(FF) Cry – Part 3


“Cry”

My second mistake..

(Sequel Tears)

 tumblr_mfr1xc0vwE1r6izg9o1_500

(cover by: fuckyeahhyohyuk.tumblr.com)

Author: Jewels17.

Genre: Sad,Romance,Friendship.

Main Cast: Eunhyuk, Hyoyeon.

Cast:  Gyuri,Donghae,Jessica.

Note: Sequel FF Tears. Di cerita ini mereka semua (yang ada dalam cast) bukan lah artis a.k.a member boyband maupun girlband. di FF ini mereka hanyalah orang biasa.

 

***

Review Part 2

 

”Sunbae..”

”Ah.. Ne?”

”Kau melamun..” dia mem-pout bibirnya, lucu sekali ^-^

Aku langsung mencubit pipi hyoyeon.

”YA!” teriaknya sambil memegangi pipinya.

Aku hanya tersenyum jahil padanya dan kembali menyubit pipi nya.

”Sunbae!! Appo!”

Akupun menjulurkan lidahku dan langsung berlari menghindar darinya.

 

Setidaknya ini bisa membuat hyoyeon lupa tentang jessica,donghae dan juga gyuri..

 

***

 

Author pOv

 

Jam menunjukan pukul 10 pagi, eunhyuk baru saja hendak pergi menuju tempat kerja part time nya, tapi hyoyeon langsung menahannya.

”Sunbae, Kau mau kemana?”

”Kerja..”

”Kerja? Bukannya seharusnya sunbae kuliah?”

”Ah..Emm” eunhyuk terdiam, masih memikirkan apa yang harus ia katakan pada hyoyeon. ”Hari ini kuliah libur! iya.. hari ini libur” eunhyuk menunjukan deretan gigi putihnya.

”Libur? Itu berarti aku juga tak perlu pergi kuliah..”

”Iya, sudahnya hyoyeonie.. kau jangan pergi kemana-mana sebelum memberitau ku! ingat itu! Annyeong~”

”Aish.. Kenapa aku seperti di kekang seperti ini?” sesal hyoyeon yang lalu menghembuskan nafasnya.

 

Hyoyeon tak banyak beraktivitas, karna eunhyuk mengatakan dirinya tak boleh pergi sebelum bilang pada eunhyuk. Hyoyeon pun sudah bisa menebak jika dia bilang ingin menemui jessica eunhyuk pasti akan mengalihkan pembicaraan. Sudah lebih dari 4 jam hyoyeon hanya menonton tv,membaca majalah, dan memainkan ponselnya.

“Ini sangat membosankan!” kesal hyoyeon sambil membanting majalah yang sempat ia buka. ”Aku rasa menari sebentar di kampus tak masalah..” lanjutnya.

Hyoyeon langsung berlari untuk mengambil tasnya dan juga jaket dan dia langsung menuju pintu.

“Hyoyeon..?Kau mau kemana?” ternyata eunhyuk baru saja pulang dan hendak melkukan hal yang sama dengan hyoyeon,(membuka pintu)

“Em.. Aku bosan sunbae.. aku hanya ingin menari sebentar dikampus..” hyoyeon menunjukan senyum pahitnya.

”Kalau kau tidak mau tersenyum jangan tersenyum! jangan perlihatkan senyum pahit mu itu didepan ku.. 1 lagi, mulai sekarang tolong panggil aku dengan sebutan oppa ok?!”

”A…Anniooo, kenapa aku harus memanggilmu dengan sebutan oppa?” hyoyeon memalingkan pandangannya. ”Kenapa dia harus meminta ku memanggilnya dengan sebutan oppa sih?” batin hyoyeon.

”Memangnya kenapa? Kau kan tinggal di apartment ku, jadi panggil aku oppa!”

”Ah…Ba..baiklah..Eunhyuk o..oppa..”

Eunhyuk tersenyum dan langsung menutup pintu apartmentnya itu, sementara hyoyeon masih berdiri didepan pintu.

’Memangnya kenapa? tunggu dulu, aku akan tinggal disini jadi panggil aku oppa’ tiba-tiba kalimat itu terngiang dikepala hyoyeon. ”Eunhyuk Oppa?..” ucap hyoyeon pelan. Semua memory hyoyeon saat hyoyeon memanggil eunhyuk dengan sebutan oppa pun muncul satu-persatu dikepalanya.

”Ah..Kepala ku… sakit..sekali..” hyoyeon memegang kepalanya.

”Kau mau menari kan..” ucap eunhyuk yang tiba-tiba terhenti karna melihat hyoyeon memegang kepalnya, dan menahan rasa sakit. ”Hyoyeon! Ada apa dengan mu?”

”Kepalaku..Kepalaku sakit oppa..” ucap hyoyeon, air matanya menetes.

”Sial! hujan turun semakin deras lagi! apa kah sesakit itu hyo? apa yang harus aku lakukan?” eunhyuk sangat emosi, karna disaat seperti ini hujan turun sangat deras.

 

Eunhyuk langsung mengangkat tubuh hyoyeon dan membawanya kekasur.

”Hyo.. Apakah masih sakit?Apakah masih sangat sakit?” tanya eunhyuk panik.

”Oppa, boleh aku bertanya?” ucap hyoyeon pelan.

”Ada apa?”

”Apakah aku sudah memanggilmu oppa sejak dulu?”

”Ada apa hyo? kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?”

”Tadi, tiba-tiba seperti ada ingatan yang muncul di otak ku, dan itu semua saat-saat aku memanggil mu dengan sebutan oppa..”

”Jadi.. itu yang membuat kepalamu sakit?”

”Aku tidak tau..”

”Ah..Kepala ku…”

”Hyoyeon-ah Gwenchana?”

”Aku..meingatnya oppa..”

”Apa? Apa yang kau ingat? jangan paksa otak mu bekerja hyoyeonie.. kumohon..” air mata eunhyuk menetes.

”Nado…Saranghaeyo…Op..pa..” ucap hyoyeon masih lemah dan terbata-bata.

Memory masa lalu disaat eunhyuk menyatakan perasaannya pun muncul diotaknya.”Kau….”

”Aku masih mencintaimu oppa…” hyoyeon tersenyum, ”Ah..Kepalaku…” hyoyeon kembali memegang kepalanya.

Eunhyuk semakin panik, air matanya turun semakin deras ”Aku juga masih sangat mencintaimu hyo..” ucapnya disela-sela tangisannya.

Hyoyeon tersenyum, dia sudah tak lagi memegang kepalanya dan merintih kesakitan, hyoyeon memejamkan matanya dan setetes air mata turun dari matanya.

Eunhyuk menangis semakin deras, ”Hyoyeonie.. bangun.. buka matamu… kumohon..” eunhyuk menggenggam erat tangan hyoyeon.

 

Next Day…

 

Eunhyuk pOv

 

Aku baru saja bangun dan kulihat jam baru menunjukan 6 pagi. ku lihat ke ranjang, kemana hyoyeon?

”Hyoyeonie…”

”Aku tidak pernah menyangka kau akan menusukku dari belakang hyo.. kenapa kau begitu tega padaku?” bukankah itu suara gyuri?

aku langsung keluar dari kamar dan kulihat ada gyuri dan juga hyoyeon yang kurasa sedang bertengkar hebat sekarang.

”Gyuri-ah… kemarin aku kehilangan ingatanku.. jadi bagai mana aku tau kalau eunhyuk oppa adalah namjachingu dari teman dekatku?”

”2 hari yang lalu kau lupa ingatan, lalu sekarang kau sudah ingat semuanya.. lucu sekali.. atau jangan-jangan kau hanya berpura-pura lupa ingatan?”

Pura-pura lupa ingatan? benar juga, hyoyeon mendapatkan kembali ingatannya dalam waktu sesingkat ini, padahal dokter bilang kemungkinan hyoyeon menginta kembali ingatannya hanya 9 persen kan?

”Kau pikir aku akan melakukan hal sekonyol itu? Gyuri… aku tidak mau pertemanan kita hancur hanya karna masalah ini..”

”Mungkin bagi mu ini masalah sepele hyoyeon, tapi tidak untukku! kau tidak tau seberapa sulit bagiku untuk membuat eunhyuk oppa lupa dengan mantannya..”

”Gyuri!” teriakku. aku langsung menghampiri mereka dan berdiri disamping hyoyeon. ”Dia baru saja sehat gyrui… tak bisakah kau melupakan masalah ini untuk sejenak?”

”Oppa, kau tidak pernah tau bagaimana rasanya jadi aku yang selalu oppa lupakan karna kehadiran dia” bentak gyuri sambil menunjuk hyoyeon.

”Gyuri! Dia temanmu kan? dulu kau selalu bilang padaku kau mengagumi teman mu karna dia sangat ahli dalam bidang dance, kenapa sekarang kau membentaknya seperti ini?”

”Bahkan sekarang kau membelanya terus menerus? apa kau benar-benar telah melupakan aku sebagai yeojachingumu?”

Aku melihat kearah hyoyeon, dia…. menangis.. ”Bukankah kau yang mengatakan kalau semua namja sama saja? kupikir malam itu kau sudah meng-akhiri hubungan ini. Jika kau anggap ini semua belum berakhir, biar aku yang meng-akhiri hubungan ini.”

”Maksudmu?”

”Oppa..jangan lakukan itu..” hyoyeon mengguncang tubuhku.

”Jika aku tau akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan menerima cinta mu gyuri.. jika aku tau hyoyeon akan kembali kesisi ku lagi, aku tidak akan menjadi namjachingu mu, maaf kan aku gyuri, tapi aku… sejak dulu hingga detik ini pun aku masih tidak sanggup menghilangkan perasaan ku padanya, hyoyeon terlalu berharga bagiku..”

Kuperhatikan gyuri menatap tajam kearah hyoyeon, sementara hyoyeon hanya menunduk takut ini akan menjadi masalah yang lebih besar.

”Jangan salahkan hyoyeon, ini karna perasaan ku padanya, bukan karna kehadiraan dia di apartment ku..” ucap ku, mata gyuri memerah.

”Oppa… jangan lakukan ini..” hyoyeon menarik lenganku.

Aku langsung menggenggam tangan hyoyeon. ”Mianhae gyuri-ah.. tapi aku rasa hubungan kita cukup sampai disini saja..” aku meng-eratkan genggaman ku, karna aku tau hyoyeon pasti semakin merasa bersalah pada gyuri.

”Baiklah.. jika itu memang mau mu oppa,  tak masalah bagi ku.. aku memang tak pernah singgah di hati mu kan oppa? aku memang tak berarti untuk mu..” Gyuri menangis, tapi dia terus-menerus menghapus airmatanya yang menetes.

”Gyuri-ah..Mianhae..” hyoyeon hendak menggengam tangan gyuri, tapi gyuri menepisnya.

”Aku baik-baik saja.. lagi pula ini bukan salah mu hyoyeon, iya kan eunhyuk oppa?” ucap gyuri sedikit tertawa dan menggunakan nada menyindir. ”Baiklah, aku minat maaf jika aku telah mengganggu kehidupan kalian berdua.. aku permisi” gyuri langsung keluar dari apartment ku.

 

Hyoyeon kembali menundukan kepalanya, aku pun langsung mendekapnya, dan berusaha menenangkannya.

”Jangan menyalahlkan dirimu hyo.. ini bukan kesalahan mu..”

”Ini salah ku oppa… seharusnya aku tidak amnesia waktu itu..” hyoyeon menangis.

”Itu semua kehendak tuhan hyo, Tuhan yang sudah mentakdirkan ini semua terjadi..”

”Tapi..tapi aku..”

”Sudahlah hyo.. lupakan tentang ini.. aku yang memutuskan untuk menyudahi hubungan ku dengan gyuri..”

”Tapi itu karna kehadiran ku oppa..”

Aku melepaskan pelukan ku dan kepegang kedua pipi hyoyeon yang sudah basah karna air matanya yang menetes, ”Meskipun kau tak ada disini, meskipun aku tidak bertemu kamu saat itu, cepat atau lambat hubungan ku dan gyuri pasti akan berakhir.. karna aku tak bisa mencintai wanita lain selain dirimu hyoyeonie..” aku tersenyum.”Ku mohon jangan menangis lagi karna aku hyoyeonie..” aku menghapus air matanya.

“Oppa, mianhae..”

“Kau tak salah yeoja cantik…”

Kulihat dia masih merasa bersalah, dia masih menundukan kepalanya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“op..oppa..” dia memundurkan wajahnya.

Aku hanya tersenyum jahil padanya, kini tinggal sedikit jarak diantara kami, aku pun langsung mencubit hidungnya.

“Oppa!”

“Kenapa? Apa kau fikir aku akan menciummu?” aku tersenyum, karna tadi hyoyeon sudah memejamkan matanya.

Dia memukul lenganku, tapi aku tak merasakan sakit sama sekali.

“Hyoyeonie..”

“Wae?”

“Kau masih mencintaiku kan?”

Hyoyeon pasti kaget karna aku menanyakan hal ini.

“Bolehkah aku memperbaiki kesalahan ku dimasa lalu?”

Hyoyeon menatapku.

“Aku ingin kita memulainya lagi dari awal, Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi” aku memegang kedua bahunya. “Maukah kau menjadi yeojachingu ku lagi kim hyoyeon?”

“Aku..aku..”

Ting..Tong..

Aish… siapa sih yang datang? mengganggu moment penting saja!

“Aku..buka pintu dulu..” hyoyeon langsung membuka pintu.

 

Aku hanya mendecak kesal sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal, dan saat ku lihat ke arah pintu, itu…Donghae?

“Kapan kau datang?” tanya ku langsung menghampirinya.

“Aku langsung panik saat kau mengirim pesan padaku tau!” donghae menjitak kepalaku.

“YA! Aku ini hyung mu tau! Tidak sopan!”

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kau bilang sesuatu yang buruk terjadi pada hyoyeon, kurasa dia baik-baik saja”

“Tunggu dulu, dimana hyoyeon? Bukankah tadi yang membukakan pintu untuk mu?”

“Dia kebawah, menghampiri jessica.”

“Jessica? Kau datang bersamanya?”

“Iya, kami bertemu di rumah yuri seongsaengnim, kupikir kalian tinggal disana, dan kurasa jessica juga berpikir begitu”

“Lalu bagaimana kau tau aku tinggal disini?”

“Aish… seharusnya kau biarkan aku masuk dulu!”

“Tak akan, sampai yeoja-yeoja cantik itu kembali!”

“Cih..dasar playboy..”

 

Tak lama kemudian jessica dan juga hyoyeon muncul sambil membawa es krim ditangan mereka.

“Kemana saja kalian? Aku tunggu malah belanja..” kesal donghae.

“Siapa yang belanja? Kami hanya membeli es krim..” jessica menjulurkan lidahnnya.

“Sudah.. masuk dulu.. jangan bicara didepan pintu..” ucap ku menengahi pertengkaran diantara mereka.

 

“Kalian mengobrol saja dulu, aku siap kan minum dulu, seadannya saja ya..” aku langsung berjalan menuju dapur.

Bagaimana bisa mereka muncul tiba-tiba? Ah.. gagal sudah rencanaku untuk jadian dengan hyoyeon lagi.. Donghae dan jessica.. mereka tinggal di negara yang sama bukan? Apakah mereka memiliki hubungan? Ku harap iya, supaya donghae tidak merebut hyoyeon dari ku.

“Ini, adanya hanya ini jadi diminum ya..” ya begini lah aku, aku selalu mengatakan hal yang sama pada setiap tamu yang datang. Karna di kulkas ku paling-paling hanya ada air putih dan juga susu strawberry.

“Apakah kalian ingin jus? Biar aku yang beli di super market depan..” ucap hyoyeon.

“Sudah tak usah, biarkan saja, siapa suruh mereka datang tak bilang-bilang.” Aku langsung duduk disamping hyoyeon.

“Kau masih saja tidak berubah sunbae, sangat kejam.” Ucap jessica.

“Hey.. Oppa! Harusnya kau memanggilku oppa!” ucap ku dengan nada yang agak tinggi.

“Aish.. hyung jangan memaksa semua yeoja memanggil oppa!” kesal donghae.

“Terserah kalian sajalah.. kalian akan tinggal dimana malam ini? Apa kalian akan langsung pulang?”

“Kami baru saja sampai masa sudah harus pulang sih hyung? Kau tega sekali mengusir kami..” donghae melirik jessica.

“Aku kan hanya bertannya.. Jika kalian mau kalian bisa tinggal disini malam ini, tapi donghae kau harus tidur di sofa.”

“Kenapa aku yang tidur disofa?”

“Ini itu apartment, bukan rumah, jadi hanya ada 1 kasur diruangan ini, kalau kau mau.. biar hyoyeon dan jessica yang tidur di kasur, lalu aku dan kau tidur disofa,” syukur sofa di apartment ku ada 2.

“Tak perlu, aku kembali saja ke rumah ku.. lagi pula aku sudah baik-baik saja..” ucap hyoyeon membuka suarannya.

“Dan aku akan menginap dirumah hyoyeon.” Jessica tersenyum.

“Hey.. tak bisakah kalian tetap disini? Aku kan masih rindu pada kalian semua..” donghae memanyunkan bibirnya.

“Jangan mencoba membuat aegyo donghae, itu gagal total!” ucap jessica dengan nada sinis.

“Hey.. tak bisa kah kau memuji ku sesekali? Kenapa kau selalu memojokanku?”

“Karna tak ada yang bisa dipuji dari dirimu, dan kau memang lebih pantas dipojokan..” jesica terkekeh.

Aku dan hyoyeon pun langsung tertawa karna melihat tingkah kedua orang ini, sejak dulu tetap saja tak berubah.

“Oh iya, sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian? Kenapa kalian bisa tinggal bersama? Dan kalian bilang hyoyeon masuk rumah sakit, apa yang terjadi?” tanya jessica lagi dan lagi.

“Kalau bertanya itu satu-satu, mana yang harus ku jawab lebih dulu?” tanya ku balik.

“Oppa, kau itu selalu saja protes, biar aku yang menjawab pertanyaan jessica.” Protes hyoyeon.

Hyoyeon pun mulai menceritakan apa yang terjadi, tapi dia tidak menceritakan apa yang terjadi setelah donghae pergi meninggalkannya, aku tidak tau kenapa dia menutupi hal itu, mungkin dia tidak mau donghae tau.

“Aduh.. ceritannya itu terlalu panjang… tak bisakah kita melanjutkannya nanti saja? Aku lapar.. ini bahkan sudah masuk jam makan siang, padahal aku belum makan pagi..” ucapku memberhentikan cerita hyoyeon.

Donghae dan jessica langsung menaatap satu sama lain, dan akhirnya mereka mengangguk setuju, syukur saja kejadian tadi pagi belum diceritakan oleh hyoyeon.

“Memangnya ada makanan apa di apartment mu ini hyung?”

“Tak ada. Makannya aku baru mau order makanan cepat saji.”

“Jangan oppa, itu tidak sehat..” larang hyoyeon.

“Bagaimana jika kita makan diluar saja? Kan sudah lama kita tidak makan bersama” usul jessica.

“Berarti kita double date dong..” ucap ku.

“Double date?” tanya jessica bingung.

“Iya, aku dan hyoyeon, kau dan donghae..” jawabku santai.

“Tunggu dulu.. bukannya Donghae pacaran dengan Hyoyeon ya?”

Jessica belum tau, kalau mereka sudah putus? Kenapa donghae tak mengatakannya? “Memangnya kau tidak.. A!” teriaku saat donghae menginjak kakiku.

“Ada apa? Apa yang sudah terjadi?” tanya jessica lagi.

Aku hanya diam, tak tau apa yang harus ku katakan.

“Sudahlah.. kita makan saja.. aku lapar..” Ucap hyoyeon.

“Iya, betul.. kita makan saja sekarang.” Donghae langsung berdiri.

Akhirnya kami pun langsung pergi keluar untuk makan bersama.

 

Kami tak pergi ke restoran yang jauh, kami hanya datang ke restoran yang terletak tak jauh dari apartment ku ya… karna kami memang sudah lapar. Hehe..

Setelah kami sampai, kami langsung duduk di meja yang teletak didekat jendela, dan tiba-tiba hujan turun membasahi jalanan. Aku melihat ke arah jendela, melihat orang yang berlalu-lalang untuk berteduh, karna memang hujan ini sangat mendadak padahal tadi cuacanya sangat cerah.

“Gyuri?”

Mendengar nama gyuri disebut aku langsung menengok dan tepat saja aku langsung melihat sosok gyuri didepan mataku.

“Maaf, biar aku panggil pelayan yang lain untuk mencatat pesanan kalian.” Dia langsung pergi meninggalkan meja ini.

“Gyuri tunggu dulu” hyoyeon menahan tangan gyuri. “Maafkan aku..”

“Maaf tapi aku sedang bekerja, tolong jangan ganggu perkerjaan ku” gyuri langsung melepaskan tangan hyoyeon dan pergi dengan langkah yang cepat.

“Siapa yeoja itu?” tanya donghae langsung.

Wajar saja mereka tidak tau, karna hyoyeon memang sama sekali tidak menyebutkan nama gyuri saat bercerita tadi,

“Apa kah dia yeojachingu mu sunbae?” tanya jessica langsung menepuk bahu ku.

“Ah.. iya dulu, tapi aku baru saja memutuskannya.” Jawabku enteng.

“Kenapa kau memutuskannya sunbae? Dia yeoja yang cantik, dan kelihatannya dia juga baik..”

Kulihat kearah hyoyeon, dia sangat panik, dia seakan memberi isyarat padaku untuk tidak menceritakannya pada jessica.

“Apa yang terjadi sunbae? Kenapa kau diam saja..?”

“Jadi dia yeojachingu mu hyung?”

“Bukan yeojachingu ku, tapi mantan ku..”

“Hal apa yang membuatmu memutuskan yeoja secantik itu?” aish.. sekarang donghae ikut mendesakku.

Bagaimana sekarang? Jika aku menceritakkannya hyoyeon pasti sangat kecewa padaku, tapi aku juga tidak mungkin berbohong pada mereka kan? Jika aku bilang tak ada yang terjadi, bisa-bisa 2 makhluk nekad ini bisa bertanya langsung pada Gyuri.

 

To Be Continued…

 

Sudah muncul part ke-3 ini!!!!!! Gimana-gimana? Gaje ya? Abis author buru-buru banget ngetiknya…

Maaf ya udah buat kalian nunggu terlalu lama.. T^T

Tapi semoga kalian suka ya sama part ini.. dan jangan lupa komentar kalian!!🙂

SAY NO TO SILENT READERS!!!!

Tagged: , , , , , , ,

6 thoughts on “(FF) Cry – Part 3

  1. fenny andriani Februari 7, 2013 pukul 9:36 am Reply

    dua jempol buat mimin , kereeen😀
    yahh , donghae oppa ganggu moment hyohyuk -_- .
    next’a jangan lama” ya min🙂

  2. Hanifah Nurul Fatihah Februari 8, 2013 pukul 10:24 am Reply

    Suka² sma part 3 nya, HyoHyuk dan HaeSica bersatu kembali, donghae oppa kau mengganggu moment king & queen dance, he he
    Next part nya jngan lma2 ne Author
    ^_^

  3. fitri hyohyuk shiper Februari 8, 2013 pukul 3:22 pm Reply

    yei hyohyuk. tp hyohyuk kon susah bnget cie bersatunya. smoga part dpan hyohyuk gax sdih2 lg deh! next jngan lama ya

  4. Amdn EunHae Shipper Februari 14, 2013 pukul 9:04 pm Reply

    Aigooo… Sek asekk dilanjut!!
    Keren bgt min!!
    Hubungannya tambah rumit!”
    Tambahin lg konflikny ;D
    Lanjuut!

  5. diknafatsy Juni 8, 2013 pukul 5:11 pm Reply

    Covernya bagus banget❤

  6. qotrunnada_noviani Desember 1, 2013 pukul 2:55 pm Reply

    mau baca lanjutannya thor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: