(TS) Lasting – Part 1


Lasting

#Part 1

tumblr_l0qqk1l1aa1qbb5lc

(cr: Bumsso Tumblr)

 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Hyun Woo, Yoo Seung Ho, Go Ara, Park Jiyeon, Mr & Mrs Kim (fictional, Kim Bum’s Parents), Choi Hye Ah (fictional)

Genre: Romantic, Sad, Family

Type: Two Shoot

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Annyeong haseo, Chandra Syifa W di sini!

Akhirnya saya kembali dengan project ff saya yang sempat tertunda! Lega saya, padahal baru part 1 -.-

Seperti kesepakatan readers, akhirnya ff ini saya persingkat jadi Two Shoot. Yaa meskipun jelek nan buruk saya harap ini bisa jadi hiburan krn kangen sama Bumsso ;3

Enjoy ^^

– Lasting –

 

            Semuanya terasa indah sekali. Seperti cerita putri dongeng yang memang ada di dunia nyata. Cinta dan harapan, semuanya ku miliki ketika aku bersama dengannya. Ia mencintaiku dengan sepenuh hatinya, begitupun denganku. Detik demi detik kami lewati berdua dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hingga tak terasa jika sudah hampir 3 tahun lebih aku menjadi orang yang khusus di hatinya. Aku merasa jika Tuhan sangat baik padaku, dan aku sangat berterima kasih karena aku di berikan seseorang sepertinya.

“Melamun lagi?”

Suara itu.. tentu saja aku mengenalnya. Suara yang selalu ku rindukan dan ku inginkan. Ia sudah berdiri di sampingku sembari merengkuh pinggangku dengan tangan kirinya. Kami saling melempar senyum.

“Kim Bum”

“Sedang mencari inspirasi lagi ya? Tak perlu melamun seperti itu, cukup melihat wajahku maka kau akan menemukan ide cemerlang yang tak ada duanya”

 123

            Aku tertawa kecil karena ocehannya. Ia selalu berhasil membuat ku bahagia bagaimanapun juga. Ya, orang itu adalah Kim Bum. Pria yang menghiasi hari – hariku dengan begitu perhatian. Sebenarnya kami adalah sahabat semasa kecil, namun ketika beranjak dewasa hati ini tak bisa memungkiri jika aku tak bisa kehilangannya, dan kim bum juga memiliki perasaan yang sama.

“Memangnya kau ingin membuat apa? Puisi seperti biasanya atau?” tanya nya.

“Novel, aku ingin membuat novel” jawabku dengan semangat.

“Novel? Jadi kau ingin membuat sebuah cerita dan ingin kau bukukan, begitu?” tanya kim bum lagi.

“Iya, aku bosan jika harus membuat puisi lagi. Pasti pembaca setiaku akan bosan, terutama kau” jawabku sambil menunjuk hidungnya yang mancung itu.

 58656_1471161551241_1599705977_31545794_6515508_a

“Ya ampun, coba kau pikir bagaimana bisa aku bosan membaca puisi buatanmu? Puisi buatanmu itu berbeda dengan yang lain, memiliki makna yang tidak bisa ditebak awalnya. Seperti misteri yang selalu menjebak” ujarnya yang langsung mengusir tanganku.

Aku langsung menatapnya intens ketika ia mengatakannya. Meskipun ini bukanlah pertama kali bagiku mendengar pujian dari mulutnya namun aku selalu melakukan hal yang sama. Kim bum tak hanya memuji karyaku, namun ia juga memberikan saran agar aku bisa menjadi lebih baik lagi. Ia adalah pria yang sangat berarti bagiku.

“Aku mencintaimu, Kim So Eun. Bagaimanapun keadaanmu atau seburuk apapun puisi yang kau buat itu tidak lebih buruk dari pada aku kehilanganmu”

“Terima kasih Kim Bum, aku juga mencintaimu”

Kim bum memelukku dengan erat dan penuh kehangatan. Aku membalas pelukannya dengan lembut. Ku pejamkan mataku untuk merasakan pelukan kim bum yang terasa berbeda. Ah, jika setiap manusia memiliki orang yang mereka cintai mungkin mereka tidak akan bisa mengatakan kalau dunia itu sangat kejam dan juga keras.

Kim bum mengantarkanku pulang dengan mobil sedannya yang berwarna hitam itu. Kami berjalan berdampingan menuju ke pintu rumahku sambil bercanda tak jelas. Ketika sudah sampai aku melambaikan tanganku padanya. Ia malah menatapku heran.

“Kenapa? Apa ada yang salah?” tanyaku dengan bingung.

pol

            “Iya, memang ada yang salah sepertinya” jawab kim bum.

“Apa? Kau kan memang harus pulang, ini sudah malam dan besok kau harus kembali bekerja. Kalau direkturnya saja malas masuk ke kantor bagaimana pegawainya” ledekku dengan berpura – pura acuh.

“Ya kalau mereka malas bekerja tinggal pecat saja. Mudah kan?” balasnya dengan tidak mau kalah. Memang pria yang keras kepala.

“Lalu apa yang salah? Jangan membuatku bingung seperti ini” kataku lagi yang merajuk kesal.

“Kau ingin tau?”

“Tentu saja”

“Benar – benar ingin tau?”

“Mmm”

“Kalau begitu tutup matamu”

 154

            Alis mataku menaik saat ia menyuruhku untuk menutup mata. Mau tak mau aku harus melakukannya. Ku tutup kedua mataku dengan perlahan tanpa bicara apapun. Aku merasa jika tak ada satupun hal yang terjadi, bahkan tak terdengar suara sama sekali. Ini sangat aneh, pikirku. Namun tiba – tiba aku merasa ada yang menarikku untuk mendekat dan kemudian mencium bibirku dengan lembut. Langsung saja ku buka mataku karena aku sangat kaget. Dan ku dapati kim bum menatapku sambil tersenyum lebar.

“Sudah tau kan apa yang salah?”

“Bagaimana bisa aku mengetahuinya jika kau malah menciumku, bukannya mengatakan apa salahku”

“Aku belum menciummu tapi kau sudah melambaikan tangan seakan – akan aku akan langsung pulang. Pria mana yang tidak kesal jika di perlakukan seperti itu oleh wanitanya sendiri?”

Aku tertegun ketika mendengar pernyataannya. Kali ini kim bum terlihat polos sekali.

“Bukankah biasanya juga seperti itu? Kau juga tumben sekali menciumku tiba – tiba. Jadi itu bukan salahku” ujarku mengelak.

“Sudah salah tapi masih saja seperti itu, kalau aku tidak kembali saja baru tau rasa” ucapnya enteng.

“Iya – iya.. Kalau begitu pulanglah, hati – hati dan jangan memikirkanku selama kau menyetir. Ara?” kataku genit. Kim bum tertawa kecil lalu mencubit tanganku. “Aduh! Sakit tau”

“Kau ini ada – ada saja. Bagaimana bisa aku tidak memikirkanmu jika hanya kau yang ada di otakku? Ya sudah, kau juga istirahat. Have a nice dream, love you

Love you too

Kim bum melangkah meninggalkanku yang masih terdiam melihatnya. Entah mengapa hatiku merasa berat ketika melihatnya berjalan ke mobil untuk pulang. Bahkan ia masih sempat tersenyum manis padaku sebagai tanda perpisahan untuk hari ini. Aku hanya membalas senyumannya dengan menutupi perasaanku. Akhirnya kim bum benar – benar pergi. Aku menghela nafas panjang.

“Aku mencintaimu Kim Bum, sangat – sangat mencintaimu” ujarku pelan. Kemudian aku beranjak masuk dan beristirahat di kamar yang sudah menunggu.

***

            “So Eun, Kim So Eun”

            “Aku harus pergi, jangan pedulikan aku. Aku yakin kau bisa menemukan pria yang lebih baik dariku”

            “Bahagialah untukku. Aku mencintaimu, Kim So Eun”

 

            “KIM BUM!!!!!”

Dengan cepat aku terbangun dari tidurku. Nafasku terengah – engah dengan keringat yang membasahi wajahku. Kim So Eun, itu hanyalah sebuah mimpi. Ya, itu hanyalah sebuah mimpi, bukan kenyataan yang memang terjadi. Tapi, itu adalah mimpi terburuk yang pernah ku alami. Aku tidak pernah bermimpi seperti ini sebelumnya, hatiku juga tiba – tiba merasa takut dan khawatir pada Kim Bum.

“Kim Bum, apa yang terjadi? Ini hanya mimpi kan?” ucapku yang kini mulai menitikkan air mata.

Tiba – tiba ku dengar ponselku berdering panjang. Ku hapus air mataku dan mengambil ponsel yang ku letakkan di atas meja rias. Lalu ku angkat telfon yang rupanya dari Kim bum. Tumben sekali ia menelfon malam – malam seperti ini.

“Yeoboseyo”

“Apa ini Kim So Eun???”

Aku mengkerutkan kening saat mendengar suara dari sebrang sana. Ini bukanlah suara Kim bum, namun nomor telfon ini memang nomor telfon Kim bum. Ada apa ini?

“Benar, maaf anda siapa?”

“Ah, aku akan perkenalkan diriku nanti. Kekasih anda mengalami kecelakaan di jalan raya. Ia mengalami pendarahan hebat di kepalanya dan kini ia sedang di bawa ambulans menuju ke rumah sakit!”

Backsound: Ailee – Evening Sky

DEG!!!

Ponsel yang sedari tadi ku genggam kini terjatuh ke lantai. Tanganku terasa kaku dan bibirku kalut. Tidak, ini tidak mungkin. Kim bum tidak mungkin kecelakaan, mustahil! Kedua mataku kini meneteskan air mata, pikiranku hanya di penuhi dengan bayangan Kim bum yang mungkin sekarang sudah tak sadarkan diri. Aku langsung mengambil tas dan jaket ku lalu pergi menuju rumah sakit. Kim bum, bertahanlah untukku!

***

            Aku berlari menuju ke ruang UGD yang ada di rumah sakit itu. Tangisanku tak berhenti meskipun banyak orang yang menatapku aneh. Ketika aku berhasil menemukannya aku langsung menuju ke pintu masuk untuk melihat keadaan kim bum.

“Kim Bum, kau baik – baik saja bukan? Kim Bum kau dengar aku kan??? Kim Bum! Suster cepat bukakan pintunya!!!” teriakku dengan terus mencoba membuka pintunya.

“So eun, kekasih anda sedang di tangani oleh dokter di dalam sana. Kau harus menunggunya di sini!” ujar seorang pria yang mencoba untuk menahan tanganku.

“Tapi aku harus masuk ke sana! Aku harus melihat Kim Bum sekarang juga!!!”

“Itu tidak membantunya sama sekali! Kau hanya bisa berdoa untuk bisa menyelamatkannya, bukan mengganggu seperti ini!”

Perlahan aku melepas genggaman tanganku di pintu itu. Selangkah demi selangkah aku mundur dari depan pintu itu. Aku terduduk di bangku yang ada di sana, dan tangisanku pun semakin menjadi. Kedua tanganku ku letakkan di atas kakiku. Seperti air mata yang tidak akan pernah habis, aku tak akan bisa tenang jika aku belum bisa melihat Kim bum dengan mataku sendiri. Pria yang tadi berusaha untuk menahanku itu kini ikut duduk di sampingku. Ia berusaha untuk menenangkanku dengan terus mengelus punggungku pelan.

ff1

            “Jika kau percaya jika ia baik – baik saja, maka dia akan baik – baik saja. Tenanglah” ujarnya sambil terus menatapku.

“Bagaimana bisa ia mengalami hal ini? Mengapa harus dia yang mengalaminya, kenapa???” ucapku dengan penuh sesal. “Seandainya aku di perbolehkan untuk menggantikan posisinya, aku akan melakukannya. Aku tak mampu menjalani hidup tanpanya”

“Jangan bicara seperti itu. Aku yakin jika dia juga tidak mampu hidup tanpamu. Bertahanlah untuknya sampai ia sadar dan kembali”

Hanya isakkan yang terus keluar dari bibirku. Aku tidak bisa berkata apapun lagi selain menahan kesedihanku dengan terus menangis seperti ini. Nafasku terasa sangat sesak dan juga berat. Beberapa menit kemudian ku lihat seorang dokter yang keluar dari ruangan UGD. Aku segera berjalan ke dokter itu di ikuti oleh pria yang sedari tadi menemaniku.

“Bagaimana keadaan Kim Bum dokter??? Dia baik – baik saja bukan??? Ayo dokter katakan padaku kalau dia baik – baik saja kan?!” tanyaku dengan sangat khawatir. Namun dokter itu hanya diam dan diam.

“Kenapa dok? Mengapa anda tidak menjawab pertanyaanku??? Kim Bum baik – baik saja kan???” kataku lagi.

“Dia..”

“Kami sudah melakukan penanganan semampu kami. Namun..”

Dokter itu kembali terdiam. Aku menunggu jawabannya dengan semakin khawatir. Kedua tanganku terasa dingin, ku harap yang ku dengar kali ini adalah hal baik.

“Dia mengalami koma”

Ku bulatkan kedua mataku ketika dokter memberitahuku segalanya. Ini tidak mungkin, pasti ini semua hanya bualan belaka.

“Tidak.. Dokter pasti berbohong kan??? Kim Bum tidak mungkin koma dokter, tidak mungkin!!!”

“Dia koma karena pendarahan dari kepalanya yang sudah terlalu parah. Benturan keras di kepalanya pasti membuat kerusakan di bagian otak. Keadaannya saat ini bahkan dapat di katakan lebih baik di bandingkan yang lain yang mungkin langsung meninggal di tempat”

“Kim Bum yang sedang koma dokter bilang kalau itu lebih baik??? Hidupnya kini sama saja seperti di ambang batas hidup dan mati!!!”

“Maaf nona, kami sudah melakukan yang terbaik, namun hasilnya nihil”

Dokter itu berjalan meninggalkanku yang kini menangis tak percaya. Aku hanya bisa meratapi apa yang harus ku hadapi saat ini. Sesaat aku begitu bahagia melihatnya tersenyum tulus padaku. Ya Tuhan, mengapa Kau memilih untuk merusak semua kebahagiaanku dengannya???

 tumblr_laqt4idAH81qc2y3y

***

            Aku terduduk di samping Kim bum yang kini terlelap tanpa sadar. Wajahnya terlihat pucat, nafasnya pun di bantu menggunakan tabung oksigen. Ku genggam tangannya agar hangat, agar ia dapat merasakan kehadiranku di sisinya. Ku coba untuk tersenyum meskipun hati ini terasa sakit sekali.

“Seandainya aku bisa melakukan sesuatu untukmu agar kau bisa kembali, aku pasti melakukannya meskipun aku harus mempertaruhkan nyawaku” gumamku sambil mengelus kepalanya dengan tangan kiriku.

Kemudian ku dengar seseorang masuk ke dalam ruangan. Ternyata pria yang menelfon dan menungguku tadi datang membawakan sebuah kantung putih tanpa ku tau isinya apa.

“Ini” ujarnya sembari memberikan kantung itu padaku.

“Apa ini?” tanyaku singkat.

“Makanan dan juga minuman. Memang tidak banyak, tapi setidaknya itu bisa mengembalikan kembali tenaga dan semangatmu yang banyak menghilang tadi” balasnya sambil tersenyum lebar.

“Terima kasih, namun aku tidak memerlukannya”

“Kenapa? Apa karena kau canggung dan merasa asing denganku?”

Aku terdiam tanpa menatap matanya. Sebenarnya bukan karena hal itu, namun aku memang tak nafsu makan karena keadaan Kim bum yang seperti ini.

“Kenalkan, namaku Hyun Woo, Lee Hyun Woo” ujarnya yang kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.

“Namaku..”

“Sudah, kau tak perlu memperkenalkan dirimu padaku. Namamu Kim So Eun kan? Aku orang yang tadi menelfon ke ponselmu”

Aku hanya mengangguk pelan lalu membalas salaman dengannya. Sejujurnya aku tak memasang ekspresi apapun di depannya, mungkin ia cukup sadar bagaimana kondisiku saat ini. Kemudian dia mengambil kursi dan ikut duduk di sampingku lagi.

“Sepertinya, kau itu sangat – sangat berarti baginya ya” gumamnya. Ku lihat ia sedang berbicara sambil melihat wajah kim bum.

“Maksudmu?” tanyaku aneh.

“Dari sekian banyak kontak nomor di ponselnya, apa kau tidak berpikir kenapa aku memilih untuk menelfonmu? Sebenarnya aku tidak melihat phonebook nya, aku langsung berpikir untuk mencari speed dial. Dari angka 1 sampai angka 9 tidak ada kontak yang ia simpan, namun saat ku tekan angka 0 barulah keluar nomor ponselmu. Aku bingung mengapa ia menyimpan nomor ponselmu di angka itu” jelasnya padaku dengan panjang lebar.

Kim bum memang pernah menceritakan padaku kalau ia sangat menyukai angka 0 dan menurutnya angka 0 adalah angka ku dan dia. Aku memang sempat merasa bingung seperti yang Hyun woo alami saat ini. Tapi keheranan ku hilang saat Kim bum menjelaskan artinya.

“Angka 0 memang terlihat tidak memiliki nilai, bahkan angka ini adalah angka terendah. Namun apa kau sadar jika garis angka ini tak berujung? Aku ingin kehidupan kita seperti angka 0. Kehidupan yang tak akan berujung yang di penuhi dengan cinta yang di lingkari oleh garis angkanya. Jadi, yang ku inginkan hanyalah kau, dan juga cinta yang sederhana dan apa adanya..”

 

Ucapan Kim bum terdengar begitu indah di hatiku. Ia tak pernah membuat puisi sepertiku, namun ia dapat menemukan filosofi unik dari satu hal yang sederhana. Benar – benar menggambarkan kepribadiannya, dari keluarga kalangan atas namun bersikap sopan dan menghargai orang lain, tak seperti orang lain yang ku kenal.

“Kim So Eun? Gwenchana?”

Lamunanku buyar saat Hyun woo memanggil namaku. Aku kembali tersadar saat melihat Kim bum terbaring lemah. Aku hanya tersenyum simpul pada Hyun woo untuk meyakinkannya.

“Ani, aku tidak apa – apa”

***

            Aku kembali menunggu Kim bum di rumah sakit setelah berganti baju ke rumah. Hyun woo menawarkan diri untuk membantuku menjaga Kim bum selama aku pulang. Hingga ketika aku sampai di rumah sakit pun ia tetap berjaga di luar ruangan. Hyun woo berkata padaku jika ia ingin memberikan waktu padaku dan juga Kim bum, hanya kami berdua. Aku sangat menghormati keputusannya. Dan yang ku tau, sejauh ini ia selalu bersikap baik layaknya sahabat yang sudah ku kenal begitu lama.

Memperhatikan wajah Kim bum yang sedang dalam kondisi seperti ini membuat hatiku tersayat. Tak ada kegiatan pasti yang ku lakukan selama aku menunggu Kim bum di sampingnya. Ku keluarkan sebuah buku note kecil dan juga sebuah pulpen dari tasku, lalu aku mulai mengukir sebuah kata di atas kertas itu.

Love is not easy to stopped

As fast as when i fall in love

Fall in love with someone like you

That can give a meaning in my life

 

Love is not easy to changed

Changed to be a hate feeling

But i have a decide

To leave you, for your happiness

 

Aku tak tau jika puisi yang ku buat saat ini memiliki arti tersirat atau tidak. Aku hanya menulis apa yang ada di pikiranku saja, selain Kim bum tentunya. Meskipun membuat puisi di kala masa – masa terberat seperti ini merupakan hal yang sulit ku lakukan, tapi aku yakin jika Kim bum pasti juga tidak akan menyukainya jika aku memilih untuk diam tanpa melakukan apapun.

“So Eun”

Ku alihkan pandanganku ke arah suara itu. Pintu ruangan terbuka dan Hyun woo masuk dengan 2 orang yang mengikuti di belakangnya.

“Ada apa Hyun Woo?” kataku pada Hyun woo.

“Ada tamu yang datang untuk menjenguk Kim Bum. Mereka bilang mereka adalah saudara sepupunya, dan mereka juga bilang kalau mereka sudah saling kenal denganmu” balas hyun woo.

“Mwo? Kenal denganku? Siapa?”

Tamu yang di maksud oleh Hyun woo berjalan mendekat padaku. Awalnya aku merasa curiga dengan tamu yang datang, aku takut jika tamu itu hanya mengaku – ngaku mengenalku padahal aslinya dia adalah orang jahat. Dan rupanya..

“Yoo Seung Ho, Park Jiyeon!”

Aku langsung berseru gembira dan memeluk mereka berdua dengan erat. Yoo Seung Ho memang saudara sepupu Kim Bum, sementara Park Jiyeon adalah kekasih dari Seung ho. Kim bum sempat mengenalkanku pada mereka saat aku di ajak Kim bum untuk makan malam di sebuah restoran. Dari semua anggota keluarga Kim bum satu – satunya keluarga yang bisa menerima ku hanyalah Seung ho. Ia dan Jiyeon selalu memberikan dukungan pada Kim bum agar terus mempertahankan hubungannya denganku.

“Bagaimana kabarmu? Sudah lama tidak bertemu” ujar Seung ho sembari tersenyum.

“Iya. Padahal aku sudah menelfon Kim bum agar mengajakmu saat meeting di kantor Seung ho 2 hari yang lalu, dia malah beralasan” tambah jiyeon yang terlihat kesal. Aku baru tau jika Kim bum pintar berbohong di depan orang lain, dasar.

“Kalau begitu, aku pergi keluar dulu. So eun, kabari aku saja jika ada apa – apa, oke?” kata Hyun woo pada so eun.

Hyun woo membungkukkan badannya pada Seung ho dan Jiyeon, kemudian ia pergi meninggalkan kami bertiga. Aku hanya melempar senyum pada Hyun woo ketika ia tersenyum padaku dari balik pintu sebelum ia menutup pintunya.

“Jadi, bagaimana keadaan Kim bum? Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya seung ho yang kini terlihat serius padaku. Wajar saja jika Seung ho seperti ini, dia adalah sepupu yang paling dekat dengan Kim bum.

 yoo-seung-ho-08

“Kecelakaan, setelah mengantarku pulang dengan tingkahnya yang terlihat tak seperti biasanya” jawabku pelan. Mengingat kejadian semalam membuat hatiku semakin sakit.

“Apa kecelakaan nya sangat parah So eun? Kau tau kan, Kim bum bukan tipe orang yang suka mengebut di jalan jika ia tidak dalam kondisi terburu – buru” ujar Jiyeon.

Ryan-Dream-High-2-park-jiyeon-29988612-500-500

            “Aku tidak tau, semuanya terjadi begitu saja. Bahkan aku sempat bermimpi buruk tentangnya, dan tiba – tiba aku mendapat telfon dari Hyun woo kalau Kim bum kecelakaan. Hanya itu saja yang aku tau” kataku pasrah.

Jiyeon menghampiriku dan kemudian memelukku. Pelukkan dari seorang sahabat seperti Jiyeon membuatku mulai menangis. Seung ho yang tadi berdiri di samping Jiyeon kini ikut mendekat dan mengelus pundakku.

“Sabarlah So eun, aku yakin kau adalah orang kuat. Kau bisa menjalani hubungan ini dengan Kim bum selama 3 tahun meskipun orang tua Kim bum tidak pernah menerimamu, jangan biarkan hal ini merusak semua yang pernah kalian lewati bersama” ujar Jiyeon padaku.

“Kim bum juga pasti sedang bertarung dengan apa yang ia alami sekarang. Jangan pernah menyerah hingga ia kembali” sambung Seung ho yang ikut prihatin.

***

            “Pulanglah, lebih baik kau istirahat di rumah untuk hari ini. Sudah hampir seminggu kau tidur di rumah sakit. Jangan sampai kau jadi ikut sakit, Kim bum pasti tidak mau melihat kondisimu seperti ini”

“Aku tidak apa – apa Hyun woo, aku masih bisa menunggunya, bahkan sampai ia sadar meskipun aku tak tau kapan. Aku ingin menjadi orang pertama yang ia lihat saat ia siuman nanti”

“Tapi tidak dengan cara kau terlalu memaksakan diri. Ku antarkan kau pulang, biar suster yang menunggu Kim bum hingga aku kembali”

“Tidak perlu, aku akan..”

“Tidak ada alasan, ku antarkan kau pulang sekarang. Kajja”

Hyun woo langsung mengambilkan tasku dan memberikannya padaku. Ia memberikan ku waktu untuk berpamitan pada Kim bum, yang sebenarnya tak ia sadari. Ku tatap wajahnya dalam lalu ku kecup keningnya lembut.

“Aku akan kembali. Aku mencintaimu, Kim bum”

Dengan langkah gontai aku menghampiri Hyun woo yang sudah menungguku di ambang pintu. Aku menutup pintunya dengan berat sampai aku benar – benar menutupnya. Kami berjalan bersama halte bis yang letaknya tak jauh dari rumah sakit. Butuh waktu 30 menit untuk kami sampai ke rumahku. Setelah turun dari bis Hyun woo mengajakku berbincang – bincang selama berjalan ke rumah.

“Ku dengar, kau dan juga Kim bum sudah pacaran 3 tahun. Apa itu benar?” tanya Hyun woo yang terlihat penasaran.

“Benar” kataku. Jawaban yang sangat meyakinkan meskipun tak lebih dari satu kata.

“Wah, tak ku sangka di jaman seperti ini masih ada pasangan yang hubungannya awet seperti kalian. Long lasting, iya kan?” kata hyun woo lagi. Aku hanya tersenyum simpul.

“Hyun woo?” ujarku memanggilnya.

“Ya?”

“Bolehkah aku bertanya padamu, tentang satu hal?”

“Tentu saja, kau mau bertanya apa?”

Sejujurnya aku agak sedikit ragu untuk menanyakan hal ini padanya. Namun sikapnya yang selalu baik dan perhatian padaku dan juga Kim bum membuat perasaanku menjadi bingung. Akhirnya aku benar – benar memberanikan diri untuk menanyakannya.

“Mengapa kau mau menolong Kim bum hingga sejauh ini? Bahkan kau selalu menghiburku di saat aku sudah putus asa. Kenapa kau tidak lekas pergi dari ruang UGD lalu kembali dengan kesibukkanmu sendiri?” kataku dengan panjang lebar.

Ku lihat Hyun woo terdiam sejenak saat aku bertanya seperti itu. Senyum yang sedari tadi terhias di wajahnya kini menghilang. Entah mengapa aku menjadi merasa tidak enak. Apa yang ku ucapkan padanya salah?

“Hyun woo, kau baik – baik saja? Kau tak perlu menjawab pertanyaanku jika kau segan untuk mengatakannya” ucapku yang berusaha untuk mengembalikan kembali mood nya.

“Mwo? Ah tidak, aku tidak segan sama sekali, apalagi untuk menceritakannya pada orang sepertimu. Hanya saja, aku takut kau menganggapku seperti orang yang sedang curhat colongan, hehehe” jawabnya dengan senyum lebar.

“Anio, aku tidak pernah berpikir seperti itu”

“Aku memiliki kekasih yang sebenarnya sudah ku sukai sejak aku masih kecil, namanya Choi Hye Ah. Dari bangku SD hingga kuliah kami selalu satu sekolah, dan kami merasa seperti kami adalah pasangan paling bahagia di dunia ini. Kami sempat bertengkar hebat saat Hye Ah tau kalau aku ingin mengikuti balapan liar di daerah Gangnam. Dia mematikan ponselnya dan menutup pintu rumahnya rapat – rapat. Aku harus menunggu dia untuk memaafkanku selama 3 hari, aku jadi merasa bersalah karenanya”

“Saat dia sudah memaafkanku, aku mengajaknya untuk makan malam di dekat Namsan Tower, tempat kesukaannya. Dan tiba – tiba, saat aku mengantarkannya pulang dengan motorku ada mobil yang menyerempet kami dan membuat kami terjatuh. Tanganku berdarah saat itu, namun aku mendapati Hye Ah sudah tak sadarkan diri dengan begitu banyak darah yang mengalir di kepalanya. Aku membawanya ke rumah sakit, menunggu dokter membawa kabar baik untukku, namun hasilnya sia – sia..”

“Jadi, Hye Ah..”

“Ya, nyawanya sudah tak tertolong lagi. Dan itu terjadi 3 tahun yang lalu”

Ya tuhan, tak ku sangka seorang pria yang baik seperti Hyun woo ternyata juga memiliki kisah tragis sepertiku. Bahkan Hye Ah sudah meninggalkannya terlebih dulu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hal itu juga yang akan menimpaku. Mengetahui dan melihat Kim bum yang terbaring koma dengan tubuh yang dingin dan pucat, itu sudah cukup membuatku ingin bunuh diri.

“Keecelakaan yang di alami oleh Kim bum pasti sangat menyakitkan untukmu, dan perasaanmu saat tau jika dia koma sama persis denganku saat melihat Hye Ah sudah tak bernyawa. Tapi aku yakin kau pasti lebih terpukul di bandingkan denganku, karena kau seorang wanita. Bukankah perasaan wanita itu sangat peka?” sambungnya lagi dengan suara parau.

“Hyun woo..”

“Hei Kim So Eun, tidak ada yang memintamu untuk ikut bersedih dengan kejadian yang sudah ku alami. Kenapa wajahmu jadi sendu begitu?”

Bagaimana bisa Hyun woo menutupi kesedihan yang ia alami dengan begitu apik? Ia sudah lebih dulu mengalaminya di bandingkan aku, sementara aku yang baru menunggu Kim bum sadar untuk beberapa hari saja sudah seperti ini. Aku tersenyum padanya agar ia tak khawatir dengan keadaanku.

“Aku yakin kini Hye Ah pasti sedang tersenyum bahagia melihatmu sekarang. Kau juga harus yakin jika Hye Ah juga pasti hidup bahagia di surga sana. Cinta Lee Hyun Woo dan juga Choi Hye Ah adalah cinta yang abadi selamanya. Long lasting forever” gumamku sebagai ucapan penyemangat.

“Aigo, kau ini apa – apaan? Sudah – sudah ayo kita pulang! Nanti Kim bum datang ke mimpiku dan memarahiku jika aku tak mengantarmu sampai ke rumah” ledek Hyun woo dengan puas.

Hyun woo berjalan lebih dulu agar aku segera mengikutinya. Sepandai – pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Meskipun Hyun woo selalu tersenyum di depanku seakan tak terjadi apapun, aku yakin ia juga butuh waktu sendirian untuk menyembuhkan lukanya. Dan saat ini ia sudah terjatuh karena aku sudah tau betapa pilu hatinya ketika kehilangan Hye Ah. Lee Hyun Woo, kau adalah pria yang sangat hebat, benar – benar hebat.

***

            Aku sudah membersihkan badan dan juga makan malam, meskipun sudah sangat terlambat tentunya. Sebelum beranjak ke kasur aku menyempatkan diri untuk bercermin di meja riasku. Menyisir rambut hitam panjangku dengan perlahan di depan kaca dengan tatapan kosong. Aku selalu melakukan hal ini agar Kim bum selalu menyukaiku, menyukai apapun yang ada pada diriku.

“Rambutmu bagus”

            “Mwo? Apa kau baru tau kalau rambutku itu bagus? Bahkan rambutku adalah rambut terbaik di dunia melebihi arti hollywood di Amerika tau”

            “Iya, aku tau kok”

            “Lalu kenapa berkata seperti itu lagi?”

            “Aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Tapi akan lebih bagus jika rambutmu ini di gerai”

            “Kenapa? Kau tidak suka rambutku di ikat?”

            “Bukannya tidak suka, tapi kau sangatlah cantik dengan rambut di gerai. Bidadari surga saja cantiknya bukanlah apa – apa di bandingkan denganmu So Eun”

            “Kau ini, tak pernah bosan memujiku terus”

            “Memang. Seorang Kim Bum selalu memuji wanitanya bernama Kim So Eun, memang begitu”

 

Aku merindukan mu Kim bum. Meskipun aku masih dapat melihatmu, namun aku tak mampu jika harus membiarkanmu terbaring koma seperti ini. Aku merindukan senyummu yang selalu berhasil membuatku tersipu malu. Aku merindukan belaian tanganmu yang selalu menyentuh kepalaku dengan lembut. Aku merindukan pelukan hangatmu yang membuatku terhanyut di dalam cintamu. Mengapa aku harus merasa tersiksa seperti ini karenamu?

Tiba – tiba ponselku berdering panjang. Ku letakkan sisir yang tadi ku gunakan di atas meja dan ku raih ponselku. Ku lihat telfon masuk yang ku terima.

“Yoo Seung Ho? Ada apa dia menelfon?” gumamku bingung. Tak biasanya dia menelfon.

Akhirnya ku angkat telfon dari Seung Ho itu.

“Yeoboseyo”

“So eun, kau belum tidur?”

“Belum, waeyo? Tumben sekali kau menelfonku”

“Ya, aku tau itu. Ada sesuatu yang ingin ku beritahukan padamu. Tadinya aku ingin mampir ke rumah sakit sekalian menjenguk Kim Bum lagi. Tapi terlalu banyak jadwal yang harus ku hadiri”

“Ah, saat ini aku sedang di rumah. Hyun woo yang menjaga Kim Bum di sana”

“Oh ya? Tak ku sangka ia benar – benar baik padamu dan juga Kim Bum”

“Mmm. Lalu apa yang ingin kau katakan?”

“Tapi, kau jangan syok atau apalah yang sejenis hal itu. Ok?”

“Iya, ada apa?”

Tak terdengar lagi suara Seung ho di ponselku. Ku cek telfonnya tapi masih terhubung, tidak ia matikan. Aku jadi merasa aneh padanya.

“Orang tua Kim Bum besok akan datang, mereka juga ingin berbicara denganmu So Eun..”

– To Be Continued –

 

Sebenarnya TS ini sebagai gambaran rasa kagum saya kpd pasangan – pasangan yang bisa bertahan dalam waktu relatif lama. Abis temen – temen saya aja rata – rata pacarannya Cuma 1 sampe 5 bulan. Yang 2 minggu juga ada #eh

Saya mengharapkan komentar kalian readers!

Karena dari situ saya tau kekurangan saya di mana, siapa tau bisa saya perbaiki. Meskipun sulit -_____-v

Sampai jumpa di part akhirnya! Chu~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

33 thoughts on “(TS) Lasting – Part 1

  1. Devi Januari 20, 2013 pukul 9:03 am Reply

    Daebak Thor FF’a

    KsiaN bumppa koma,,,
    EiNNie stia bNgeeet ma bumppa slu mNjaga bumppa,,,,
    ANd pNsaraN ma ortu bumppa ap yg mmbwt ortu bumppa tdk setuju klo bumppa pcaRaN ma eoNNi so euN,,,,,,

    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,,

  2. sintiaroom Januari 20, 2013 pukul 10:11 am Reply

    Ahhhhh keren ffnya jujur aku nangis loh kak ahhh trlalu mnghayati ffnyaaa bener kak stujuu aku jg kgum sam yg bersama dlm kurun wkt lama dan sampe nikah , sampe kakek nenek , sama meninggal pun satu sama lain melengkapi hehe :’)
    ahhhh Bumsso kasian , Bum kasian Koma , ya allah Soeun bgitu setia sama Kim Bum , ahhh kasian Bumsso huhuuhu author hrs tnggung jwb pokonya ffnya hrs happy ending !
    Ahhhh ortu Bum mau dtg? Terus gmn sama Sso? Ahh ortu Bum hrsnya merestui Bumsso😥
    ayoo kak bkin Bumsso happy ending yaaa please :’)
    lanjutkan kak🙂

  3. kiki Januari 20, 2013 pukul 10:14 am Reply

    suka banget sama kata2 ini –> “Angka 0 memang terlihat tidak memiliki nilai, bahkan angka ini adalah angka terendah. Namun apa kau sadar jika garis angka ini tak berujung? Aku ingin kehidupan kita seperti angka 0. Kehidupan yang tak akan berujung yang di penuhi dengan cinta yang di lingkari oleh garis angkanya. Jadi, yang ku inginkan hanyalah kau, dan juga cinta yang sederhana dan apa adanya..” –>filosofinya dalem banget >.<

    btw saya mencium bau2 sad ending. curiga kimbumnya meninggal. huaaa.. T.T
    trus masih penasaran juga sama hyun woo, kyny ada alasan lain knp dia baik bgt sm kimbum?? penasaran juga sm pertemuan dgn ortunya kimbum..
    mudah2an next part ga bikin nangis2. huhu #gapapa juga sih

  4. Anna Januari 20, 2013 pukul 10:42 am Reply

    Sad kcian bumsso,,brhrp happy ending,,pny bad feeling niey about ortu KB,,tp brhrp mrk brthan&tak trpishkn🙂

  5. emi Januari 20, 2013 pukul 11:38 am Reply

    Rameeeeeee bagus :3 panjangin lagi, oh iya nanti ada spesial partnya yah ;;)

  6. anisachair Januari 20, 2013 pukul 1:05 pm Reply

    Sedih banget bacanya. Semoga kim bum cepat sadar dari komanya dan kembali lagi bersama sso. Ditunggu kelanjutannya.

  7. ria Januari 20, 2013 pukul 1:50 pm Reply

    uhgh agak sdih jg bc ff ni thor,, kasian sm hubng.oppa sm eonni…ky y oppa mau d pisahin ni sm so eonni..
    d tngu bgt thor klnjtan y

  8. Weny Januari 20, 2013 pukul 1:52 pm Reply

    Waahh, anyyeong author saya reader baru🙂
    FF nya daebak author.
    Feelnya terasa banger😉
    Next partnya ditungguin ya author🙂
    Salam kenal ^__^,

  9. Dezztie soha'alikaif zahrotussita Januari 20, 2013 pukul 2:01 pm Reply

    Crtanya menggharukan,,bum ayo cpet bngun…
    Kra”pa y yg mau d bcrakan orang tua bum kpda sso,,mga ja bkan hal buruk…
    Next update soon… ;-D

  10. cucancie Januari 20, 2013 pukul 3:46 pm Reply

    Ya ampun cm sebentar sih bumsso bahagianya,kasian so eun kim bum koma,untung ada hyun wo yg slalu menemani so eun,nah lo ortu nya kim bum mau ketemu so eun kira2 gmn ya, trs mau ngapain,mudah2an sih ortu nya kim bum menyetujui hub so eun ma kim bum,,,ditunggu part 2 nya ya thor…fighting!!!

  11. dedekartika Januari 20, 2013 pukul 4:48 pm Reply

    daebakk..ff seruu bngt..
    bumppa koma…kasihan sma sso yng sangat brsedih…
    Penasaraan ortu bumppa mau ngomng apa’ya sma sso.

    #lanjutt last partnya d’tunggu.

  12. kai kurasin Januari 20, 2013 pukul 5:04 pm Reply

    ffnya bagus ………..sabar y soeun
    moga2 klak ortuNya kim bum mrestui hubungan kalian
    next partNya ………..jg lama2 ……..

  13. Dizha adrya Januari 21, 2013 pukul 3:43 am Reply

    Crta ny sdh thor ksian ma bum,, smga koma ny gak lama, mna ortu ny bum mw bcra ma sso lgi aduh mkn gwat ne,, d tgu part 2 ny thor mdh” an happy ending,,

  14. erika Januari 21, 2013 pukul 11:16 am Reply

    ehm keren nh ff’a syifa kalo bagi aku sh ga ada yg kurang dari ff nh…
    lanjutin’a jangan lama2 ya udah pnasaran nih sama ffnya

  15. Safriyanti Januari 22, 2013 pukul 4:16 am Reply

    Seru author,,,,
    kcian sso d tgal koma ama kim bum,,,.mdah2an kim bum cpat sdar,,,,
    kyak,a da sstu to yg mnybabkn kim bum ampk claka,,,,
    jngan lma2 post,a author,,,,
    pnsran bget ne,,,,,

  16. qindae Januari 22, 2013 pukul 2:22 pm Reply

    Baru part 1 aja udah sedih banget😦
    Ceritanya sangat menyentuh thor , kimbum emg bener2 romantis yaaaaaa , sediih bgt yg pas so eun selalu ingat kata2 kimbum .
    Lanjut part 2 nya cepetan ya thor😀
    Fighting !

  17. pipip Januari 25, 2013 pukul 7:39 am Reply

    waah sedih bca ff ini
    Pnsran bnget dgn hyunwo itu knp bsa dy kyk gtu apa jgn2 dy yg nyebapin kmbum kcelkaan ?
    jgn d buat sad ending ya thor pleaas

  18. anastasia erna Januari 29, 2013 pukul 5:36 am Reply

    baru baca aja…ada di bikin sedih begini…
    tapi penasaran…apa yang buat kim bum kecelakaan…?
    di tunggu lanjutanya…

  19. Nia lestari lufibumhekidory Februari 6, 2013 pukul 3:57 am Reply

    Hadohh..
    Menegangkan..

  20. Umi Clouds Prince Februari 8, 2013 pukul 1:40 pm Reply

    disini saya readers baru,salam kenal y
    ceritanya menarik sekali pengen baca terus dan buat author semangat y…
    gomawo

  21. edogawa kim suju Februari 21, 2013 pukul 6:53 am Reply

    Ceritnya… Baguss
    Sadnya dpet ..
    Romantissnya jga dpet.. Pokoknya good !!

  22. VayTeuKey April 4, 2013 pukul 10:01 pm Reply

    wah d critain sedh ny d0ank. masa2 bhagia mereka cm dikit

  23. luthfiangelsso April 5, 2013 pukul 4:58 am Reply

    Ortu’a kimbun dateng??
    Bukan’a mereka ga stuju sama hub bumsso aduh gimana nasib ssi gimana nasib hub bumsso ??
    Mau lanjut baca ya author…..:)

  24. @chabumssoELF / Annisa Rachma April 30, 2013 pukul 4:25 pm Reply

    keren eonn.. tp di part awalnya udh sedih😦 *jgn dibikin sad ending yaaa*
    eonni bilang,eonni bikin ini karena kagum sama org2 yg pacarannya lama, cz tmn2 eonni pacarannya singkat2 bahkan ada yg dua minggu.
    tmn ku lbh parah lagi, :: 2 Jam :: -,-
    maka dari itu, skrg dikelas ada fanbase baru = DUJAVERS= DUa JAm loVERS haha..

    • koreanfanfictland Mei 1, 2013 pukul 3:25 am Reply

      Terima kasih annisa😉
      Serius??? Wah ternyata ada yang lebih parah dari pada temen – temen saya! Hahaha~ Ya sudahlah, yang penting kehidupan cintanya bumsso sama pasangan kita nanti ga cuma dua jam atau dua minggu yaaa #plakk

      -Chandra Syifa W-

  25. Puji Zulfia Mei 6, 2013 pukul 3:07 pm Reply

    Sesuai genrenya , ni ff bneran romantis dan juga sad

  26. Rahmie mamierizky Mei 13, 2013 pukul 2:25 pm Reply

    Long lasting saya juga kadang merasa iri dengan mereka yang bisa bertahan dengan cinta yang bukan dengan waktu yang singkat, yang pada kenyataan nya lebih mudah mendapat kan cinta tapi tak semudah itu memprtahan kan cinta,,,,,

  27. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 4:56 am Reply

    Yaaaaa..ap yg trjdiii slnjutttnya …
    Smgaa kluarga Bum it baikk sma so eun..
    Ksiann Bum blom sdarr d tmbahh lgii sma kluargaa n ggak stju sma hbngan Bumsso…

  28. Hyo sun Juli 17, 2013 pukul 10:33 am Reply

    Keren^^

  29. anandain Agustus 25, 2013 pukul 1:01 pm Reply

    keeren.. ^^

  30. lilis suryani Juli 1, 2014 pukul 7:05 am Reply

    makin meneganggakan

  31. ainami Agustus 18, 2014 pukul 7:27 am Reply

    awalnya sgt manis dan romantis, eh ga taunya ditengah2 sampe akhir bikin sesenggukan… sedih bgt😥

    mana sblmnya sso sempet mimpi buruk, ikatan batin~~~

    lgsg menuju part 2 ah

  32. tututwulanandayani Maret 27, 2015 pukul 3:28 am Reply

    Hiks,,, hiks,,, sedih bngt thor😥
    gk tega bcanya smpe bnr” nangis ni thor ngerasain gmna gundanya hti sso eon😥
    kereeeennn,, ff y bgus thor feel y dpt bngt tpi smga happy ending ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: