(FF) Black Prince – Part 9


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 9

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional), Kim Jong In (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

SAYA MINTA MAAF KARENA SAYA TELAT NGEPOST!!! *sengaja biar pada baca*

Saya bener – bener sibuk sama urusan sekolah saya, sampe2 saya harus ngundurin diri dari salah satu fanbase besar fandom saya. Bener2 harus ngalah sepertinya… *nangis di pojokan*

Udah ah speak upnya, langsung baca aja B)

Review of Part 8

 

”LANCANG SEKALI KAU KIM SANG BUM!!!” kata ayah so eun dengan kesal. Emosinya memuncak hingga guratan di wajahnya terlihat dengan sangat jelas.

”Saya tau hal itu tuan, saya sangat mengetahuinya. Di masa yang lalu saya sudah kehilangan min jung karena kecerobohan saya, karena ego saya yang sangat mencintainya! Dan kali ini, saya meminta maaf karena saya telah mencintai anak anda dan saya tidak dapat melepaskannya” balas kim bum yang juga emosional.

”Pergi kau dari sini dan jangan pernah menemui so eun lagi! Dasar kau pria bodoh!!! Angkat kakimu dari rumahku!!!!!” usir ayah so eun.

”Tuan, saya benar – benar memohon maaf dari anda, saya tidak…”

”Ku bilang pergi!!!!!”

Tanpa perlawanan berarti kim bum melangkahkan kakinya menuju ke depan pintu, namun ia kembali ke arah ayah so eun.

”Apa lagi??? Aku tidak suka melihat wajahmu di sini” tanya ayah so eun yang bingung dengan tingkah kim bum.

”Bisakah aku meninggalkan pesanku untuk so eun tuan? Untuk yang terakhir kalinya” kata kim bum. ”Tolong sampaikan padanya, aku sangat mencintainya, dan aku meminta maaf karena aku telah membuat min jung pergi darinya. Aku akan kembali untuk semua itu”

Belum sempat ayah so eun memberikan balasan kim bum langsung pergi dari rumah so eun. Ia terus berjalan melangkah ke depan tanpa menoleh sedikitpun menuju ke mobilnya yang sudah terparkir di sana. Selama dalam perjalanan tidak ada hal lain yang dapat ia pikirkan, kecuali so eun.

I’m so sorry so eun, i never want to be like this” gumam kim bum. Tangan kirinya memegang kemudi mobil, sementara tangan kanannya bersender dengan jendela dan sibuk memijati keningnya sendiri.

“Andai saja dulu aku tidak mencintai min jung, andai saja aku tidak merencanakan balas dendam, andai saja saat ini aku tidak mencintaimu so eun, mungkin aku tidak akan pernah merasakan penyesalan seperti ini” sambung kim bum lagi.

Malam itu terasa sangat suram bagi kim bum. Hingga matahari kembali mengerahkan cahayanya untuk menyinari kota Seoul, rasa yang sangat menyesakkan hatinya itu tak kunjung menghilang. Termasuk bayangan wajah so eun yang selalu menghantuinya.

***

Keesokkan harinya, so eun terbangun dari tidurnya yang bisa di katakan ‘cukup’ nyenyak, mengingat kejadian yang baru saja menimpa nya semalam berhasil membuatnya naik darah terhadap kim bum, namun juga berhasil meluluhkan hatinya pada kim bum. So eun bergegas mandi untuk segera berangkat ke kampus seperti biasa. Ia turun ke ruang makan untuk sarapan bersama ayahnya.

“Selamat pagi, anakku” sapa sang ayah pada so eun. So eun hanya membalasnya dengan senyuman simpul. Ayah so eun yang merasa aneh dengan sikap sang anak pun kembali menyapanya. ”Selamat pagi so…”

”Pagi ayah. Puaskah ayah dengan jawabanku?” potong so eun. Sikapnya yang sangat berbeda membuat ayahnya semakin bingung.

”Ada apa denganmu so eun? Apa kau ada masalah?” tanya ayahnya. So eun hanya diam sambil memakan kentang manis kesukaannya.

”Aku sudah kenyang. Aku pergi dulu” pamit so eun. Tanpa menghiraukan ucapan ayahnya ia langsung berjalan menuju ke mobil miliknya.

Ayah so eun terus memandangi so eun tanpa melakukan apapun. Baru kali ini sikap so eun seperti orang yang tidak mengenalnya, pikir beliau. Ia hanya menghela nafas, berpikir kalau semua ini demi so eun. Ia berusaha menjauhkan so eun dengan kim bum demi so eun sendiri. Hal itu sudah ia tetapkan di dalam hatinya.

Flash back~~~

 

Malam sebelum ayah so eun pulang ke rumah, tiba – tiba ada seseorang yang ingin menemuinya. Ayah so eun pun mempersilahkan orang itu untuk masuk ke ruangannya.

”Selamat malam, tuan presiden” ucap pria yang ternyata dari pihak kepolisian.

”Oh, kau rupanya. Ada apa kau ingin bertemu denganku?” balas ayah so eun.

”Saya ingin melaporkan bahwa ada seseorang yang telah menyerahkan dirinya pada kepolisian. Dia mengaku bahwa ia melakukan tindakan kriminal terhadap presiden”

”Apa maksudmu?”

Inspektur polisi itu kemudian keluar dari ruangan ayah so eun, kemudian kembali masuk dengan membawa seseorang yang tangannya telah di borgol dan di kawal oleh 2 orang polisi. Presiden Kim pun mengerutkan keningnya. Ia merasa kalau ia seperti pernah melihat pria yang di bawa polisi itu.

”Cepat bicara” usik salah satu polisi terhadap tersangka itu.

Tersangka itu awalnya hanya diam saja, meskipun polisi sudah menyuruhnya untuk berbicara namun masih saja sama. Tapi akhirnya ia mengatakan apa yang ia ingin katakan (?) *plakk*.

”Apa kau masih mengingatku, Kim Jong In?” ucap pria itu.

“Kau, pernah mengenalku secara dekat?” tanya ayah so eun.

”Tentu saja, mana mungkin aku tidak mengenalmu. Karena kita pernah memiliki hubungan bisnis yang dekat, karena itu juga aku melakukan semua ini padamu”

”Apa maksudmu?”

”Kau dan aku pernah membuat bisnis baru yang tadinya akan kita dirikan di sisi barat pulau Jeju. Dengan susah payah aku menarik semua investor yang ada di Korea Selatan karena bisnis ku tidak kunjung berbuah untung. Di saat yang sama tiba – tiba kau membatalkan kerja sama secara sepihak yang membuatku semakin merugi karena pengajuan mu sebagai calon presiden. Bisnis ku habis dan hancur tanpa ada sisa sedikitpun” cerita panjang lebar si pria tersangka.

”Para investor itu menagih keuntungan yang padahal belum kita mulai. Dan itu membuatku terpuruk, bahkan keluargaku sendiri meninggalkan ku begitu saja karena aku jatuh miskin! Kalau kau tidak membatalkan kerja sama itu, saat ini aku masih hidup bahagia bersama istri dan anak – anakku. Tapi kau menghancurkan semuanya. Dan itu membuat ku sangat benci kepadamu, Kim Jong In” sambungnya lagi.

Tuan Kim memutar otakknya setelah mendengar uraian dari pria itu. Sebelum menjadi presiden Korea Selatan ia memang seorang pebisnis terkemuka di Korea. Memiliki usaha barang tambang yang nilai jualnya tinggi bukan main. Hingga akhirnya ia mengingat siapa orang yang di maksud.

”Kau, Park Woo Jin?”

Terlihat senyum licik dari pria itu. Ternyata memang benar, dia adalah Park Woo Jin, pria yang memiliki dendam pada tuan Kim.

“Rupanya kau masih mengingat namaku, tuan Kim. Ku pikir kau akan melupakan orang – orang yang kau buat menderita seperti ku” ejek woo jin.

“Jadi, setelah aku membatalkan untuk ikut bekerja sama denganmu usahamu hancur? Dan juga, kau di tinggal pergi oleh keluargamu?? Apa semua yang kau ceritakan itu benar woo jin???” kata tuan kim memastikan.

“Hal itu membuatku dendam padamu. Karena itu, aku mencari cara untuk membalaskan dendamku tanpa harus melibatkan diriku sendiri di depanmu” ujar woo jin.

“Membalaskan dendammu padaku? Apa yang kau bicarakan???”

”Kau pasti sering mendengar nama ’black prince’ bukan?”

”Black prince? Dia merupakan pencuri yang menjadi buronan, namun anak buahku belum berhasil menangkapnya”

“Dia adalah anak buahku. Dia adalah alatku untuk membalaskan dendamku. Memang bukan pada dirimu, tetapi pada negara yang kau pimpin, dan secara perlahan kau pasti akan di tuntut untuk mundur oleh rakyat Korea”

“Black prince anak buahmu??? Jadi selama ini dia mencuri karena perintahmu?!”

“Itu benar. Karena harta yang berhasil ia curi itu membuatku menjadi kaya. Kembali merasakan masa – masa jaya ku dulu. Black prince adalah anak emas bagiku”

Ini tidak mungkin, pikir tuan kim. Bagaimana mungkin teman lamanya membenci dan mendendam padanya, dan menggunakan black prince untuk membuatnya terjatuh? Tidak habis pikir oleh tuan kim. Ia tidak pernah menyadari bahwa keputusan nya untuk menjadi presiden malah membuat temannya terpuruk seperti itu.

”Park Woo Jin, bagaimana bisa kau melakukan semua ini di belakangku? Di bawah pengawasan ku sendiri???” kata tuan kim.

”Sekarang aku bertanya padamu, bagaimana bisa kau membiarkanku miskin dan di tinggal oleh keluargaku, padahal kau sering mengatakan kalau kau adalah sahabatku. Sahabat macam apa kau??? Seharusnya dari dulu aku tidak pernah percaya adanya hubungan seperti ini. Semua manusia sama saja, bahkan keluargaku sama busuk nya sepertimu” terang woo jin dengan tatapan kesal.

”Aku minta maaf padamu woo jin, aku menyesal. Karena targetku aku meninggalkan begitu banyak orang yang berada di sisiku. Aku benar – benar minta maaf” ujar tuan kim.

”Tidak ada manfaatnya kau meminta maaf padaku Kim Jong In. Justru seharusnya akulah yang meminta maaf padamu”

Tuan kim mengangkat kepalanya. Dan tiba – tiba woo jin berlutut di hadapan tuan kim dengan sepenuhnya, meskipun tangannya di borgol. Para polisi termasuk inspektur pun merasa bingung dengan apa yang di lakukannya.

”A-Apa yang kau lakukan Park Woo Jin ???!!!” tanya ayah so eun yang kemudian langsung menarik tangan woo jin untuk segera berdiri.

”Itu sebagai simbol permintaan maaf ku padamu. Saat aku menyadari bahwa apa yang telah ku rencanakan sejauh ini, itu semua tidak ada gunanya. Aku bodoh bukan??? Karena itulah aku menyerahkan diriku pada kepolisian. Hukumlah aku sesuka hatimu, Kim Jong In. Jangan pernah menganggap ku sebagai temanmu. Bunuhlah aku jika kau mau” ujar woo jin pasrah.

“Tidak! Tentu saja aku tidak akan pernah melakukan hal itu!” balas ayah so eun.

”Kau adalah seorang presiden. Jangan mendahulukan apa kata hatimu dalam melakukan suatu tindakan, tapi gunakan rasiomu. Aku melakukan tindakan kriminal, mengotakki banyak pencurian, dan sudah sepantasnya aku di hukum mati”

”Woo jin…”

”Pak polisi, ayo bawa aku ke penjara sekarang”

Polisi yang mendengar permintaan woo jin pun akhirnya mengawal woo jin untuk masuk ke dalam penjara meninggalkan ruangan ayah so eun beserta inspektur. Baru saja mereka akan keluar, tiba – tiba ayah so eun menahannya.

”Tunggu dulu, Park Woo Jin” perintah ayah so eun. Mereka semua pun menghentikan langkahnya. ”Ada satu hal yang sepertinya kau lupa untuk menjelaskannya padaku”

”Benarkah? Baiklah, tanyakan saja semua hal yang ingin kau ketahui dariku. Aku tidak akan menutupi sedikitpun darimu” jawab woo jin dengan santai *ni orang pasrah bener yak*.

”Black prince yang kau katakan sebagai anak buahmu itu… Siapa dia sebenarnya? Apa dia orang yang juga ku kenal sepertimu???” tanya ayah so eun dengan rasa penasaran.

”Mungkin kau mengenalnya di masa lalu, ku katakan ’mungkin’. Namun yang pasti ia sangat mengenal keluargamu, terutama anak sulungmu yang sudah meninggal” terang woo jin.

”Siapa dia? Tidak mungkin aku tidak mengenalnya jika ia saja mengenal keluargaku. Dan anak sulungku… Maksudmu Lee Min Jung?” ujar ayah so eun.

”Ya”

”Jadi siapa dia?”

”Kau selalu melihatnya, karena ia sering keluar – masuk rumahmu dan mendampingi anak bungsumu kemanapun dia pergi”

”Mendampingi So Eun? Apa yang kau katakan???”

”Kim Sang Bum yang biasa kau kenal dengan Kim Bum, bukankah ia adalah asisten pribadi dari So Eun?”

”Ya, dia memang asisten anakku. Tapi bagaimana bisa kau tau?”

”Asisten anakmu itu, Kim Sang Bum, dialah orangnya. Dia adalah black prince yang selama ini menjadi buronan anak buah mu di kepolisian”

”A-Apa????!!!”

Flash back end~~~

 

-So Eun POV-

Benakku terasa berat sekali, begitu pun dengan kepalaku. Mulai dari bangun tidur hingga saat ini aku melangkah menuju ke kelasku di kampus semuanya terasa seperti beban. Ku ambil ponselku dari dalam tas dan ku nyalakan ponselku. Dan kalian tau? Wajah pria itu yang sekarang sedang menghiasi layar utama ponselku. Ya, pria itu Kim Bum, asisten ku dulu. Pernah suatu saat aku memfotonya saat ia sedang sibuk dengan buku yang ia baca di rumahku. Terlihat seperti pria baik – baik, sebelum aku tau diri kim bum yang sebenarnya.

”Angkat wajahmu”

Ku dengar ucapan itu yang berhasil membuyarkan lamunanku. Tentu saja aku merespon nya dengan cepat dan aku berusaha untuk mencari siapa yang mengatakannya padaku. Dan ku lihat so min berdiri di depan pintu kelas dengan melipat tangannya.

”So min” gumamku saat melihatnya.

”Jangan biasakan datang ke kampus dengan wajah seperti itu. Ku jamin tidak akan ada pria di kampus ini yang akan menyukaimu, percayalah” ujarnya meledekku. Aku hanya tersenyum kecil, kemudian aku menghampirinya.

”Kali ini masalah apa lagi so eun? Jangan katakan kalau ini masih menyangkut masalah kim bum asistenmu itu?” tebak so min. Dan seperti biasa, dia selalu benar.

”Mmm, kurang lebih seperti itu” balas ku sambil menaikkan kedua pundakku.

”Masuklah, baru kau bercerita di depan chae woo dan juga min young”

So min menarik tangan ku untuk masuk ke dalam kelas. Ku dapati chae woo dan min young yang asyik berdiskusi di depan tablet yang di pegang oleh min young. Meski begitu mereka tetap menyadari kehadiranku di depan mereka.

”Halo so eun! Wajahmu cerah sekali!” ucap min young dengan senyuman yang riang.

”Mwo? Coba kau lihat baik – baik min young, apa mungkin wajah seperti ini di katakan sebagai wajah yang cerah???” tanya chae woo sambil menunjuk – nunjuk wajahku. Dasar chae woo ini.

”Aish, apa kau pikir aku bodoh chae woo??? Aku tadi hanya bercanda, aku sedang berusaha membuat so eun kembali riang! Dan kau malah menggagalkan rencanaku. Jadi, yang lebih bodoh itu siapa?” kata min young meledek chae woo. Aku hanya tertawa kecil melihat sikap mereka.

”Jadi, ayo mulai ceritanya so eun. Jangan pedulikan mereka” bisik so min yang kemudian di sambut lirikkan tajam dari chae woo dan min young. ”Kami mendengarmu so min”

”Baiklah. Sebenarnya tidak ada masalah yang berarti untuk ku, dalam tanda kutip yang sebenarnya. Atau mungkin, seharusnya tidak sama sekali” ujarku berbasa – basi. Aku tidak ingin perhatian mereka sepenuhnya terpaku padaku.

”Tapi?” potong chae woo.

Rasanya seperti bergetar, bibirku ingin mengatakan semuanya pada mereka namun terasa sulit. Mata ku mulai tidak dapat menatap mereka dengan jelas, karena air mata ku mulai menghalanginya. So eun, kau tidak boleh menangis. Kau tidak bisa seperti ini hanya karena kim bum.

”So eun, gwenchanayeo???” tanya min young yang menyadari kediaman ku. Ku usap mataku untuk menghapus air mata yang mungkin akan jatuh sewaktu – waktu, dan aku membalas min young dengan senyuman.

I’m fine, don’t worry” gumamku untuk menenangkan mereka.

”Kalau begitu ayo cerita, jangan sampai so min yang turun tangan so eun” ucap chae woo.

”Ini tidak semudah yang kalian dengar dan pikirkan. Tolong jangan salahkan dia” kataku mulai tidak jelas.

”Maksudmu itu apa so eun? Coba katakan yang jelas, jangan berputar – putar seperti ini” kata so min.

-Author POV-

So eun menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap teman – temannya, terlebih lagi jika mereka sudah tau yang sebenarnya. Mau tidak mau so eun harus terbuka dengan sahabtanya sendiri, karena tidak ada lagi orang yang dapat ia percaya.

”Semalam, di saat pesta topeng itu…” kata so eun.

”Awalnya aku hanya ingin menenangkan diri, mencari udara sejuk di lantai atas gedung kampus. Dan kalian tau, apa yang ku dapati sesampainya di sana?” sambung so eun.

”Orang – orang licik di balik kampus ini sedang melakukan sebuah transaksi, dan mereka membawa nama ayahku. Mereka melakukan korupsi di bawah pemerintahan ayahku”

”Jadi, yang membuatmu lesu seperti ini karena kau baru mengetahui bahwa ada banyak anak buah ayahmu yang melakukan tindakan kriminal, begitu?” tebak min young dengan salah satu alis matanya menaik.

”Ani, aku memang kesal dengan hal itu min young, namun ada yang membuatku jauh lebih kaget, dan juga lebih kecewa” jawab so eun.

Chae woo, so min, dan min young menjadi semakin bingung dengan ucapan so eun. Malam kemarin mereka memang tidak mendapati so eun saat pesta topeng sudah berakhir, namun mereka tidak berhasil menemui so eun. Jadi, apa yang membuat so eunseperti ini, pikir sahabat – sahabat so eun itu.

”Di saat itu juga, aku bertemu dengan black prince” lanjut so eun.

”Black prince??? Wah, beruntung sekali kau so eun! Berarti ini kedua kalinya kau bertatap muka langsung dengan idolamu itu, iya kan???” tanya chae woo dengan bersemangat di ikuti dengan anggukan cepat dari min young.

”Tidak, pada kenyataannya tidak. Kau tau, ternyata tanpa ku sadari aku selalu bertemu dengannya. Bahkan aku sering mengobrol banyak dengannya. Bodoh sekali bukan???”

Chae woo dan min young terdiam menatap so eun, sementara so min masih terlihat cool dengan gayanya yang diam dan melipat kedua tangannya. So eun kembali melanjutkan penjelasannya.

”Black prince, pria yang ku idolakan selama ini itu…”

”Kim Bum”

”MWO???!!!”

***

Kim bum berdiri menatap awan bebas dari ruangan kerjanya di rumahnya. Tidak ada kegiatan lain yang ia lakukan setelah malam itu. Dan tidak ada kabar juga dari tuan Park Woo Jin yang biasanya selalu memberi ia informasi di mana ia harus melakukan aksi pencuriannya.

So eun… What are you doing right now?” gumam kim bum.

“Apa pantas aku mencintaimu setelah kau mengetahuinya?” sambung kim bum lagi.

Ponsel kim bum berdering panjang. Segera kim bum mengambil ponselnya dan ia angkat telfon yang masuk ke ponselnya. Nomor yang tidak ia kenal.

Yeoboseyeo?

Kim Sang Bum, apa kau sedang mempersiapkan rencanamu selanjutnya untuk kembali mencuri?

 

            Kim bum tertegun mendengar suara penelfon itu, sangat tidak asing baginya. Ya, siapa lagi kalau bukan ayah so eun, Kim Jong In? Dari bahasanya saja kim bum seperti sedang di permainkan, kim bum pun tidak tau harus merespon seperti apa.

Tuan Kim Jong In…

Datang lah ke kantor ku sekarang, aku ingin bicara denganmu.

Maaf, apa anda baru saja mengatakan…

Jangan menundanya lagi, kita harus bicara. Ku tunggu kau segera, Kim Bum.

 

Dan telfon itu pun terputus. Kim bum hanya menatap ponselnya bingung, apa lagi yang ingin di bicarakan? Sudah mengusir dirinya tanpa rasa hormat, kali ini memaksanya untuk bertemu. Kim bum memejamkan matanya sejenak, agar hati nya bisa terasa ringan untuk sementara. Berharap sang dewi fortuna berada di sampingnya, setidaknya untuk kali ini saja.

Sesampainya kim bum di kantor ayah so eun, ia langsung masuk ke kantor tersebut tanpa penampilan yang biasanya. Tidak ada kaca mata tebal yang tersangga di hidungnya, tidak ada yang berpakaian sangat – sangat rapih. Kim bum menggunakan jas rapih yang terlihat sangat casual. Ia ketuk pintu ruangan ayah so eun, setelah di persilahkan ia memasuki ruangan itu dengan langkah yang sebenarnya agak ragu.

”Selamat siang, tuan Kim Jong In. Maaf bila anda menunggu lama” sapa kim bum setelah membungkuk pada ayah so eun sebagai tanda hormat. Ayah so eun hanya mengangguk.

”Duduklah”

Kim bum pun duduk di sofa yang berada tepat di depan meja kerja ayah so eun. Kemudian ayah so eun duduk di sofa lainnya yang terpisah dari sofa yang di duduki oleh kim bum.

”Apa kau tidak merasa bingung mengapa aku menyuruhmu untuk datang ke kantorku? Atau mungkin kau merasa penasaran dengan apa yang akan ku bicarakan padamu?” kata ayah so eun dengan tenang, jauh berbeda dengan kim bum yang sedari tadi terlihat gelisah.

”Ah, itu… Tentu saja aku merasa tidak paham dengan apa yang di katakan tuan di telfon tadi. Tapi saya yakin apa yang ingin anda katakan pasti sangatlah penting” ujar kim bum.

”Rupanya cara berpikir mu sangat dewasa Kim Bum. Namun sayangnya cara berpikirmu tidak sesuai dengan perilaku mu”

”Saya tau itu”

”Baguslah. Oh, apa kau bisa menunggu sebentar lagi? Ada seseorang yang harus ikut bicara dengan kita”

”Maksud anda?”

Tok tok tok…

Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar ruangan. Entah mengapa ayah so eun menjadi tersenyum, senyuman yang licik. Kim bum yang awalnya bingung dengan perkataan ayah so eun juga ikut mengalihkan perhatiannya ke arah pintu. Dan ternyata…

”Ayah, ada apa tadi…”

”So eun”

”K-Kim bum?!”

Kim bum beranjak dari sofanya saat ia mengetahui bahwa so eun lah yang datang saat itu. So eun kaget dengan kehadiran kim bum yang tanpa ia sadari kalau ayahnya lah yang menyuruhnya untuk datang ke sana. Kim bum dan so eun menatap satu sama lain, sementara ayah so eun merasa tidak senang dengan apa yang mereka lakukan di depan matanya.

”Kim bum, duduklah kembali. Dan kau so eun, ayo duduk di samping kim bum” perintah ayah so eun dengan cepat. So eun yang masih bingung pun hanya menuruti perintah ayahnya saja. Ia pun duduk tepat bersebelahan dengan kim bum. ”Bisa kita mulai pembicaraan kita?”

”Tentu tuan” jawab kim bum.

”Tidak, pembicaraan ini tidak akan pernah di mulai jika ayah belum menjelaskan apa yang terjadi. Kenapa ayah mendadak menelfonku dan menyuruh ku untuk datang ke sini? Dan bagaimana bisa kim bum juga ada di sini???” potong so eun dengan kebingungan yang memuncak.

”Ayahmu yang menelfonku untuk datang menemuinya, ada hal yang harus kami bicarakan” ujar kim bum pada so eun. So eun langsung menengok pada kim bum dengan perasaan yang berbeda.

”Kim bum…” gumam so eun.

Awalnya so eun merasa canggung harus duduk di samping kim bum, seakan – akan mereka baru bertemu lagi setelah berpisah sekian lama. Sikap kim bum yang terlihat dingin juga membuat so eun agak takut untuk bisa bersikap hangat padanya. Apa kim bum menjaga jarak dengan dirinya, pikir so eun.

”Kim So Eun, bolehkah ayah bertanya padamu?” ujar ayah so eun.

”Apa?” kata so eun berbalik bertanya dengan sangat singkat.

”Kau sangat mengidolakan black prince, si pencuri ulung itu bukan? Yang sebenarnya tak lain adalah asistenmu sendiri, Kim Bum?” kata ayah so eun lagi.

”A-Apa maksud ayah bertanya seperti itu??? Sebenarnya apa yang ingin ayah bicarakan???” kata so eun yang berpura – pura tidak mengerti. Kim bum terus menatapnya.

”Kau bukan anak kecil lagi so eun, kau sudah cukup dewasa untuk mengetahui semua ini. Dan seharusnya ayah tidak membiarkanmu mengidolakan pria yang buruk seperti itu”

”Apa maksud ayah???”

”Kau sadar anakku, ayah telah melakukan 2 kesalahan di waktu yang sama terhadapmu. Pertama, aku membiarkanmu menyukai black prince, dan kedua, aku telah memilihkan asisten yang ternyata sama buruknya dengan black prince. Tidak, bahkan dia adalah black prince sendiri. Sungguh so eun, ayah sangat menyesali tindakan bodoh itu”

So eun hanya terus menatap ayahnya dengan tatapan aneh dan juga bingung. Suasana hatinya sedang tidak bagus kali ini, di tambah lagi dengan kejutan kim bum yang berada di satu ruangan dengan ayahnya membuat so eun berpikir terus menerus. Firasatnya mendadak merasa tidak enak, apa yang akan terjadi, pikir so eun. Sedangkan kim bum tidak melakukan apapun.

”Sebagai permintaan maaf ayah, mulai hari ini kim bum bukanlah asisten pribadimu lagi. Kau tidak boleh berinteraksi ataupun bertemu dengan kim bum setelah ini. Dan kim bum akan ayah urus ke pengadilan karena telah membuat kerugian di negara kita”

WHAT???!!! Ayah bercanda bukan????? Kim bum sangat baik padaku, ia benar – benar menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadiku!!!” elak so eun yang bangkit dari sofanya. Kim bum terlihat kaget dengan ucapan ayah so eun yang benar – benar akan mendepaknya untuk jauh dari so eun.

”Tuan so eun, aku benar – benar…” kata kim bum.

”Ayah tidak bisa memaafkan pria bejat ini so eun! Ayah tidak ingin kehilangan dirimu layaknya kakakmu min jung yang mati karena mencintai pria ini!!!” bentak ayah so eun.

”M-mwo??? Min jung eonnie, mencintai kim bum?????” ujar so eun yang kemudian mengalihkan pandangannya pada kim bum. Kim bum yang mengetahui kalau situasi saat itu tidak akan membaik langsung beranjak dari duduknya dan berbicara pada so eun.

”So eun, bukankah sudah ku katakan kalau aku akan menjelaskan semuanya padamu? Ku mohon jangan membuatku semakin merasa bersalah padamu, aku tidak akan menutupi apapun saat aku membicarakan semuanya padamu” mohon kim bum pada so eun dengan menatap fokus kedua matanya.

”Tidak, ini tidak mungkin… Jadi selama ini kau mengenal kakakku, min jung eonnie? Dan selama ini juga kau menutupi semuanya dariku?? Kau yang membuat kakakku memutuskan untuk bunuh diri, Kim Bum???” tanya so eun dengan mata indahnya yang mulai berair.

”So eun, aku…”

”CUKUP!”

Satu bentakan ayah so eun berhasil membuat kim bum dan juga so eun terdiam dan kembali melupakan masalah baru itu. Rasa tidak percaya itu masih melanda so eun, hatinya terasa sakit sekali. Ia sangat menyayangi kakaknya Lee Min Jung semasa ia masih hidup hingga sekarang, namun ia tidak percaya bahwa pria yang ia cintai adalah pria yang sama dengan pria yang kakaknya cintai. Hidup terasa sangat sempit sekali baginya.

”Kim Bum, sekarang kau pergi dari ruangan ku dan bersiaplah untuk mengakhiri hidupmu di penjara. Jangan pernah kau temui anakku lagi!!!” bentak ayah seohyun dengan tatapan benci. Kim bum benar – benar tidak bisa melakukan apapun lagi.

”Dan kau juga so eun, jangan pernah kau coba untuk menemuinya. Lupakan perasaan cintamu pada pria ini! Masih banyak pria yang jauh lebih baik di bandingkan pria pencuri dan pembunuh seperti dia!!!” sambung ayah so eun yang kini berbicara pada so eun. Jari telunjuk nya benar – benar menunjuk tepat ke arah so eun. Terlihat air mata so eun mulai membasahi kedua pipinya.

”Tuan Kim Jong In, jika anda membenci saya dan menyuruh saya untuk pergi dari sini saya akan melakukannya tanpa harus anda paksa. Tapi saya tidak bisa menerima jika anda melakukan hal seperti ini pada so eun juga!” lawan kim bum yang tidak bisa membiarkan so eun terus menangis.

”Lancang sekali kau! Memang kau itu siapa, hah?! Ingat, kau bukanlah siapa – siapa di hadapanku, latar belakang keluargamu saja tidak akan bisa di bandingkan dengan ku!!!” balas ayah so eun.

”Saya memang bersalah, salah karena menipu anda dan juga menjadi black prince, saya meminta maaf untuk hal itu. Namun saya tidak meminta maaf untuk satu hal, yaitu saya sangat mencintai anak anda, Kim So Eun”

”KAU INI BENAR – BENAR!!!”

STOP IT!!! IT’S ENOUGH!!!!!”

 

Teriakan emosional so eun membuat ayahnya menjadi bertatap muka pada nya. Kim bum memandang so eun yang kini benar – benar terpukul dengan kondisi yang memberatkan batinnya. Air mata so eun tak berhenti mengalir, bahkan terus terjatuh meskipun emosinya meluap – luap.

”Kenapa ayah harus seperti ini??? Kenapa ayah harus bersikap keras di depanku??? Ayah tau kan kalau aku sangat menyukai black prince, dan sebelum aku tau kalau kim bum adalah black prince aku sudah menyukainya ayah! Aku mencintainya!!! Jangan pernah memaksaku untuk tidak bertemu dengannya lagi!!!!!” emosi so eun tanpa memperdulikan posisinya sebagai anak.

”So eun, apa yang kau lakukan?! Jangan membuat keadaan semakin parah!!!” kata kim bum yang memberi respon pada so eun. Dengan mudahnya ia mengatakan bahwa so eun mencintai kim bum di depan ayahnya sendiri.

”Kim So Eun!!! Apa yang baru saja kau katakan pada ayahmu sendiri hah???!!! Jangan membuat masalah baru lagi! Kau tidak akan pernah ayah perbolehkan untuk mencintai pria seperti Kim Bum ini!!!” balas ayah so eun yang tidak kalah emosinya.

”Ayah egois! Ayah tidak pernah memikirkan perasaanku, hanya bisa sibuk dengan pekerjaan!!! Oh, apa karena sifat ayah yang seperti ini jadi Min jung eonnie memilih untuk bunuh diri?!” celetuk so eun. Ayah so eun menatap so eun dengan kaget, dan kim bum pun sama.

”Bukankah itu ucapan yang di katakan oleh min jung sebelum ia memutuskan untuk bunuh diri? Tapi, bagaimana bisa so eun berkata seperti itu??? Jika mereka mengatakan hal yang sama… Tidak, aku tidak bisa membiarkannya. Aku tidak akan membiarkan so eun pergi meninggalkanku dengan cara yang sama” batin kim bum. Kini ia menatap fokus pada so eun dengan agak cemas.

”So eun! Apa yang kau katakan?! Jangan asal bicara!!!” bentak tuan kim dengan marah.

”Aku tidak asal bicara ayah, aku benar – benar mengatakannya dengan pikiranku sendiri. Entah sepertinya memang aku harus mengikuti jejak min jung eonnie…” gumam so eun dengan senyuman liciknya. ”Jika ayah tetap seperti ini lebih baik aku bunuh diri dan mati!!!!!”

To Be Continued…

 

Aduh thor, udah lama ngepost nya di tambah dikit banget lagi halamannya -,-”

Pasti itu kan yang readers pikirin??? Wkwkwkwk #lho

Otak saya udah mandet banget, saya ga bisa paksa untuk bikin lebih panjang lagi. Taku makin jelek. Udah jelek makin jelek aja lagi T^T

Sebagai permintaan maaf saya di akhir post ini saya kasih bonus foto bumsso deh😛

Sejelek – jeleknya cerita saya tapi jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya ya? Ga kasian apa sama saya *melas*

Okeh, see u on the next month~ #salah

Maksudnya see u on the next part~~~ #bener xD

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

35 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 9

  1. Dizha adrya November 10, 2012 pukul 12:50 pm Reply

    Ya ampn thor tngah sru” bca ny,, tba” tbc,, ceileeee bumsso sm” mncntai,, ayo bumsso fighting prjuang kn cnta x an,, q sllu mndkng x an,, n buat author ny fighting tuk mlnjt kn part slnjt ny,, d tgu y thor,,,

  2. olivia November 10, 2012 pukul 1:12 pm Reply

    critanya makin keren thor. Ayah nya so eun egois bnget, mungkin gra2 itu jg minjung meninggl. Kim bum ayo smangat, jangn smpe so eun bnuh dri jg. Eonni tetap dtnggu next part nya ya. Gomawo udh ngepost part ini

  3. agustin ayu November 10, 2012 pukul 1:23 pm Reply

    huuaahh Sso eonni jangan bunuh diri kasian bumppa ..
    Ceritanya makin seru thor pokok’a daebak deh …
    Akhir ceritanya harus happy ending lohh thor ga boleh sad #maksa

  4. vani November 10, 2012 pukul 1:41 pm Reply

    bagus Chand, tp lamaaaa bgt, akhirnya ktmu jg bumsso, smga keadaan mereka membaik yk, ayahnya please luluh c, jgn mpe sso bunuh diri kaya eoninya

  5. 1234yuni November 10, 2012 pukul 1:54 pm Reply

    next thorr🙂
    makin seru ajaa

  6. cucancie November 10, 2012 pukul 3:09 pm Reply

    Yeaaayy…akhirnya dipost jg,aduh ni masalah makin rumit aja,blm ngerti deh alasan mr. Park itu menyerahkan diri,,kim bum jg dlm masalah besar,krn ayahnya so eun ngelarang so eun buat deket2 ma kim bum lg,dan membuat kim bum dipenjara,,hadeuhhh..makin ga sabar baca lanjutannya next part jgn lama2 ya thor?! Janji ya bakal secepatnya dipost…hwaiting^^

  7. heldajungsoo November 10, 2012 pukul 4:29 pm Reply

    andwae. . . soeun jng bunh diri, jgn ikti jejak eonnie, ah semakin rumit saja.

  8. dita_bumsso November 10, 2012 pukul 9:32 pm Reply

    so eun jangan bunuh diri d0nk,,kan kasian kim bumnya…

    Ditunggu lanjutannya ya eun….

  9. dedekartika November 11, 2012 pukul 4:20 am Reply

    huwaaa alur ceritanya makin seruu..daebakk..
    Tpi mohon..jangn sampai so uen bunuh diri…
    *pokonya ahirnya ceritanya harus happy ending…,..(maksa.)hehe

  10. amaliaaa November 11, 2012 pukul 4:46 am Reply

    akhirnya di post juga..
    daebakk thor..lgi seru-serunya malah tbc..ayah so eun egois bgt kan kasian bumsso-nya..semoga bumsso bisa bersatu..next part jangan lama2 yah🙂

  11. merry November 11, 2012 pukul 6:16 am Reply

    huhu.. Jgn sampe so eun nya bunuh diri,, tambah seru ajj nih..
    d tunggu next part nya, jgn lama..hehe

  12. SintiaBumsso November 11, 2012 pukul 11:02 am Reply

    Keren ka keren banget sukaaa alur ceritanya wahwahwah? Ayah soeun sedikit egois tp itu demi soeun tp tetep aja salah caranya misahin 2org yg saling mencintai kan itu dosa *tiaberkilah (?) kekeke .. Uah gmn sama soeun? Aigoo bum cpt lindungin soeun jgn smpe soeun ngikutin minjung ! lanjut kak lanjut🙂

  13. putzz ran mouri November 11, 2012 pukul 11:46 am Reply

    hehe..emang itu yang aku pikirin thor…

    tpi ga papa deh… ceritanya seru sihh… bener loh…
    soeun kau jangan ngikutin jejak eonimu. kalau kamu ngikutin.. ff ini gmana??? #plak#

    keadaan batin soeun sekarang lgi ngedown bngt… kenyataan yang ia terima makim membuanya sakit ajj…

  14. pipip November 11, 2012 pukul 12:54 pm Reply

    Wah akirnya kluar jg ni ff, mulai bngung nih gmna endingnya ?..
    Tpi ttep seru kok ceritanya yg pting bumsso bersatu di akirceritanya okeoke
    Next partnya jgn lma2 doong

  15. Alfira November 11, 2012 pukul 2:14 pm Reply

    bnr tuh, udh lama ngepost pendek pula #plakkk
    hehe kidding

    chingu, next part cpt2 d post yaaaa
    jebal
    udh penasaran stadium akhir iniiiiii ^^

    daebak daebaakkk

  16. Devi November 11, 2012 pukul 4:37 pm Reply

    Mkin seruuu Zh thor cerita’a,,,,

    KsihaN eoNNie so euN gk d restui ma ayah’a klo eoNNie so euN pcaraN ma bumppa pdhl eoNNie sNgt meNyukai aNd meNciNtai bumppa smpe2 NgaNcem ma ayh’a mo bNuh dri klo gk d restui,,,,,,,

    Jd pNasarN ma kelaNjutaN’a,,,,
    D tNg2u thor kelaNjutaN’a,,,,

  17. dyyyy November 11, 2012 pukul 5:45 pm Reply

    kimbum nanti masuk penjara jg gak?
    dilema…….

  18. Nia lestari lufibumhekidory November 12, 2012 pukul 1:34 am Reply

    So eun pliiss..
    Jgn ngikutin jejak kakakmu,.
    Nanti kimbumnya sma spa.??
    *sma aku aj tah,ngarep*

  19. sugarsoya November 12, 2012 pukul 1:39 am Reply

    Akhirnya part 9 nya dipost,
    Iya author pendek banget, hehehe
    Aku bingung ko bisa ya park woo jin nya nyerahin diri,
    Ihh appanya soeun jahat banget sih mau misahin bumsso, n mau menjarain kim bum,
    Aduh soeun jangan bunuh diri dong,
    Ditunggu next partnya ya author…

  20. Winzzlee November 12, 2012 pukul 4:53 am Reply

    Makin ruwet aj nie, terus nanti so eun nekad ga ya?

  21. Sendy Sekar November 12, 2012 pukul 10:48 am Reply

    eonni~ah ceritanya tambah seru…
    omo!! baru sadar kalau appa nya sso kim jong in hahaha ngakak ngebayangin kai jadi appa nya sso..
    ditunggu part selanjutnya eonni😀

  22. ria November 12, 2012 pukul 3:06 pm Reply

    thor . . .
    Gk tau mau koment apa ??LOl
    thor nanti oppa y d penjara gk yah? Bikin Happy ending yah thor. . .
    Next part d tngu bngt

  23. try cahya November 12, 2012 pukul 4:09 pm Reply

    makin penasaran ma critax…
    lanjut chingu…🙂

  24. zusan_luvbumsso November 13, 2012 pukul 1:27 pm Reply

    akhrx mrk slng menyatakn cinta. . . . Kzhn bget lgi2 cinta dipishkn olh status,..ap sso jd bunuh diri?? Mudh2 mrk bstu. . . .tp kykx dkt bgt part nyh fighting thor

  25. Ananda meidiana putri November 14, 2012 pukul 3:13 pm Reply

    Di sini konflik nya keren banget sampe terbawa emosi baca nya😀. So eun kasian banget sampai ngancem mau bunuh diri😦 kim bum cegah so eun ya biar gak bunuh diri kaya min jung. Keren😀 pokok nya harus lanjut secepat nya😀

  26. saputry November 15, 2012 pukul 4:43 am Reply

    Omg..TBC..
    Author benr2 bikin pensaran .,!
    Apa yg akan dilakukan soeun selanjutjnya .!??
    Penasaran ditunggu part slnjtnya .

  27. AnthyBumsso YongseoClouds November 15, 2012 pukul 6:40 pm Reply

    aduuuuuuuhhhh jgn smpai sso ngelakuin hal itu…
    moga permslhn bumsso cpt terselesaikan dan mrka hdup bhgia..
    dan moga bum gx knpa2…😉

  28. Justgalon November 18, 2012 pukul 10:11 am Reply

    ngak apa2 kok thor ngerti😀 aku jga sibuk kok, pernah ngalamin yg namanya kelas 3 SMA, sibuk2nya sama belajar..les, fokus UAN ehheheeh..semangat ya thor😀
    buat FFnya bagus kok..aku penasaran, lanjut ya😀

  29. edogawa kim suju November 20, 2012 pukul 4:04 am Reply

    Jaaaahh… Kereeen…
    Soeun cantik kim bum ganteng (?)
    Ck ,, tanggung tu.. Dikit lgi.. Yah udh tbc..

    Ffnya keren thor ! Ceritanya jelas n gak bertele-tele … Lgsg ke pokok.. Bgus2..
    Ditunggu y next partnya…

  30. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 1:06 pm Reply

    ommoooo….andwe….Sso jangan bunuh dri dunk…. *narik2 bumm-ah*

  31. yulie_bumsso Juli 12, 2013 pukul 5:39 am Reply

    Jiahh di part nii bnar2 sdihhh..
    Eon bnyakk bggett prjuangan cnta Bumsso..
    Aku kira tdii it ayah n so eun gak ngerestui hubungan mrkaaa..
    Akhrr n yeeee..yee..
    Daebakkk eoonie..
    Kkak cntikkk FF mu krennnn..
    🙂

  32. lilis suryani Juli 5, 2014 pukul 5:13 am Reply

    wahhhhhh makin menegangkan sja

  33. ainami Agustus 20, 2014 pukul 8:21 am Reply

    terbongkarlah sudah semua hikshiks sgt emosional..
    sso pasti shock mengetahui lebih banyak lagi ttg bum huwaaaaa nangis guling2….

    itu tuan park akhirnya menyerahkan diri..? ga disangka dia bakal semudah itu menyerah…

  34. laila_annisa Januari 5, 2015 pukul 3:03 pm Reply

    Aaiigggoo lagi seru-serunya baca ternyata udah bc -,-”
    Semakin bikin penasaran😀🙂😉

    terus berkarya😉

  35. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 5:23 pm Reply

    Wah kyanya kompor meledak d ruangan ayah so.. Kra2 ap yg terjadinya kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: