(FF) Black Prince – Part 10 (End)


Black Prince (Bumsso Version)

#Part 10

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Min Jung, Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Lee Min Ho, Park Min Young, Park Woo Jin (fictional), Kim Jong In (fictional)

Genre: Romantic, Friendship, Action

Rating: PG 13 (Maybe?)

Type: Chaptered

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Fanfiction ini saya buat dalam 2 versi dengan main casts yang berbeda, jadi apabila readers menemukan ff ini dengan judul yang sama namun main casts yang beda, bisa di pastikan itu adalah ff milik saya juga (lihat nama authornya).

 

Halo .____.

First, saya mau ngucapin makasih bnyk utk salah satu readers saya yg sempet2nya ngirim pesan fb nanyain kapan lanjutan black prince ini di lanjut.

Mungkin kalau kamu ga kirim message saya bakalan lupa utk ngepost #lho

This is the last part of Black Prince ff! So, please enjoy the story and forgive me if there’s a wrong words. B’cause no body is perfect, kekeke~

^^

Review of Part 9

 

STOP IT!!! IT’S ENOUGH!!!!!”

 

Teriakan emosional so eun membuat ayahnya menjadi bertatap muka pada nya. Kim bum memandang so eun yang kini benar – benar terpukul dengan kondisi yang memberatkan batinnya. Air mata so eun tak berhenti mengalir, bahkan terus terjatuh meskipun emosinya meluap – luap.

”Kenapa ayah harus seperti ini??? Kenapa ayah harus bersikap keras di depanku??? Ayah tau kan kalau aku sangat menyukai black prince, dan sebelum aku tau kalau kim bum adalah black prince aku sudah menyukainya ayah! Aku mencintainya!!! Jangan pernah memaksaku untuk tidak bertemu dengannya lagi!!!!!” emosi so eun tanpa memperdulikan posisinya sebagai anak.

”So eun, apa yang kau lakukan?! Jangan membuat keadaan semakin parah!!!” kata kim bum yang memberi respon pada so eun. Dengan mudahnya ia mengatakan bahwa so eun mencintai kim bum di depan ayahnya sendiri.

”Kim So Eun!!! Apa yang baru saja kau katakan pada ayahmu sendiri hah???!!! Jangan membuat masalah baru lagi! Kau tidak akan pernah ayah perbolehkan untuk mencintai pria seperti Kim Bum ini!!!” balas ayah so eun yang tidak kalah emosinya.

”Ayah egois! Ayah tidak pernah memikirkan perasaanku, hanya bisa sibuk dengan pekerjaan!!! Oh, apa karena sifat ayah yang seperti ini jadi Min jung eonnie memilih untuk bunuh diri?!” celetuk so eun. Ayah so eun menatap so eun dengan kaget, dan kim bum pun sama.

”Bukankah itu ucapan yang di katakan oleh min jung sebelum ia memutuskan untuk bunuh diri? Tapi, bagaimana bisa so eun berkata seperti itu??? Jika mereka mengatakan hal yang sama… Tidak, aku tidak bisa membiarkannya. Aku tidak akan membiarkan so eun pergi meninggalkanku dengan cara yang sama” batin kim bum. Kini ia menatap fokus pada so eun dengan agak cemas.

”So eun! Apa yang kau katakan?! Jangan asal bicara!!!” bentak tuan kim dengan marah.

”Aku tidak asal bicara ayah, aku benar – benar mengatakannya dengan pikiranku sendiri. Entah sepertinya memang aku harus mengikuti jejak min jung eonnie…” gumam so eun dengan senyuman liciknya. ”Jika ayah tetap seperti ini lebih baik aku bunuh diri dan mati!!!!!”

***

DEGG!

Jantung kim bum berdetak dengan keras saat mendengar ucapan so eun yang benar – benar mengancam. Ucapannya tidak main – main, dan dia berani mengatakannya di depan ayahnya sendiri. Rasanya sangat mustahil, terlebih lagi so eun adalah anak terakhir. Bola matanya menggambarkan bahwa ia benar – benar kecewa, pelampiasan seluruh isi hatinya. Sementara ayahnya terdiam, tak dapat berkutik di saat so eun bersikap layaknya tak ingin hidup lagi.

”Wae? Kenapa ayah diam?? Kenapa ayah tidak mengancamku dan kim bum lagi??? Apa sekarang ayah akan benar – benar memisahkan ku dari kim bum??? Ayo ayah, jangan diam saja!” bentak so eun. Kim bum langsung menarik so eun ke dekapannya untuk menenangkan so eun yang masih menangis.

”So eun, sejak kapan kau bersikap seperti anak bodoh seperti ini hah? Gunakan akalmu sebelum bicara! Siapapun yang mengenalmu pasti tidak akan membiarkanmu berkata seperti itu!” ujar kim bum yang juga emosi.

”Untuk apa?! Kau tau, aku benar – benar tidak bisa melepasmu! Apa kau tidak bisa merasakan hal itu??? Aku sudah kehilangan begitu banyak orang yang ku cintai, dan aku tidak ingin kehilangan lagi!!!” elak so eun.

”Tapi tidak dengan cara seperti ini! Aku mencintaimu, tapi aku tidak pernah memaksakan kehendakku!”

“Hentikan kim bum! Aku sudah muak!” kata so eun yang berusaha melepaskan dirinya dari kim bum. Namun kim bum terus menahannya, dia begitu khawatir dengan tindakan yang akan so eun ambil nantinya.

Sementara ayah so eun terlihat masih diam membeku, menatap so eun yang masih meronta – ronta di dekapan kim bum. Perasaan dan hatinya benar – benar tak bisa menerima di saat so eun mengancam untuk bunuh diri. Pikirannya kembali mengingat masa – masa di mana ia kehilangan istri dan min jung, anak tirinya. Tingkat kesadarannya menurun, dan tiba – tiba ia ambruk tepat di atas sofa. Masih dalam keadaan sadar, hati kecilnya terasa teriris melihat so eun yang terus – menerus menangis.

”Ayah!!!”

”Tuan Kim!” teriak kim bum di saat ia menyadari kalau ayah so eun terjatuh. So eun memberikan reaksi yang sama, kemudian mereka berdua langsung menghampirinya.

”Ayah tidak apa – apa??? Apa ayah baik – baik saja??? Apa penyakit jantung ayah kambuh???” tanya so eun dengan panik. Guratan kecewa di wajahnya tiba – tiba hilang begitu saja.

”Tuan Kim, apa yang terjadi? Perlukah saya membawa anda ke rumah sakit???” kata kim bum yang juga ikut panik.

Ayah so eun tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya pelan. Kim bum dan so eun menatap wajahnya dengan lega, kemudian mereka saling melempar senyum.

”Ada satu hal yang baru ayah sadari” gumam ayah so eun. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bertenaga. ”Anak ayah sudah dewasa, dan dia sudah mengerti semua yang terjadi”

”Ayah…” ujar so eun.

”So eun, umur ayah sudah tidak muda lagi, dan ayah menyadari itu. Ayah tidak bisa mendengar ucapan – ucapanmu itu, itu sangat menyakitkan untuk ayah” kata tuan kim dengan pelan. So eun pun kembali menangis.

”Kim Bum, bisakah kau berlutut di depanku?” pinta ayah so eun pada kim bum.

”Tentu, saya akan melakukannya” jawab kim bum dengan pasti.

Kim bum beranjak dari samping ayah so eun, dan kini ia berlutut dengan hormat pada tuan kim. So eun memandang kim bum dengan wajah bingung, sementara ayah so eun berusaha untuk melihat kim bum dengan lebih dekat. Salah satu tangannya memegang dadanya, karena sepertinya penyakit jantungnya sudah mulai kambuh.

”Kim Bum, mengapa kau bersedia untuk menjadi black prince?” tanya ayah so eun.

”Itu…” gumam kim bum. Dirinya merasa tidak enak untuk mengakui semua hal yang telah di jalani nya sementara kondisi tubuh ayah so eun sedang tidak baik.

”Katakanlah. Woo jin belum menjelaskan hal itu padaku” kata tuan kim lagi. ”Apa karena aku membuat keluargamu hancur, sehingga kau ikut membalaskan dendammu seperti woo jin?” sambungnya lagi.

”Tuan Kim, saya benar – benar….”

”Aku minta maaf, telah menghancurkan hidupmu dan membuatmu menjadi seperti ini. Seandainya aku tau jika kau seperti ini karena kesalahanku, mungkin aku tidak akan mencela bahkan mengusirmu seperti binatang dari rumahku. Itu semua kesalahanku”

Kim bum terkejut dengan pengakuan dari tuan kim, dan so eun hanya menatap ayahnya kosong. Ayah so eun terlihat sedang memejamkan matanya, kemudian kembali sadar. Mata wibawa beliau terlihat kembali, tenang dan menggambarkan sosok yang bijaksana.

”Tidak tuan, meskipun tuan pernah membuat keluarga saya hancur, namun saat ini saya lah yang salah. Saya melakukan tindakan yang bodoh, dan saya baru menyadarinya. Seandainya malam itu so eun tidak dalam keadaan bahaya, mungkin so eun tidak akan pernah tau jika saya adalah black prince” tutur kim bum.

”Kau sendiri yang benar – benar menyelamatkannya?” tanya ayah so eun memastikan.

”Iya ayah, kim bum yang menarikku untuk menghindari tembakan dari pria jahat itu” potong so eun. Kim bum langsung menatap ke arah so eun, dan so eun hanya tersenyum kecil.

”Kau benar – benar memiliki dua sisi yang berbeda. Black prince, sisi gelap dan sisi terangmu kali ini sangat terlihat sekarang” ujar tuan kim.

Kim bum hanya diam mendengar ujaran ayah so eun. Benaknya kembali memikirkan kesalahan nya untuk memilih menjadi seorang black prince. Batinnya merasa sangat bersalah, meskipun hatinya sangat ingin bersama so eun. Kim bum benar – benar tidak mampu melihat so eun yang masih tersenyum menatapnya. Ia mengambil nafas yang kali ini terasa berat.

”Aku akan menerima hukuman apapun yang akan tuan berikan. Aku tidak akan menolaknya sedikitpun. Akan ku kembalikan semua harta yang pernah ku curi pada anda, dan saya akan pergi dari keluarga anda, terutama so eun” pasrah kim bum dengan wajah tertunduk. So eun yang sedari tadi memancarkan senyum tulusnya kini terkejut mendengar kim bum yang berbicara seakan – akan benar melepaskan dirinya.

”Kim bum…” gumam so eun.

”Kau yakin dengan ucapanmu, Kim Sang Bum?” tanya ayah so eun memastikan.

”Tidak ada hal lain yang dapat ku lakukan untuk menebus semua kesalahanku pada anda. Saya tau jika tuan woo jin menyerahkan dirinya karena ia menyadari jika saya mulai mencintai so eun, karena itu dengan hal ini saya juga ingin menebus kesalahannya, kesalahan yang telah di lakukan tuan woo jin pada anda” ucap kim bum. Wajahnya memang terlihat yakin, namun siapa yang tau dengan hati kecilnya?

Flashback~ *dari kemaren make flash back mulu*

 

Kim bum memandang langit malam dengan tatapan kosong, nafasnya terasa menggebu – gebu karena pikirannya begitu kalut. Hatinya tak sejalan dengan apa yang di pikirkannya, hatinya tak sejalan dengan apa yang sudah di rencanakannya. Rasa cintanya terhadap so eun merupakan hal yang tak ia perhitungkan, dirinya sudah terjatuh dua kali terhadap anak dari tuan kim.

“Kau, sedang memikirkan anak dari Kim Jong in itu?” tanya tuan park yang membuyarkan lamunan kim bum. Dengan segera kim bum langsung menoleh ke arahnya.

“Ah, itu –“

“Tak perlu kau jawab pun jawabannya sudah terbaca olehku, sangat terlihat dari wajahmu” tebaknya dengan sangat akurat. Kim bum hanya terdiam membisu, tak ada yang perlu ia elak, karena itu memang benar.

“Ada satu hal yang sering kali di lupakan oleh pria, karena pria cenderung menggunakan rasionya di bandingkan hatinya, tidak seperti wanita. Dan kau tau, hal itu adalah hal yang sangat sederhana” sambung tuan park lagi. “Cinta”

“Tuan park..” gumam kim bum.

“Sebelum aku merencanakan semua ini, aku sudah memperhitungkan kemungkinan bila akan terjadi hal seperti ini. Dan rupanya benar, menghabiskan waktu bersama nya membuatmu luluh dan tak fokus lagi dengan rencana itu” jelas tuan park dengan raut wajah serius.

“Aku benar – benar minta maaf untuk hal itu, aku akan berusaha untuk fokus dengan rencana sebelumnya. Lagipula, aku sudah mengajukan cuti dari keluarga kim, aku akan mengajukan pengunduran diriku dengan segera agar mereka tidak curiga” kata kim bum dengan cepat.

Tuan park hanya tertawa kecil melihat kim bum yang jadi salah tingkah. Di saat ia ambisius dengan apa yang ia inginkan, kim bum terlihat sangat – sangat menginginkannya. Dan seperti yang di katakan tuan park, dengan mudahnya kim bum luluh pada so eun ketika mereka bisa dekat satu sama lain.

“Kembalilah pada keluarga Kim, jalani apa yang ingin kau jalankan”

Sontak kim bum terdiam dan terpaku saat mendengar kata – kata yang terlontar dari mulut tuan park. Kedua matanya membulat dengan bersamaan, berpikir apa kah yang ia dengar itu benar atau tidak.

“Maksud tuan, tuan ingin aku kembali ke keluarga Kim dan menyamar sebagai asistennya lagi? Bukankah aksi black prince yang harus ku lakukan hanya tinggal beberapa?” tanya kim bum dengan bingung.

“Lupakan soal tokoh fiksi yang bernama black prince itu. Kau adalah kau, Kim Sang Bum. Kau memiliki alur kehidupanmu sendiri, dan kau memiliki pilihan yang harus kau pilih dalam kehidupanmu itu. Dan pilihan hatimu untuk mencintai anak Kim Jong In yang bernama So eun itu benar, itulah pilihanmu” balas tuan park. Ia terdengar lebih bijak kali ini.

“Tapi, rencana untuk menghancurkan keluarga Kim itu –“

“Aku akan menyerahkan diriku padanya, pada presiden Kim Jong In. Kau menahan dirimu untuk mencintai So eun karena aku bukan? Karena semua rencana pembalasan yang sudah kita susun? Lagi pula, semua rencana ini terdengar bodoh, tak ada gunanya bagiku. Keluarga ku juga tidak akan pernah bisa kembali”

“Tuan Park, jika anda memang ingin menyerahkan diri begitupun aku. Aku yang telah melakukan pencurian dengan topeng ‘black prince’, aku juga ikut bertanggung jawab”

“Tak kan ku biarkan kau untuk ikut mengambil pilihan sepertiku. Sudah ku katakan tiap orang memiliki pilihannya sendiri, dan inilah yang ku pilih”

Kim bum menatap kosong tuan park, sementara tuan park hanya tersenyum simpul. Ia bangkit dari sofanya dan beranjak untuk mendekat ke arah kim bum. Ia menepuk – nepuk bahu kim bum seakan – akan ia adalah ayahnya.

“Kau adalah pria pemberani, dan kau harus menunjukkan hal itu untuk mendapatkan kepercayaan dari ayahnya, karena ini tidak akan semudah yang kau pikirkan. Aku bangga bisa mengenal orang sepertimu, kau sudah seperti anak ku sendiri” gumam tuan park sambil menatap kim bum.

“Lakukan apa yang sudah kau pilih, dan buat itu menjadi kenyataan, Kim Bum. Ingat, Black Prince hanyalah sisi bayanganmu, karena sesungguhnya yang memiliki kehidupan adalah kau, bukanlah dia”

Dengan perlahan tuan park meninggalkan kim bum sendiri di ruangan yang besar itu. Matanya memandang tuan park hingga daun pintu berhasil menghalangi pandangannya. Dirinya terkulai lemas, memikirkan semua ucapan – ucapan tuan park yang benar – benar untuk kim bum sendiri.

Flashback end~

So eun kali ini terpaku dengan sikap kim bum yang rela untuk melepaskannya. Ia tidak ingin air mata nya kembali menetes, sudah cukup ia menangis di saat sebelumnya. Berharap semua masalahnya akan selesai, kali ini kim bum malah membuatnya semakin rumit. Tuan kim yang menyadari so eun termenung pun hanya tersenyum simpul.

”Ada hal lain yang dapat kau lakukan untuk menebus semua itu, semua kesalahanmu. Bukan dengan cara kau di adili ataupun yang lain” kata ayah so eun dengan tenang. Kim bum pun mengadahkan kepalanya ke arah ayah so eun dengan perasaan bingung.

”Tetaplah di sisi so eun, anak ini benar – benar membutuhkanmu”

Mata kim bum dan so eun membulat secara bersamaan saat mendengar ucapan ayah so eun. Mereka menoleh ke satu sama lain dengan tatapan ‘apa yang di katakan itu benar?’.

”Tuan Kim, apa anda baru saja meminta saya untuk…” ujar kim bum.

”Apa maksud ayah dengan kata ’anak ini membutuhkanmu’? Apa yang ayah maksud itu aku???” ucap so eun yang berhasil memotong pertanyaan kim bum. Tuan kim kembali tertawa kecil.

”Tidak ada penjelasan lagi, kalian berdua sudah dewasa, kenapa kalian tidak mengerti arti dari ucapanku? Apa perlu aku menguliahkan kalian berdua di fakultas bahasa dalam waktu 4 tahun?” ledek tuan kim.

Kali ini so eun yang berhasil di buat malu oleh ayah so eun tepat di depan kim bum. Kim bum hanya berusaha untuk menahan tawanya, sementara so eun menatap dua pria yang berarti dalam hidupnya itu dengan sinis.

”Aish… Kenapa ayah dan kim bum itu sama saja, selalu meledekku dengan sindiran seperti itu. Kalau aku pergi baru kalian tau rasa” gumam so eun yang di sertai dengan tawaan dari ayahnya dan juga kim bum.

Perasaan so eun kini membaik dengan sangat cepat, karena suasana di antara mereka dapat mencair. Akhirnya aku berhasil mengalahkan keadaan, pikir so eun. Sementara kim bum sangat bersyukur dengan keadaan ini, ia dapat kembali dekat dengan tuan kim dan juga gadis yang ia cintai, Kim So Eun. Senyum tulusnya pun terukir dengan manis di wajah tampannya.

***

One week later~

 

Kim bum berdiri tepat di depan pintu ruang kuliah so eun. Setelah pertengkaran hebat itu ia kembali menjadi asisten sekaligus kekasih so eun, itu pun menurut kim bum sendiri. Karena sebenarnya sampai saat itu ia belum menembak ataupun meminta seohyun untuk menjadi kekasihnya. Tidak lama kemudian jam kuliah pun berakhir. Dan coba tebak siapa yang keluar lebih dulu dari sana, tentu saja gadis yang bernama so eun!

”Sore kim bum!” sapa so eun dengan ramah. Senyumnya tidak pudar sama sekali meskipun hari akan menjelang malam.

”Oppa, kim bum oppa” ralat kim bum dengan tangan yang ia lipat di depan dadanya.

What??? Kau tidak pantas di panggil oppa, don’t you realize it?” sindir so eun.

“Ini bukan masalah pantas atau tidak pantas, ini masalah etikamu untuk menghormati orang yang lebih tua” ujar kim bum dengan nada menyindir. So eun pun merengutkan bibirnya karena kesal.

Dari belakang so eun tiba – tiba chae woo, so min, dan min young hadir dan bergabung dengan mereka. Mereka bertiga pun menyapa kim bum dengan ramah di tambah dengan senyuman termanis yang mereka miliki. Kadang di depan kim bum mereka semua lupa jika mereka sudah memiliki kekasih.

“Halo asisten kim bum, sudah lama tidak bertemu” sapa chae woo.

”Mmmm, itu benar. Kenapa baru muncul di kampus sekarang?” tanya min young.

”Ya ya ya itu bukan urusan kalian tau!” potong so eun dengan nada tinggi. Ia tidak ingin teman – temannya tau kalau dirinya sempat bertengkar hebat dengan kim bum dan juga ayahnya sendiri.

”Kami memiliki hak untuk bertanya pada kim bum, dan kim bum berhak untuk menjawab pertanyaan kami. Intinya, kau tidak berhak melarang kami untuk bertanya pada kim bum” kata so min dengan senyuman liciknya. So eun pun berhasil terperangah dengan elakkan so min itu.

”Ada beberapa hal yang harus ku selesaikan di luar kota, dan kebetulan baru selesai sekarang. Karena itu aku baru kembali, maaf jika aku merepotkan kalian untuk mengawasi so eun” jawab kim bum dengan tidak kalah ramahnya.

”Aigooo kenapa dia menjawab nya dengan anda seperti itu??? Kalau begini caranya semua mahasiswi di kampus akan mendekati dan menyukainya. Dasar asisten yang tidak setia!” kesal so eun dalam hatinya. Matanya tidak berhenti menatap kim bum dengan sinis, sementara kim bum tetap santai dengan pembawaannya.

”Hei hei hei sedang apa kalian berkumpul di sini??? Wah, apa kabar so eun??? Sudah lama tidak melihat mu dengan wajah seperti itu” ujar min ho yang tiba – tiba datang di ikuti oleh il woo dan juga hyun joong.

”Apa maksudmu dengan sudah lama tidak melihat wajahku seperti ini hah??? Baru bertemu saja sudah mengajak perang, ku doakan supaya kau putus dengan min young” sindir so eun pada min ho. Mulut min ho pun berhasil membentuk huruf ’O’.

”Apa kabar kim bum-ssi? Sepertinya aku jarang sekali melihatmu, atau karena aku yang jarang menemui so min di sini ya?” tanya hyun joong yang kini berdiri di samping so min.

”Ah, itu benar, kita jarang sekali bertemu. Itu karena kesibukanku” ucap kim bum.

”Kau datang ke sini untuk menjemput so eun?” tanya il woo sambil menoleh ke arah so eun.

”Ya, itupun jika dia bersedia untuk ku jemput” kata kim bum yang kembali menyindir so eun. Mereka berdua pun saling menatap sinis.

”Kalian ini kenapa? Sedang bertengkar lagi ya???” tanya min young yang curiga. Chae woo dan juga so min pun mengangguk tanda setuju.

So eun tidak memberikan jawaban apapun pada min young, dan kim bum hanya tertawa licik. Sudah lama sekali tidak bertengkar ataupun memancing pertengkaran dengan so eun, pikirnya. Teman – teman so eun pun hanya menggeleng – gelengkan kepala. Kim bum dan so eun benar – benar kembali seperti dulu, seperti pertama kali mereka bertemu, dan kim bum tidak menyesali hal itu. Mungkin karena sifat so eun yang mudah emosi kim bum menjadi sangat mencintainya. Itu bukanlah hal yang mustahil bukan?

***

”Kau baru saja kembali diterima sebagai asisten pribadiku, tapi kenapa kau malah membuat masalah baru di depan teman – temanku???” tanya so eun dengan emosi.

Don’t you remember? Yang memintaku untuk kembali menjadi asistenmu itu ayahmu sendiri, bukan aku” jawab kim bum dengan pandangan tetap fokus ke depan. Ya, saat itu ia sedang duduk di bangku pengemudi, sementara so eun duduk di sampingnya.

”Kalau begitu mengapa kau tidak menolaknya saja???” tanya so eun lagi.

”Untuk apa lagi aku menolaknya, aku mempunyai etika terhadap orang yang lebih tua” jawab kim bum dengan tenang.

”Apa kau berusaha untuk meledekku lagi???”

”Menurutmu?”

”Aish lupakanlah!!!”

Kim bum kembali berhasil membuat so eun gusar sendiri dengan jawabannya yang terus menyindir so eun. So eun hanya menatap pemandangan dari jendela di sampingnya dengan raut wajah cemberut. Kim bum bisa melihatnya dengan jelas dari kaca spion, dan itu membuatnya ingin tertawa.

”Hei, apa kau lupa jalan menuju ke rumahku? Rumahku belok ke kanan, bukan lurus” kata so eun. Ia baru menyadari ketika kim bum tidak kunjung berbelok ke arah rumahnya.

”Kau pikir aku tipe orang yang pelupa sepertimu? Tentu saja aku tau” ucap kim bum yang kemudian menatap cepat ke arah spion kanannya.

”Tapi kenapa kau malah jalan terus? Memangnya ada jalan lain menuju ke rumahku? Kenapa aku baru tau???” kata so eun lagi.

”Saat ini kau ada di posisi sebagai penumpang, dan aku pengemudinya. Kau tinggal diam dan duduk manis di sampingku, dan kau boleh turun ketika kita sudah sampai. Ara?”

So eun menatap kim bum dengan pandangan aneh. Mengapa kata – kata kim bum seakan – akan sedang mengguruinya, pikir so eun. Ia pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, dan menekan tombol – tombolnya.

”Kau mau menelfon siapa?” tanya kim bum.

”Polisi, pihak kepolisian” jawab so eun singkat.

”Oh” balas kim bum yang tidak kalah singkatnya.

”Kau, hanya bicara ’oh’ padaku???”

”Wae?”

”Apa kau tidak ingin tau mengapa aku menelfon kepolisian???”

”Tidak, untuk apa aku mengetahuinya? Itu bukan urusanku”

”Aku menelfon pihak kepolisian untuk melaporkanmu karena percobaan penculikan terhadap anak presiden tau!!!”

Kim bum langsung menoleh ke arah so eun dengan terkejut, kemudian ia meminggirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia menatap so euun dengan fokus, dan itu membuat so eun bergidik ngeri.

”Coba kau ulang ucapanmu tadi, siapa yang kau bilang ingin mencoba untuk menculik mu???” tanya kim bum.

”K-Kau…” jawab so eun pelan.

”Kau pikir saat ini aku sedang mencoba untuk menculikmu, setelah kemarin aku baru saja meminta maaf pada ayahmu karena semua kesalahanku di masa lalu???” tanya kim bum lagi dengan nada yang lebih tinggi. So eun hanya mengangguk pelan.

”Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, Kim So Eun?! Untuk apa aku menculikmu, untuk ku jual ke luar negeri agar di jadikan pembantu hah???”

”Jadi kau benar – benar berusaha untuk menculikku, dan ingin menjadikan ku pembantu??? Kau sangat kejam Kim Bum!!!”

”Mwo??? Astaga kau salah mengambil pengertian dari ucapanku so eun!”

”Lalu apa??? Kau ingin berdalih dengan alasan lain??? Aku tidak menyangka ternyata sifatmu seburuk ini”

”CUKUP!!!”

Bentakkan kim bum membuat so eun kembali bergidik ngeri. Baru pertama kali ia melihat kim bum semarah itu. So eun terlihat seperti anak kecil yang benar – benar bodoh di depan kim bum.

”Dengar aku baik – baik, Kim So Eun. Aku tidak ada niat ataupun pikiran untuk menculik dan menjualmu sebagai pembantu ke luar negeri. Dan mengapa aku tidak berbelok ke kanan, sebagaimana arah menuju ke rumahmu? Karena aku ingin mengajakmu ke satu tempat, ada hal yang harus ku bicarakan denganmu. Apa bisa di mengerti, nona So eun???” tanya kim bum dengan nada meledek.

“Hooo, ku pikir kau benar – benar akan menculikku. Masa gadis cantik seperti ku mau kau jadikan pembantu, yang benar saja” balas so eun dengan pede.

“Kalau kau ku jadikan pembantu, tidak akan ada yang akan mempekerjakanmu. Percayalah padaku”

“Kim Bum!!!”

Kim bum pun di buat tertawa puas oleh so eun kala ia menatap raut wajah marah so eun yang aneh itu. So eun mendengus kesal dan kini benar – benar tidak ingin peduli apapun tentang kim bum. Tentang mau di bawa ke mana dirinya, sekarang so eun tidak ingin mengurusinya. Ia sudah keburu kesal duluan dengan perawakan kim bum yang berubah menjadi iseng bila di depannya.

-Kim So Eun POV-

Apa yang ku lakukan setelah kim bum menertawakan ku seenak jidatnya??? Menatap kesal apapun yang ku lewati dari balik jendela mobil yang berada di sampingku. Hatiku mendengus kesal, ingin sekali rasanya ku lempar pria ini ke dasar jurang yang paling dalam. Sayang saja aku tidak bisa kehilangan dia, jika bisa tak perlu menunggu aku marah pasti sudah ku lempar *plakk*.

Perjalanan yang ku tempuh bersama kim bum sudah memakan waktu lebih dari 1 jam. Sudah beribu pertanyaan yang ingin ku tanyakan, yang pada intinya hanya ingin bertanya kalau ia ingin membawaku kemana. Jika aku bertanya seperti itu, lalu di mana letak harga diriku nanti? Aish bisa – bisa aku akan stress dan kim bum akan membawaku ke rumah sakit jiwa.

Jalanan yang kami lewati terasa tak asing lagi bagiku. Benar – benar seperti pernah ku alami, dan ingatan ini sangatlah menempel di otakku. Ah, ini kan jalan menuju ke Jeonju. Iya, ini jalan menuju ke Jeonju saat aku di ajak kim bum untuk pergi ke festival tahunan di sana! Tidak salah lagi, ini pasti jalannya. Tapi untuk apa dia mengajakku ke Jeonju? Apa ia berusaha untuk mengajakku ke festival lainnya?

“Hei asisten berkaca mata” panggilku dengan nada cuek.

“Mwoya? Tadi kau memanggilku dengan sebutan apa?” tanya kim bum. Ku rasa ia hanya berpura – pura tidak dengar.

“Asisten berkaca mata. Perlu ku ulangi? ASISTEN BERKACA MATA” jelasku supaya ia tak basa – basi lagi.

“Sudah lama kau tidak memanggilku dengan sebutan itu, hahaha… Tunggu, ada apa kau memanggilku? Apa kau sudah tidak marah lagi? Apa otakmu sudah tidak mendidih?” katanya yang mulai membuat lelucon. Sungguh, aku benar – benar tidak mempan dengan lawakannya.

“Lupakan soal lelucon atau panggilanmu itu, aku tidak peduli. Jadi, untuk apa kau membawaku ke Jeonju hah?” tanyaku yang langsung to the point.

“Bagaimana bisa kau tau kalau ini jalan menuju Jeonju? Rupanya ingatanmu sedang berfungsi” balasnya dengan senyuman licik.

“Ku tanya alasan mu membawaku ke Jeonju itu apa, jangan bahas yang lain”

“Kau benar – benar ingin mengetahuinya?”

“Ya, dan jangan menggunakan basa – basi lagi. Waktu ku tidak banyak, tuan Kim”

“Kau akan mengetahuinya nanti, nona So Eun”

Baiklah, ku pasang lagi muka datarku. Dasar pria payah, mengapa aku bisa mencintai pria sepertimu sih? Eh, seharusnya yang ku cintai itu black prince, bukan dirinya. Yaa meskipun yang memerankan tokoh black prince itu kim bum sendiri.

Kami pun sampai di sebuah taman kota yang ada di Jeonju, taman yang sama dengan yang pernah kami kunjungi setelah dari festival tahunan. Saat itu aku meminta kim bum untuk membawaku ke suatu tempat untuk menghabiskan hari terakhir ku di Jeonju, dan dia membawaku ke sini. Dan kalian tau, pemandangan di sini masih sama indahnya dengan pemandangan malam itu.

“Ayo turun, kau mau tetap berdiam di dalam sini?” tanyanya padaku.

“Tadinya, jika kau tidak menyuruhku untuk turun” ujarku cuek.

Aku pun turun dari mobil dan mengikuti langkah kim bum yang berjalan di depanku. Salah satu tangannya ia masukan ke dalam saku celananya, sementara tangan kirinya bergelayut bebas mengiringi langkah kakinya. Kemudian kami berhenti tepat di tempat di mana kami bisa memandang langit bebas tanpa penghalang apapun. Tak ada pohon, tak ada rerumputan tinggi, dan tak ada ilalang yang menghalanginya. Kami berdiri berdampingan, menatap langit sore berwarna oranye kehitaman.

“Kau mengingat taman ini bukan?” tanya kim bum padaku.

“Ya, seperti yang kau tau ingatan ku tentang kota Jeonju sangat menempel di sini” ujarku sembari menunjuk kepalaku sendiri.

Ku lihat ia tertawa kecil setelah aku menjawab pertanyaannya dengan cara seperti itu. Tanpa ku sadari aku pun ikut tersenyum melihatnya seperti itu. Aku sangat menyukai senyumnya, senyum nya sebagai Kim Bum, bukan sebagai Black Prince.

“Kau masih ingat, saat kita pertama kali bertemu ketika aku menjadi black prince? Ketika kau berada di panggung mengenakan kalung berlian yang ingin ku curi waktu itu?” tanyanya lagi. Sepertinya kim bum sedang ingin mengenangnya.

“Mmm. Tiba – tiba semua lampu di sana mati dan kau datang, merengkuhku dan menatapku dengan tatapan seperti itu. Dengan bodohnya aku menyia – nyiakan kesempatanku untuk bertemu denganmu. Bukankah aku menceritakan hal itu padamu ketika kita sudah sampai di rumahhmu?” kataku. Dan kim bum pun mengangguk.

“Tidak ku sangka, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya aku baru saja mengenalmu, dan kini kita sudah saling mengenal satu sama lain. Yang ku tau, kau adalah gadis paling tangguh yang pernah ku kenal”

“Dan kau adalah laki – laki paling pemberani yang pernah ku ketahui?”

“Maksudmu?”

“Berani – beraninya kau mendekatiku dengan 2 kepribadian yang berbeda, dan juga 2 kepribadian yang sama – sama ku sukai. Kau sebagai Kim Sang Bum dan kau sebagai Black Prince. Sungguh keterlaluan kan? Ckckck”

Aku dan kim bum pun tertawa bersama saat ku lontarkan pendapatku tentangnya. Sudah lama aku merindukan saat – saat seperti ini, di mana aku menghabiskan hariku dengan nya. Sepertinya hati kecilku sedang tersenyum manis sekarang.

-Author POV-

Untuk beberapa detik suasana terasa kaku diantara mereka. Antara kim bum dan juga so eun tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun untuk memecah suasana kaku itu. Hingga akhirnya kim bum yang berbicara lebih dulu.

“Kau tau so eun, hatiku terasa tenang ketika ayahmu menyuruhku untuk tetap berada di sisimu. Tidak bisa ku bayangkan bagaimana akhir hidupku jika aku harus meninggalkan mu karena kesalahanku sendiri” gumam kim bum dengan nada menyesal.

“Andai saja saat itu aku berani untuk mengatakannya, aku pasti akan bilang jika aku tak berarti tanpamu. Aku sudah kehilangan ibu, dan aku juga sudah kehilangan Min Jung eonnie. Hingga suatu ketika aku harus kehilangan ayah, hidupku sudah tak ada apa – apanya lagi” ujar so eun dengan perasaan yang tersentuh.

“Jika begitu, bisakah aku hadir untuk memberikan arti itu dalam hidupmu?”

So eun menoleh ke arah kim bum dengan tatapan bingung. Kim bum pun berdiri menghadapnya, dan menatap kedua bola mata so eun dengan intens. Jantung so eun berdegup dua kali lebih cepat, matanya tak bisa terlepas dari pandangan indah kim bum.

“Ada seseorang yang pernah mengatakan jika setiap orang memiliki pilihan di dalam hidupnya, dan setiap orang juga harus membuat pilihan, membuatnya menjadi kenyataan” ucap kim bum. So eun hanya diam membeku.

“Mungkin aku terlambat untuk menyadarinya, namun harus ku akui jika pilihan itu sudah ku jalani. Ya, aku sudah menemukan dan membuat pilihan yang akan ku tempuh dalam hidupku. Dan kau tau, pilihan apa yang sudah ku buat?” sambung kim bum.

Perlahan tangan kim bum bergerak untuk merengkuh pinggang so eun, sehingga ia dapat menatap wajah dan matanya lebih dalam. So eun seperti terhipnotis, dia hanya bisa terus berdiam diri tanpa mengatakan apapun. Sekarang sudah tak ada jarak lagi di antara mereka. Kim bum mendekatkan wajahnya ke arah wajah so eun. Hidung mereka pun sudah bersentuhan, nafas yang di keluarkan oleh kim bum berhasil membuat hati so eun berdesir. Dan kini bibir mungil so eun pun tersentuh oleh kecupan lembut bibir kim bum. Kedua mata mereka terpejam, menikmati angin yang berhembus menerpa tubuh mereka.

“Mencintaimu sepanjang sisa waktu yang ku miliki, itulah pilihan yang ku buat dalam hidupku” bisik kim bum. So eun membulatkan matanya kala mendengar pengakuan dari kim bum.

Kim bum melonggarkan rengkuhannya di pinggang so eun, ingin melihat wajahnya agar lebih jelas. So eun tidak mampu memberikan jawaban apapun, hatinya tersentuh saat kim bum memilih dirinya untuk di cintai.

“Meskipun aku memilih untuk mencintaimu, namun aku tidak akan pernah memintamu untuk menjadi kekasihku” kata kim bum lagi. Kening so eun pun langsung berkerut.

“Jadi, kau akan tetap mencintaiku tanpa harus ada aku di sisimu? Kau ingin merelakanku pada pria lain, mencintai tanpa memiliki aku untukmu?” tanya so eun dengan heran. Kim bum hanya tersenyum kecil.

“Bodoh sekali jika aku merelakanmu untuk laki – laki lain, aku bisa bunuh diri” celetuk kim bum.

“Lalu apa maksudmu? Setelah mencium bibirku dan mengakui perasaanmu, sekarang kau bilang tidak akan memintaku untuk jadi kekasihmu. Apa kau sedang berusaha untuk membohongiku lagi???”

“Hei, bisakah kau tidak menggunakan kalimat ‘membohongiku lagi’? Ku rasa aku cukup tersindir dengan kalimat itu”

“Ah, maaf kim bum, aku tidak bermaksud untuk seperti itu. Aku hanya –“

“Aku kecewa atas sikapmu, tidak taukah kau akan hal itu?”

“Maaf kalau kau kecewa, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan supaya kau tidak kecewa terhadapku”

Mendadak so eun menjadi terlihat murung, dirinya juga ikut kecewa atas sikapnya sendiri. Awalnya ia senang karena kim bum mengutarakan semuanya, tapi ia sendiri yang merusak suasana. Kim bum yang tadi terlihat kecewa justru kini tersenyum manis melihat so eun yang seperti itu.

“Kau yakin akan melakukan apapun yang ku pinta?” tanya kim bum memastikan. So eun mengangguk pelan, matanya menggambarkan jika ia sangat takut jika kim bum akan terus marah padanya.

“Yakin?”

Sure

“Kalau begitu dengarkan aku baik – baik”

Kim bum kembali mendekatkan wajahnya pada so eun. So eun meletakkan kedua tangannya di dada bidang kim bum untuk mempertahankan jarak di antara mereka. Dan kim bum membisikkan sesuatu pada so eun.

“Menikah denganku”

So eun kembali terkejut, ia benar – benar kaget tepat di depan mata kim bum dengan jarak sedekat itu. Kim bum hanya tersenyum melihat so eun, seperti tak terjadi apapun di antara mereka berdua.

“Jadi, bagaimana?”

“A,aku..”

“Ya, atau tidak. Hanya jawaban itu yang bisa ku dengar. Namun aku hanya menerima jawaban ‘ya’”

“Kim bum..”

“Mmm?”

“Sepertinya aku sudah menemukan jawabannya”

“Lalu? Apa jawabanmu?”

“Tutup matamu”

Kim bum menutup kedua matanya, dan so eun pun tersenyum simpul. Dengan cepat ia menangkup wajah kim bum dan ia menautkan bibirnya pada bibir kim bum. Kim bum pun langsung tersadar dan membulatkan kedua matanya. Dan sedetik kemudian, ia ikut terhanyut dalam ciuman yang di temani oleh sunset di kota Jeonju.

            “I love you as yourself, and i love you as a Black Prince. Two sides in one man, and the man is you” – Kim So Eun.

 

            “There’s no one word that can be explained how much i love you. I will always be your prince, So Eun” – Kim Bum.

 

 

And the story of ‘Black Prince’ is end…

 

 

Alhamdulillah ff ini bisa kelar dalam wkt yg cukup lama, berhubung tugas2 sekolah yang ga bisa di tolerir alhasil beginilah alur ceritanya.

Di sini saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya untuk semua yang sudah menyempatkan diri untuk membaca ff ini. Baik yg memberikan komentar maupun yg tidak.

Karena tanpa kalian, saya ga ada artinya di sini. Pokoknya kalo saya bisa bow ke semua readers pasti udah saya lakuin deh.

Project ff selanjutnya?

Belum ada bayangan, jujur itu ya. Tapi kalaupun ada pasti ga akan dlm wkt dekat, nyari waktu libur. Hehehe…

Baiklah, sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Salam hangat dari author yang payah namun tetap kece ini, kekeke~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , ,

41 thoughts on “(FF) Black Prince – Part 10 (End)

  1. sarah November 23, 2012 pukul 12:57 pm Reply

    happy ending…
    keren thor..

  2. dedekartika November 23, 2012 pukul 1:49 pm Reply

    suka_sukaaa….happy ending’nya daebakkk…
    Hilang sudh rasa penasaran’qu tntng ff’ini..hehe..
    *gomawo buat anthor yng udh ngepost ff ini….qu’tunggu karya ff’baru’mu….^_^

  3. cucancie November 23, 2012 pukul 1:58 pm Reply

    Yeahhh….dua jempol untuk author,keren suka bgt endingnya banyak part bumsso yg romantis,tp masih ada seohyun dan kyuhyun yg ikut nimbrung nih,tp itu ga ngurangin serunya cerita romantis bumsso….ditunggu karya2 nya yg lain y thor.Fighting!!!

  4. cucancie November 23, 2012 pukul 2:07 pm Reply

    Yeahhh….dua jempol untuk author,keren suka bgt endingnya banyak part bumsso yg romantis,tp masih ada seohyun dan kyuhyun yg ikut nimbrung nih,tp itu ga ngurangin serunya cerita romantis bumsso….ditunggu karya2 nya yg lain y thor.Fighting!!!!!

  5. pipip November 23, 2012 pukul 2:10 pm Reply

    Waah akirnya happy ending ya, seruu kok ceritanya
    Dtggu ya thor ff slnjutnya

  6. heldajungsoo November 23, 2012 pukul 3:15 pm Reply

    Happy ending. asek, ff bumsso.a ditnggu.

  7. try cahya November 24, 2012 pukul 1:37 am Reply

    happy ending…
    cie2 bum ngelamar sso….

    akhrx bumsso bs hdup bersama slamax,,,
    ditggu ff terbarux..🙂

  8. Niniet November 24, 2012 pukul 6:55 am Reply

    yeaaaaaaaaahh happy end…. ;D

  9. Devi November 24, 2012 pukul 9:21 am Reply

    KereN bNgeeeet thor part terakhir’a,,,,,,,

    So sweeet bNgeeeet bumppa mNgajak eoNNie so euN married ,,,,,,,🙂🙂🙂

    D tNg2u thor karya laiNN’a yg cast bumsso ,,,

  10. SintiaBumsso November 24, 2012 pukul 9:48 am Reply

    Uauauauuau keren kak syifaaaa keren bangettttttttt huhuhu romantis menegangkan sedih senang bahagia misteri action bercampur semua jadi satuu kekeke
    kak kalo bisa bikin part specialnyaa yayayaya please kekek😀

  11. Alfira November 24, 2012 pukul 10:30 am Reply

    happy ending
    kekeke
    horeeeeee
    daebak chingu

    ff bumsso yg lain aku tnggu^^

  12. agustin ayu November 24, 2012 pukul 11:52 am Reply

    huuahh keren banget thor endingnya, aku suka banget ^^
    akhirnya setelah konflik berkepanjangan bumppa sama Ssf eonni bersatu juga, kekekek~
    di tunggu karya2 selanjutnya yg lebih keren lagi🙂

  13. Ananda meidiana putri November 24, 2012 pukul 3:08 pm Reply

    Suka banget sama ending nya😀 romantis banget😀 sampe terus-terus terbayang di otak😀. Pokok nya cerita author keren banget deh🙂 aku tunggu ff bumsso yg baru🙂 ok

  14. dyyyy November 24, 2012 pukul 3:36 pm Reply

    happy ending……..
    syukurlah bum gak masuk penjara

  15. Dizha adrya November 25, 2012 pukul 3:26 am Reply

    Akhr ny happy ending jg ya thor,,, ska bgt ma ending ny,,, oh ya thor,,, d tgu ff slnjt ny y thor,,, q doa in smga author cpt mndpt kn ide” bru spya cpt bkn ff yg bru,, fighting author,,,

  16. amaliaaa November 25, 2012 pukul 6:30 am Reply

    daebak thor..sepuluh jempol buat author..bumsso-nya so sweet bgt deh and happy ending..ditunggu karya selanjutnya..

  17. merry November 25, 2012 pukul 7:37 am Reply

    hukuman yg d kasih dri appa so eun bwt kibum bijak bgt d suruh jaga anaknya ,dan akhirnya ini sampe part akhir yg happy bgt.. Ini bkal d bwt kan sequel ga sampe kibum nya menikah sama so eun..memicu pertengkar itu cara mereka bwt sling mengerti

  18. Justgalon November 25, 2012 pukul 10:13 am Reply

    akhirnya tamat..eheheheh
    bahagia akhirnya ekekeek..lanjut buat FF yg lain ya thor😀 semangat eheheeh

  19. Nia lestari lufibumhekidory November 25, 2012 pukul 3:09 pm Reply

    .Aku kira endingnya sampe mereka nikah..
    .tpi tak apalah yg penting tuntas,..
    .horayy..sorak-sorak bergembira*mulai??gila’?*

  20. vani November 26, 2012 pukul 2:52 am Reply

    ihiiir end juga, seneng tp nggantung gak ada weddingnya ^^
    ok Chandra dtunggu ff bumsso selanjutnya

  21. devya November 26, 2012 pukul 5:58 am Reply

    wah bagus banget,,,
    aku suka endingnya, tapi maaf baru komen sekarang padagal bacanya dari part 1,,,,,,

  22. ria November 29, 2012 pukul 1:57 pm Reply

    aargh part end y keren bgt . .
    Ff black prince d bkn sequel y dong thor . .

    D tngu karya2 bumsso yg laen y thor

  23. Queenella November 30, 2012 pukul 11:14 pm Reply

    Akhirnya selesai juga baca ff ini
    Seneng banget karena happy ending
    Ceritanya keren
    Perasaan lucu, tegang, romantis semuanya jadi satu
    Ditunggu ff bumsso selanjutnya🙂

  24. bumssoelfsuperjunior Desember 4, 2012 pukul 10:56 pm Reply

    Keren keren…suka sama ceritanya, akhirnya bersatu juga mereka

  25. Sendy Sekar Desember 6, 2012 pukul 5:41 am Reply

    omo ternyata udh end..
    keren eon happy ending yeeyy..
    ditunggu karyaa ff bummso nya😀

  26. sugarsoya Januari 7, 2013 pukul 2:55 pm Reply

    Kerenn banget akhirnya syifa, mian komennya telat,
    Aku baru mampir ke wp ini lagi,
    Akhirnya bumsso bersatu, ya ampunn kim bum romantis bangett ya, ngutarain perasaannya langsung ngajak nikah, ga pake pacaran dulu, ahhh so sweet!!
    Aku suka kata2 soeun n kim bum di akhir ff nya…

  27. tanti no kawai Januari 28, 2013 pukul 1:34 pm Reply

    ending yg kerennn……🙂

  28. edogawa kim suju Februari 21, 2013 pukul 2:45 pm Reply

    Kyaaaaa… Kuereeennn..
    Author DAEBAK !! TOP !!
    Happy end..
    Yeeeee.. Htiku berbunga-bunga !!!
    Ak ska bnget..
    Author kreatif , pintar , keren !!!
    Ak ska banget endingnya !!!
    DAEBAK !!!!

  29. aulia chandra April 9, 2013 pukul 6:48 am Reply

    Keren thor,walau sedikit ketebak!tp tetep KEREN
    aku suka jalan ceritanya
    Daebak thor🙂

    mian ngasih komentarnya cuman di part akhir doang🙂

  30. sSakdiyah_BeomSso Mei 16, 2013 pukul 2:13 am Reply

    endingnya keren …
    aku suka🙂
    ditunggu ff slanjutnya ^^

  31. yulie_bumsso Juli 12, 2013 pukul 5:43 am Reply

    Jiahhh akhrr n slsaii jga..
    Fiuhhh fiuhhhh daebakk bnerr nii FF..
    Krennnnn..
    Akhrr n Bumsso brstuu..happy ending..asyiekkkk..
    🙂
    Oy kak..bkin special part n dong..heee..
    🙂
    kimbum lgsugg ngelamarr gakk mw lgsug jdiann..*jiahh oopaa to tuittt..toeng..toell..
    Heeeee..
    🙂
    FF n yg the love book d smbug dong eoonie..bnar2 kngen sma FF itu..

  32. Cut Desember 11, 2013 pukul 3:37 pm Reply

    Romantin ending nya😀 maaf baru baca.. Heheh

  33. lilis suryani Juli 5, 2014 pukul 5:46 am Reply

    akhirnya bersatu jg🙂

  34. Dianabumsso Juli 11, 2014 pukul 4:49 pm Reply

    Aq suka happy anding nya,,,
    terharu bnget akn sikap ayah nya so eun yg bijak sana,,,,
    slamat y buat bumsso krna sdah d restui hub nya,,,,🙂🙂
    mksih thor ats hiburan ff nya,,,,semangat!

  35. ainami Agustus 20, 2014 pukul 8:34 am Reply

    endingnya soooooo sweeeet aaah dokidoki plus drooling nih bacanya wkwkwkk

    tuan park bijak juga ya, setelah dia sadar bum cinta sama sso dan sadar jg keluarganya gak akan kembali, tuan park memilih utk menebus kesalahan2nya dan tanpa melibatkan bum…. wow keren..!!
    jadinya bumsso bisa bersatu deh…. ah leganya
    aku suka ceritanya, thanks author

  36. Femilda nengsih September 13, 2014 pukul 11:01 am Reply

    Keren and so sweet sempurna utk ff ini

  37. putri abdah Desember 24, 2014 pukul 5:05 am Reply

    Kerennnnn Ffny unik.. Aku nangiss masa..
    Teruskan kerja mu menuliss ff thorr (y)😉😉

  38. laila_annisa Januari 6, 2015 pukul 10:25 am Reply

    Happy ending😀
    AaaaiiiggGgoo mestinya ngeliat bumppa sama sso rumah tangganya gimana??pasti seru deh
    Semoga aja pas nikah sso ingga marah-marah😀 heheheh😀

    Terus berkarya😉

  39. nisable Maret 2, 2015 pukul 3:09 pm Reply

    happy ending. ffnys keren thor, sengaja nih aku kommennya di akhir part biar greget. hha
    terus berkarya ya thor , walaupun aku bru baca 3 thun kmudian stlh ff ini di publish. hha salam bumsso shipper🙂

  40. agitha April 2, 2015 pukul 5:43 pm Reply

    . annyeong q reader br..ff’y keren thor..happy end..bumppa gg pk pacaen lngsung ng’lmar lgi,daebak..2jmpol wat author..

  41. humairah khairani Maret 11, 2016 pukul 10:21 pm Reply

    Ceritanya bangus dan q menyukainya. Tpi ad bgian yg q egak ngerti. Y itu d bagian flasback. Itu sulit q mengerti. But as so far, ceritanya keeerennn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: