekolah. Kami sudah sangat dekat” jelas kim bum yang kemudian di ikuti anggukan pelan dari so eun.

”Jadi, oppa mau jadi ayahnya ha na dan juga teman tidur ibu, begitu?” tanya ha na yang tanpa basa – basi.

”Ah, untuk hal itu…” kata so eun bingung.

”Ya, tentu saja. Siapa yang tidak mau menjadi ayah dari seorang ha na yang cantik dan juga pintar ini, hmmm?” potong kim bum.

Seulas senyum lebar terhias di wajah ha na. Ia langsung memeluk kim bum dengan sangat erat, tangannya yang kecil menggantung di leher kim bum. Kim bum juga membalas pelukan ha na dengan lembut. Sementara so eun terpaku mendengar pernyataan kim bum dan melihat sikapnya yang benar – benar seperti ayah ha na. Kim bum tersenyum lembut pada so eun dan memberinya sinyal untuk mendekat. Kali ini kim bum juga memeluk so eun, meskipun masih agak canggung.

”Yeeeaaaayyyyy akhirnya ha na akan punya ayah!!!!!!!!! Asyik asyik!!!!!!” teriak ha na dengan begitu senang. Hal itu membuat kim bum dan so eun tertawa.

”Hei, jaga sikapmu Kim Ha Na. Masa kau berteriak di atas pangkuan kim bum oppa???” ledek so eun. Ha na menjadi salah tingkah dan tersipu malu.

”Tidak apa – apa so eun, justru ia terlihat sangat manis jika seperti ini” ujar kim bum yang di balas dengan senyuman oleh so eun.

***

So eun mengantarkan kim bum keluar dari apartemennya hingga ke mobil kim bum. Saat turun ke bawah mereka sempat bercanda tawa tanpa ada sedikitpun rasa canggung yang biasa menjadi penghalang di antara mereka. Semua itu karena ha na, yang berhasil membuat mereka menjadi sangat dekat seperti ini.

”Tolong maafkan ha na, mungkin karena latar belakang nya saat ia masih di panti asuhan dia menjadi seperti ini. Mendadak memintamu sebagai ayahnya, padahal kalian baru saling mengenal. Aku mewakili ha na sangat meminta maaf kepadamu kim bum” ujar so eun saat mereka berjalan bersama menuju ke parkiran mobil.

”Untuk apa kau meminta maaf? Ku pikir semua tindakan ha na itu benar, karena ia mengikuti kata hatinya” balas kim bum.

”Tapi kau menjawab pertanyaan ha na dengan jawaban seperti itu, bukankah itu bisa membuat ha na berharap? Pasti dia menganggap kau benar – benar ingin menjadi ayahnya” kata so eun yang kini fokus terhadap kim bum. Mereka pun berhenti berjalan sebelum sampai ke mobil milik kim bum.

”Dan juga menjadi suamimu” ralat kim bum.

”Mwo?”

”Bukankah ha na memintaku untuk menjadi ayahnya serta menjadi teman tidurmu saat malam? Membantumu mengajari nya sepulang bekerja, bergantian denganmu membacakan dongeng setiap malam untuknya, apa mungkin ada arti lain selain menjadi suamimu?”

So eun terkejut mendengar ucapan dari kim bum. Ia mengatakannya dengan sangat santai tanpa ada masalah, padahal so eun berpikir kalau tindakan ha na tadi akan membuat hubungan mereka menjadi agak canggung. Kim bum pun melempar senyum pada so eun. Kemudian mereka kembali berjalan sampai mereka sampai tepat di depan mobil kim bum.

”Terima kasih sudah mengantarku, tolong titipkan salam ku pada ha na” ujar kim bum sembari tersenyum.

”Ne, akan ku sampaikan padanya” balas so eun dengan senyuman pula.

Kim bum berbalik badan untuk membuka pintu mobilnya, namun sedetik kemudian ia kembali ke posisi semula dan berbicara pada so eun dengan tatapan serius.

”Kim So Eun”

”Ne?”

”Ada satu hal yang ingin ku katakan padamu”

”Katakan saja kim bum, aku akan mendengarkan”

Untuk beberapa saat kim bum terdiam dengan masih menatap so eun, so eun pun menatap kim bum. Kim bum menghela nafasnya seakan melepas beban yang tersembunyi dalam dirinya, dan kembali melanjutkan ucapannya.

”Besok aku akan melamarmu di depan ha na, Kim So Eun”

DEG…

Kali ini jantung so eun kembali berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Apa yang baru saja kim bum katakan, melamar nya di depan ha na, pikir so eun. Pikirannya mulai berkunang – kunang, rasanya itu mustahil. Belum sempat so eun menjawab ucapan kim bum, kim bum langsung mengambil alih keadaan lagi.

”Kembalilah, aku akan pulang. Sekali lagi terima kasih” kata kim bum lagi. Ia pun memasuki mobil, menstater mobilnya dan menginjak pedal gas untuk kembali ke kantor.

So eun memandang mobil kim bum hingga tak terlihat lagi sembari memikirkan ucapan kim bum tadi. Entah mengapa perasaannya saat itu menjadi berbeda terhadap kim bum, melihat sikapnya yang sangat perhatian pada ha na membuat so eun ikut merasa nyaman dengannya. Apa mungkin hubungannya dengan kim bum akan lebih dari sebatas hubungan seorang direktur dengan pegawainya? Mungkin ini pertama kali bagi so eun, namun dirinya tidak ingin merasakan penghianatan selama hidupnya.

Next day~~~

 

So eun mulai menjalani harinya seperti biasa. Mengantarkan ha na ke sekolah kemudian berangkat bekerja. Namun kali ini so eun tidak seperti biasanya, perasaan nya masih memikirkan ucapan kim bum waktu itu. So eun tidak tau harus bersikap seperti apa bila bertemu dengan kim bum nanti di kantor.

”Selamat pagi so eun” sapa min young dengan ramah.

”Selamat pagi min young” balas so eun menyapa min young.

”Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau sedang ada masalah?” tanya min young yang melihat keanehan di wajah so eun.

”Mwo??? Anio aku tidak apa – apa min young. Hanya perasaan mu saja” jawab so eun berbohong.

”Benarkah? Baiklah kalau kau memang tidak mau bercerita, aku tidak akan memaksamu”

”Ne”

So eun duduk di kursi tempat ia bekerja. Ia membereskan surat dan dokumen yang berada di mejanya agar ia dapat bekerja dengan baik. Kemudian ia melihat ke sekeliling dengan wajah agak cemas. Min young yang menyadarinya pun menjadi bingung dengan sikap so eun.

”Kau ini kenapa so eun? Apa kau sedang mengkhawatirkan sesuatu? Sikapmu dari tadi aneh sekali” ujar min young.

”Ya??? Ah tidak! Aku tidak mengkhawatirkan apapun min young, kau kembali bekerja saja, jangan pedulikan aku” kata so eun untuk meyakinkan min young.

”Bagaimana bisa aku tidak peduli denganmu, kau kan temanku so eun. Atau jangan – jangan… Kau sedang mencari presdir Kim Sang Bum, iya kan???” celetuk min young dengan mimik wajah yang meledek. So eun pun terkejut mendengar tebakan min young yang sebenarnya memang benar.

”Kim Bum??? Tentu saja tidak! Untuk apa aku mencarinya, aku kan hanya bawahannya saja min young, kau ini bagaimana” dalih so eun dengan berpura – pura mengerjakan laporannya.

”Aigo… Jangan berbohong seperti itu. Seluruh karyawan di kantor juga sudah mendengar gosipmu dengannya kok”

”Apa??? Gosip??? Jangan berbicara yang aneh – aneh min young, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya”

”Jinjayo??? Apa kau tau, karyawan – karyawan di sini semua nya tau kalau 2 hari yang lalu kau pulang bersamanya. Bahkan mereka melihatmu di tarik oleh presdir saat akan pulang. Iya kan???”

”Park Min Young! Aish sudahlah, jangan bahas itu! Aku tidak ingin presidr mendengarnya”

”Bagaimana bisa presdir mendengarnya? Kan presdir tidak masuk bekerja”

”Tidak masuk bekerja??? Waeyo???”

”Entahlah, saat aku bertanya pada asistennya dia bilang presidr tidak masuk bekerja hari ini. Kalau tidak masalah karena ada urusan pribadi”

So eun terdiam sejenak saat mendengar penjelasan dari min young. Jarang sekali kim bum tidak bekerja hanya karena alasan urusan pribadi. Pasti ada hal lain, pikir so eun. Ia pun kembali bekerja agar bisa segera pulang ke rumah.

***

Waktu menunjukkan pukul 4 sore, so eun bergegas untuk pulang ke apartemennya. Baru saja ia beranjak dari meja kerjanya tiba – tiba ponselnya berdering. So eun mengambil ponselnya dari tas kemudian mengangkat telfon dari nomor yang tidak di kenalnya.

Yeoboseyo…

Ibu! Tolong Ha Na! Ha Na takut bu!!!

Ha Na??? Apa ini kau??? Ada apa denganmu Ha Na??? Cepat beri tau ibu!!!

Ha Na tidak bisa memberi tau ibu, ibu datang ke taman dekat sekolah Ha Na ya! Ha Na takut sekali bu! Tolong Ha Na!!!!!!

 

Tuutttt….

Telfon pun terputus. So eun mulai panik mendapat telfon dari ha na dengan seperti itu. Suara ha na terdengar seperti menangis, karena itu so eun langsung pergi menuju taman yang di maksud oleh ha na. So eun terus berlari tanpa memperdulikan orang – orang yang menatapnya aneh di sekitarnya. Sampai akhirnya ia berada di taman itu. Suasana terlihat sangat sepi, namun ia dapati seorang gadis kecil yang sangat ia kenal, Kim Ha Na.

”Ha Na!” teriak so eun. So eun berlari menuju ha na yang hanya berdiri menatap so eun dengan cantiknya. Mereka pun berpelukan dengan erat. “Ada apa ha na? Mengapa kau menelfon ibu dengan seperti itu? Apa ha na tau betapa paniknya ibu saat mendapat telfon dari ha na???”

”Mmm, ha na tau kok. Pasti ibu takut kalau ha na terluka, iya kan bu?”

”Ya ampun… Ha na, lain kali kalau ha na ingin bercanda jangan seperti ini caranya. Ibu benar – benar takut kalau ha na kenapa – kenapa. Untung saja ini sudah jam pulang kantor, kalau tidak ibu tidak akan bisa menemui ha na. Ibu benar – benar takut”

”Ha na tidak bercanda kok bu, ha na menelfon ibu karena ada yang ingin bertemu dengan ibu”

”Bertemu dengan ibu? Siapa?”

Ha na membalasnya dengan senyuman simpul. Sedetik kemudian datanglah seorang pria berpakaian yang sangat rapih menghampiri mereka berdua. Untuk beberapa saat so eun tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas, namun semakin dekat pria itu melangkah semakin so eun tau bahwa itu adalah Kim Bum.

”K-kim bum” gumam so eun dengan rasa tidak percaya. Kim bum hanya tersenyum melihat so eun yang kaget akan kedatangannya.

”Ibu, yang ingin bertemu ibu sekarang itu kim bum oppa. Tadi aku di jemput oleh oppa saat pulang sekolah, dan oppa bilang ia ingin mengatakan sesuatu pada ibu di depan ha na. Jadi ha na menelfon ibu dengan ponsel oppa” terang ha na.

”Tapi ha na, ini bukan…”

“Ha na tidak sedang bercanda bu, kan tadi ha na sudah bilang sama ibu. Sekarang ibu kasih kesempatan untuk kim bum oppa ya? Hehehe”

Tatapan so eun kali ini beralih pada kim bum. Hati so eun begitu takut, begitu gugup memikirkan apa yang akan kim bum ucapkan padanya. Terlebih lagi di depan ha na, ia harus benar – benar menjaga sikapnya.

”Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu, kalau aku akan mengatakan hal ini hari ini?” tanya kim bum. So eun menaikkan alis matanya sebagai tanda heran.

”Maksudmu?”

”Jangan kau pikirkan. Kali ini dengarkan aku baik – baik, aku tidak akan mengulangnya selama hidupku. Bisakah kau melakukannya, Kim So Eun?”

Pikiran dan benak so eun semakin takut saja. Kim bum menatap kedua mata so eun dengan sangat intens, sementara si kecil ha na hanya diam berdiri di antara mereka tanpa mengucap sepatah katapun.

“Entah sejak kapan rasaku menjadi seperti ini. Aku merasa nyaman berada di sisimu, melihatmu tersenyum saat berbicara denganku, seakan aku dan kau menyatu dalam satu keadaan yang sama. Rasanya benar – benar membuatku bahagia. Terlebih lagi saat aku mengenal ha na, gadis kecil yang sangat cantik dan pintar, sama halnya denganmu. Mengenal mu dan juga ha na, seperti memiliki dunia tersendiri untukku”

“Mungkin kau berpikir kalau aku mengatakan hal ini karena permintaan ha na saa itu, tapi sejujurnya tidak. Lambat laun aku pasti akan mengatakan hal ini padamu sebelum aku tau kalau ha na adalah anak angkatmu. Dan kali ini aku sudah menetapkan hatiku untuk mengatakannya padamu. Mengatakannya di depan ha na”

”Kim So Eun, mau kah kau menikah denganku? Maukah kau menghabiskan sisa waktumu denganku? Menjaga ha na dan masa depan kita bersama – sama dengan sepenuh hatimu?”

Mata indah so eun membulat dengan sempurna. Tangannya tergerak dan menutupi mulutnya untuk menutupi keterkejutannya. Waktu seakan berhenti, dan kini kim bum terpaku di depannya. Kim bum mengeluarkan sebuah kotak putih kecil dari saku jas hitamnya, membuka kotak itu dan menunjukkannya kepada so eun.

Will you marry me, Kim So Eun?” kata kim bum lagi.

Air mata so eun sudah tak tertahankan lagi, satu persatu membasahi pipi so eun sebagai tanda haru sekaligus bahagia. Ha na yang sebenarnya tidak mengerti ucapan kim bum itu hanya tersenyum lebar sembari berharap agar ibunya dapat menerima kim bum. Perlahan namun pasti, so eun menjawab pertanyaan kim bum dengan pelan.

Yes, I will, Kim Sang Bum”

Senyuman indah itupun hadir di wajah kim bum. Akhirnya ia memakaikan cincin yang berada di kotak itu di jari manis so eun. So eun hanya terdiam bahagia, tak mampu mengucapkan apapun untuk menggambarkan perasaannya. Kim bum memeluk so eun dengan perlahan, dan so eun membalas pelukan kim bum.

“Yeeeeaaaayyy akhirnya ibu menerima kim bum oppa!!!!!!” teriak ha na saking gembiranya. Kim bum dan so eun melepas pelukan mereka dan beralih pada ha na.

”Ini semua karenamu ha na, terima kasih karena kau sudah membantu oppa untuk melamar ibu mu ya” ujar kim bum dengan mengelus rambut ha na. Ha na pun mengangguk dengan cepat.

”Iya oppa! Ibu, sekarang kita mempunyai teman baru di rumah, jadi kita tidak akan kesepian lagi. Dan sekarang bukan hanya ibu yang mengantar ha na ke sekolah, melainkan bersama kim bum oppa!” ujar ha na. So eun hanya tersenyum mendengar celotehan anaknya yang begitu senang. Kim bum dan so eun memeluk ha na, dan ha na membalas pelukan mereka dengan sangat erat.

”Terima kasih tuhan, engkau telah memberikan malaikat kecil yang begitu baik seperti Ha Na dalam hidupku, dan melengkapinya dengan memberikan seorang pria yang begitu perhatian seperti Kim Bum. Aku berjanji aku akan menjaga mereka seumur hidupku, aku berjanji” batin so eun. Senyum tulus so eun pun tergambar di wajah cantiknya.

Hari yang cerah itu menjadi hari yang sangat bersejarah sepanjang hidup so eun, wanita yang tulus mengangkat ha na sebagai anak angkatnya yang kini di dampingi oleh kim bum, pria yang menerimanya apa adanya. Karena tak ada satu orangpun di dunia ini yang sempurna, yang membuat mereka sempurna hanyalah secercah kebaikan yang mereka perbuat sepanjang hidupnya.

The End…

 

Alhamdulillah yah TS saya yang ini selesai. Yaaa meskipun terlalu banyak kekurangan yang ga bisa saya tutupi, setidaknya saya mencoba untuk memberikan yang terbaik =)

Saya berpikir untuk membuat sequel dari TS ini, tapi mungkin setelah ff ’Black Prince’ saya selesai dan saya masih punya waktu senggang di rumah.

Terima kasih untuk para readers yang mau baca TS gagal ini, you’re the best!

Bumsso saranghaeyeo!!!!❤

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , ,

58 thoughts on “(TS) Will You Marry My Mom? – Part 2 (End)

  1. Putzz ran" moury Oktober 27, 2012 pukul 1:30 am Reply

    HuaAa. .
    Terharu. . Sho sweet. . .
    Akhir’a terbentuk jga keluarga yg bahagia. . .
    HuaAa. .
    Daebak. . .keren. .

  2. zusan_luvbumsso Oktober 27, 2012 pukul 1:58 am Reply

    akhrx yg bhg kren bget. . . . .
    Aku suka bget ma jln crtx. . . .
    Bknin ffx d0nk kren bget wt jd ff nyh chingu. . . .temax bda ma ff lainx. . . .hwaiting

    • Korean Fanfict Land Oktober 27, 2012 pukul 8:58 am Reply

      Bikinin ff? Wah, kalau itu saya ga janji ya😉

      -Chandra Syifa W-

  3. zusan_luvbumsso Oktober 27, 2012 pukul 2:00 am Reply

    akhrx yg bhg kren bget. . . . .trharu ma ktx. . .
    Aku suka bget ma jln crtx. . . .
    Bknin ffx d0nk kren bget wt jd ff nyh chingu. . . .temax bda ma ff lainx. . . .hwaiting

  4. sarah Oktober 27, 2012 pukul 2:05 am Reply

    jadi ikutan terharu
    :-‘(

  5. YeojaNiel Oktober 27, 2012 pukul 2:16 am Reply

    SETUJU THOR HARUS ADA SEQUELNYA😄
    kyaa Hana lucu bikin gemes y ampun keke
    ditunggu sequelnya thor

    • Korean Fanfict Land Oktober 27, 2012 pukul 9:00 am Reply

      Wes santai dong capslocknya, sampe segitunya amat –”
      Insya allah ya ^^

      -Chandra Syifa W-

  6. Dizha adrya Oktober 27, 2012 pukul 2:16 am Reply

    Akhr ny happy ending ny,,, sandai ny jd knyataan bumsso mnkh,,, q psti sng bgt thor,,, d tgu ff black prince ny n sequel will you marry my mom ny thor,,,

    • Korean Fanfict Land Oktober 27, 2012 pukul 9:01 am Reply

      Saya juga seneng banget kalo bumsso nikah di dunia nyata😀

      -Chandra Syifa W-

  7. heldajungsoo Oktober 27, 2012 pukul 3:04 am Reply

    Bumsso bersatu. . . . hana berhsil

  8. Alfira Oktober 27, 2012 pukul 3:13 am Reply

    so sweet bgt yak ceritanya
    kekeke ^^

    suka suka suka

  9. dedekartika Oktober 27, 2012 pukul 3:15 am Reply

    daebakk…sungguh sangat terharu bngt bacanya….
    *Ahir yng membahagiakn….keluarga yng bahagia….

    >bikin sequel’nya ya..di tunggu loh..

  10. tri cahya Oktober 27, 2012 pukul 3:58 am Reply

    waah…
    akhir yg bahagia…
    malaikat kecil yg mempersatukn mreka..
    o iy,,, jgn lpa bt squelx y chingu….
    ditggu lho,, smang’th!!!!!

  11. Sendy Sekar Oktober 27, 2012 pukul 4:05 am Reply

    keren eon..
    iss hana pinter udh buat kim bum sama sso bersatu..

  12. pipip Oktober 27, 2012 pukul 4:06 am Reply

    Wah bcanya jdi terharu bgus ceritanya
    Sya stju kok klo dbwt sequelnya psti seru dtnggu yaaa

  13. neng dona Oktober 27, 2012 pukul 6:53 am Reply

    siiipppppp

  14. rosyanah elf Oktober 27, 2012 pukul 7:13 am Reply

    Akhir’y happy ending deh kekekeke
    Tpi thor boleh ga klo mnta sequel,coz pngen liat k’hidup’n mrka s’lnjut’y,tu pun klo author mau hehe^^v
    Tpi keren ^^b
    Next d’tnggu krya s’lanjut’y

    • Korean Fanfict Land Oktober 28, 2012 pukul 5:48 am Reply

      Memang udah ada planning sih, cuma saya takut ga ada waktu aja untuk bikinnya. Makanya saya bilang saya usahakan ^_^

      -Chandra Syifa W-

  15. SintiaBumsso Oktober 27, 2012 pukul 7:30 am Reply

    Terharu kak terharu :’) Bahagiaaa bangett Kebaikan benar-benar akan di balas Kebahagian🙂 seperti Soeun unnie yang baik hati tidak sombong serta rajin menabung *? Akhirnya menemukan kebahagiaan bersama Hana dan tentu Kim Bum oppa suaminya * aminn * (`人`) ini di buat squel kak? Beneran ? Jeongmal? Yee asyikk Bumsso lagi lagi lagi semangat kaka tetap berkarya🙂

  16. icha Oktober 27, 2012 pukul 8:43 am Reply

    daebak eon!!! Critanya seru bgt, klo eon pny waktu, bikin special partnya ya eon.. Aku penasaran gimana kelanjutan hidup (?) bumppa setelah hidup brsma ssonni and hana.

    • Korean Fanfict Land Oktober 28, 2012 pukul 5:49 am Reply

      Doain aja ya supaya saya ada waktu untuk bikin sequelnya, belum pernah bikin sequel sih sepanjang saya jadi author ff, hehehe

      -Chandra Syifa W-

  17. ria Oktober 27, 2012 pukul 9:00 am Reply

    arrgh,thor d tngu bgt sequel y . . . . .iya thor black prince y d tnggu bngt yah. . . . .xixi author y bs bngt buat scan lamaran romantis y. . .

  18. nada Oktober 27, 2012 pukul 9:11 am Reply

    daebak …so sweet critannya jd terharu…
    d tunggu squel slanjutnya:)

  19. lhyna Oktober 27, 2012 pukul 1:10 pm Reply

    akhirnya happy ending juga….
    iy thor, bikin sequel yah…..

  20. Ayu ChoKyu Oktober 27, 2012 pukul 1:41 pm Reply

    kyaaa keren banget …
    aigoo ha na omonganya dewasa banget, akhirnya bumppa sama Sso eonni ber1 juga berkat ha na ^^
    endingnya bagus eon, aku suka !!

  21. anisachair Oktober 28, 2012 pukul 1:12 am Reply

    Akhirnya bumsso bersatu. Bikin sequelnya ya.

  22. cucancie Oktober 28, 2012 pukul 1:18 am Reply

    Terharu bacanya,terima kasih ha na krn udh membuat kim bum dan so eun bersatu,terima kasih jg buat author yg udh bikin ff daebak ini,ceritanya sederhana tp berkesan….suka sm ha na yg polos….black prince nya ditunggu lanjutannya ya ..jg ff lainnya terutama main cast nya bumsso…fighting!!

  23. agathabumsso Oktober 28, 2012 pukul 11:09 am Reply

    wuaaaaaa……….terharu banget..apalagi waktu hana minta kimbum tuk jadi ayahnya,,ampe nangis…pokoknya ff author yang nie,bagus banget deh..ditunggu ya ff bumsso lainnya,,coz q paling suka ma couple bumsso….

    Black prince part 9.nya juga ditunggu ya..,.

  24. Niniet Oktober 29, 2012 pukul 6:20 am Reply

    senangnya akhirnya Hana punya orang tua lengkap… Hana… sudah saatnya dia panggil appa sama kim bum bukan Oppa lagi… ya kan..🙂 thanks author…

  25. sugarsoya Oktober 30, 2012 pukul 1:14 am Reply

    Kerennn!!
    Ha na nya lucu banget ampe naek2 ke atas meja segala,
    Paman bedasi yg tampan, emang tampan bangettt!!
    Untung ada ha na jadi kim bum bisa nyampein perasaannya yg sebenernya, kalo dia itu juga suka ama soeun, haaa suka bangett!!
    Ditunggu ff selanjutnya ya…

  26. Adyani Oktober 30, 2012 pukul 2:03 am Reply

    Keren,,,,,py Q blum bca part1x,,,,,,,

  27. yunita zulaika Oktober 31, 2012 pukul 10:23 am Reply

    kereeeeeeeeeeeen
    terharu banget🙂

  28. anastasia erna November 1, 2012 pukul 1:08 pm Reply

    bagus banget…
    terharu …
    lucunya punya anak kya ha na…
    berkat dia akhirnya bumsso bersatu..

  29. Nia lestari lufibumhekidory November 3, 2012 pukul 7:13 am Reply

    Selese dah bacanya…

  30. Sary aj0w November 4, 2012 pukul 2:21 am Reply

    AQ rapel k0ment-nya th0r..
    Waw,meng haru ij0 critany..
    UnyuUu bgt deh…gak da niat bwt after st0ry kah th0r?hana punya adek pasti seru!wkwkwk

  31. Fifien_AnglesSoeun November 10, 2012 pukul 1:54 pm Reply

    wah trnyata udah end terharu bacax

  32. E_sparkyu November 11, 2012 pukul 2:12 am Reply

    wah endingnya keren bgt
    terharu q
    hana kau penyatu bumsso

  33. fifi afhi November 11, 2012 pukul 2:30 am Reply

    keren thor, happy ending~ bikin aku terharu🙂,
    saqeulnya di tunggu y thor

  34. AnthyBumsso YongseoClouds November 14, 2012 pukul 10:17 pm Reply

    huaaaaa so sweet…😉😉
    ha na kau bnar2 menggemasakan krn berkt kau 2orbg inin bisa menyatu …
    ahhhh bumsso😀
    crta yg menghrukan + romantis ….

  35. edogawa kim suju November 19, 2012 pukul 9:00 am Reply

    Kyaaaaaa… ><
    Kereeenn…
    Chukkaeeee.. Ha na , chukkae !! Perjuanganmu mendpatkn seorang ayah tlah terwujud ! Yeaaahh !!!

    TSnya gk gagal kok… Kereeenn….
    Ditunggu y sekuelnya…🙂
    Keep fighting !!

  36. nenkfa Februari 11, 2013 pukul 3:32 pm Reply

    kurang dkit nih,,,,g ada adegan romantisnya…hehehe…:-p

  37. Yulie seeBUMSSO Maret 3, 2013 pukul 9:03 pm Reply

    Wuaaa..c-reenn eoonie..ff n g’ gagall.kogg brhsill msukk d rlung htiku…
    Daebakk..daebak..:):)

  38. Natalia Juli 28, 2013 pukul 7:18 am Reply

    Wahhh ha na hebatttt buat bumsso bersatuuu…terharu q membacanya eon….
    Daebakkkkkkkk

  39. ekarahmadani804 Januari 30, 2014 pukul 2:09 pm Reply

    anyeonghaseyo……
    aku reader baru di sini…..
    ceritanya daeeeeeeeeebbbbbbaaakkk……..🙂
    aku suka waktu kim bum ngelamar so eun , trus sama kata katanya ha na yang bagus banget untuk seumuran anak anak…..🙂

  40. Dewi Juni 19, 2014 pukul 2:45 am Reply

    yeay
    happy ending
    daebak eon!

  41. onedheone Desember 13, 2014 pukul 10:38 am Reply

    seru…:)

  42. Lika hanizon Maret 10, 2015 pukul 5:12 am Reply

    Oh….So sweet…..!!!Akhirya semua bahagia…Semoga cepet dpt dedek bt hana.Hahahaaaaaa

  43. My Fishy April 7, 2016 pukul 9:26 am Reply

    seneng banget berkat ha na kim bum dan so eun bersatu, ha na adalah malaikat cintanya bumsso.. terharu banget sama kata2 d part ending ini suka pas kim bum melamar so eun d depan ha na romantis banget ya ampun hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: