(OS) The Photographer


The Photographer

 The Photographer

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Jung Il Woo, Moon Chae Woo, Lee Min Ho, Park Min Young, Kim Hyun Joong, Jung So Min, Kim So Jung (fictional)

Genre: Romance, Friendship

Type: One Shoot

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak disengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Halo!

OS ini terinspirasi dari kisah nyata saya sendiri, dan saya juga yang mengalami. Jadi this story is based on the true story in my life!

Maaf jika alur cerita tidak seperti yang di inginkan ataupun sulit di mengerti. So, please enjoy and don’t forget to leave your comment J

 

***

            Aku berjalan pulang menuju ke rumahku dengan mobil yang ayah berikan seminggu yang lalu. Pandangan lurus ke depan, kedua tanganku menempel pada kemudi mobil, dan telingaku terutup headset yang memutarkan lagu – lagu korea kesukaanku. Hidup terasa menyenangkan sekali bila terus bisa seperti ini, pikirku. Tiba – tiba lagu yang ku dengarkan terhenti. Ku cek ponselku yang ku letakkan di jok kursi di sampingku, dan ku dapati lampu LED yang berkedip memancarkan cahaya berwarna merah. *Di sini ponsel nya so eun dan kim bum itu BlackBerry ya, supaya pas sama kejadian aslinya saya*.

“Mwo? Ada BBM baru? Tumben sekali” gumamku sembari menatap layar ponselku.

Sebelum itu, biarkan aku menjelaskan apa yang terjadi. Namaku Kim So Eun, mahasiswi salah satu kampus terkemuka di Korea Selatan, Chung Ang University. Mengambil jurusan Movie & Theater Departement dan bisa di katakan mahasiswi terbaik di kampus. Ku katakan saja, namaku cukup di kenal di kalangan rektor dan dosen karena prestasi ku di kampus yang cukup tinggi di bandingkan mahasiswa lainnya. Aku cukup senang karena bisa aktif di lingkungan kampus, meskipun aku selalu di ledekki karena sikap dan gayaku yang bisa di bilang tomboy dan belum pernah memiliki kekasih. Hal itu yang selalu di jadikan bahan tertawaan teman – temanku sekelas. Nasibku yang seperti ini bisa di bilang cukup menyedihkan bukan?

Baiklah, kali ini kita kembali ke ponselku yang baru saja menerima bbm baru. Aku sangat penasaran sekali siapa yang memecah keheningan di ponselku,  hehehe..

Kim Bum: So Eunn

Besok giliran kelas kamu untuk foto buku memorial kan?  Mau foto di mana?

 

Aku mengerjapkan kedua mata ku berkali – kali. Rasanya mustahil sekali aku menerima bbm dari nya. Dengan cepat aku meminggirkan mobilku dan kembali fokus dengan apa yang ada di layar ponselku. Berulang kali ku baca bbm yang ia kirimkan meskipun tak ada yang berubah dari bbm itu. Fotografer itu baru saja mengirimkan bbm padaku, astaga!!!

Kim So Eun: Di kampus oppa, sekitar jam delapan. Tapi oppa datang jam sembilan aja.

 

Kim Bum: Fotonya di kampus? Mau gimana fotonya?

 

Kim So Eun: Iya, di studio band dan di lantai atas gedung kampus. Temanya music lifestyle.

 

Kim Bum: Mau oppa yang konsepin ga fotonya? Konsepnya tetap musik.

 

Kim So Eun: Ya udah, bagusnya oppa aja.

 

Kim Bum: Ok, nanti oppa kabarin lagi.

 

Kim So Eun: Sip, thanks ya oppa J

 

Kim Bum: Iya, sama – sama

 

KYAAA!!!

Memang sepertinya percakapan kami di bbm terasa sangat singkat, namun sangat berarti untukku. Karena aku termasuk panitia buku memorial kampuslah kim bum oppa menanyakan hal itu padaku. Sungguh, aku tidak menyesal untuk ikut menjadi panitia kalau begini caranya. Kekeke~

Malam Harinya..

 

Aku sedang sibuk mempersiapkan barang – barang yang akan ku bawa untuk pemotretan besok. Meskipun pemotretan sekelas tapi rasanya seperti kim bum oppa akan memotret diriku sendiri. Perlu kalian ketahui, ponselku tidak pernah lepas dari tanganku meskipun aku sangat sibuk. Siapa tau kim bum oppa akan mengirimkan pesan bbm lagi. Haduh so eun so eun, dirimu terlalu sering berimajinasi!

“Eonnie, pinjam ponselmu dong. Aku mau menanyakan tugas kelompok pada temanku” ujar Kim So Jung, adik perempuanku.

“Memangnya ada apa dengan ponselmu? Tidak ada pulsa, hm???” ujarku curiga.

“Kurang lebih seperti itu, hehehe” jawabnya dengan senyum yang tidak berdosa. Pintar sekali anak ini mencari alasan.

Akhirnya mau tidak mau aku meminjamkan ponselku padanya. Padahal aku sedang menantikan sebuah ‘kabar baik’ dari ponselku. Ku relakan ponselku berada di tangannya untuk sementara, dan aku kembali menyibukkan diri dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk besok. Tidak ada kesulitan, karena semua yang ku butuhkan seperti pakaian dan asesoris sudah ku persiapkan dari jauh – jauh hari. Yaa kurang lebih sekitar 20 menit yang ku butuhkan untuk mempersiapkannya. Dan akhirnya selesai!

Bip bip! *anggep itu efek suara yaw*

Ku dengar bunyi itu dengan sangat jelas. Mataku berpencar mencari asal suara itu ke seluruh ruangan. Dan ku dapati ponsel hitamku di atas meja dengan LED yang kembali berkedip. Kini, pertanyaan yang sama kembali berkecamuk di benakku. Tunggu, bagaimana bisa ponselku berada di atas meja? Apa so jung sudah mengembalikan nya dari tadi? Tapi kenapa aku sampai tidak sadar ya?

Kim Bum: Alat – alat band yang ada di studio kampus bisa di bawa?

 

            GOTCHA!

Akhirnyaa ponselku kembali menerima bbm dari fotografer itu! Meskipun tujuannya hanya untuk menanyakan perihal buku memorial, bukan hal pribadi tentangku. Tapi ku harap itu akan ia lakukan secepatnya.

Kim So Eun: Kurang tau oppa, biasanya di keluarkan saat ada event kampus. Waeyo?

 

Kim Bum: Kalau hanya foto di studio kurang bagus, background nya jadi semua sama.

               Ada yang punya alat musik?

 

Kim So Eun: Anio, sepertinya tidak ada. Nanti ku coba untuk tanya ke anak – anak di kelas.

 

Kim Bum: Ne, kabarin aja dulu ke mereka. Pasti pada punya kok, kekeke~

 

Karena menurutku bbm nya seperti tidak memerlukan jawaban, akhirnya bbm itu hanya ku baca tanpa ku reply. Eits, bukan berarti aku putus harapan ya? Aku hanya tidak ingin terlihat mencari perhatian atau membuat namaku sangat baik dalam pikirannya. Kalau ketahuan bisa repot urusannya. Mau di letakkan di mana harga diriku nanti, aigooo…

Next day, in the morning…

Semua nya terlihat sibuk sekali, berias dengan semua peralatan make – up yang mereka bawa dari rumah dan berkaca di dalam ruangan ini. Memang ruangan ini ada kaca yang besar dan mengelilingi seluruh dinding, karena sebenarnya ini adalah ruangan untuk mahasiswi yang mengikuti kegiatan dance di kampus. Ku perhatikan satu persatu teman – temanku di sana, wajah dan penampilan mereka sangat terlihat maksimal. Begitu cantik dan juga menarik, dan itu berbanding terbalik dengan apa yang ada di diriku saat ini, sejujurnya.

“So eun, kenapa kau datang terlambat?”

Aku menoleh ke arah suara itu datang. Rupanya salah satu sahabatku yang bernama Park Min Young. Ia berdiri tepat di belakangku, dan aku hanya memasang mimik wajah yang tak bersalah.

“Ah, itu ada kesalahan teknis. Mobilku sempat tidak bisa menyala, makanya aku datang terlambat. Lagi pula, kalian juga masih sibuk berdandan kan? Bukan kah itu bukan suatu masalah besar?” jawabku.

“Bukan masalah itu. Yang ku permasalahkan adalah kau mengirim pesan singkat padaku dan yang lainnya untuk tidak datang terlambat. Dan pada kenyataannya? Yang mengirim pesan yang datang terlambat. Lucu sekali bukan???” balasnya dengan nada meledek.

“Hehehe” balasku yang hanya tertawa kecil.

Ku lihat min young yang mengernyitkan dahinya saat melihatku tertawa. Aku hanya kembali tertawa melihatnya seperti itu. Kemudian aku memilih untuk duduk di salah satu bangku kosong yang ada di pinggir. Memperhatikan mereka semua dengan terpaku dan juga tak lupa ponsel di tanganku. Oh iya, alat – alat musiknya!

“Kawan, apa ada di antara kalian yang membawa alat musik???” ucapku dengan nada cukup keras agar cukup terdengar.

“Aku hanya melihat sebuah gitar kecil yang di bawa oleh so min” jawab salah satu temanku yang bernama Moon Chae Woo.

“Memangnya kau tidak membawa alat musik so eun?” tanya Lee Min Ho yang sedari tadi sedang asyik dengan i-Pad nya.

“Aku membawa gitar, tapi tidak mungkin semuanya menggunakan gitar ini. Akan sangat membosankan foto kita nanti” ujarku.

“Yah mau di kata apa lagi? Kita tidak punya pilihan untuk hal itu kan? Ya sudah jalani saja. Kim bum oppa juga pasti akan mengerti” celetuk so min. Aku pun mengangguk pasrah.

Karena aku cukup bingung dengan kondisi ini, akhirnya aku mengirimkan bbm pada kim bum oppa. Aku harus mendiskusikan hal ini agar hasil foto untuk buku memorial setelah kami lulus nanti akan bagus. Karena seumur hidup sekali, aku tidak ingin menyia – nyiakannya.

Kim So Eun: Oppa, yang bawa alat musik cuma 2 orang. Ottokhae?

 

Kim Bum: Gwenchanayo, kita masih bisa mengakali alat – alat di ruang band bukan?

 

Kim So Eun: Ah, itu… Aku meragukannya oppa. Aku takut ga di kasih izin.

 

Kim Bum: Ya udah, kita pakai yang ada aja.

                Pokoknya oppa lakuin yang terbaik deh buat kalian.

 

Kim So Eun: Sippo. Gomapseumnida oppa ;D

 

Itulah dia, gaya bahasa nya sangat menggambarkan kepribadiannya. Tenang, dan juga bersahabat. Meskipun ia sudah lulus kuliah tapi dia selalu bisa menyesuaikan umurnya dengan ku dan juga yang lain. Kalau begini caranya aku makin menyukainya saja.

“Kim So Eun, ini sudah jam berapa? Kita semua sudah siap dan hanya tinggal di foto” ucap Jung Il Woo sambil melirik ke jam tangannya.

“Mwo??? Sudah jam 11?! Aish kenapa kalian baru mengatakannya sekarang?!” geramku sambil memperhatikan jam yang ada di ponsel.

“Memangnya itu tanggung jawab kami? Kau sebagai salah satu panitia buku memorial sudah seharusnya bekerja dengan profesional. Di mana sih fotografer nya? Fotografer nya pria yang bernama kim bum itu?” kata hyun joong dengan santai. Kau pikir mudah apa mengoorganisir semuanya.

“Aku tidak tau, dia tidak mengirimkan bbm lagi padaku. Sepertinya dia sudah on the way” gumamku.

“Tidak akan lama kan menunggunya? Awas saja kalau make – up ku nanti luntur” ujar so min.

“Ne ne ne, tidak akan. Doakan saja supaya jalan menuju ke sini tidak macet. Kau tau kan yang ku maksud?” jawabku dengan sinis.

Mereka semua hanya mengangguk pelan. Aku tau kalau mereka merasa lelah untuk menunggu, apa lagi mereka datang pagi sekali untuk berdandan lebih dahulu. Pada akhirnya aku hanya berharap – harap cemas semoga ia cepat datang. Tidak bisa ku bayangkan jika kim bum oppa akan kena makian dari mereka semua.

Waktu bergulir dengan cepat, dan tanpa terasa ini sudah menunjukkan pukul 12 siang. Min young dan so min terus bertanya padaku kapan ia akan datang, dan setiap kali mereka bertanya aku hanya menjawab dengan jawaban yang sama. Kalau min ho, il woo, dan hyun joong sih terlihat tidak masalah dengan hal ini. Mereka bertiga terus – terusan tertawa dengan i-Pad nya. Jadi seperti autis dengan dunia mereka sendiri saja. Mataku terus mencari keberadaannya dengan hati yang gelisah.

Bip bip!

Kim Bum: Haduuuhh maaf nih ada kesalahan teknis, tadi oppa kembali dulu ke studio untuk ambil alat. Dan taunya waktu sampai di studio ternyata alatnya udah di bawa. Temen oppa ga kasih tau.

                 Haduuuhh oppa bawa mobil lagi, macet parah. Maaf jadi cerita ke kamu…

 

DEGG!!!

Jantung ku berdegup tepat saat aku membaca kalimat terakhir bbm kim bum oppa. Mata ku terbelalak dan aku mencoba untuk berpikir dengan otakku, bukan dengan perasaanku.

Maaf jadi cerita ke kamu…

 

            Kalimat itu terngiang – ngiang di telinga, pikiran, dan juga hatiku. Yah meskipun itu adalah hal yang sangat sederhana, tapi ucapannya membuat ku benar – benar senang. Terima kasih oppa sudah mengucapkan kata yang membuatku ingin melayang!!!

Kim So Eun: Lalu sampai jam berapa? Anak – anak udah mulai protes oppa..

 

Kim Bum: Beritahu mereka supaya sabar, oppa juga kesal sekali soalnya.

 

Kim So Eun: Baiklah. Kalau sudah mau sampai bisa oppa bbm lagi? Supaya mereka bersiap – siap..

 

Kim Bum: Ok.

 

Setengah hatiku merasa senang karena nya, dan setengah nya lagi terasa beban karena harus membuat teman – temanku kembali menunggu. Dan di akhir aku pun mengumumkan hal itu pada mereka. Reaksi yang ku dapatkan? Kecewa. Bahkan ada salah satu di antara mereka meminta untuk membatalkan jadwal foto hari ini dan di ganti dengan lain hari. Namun aku menolak nya dengan keras, kim bum oppa sudah di jalan dan dengan mudahnya ia meminta untuk di batalkan? Di mana etikanya, tidak sopan sekali, pikirku kesal.

Aku dan anak – anak sekelas pun memutuskan untuk makan siang lebih dahulu untuk mengisi kembali tenaga yang sudah habis sejak tadi. Kami menghabiskan waktu untuk bersantai sejenak dengan teman santapan yang lezat tentunya. Hingga tak ku sadari jika waktu sudah menunjukkan jam 1 siang. Ku cek kembali ponselku dan ku lihat ada icon bbm baru masuk.

Kim Bum: Sebentar lagi sampai.

 

            “Uhuk!” kataku yang berhasil tersedak saat membaca bbm nya.

“So eun, kalau minum itu pelan – pelan. Tidak lucu sekali kau tersedak seperti itu” kata chae woo sambil memberikan sehelai tisu padaku.

“Ini bukan masalah itu, kim bum oppa sebentar lagi sampai dan kita masih berada di sini tanpa make – up yang lengkap!” kataku dengan panik.

“MWO???!!!”

“Ya ampun kenapa kau baru mengatakannya so eun?! Kalau begitu ayo kita kembali ke ruang dance!” kata min young dengan buru – buru.

Tanpa basa – basi akhirnya seluruh teman – teman kelas kampusku langsung meninggalkan restoran yang menyediakan berbagai macam makanan khas korea tersebut. Dalam sekejap bangku – bangku itu pun kosong, beralih pada teman – temanku (termasuk aku juga tentunya) berlari secepat mungkin untuk kembali ke kampus. Tak perlu hitungan menit setiap sisi kaca yang berada di ruangan itu pun tertutupi. Bedak, minyak wangi, sisir, blush – on, dan peralatan make – up lainnya mengghampar dengan bebas. Karena aku tidak bisa merias diri aku hanya merapihkan rambut dan meminta untuk di pakaikan sedikit bedak oleh chae woo.

“Hei, bagaimana kalau kita foto – foto dulu sebelum di foto oleh kim bum oppa??? Sebagai kenang – kenangan untuk kita” usul min young dengan mimik wajah yang begitu semangat.

“Ayo! Tapi tunggu dulu, rambut ku belum di ikat dengan pita! Jangan berfoto tanpa aku!” kata so min yang semakin buru – buru karena ingin ikut narsis.

“Ku rasa kita tidak punya waktu untuk hal itu min young, kim bum oppa akan segera sampai dan aku ingin semuanya selesai dengan cepat” kataku dengan berhati – hati.

“Yah.. Kalau begitu jangan ada yang pulang sebelum kita berfoto bersama – sama, oke?!” seru min young yang di setujui oleh teman – temanku yang lainnya.

Kim Bum: Ini sudah sampai.

 

“Semuanya! Kim Bum oppa sudah sampai! Pastikan kalian sudah tampil sempurna untuk foto buku memorial, dan yang sudah silahkan keluar menuju ke lantai atas kampus!” perintahku.

Aku pun terlihat sibuk sekali menggiring mereka untuk pergi naik ke atas kampus. Bahkan aku sempat tertawa ketika melihat salah satu temanku hampir terjatuh saat menaiki tangga karena menggunakan high heels. Padahal aku sendiri juga memakai sepatu yang sama, aku cukup lelah di ledekki si cewek tomboy di kampus, karena itu ku paksakan saja diriku untuk menggunakannya.

Setelah memastikan mereka semua naik, kini giliranku untuk mencari di mana kim bum oppa. Dia mengirimkan bbm kalau dia sudah sampai, namun sampai sekarang aku tidak melihat batang hidungnya. Bahkan saat aku dan so min menaikkan beberapa properti dari ruang band pun aku tidak melihatnya. Ah, masa aku hanya bisa berkomunikasi dengannya lewat bbm sih? Apa tidak ada kesempatan untukku berbicara langsung dengannya?

“Oppa, tangga untuk naik ke lantai atas gedung lewat tangga yang ini”

Dengan cepat aku menengokkan kepalaku untuk mencari sumber suara itu. Dan ku dapati min young yang sedang berbicara dengan.. Tunggu, biar ku lihat lebih jelas lagi. Astaga, itu kim bum oppa! Iya, itu benar – benar kim bum oppa!!!

“Oh, ku pikir semua tangga nya masih di buka, ternyata hanya tinggal satu yang di biarkan terbuka” balas kim bum oppa sambil mengangguk pelan.

“Tidak oppa, semua peraturan di kampus ini jadi lebih ketat dari tahun lalu. Yaa begini lah kondisi kampus kami” ujar min young dengan manis. Apa jangan – jangan dia ingin bersaing denganku ya? Aish..

Kemudian min young mengajak kim bum oppa berjalan bersama untuk naik ke lantai paling atas gedung kampus. Sementara aku hanya mengikuti mereka dari belakang tanpa mengucap sepatah kata pun, supaya terlihat agak cool. Saat sampai di tempat tujuan kami semua berpencar bebas mengelilingi lantai atas itu. Pemandangannya luar biasa indahnya. Aku dapat melihat beberapa gedung tinggi yang berdiri kokoh di tengah kota Seoul. Menyenangkan sekali. Sampai – sampai aku tidak sadar kalau kim bum oppa sudah berdiri tepat di sampingku dengan kamera SLR nya.

“Anak – anaknya berdiri di bagian sana aja, supaya dapet view nya” kata kim bum oppa padaku.

“Okey oppa” jawabku singkat. Aku tidak tau harus jawab apa, nanti malah ketahuan salting nya.

***

            Sesi foto sekelas pun selesai, dan di lanjutkan dengan sesi foto per orang untuk biodata kami di buku memorial kampus nanti. Ku pastikan jika seluruh mahasiswi di kelas ku sangat – sangat menantikan bagian ini, karena mereka akan lebih tersorot di foto. Karena aku paling malas yang namanya mengantri, jadi ku biarkan saja teman – temanku yang lain mengambil foto lebih dulu.

“Boleh minta tolong ga?” tanya kim bum oppa yang membuyarkan lamunanku.

“Ne? Minta tolong apa?” kataku berbalik bertanya.

“Tolong pegang flash light ini ya, supaya blitz nya tetap ada” jawabnya dengan singkat.

“Oh, iya” kataku lagi.

Alhasil, selama teman – temanku mengambil foto sendiri – sendiri aku pun bertugas sebagai pemegang blitz otomatis itu. Hitung – hitung belajar sekaligus menjadi asisten foto nya sehari, kekeke~

“Selanjutnya siapa?” tanya kim bum oppa sambil menengok padaku.

“Bukankah semuanya sudah take kecuali kau so eun?” tanya il woo yang memastikan. Ku dengar ada nada keraguan dalam ucapannya, padahal itu memang benar.

“Ah, iya, kau benar. Aku belum foto” ucapku dengan agak canggung. “Hmm, bisakah aku tidak berfoto sendiri? Maksudku, foto untuk profil biodata ku di crop saja dari foto yang awal” sambungku dengan anda yang tidak pede.

“Lho? Kenapa?”

“Aku tidak terlalu suka di foto sendiri, lebih baik jika foto bersama dengan yang lainnya. Fotoku di crop saja seperti untuk kelompok lain, bisakah?”

“Foto sendiri – sendiri aja, ga perlu di crop. Bukan masalah kok

Chae woo, so min, dan min young menatapku dengan penuh semangat, seakan – akan mereka ingin mengucapkan ‘ayo so eun!’ padaku. Ada 2 hal yang membuatku semakin tidak pede. Satu, aku memang bukan orang yang sering tampil di depan kamera. Dan yang paling utama adalah yang akan mengambil fotoku alias fotografernya itu kim bum oppa. Aku sangat malu sekali. Ok, ini terkesan sangat labil. Tapi aku benar – benar menyadarinya.

“So eun, ayo bergaya dengan gitar itu! Agar kesan musik nya lebih terlihat!” saran hyun joong sambil menunjuk gitar yang bersender di dinding.

“Sip, terima kasih untuk usulmu” ucapku.

“Tak apa, santai saja denganku” balas hyun joong dengan senyum yang manis sekali.

“Kau selalu saja begitu, selalu bersikap memberi harapan. Hahaha…”

“Lho, tentu saja seperti itu. Bukankah pria tampan sepertiku memang selalu memberi harapan pada wanita lain? Hahaha…”

Cekrik!!!

Ada sebuah sinar blitz yang tepat menyinari aku untuk beberapa detik. Aku langsung beralih menatap kim bum oppa, dan ternyata apa yang ada di pikiranku benar. Aku belum berpose untuk di foto namun dia dengan sengaja mengambil fotoku yang sedang tertawa karena hyun joong! Mataku menatapnya heran, sementara ia masih sibuk menatap layar di kamera SLR nya. Seulas senyum kecil pun terukir di wajahku.

“Sudah siap?” tanyanya memastikan.

“Siap” kataku singkat.

Aku pun berpose dengan gitar yang ku pegang, seakan – akan aku sedang memainkan gitar tersebut. Setelah sinar blitz sudah berhenti aku pun bertanya pada kim bum oppa.

“Sudah kan oppa? Tidak perlu foto lagi?” tanyaku dengan penuh harap.

“Sekali lagi ya” balasnya dengan tenang.

Huft..

Ku hela nafas ku pelan agar kim bum oppa tidak dapat mendengarnyaa. Satu sisi aku sangat tidak pede untuk berfoto lagi, dan di lain sisi aku sangat senang karena ia memintaku untuk pose lagi. Karena teman – temanku yang lain hanya di beri kesempatan satu kali foto, aku jadi merasa heran dan juga.. Yaa mungkin kalian tau apa yang ku maksud.

“Ok, ini cukup” ujarnya sembari menatap foto ku yang terpamppang di kameranya.

“Syukurlah” gumamku lega.

“Mau lihat ga? Foto nya bagus lho”

“Ah, tidak perlu oppa. Terserah oppa mau menggunakan foto yang mana, aku terima – terima aja

Setelah itu aku berjalan meninggalkan lantai atas gedung dan kembali menuju ke ruang dance. Kaki ku terasa sangat sakit karena menggunakan sepatu berhak tinggi itu. Sebenarnya sih aku ingin melihat kim bum oppa memfoto teman – temanku yang mungkin masih ingin berfoto. Tapi aku menyerah dengan sepatu ini.

“Semoga saja aku bisa mengucapkan terima kasih secara langsung padanya” gumamku pelan.

***

            “Astaga, drum ini berat sekali. Hei il woo, ayo bantu aku membawanya ke ruang band”

“Aku mau mengambil bass, masih tertinggal di atas soalnya. Minta bantuan hyun joong saja ya. Semangat!”

“Tapi hyun joong juga sedang menurunkan bangku dari atas. Ayolah, kau ini teman macam apa sih? Tega sekali membiarkan temanmu keberatan membawa drum yang besar ini”

“Ya ya ya sini biar aku yang bantu! Minta bantuan saja harus dengan laki – laki, apa kau tidak sadar kalau aku ada di sini???” kataku yang langsung memotong pembicaraan min ho dan il woo.

“Karena aku tau wanita seperti mu juga tidak bisa di andalkan untuk membawa drum sebesar ini. Ara?” balas min ho dengan nada meledek.

“Kurang di ajari kau, masih bagus jika aku mau membantumu. Ya sudah angkat saja sendiri! Il woo, kau naik ke atas saja, ambil bass yang tertinggal. Biar min ho yang mengangkatnya sendiri” balasku dengan kesal.

“Eits jangan – jangan! Kalau begitu kau saja yang membantuku, ya so eun ya???”

“Tadi katanya aku tidak akan bisa membantumu, untuk apa kau meminta tolong padaku???”

“Ku ralat ucapanku yang tadi. Ayo, kita bereskan semua ini supaya kita bisa cepat pulang”

“Ish, sudah kuliah tapi masih labil”

Aku pun bergotong royong membantu min ho membawa drum itu. Teman – temanku yang lain pun melakukan hal yang sama. Setelah semua properti sudah masuk ke ruang band, aku pun beristirahat sejenak. Mengganti sepatuku dengan sepatu kets, dan meneguk air putih untuk menghilangkan rasa hausku. Perbincangan menarik pun meramaikan ruang dance yang kami tempati.

“Kim bum oppa itu pria yang tampan ya. Tampaaannn sekali” kata min young dengan begitu bersemangat.

“Kim bum oppa itu bukannya tampan, tapi dia manis. Coba kau ingat – ingat lagi wajahnya, manis nya tidak akan pernah ada yang menandingi!” ujar so min.

“Di tambah lagi dengan pembawaannya yang tenang seperti itu. Datang ke sini membawa mobil, menjadi fotografer handal dengan kamera SLR. Itu sangat luar biasa!” tambah chae woo.

Aku hanya tersenyum kecil mendengar mereka yang memuji kim bum oppa hingga seperti itu. Ternyata bukan hanya aku saja yang jatuh hati padanya. Harus nya aku sadar jika pria sepertinya itu pasti banyak yang menyukai, atau bahkan sudah memiliki kekasih tanpa ku ketahui. Wajar saja, dan aku mencoba untuk mengerti.

Sesi foto untuk buku memorial pun berakhir hari ini. Teman – temanku saling berpamitan untuk berpisah dan pulang. Sebagai penanggung jawab untuk kegiatan ini, aku mengantarkan mereka hingga ke depan kampus sebagai rasa terima kasih ku atas kesabaran dan partisipasi mereka. Hingga mataku menatap lekat sebuah mobil sedan berwarna silver yang berbalik arah dari tempat parkirnya menuju ke luar kampus. Mobil itu menghilang dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga aku tidak dapat melihat siapa pengendaranya.

“Ah, itu pasti kim bum oppa. Padahal aku belum mengucapkan terima kasih..” kataku dengan lesu.

Dengan langkah berat aku beranjak menuju ke mobilku dan menaikinya. Benakku masih terpikirkan kim bum oppa. Rasanya tidak enak sekali jika aku tidak mengucapkan terima kasih sedikitpun padanya. Aku pun mengambil ponselku, membuka menu bbm dan mencari kontaknya.

Kim So Eun: Terima kasih oppa untuk hari ini. Maaf jika kelasku selalu merepotkan oppa J

 

Kim Bum: Hehehe

 

Aku kembali tersenyum membaca bbm balasannya. Agak kecewa karena ia hanya membalas seperti itu. Namun apa boleh buat, aku tidak mungkin memaksanya untuk membalas bbm ku lebih panjang seperti yang ku mau kan?

@ 05:00 PM

 

Rasanya segar sekali, mandi benar – benar berhasil membuat badan ku menjadi lebih rileks seperti tak ada beban. Aku mengambil hair dryer milik ibu yang tersimpan di meja rias kamarku. Saat aku sedang asyik berkaca aku baru menyadari jika LED ponselku berkedip dengan warna merah.

“BBM? Siapa lagi ini?” tanyaku dengan menatap heran layar ponselku. Ku buka bbm yang baru masuk itu dan ku baca pesannya.

Kim Bum has sent you a voice note. You can play, save and reply this voice note”

 

“Mwo??? Kim bum oppa mengirimkan ku pesan suara???!!!” teriakku panik. Astaga, apa yang harus ku lakukan?!

“Eonnie, jaga volume suaramu. Suaramu bisa merusak telingaku tau” kata adikku so jung dengan santai. Aku pun tidak menghiraukannya.

Kedua bola mataku masih tak bisa terlepas dari layar ponselku. Sementara otakku sibuk berpikir dengan datangnya pesan suara ini. Dengan perasaan yang kaget aku memainkan pesan suara yang ia kirimkan padaku.

Engga kok ga ngerepotin, tadi fun banget malah.

Sorry ya tadi telat..

DEG!!!

Jantungku kembali berdegup. Baru pertama kali aku menerima pesan suara, pesan suara dari seorang pria, dan pria itu adalah kim bum oppa! Aku pun berjingkrak kegirangan tanpa bisa ku kontrol betapa senangnya hatiku saat mendengar suaranya. Ia sedang menyetir mobil namun ia masih menyempatkan waktu untuk mengirim pesan suara padaku, itu sebuah kehormatan yang tak ada duanya. Dan tentu saja aku memutuskan untuk membalas pesan suaranya itu.

Engga kok oppa, ga masalah. Lagi pula kalaupun oppa ga telat kita juga harus nunggu, karena yang fotoin kita kan oppa.

Sekali lagi terima kasih ya oppa!

 

Klik!

Ku tekan tombol send untuk mengirim pesan suaraku padanya. Kali ini aku tidak mengharapkan sebuah balasan lagi darinya, aku sudah cukup senang. Berkali – kali aku memeluk ponselku seperti orang gila. Tapi aku tidak peduli, mau di katakan orang gila pun aku tak masalah. Yang penting aku mendapat pesan suara dari kim bum oppa!

Yah, beginilah kisah singkatku dengan fotografer itu. Rasa bahagia itu belum hilang, bayangan wajahnya juga masih tersimpan dengan jelas di hatiku. Bahkan foto nya ku jadikan wallpaper di ponseku, aku jadi makin bersemangat untuk memainkan ponselnya. Ku harap masih ada kesempatan lain untuk ku agar bisa bertemu dan berbicara dengannya. Tidak, di kirimkan pesan bbm pun tak masalah, yang penting apapun yang berhubungan dengan kim bum oppa pasti ku terima!

            “Kim Bum oppa, you are my lovely photographer in my life!!!” – Kim So Eun.

–  The End –

 

 

Ga nyambung kan? Bahasa nya juga ga baku, supaya dapet kesan aslinya.

Ending ceritanya ngegantung? Emang iya. Orang saya aja masih di gantung gimana mau bikin happy ending L *author curhat*

Terima kasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca karya saya yang gagal ini. Semoga anda mata anda tidak sakit dan tidak jera untuk kembali membaca karya saya yang lainnya, hohoho~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , , ,

30 thoughts on “(OS) The Photographer

  1. cucancie Desember 14, 2012 pukul 7:40 am Reply

    Wuuuaaahhh…sukaaaa…bagus bgt…kisah nyata ya…kerennn…pengen tau lanjutannya thor,klo ada dipost ya thor…^^

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:49 pm Reply

      Sip, doain aja supaya ada lanjutannya ya? Wkwkwk

      -Chandra Syifa W-

  2. pipip Desember 14, 2012 pukul 7:46 am Reply

    Bagus kok ceritanya, tpi pngen bca sequelnya loh
    Ayo bkin kekekke

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:50 pm Reply

      Saya juga berharap semoga kisah nyata ini masih ada sequelnya. Wahaha xD

      -Chandra Syifa W-

  3. Devi Desember 14, 2012 pukul 8:57 am Reply

    Daebak thor OS’a,,,,,,
    Tpi bkiN skuel’a pNasraN Nich apkh eoNNie so euN mNdpatkN blasaN ciNta’a dri bumppa,,,,,,,,

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:51 pm Reply

      Sejujurnya saya juga penasaran apakah saya berhasil menarik perhatian si fotografer targetan saya .___.

      -Chandra Syifa W-

  4. neng dona Desember 14, 2012 pukul 9:41 am Reply

    Harus ª∂a̲̅ lanjutanya neh,,, ​Ħεε³³³;)³³:)Ħεε³³³;)³³:DĦεε³³=D³³

  5. Anjany Djamal Desember 14, 2012 pukul 9:53 am Reply

    Ah…. Penasaran ama skuelnya…
    Candra Syifa W dapet cintannya gak yah ??? Kekeke,,,just kidding….
    Semoga ada squel + happy end yah…

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:53 pm Reply

      Lho? Kalo saya sih berharapnya… *silahkan tebak sendiri*
      Tapi kalo untuk kepentingan cerita pasti berharapnya happy ending lah ya? Hehehe ^^

      -Chandra Syifa W-

  6. littleagassi Desember 14, 2012 pukul 11:04 am Reply

    Bkin sequel author ,
    Penasaran🙂

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:54 pm Reply

      Akan di usahakan, terima kasih sudah berkomentar🙂

      -Chandra Syifa W-

  7. olivia Desember 14, 2012 pukul 11:12 am Reply

    wuah, klo udh gak dgantung lg atw author udh jdian ama dianya, lanjutin ya os nya. Kekeke,

  8. vani Desember 14, 2012 pukul 1:25 pm Reply

    yah lum ending😀 lanjut yaaa
    cinta kasih diujung kelulusan

    • koreanfanfictland Desember 14, 2012 pukul 1:56 pm Reply

      Iya nih, belum ending masa ;( #ikutangalau
      Yaaa kurang lebih begitulah. Terserah aja sih mau pake bahasanya apaan, saya sih ngikut – ngikut aja *ga nyambung*

      -Chandra Syifa W-

  9. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 Desember 16, 2012 pukul 1:20 am Reply

    Seru kak syifa seru banget :))) ngerasa nyata ffnya , ini cerita nyata kak authornya?? Cieee ciee moga jadi deh sama photografernya hehe =D pengen baca squelnya hehe , tetap berkarya kak syifa =))

    • koreanfanfictland Desember 16, 2012 pukul 9:34 am Reply

      Iya, ini cerita nya kakak author :3
      Hahaha AMIN YA ALLAH!!! #capslockjebolsetengahmati
      Trims banyak ya sintiaaa😀

      -Chandra Syifa W-

  10. Dizha adrya Desember 16, 2012 pukul 11:09 am Reply

    Ya author crta ny ngegntung tp gak pa” ne kn crta ny pnglman author,,, mga crta ny happy ending,, n author bkn lnjtn crta ny lgi,,,

  11. dedekartika Desember 17, 2012 pukul 5:16 am Reply

    mian chingu..bru bca ff mu ini…
    Ff’ini daebakk ceritanya seruu..
    Lanjutt chingu bikin ff bumsso yng lain’nya….smangattt

  12. emi Desember 28, 2012 pukul 2:01 pm Reply

    Kurang panjang u,u

  13. serly Januari 14, 2013 pukul 7:25 am Reply

    Keren.. Pengalaman pribadi? Hhe

  14. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 4:09 am Reply

    Wuaaa eoonie sneggg bnarr nie yee spertii n..
    Haduhh yuly yg bcaa ajaa ikutt snyam-snyumm sndriii..#sukaaaaaaaaa gajee niee snyum yuly…sukaa bnarrr..
    Crtaaa sruuu..haduhh pastii pass d fto jntugg n dag..digg dug..wkkk..
    Eon kog gak d lnjutinn bkin happy gtu ending n..karang2 ajaa wlapun gak sma crta eon..wkkkk…
    Mogaa2 jdii knytaan gtuu..#ammien..:)

  15. vonnysumali Juli 28, 2013 pukul 7:59 am Reply

    buatb lanjutannya dong sequelnya….

  16. danik Agustus 2, 2013 pukul 10:38 pm Reply

    pasangan yg aku suka. sumpah dukung banget klo misal mereka meg jd couple^^

  17. Nisha Aulia Agustus 6, 2013 pukul 12:54 pm Reply

    daebakk eon..:-)
    nan neomu neomu cuhae…

  18. AJENG K Juli 12, 2014 pukul 9:13 am Reply

    wow bagus,terkesan nyata lho! wah…daebak

  19. ainami Agustus 15, 2014 pukul 10:33 pm Reply

    hihihi kerasa bgt realnya.. ya ampun malah jd inget kisah sendiri dimana saat itu ponsel menjadi sesuatu yg sgt penting dan berharga haha *blush*

    semoga hepi end ya thor ^_^

  20. Hulda Audry Desember 6, 2014 pukul 3:14 pm Reply

    Keren…cie..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: