(OS) Always By Your Side


Always By Your Side

(Sequel of ‘Will You Marry My Mom?’)

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Kim Ha Na (fictional), Park Min Young

Genre: Romance, Family

Type: One Shoot

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak disengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Annyeong haseo yeorobeun~

To the point aja ya?

Well, ff ini saya buat di saat ff saya yang lain berjudul ‘Black Prince’ masih terbengkalai. Tapi jangan khawatir, Black Prince masih on the process yaw~

Maaf jika sequel dari TS saya yang berjudul ‘Will You Marry My Mom’ ini akan sangat jelek *bow*

Ya udahlah ga usah banyak cincong, langsung di baca aja cong (?) #digebukinreaders xD

 

Their life are start from here…

 

Hari itu pun tiba, hari yang selama ini ia nantikan. Ya, hari ini wanita berhati malaikat bernama Kim So Eun itu akan melangsungkan pernikahannya dengan pria yang telah dikirimkan oleh tuhan dan tak kalah baiknya, Kim Bum. Senyum tercantiknya itu merekah bagaikan bunga mawar yang baru saja bermekaran di bawah sinar matahari. Tak henti – hentinya ia mengucap syukur karena semua yang telah berhasil ia lewati bersama dengan malaikat kecilnya, Kim Ha Na. Karena ha na lah so eun bisa sampai di tingkat seperti ini. Mata indahnya terus menatap cermin yang memantulkan kecantikkan dirinya dengan gaun pernikahan berwarna putih anggun itu.

“Ya tuhan, mengapa aku merasa gugup seperti ini? Ayo Kim So Eun, kau pasti bisa melewati hari ini dengan mudah, ini kan hari terindah dalam hidupmu” gumam so eun. Ia berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri yang sudah gugup terlebih dulu.

Tok tok tok…

Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar ruangan so eun. So eun langsung menoleh ke arah pintu, berharap yang akan datang bukanlah kim bum. Hatinya belum siap untuk menatap kedua mata kim bum itu.

“Ibu!”

“Ha na!”

Gadis kecil bernama ha na itu langsung berlari menghampiri so eun. Ia langsung memeluk so eun dengan erat, dan so eun pun membalas pelukannya dengan erat juga. So eun agak kesulitan untuk memeluk ha na dikarenakan gaun pengantinnya yang cukup panjang dan juga sepatu berhak tinggi yang ia kenakan.

“Ibu tau tidak, ibu caaaaaannntik sekali dengan gaun ini! Kim bum oppa pasti akan menyukainya!” ucap ha na yang memuji so eun dengan sepenuh hatinya. So eun hanya tersenyum manis.

“Ha na juga cantik dengan baju yang ha na kenakan sekarang. Siapa yang memilihkannya?” tanya so eun dengan lembut.

“Tentu saja kim bum oppa! Ia benar – benar baik sekali, aku tidak sabar untuk dibacakan cerita oleh oppa nanti malam. Iya kan bu???” katanya dengan bersemangat.

“Ya, itu benar. Ibu akan senang jika ha na senang, ha na tau hal itu?”

“Mmm, ha na tau. Pokoknya nanti ibu jangan menangis ya di depan kim bum oppa, nanti cantiknya ibu akan hilang”

“Iya ha na, ibu akan menuruti semua ucapan ha na. Ibu janji”

So eun dan ha na saling melempar senyum pada satu sama lain. Rasanya seperti ha na benar – benar mengerti saat – saat penting seperti ini, padahal ia baru berusia 4 tahun. Anak yang sangat baik, batin so eun.

***

“Pengantin wanita, dipersilahkan memasuki mimbar pernikahan”

So eun pun berjalan selangkah demi selangkah menuju mimbar pernikahannya. Di sana terdapat pendeta dan juga pria yang telah menunggunya dengan perasaan gusar. Siapa lagi kalau bukan kim bum? Ia menatap so eun kagum, kagum dengan segala yang ada pada dirinya. Akhirnya so eun sampai di tempat yang akan menjadi tempat paling bersejarah baginya, ia berdiri tepat disamping kim bum. Kim bum dan juga so eun saling menautkan tangan mereka, meyakinkan hati mereka jika semuanya akan berjalan dengan baik. Dan pengucapan janji pernikahan itupun di mulai.

“Kim Sang Bum, bersediakah kau menerima Kim So Eun apa adanya? Dalam suka dan duka, di saat ia sakit, selalu berada di sisinya, dan menjalani sisa hidupmu bersamanya?”

“Aku, Kim Sang Bum, bersedia menerima Kim So Eun apa adanya. Aku akan selalu bersamanya dalam suka dan duka, di saat ia sakit, berdiri di sampingnya, dan menghabiskan sisa waktuku bersamanya”

Kim bum mengucapkan janji itu dengan sangat yakin, hal itu sangat terlihat dari nada bicaranya. Wajahnya pun terlihat serius disaat ia mengatakannya. Tangan kim bum yang bertautan dengan tangan so eun menggenggamnya dengan lebih erat. Rasanya ingin menangis, pikir so eun. Namun ini bukanlah saatnya.

“Kim So Eun, bersediakan kau menerima Kim Bum apa adanya? Di saat ia bahagia dan tertatih, di saat ia sakit, menjadi istri yang setia, dan menjalani sisa hidupmu bersamanya?”

Tenggorokannya terasa berat, sulit bagi so eun untuk mengucapkan janji itu. Hatinya begitu terharu, namun kim bum menatapnya lembut dan menggenggam erat tangan so eun seakan – akan berkata ‘kau pasti bisa, kim so eun’.

“Aku, Kim So Eun, bersedia menerima Kim Bum apapun yang ada pada dirinya. Disaat ia berbahagia maupun berduka, disaat ia sakit, menjadi istri yang selalu setia dan menjalani sisa umurku bersamanya”

“Baiklah, dengan ini ku nyatakan kalian berdua resmi menjadi sepasang suami istri. Tuan dan nyonya Kim”

Riuh tepuk tangan para hadirin undanganpun menggema ke seluruh ruangan, dan itu membuat so eun bergetar sekaligus bahagia. Di lihatnya ha na yang juga bertepuk tangan dengan sangat keras, ia mencoba untuk melakukannya. Kim bum dan so eun menatap satu sama lain dengan perasaan bahagia. Semua itu tidak dapat di gambarkan, karena tidak ada sepatah katapun yang bisa mewakilinya.

“Kita berhasil” bisik kim bum di tengah keramaian para tamu undangan. So eun mengangguk pelan dengan senyumannya.

“Terima kasih Tuhan, pada akhirnya aku bisa melakukannya tanpa kesalahan sedikitpun. Semoga pernikahan ini akan menjadi pernikahan pertama dan juga terakhir bagiku dan juga kim bum” batin so eun.

“Untuk meresmikan hubungan kalian sebagai Tuan dan Nyonya Kim, kalian diperbolehkan untuk mencium pasangan kalian” ujar sang pendeta.

Deg…

Jantung so eun berdegup kencang, tidak dapat ia bayangkan jika ia akan berciuman dengan kim bum di depan seluruh undangan. Terlebih lagi ini adalah pertama kali bagi so eun untuk berciuman, first kiss so eun. Kali ini kim bum dan so eun saling berhadapan, kim bum menatap so eun dengan lembut sementara so eun terlihat gugup. Kim bum meraih pinggang so eun dengan tangan kanannya, mendekatkan wajahnya pada so eun. So eun terus menutup matanya karena ia benar – benar gugup. Dan ternyata…

“Tidak perlu takut, aku tidak akan menyakitimu. Kita lakukan secara perlahan” bisik kim bum yang rupanya belum mencium so eun. So eun membulatkan matanya, mencerna setiap kata yang kim bum bisikkan padanya.

Saat itu pun tiba. Kim bum kembali beralih ke wajah so eun, mendekatkan kembali wajahnya hingga tak ada jarak lagi di antara mereka. Nafas kim bum pun berdesir di wajah so eun, dan itu berhasil membuat so eun sangat – sangat gugup. Kim bum menyentuh bibir so eun dengan bibirnya dengan sangat lembut, benar – benar membuat so eun nyaman. Rasa gugup so eun pun hilang, dan kini ia menikmati sentuhan lembut kim bum di bibirnya.

“Akhirnya aku benar – benar punya ayah dan ibu, ayah dan ibu! Yeaaaayyy!!!” seru ha na yang membuat kim bum dan so eun melepas ciuman mereka. Dan kali ini, seluruh perhatian para undangan berhasil direbut oleh si kecil ha na. Ha na hanya tersenyum malu – malu, sementara kim bum dan juga so eun tertawa kecil melihat tingkah lucunya.

***

Hari terasa sangat cepat sekali, tanpa mereka sadari matahari sudah terbenam, dan kini telah digantikan oleh bulan. Kim bum dan juga so eun sudah berada di rumah baru mereka, tempat mereka menjalani hidup bersama. Tak lupa si manis ha na yang berjalan setia di tengah – tengah mereka.

“Nah, ini dia rumah yang akan kita tempati. Bagaimana, apa ha na menyukainya?” tanya kim bum dengan menyesuaikan tinggi ha na. Ha na memamerkan senyum terbaiknya.

“Iya, ha na sangat menyukainya! Rumahnya bagus sekali, pasti di dalamnya ada banyak mainan. Iya kan ayah???” kata ha na yang kali ini memanggil kim bum dengan sebutan ‘ayah’. Entah mengapa hati kim bum sangat tersentuh kala ha na memanggil dirinya dengan seperti itu.

“Tidak akan ada mainan di kamar ha na sampai ha na mau belajar dengan baik” jail so eun. Kim bum dan ha na memperhatikannya dengan tatapan aneh.

“Tidak ada mainan, di kamar ha na? Apa ibu benar???” tanya ha na dengan raut wajah sedih.

“Iya, ibu tidak bohong. Pokoknya ibu tidak akan membelikan mainan jika ha na tidak belajar dengan baik di sekolah” kata so eun lagi. Tatapan matanya benar – benar seperti sedang serius, ha na pun berhasil ia takuti.

“Ibu…” rajuk ha na dengan wajah yang semakin sedih.

“Jangan menangis, kan hanya ibu yang tidak membelikan ha na mainan. Akan ayah belikan mainan sebanyak yang ha na inginkan” ujar kim bum sambil mengelus lembut rambut ha na. So eun langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan ‘apa yang kau lakukan???’, sementara kim bum menjawabnya seolah berkata ‘rencana isengmu gagal’.

Kim bum meraih tangan ha na dan berjalan berdampingan memasuki rumah mereka dengan tertawa. So eun yang menatap mereka dari belakangpun mendengus kesal, kemudian tertawa kecil melihat mereka yang terlihat sangat akrab.

Pintu rumah itu di buka oleh kim bum. Mereka memasuki rumah itu dengan langkah pelan sembari memperhatikan semua yang ada di sana. Ruang tamu nya cukup besar, tangga menuju ke lantai dua pun terlihat sangat mewah, dan rumah itu sudah dilengkapi dengan perabot – perabot pelengkapnya. Benar – benar rumah yang sangat bagus.

“Wah, tv nya besar sekali! Dan sofanya juga empuk sekali seperti kasur!!! Tunggu, apa itu??? Kenapa lemari ini besar sekali ya? Pasti aku bisa bersembunyi di sini jika sedang bermain petak umpet!” oceh ha na dengan tak berhenti. Sepertinya ia benar – benar kagum dengan segala sesuatu yang ada di rumah itu.

“Apa ini tidak terlalu berlebihan bum? Kan yang menempatinya hanya kita bertiga, rasanya sudah seperti istana saja” bisik so eun pada kim bum.

“Penghuni lainnya akan menyusul” balas kim bum dengan santai.

“Mwo? Penghuni lainnya???” tanya so eun memastikan.

“Mmmm” gumam kim bum.

“Maksudmu, kedua orang tua kita? Atau mungkin adik perempuanmu, begitu???”

“Bukan”

“Lalu?”

“Anak kita”

So eun membulatkan kedua matanya yang kemudian beralih pada kim bum yang sedang tertawa kecil. Mengapa pikirannya tidak sampai ke arah sana, pikir so eun. Namun celetukkan kim bum memang membuatnya terkejut. Meskipun ia memiliki pengalaman merawat seorang anak seperti ha na, tetapi itu tidak membuatnya untuk berpikir memiliki anak dari rahimnya sendiri.

“Baiklah, sekarang ayah akan mengantar ha na ke kamar yang akan ha na tempati. Kamar ha na ada di lantai dua. Apa ha na mau melihatnya?” tanya kim bum yang menghampiri ha na.

“Iya, ha na ingin melihatnya!” jawab ha na dengan bersemangat.

Kim bum segera menggendong ha na dan berjalan menaiki tangga menuju ke tempat yang ia maksud. Tetap dengan so eun mengikuti mereka dari belakang, kim bum membukakan pintu kamar ha na dengan perlahan. Ha na pun semakin merasa kagum dengan rumah itu. Dekorasi kamarnya didominasi dengan warna ungu terang, kasurnya di hiasi dengan boneka – boneka teady bear kesukaannya. Dindingnya pun dihiasi dengan gambar – gambar yang ia buat saat di sekolah.

“Whooaa kamar ha na bagus sekali!!!” kata ha na dengan senangnya. Kim bum dan so eun pun tersenyum.

“Tentu saja, kamar yang cantik untuk anak ayah yang cantik” kata kim bum.

“Ha na menyukainya?” tanya so eun.

“Sangat sangat sangat menyukainya! Neomu gomapseumnida ayah, ibu!” ujarnya dengan polos.

“Syukurlah, ayah dan ibu senang jika ha na menyukainya. Karena ayah dan ibu sudah memberikan kamar yang bagus untuk ha na, ha na harus berjanji supaya ha na harus menjadi anak yang baik dan pintar” ucap kim bum.

“Dan juga tidak mudah menangis. Ha na bisa melakukannya untuk ayah dan ibu?” kata so eun menambahkan. Ha na pun mengangguk cepat.

“Iya! Ha na janji! Pokoknya ha na tidak akan mengecewakan ayah dan ibu! Janji janji janji!!!”

***

Kini kim bum dan so eun sedang berjalan menuruni anak tangga, hendak menuju ke kamar mereka berdua. Tangan so eun terkalung manis di tangan kiri kim bum. Otaknya terus berpikir apa yang akan ia lewatkan dengan kim bum di malam pertama mereka.

“Kau ingin mandi lebih dulu?  Wajahmu terlihat lelah” kata kim bum pada so eun.

“Ku rasa kau lebih lelah dibandingkan diriku. Kau menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan semua ini” ujar so eun.

“Aku akan melakukan apapun untuk kalian, lelahku tak berarti jika kalian menyukainya” balas kim bum.

Akhirnya so eun mandi terlebih dulu, bergantian dengan kim bum yang sudah menunggunya. Setelah mereka selesai membersihkan badan, mereka bercengkrama bersama di atas ranjang yang besar itu.

“Kim bum” panggil so eun.

“Ya?” jawab kim bum.

“Bolehkah aku bertanya padamu?” kata so eun dengan agak canggung.

“Tentu, asalkan jangan bertanya mengapa aku bisa mencintaimu” kata kim bum bergurau.

“Aish aku sedang tidak bercanda bum” ujar so eun.

“Aku juga sedang tidak bercanda. Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?”

“Itu…”

“Itu apa?”

“Tapi kau jangan tertawa ya?”

“Memang apa yang ingin kau tanyakan? Katakan saja”

“Ini tentang..”

“Tentang?”

“Malam pertama”

Kim bum tertegun mendengar ucapan so eun yang kali ini terlihat polos. Di lingkungan kantor so eun terlihat agak kaku dan dingin, dan baru saat ini ia mengetahui jika so eun masih memiliki sisi yang tak tersentuh. Kim bum berusaha untuk menanggapinya dengan tenang tanpa membuat so eun takut.

“Malam pertama… Apa ada sesuatu yang mengganjal tentang itu di benakmu?” tanya kim bum.

“Mungkin bisa dikatakan seperti itu, tapi karena ini berkaitan dengan apa yang akan ku hadapi denganmu malam ini, itu membuatku gusar” jelas so eun.

“Gusar?” tanya kim bum lagi.

“Ya, ada beberapa bayangan yang ada di sini, di otakku. Aku takut bum” aku so eun. Wajahnya terlihat lesu kali ini.

“Takut? Apa kau memiliki alasan tersendiri untuk hal itu?”

So eun hanya terdiam mendengar pertanyaan kim bum. Tapi sejujurnya ia benar – benar takut, tidak bisa ia bayangkan apa yang akan ia lewati malam ini bersamanya. Berciuman di depan tamu undangan mereka bersama kim bum saja sudah membuat so eun gugup setengah mati, apalagi dengan malam pertama?

“So eun, bukan berarti kau belum pernah melakukannya kau menjadi takut. Lagi pula aku tidak pernah memaksamu untuk melakukan hal itu sekarang” ujar kim bum yang berusaha memberi pengertian pada so eun.

“Aku tau, itulah sifatmu bum. Tapi sebagai istrimu aku tidak ingin mengecewakanmu, itu saja. Sederhana bukan?” kata so eun lagi.

Kim bum terdiam untuk beberapa saat. Sedetik kemudian ia berbaring mendekati so eun dan mendekatkan wajahnya. So eun yang kaget langsung berbaring kaku, tak mampu untuk menghindar dari kim bum.

“Jika itu yang kau pikirkan, aku akan memberikan dua pilihan padamu” ucap kim bum sambil menatap intens kedua mata so eun.

“Apa?” tanya so eun singkat.

“Aku akan menunggumu hingga kau siap, atau kita akan melakukannya malam ini juga. Bagaimana?”

So eun benar – benar bingung dengan pilihan yang kim bum berikan. Matanya tak berani menatap kim bum yang kini ia yakini sedang menunggu jawabannya. Show must go on. Cepat atau lambat mereka harus melakukannya. Hanya itu yang so eun pikirkan.

“Jika aku memilih pilihan nomor dua, apa kita akan benar – benar melakukannya?” tanya so eun memberanikan diri. Kim bum pun tersenyum simpul.

“Kita akan melakukannya, dengan sangat perlahan”

Dan seperti yang kim bum katakan, ia menyentuh so eun dengan lembut dan perlahan, agar tidak menyakiti so eun sedikitpun. Kim bum adalah tipikal pria yang sangat menghormati wanita, dan so eun sangat mengetahui hal itu. Hari itu mereka akhiri dengan melewati malam yang panjang dan juga menegangkan, khususnya untuk so eun.

***

Keesokkan harinya, so eun bangun di pagi hari untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Kim bum dan juga ha na belum terbangun dari mimpi mereka, mungkin mereka kelelahan. Dengan cepat so eun menyiapkan segala sesuatunya, sebelum mereka semua melakukan aktivitas seperti biasa. Meja makan pun terhias dengan adanya susu dan juga sandwich ala Kim So Eun.

“Pagi bu” sapa ha na dengan mengucek matanya. Rambutnya terlihat berantakan, ia baru saja terbangun dari tidurnya.

“Pagi malaikat kecil ibu yang bernama Kim Ha Na” ujar so eun sambil tertawa kecil. Ha na selalu terlihat lebih lucu ketika ia baru bangun tidur.

“Kok ibu bangunnya pagi sekali? Ibu tidak tidur ya semalam?” tanya ha na.

“Pagi sekali? Tidak juga, justru ibu bangun sedikit terlambat” balas soeun.

“Mmmmm.. Ibu, ibu melihat ayah tidak? Ayah sudah berangkat ke kantor ya?” tanya ha na sambil memperhatikan sekelilingnya, mencari sosok ayah ‘baru’ nya.

“Belum, ayah dan ibu pasti berangkat bersama kalau ingin bekerja. Sepertinya ayahmu masih terlelap di dalam mimpinya” bisik so eun sembari tersenyum simpul.

“Kalian membicarakanku?”

Kim bum datang dengan langkah pasti, di iringi dengan senyumnya yang sangat manis. Dengan cepat so eun dan ha na menoleh ke arah kim bum dengan agak kaget, mereka tidak tau jika kim bum ternyata sudah sedari tadi berdiri di sana tanpaa mengucap sepatah katapun. Memperhatikan mereka diam – diam, sudah seperti detektif saja.

“Ayah?! Ibu bilang ayah masih tidur, kok ayah sudah rapih begitu???” tanya ha na dengan heran.

“Kenapa tidak langsung ke sini saja? Kau seperti fans ku dan ha na, diam berdiri sendirian di situ” ucap so eun dengan  tatapan meledek.

“Jika aku tida memperhatikan kalian diam – diam seperti ini, aku tidak akan tau jika kalian sedari tadi sedang membicarakanku. Kalian benar – benar merindukanku ya? Baru semalam saja sudah seperti ini. Ckckck” gumam kim bum dengan pedenya.

“Tidak ku sangka kau mempunyai sifat narsis seperti itu. Dasar” balas so eun.

“Nah, sekarang sebelum ha na sarapan ha na harus mandi dulu. Ingatkan hari ini harus sekolah? Ayo ayah antar ke kamar, kita tidak punya banyak waktu” ujar kim bum sembari menggandeng tangan ha na.

“Asyik ha na akan mandi bersama ayah! Ibu jangan cemburu yaa, hehehe” kata ha na sambil melirik ke arah so eun. So eun hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.

15 menit kemudian, kim bum berjalan menuruni tangga bersama dengan ha na yang sudah siap untuk ke sekolah. Seragam sekolahnya sudah ia kenakan dengan rapih, rambut panjangnya pun terlihat manis dengan di kuncir di belakang. Sepertinya ha na sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya.

“Ibu, aku sudah cantik belum? Ayah yang mendadaniku lho tadi!” seru ha na dengan bersemangat. So eun yang sedang menata piring – piring di atas meja makan itupun langsung menoleh padanya.

“Tak perlu bertanya pada ibu pun ha na sudah terlihat sangat cantik, sampai – sampai ibu iri akan kecantikan ha na” bisik kim bum sambil melirik jail so eun.

“Ya ya ya ha na sangat cantik dan juga manis sekali. Sudah ucapkan terima kasih pada ayah?” tanya so eun dengan bijak.

“Oh iya ha na lupa! Terima kasih banyak ayah, ayah baiiiiik sekali pada ha na” ucap ha na dengan mata yang berbinar – binar.

“Kembali kasih ha na” balas kim bum.

Mereka pun bergegas menuju ke meja makan untuk sarapan bersama, menyantap segelas susu dan juga sandwich lezat buatan so eun. Kim bum dan ha na menyantapnya dengan cepat, terlihat sekali jika mereka menyukainya. Menu sarapan yang sederhana namun memiliki arti khusus di hati mereka. So eun memperhatikan mereka dengan tersenyum.

“Wah, perut ha na sudah penuh. Ibu, ha na kekenyangan, bagaimana ini?” tanya ha na dengan memasang wajah polos. Kim bum dan so eun tertawa kecil.

“Pasti ha na sangat lapar ya, makan sandwich nya saja secepat kucing mengejar tikus” kata so eun bercanda.

“Ummm sepertinya begitu. Eh, iya, ha na memang lapar! Hehehe” kata ha na yang menertawai dirinya sendiri.

“Kau mempersiapkan semua ini sendiri?” tanya kim bum pada so eun yang duduk tepat di sampingnya. So eun pun mengangguk.

“Ku pikir kau tidak akan menyukainya, karena aku jarang sekali makan bersamamu kan? Kalau ha na memang sering ku buatkan sandwich untuk ia bawa ke sekolah” ucap so eun.

“Tapi sekarang kau bisa makan bersamaku kapanpun kau mau” rayu kim bum yang berhasil membuat pipi chubby so eun memerah.

“Ayah, ibu, ayo antarkan ha na ke sekolah. Ha na ingin cepat – cepat bertemu dengan teman – teman ha na” pinta ha na.

“Lho, memangnya ada apa di sekolah? Apa ada teman ha na yang sedang berulang tahun jadi ha na ingin cepat – cepat menemuinya?” tanya so eun membalas ha na.

“Ani, aku hanya ingin memamerkan ayah di depan teman – temanku. Pasti mereka akan iri, dan mereka tidak akan meledek ha na lagi!”

Kim bum dan so eun terkejut mendengar alasan ha na, dan mereka bertiga pun tertawa bersama. Meskipun ia sudah mempunyai ayah, namun sifat polosnya tidak akan pernah hilang. Karena itulah yang membuat ha na terlihat lebih manis di mata kim bum dan juga so eun. Setelah sarapan selesai, mereka bergegas untuk mengantar ha na ke sekolahnya menggunakan mobil kim bum. Kemudian kim bum dan juga so eun langsung tancap gas menuju ke kantor.

***

Para karyawan kantor yang kim bum pimpin terlihat menunggu kim bum dan juga so eun di lobby. Mereka semua turut berbahagia atas pernikahannya. Bahkan ada beberapa karyawan yang menyiapkan sebuket bunga sebagai hadiah simbolis atas pernikahan kim bum dan juga so eun. Dan tentu saja mereka menerimanya dengan senang hati.

“Chukkaeyeo so eun-ah atas pernikahanmu dengan presdir! Tidak ku sangka kau jatuh cinta padanya, padahal jika di kantor tidak pernah ada interaksi khusus yang pernah ku lihat” kata min young sambil menyenggol siku so eun.

“Astaga, memangnya kalau kami saling mencintai kami harus menampilkan kemesraan kami di depan orang banyak? Itu akan sangat memalukan, apalagi kim bum kan presdir di sini” balas so eun dengan malu – malu.

“Tapi kenapa kau masih pergi bekerja so eun? Ku pikir kau ke sini untuk mengundurkan diri, presdir kan sudah cukup kaya untuk memenuhi kebutuhanmu dan juga anak angkatmu itu” tanya min young dengan bingung.

“Sebelum kami menikah kim bum juga menyarankan ku untuk tidak bekerja, hanya saja aku yang menolaknya. Kalau aku tidak bekerja lalu apa yang akan ku lakukan? Diam di rumah, beres – beres, menonton tv, dan tidur saja? Kau tau kan itu bukan diriku sama sekali” ucap so eun.

“Itu benar, hehehe.. Tapi syukurlah jika kau memang tidak mengundurkan diri dari sini, tidak dapat ku bayangkan jika aku akan duduk di sini tanpamu, pasti akan terasa sepi”

“Aku tidak akan keluar sampai waktu yang tidak di tentukan. Karena itu, cepat – cepat cari pasangan agar kau tidak kesepian di saat aku tak ada”

“So eun! Kau ini meledekku saja!”

Tawa antara so eun dan min young pun pecah kala so eun meledek min young. Memang sampai saat itu min young belum memiliki teman pria yang dekat dengannya. So eun dan min young memiliki sifat yang sama, agak tertutup terhadap orang lain.

Kim bum dan so eun memang sudah meresmikan hubungan mereka, namun itu tidak membuat so eun untuk naik jabatan. Ia tetap bertahan di posisinya bersama min young, dan kim bum tetap menjadi presdir di perusahaan berskala internasional itu. So eun juga tidak tinggi hati dengan memiliki kim bum sebagai suaminya, justru ia lebih rendah hati di bandingkan sebelumnya.

Tok tok tok..

“Masuk”

“Maaf mengganggu waktu anda presdir, ini proposal pengajuan kerja sama yang di ajukan oleh Jeju Island Corporation. Mereka mengirimkannya 2 hari yang lalu”

“Oh, letakkan saja di mejaku. Tunggu, kau memanggil ku apa tadi? Presdir?”

So eun yang hendak meletakkan proposal itu ke meja kim bum pun terdiam. Sementara kim bum memperhatikannya dengan tatapan bingung.

“Memang caraku memanggilmu tadi itu salah?” tanya so eun yang juga ikut bingung.

“Ah, tidak, sebenarnya tidak ada kesalahan dari caramu memanggilku. Hanya saja, kau seperti orang yang berbeda saat di kantor. Bukankah kita sudah resmi menjadi suami istri? Ku pikir kau tak perlu memanggilku dengan bahasa seformal itu” ungkap kim bum.

“Menurutmu seperti itu? Jadi, aku harus memanggilmu apa di lingkungan kantor?” tanya so eun untuk menyelesaikan masalah ‘kecil’ itu.

“Kau bisa memanggilku dengan nama, atau kau bisa memanggil ku ‘ayah’ seperti di rumah. Itupun jika kau mau” jawab kim bum.

“Aish, kau ingin mempermalukanku di depan anak buahmu ya? Kenapa tidak menciumku saja sekalian seperti yang kita lakukan saat pernikahan kemarin???”

“Jadi kau ingin aku melakukannya lagi padamu, persis seperti saat kita menikah kemarin? Aku akan sangat bersedia untuk melakukannya”

“Kim Bum!!!”

***

“Ibu!!! Ayah!!!”

Teriakan ha na membuat so eun dan kim bum berpaling padanya. Ya, ha na baru saja pulang dari sekolahnya. Tiba – tiba ia datang dengan mata yang sembab, raut wajahnya pun terlihat sedih sekali. Sepertinya ia habis menangis, namun so eun dan kim bum tidak tau mengapa.

“Mwoya ige? Kenapa ha na datang sambil berteriak seperti itu??? Mata ha na juga sembab, apa ha na habis menangis di sekolah???” tanya so eun dengan khawatir.

“Apa yang terjadi pada ha na? Apa ha na di lukai oleh teman ha na? Coba katakan pada ayah dan ibu” ujar kim bum yang tidak kalah paniknya.

Ha na terlihat menangis hingga sesenggukan, wajahnya jadi terlihat merah. Tangan kecilnya sibuk menghapus air mata yang membasahi pipinya, meskipun pada akhirnya akan turun lagi. Padahal tadi pagi ha na sangat bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah, tapi mengapa ia pulang sambil menangis, heran so eun.

“Ha na di ledekki sama teman – teman ha na” kata ha na yang masih berurai air mata.

“Di ledekki oleh teman – teman ha na? Apa ha na melakukan kesalahan lagi?” tanya so eun dengan bingung.

“Tidak kok, ha na tidak melakukan hal buruk saat di sekolah tadi” jawab ha na.

“Lalu kenapa ha na sampai di ledekki hingga menangis seperti ini? Atau sekarang ha na ingin meminta apa dari ayah dan ibu, supaya ha na tidak menangis lagi” kata kim bum yang berusaha untuk menenangkan ha na.

“Apa boleh ayah? Apa ha na boleh meminta sesuatu pada ayah dan ibu?” tanya ha na memastikan.

“Tentu saja, apapun akan kami lakukan untuk ha na. Jadi, apa yang ha na inginkan?” tanya so eun.

“Ha na ingin punya adik laki – laki. Ayah, ibu, buatkan adik laki – laki buat ha na ya”

“MWO???!!!”

The End…

 

Kependekan ya? Wkwkwk, maklum lah, saya bikinnya kalo saya nganggur di sekolah. Jadi maaf kalau rada – rada ga nyambung.

Oh iya, ada kemungkinan kalau saya akan bikin sequel dari OS ini. Kenapa saya ga bikin dalam bentuk chapter???

Karena saya ga mau bikin utang sama readers. Udah syukur masih ada yang mau baca, kekeke~

Jangan lupa komentarnya ya wahai readers yang di sayang sama tuhan, semoga yang komentar di kasih hadiah sama someone special (?)

Buat yang ga komen? Saya doain supaya cepet – cepet insyaf, tapi makasih udah sempetin untuk baca. Hehehe ^^

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , ,

45 thoughts on “(OS) Always By Your Side

  1. Niniet November 23, 2012 pukul 5:22 am Reply

    Waaaaahhh.. suka…suka…suka….sequel lagi ini mah … belm ngasih adik buat Ha na…hehehe….

  2. vani November 23, 2012 pukul 5:59 am Reply

    ini kaya crita nya cm 2hari aja Chan, hihi, pas hari pernikahan ma pasca pernikahan, wkwkwkwk

    ayooo di buat skuel lainnya ya :)) seneeeeeeengnya liat keluarga bahagia bumsso

    coba dibuat sad dikit g2 di sso nya tp sso jd tgar.

  3. Dizha adrya November 23, 2012 pukul 6:07 am Reply

    Crta ny mkn sru z,, ska bgt ma sequel ny,,, bkn sequel lg donk thor,, oh y thor d tgu lnjtn ff black prince ny,,,

  4. Sendy Sekar November 23, 2012 pukul 6:12 am Reply

    iya nih eon kependekan buat sequel lagi eon…
    ceritanya seru eon ^_^

  5. YeojaNiel November 23, 2012 pukul 6:47 am Reply

    Buahahaha enak bener ha na ngomongnya, minta dibuatin adik laki2. Lol
    romantis …
    Tp kurang panjang hahaha
    ditunggu sequelnya

  6. Adyani November 23, 2012 pukul 7:26 am Reply

    Jiahhhh ha na nangis trnyata mw mta adik laki2,,,,,,,psti bumsso jg linglung nih,,,,,,,,,,,ayo bumsso bwt adk bwt ha na biar gk nangis lg,,,,,,Daebakkkkk,,,,

    alay tupay badai cetar membahana,,,,,,

  7. neng dona November 23, 2012 pukul 7:52 am Reply

    nangis dan minta adik lagi2,,,,,,,hahahahah polos banget…
    seru neh sequelnya,,,,
    kayanya bakal dilanjut neh sequelnya

  8. sugarsoya November 23, 2012 pukul 8:14 am Reply

    hahaha, hana lucu banget ya, masa nangis gara diledekin n minta dibuatin ade laki2, dikira ibu sama ayahnya pabrik anak, bener gemesin banget deh hana ini,
    soeun juga lucu masa ama suaminya masih aja manggil presdir, ckckck
    bener2 keluarga kecil yg menyenangkan, ditunggu next ffnya ya….

  9. SintiaBumsso November 23, 2012 pukul 8:22 am Reply

    Sukaaa kak syifa hehe keren bangettttt ahh sukaaaa tingkah Ha Na lucu banget bikin ketawa geli hadeuh Soeun juga nih polos banget ekekekke Bum juga disini Lembut banget sukaaaa semua karakternyaaa sama Alurnya =)) kak bikin sequelnya yaaa hehe ditnggu Black Princenya🙂

  10. try cahya November 23, 2012 pukul 8:34 am Reply

    waah ad squelx…
    keren chingu…
    lanjut squel brikutx,, biar kelrga bumsso hana lbh rame lg dgn kehdiran baby…
    jgn lma2 y…

  11. zhuryia November 23, 2012 pukul 9:43 am Reply

    kim bum ma so eun ahirnya nikah.berkat hana tuch…
    Hana lucu tiba” pulang sekolah sambil nangis eh dia minta adik kekekeke lucu dech nie anak
    emh kira” ada lanjutan’ny g yach…?

  12. ria November 23, 2012 pukul 10:25 am Reply

    aaargh suka bgt thor . . . Mkin seru . . . Ha na good job . . .
    Thor ko gk da adegan mesra y yah thor tp gpp
    next part d tngu

  13. pipip November 23, 2012 pukul 10:29 am Reply

    Hahaha lucu loh ceritanya, tpi krg pnjg sii
    Stju bwt bkin sequelnya, ayo bkin thor

  14. putzz ran mouri November 23, 2012 pukul 10:44 am Reply

    setuju bngt ada saquelnya….

    itu hana diledekin apa sih ma temen”a… sampe pngn punya adik laki”…. tpi scan terakhir itu lucu bngt…..

    bumsso sho sweet bngt…. suka….

  15. Devi November 23, 2012 pukul 10:56 am Reply

    Lucu bNgeeet dech ma kim ha Na dNgaN gmpNg’a mNta ma bumsso d buatiN adik laki2,,,,🙂🙂🙂

    Iyh thor kepeNdekaN seQuel’a,,,,

    D tNg2u klaNjtuaN FF black PriNce’a,,,,

  16. cucancie November 23, 2012 pukul 11:20 am Reply

    Wah akhirnya bumsso nikah ya,senangnya….Ya ampun ha na lucu bgt,sih nangis dikira knp eh rnyata pengen punya adik laki2 wkwkwk…tp sayang knp langsung the end hahhh….kan pengen tau bumsso ngasih adik ha na apa ga….gantung nih….ada lg dong lanjutannya hehehe….fighting!!

  17. Ananda meidiana putri November 23, 2012 pukul 1:16 pm Reply

    KEREN !! aku suka banget sama cerita nya😀 sampe aku senyum-senyum sendiri baca os ini😀. Aku suka sikap so eun yg polos saat ngomongin malam pertama😀 lucu banget😀. Pokok nya deabak deh…ff buatan onne yg ini😀

  18. dedekartika November 23, 2012 pukul 2:26 pm Reply

    huwaa..kereen..buat seguel lagi’ya…
    Coz si ha na,blum dapat adik.hehe..
    *daebakk.

  19. heldajungsoo November 23, 2012 pukul 2:48 pm Reply

    Hana adik msih dlm proses tuh? hahaha lucu bgt dah. nangis grgr mau adik laki2.

  20. Princess ice November 24, 2012 pukul 10:25 am Reply

    Ko

  21. agustin ayu November 24, 2012 pukul 12:18 pm Reply

    huaaahh ha na minta adik laki-laki ??
    Sanggup ga yaa So eun sama kim bum menuhin permintaan ha na ??
    Penasaran banget thor sama kelanjutanya, pokoknya harus di lanjutin .. #maksa
    di tunggu kelanjutanya ^^

  22. Nia lestari lufibumhekidory November 24, 2012 pukul 11:10 pm Reply

    .Nggantung bnget ceritanya..

  23. amaliaaa November 25, 2012 pukul 7:34 am Reply

    daebak thor..itu si ha na minta adik laki2..wkwk..bumsso makin so sweet aja deh..ditunggu sequelnya..

  24. Justgalon November 25, 2012 pukul 10:16 am Reply

    ekekekk lucu yaa anak mereka…hhahahaha
    suka klo happy gini..
    aaah semangat ya author😀

  25. kiki November 26, 2012 pukul 7:22 am Reply

    iyaa.. suka juga.. ayo thor bikin sequelnya :D:D

  26. annisa rachma a.k.a icha November 27, 2012 pukul 1:22 pm Reply

    hahahaha si hana ada2 ajaaa
    seru bgt eonnn.. Coba aja cerita kayak gini jadi kenyataan🙂 dibuat lg eon sequelnya #ketagihan#
    terus berkarya eonni hwaithing!!

  27. yie November 27, 2012 pukul 1:50 pm Reply

    wh critanya bgs author,cpet buat chapternya ingin ngeliat hana pnya adik bru…..

  28. Safriyanti November 28, 2012 pukul 7:25 am Reply

    Bgos thor,,,,,,,
    aq ska bget ff,a,,,,,
    jka tiap ff cast,a so eun aq psti ska,,,
    so eun,a msh mlu2 y ma kim bum psti lucu bget sso,a dg pipi,a yg chubby,,,jd pgen d cbit,,,,,
    oa lnjut2,,,,,,,aq tunggu ff slnjut,a

  29. fifi afhi November 28, 2012 pukul 7:37 am Reply

    wah ff nya lucu n’ seru thor,bikin saquelnya dong thor,pasti tambah seru hehehe😀

  30. bumssoelfsuperjunior Desember 4, 2012 pukul 2:25 pm Reply

    Thor kok ngegantung bgt akhirnyaaaa hmm tp keren, acungi jempol buat author

  31. Sary aj0w Desember 6, 2012 pukul 2:48 pm Reply

    Hana unyu bgt..
    Endingny persis jembatan gantUng th0r..jd kudu di sequel hahaha
    Byakin d0ng phuni rumah baruny,
    Fightiaang

  32. qindae Desember 13, 2012 pukul 5:12 am Reply

    Terusin chinguuuu , penasarraann . Ngegantung nih ceritanya😦

  33. saputry Desember 20, 2012 pukul 4:58 am Reply

    Hahahah…
    Aku suka ..suka sangat ..author ..
    Gak tau mau ngomong apa .pokokknya author daebakkk dehhh..

  34. rieschy luph you celamanya Desember 22, 2012 pukul 1:53 pm Reply

    ,hahaha….
    kirain nangis kenapa eh ternyata mau adik …..
    keren thor daebak

  35. Alfira Desember 27, 2012 pukul 7:16 am Reply

    nah lohh
    aku kok br tau ad ff ini???
    ketinggalan dehh #plakk

    bnr2 keluarga kecil yg bahagia
    jd iri hahaha

    daebak chinguuu
    huaaa^^

  36. anastasia erna Januari 14, 2013 pukul 9:00 am Reply

    hahaha…
    ampun deh ha na..
    dikira nangis kenapa ga tau nya minta ade…..
    keren…

  37. Anandain Januari 14, 2013 pukul 12:39 pm Reply

    Kimbum appa soeun eomma daftar ya jd anak… hhaha

  38. Denida Mahasari Februari 22, 2013 pukul 5:48 pm Reply

    Walaupun pendek ffnya, tpi bagus kok… So eun saat mau ngasih proposal ke meja presdir(kim bum) seperti orang yg saling tidak kenal padahal meraka berdua suami istri*wkwkwk

  39. Yulie seeBUMSSO Maret 3, 2013 pukul 12:21 pm Reply

    Eoon kog TBC sichhh..
    Akhh ap yg trjdii slnjutt n..
    Eonn wuaaaa g mna nie lnjuttt bkinn sequelll atau special part n..
    Eonn cptannn plisssss…..g’ sbaaaaaar…
    Gntungggg bggettt FF n….

  40. Yulie seeBUMSSO Maret 3, 2013 pukul 12:24 pm Reply

    Eoon kog TBC sichhh..
    Akhh ap yg trjdii slnjutt n..
    Eonn wuaaaa g mna nie lnjuttt bkinn sequelll atau special part n..
    Eonn cptannn plisssss…..g’ sbaaaaaar…
    Gntungggg bggettt FF n….
    Hana lcuu bggettt dechh mntaxx adiekkk lki2 lgiii…wuaaaaaa…ckikikan nie yuly…

  41. Miftahoel Maret 28, 2013 pukul 2:44 pm Reply

    Seru banget ceritanya ka . . .
    good idea😉

  42. SaefihKRNS Juli 10, 2013 pukul 4:09 am Reply

    kerenn !! Ceritanya menarikk ^_^

  43. opi Juli 12, 2014 pukul 12:33 pm Reply

    ceritanya seru banget,tapi terlalu pendek,kurang puas bacanya,hi hi hi

  44. Femilda nengsih Juli 17, 2014 pukul 10:49 pm Reply

    Keren…bingits onnie…apa lagi ha na lvcv bangettttttttttt…dan karna dialah bumsso bersatu.l lake it

  45. My Fishy April 8, 2016 pukul 6:27 am Reply

    Bumsso romantis banget, kim bum bener2 suami idaman lembut banget pada so eun, keluarga kecil bumsso yg bahagia.. aigoo datang2 ha na minta d buatan adik laki2 pada bumsso kekekke, sequelnya bagus feelnya dapat gak bosan baca berulang2 heheh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: