(OS) Try To Hate You


Try To Hate You

(Sequel OS ‘The Photographer’)

 tumblr_l0o3ubi9mB1qbb5lc

 cover pict cr: Tumblr

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Moon Chae Woo, Jung So Min, Park Min Young

Genre: Romance, Friendship

Type: One Shoot

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak disengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Hola!

Ini adalah karya saya yang paling aneh, namun berhubung saya buru – buru bikinnya jadi makin aneh aja. Maklumin kalau ada kesalahan atau alur ceritanya ga jelas.

Oh iya, bumsso moment di sini cuma sedikit, karena banyaknya nanti di sequel selanjutnya. Maaf karena os ini cuma terdiri dr 8 hlmn word, cuma sedikit .__.

Mohon di baca sampai habis ya karena di bawah nanti ada pemberitahuan tentang project ff bumsso saya. Khamsa ^^

 

Last story in ‘The Photographer’..

                Rasanya segar sekali, mandi benar – benar berhasil membuat badan ku menjadi lebih rileks seperti tak ada beban. Aku mengambil hair dryer milik ibu yang tersimpan di meja rias kamarku. Saat aku sedang asyik berkaca aku baru menyadari jika LED ponselku berkedip dengan warna merah.

“BBM? Siapa lagi ini?” tanyaku dengan menatap heran layar ponselku. Ku buka bbm yang baru masuk itu dan ku baca pesannya.

Kim Bum has sent you a voice note. You can play, save and reply this voice note”

 

“Mwo??? Kim bum oppa mengirimkan ku pesan suara???!!!” teriakku panik. Astaga, apa yang harus ku lakukan?!

“Eonnie, jaga volume suaramu. Suaramu bisa merusak telingaku tau” kata adikku so jung dengan santai. Aku pun tidak menghiraukannya.

Kedua bola mataku masih tak bisa terlepas dari layar ponselku. Sementara otakku sibuk berpikir dengan datangnya pesan suara ini. Dengan perasaan yang kaget aku memainkan pesan suara yang ia kirimkan padaku.

Engga kok ga ngerepotin, tadi fun banget malah.

Sorry ya tadi telat..

DEG!!!

Jantungku kembali berdegup. Baru pertama kali aku menerima pesan suara, pesan suara dari seorang pria, dan pria itu adalah kim bum oppa! Aku pun berjingkrak kegirangan tanpa bisa ku kontrol betapa senangnya hatiku saat mendengar suaranya. Ia sedang menyetir mobil namun ia masih menyempatkan waktu untuk mengirim pesan suara padaku, itu sebuah kehormatan yang tak ada duanya. Dan tentu saja aku memutuskan untuk membalas pesan suaranya itu.

Engga kok oppa, ga masalah. Lagi pula kalaupun oppa ga telat kita juga harus nunggu, karena yang fotoin kita kan oppa.

Sekali lagi terima kasih ya oppa!

 

Klik!

Ku tekan tombol send untuk mengirim pesan suaraku padanya. Kali ini aku tidak mengharapkan sebuah balasan lagi darinya, aku sudah cukup senang. Berkali – kali aku memeluk ponselku seperti orang gila. Tapi aku tidak peduli, mau di katakan orang gila pun aku tak masalah. Yang penting aku mendapat pesan suara dari kim bum oppa!

Yah, beginilah kisah singkatku dengan fotografer itu. Rasa bahagia itu belum hilang, bayangan wajahnya juga masih tersimpan dengan jelas di hatiku. Bahkan foto nya ku jadikan wallpaper di ponseku, aku jadi makin bersemangat untuk memainkan ponselnya. Ku harap masih ada kesempatan lain untuk ku agar bisa bertemu dan berbicara dengannya. Tidak, di kirimkan pesan bbm pun tak masalah, yang penting apapun yang berhubungan dengan kim bum oppa pasti ku terima!

 

 

– Try To Hate You –

Sudah cukup lama aku tidak berkomunikasi dengannya. Mungkin sudah hampir 2 bulan ini aku berusaha untuk menjaga jarak agar aku tetap terlihat ‘profesional’ di matanya. Yaa meskipun harus ku akui jika kadang aku mengharapkan bbm darinya, tapi aku cukup realistis jika itu tidak mungkin terjadi. Akhirnya, ku coba untuk jalani kehidupan ku sebagai mahasiswa normal seperti semula.

“Ya, Kim So Eun! Aku pinjam ponselmu yaa, mau mengirim foto – foto buku memorial waktu itu, boleh kan???” tanya min young dengan wajah penuh harap.

“Ambil saja di atas mejaku” ujarku yang saat itu sedang membaca novel di bangku salah satu temanku.

Min young segera mengambil ponselku yang memang ku letakkan dengan bebas di atas sana. Ia kembali duduk di bangkunya bersama dengan so min dan juga chae woo. Beberapa menit kemudian terdengar suara bisik – bisik yang sangat jelas di telingaku. Ku lirik mereka bertiga yang setiap matanya sedang fokus menatap layar ponselku. Lantas aku pun merasa heran karena ku rasa tak ada hal yang menganehkan dari ponselku. Foto – fotonya pun tak ada yang berbau negatif. Ah, mungkin mereka melihat foto – foto snap shoot, pikirku.

Ku coba untuk kembali konsentrasi dengan cerita yang ku baca dari novelku. Baiklah, untuk beberapa menit aku bisa ikut terjatuh dengan imajinasi si pengarang novel itu. Namun sedetik kemudian konsentrasiku buyar ketika mendengar suara tertawaan mereka yang membuatku merasa terganggu. Ada apa dengan mereka dan juga ponselku?!

“Apa yang kalian lihat?” tanyaku setenang mungkin untuk menutupi kecurigaanku.

“Seperti yang min young katakan tadi, foto” jawab so min dengan santai.

“Lalu kenapa kalian malah tertawa seperti itu? Apa ada yang aneh?” tanyaku lagi.

“Tidak, kau kan pemilik ponsel ini, kenapa malah bertanya pada kami?” celetuk min young yang malah membalikkan fakta.

“Karena aku pemilik ponsel ini makanya aku bertanya, ku rasa semua yang ada di ponselku itu wajar. Jadi, apa yang kalian lihat?”

Min young, so min dan juga chae woo saling bertukar tatapan. Seakan sedang merundingkan sesuatu, tiba – tiba mereka tertawa meledak. Aish, hantu dan angin apa yang merasuk ke dalam diri mereka sih???!!!

“Astaga, ternyata seorang Kim So Eun bisa jatuh cinta juga ya? Atau tepatnya sekarang ini dia sedang jatuh cinta!”

Deg!

Bagaimana bisa min young berceletuk seperti itu??? Padahal aku tidak menceritakan apapun padanya, atau pada siapapun. Hanya aku, ponselku dan Tuhan yang tau semua ini. So min dan chae woo ikut tertawa puas mendengar ucapan min young.

“A-Apa maksudmu min young?!” kataku dengan nada menaik.

“Ya ampun, kau tak perlu mengelak so eun. Sebenarnya kau memang sedang menaruh hati pada fotografer itu kan?” ujar so min sambil memberiku tatapan meledek.

“Mmm, dengan fotografer yang bernama Kim Bum! Iyakan so eun, namanya Kim Bum kan???” tambah chae woo sambil menunjuk ke arahku.

Skak mat. Harga diriku langsung turun seketika. Bahkan perhatian teman – teman sekelasku yang lain juga ikut menatapku aneh atau mungkin terkejut karena ini pertama kalinya bagiku bisa suka pada seorang pria, padahal ini bukanlah hal yang pertama bagiku. Kemudian aku berfikir apa yang bisa membuat mereka tau tentang semua ini.

“Kalian, membuka bbm ku?!”

“Ya, seperti itulah. Tenang saja, kami tidak akan menyebarkannya pada siapapun. Tadinya kami memang benar – benar sedang melihat foto, tapi kami lihat ada foto capture bbm mu dengannya pada saat kita foto buku memorial” terang so min.

“Ya sudah deh kami buka bbm mu. Tak ku sangka kau bisa tertarik dengan pria, karena selama ini kau kan terlihat tomboi, bahkan tak tertarik pada pria sekalipun” tambah min young yang bicara dengan apa adanya.

Sial! Bagaimana ini??? Aku memang tertarik padanya, namun itu tidak seperti yang mereka pikirkan. Sungguh! Demi tuhan aku tidak pernah berfikir untuk bisa lebih dekat di bandingkan ini. Aku sangat cemas jika mereka akan mengatakan sesuatu padanya, apalagi kini ponselku sedang berada di tangan mereka. Bisa – bisa mereka meng-hack bbm ku dengan mengirim pesan pada kim bum oppa. Aigooo jangan jangan jangan!!!

“Baiklah, aku tak apa jika kalian membaca conversation nya, hanya membacanya kan?” tanyaku dengan rasa takut.

“Membaca? Hanya membaca??? Ya ampun, ini sudah tahun 2013 so eun. Kami tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian untuk bisa mendapatkannya. Kami akan turun tangan secara langsung agar kau bisa dekat bahkan date romantis dengannya. Bagaimana, baik bukan???” kata min young dengan senyuman cerah.

“Iya, itu benar! Kami kan juga ingin melihatmu dekat dengan pria sebelum kita lulus dan berpisah nanti. Kami akan siap sedia untukmu dan juga kim bum” seru chae woo yang juga tak kalah merona.

Aku hanya menggumam tak jelas mendengar ucapan min young dan juga chae woo, dengan anggukan setuju dari so min tentunya. Tunggu, membantuku untuk bisa dekat dengan kim bum oppa?! Apa yang mereka katakan tadi???!!!

“MWO??? Kalian mau apa??? Aku dan kim bum oppa???!!!” kataku dengan sangat terkejut. Sungguh kali ini aku terlihat bodoh sekali.

“Memangnya kami salah ingin membantu teman sendiri? Ayolah, hal seperti ini tak perlu di perpanjang. Kami tadi sempat mengirim bbm pada kim bum oppa, dan dia sudah membacanya” balas so min dengan enteng.

“Tenang saja, so min hanya mengirim kata ‘ILU’ saja kok” ujar chae woo.

“Kau mengerti artinya kan? Kalau begitu, jangan marah ya? Niat kami baik kok padamu. Semangat so eun!!!” kata min young sembari mengepalkan tangannya seperti berkata ‘fighting’.

Aku hampir di buat ternganga oleh 3 sekawan itu. Bisa – bisanya mereka mengirim bbm pada kim bum oppa dengan menyebut ILU. Itu kan artinya ‘I Love U’!!! Aduh, hatiku jadi tidak enak padanya. Aku jadi merasa segan dan merasa kalau dia pasti akan berpikir macam – macam tentangku. Kalau begini caranya aku jadi tidak berani meminta maaf lewat bbm, tapi tak mungkin juga aku meminta maaf secara langsung. Ya tuhan, aku harus bagaimana sekarang?!

@Night~

 

Hatiku benar- benar gelisah. Sepanjang jalan menuju rumah aku menggenggam ponselku dengan rasa bersalah. Haruskah aku mengirim bbm untuk meminta maaf padanya? Sepertinya begitu, aku harus melakukannya. Tapi setengah hatiku masih merasa gengsi.

“Apa yang harus ku katakan sebelum aku meminta maaf padanya? Bilang apa bilang apa..” gumamku di dalam kamar sambil berjalan tak jelas.

“Ah! Buku memorial! Itu dia! Aku berdalih untuk meminta soft copy nya saja ya??? Pasti akan berhasil dan dia juga tidak akan curiga!” semangatku setelah mendapat jalan keluar.

Aku langsung membuka menu bbm di ponselku dan langsung mencari kontak bbmnya. Kim bum oppa.. nah ketemu! Aku mengetik pesan dalam waktu cepat, mungkin saking senangnya? Hehehe~

Kim So Eun:  Oppa, maaf jika aku mengganggu waktumu.

Bila oppa sudah selesai mengedit foto buku memorial, bolehkah aku meminta soft copy nya?

Send!

Ku kirim pesan itu dengan menekan tombol enter di ponselku. Kini aku tinggal menunggu balasan darinya. Memang dia membalasnya agak sedikit lama, tapi tak masalah yang penting aku bisa mendapat balasan bbm dari kim bum oppa.

Kim Bum: Boleh kok, hehe.. Nanti di kabarin lagi

 

Bagus! Ini pertanda baik bagiku! Artinya dia tidak sedang menjaga jarak denganku. Syukurlah!

Kim So Eun: Ok, thanks oppa. Maaf merepotkan oppa🙂

 

Kim Bum: Engga.. Ga sama sekali😀

 

Kim So Eun: Oh iya, maaf oppa untuk bbm waktu itu. Yang mengirimnya bukan aku, tapi temanku yang ngefans sekali dengan oppa..

 

Hanya di baca. Kim bum oppa tidak membalas bbm ku yang tadi, hanya di baca saja. Aku jadi kembali tidak enak padanya. Padahal kan niatku baik, aku hanya ingin minta maaf saja padanya. Jadi putus asa, itu saja.

Kim Bum: Ada yang belum ikut foto ga?

 

Whoa! Dia mengirimku bbm lagi!!! Terima kasih ya tuhan kau sudah memudahkan jalanku untuk bisa kembali ‘dekat’ dengannya!

Kim So Eun: Sebentar oppa biar ku cek dulu..

 

Kim Bum: Ok deh

 

Kim So Eun: Ga ada oppa, semuanya udah foto

 

Ya, tak ku sangka bbm ku dengannya untuk hari ini sangat – sangat singkat. Berharap lebih malah jadi seperti ini. Mungkin memang bukan takdirku. Aku hanya bisa menjadi secret admirer di belakangnya.

 

***

2 days later~

 

Kegiatan kuliah berjalan seperti biasa. Aku merasa malas sekali karena hari ini adalah hari terakhir kuliah di minggu ini, dan besok adalah weekend! Hahaha, aku memang di kenal dengan gadis yang pintar dan rajin namun aku tak suka jika harus belajar terus menerus. Ku lihat waktu yang ada di jam tanganku, tinggal 15 menit lagi aku akan pulang dan tidur di rumah. Tapi kenapa rasanya lama sekali ya? Kalau liburan terasa cepat tapi kalau hari kuliah seperti ini terasa sangaaat lama.

“Hei! Coba lihat! Itu kim bum oppa!!!”

Teriakan dari salah satu murid di kelasku membuat aku tercekat dan diam membeku. Hatiku deg – degan saat mendengar namanya. Tak perlu waktu lama seluruh mahasiswi di kelasku langsung berhamburan keluar kelas dan melihat kim bum oppa yang sedang memarkirkan motor besarnya di halaman kampus. Ya, terdengar jelas sekali suara motornya, namun aku tak mau melihatnya.

“Aigooo dia tampan sekali!!!”

“Kau benar! Dan coba lihat, gaya pakaiannya saja sudah seperti aktor terkenal!”

“Astaga kim bum oppa, kau adalah pria idamanku!”

Pujian mereka terhadap kim bum oppa itu berhasil memenuhi telingaku. Asal tau saja, aku sudah lelah mendengar mereka memujinya seakan – akan ia adalah malaikat yang turun dari langit. Dari mana saja kalian? Kemarin saja kalian meledekku habis – habisan karena aku menaruh kertertarikkan padanya, sekarang giliran ia datang kalian malah teriak – teriak seperti fans sejatinya. Dasar munafik.

“Hei so eun, kim bum oppa tuh. Kau tak mau melihatnya?” tanya min young sambil menyenggol siku tanganku.

“Tidak, terima kasih” jawabku singkat sambil berpura – pura membaca buku pelajaranku.

“Kau yakin? Dia sangat tampan sekali lho. Aku saja tadi berhasil memanggilnya, dan ternyata ia menoleh ke arahku!” ucap chae woo dengan bersemangat.

“Lalu aku harus bilang apa?” kataku dengan nada cuek.

“Halah bicara seperti itu padahal aslinya kau cemburu. Jangan bersikap seakan – akan kau tidak menyukainya deh, kami sudah mengetahui semuanya” ujar so min dengan melipat kedua tangannya di depan dada.

Huft..

Ku hela nafasku panjang – panjang setelah mereka pergi meninggalkanku untuk kembali melihat kim bum oppa. Pikiranku jadi mumet, rasanya sudah seperti siap di tembak mati. Ku tatap mereka yang sedang melihat kim bum oppa dengan sedikit sinis. Bahkan tak sedikit dari mereka yang berusaha untuk menarikku agar aku ikut melihatnya.

“Kim bum oppa..” gumamku pelan. Aku menatap kosong buku yang berada di depan mataku.

Terbesit di pikiranku untuk melupakannya, bahkan membencinya. Ya, aku harus melupakannya. Tak mungkin semua yang ada di pikiran mereka terjadi. Hatiku jadi sering sakit ketika aku mengingat tentang kim bum oppa. Harapan yang tak pasti, sejak aku menerima pesan suara darinya aku seperti terbutakan. Ya tuhan, ku harap aku tidak akan pernah bertemu dengan kim bum oppa lagi. Aku tidak ingin berkomunikasi ataupun melihatnya sedikitpun. Aku ingin membuang semuanya, aku sudah lelah untuk bertahan seperti ini. Ku harap doa yang ku ucapkan dalam hatiku bisa terkabulkan.

***

            “So eun, kau itu kenapa? Sejak ada kim bum oppa tadi kau jadi diam. Waeyo?” tanya chae woo.

“Biarkan saja chae woo, mungkin so eun sedang tidak ingin di ganggu” ujar so min yang menahan rasa penasaran chae woo.

Aku sudah berada di jalan pulang bersama chae woo, so min dan min young yang memang biasanya menumpang di mobilku karena kami searah. Aku tak berkata apapun tentang kim bum oppa hingga ku tau jika ia sudah pergi meninggalkan kampus tadi.

“Gwenchana, aku baik – baik saja, tak ada yang perlu kau khawatirkan” ujarku berpura – pura dengan memasang mimik wajah bahagia.

“Syukurlah kalau begitu” balas chae woo dengan senyuman.

Bruuummm!!!

Ku lihat sebuah motor besar mengebut di sebelah mobilku dengan sangat cepat. Aku menatap motor itu hingga tak terlihat lagi. Dan tiba – tiba..

“Ya ampun! Itu kim bum oppa! Iya, itu kim bum oppa!!!”

MWO???!!!

Aku terkejut setengah mati saat mendengar teriakan dari min young yang duduknya berada di jok belakangku. Ku lihat lagi motor kim bum oppa yang sebenarnya sudah tak ada. Aku terperangah dengan rasa tak percaya.

“Benar, itu memang kim bum oppa! Aku sangat mengenal motornya, motor besar berwarna hitam yang sangat keren itu!” kata chae woo yang ikut – ikutan heboh.

“Kim So Eun! Ayo naikkan kecepatan mobilmu biar kita bisa bertemu dengan kim bum oppa! Ayo cepat!!!” ujar so min sambil menggerak – gerakkan lenganku. Apa dia tak tau jika sikapnya itu bisa membahayakan?

Pikiranku bimbang, tak sejalan dengan hatiku. Kaki ini seperti ingin menginjak pedal gas lebih dalam agar aku bisa mengejarnya, namun tanganku serasa ingin menarik rem tangan agar jarakku dengan motornya semakin jauh. Bibir ku kaku tanpa bisa mengucakan apapun. Akhirnya…

“Apa yang kau lakukan so eun?! Kita harus mengejar kim bum oppa agar kau bisa berbicara dengannya!” kata min young yang kesal karena ku putuskan untuk memberhentikan mobilku di pinggir jalan.

“Ini kesempatan emas bagimu so eun! Kau bisa bicara dengannya tanpa ada gangguan dari anak – anak, tidak seperti di kampus tadi!” tambah so min yang sepertinya sangat gemas dengan sikap yang ku ambil.

Kedua tanganku yang menempel di kemudi mobilku berkeringat dingin. Ku genggam stir nya dengan sangat keras untuk menahan semua rasa beban yang ada di hatiku. Aku dapat merasakan betapa pedulinya min young, so min dan juga chae woo padaku. Namun ku rasa mereka juga harus tau bagaimana perasaan ku yang sebenarnya.

“Aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya”

“Maksudmu?” tanya so min dengan bingung.

“Aku memutuskan untuk melupakan semuanya. Aku tidak ingin bertemu lagi dengan kim bum oppa, aku tidak mau hatiku sakit hanya karena ia menolak keberadaanku. Dan aku tau jika ia pasti akan melakukannya padaku” terangku.

Min young, so min dan juga chae woo terlihat menatapku dengan pilu. Wajah mereka berubah menjadi diam saat aku mengatakannya. Sempat terdengar chae woo yang menghela nafasnya dengan berat. Ku coba untuk tersenyum kecil pada mereka.

“Gomawo, karena kalian mau membantuku agar aku bisa dekat dengan kim bum oppa. Tapi ku rasa itu tidak perlu, ini semua sudah berakhir” ujarku lagi.

“Kau yakin so eun? Rasa suka itu tidak bisa datang dengan cepat, bahkan ia tidak bisa datang dengan di paksakan” kata chae woo dengan nada lesu.

“Aku yakin, sangat – sangat yakin. Aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi, lagipula kita kan sudah foto untuk buku memorial, jadi sudah tak ada urusan lagi bukan di antara kami?”

Suasana di antara kami tiba – tiba dingin, tak ada satupun di antara kami yang memulai untuk berbicara. Perlahan senyum yang ada di wajahku hilang. Ini takdir, pikirku.

“Tunggu, bukankah kau meminta soft copy foto buku memorial pada kim bum oppa??? Berarti, kau masih akan berkomunikasi dan bertemu dengannya!!!”

– End –

 

 

Gimana? Ga danta banget ya? Iya emang, mana ada cerita buatan saya yang alur ceritanya jelas /nangis/

Untuk project ff.. Aduh saya mau banget cepet ngepost, cuma ada satu masalah yang lupa saya perhitungkan.

Mulai bulan februari saya akan TO dan bakalan sibuk banget sama ujian sampai bulan mei. Dan saya ga mungkin bikin ff selama waktu untuk menentukan kelulusan saya.

Saya bodoh banget, lupa mikirin hal ini. Ga mungkin readers saya gantung sampai ujian saya selesai ><

Tapi sebagai gantinya saya mau kasih option aja buat readers.

Mau tetep di buat ff tapi di postnya abis saya ujian atau saya ringkas di jadiin OS/TS???

Saya tunggu jawabannya dengan meninggalkan komentar di sini. Atau mention saya juga boleh kok, trims😉

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , ,

26 thoughts on “(OS) Try To Hate You

  1. YeojaNiel Januari 13, 2013 pukul 10:06 am Reply

    Gantung Banget thor.

  2. cucancie Januari 13, 2013 pukul 10:10 am Reply

    Wuahhh…so eun blm jg nyatain rasa suka ma bumppa udh nyerah duluan kan blm tau jawaban dari bumppa,so eun hwaiting tmn2 nya jg pasti bantu kok…buat author yg daebak good luck buat TO nya ya,hmm..dibikin os/ts jg gpp yg penting bisa baca ff dan asal ganggu ujian author aja..hahh..pokoknya gmn baiknya aja deh…Fighting!!

  3. Anna Januari 13, 2013 pukul 10:29 am Reply

    Mski agk singkat tp jls&pdat,, alurny crt n emosi jg dpt bgt,,dtggu klnjtny ya,,heeemm lbh choose ke oneshoot/twoshoot coz ga hrs nggu lama hehehe yg pntg pesan dri critany mengena,,gomawo🙂

  4. Devi Januari 13, 2013 pukul 12:52 pm Reply

    Jd pNasraN Nich thor gmN klaNjutaN hbNgaN bumppa ma eoNNie so euN,,,,,,,,,,

    D tuNg2u seQuel’a,,,,,,

  5. sryQ Januari 13, 2013 pukul 1:06 pm Reply

    Bikin OS atw TS.y aja thor,al.y gantung bgt,jdi pnasaran,,,knapa tiba” sso mw ngilangin perasaan.y ke bumppa

  6. kiki Januari 13, 2013 pukul 5:25 pm Reply

    dibikin OS/TS aja thor.. biar jedanya ga terlalu jauh. oia sukses buat belajar n ujiannya🙂

  7. Dizha adrya Januari 13, 2013 pukul 10:25 pm Reply

    Crta ny kren thor bkn pnsrn z gmn klnjtn hub ny ss ma bum, d tgu next sequel ny klw mslh ff project utu d bkn OS or TS z thor law ngu hbz ujian klamaan thor he,,he,, tp tu sih trsrh author ny z🙂

  8. serly Januari 14, 2013 pukul 7:43 am Reply

    Nggantung bgtz.. Tp y gtu la nmny jga terinspirasi dr khdpan sndiri..wjar klo nggantung..”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮
    Lanjut pkokny

  9. anastasia erna Januari 14, 2013 pukul 8:49 am Reply

    penasaran…
    kasian jg ma so eun…
    langsung pasrah gtu….
    di tunggu lanjutanya

  10. sintiaroom Januari 14, 2013 pukul 9:10 am Reply

    Kaka Sso.nya blum nyatain prsaannyya ni huhuhuh Sso knp malah nyerah ?? Ahh ini kan dr cerita realnya author haha kaka jgn nyerah dong semangat buat ngejar cintanya hahah =D
    kaka kls XII jd mau ujian yaa?? Ujian no 1 dlu kak hahah kami siap menunggu hehe , kalo Optionku sih ringkaas OS dlu aja kak ntar stlah kka lulus/bebas dr ujian di post Ff berpartnya hahaha optionku kak hehe , semangat kaka TO sama UN.nya😉

  11. Nia Ramadhani Januari 14, 2013 pukul 9:58 am Reply

    pengeny sih ff,,tpi kyakny nunggu trlalu lma,,jd bkin os/ts nya aj dlu kk,,hrus mentingin kuliah kan??aku dukung kok !!! fighting !!!

  12. dedekartika Januari 14, 2013 pukul 9:19 pm Reply

    ceritanya seruu penasaran…trnyata sso blm menyatakan perasaan’nya jga…
    #mendingan bikin os aja lbih ringkas..hehe..ttp d’tunggu ea d’next ff’Y.

  13. Alfira Januari 15, 2013 pukul 9:10 am Reply

    huuaaa syifaaaaa
    kren kok ceritanya

    eemm mnurut aku bkin TS nya aj
    soalny klo nnggu semua ujian kelar klmaan

    fighting buat smua ujiannyaaa!!!
    ayo kita sm2 brjuang
    kekekeke^^

    • pipip Januari 15, 2013 pukul 3:00 pm Reply

      ts/os aja thor😀
      gk sbar soalnya mau bca kryaa author heheh

  14. Safriyanti Januari 17, 2013 pukul 6:52 am Reply

    Pnsran akhir,a gmna,,,
    kyak,a kim bum jg ska to ma sso,,,,,
    hwaiting sso,,,,
    Yha gk pa2 lh author,,,,
    tpi d jdiaan OS seru jga to,,,,
    drpda ngu lama

  15. Nia lestari lufibumhekidory Januari 17, 2013 pukul 7:17 am Reply

    Keder…pengen coment ap..

  16. Nia lestari lufibumhekidory Januari 17, 2013 pukul 7:18 am Reply

    Keder…mau coment ap..

  17. nenkfa Februari 11, 2013 pukul 3:09 pm Reply

    yaah,,,,,,koq end nya ga jelas sih thor….kcewa dh…:-(

  18. nenkfa Februari 11, 2013 pukul 3:10 pm Reply

    yaah,,,koq endingnya ga jelas gni sih thor,,,kecewa dh…:'(

  19. luthfiangelsso Februari 27, 2013 pukul 10:17 am Reply

    gantung thor lanjutannya segera yaa !!

  20. vika Maret 18, 2013 pukul 9:18 am Reply

    kecewa thor..vi gomawo wat crtax..

  21. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 4:33 am Reply

    Eon yuly mw FF ajaa..klo TS pndekkk beuddd…
    Wuaa sdihhhh..TT…
    Kog eon gakk prjuangkan sih cntanyaa..
    Haduhhhh eon hruss bsaa crii hatiinya..bnar2 miriss bggett nie crtaa eon..#hikss..hiksss..
    Jdii g mnaa niee lnjutann n..pnsrannn yuly jdiian atau gakk..atau kak syifa n ttap pdaa pndriaan gak ad kntak2 an lgii sma it cwokk..wuaaaaaaaa…

  22. vonnysumali Juli 3, 2013 pukul 10:05 am Reply

    quite interest story, hopefully ada sambungannya, dengan judul berbeda. tidak tahu ya pasangan ini rasanya sayang sekali jika di akhir ceritanya gantung…. bagaimana??? anda sepaham dengan saya? saya tunggu kabarnya melalui os mereka.

  23. Natalia Juli 28, 2013 pukul 6:37 am Reply

    Yaaa eonni shyfa…kok gantung…..superrrr de ff bumsso ini kerennnn

  24. Nisha Aulia Agustus 6, 2013 pukul 1:14 pm Reply

    eon ni mah gantung cerita’y..
    penasaran ma kelanjutan’y??

  25. khairunnisa Agustus 30, 2014 pukul 11:49 am Reply

    knpa ff disini pda ngegantung semua end nya gak ad happy ending apa???please buat kelanjutan nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: