(FF) The Love Book – Part 1


The Love Book

#Part 1

TLB1

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Hyun Woo, Yoo Seung Ho, Go Ara, Park Jiyeon

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Chapter

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Hai!

Do you remember me? Mungkin sebagian besar sudah lupa ya?

Saya datang dengan ff baru yang sebenarnya kurang layak dipost. Cuma dari pada ga ada yang baca, mending dipost aja xD

Baiklah, enjoy🙂

 

 

-The Love Book-

 

            Seorang wanita duduk termenung di tepi sungai han dengan sebuah buku dan juga pena di tangannya. Pandangannya terlihat fokus sekali dengan apa yang ada di buku itu. Tangannya bergerak lincah menuliskan kata – kata yang merupakan gambaran ide yang ada di benaknya. Sesekali tatapan matanya memandang lurus ke langit yang terlihat cerah itu. Senyumnya manis dan mempesona, merasa takjub dengan keindahan sungai han dan juga langit yang menutupinya.

 

”Kim So Eun!!!”

 

Terdengar seseorang memanggil namanya dengan cukup keras. Ia menoleh ke arah suara itu, dan ia dapati sahabatnya yang sedang berlari menuju ke arahnya.

 

”Hyun Woo!”

”Astaga, aku merasa lelah sekali mencari mu di kampus. Ku pikir kau sedang berada di taman biasanya, ternyata kau ada di sini. Menyusahkan sekali”

”Maaf, sepertinya kali ini aku lupa memberi tau mu jika aku sedang berada di sini. Maaf hyun woo”

 

So eun meminta maaf pada hyun woo dengan seulas senyum. Sementara hyun woo pun membalas senyumannya dengan senyuman lebar. Ya, Kim So Eun dan juga Lee Hyun Woo adalah sepasang sahabat yang selalu saja bersama kapanpun dan dimanapun. Bahkan di kampus hyun woo dan juga so eun selalu di ledeki sebagai pasangan kekasih, namun mereka hanya tertawa saja jika ada orang yang berbicara seperti itu.

 

”Apa yang sedang kau lakukan di sini? Jangan bilang kalau kau sedang ingin mencari tempat yang tenang supaya inspirasi yang kau dapat bisa lebih baik, hmm?” tanya hyun woo dengan curiga.

”Memang aku ingin mengatakan itu kok” jawab so eun dengan polos.

”Lalu sampai kapan kau mau ada di sini? Jam kuliah akan di mulai, jangan sampai aku di hukum karenamu so eun!” ujar hyun woo.

“Memangnya siapa yang memintamu untuk datang ke sini? Bisa – bisanya kau menyalahkan aku” balas so eun dengan merengut.

”Aigoo aku hanya bercanda! Kalau begitu ayo kita kembali ke kampus, nasib kita tidak akan aman di tangan dosen kalau kita terlambat. Kajja!!!”

 

Dengan cepat hyun woo menarik tangan so eun untuk pergi dari sana. Tanpa ada pilihan akhirnya so eun membereskan peralatan tulisnya kemudian ikut kembali ke kampus bersama hyun woo dengan bis. Mereka melewati perjalanan dengan berbincang – bincang setiap saat. Hingga kemudian mereka sampai di kampus dan berlari menuju ke kelas mereka.

 

***

            ”Secara garis besar penjualan untuk bulan lalu terlihat sedikit menurun sekitar 5 hingga 10%. Keuntungan paling banyak di raih dari penjualan novel, kumpulan cerpen dan juga buku pendidikan”

”Jadi, kalangan pembaca sebagian besar masih dari kalangan remaja?”

”Benar tuan”

”Kalau begitu, buat pengumuman di website kita kalau mulai hari ini kita menerima maskah dari pengarang bebas dengan genre teenlit. Jangan lupa cantumkan persyaratan – persyaratannya yang sesuai dengan standar buku kita”

”Baik tuan”

 

Sekretaris itu membungkukkan badan dan berbalik arah untuk meninggalkan ruangan itu. Sementara direktur muda yang duduk di bangkunya terlihat berpikir keras setelah mendengar laporan tersebut. Tangan kanannya sibuk memijiti keningnya, dan sesekali ia memejamkan matanya.

 

”Aku tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini terjadi. Profit perusahaan tidak akan naik jika penjualan standar atau bahkan turun” gumam pria itu.

”Hyun woo… Ah, benar, Lee Hyun Woo!”

 

Tiba – tiba ia beranjak dari kursinya sambil membawa jas yang ia sangkutkan di sandaran kursinya. Berjalan dengan cepat meninggalkan ruangannya menuju ke suatu tempat. Sekretarisnya yang tadi sibuk membuat laporan yang ia pinta pun langsung menoleh ke arahnya.

 

“Tuan Kim Bum?! Tuan ingin pergi ke mana???”

“Bukan urusanmu, aku akan kembali setelah jam makan siang”

 

Kim bum langsung kembali berjalan meninggalkan kantornya untuk pergi ke suatu tempat yang sebenarnya telah ada di pikirannya. Sementara sekretarisnya menatapnya dari belakang hingga terperangah.

 

***

            Jam kuliah terpaksa di hentikan. Seluruh mahasiswa terpaksa pulang lebih awal karena ada rapat besar dosen. Seperti biasanya hyun woo dan so eun pulang bersama. Mereka berjalan santai melewati koridor kampus menuju ke pintu gerbang.

 

”Kau tau, aku sangat senang sekali dosen – dosen itu harus rapat, kalau kita bisa pulang cepat kan kita bisa berjalan – jalan dulu sebelum pulang” ujar hyun woo dengan ekspresi senang.

”Kau ini, kalau mau jalan – jalan sendiri saja, aku mau melanjutkan karanganku” balas so eun dengan cuek.

”Hei, aku mengajakmu jalan – jalan kan untuk membantumu mencari inspirasi. Coba kau pikir, mana ada sahabat di dunia ini yang lebih baik dari pada aku?” kata hyun woo yang membanggakan dirinya sendiri. So eun hanya tersenyum kecil.

”Oh ya? Namun sayangnya aku tidak peduli mau kau adalah sahabat terbaik di dunia ataupun tidak. Itu tidak mempengaruhi diriku” kata so eun memeletkan lidahnya.

 

So eun langsung kabur meninggalkan hyun woo yang terdiam sambil menatapnya bingung. Sedetik kemudian hyun woo berteriak dan mengejar so eun yang sudah jauh meninggalkannya.

 

”Hei Kim So Eun! Tunggu aku!!!”

 

Setelah berhasil meraih so eun, ia mengajak so eun untuk ke kedai kopi yang ada kurang lebih 3 kilometer dari kampus. Sepanjang jalan hyun woo berusaha menarik perhatian so eun dengan cerita imajinatif nya, namun so eun malah terus meledeknya seakan – akan hyun woo adalah anak kecil. Ketika sampai di kedai kopi hyun woo bergegas ke meja kasir untuk memesan makanan dan juga kopi (tentunya) dan so eun memilih meja untuk ia tempati bersama hyun woo.

 

“Ini dia! Moccachino latte favoritmu!” kata hyun woo sembari menyodorkan secangkir kopi itu pada so eun. So eun menatapnya dengan curiga. “Dengan sedikit gula tentunya” tambah hyun woo.

“Gomawo” kata so eun dengan secercah senyum.

“Apapun untukmu” balas hyun woo.

 

Sejenak mereka saling melempar senyum manisnya. Lalu seperti biasa, so eun meraih tasnya dan mengeluarkan buku tulis yang berisikan inspirasi dan juga ide yang sudah pernah ia tulis sebelumnya. Pena dengan tinta berwarna hitam itu mulai bergerak searah menghiasi kertas yang masih putih itu. Hyun woo menatap so eun dengan perasaan kagum.

 

“So eun” ujar hyun woo yang mengalihkan perhatian so eun.

“Ne?” kata so eun singkat.

“Sepertinya akhir – akhir ini kau terlihat bersemangat untuk menulis. Apa kali ini kau memiliki naskah cerita yang sangat menarik?” tanya hyun woo yang penasaran.

“Mmm.. Tentu saja. Naskah cerita ini sangatlah menarik, dan aku yakin pihak penerbit tidak akan menolak naskahku lagi” ujar so eun dengan yakin.

“Benarkah? Apa aku boleh tau isi ceritamu itu tentang apa? Apa kau membuat cerita tentangku???”

“Kalau aku membuat cerita tentangmu itu sama saja aku membunuh karyaku sendiri hyun woo”

“Aish kau ini tidak pernah bisa baik ya padaku? Aku sudah bersikap manis selayaknya pria pada kekasihnya, tapi kau selalu saja mempermainkanku”

 

So eun tertawa kecil melihat wajah hyun woo yang kini merengut kesal. Tiba – tiba ponsel hyun woo berdering panjang. Ia merogoh sakunya dan dengan cepat ia mengangkat telfon itu.

 

Yeoboseyo, Lee Hyun Woo hadir di sini!

Hyun woo, ini aku, Kim Bum.

Ne, tak perlu kau mengatakannya juga aku tau. Namamu tertera jelas di ponselku.

Ah, kalau begitu aku tidak perlu basa – basi lagi. Apa penawaranmu waktu itu masih berlaku untukku?

Penawaran?  Penawaran apa???

Penawaran tentang naskah cerita yang ingin kau ajukan untuk di terbitkan. Apa kau masih ingin menawarkannya padaku?

 

Sejenak hyun woo terdiam sembari mengingat apa yang kim bum katakan. So eun memperhatikan hyun woo dengan bingung, dan mendadak wajah hyun woo langsung terlihat cerah.

 

“Siapa yang menelfonmu? Apa ada sesuatu?” tanya so eun pelan.

“Ani, justru ini adalah kabar terbaik yang pernah ku dengar” jawab hyun woo sembari menutup microphone di ponselnya. Kemudian ia kembali melanjutkan percakapannya dengan kim bum.

 

Aigoo, tentu saja aku ingat! Ya ya ya, penawaranku masih berlaku. Kapan kau mau menerbitkan naskahnya???

Bagaimana bisa aku menerbitkan naskah ceritamu jika aku saja belum melihat bahkan menerima naskahnya? Sudahlah, kita harus bertemu sekarang juga. Ku tunggu kau di tempat biasa.

Tunggu dulu, memang sekarang kau sedang di mana???

Di jalan, aku tidak akan menunggu mu jika kau terlambat. Ara?

Iya aku mengerti tapi..

 

Bip bip bip..

Telfon itu langsung di putus oleh kim bum secara sepihak. Hyun woo menatap aneh ponselnya, namun kembali tersenyum pada so eun.

 

“Kau ini kenapa hyun woo? Tadi kesal karena ku jaili sekarang malah senyum – senyum sendiri. Kau membuatku merinding” ucap so eun sambil mengusap – usap lengan tangannya.

“Hei hei hei, dengarkan aku baik – baik. Ini adalah kabar yang sangat baik, dan aku tidak akan mengatakannya dua kali padamu. Jadi, pusatkan semua perhatianmu padaku, pada kedua mataku” kata hyun woo dengan menunjuk – nunjuk ke arah matanya.

 

Seperti perkataan hyun woo barusan, so eun menurutinya dengan menatap hyun woo sepenuhnya tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun, bahkan pada tulisannya sendiri. Entah mengapa jantung hyun woo mendadak berdegup lebih cepat saat so eun melakukannya. Sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran itu, dan kembali berbicara serius pada so eun.

 

“Naskah ceritamu akan segera di terbitkan oleh pihak penerbit”

 

Kedua mata so eun membulat penuh menatap hyun woo dengan rasa tidak percaya. Tidak mungkin, ini pasti keajaiban, pikir so eun. Tangan so eun terasa kaku dan bibirnya seperti tidak dapat berkata apapun. Hyun woo lalu melambaikan tangannya di depan wajah so eun.

 

“Kim So Eun, kau baik – baik saja??? Ah, pasti kau sedang merasa senang dan bingung ya karena akhirnya ceritamu akan di terbitkan???” ledek hyun woo yang kemudian menyentuh hidung so eun.

“Hyun woo..” gumam so eun.

“Oh iya, apa kau sudah selesai menulis ceritanya? Biar bukumu lebih cepat untuk di terbitkan” kata hyun woo dengan bersemangat.

“Belum, tinggal menulis ending nya saja” kata so eun singkat.

“Baiklah, itu bukan masalah. Bagaimana, kau senang kan?” tanya hyun woo lagi.

 

So eun beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati hyun woo. Tiba – tiba so eun memeluk hyun woo dari belakang, back hug. Dan kini giliran hyun woo yang mengerjapkan kedua matanya karena kaget menerima perlakuan dari so eun yang sangat bahagia itu, meskipun eskspresi wajahnya tak menggambarkan seluruhnya. Ia hanya tersenyum manis, itu saja.

 

“Gomawoyo hyun woo, kau adalah sahabat terbaikku. Kau selalu mendukungku bahkan di saat aku sudah putus asa. Aku tidak bisa membayangkan jika aku ada di sini tanpamu” ujar so eun yang wajahnya tepat berada di samping wajah hyun woo.

“N-ne, cheonma” jawab hyun woo gugup. Kemudian hyun woo teringat jika ia harus bertemu dengan kim bum. Ia langsung melepas pelukan so eun dan beranjak untuk pergi. “Astaga! Aku harus pergi sekarang!”

“Kau mau kemana? Baru saja aku ingin berbagi kebahagiaanku denganmu” ujar so eun dengan mengernyitkan keningnya.

“Sudah kau tunggu saja di sini, atau kau cari tempat lain untuk mendapat ide naskah ceritamu. Aku akan kembali. Dada so eun!”

 

Hyun woo melambaikan tangannya pada so eun lalu beranjak pergi dari kedai kopi itu. So eun awalnya ingin menahan hyun woo untuk pergi, namun karena hyun woo terlihat sangat buru – buru akhirnya so eun mengurungkan niatnya.

 

“Terima kasih hyun woo, kau benar – benar seperti pahlawan bagiku” batin so eun sembari tersenyum tatkala melihat hyun woo yang lari terbirit – birit menuju ke halte bis.

 

***

            Kim bum sedang duduk santai dengan kedua tangan yang ia simpan di dalam saku celananya. Ia terlihat sangat cool dengan pakaiannya yang resmi, mobil dengan harga yang menjulang tinggi dan juga wajahnya yang menjadi sorotan tiap wanita yang melihatnya. Ya, tempat yang biasa ia jadikan tempat bertemunya dengan hyun woo yaitu di bawah pohon mapple tempat mereka bermain semasa kecil. Kim bum memarkirkan mobilnya tepat di bawah dedaunan pohon mapple yang rindang itu.

 

“Kim Bum-ah!!!”

 

Kim bum menoleh ke suara yang sudah ia yakini jika suara itu adalah suara hyun woo. Dan benar saja, terlihat hyun woo yang sedang berlari seperti orang yang sedang kabur dari pencuri. Ia berhenti di depan kim bum dengan nafas yang tersengal – sengal. Kim bum hanya memperhatikannya dengan aneh.

 

“Wae? Apa ada anjing besar di sana yang berhasil membuatmu lari ketakutan?” ledek kim bum dengan santai.

“Bagaimana bisa aku berlari karena menghindari anjing besar, anjing besarnya saja sekarang berada di depanku!” balas hyun woo yang tak kalah meledek. Kim bum hanya menghela nafas.

“Jadi, di mana naskah ceritanya? Aku harus membaca dan menelitinya terlebih dulu” ujar kim bum sambil mengadahkan tangannya pada hyun woo.

“Naskah ceritanya belum jadi, katanya dia sedang mengerjakan tahap proses ending. Eh, pokoknya sejenis itu lah! Tapi tenang saja, aku jamin kau akan puas meskipun kau harus menunggu” ujar hyun woo yang berusaha untuk meyakinkan kim bum.

“Tunggu, maksudmu, naskah cerita yang kau ajukan padaku waktu itu bukanlah karyamu, melainkan karya orang lain, begitu???”

 

Kim bum menatap hyun woo curiga dan hyun woo malah bersikap bingung karena kim bum melihatnya dengan tatapan meenyeramkan. Hyun woo langsung mengibas – ibaskan tangannya dengan cepat di depan kim bum.

 

“Anio! Memang itu bukan aku yang buat! Tapi sahabatku sendiri yang membuatnya. Setiap hari ia melewati waktunya dengan menulis tanpa henti, bibirnya selalu mengoceh tentang impiannya untuk menjadi seorang penulis terkenal. Nah, apa lagi yang perlu kau ragukan?” terang hyun woo dengan panjang lebar.

“Bukan hal itu yang ku permasalahkan, ada hal lain lagi. Ini masalah kepercayaan, dan kepercayaan itu satu – satunya hal yang tidak dapat di tawar – tawar. Aku bahkan tidak pernah bertemu dengan sahabatmu itu, bagaimana bisa kau seyakin itu?” ujar kim bum dengan logis. Hyun woo pun mengangguk pelan.

“Hmm, aku mengerti. Kalau begitu, bisakah kau atur ulang jadwal mu untuk lusa? Aku akan membawanya di hadapanmu biar kau percaya. Tidak, aku akan melakukan apapun agar kau percaya dan membuat mimpinya menjadi nyata”

 

Kim bum sedikit terkejut mendengar ucapan hyun woo yang terdengar berkesan itu. Hyun woo sendiri terlihat tersenyum semangat sambil mengepalkan tangannya sebagai tanda tak akan putus asa. Pikirannya curiga melihat hyun woo yang terkesan sangat solid itu.

 

“Baiklah, akan ku usahakan. Tapi ini adalah sebuah bisnis, kau harus profesional dalam melakukannya. Kau mengerti maksudku?” tanya kim bum dengan alis menaik.

“Ya, kau pikir karena aku seorang mahasiswa jadi aku tidak tau sikap untuk berbisnis eoh???

 

***

            Pria tegap nan tampan itu sedang berdiri di depan jendela ruangan kerjanya. Padahal begitu banyak skrip naskah yang menanti jawabannya agar segera mengetahui hasilnya. Namun pikirannya hanya terpusat pada satu hal, wanita itu. Hatinya masih terasa berat jika memikirkannya.

 

“Kau memikirkan apa, Yoo Seung Ho?”

 

Sejenak pria itu menoleh pada wanita cantik yang memasuki ruangannya. Ia berjalan dengan langkah anggun mendekati seung ho dengan sinar mata yang menawan. Lengguhan nafasnya berat, karena kedatangan wanita yang ia kenali dan tentunya, wanita itu pasti akan banyak bertanya.

 

“Park Jiyeon”

“Ada apa dengan mu? Apa kau sedang dalam kondisi yang tidak mengenakkan? Apa kau tak sadar jika ada begitu banyak harapan yang berada di pundakmu? Coba lihat mejamu”

 

Seung ho melirik mejanya yang sedari tadi di tunjuk oleh jiyeon. Ya, jiyeon merupakan tipe wanita yang sangat perhatian. Senyum nya bahkan mampu menutupi apa isi hatinya yang sebenarnya. Seung ho hanya tersenyum pahit tanpa bereaksi apapun.

 

“Ayolah seung ho, aku tau kalau aku bukanlah siapa – siapa bagimu, namun apa aku salah jika aku ingin berada di sampingmu dengan status sahabat?” tanya jiyeon sembari mengelus pundak seung ho lembut.

“Aku akan membaca semuanya nanti” balas seung ho singkat. “Kenapa kau cepat sekali datang ke sini? Kau tidak ada jam kuliah?”

“Ani, seluruh dosen di kampus sedang ada rapat besar, karena itu seluruh mahasiswa di pulangkan lebih awal”

“Oh”

 

Seung ho dan juga jiyeon saling melempar senyum. Sesaat kemudian jiyeon kembali mengalihkan perhatiannya pada seung ho.

 

“Katakan padaku, apa ada sesuatu yang terjadi? Jangan menjadi sok misterius didepanku” ujar jiyeon yang kini terlihat serius.

“Gwenchana, tak ada yang perlu kau khawatirkan” elak seung ho dengan mengubah raut wajahnya menjadi terlihat lebih baik, meskipun itu percuma.

“Benarkah? Apa kau kembali teringat wanita itu?” sambung jiyeon yang kali ini dengan alis mata menaik.

“Menurutmu?” balas seung ho dengan singkat.

 

Dan untuk kali ini giliran jiyeon yang melengguhkan nafasnya. Ia menarik diri beberapa langkah dari seung ho, dan seung ho cukup sadar diri jika itu pasti karena jawabannya. Tak ada sesal yang berarti, justru seung ho hanya menatap jiyeon yang kini tertunduk lesu.

 

“Astaga, seharusnya aku sadar jika kau bersikap diam tak menentu, itu pasti karena kau sedang mengingatnya” gumam jiyeon.

“Dan seharusnya kau memperingatkanku agar aku tak jatuh terlalu dalam ke jurang yang sudah kau buat ini” sambungnya.

 

Sedetik kemudian ia mengambil langkah untuk pergi meninggalkan seung ho bersama dengan setumpuk naskah dimejanya. Selalu berakhir seperti ini, pikir jiyeon. Ia berniat untuk membuat seung ho agar dapat mengubur semua luka hatinya, tapi tetap saja jiyeon sendiri yang merasa terpukul.

 

2 days later..

            “Annyeong haseo! Ohayougozaimasu! Good morning! Selamat pagi!!!”

“Aish, hyun woo! Apa yang kau lakukan?!”

 

So eun menatap aneh hyun woo yang secara tiba – tiba berdiri dihadapannya yang sedang bergegas menuju ruang makan. Tak terdengar suara pintu terbuka ataupun tamu yang masuk, atau mungkin ibunya yang membukakan pintu?

 

“Aku? Tentu saja sedang melakukan misi kemanusiaan untuk membuat sahabatku ini menjadi orang paling bahagia di dunia!” jawab hyun woo dengan lantang.

“Aku sedang tidak bercanda, hyun woo. Kalau tidak ada yang ingin kau lakukan lebih baik sekarang kau pulang dan biarkan perutku terisi dengan makanan yang sudah ibuku siapkan” ujar so eun malas. Segera ia bergegas menuju ke ruang makan diikuti oleh hyun woo yang melongos.

“Ya Kim So Eun-ah! Kau pikir aku bercanda??? Apa kau masih ingat tentang ceritamu yang akan diterbitkan hmm?”

 

So eun yang saat itu sedang meneguk susu tiba – tiba langsung tersedak. Mata hyun woo langsung membulat melihat so eun yang batuk – batuk akibat ucapannya sendiri. Ia membantu so eun agar bisa kembali normal. Melihat wajah so eun yang memerah akibat tersedak membuat hyun woo tertawa kecil.

 

“Apa yang ingin kau katakan? Apa penerbit itu tak jadi menerbitkan karyaku???” tanya so eun dengan begitu penasaran.

“Anio! Tentu saja jadi! Hanya saja pihak penerbit ingin bertemu dengan mu hari ini. Aku sudah menyusun jadwal bertemu di Starbuck Coffee, bagaimana?” jelas hyun woo yang kini berbalik bertanya.

“Jinjjayo?! Kalau begitu ayo berangkat sekarang! Ppali!!!”

 

Dengan begitu bersemangat so eun berlari menuju kamarnya untuk mengambil tas dan beberapa barang yang tak lupa untuk ia bawa, kemudian ia menarik tangan hyun woo agar dapat menyingkat waktu. Saking bersemangatnya, so eun meminta hyun woo untuk pergi menggunakan taksi. Padahal biasanya so eun lebih memilih untuk naik bis karena bisa menikmati suasana. Meskipun pada akhirnya hyun woo menyadari jika sikap so eun ini karena so eun begitu bahagia.

 

Langkah kaki mereka pun sampai di kedai kopi ternama itu. Terlihat beberapa mobil mewah terparkir rapih bersamaan dengan datangnya tamu pelanggan silih berganti. Tidak sedikit pula orang asing yang menghabiskan waktunya disana. Dalam hati, so eun berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.

 

“Ya Tuhan, semoga kali ini adalah kesempatan emasku, dan kuharap tak akan ada lagi kejadian buruk seperti di masa lalu” batinnya.

 

Hyun woo menggandeng tangan so eun sebagai cara pemberian semangat terhadapnya, dan so eun membalasnya dengan senyuman manis. Akhirnya mereka memasuki kedai kopi itu. Mata mereka mencari – cari dimana pria yang hendak mereka temui. Tak lama kemudian hyun woo menangkap pria itu.

 

“Ah! Kim Sang Bum!”

 

Seruan hyun woo berhasil membuat perhatian kim bum beralih kearahnya. Hyun woo pun melambaikan salah satu tangannya yang bebas. Mereka berdua berjalan menghampiri meja yang sengaja sudah kim bum pesan lebih awal.

 

“Maaf jika kami membuatmu menunggu lama. Padahal kami datang menggunakan taksi tadi” ujar hyun woo dengan sopan. Kim bum hanya mengerutkan keningnya.

“Hei, kenapa tiba – tiba cara bicaramu menjadi seformal ini?” tanya kim bum dengan tatapan aneh.

“Aku hanya ingin terlihat baik didepan so eun tau! Ah so eun, perkenalkan, ini kim bum. Dialah yang akan menerbitkan karyamu nanti” kata hyun woo seraya memperkenalkan kim bum.

 

Untuk sesaat kim bum dan so eun saling bertatapan satu sama lain. Seakan – akan terpesona, bibir merekapun tak bicara sepatah katapun. Sampai akhirnya kim bum yang menyadarkan alam bawah sadar so eun.

 

“Kim Bum”

“Kim So Eun. Senang berkenalan denganmu”

 

 

To Be Continued

 

 

Gimana? Jelas ga? Aneh ya? Emang iya kok, hahaha~

Mohon komentarnya ya readers. Kalau peminatnya sedikit akan saya bikin 3 part aja. Lalu saya bakalan fokus sama yang minta sequel drabble saya yg berjudul ‘Promise You’. Ga nyangka lho kalau bakalan banyak yg minta kelanjutannya.

Dan kalau bnyk peminatnya next part ff ini bakalan dipost dlm waktu lama. Tapi tetap saya usahakan cepat kok.

Terima kasih sudah membaca ^^

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

42 thoughts on “(FF) The Love Book – Part 1

  1. vani April 5, 2013 pukul 11:46 am Reply

    woooow yg atu anak kuliahan yg atu pny perusahaan😀
    cnlok sbuah karya, ihiiiiiiiiiiiir
    dtunggu saeng part slnjutnya

  2. cucancie April 5, 2013 pukul 11:49 am Reply

    Akhirnya ada ff bumsso lg,so eun jd penulis nih…hyunwo kyknya ada sesuatu nih ma so eun,sebenrnya siapa wanita yg dipikirin seungho…hadeuhh kok tbc padahal kan bumsso baru ketemu n sama2 saling terpesona kyknya,next part jgn lama2 ya ..

  3. Vonny dyah April 5, 2013 pukul 12:01 pm Reply

    Keren . . . Lnjut eonni . . . Go go go . ,😉
    jngn menyerah

  4. Vonny dyah April 5, 2013 pukul 12:03 pm Reply

    Keren . . . Lnjut eonni . . . Go go go . . .
    Jngn menyerah

  5. Devi April 5, 2013 pukul 12:31 pm Reply

    Akhir’a FF bumsso mNcul gy,,,,,。
    Wah bumppa ma eoNNie so euN saliNg tertarik satu sma laiN,,,,,,,

    Jd pNasraN ma klaNjutaN’a d tNg2u Next part’a ,,,,

  6. luthfiangelsso April 5, 2013 pukul 2:04 pm Reply

    Huwaaa pasti seneng bgt punya sahabat kaya hyun woo……menginginkan sosok sahabat seperti hyun woo ! ^_^

    Wahhh bumsso baru ketemu kaya udah pada falling in love nih ciyyeeee oppa nd unnie cikiciwww😛

    Itu perempuan dimasa lalu’a seung ho sapose yaa ??
    Ok penasaran…..

    Di lanjut chingu semangat^^

  7. ssoangel April 5, 2013 pukul 3:06 pm Reply

    yey ff baruuuu😀
    hmm kayanya hyun woo suka am so eun ya *sotoy*
    waaa kim bum udah ketemu sama so eun! authorrrr ditunggu bgt kelanjutan ceritanyaaa. penasaran gmn bumsso bakal saling suka wkwk. hwaiting thor!

  8. Dizhaadrya April 5, 2013 pukul 11:10 pm Reply

    Wow lee hyun woo emg shbt yg baik tp klw d liat” nmpak ny dy udh mulai ska ya ma sso akhr ny bumsso brtmu jga mga za nskah ny sso d trma ma bum m cta” ny sso sbg pnulis akn trwjd d tgu next part ny chingu

  9. SENDY SEKAR April 6, 2013 pukul 12:29 am Reply

    Huaa eonni bikin ff bumsso lagi…
    Ceritanya seru eon,,,
    Lanjut eon aku penasaran sama kelanjutannya. Fighting!!

  10. Dear Diyah April 6, 2013 pukul 1:01 am Reply

    da so eun da Jiyeon … asyiiikkkk
    hheeemm ,, kaya y bakal ada cinta segitiga disini *nglirik Kim bum, So eun n Hyun woo*
    aiiyoo ,, Jiyeon knpa tuh ???

  11. Airini April 6, 2013 pukul 8:02 am Reply

    Ehcie bgt satu part,scene bumssonya plg terakhir…cie bgt lgsg terpesona gt lg satu sm lain wkwk semangat thor lanjutinnya!!!

  12. rikavhiandra April 6, 2013 pukul 8:21 am Reply

    Wah ceritanya daebak dan seru, penasaran sama cerita cinta segitiga antara soeun eonni, kimbum oppa dan hyunwo oppa ditunggu part selanjutnya author🙂

  13. erika April 6, 2013 pukul 9:05 am Reply

    daebak…..
    ohya qu mau nanya dsini ada ff kyusso, haesso, sama yesso ga???

    • koreanfanfictland April 6, 2013 pukul 9:21 am Reply

      Thanks ^^
      Untuk pair so eun selain sama kim bum… saya belum pernah buat sih. Sejauh ini saya selalu bikin bumsso. Mungkin ada yg mau bikin dan mau dipost disini?🙂

      -Chandra Syifa W-

  14. neng dona April 6, 2013 pukul 10:57 am Reply

    Lanjuuuuut ,,, Hëhëhëhë

  15. Alfie laiella April 6, 2013 pukul 11:22 am Reply

    Lanjut e0n, ,

  16. pipip April 6, 2013 pukul 2:09 pm Reply

    Waaa pnsran bnget dgn critnya apalgi crita seungho dgn sso dmsa llu
    Udh jrang bnget nemu ff bumsso jdi yg smngt bwt ff bumssonya thor

  17. yulsic shipper April 6, 2013 pukul 2:31 pm Reply

    Bagus ff nya thor , aku minat bangetttt :3 next part ditunggu + jgn lama2 hehe

  18. princesslionga April 6, 2013 pukul 2:44 pm Reply

    wah kyaknya ff ini menarik. ada rasa penasaran gitu.
    Di tunggu next partnya author

  19. Sary aj0w April 7, 2013 pukul 6:59 am Reply

    Bguz th0r,kykny bkalan nyesek si hyunw0o haha bumss0 bling bling

  20. nenkfa April 7, 2013 pukul 10:36 am Reply

    lanjut donk thor,,, lanjut,,, lanjut,,,,, lanjut,,,, ^_^
    lagi,,, lagi,,, lagi,,,( bawa spanduk keliling jalanan,,Demo,,mksd??hehhe :D) Abaikan,,😛
    next part thor,, ditunggu,,, hehehehe😀

  21. manda saranghae kimbum April 7, 2013 pukul 1:39 pm Reply

    .DAEBAK,sso sang penulis,,ingat m sso sang penulis jadi inget m author ff ini yng sma2 pnlis..kekekee
    .aigoo bkln ad ynx cinlok nieh,yh syg mlh TBC..pdhl msih pngn bcA tuh..nenxt thor

  22. sintiaroom April 7, 2013 pukul 10:27 pm Reply

    yeahhh kak syfa is back kkkk xD
    huahh padahal kaka mau UN kan? Masih nympetin post hehehe makasih banyak kaka😀
    huahhh keren nih keren bangetttttt heheheh =D OMG Sso seorang penulis , Bum seorang penerbit yaa sangat cocok kkkkkkk xD , huahh wanita yang disebutr suamiku *yoo seungho* siapa ya kak?? Kim so eun kah?? Tadi Soeun pun bilang gini
    endiri.
    “Ya Tuhan, semoga kali ini adalah
    kesempatan emasku, dan kuharap tak
    akan ada lagi kejadian buruk seperti di
    masa lalu” batinnya. ??? Apa ada hbungannya kak?? Lanjutttttt hehehe😀

  23. kiki chan April 8, 2013 pukul 1:16 pm Reply

    aaah.. kalo ada bumsso aku pasti selalu dukung mereka.. tp di ff ini hyun woo nya baik banget. jd aga ga tega kalo ternyata dia suka jg sm soeun.. kan dia yg suka duluan.. baik bgt pula. huaa.. semoga hyun woo dpt pengganti yg lain.

  24. Niniet April 9, 2013 pukul 5:18 am Reply

    ” pandangan pertama awal aku berjumpaaaaa…”.. kkk~ adakah sesuatu yang terjadi dengan mata2 hati bumsso kkk~btw hyun woo jgn jatuh cinta sama so eun dong , ntar kasian dia.. soalnya udah baik gitu…🙂

  25. vianaminozbummies April 9, 2013 pukul 10:06 am Reply

    laaaaaaaaaaaaaaannnnnnjjjjjjjuuuuuut secepatnya yah thor…..

  26. kai kurasin April 10, 2013 pukul 12:22 pm Reply

    knapa siih pendek bangeeeeeeeeeeeet? bikin pnsaran aja
    ljut thor………

  27. Emi April 10, 2013 pukul 8:58 pm Reply

    Wow. Lajuttttttt

  28. Alfira April 11, 2013 pukul 6:04 pm Reply

    huaaaaa
    daebak chinguuuu

    aku senang soalny selain bumsso, dsni ad seungji couple jg kekeke kangen sm mrk soalny hahaha

    waduh, hyun woo suka sm sso eon tuh ckck
    tp sso eon udh jth cnta pd pndangan prtama sm bumppa ciee cieeeeeee #plakk

    kira2 spa ya yeoja yg bkin seungho galau? smoga bkn sso

    chingu, lanjutannya cpt yaaa
    hehehehe

  29. Natalia April 21, 2013 pukul 5:59 am Reply

    Wowwwww kerennn banget eonniii…….dilnjutin ya eon…..senangnya…baca ff bumssonya eon..

  30. anna April 25, 2013 pukul 4:19 am Reply

    heemmm spkh wnt yg dipikirkan ma seungho ya apa ada sangkut paut-ny ma sso mengingat sso pny ms llu yg bruk aplgi kecurigaan krn adanya jarak antara seungho ma jiyeon??? ahhaayy bumsso slg trpikat stu sm lain niee smg aja tdk hny profesionalisme tp asmara ttep bs jln,,sekali mndayung dua tiga pulai trlampui #apa cobaa xixixixi :p

  31. shinshinta April 25, 2013 pukul 6:51 am Reply

    daebak.. keren eon.. suka suka suka..
    mumpung tdi q liat udah ada part 2 jdi lgsung bca aja yah..

  32. Agunk Geg Mira April 25, 2013 pukul 9:12 am Reply

    Wah.. suka sama critnya.. ciecie bumsso jth cinta pada pandangan pertama nih..:D
    Mw bca part slnjtnya dlu..: )

  33. bumssoelfsuperjunior Juni 6, 2013 pukul 2:56 am Reply

    Kereeen, aku suka ceritanya…aku baca next nya ya

  34. Nitha Chan Juni 7, 2013 pukul 5:10 am Reply

    keren…bagus ceritanya….next part chingu..^^

  35. nisha aulia Juni 13, 2013 pukul 7:30 am Reply

    bumsso saling terpesona tuch..?
    kasian nanti hyunwo oppa,tapi gpp coz hyunwo oppa ma q aja dech

  36. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 8:43 am Reply

    Kak syifaW sukaa bggetttt..
    Haduhh kimbum ktmu sma eoonie so eun truss ap yg trjdii..
    Jtuhh cnta kah..*?*#plakkk gilaa mncull lgii..
    Eon it ksian hyun woo klo Bumsso sligg skaa yaa,mndngan hyun woo sma yuly ajaa..wkkk..
    Kak emg ap yg trjdii sma seungho kog dia dilema deudd ya sprtii n..
    Lnjuttttt..ya..

  37. Watashi Tina Lizuki Juli 8, 2013 pukul 6:44 am Reply

    Kerennn,,
    next part

  38. Watashi Tina Lizuki Juli 8, 2013 pukul 6:46 am Reply

    Lanjuuuuuutttttttttttt

  39. AnthyBumsso YongseoClouds Juli 27, 2013 pukul 9:47 pm Reply

    cieeeeee ciiieeeee yg sling terpana pada pndngan pertama sweeeettt sweeeett😀
    aigooo hyun woo jadi sahabat bener2 baik, tapi kyknya dia memendam perasaan pada sso? benarkah itu *jangan sotoy nty*
    seungho memngnya memekikrkan siapa???????? #penasaran

  40. My Fishy Agustus 8, 2014 pukul 5:59 am Reply

    huwaaa.. smoga kim bum bisa menerbitkan karangan so eun, pas mau tbc nie kim bum dan so eun ketemu.. ceritanya bagus jarang2 so eun jadi seorang penulis..

  41. ainami Agustus 18, 2014 pukul 8:39 am Reply

    alurnya menarik, asik diikutin…

    hyun woo sepertinya memiliki rasa lebih nih thd sso…

    dan bumsso sepertinya udh saling tertarik di pertemuan pertama mereka kekeke~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: