(FF) The Love Book – Part 2


The Love Book

#Part 2

Untitled-9

Cover by Real-A Artwork  (Jewels17) @ KFL

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Hyun Woo, Yoo Seung Ho, Go Ara, Park Jiyeon

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Chapter

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Hai!

Adakah yang menunggu ff ini? Saya minta maaf karena lanjutannya lama #bow

Seperti biasa, maaf jika alur ceritanya sulit dimengerti ataupun bahasanya yang terlalu ribet, hehehe..

Enjoy ^^

 

 

Last story on ‘The Love Book – Part 1’

 

            “Ah! Kim Sang Bum!”

Seruan hyun woo berhasil membuat perhatian kim bum beralih kearahnya. Hyun woo pun melambaikan salah satu tangannya yang bebas. Mereka berdua berjalan menghampiri meja yang sengaja sudah kim bum pesan lebih awal.

“Maaf jika kami membuatmu menunggu lama. Padahal kami datang menggunakan taksi tadi” ujar hyun woo dengan sopan. Kim bum hanya mengerutkan keningnya.

“Hei, kenapa tiba – tiba cara bicaramu menjadi seformal ini?” tanya kim bum dengan tatapan aneh.

“Aku hanya ingin terlihat baik didepan so eun tau! Ah so eun, perkenalkan, ini kim bum. Dialah yang akan menerbitkan karyamu nanti” kata hyun woo seraya memperkenalkan kim bum.

Untuk sesaat kim bum dan so eun saling bertatapan satu sama lain. Seakan – akan terpesona, bibir merekapun tak bicara sepatah katapun. Sampai akhirnya kim bum yang menyadarkan alam bawah sadar so eun.

“Kim Bum”

“Kim So Eun. Senang berkenalan denganmu”

– The Love Book –

 

            “Nah, bagaimana? Apa kau masih ragu dengan perkataanku? Dilihat dari penampilannya saja sahabatku ini sudah seperti novelis terkenal. Iya kan???” sindir hyun woo pada kim bum.

“Lupakan hal itu, aku sedang serius. Nona Kim, silahkan duduk” ajak kim bum yang kemudian dibalas anggukan oleh so eun.

“Yaaa! Mengapa kau hanya mengajak duduk so eun?! Bahkan kau lebih dulu mengenalku dibandingkan dengannya, ada apa denganmu?!” ujar hyun woo yang protes.

“Cepat duduk atau bisnis kita tak akan dimulai”

Mendengar ancaman kim bum berhasil membuat hyun woo bergidik ngeri. Tatapan aneh pun terlempar pada kim bum darinya. Mengapa berkenalan dengan so eun membuatnya menjadi seperti ini, pikir hyun woo. Sementara itu suasana antara kim bum dan juga so eun tak terlihat canggung sama sekali. Mungkin karena sikap kim bum yang dari awal begitu ramah membuat so eun ikut menikmati awal perkenalan mereka.

“Jadi bagaimana nona Kim? Apa naskah ceritamu sudah selesai? Hyun woo mengatakan jika kau sangat ingin karyamu itu diterbitkan menjadi sebuah novel” ucap kim bum.

“Ne, itu benar. Aku belum benar – benar selesai membuat ending nya, tapi aku akan menyelesaikannya sesegera mungkin jika kau mau” yakin so eun.

“Ah, itu tidak perlu. Aku yakin setiap novelis membutuhkan waktu tersendiri untuk menyelesaikan klimaks cerita mereka. Bukankah begitu?” goda kim bum lagi dengan senyuman mautnya.

 154

So eun hanya memberikan senyuman mendengar ucapan kim bum barusan. Terkesan seperti pria yang begitu bijaksana. So eun tidak tau berapa umur kim bum tapi jika dilihat dari cara berpakaiannya ia terlihat seumuran dengannya. Ah, dia pasti tipikal pria yang banyak diidamkan wanita, pikir so eun.

Tak lama kemudian datang seorang waiter membawa dua gelas kopi moccachino dan juga kue ke meja mereka. Kim bum sengaja memesannya lebih dulu agar tidak membuat tamunya menunggu lama. Mereka bertiga menikmati kopi yang sudah tentu memiliki cita rasa yang baik. Senandung musik dengan tempo ringan membuat suasana menjadi santai.

“Tuan Kim?” kata so eun.

“Ya?” balasnya.

“Kalau boleh tau, mengapa kau tertarik dengan karyaku? Bukankah hyun woo belum pernah memberikan naskah ceritaku padamu?” ujar so eun. Pertanyaan ini sudah ada dibenak so eun jauh sebelum ia bertemu dengan kim bum.

“Itu karena aku yang berhasil meyakinkannya. Kau tau, aku sampai harus berlari – lari dan menjadi bahan ledekkannya saat aku bertemu dengan dia!” potong hyun woo dengan emosional.

“Jadi, itu benar – benar karena usahamu hyun woo? Ah betapa beruntungnya aku bisa bertemu dengan seorang sahabat sepertimu” ucap so eun dengan bahagia.

“Sebenarnya tidak semua karena hyun woo. Aku tertarik juga karena ingin tau bagaimana seorang mahasiswi membuat sebuah karangan. Temanku juga seorang mahasiswi dan ia sudah menjadi novelis, namun novelnya bukan aku yang menerbitkan” terang kim bum.

“Oh, benarkah? Apakah novelnya sangat laris dipasaran?” kata so eun dengan begitu antusias.

 5_090216_kimsoeun

“Bisa dikatakan cukup baik, apalagi dia juga seorang pemula saat pertama kali aku mengenalnya. Tapi sekarang, dia sudah membuat lebih dari 3 novel dalam kurun waktu 3 tahun ini” terang kim bum.

“Jadi, so eun bisa membuat novel sebanyak yang ia mau kan? Seperti wanita yang kau bicarakan itu” ujar hyun woo.

“Bisa jadi, jika novel pertama yang akan kita terbitkan ini mengalami penjualan yang luar biasa. Aku tidak akan segan memberikan kesempatan padanya” balas kim bum yang kemudian melirik so eun.

Dan sekali lagi, kedua insan yang baru saja bertemu untuk pertama kalinya itu saling melempar senyum di antara hyun woo yang tetap saja bingung dengan keadaan yang seperti ini. Untuk sesaat hyun woo merasa jika hal ini terjadi ini semua berkat kesalahannya. Harusnya dia ingat jika kim bum memiliki pesona kuat yang tak pernah ia miliki, apalagi di depan wanita.

“Biar ku persingkat, jadi kapan kau akan menerbitkan novelnya? Bagaimana pun juga kau tetap harus membuat target untuk so eun supaya novelnya bisa cepat terbit. Aku juga tidak sabar melihat so eun akan menjadi novelis terkenal se-korea selatan! Wah, itu pasti menyenangkan so eun!” seru hyun woo dengan sumringah menghadap so eun.

“Ne, aku pasti akan menjadi orang paling bahagia” balas so eun yang tak kalah senangnya.

“Untuk tanggal, aku sudah tentukan dari jauh – jauh hari. Akan ku hubungi so eun jika waktu nya memang benar – benar sudah siap” jawab kim bum.

“Mwo??? Kau menghubungi so eun???? Andwe! Pokoknya kau tidak boleh menghubungi so eun, kau harus menghubungiku dulu. Aku itu manajernya, jangan macam – macam!” larang hyun woo yang kaget dengan ucapan kim bum.

“Kenapa? Cepat atau lambat aku pasti harus menghubungi so eun secara pribadi. Ah, bagaimana kalau sekarang biar aku yang mengantar so eun pulang?” tawar kim bum. So eun langsung membulatkan matanya mendengar kim bum yang ingin mengantarnya pulang.

“Tidak perlu tuan Kim! Aku bisa pulang naik bis bersama hyun woo, tak perlu repot – repot” tolak so eun dengan sopan.

“Aku tidak merasa direpotkan, lagipula tak ada jadwal yg berarti untuk saat ini. Hyun woo, aku izin mengantarkan nona Kim pulang” ujar kim bum pada hyun woo.

“Mworago?! Apa kau…”

“Baiklah, terima kasih atas izinmu. Nona Kim, mari ikut denganku”

Kim bum menatap so eun dan mengajaknya untuk berjalan menuju mobil yang ia parkir didepan. Sementara itu hyun woo yang bahkan belum sempat bicara kini terperangah tak berdaya. Tangan kanannya yang sempat ia gunakan untuk mencegah kim bum seperti membeku. Disamping kim bum so eun terlihat nyaman, terlebih lagi saat kim bum membukakan pintu mobil untuknya. Hal itu berhasil membuat pipi so eun merona di kala teriknya matahari.

“Yya! Dasar sahabat yang menyebalkan! Harusnya kau tau kalau kau tak boleh mencuri kesempatan didepan ku!!!”

***

Backsound: AOA – Love is Only You

 

Mobil kim bum kini sedang melaju dengan kecepatan sedang di tengah jalan raya pusat kota. Selama diperjalanan so eun terlihat diam tanpa mengajak kim bum bicara. Ia menyibukkan diri dengan menikmati pemandangan di luar dari balik kaca jendela. Kim bum yang sedang memegang kemudi justru terlihat menikmati waktunya bersama so eun, waktu mereka berdua didalam mobil.

“Ada yang sedang kau pikirkan nona Kim?” tanya kim bum. Sejenak so eun menoleh ke arahnya dengan senyuman.

“Tidak, tak ada yang ku pikirkan” jawab so eun. Untuk sesaat ia terlihat berpikir, kemudian ia kembali mengeluarkan suara.

kkot25-029-1

“Tuan Kim?”

“Ya?” ujar kim bum dengan nada menaik.

“Boleh aku bertanya lagi?” kata so eun dengan sedikit ragu. Ia tak ingin dianggap pengganggu ataupun orang yang sok dekat dengan kim bum.

“Tentu, tanyakan saja apapun yang kau mau” balas kim bum enteng.

“Seharusnya kau tak perlu bersikap seperti ini padaku, bahkan mau mengantarkanku pulang. Maksudku, kita baru saja kenal, ku rasa kau terlalu ramah padaku” ujar so eun dengan jujur. Kepalanya sedikit menunduk agar kim bum tak dapat melihat wajahnya.

Kim bum menoleh sebentar ke arah so eun untuk menatap nya, meskipun tak dapat dilihat dengan jelas. Namun kim bum yakin jika saat ini so eun merasa gugup dan juga tak enak hati dengan perlakuannya. Ia hanya tertawa kecil sembari menatap kedepan. So eun yang mendengar tawa kim bum kini merutuk dirinya sendiri. Kenapa ia terlihat agak bodoh disaat – saat seperti ini? So eun memukuli kepalanya pelan sembari merungut.

“Tak ada alasan khusus mengapa aku ingin mengantarkanmu pulang. Aku hanya berpikir jika kita harus menjadi teman dekat agar semua yang kita rencanakan dapat terlaksana dengan baik. Jika hyun woo benar – benar membatasi komunikasi ku denganmu, aku tak yakin bagaimana dengan akhirnya nanti” terang kim bum.

“Benar – benar hanya itu?” tanya so eun lagi.

“Mmm, menurutmu? Apa kau pikir aku mempunyai perasaan khusus padamu sehingga aku berani melangkah sejauh ini?”

Astaga, mengapa ia menjawab seperti itu, pikir so eun. Ucapan kim bum tak bisa so eun cerna dengan baik. Balasan macam apa itu? Sebuah jawaban jujur atau sekedar lelucon belaka? Ah, tidak seharusnya ia bercanda seperti itu padanya. So eun menjadi ling lung sendiri.

“Ne??? A-Aku tidak berpikir seperti itu tuan Kim!” ujar so eun dengan sedikit berseru. Kim bum menaikkan sebelah alis matanya ketika mendapat respon seperti itu.

“Hei, itu hanyalah sebuah candaan. Aku juga yakin jika kau bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama, bila dilihat dari penglihatanku” kata kim bum dengan tersenyum lebar. Tak ia sangka jika so eun benar – benar menjawabnya dengan begitu ‘semangat’. “Kali ini giliranku untuk bertanya padamu, atau tepatnya meminta”

“Meminta apa?”

“Bisakah kau berhenti untuk memanggil ku ‘tuan Kim’? Umurku tidak setua itu, aku masih seumuran denganmu dan juga hyun woo”

“Jinjayeo? Ah, maaf tuan — maksudku kim bum! Aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan itu lagi”

“Terima kasih. Dan kalau begitu, bolehkah aku memanggil mu dengan ‘so eun-ssi’?”

“Ne, tentu saja, kim bum-ssi”

So eun menghela nafasnya pelan, hanya sekedar meringankan kecurigaannya. Dan helaan nafas so eun masih dapat terdengar oleh kim bum. Lagi – lagi kim bum hanya menyunggingkan senyumannya. Ternyata so eun jauh lebih polos dari kelihatannya.

Tak perlu waktu lama untuk sampai di rumah so eun. Rumah sederhana dengan taman yang indah dan juga asri di bagian depan. Mobil kim bum berhenti tepat di depan pintu gerbang berwarna coklat itu.

“Jadi, kita sudah sampai di rumahmu” ujar kim bum sembari melihat – lihat rumah so eun dari dalam mobil.

“Apa kau mau minum teh? Ayahku baru saja pulang dari jepang, ia membawakan banyak teh hijau” tawar so eun.

Biip! Biip! Biip!

Nada dering panjang menghentikan percakapan mereka berdua. Layar ponsel kim bum terlihat menyala saat ia mengeluarkannya dari saku. Kemudian kim bum menyentuh tombol hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga.

“Yeoboseyo” ucap kim bum mengangkat telfon.

“Bum-ah, apa kau sedang di kantor?” balas seseorang di sebrang.

“Memangnya kenapa? Apa ada sesuatu?”

“Go-Ara baru saja pulang dari denmark, dan aku baru saja menjemputnya dari bandara. Dia bilang ingin bertemu denganmu, makanya aku menelfon”

Terlihat guratan bingung dan juga bimbang di wajah kim bum. So eun merasa aneh dengan mimik wajah kim bum yang seperti itu. Apa ada masalah dengannya, batin so eun. Sepertinya ia cukup perhatian dengan pria yang baru dikenalnya ini.

“Kalian dimana sekarang?” tanya kim bum pada lawan bicaranya.

“Di jalan menuju kantormu, mungkin sekitar 30 menit lagi kami sampai”

 

Kim bum kembali terdiam tak menjawab ucapan si penelfon. Ia menghela nafas, kembali mengingat masa lalu yang seharusnya tak pernah terungkap lagi. Hal ini membuat so eun semakin khawatir. Ingin rasanya ia membantu meskipun ia tak tau harus berbuat apa. Hatinya mudah gelisah bila melihat orang lain seperti ini.

“Baiklah, aku akan segera ke sana” balas kim bum tanpa ekspresi apapun.

“Oke, sampai jumpa”

            “Ne”

Ponsel yang baru saja ia gunakan ditutup setelah telfon berakhir. Kim bum yang mengingat jika so eun menawarkan untuk masuk ke rumahnya pun kembali bercakap dengan so eun.

“Seperti yang kau lihat, ku rasa lain waktu. Tapi terima kasih” kata kim bum dengan berat hati.

“Oh, itu bukan masalah. Justru aku yang berterima kasih padamu karena sudah mengantarkanku pulang” balas so eun.

“Sama – sama, senang berkenalan denganmu. Ku harap semuanya akan berjalan lancar. Semangat untuk lanjutkan novelmu, ku tunggu”

“Ne, gomapta”

Kim bum tersenyum tulus pada wanita yang ada di sampingnya ini. Seberkas cahaya seakan – akan membuatnya terpana memandang so eun yang juga membalas senyum nya dengan sepenuh hati. So eun melepaskan sabuk pengaman yang sedari tadi masih menempel dengan tubuhnya, kemudian beranjak keluar dari mobil kim bum. Menutup pintunya pelan kemudian melambaikan tangan pada kim bum hingga mobilnya tak terlihat lagi. Seulas senyuman kini kembali terukir di wajah manisnya.

Ya, setidaknya ini merupakan sebuah awal yang baik di awal perkenalan mereka.

***

            Kim bum baru saja sampai di kantor nya yang berada ditengah kota ini. Kakinya melangkah menuju lift, menekan tombol lantai yang ia tuju. Sementara menunggu, ia sibuk merapihkan dasinya yang mungkin sedikit berantakan setelah pertemuannya dengan so eun dan juga hyun woo tadi. Sedikit berkaca pada pintu yang memiliki pantulan dirinya. Ketika bunyi lift terdengar, ia melangkah keluar dan langsung menuju ruangannya.

“Selamat siang direktur” sapa salah satu karyawan kim bum saat ia melihat kim bum melintas di depan meja kerjanya.

“Selamat siang” balas kim bum dengan ramah.

Kim bum sudah berada tepat di depan pintu ruang kerjanya. Saat tangannya terangkat ke arah kenop untuk membuka pintu, entah mengapa tiba – tiba tangannya terasa kaku. Semua memori itu kembali, batinnya. Telapak tangannya kini berkeringat dingin dan sedikit bergetar.

“Go-Ara”

            “Maafkan aku kim bum”

            “Bagaimana bisa kau pergi meninggalkanku dengan cara seperti ini???”

            “Ku mohon, aku benar – benar minta maaf kim bum, maaf”

            “Tidak.. Go-Ara..”

            “Go-Ara!!!!!!!”

 

            Sedetik kemudian kim bum tersadar dari lamunan nya sendiri. Ia mengerjapkan matanya untuk menyadari jika itu hanyalah sebuah masa lalu yang tak seharusnya ia ingat kembali. Akhirnya, tangan kim bum bergerak untuk memutar kenop pintu itu dan sedikit mendorong nya agar terbuka.

“Kim bum!”

Seruan wanita itu langsung memenuhi ruangan ketika kim bum benar – benar memasukinya. Dipeluknya kim bum dengan erat hingga membuat kim bum terdiam tanpa membalas pelukannya. Raut wajah yang bahagia tergambar jelas di wajah wanita itu, Go ara.

“Ah, senang sekali rasanya bisa kembali melihatmu. Kau tau, aku sangat merindukanmu” ujar go ara dengan senyuman. Kim bum hanya diam tanpa memberi balasan.

“Ara, hentikan kelakuanmu itu. Kim bum baru saja datang, bahkan kau tak memberinya waktu untuk sedikit bernafas” kata pria yang juga menunggu kim bum, seung ho.

“Astaga, aku benar – benar tak mengingatnya. Mungkin karena aku terlalu merindukan fans ku yang satu ini” balas go ara sambil merangkul lengan kim bum.

Mereka bertiga duduk bersama di sofa yang ada di ruangan kim bum. Kim bum duduk di sofa yang sama dengan go ara, sementara seung ho duduk di sofa yang berbeda. Tanpa melepas rangkulannya pada kim bum, ia terus duduk disampingnya dengan senyuman lebar.

“Jadi, bagaimana hari – harimu tanpaku? Apa semuanya baik – baik saja?” tanya go ara dengan begitu penasaran. Berharap jika kyuhyun akan memberikan respon yang sama dengan dirinya.

“Baik, lebih dari yang kau bayangkan” balas kim bum. Tatapan matanya menggambarkan keyakinan yang berbeda. Senyum go ara yang tergambar kini berubah menjadi rengutan setelah mendapat jawaban dari kim bum.

“Benarkah? Apa itu benar seung ho? Bukankah kau tak pernah bisa melupakanku kim bum???” kata go ara lagi.

Kim bum dan seung ho yang mendapat pertanyaan retoris dari go ara pun hanya saling bertukar tatapan, kemudian kembali memandang bebas. Seung ho mulai menyadari jika kim bum tak nyaman dengan hal ini, namun ia juga cukup sadar jika ia tak berhak untuk ikut campur masalah pribadi kedua sahabatnya. Terlebih lagi ini sudah mencakup tentang masalah perasaan.

“Kim bum, kenapa kau diam saja? Mengapa kau tak mengajak ku bicara? Bahkan kau tak menanyakan kabarku, apa jangan – jangan kau sudah lupa denganku???” kata go ara dengan ekspresi pura – pura curiga.

“Tidak, bagaimana bisa aku melupakan wanita yang sudah membuat goresan dalam hidupku?” balas kim bum dengan tatapan dingin. Akal sehatnya seakan – akan mulai menghilang.

“Apa kau masih marah denganku? Itu sudah terjadi 4 tahun yang lalu, aku juga sudah kembali ke korea” terang go ara.

“Apa kau pikir dengan kembali setelah kau pergi dengan menanggalkanku semuanya akan terlupakan? Tak semudah itu, aku juga membutuhkan waktu untuk bisa menerima mu kembali” balas kim bum yang kini dengan sedikit emosi. “Menerima mu sebagai sahabatku” sambungnya.

“Kim bum..”

“Hei, kalian lupa jika aku masih berada di sini? Jangan membahas masalah kalian berdua, aku kan tak tau apa – apa” celetuk seung ho yang sedari tadi hanya diam menonton perdebatan kim bum dan juga go ara.

“Mianhae seung ho, aku tak bermaksud seperti itu. Hmmm bagaimana kalau kalian berdua mentraktirku makan siang? Sudah lama aku tak makan makanan khas korea” kata go ara yang ikut mengubah pembicaraan.

“Apa itu tidak salah? Seharusnya yang baru pulang dari luar negeri lah yang mentraktir. Sudah menjadi pelukis terkenal masih saja minta ditraktir”

“Kau dan kim bum juga, sudah jadi direktur perusahaan bukannya mengajak ku berbelanja atau memberikan sambutan spesial di bandara malah minta traktiran padaku. Direktur macam apa kau ini”

Seung ho dan juga go ara sibuk tertawa dengan perdebatan konyol mereka sendiri. Sementara kim bum masih saja bersikap kaku tanpa memberikan ekspresi yang ramah. Sempat terbesit dipikiran kim bum bagaimana bisa go ara bersikap seperti itu? Bicara dengannya seakan masih membutuhkan dirinya, sementara kini ia bisa tertawa lepas saat seung ho mengajaknya bercanda. Masa lalu yang membuatnya seperti ini pada go ara. Jadi, salahkan mengapa di masa lalu ia mencintai go ara hingga rasanya ingin mati saat go ara meninggalkannya.

***

            Layar monitor laptop milik so eun menyala dengan sinar yang terang. Cukup untuk membuatnya dapat membaca tulisannya sendiri di buku memo miliknya. Ya, so eun sedang sibuk memindahkan teks cerita ke dalam laptopnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam tetapi ia masih saja bersemangat untuk mengetik di dalam kamar. Sesekali ia meneguk susu hangat yang dibuatkan sang ibu, kemudian jari – jarinya kembali menekan tombol huruf yang berbeda untuk menyusun kata – kata.

“Astaga, tak ku sangka aku menulis sebanyak ini di buku. Ku pikir baru 5 halaman” gumam so eun. Matanya sibuk memperhatikan selembar demi selembar kertas yang sudah dipenuhi oleh tinta.

Pip!

Terdengar bunyi dari laptop so eun. Ia pun beralih kepada laptopnya. Terdapat sebuah pop up (window) baru yang muncul di depan layar. Kening so eun pun mengkerut saat membaca isi dari pop up tersebut.

“Hyun woo? Mau apa dia malam – malam begini? Sampai menghubungi via Skype segala” gurau nya bingung.

So eun memilih untuk menerima permintaan video call tersebut dan kemudian mulai menatap layar laptop untuk menunggu sambungan dari hyun woo.

“Selamat malam so eun!” sapa hyun woo dengan memamerkan sederet gigi putihnya. Tak lupa ia melambaikan tangan ke arah kamera laptop agar so eun dapat melihatnya.

“Apa yang kau lakukan? Kau tau, aku sedang sibuk memindahkan karya tulisku ke laptop, dan tiba – tiba kau menghubungi ku dengan seperti ini” balas so eun yang berpura – pura kesal.

“Whoa, benarkah??? Ah, seharusnya aku mengirimi mu pesan singkat dulu! Tapi apa kau akan menerima panggilanku jika aku mengirimu pesan terlebih dahulu?”

“Tentu saja tidak, mana ada orang yang mau diganggu” ucap so eun cuek, setelah itu ia tersenyum kecil. Membuat hyun woo kesal adalah sebuah lelucon tersendiri baginya.

“Aish kau itu benar – benar! Oh iya, apa yang kim bum lakukan padamu? Apa dia berlaku yang macam – macam??? Pasti dia merayumu tadi! Hah kim bum itu seenak – enaknya menarikmu dan mengantarkanmu pulang, kemudian ia meninggalkanku sendirian! Kejam sekali!!!” gerutu hyun woo dengan panjang lebar. So eun hanya menatap hyun woo aneh dari layar laptopnya.

“Hyun woo, kim bum tidak melakukan apapun padaku. Justru ia mengajak ku berbicara banyak. Intinya, semua yang ada dipikiran mu itu tidak ada yang terjadi” elak so eun sembari kembali memikirkan keramahan kim bum padanya.

“Benarkah??? Eh, tunggu, ngomong – ngomong di mana ponselku? Apa kau melihat ponselku??? Tadi sempat bicara pesan singkat kenapa aku tak sadar jika ponselku tak ada???”

            “Apa? Kenapa kau bertanya ponselmu padaku??? Aku saja sekarang ada di kamar, apa kau lupa kalau kita sedang berhubungan via internet huh?”

“Ne? Omo aku lupa! Lalu dimana ponselku??? Aigooo kalau ponselku benar – benar hilang bagaimana ini?! So eun, ayo bantu aku mencari ponselku!!!”

            “Aku kan sedang mengetik naskah novelku hyun woo. Lebih baik kau cari dulu saja ponselmu di rumah atau di tempat yang sempat kau singgahi. Nanti jika memang masih tak ketemu, cepat hubungi aku lagi. Aku akan membantu”

“Wah, benar juga kau! Kalau begitu, aku tutup dulu ya video nya? Nanti ku hubungi lagi. Jangan matikan laptop mu dulu, oke? Annyeong!”

 

Belum sempat so eun membalas ucapan selamat tinggal, hyun woo langsung memutuskan koneksi internet dengannya. So eun hanya menghela nafas tanpa melakukan protes. Mungkin karena hyun woo terlalu panik dan berniat untuk sesegera mungkin menemukan ponselnya, ia langsung menutup internet. Padahal memang tak biasanya hyun woo seperti ini, pasti so eun yang mematikan hubungan lebih dahulu.

“Hyun woo.. hyun woo.. sudah berumur 20 tahun lebih saja masih teledor menyimpan ponsel. Untung saja bukan kunci mobil ataupun dompet, ckckck” kata so eun sembari menggelengkan kepalanya.

Backsound: CNBlue – Love Girl

So eun kembali aktif dengan laptopnya dan mulai melanjutkan naskah novelnya. Namun beberapa menit kemudian tiba – tiba ponselnya berdering panjang, ada panggilan masuk untuknya. So eun langsung mengambil ponselnya yang ia letakkan di samping laptopnya. Tertera nomor asing yang tak ia kenal, karena itu ia segera mengangkat telfon tersebut.

“Yeoboseyeo” ucap so eun saat mengangkat telfon itu.

“Apa ini ponsel milik Kim So Eun?” balas seseorang yang menelfon. So eun mendelik curiga dan juga bingung, suara ini seperti ia kenal.

“Ne, maaf, ini siapa?” tanya nya.

“Ini aku, Kim Bum”

Deg!

Siapa yang baru saja menelfon? Kim Bum?! Sejuta pertanyaan mulai memenuhi pikirannya. Ia tak pernah memberikan nomor ponselnya pada kim bum, tapi kejadian ini memang nyata. Dan.. mengapa detak jantungnya berdebar lebih cepat dari sebelumnya???

– To Be Continued –

 

 

Pendek ya? Iya, soalnya saya ngetik bagian akhirnya agak buru – buru, mau ke sekolah soalnya *curhat*

Ternyata ngetik ff itu susah ya? Bebannya berat lho. Punya utang sama readers aja bikin saya kepikiran terus -.-v

Mohon komentarnya ya? Saya ga minta di bayar pake uang lho, cukup komen aja saya udah bersyukur😉

Oke, tunggu next part nya ya~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

35 thoughts on “(FF) The Love Book – Part 2

  1. Alfira April 25, 2013 pukul 2:17 am Reply

    sso eon jth cnta pd pndangan pertama ahaha ecieeeee cuit cuit #apaansih
    aissshh, ara nyebelin bgt yak, gk tau diri gtu kesannya ckckck
    bumppa udh bs bnr2 lupain ara gk yaa? heemm smoga aj mmg udh deh

    aku suka chingu, daebak daebak
    lanjuutt

  2. neng dona April 25, 2013 pukul 2:50 am Reply

    Lah perasaan dikit deh,,,,,
    Lanjutanya jangan kelamaa Ўªã
    ​Ħεε³³³;)³³:)Ħεε³³³;)³³:DĦεε³³=D³³

  3. Dizhaadrya April 25, 2013 pukul 4:01 am Reply

    Ya ampn si hyunwo hp ny z smpe klupaan naruh ny dmn,, oh jdi si go ara cnta prtma ny bum ya,, trs sso ny udh mlai ska ya ma bum,, crta ny mkn sru pnsrn d tgu next part ny chingu

  4. Niniet April 25, 2013 pukul 4:06 am Reply

    “Ah, itu tidak perlu. Aku yakin setiap novelis membutuhkan waktu tersendiri untuk menyelesaikan klimaks cerita mereka. Bukankah begitu?” goda kim bum lagi dengan senyuman mautnya…. Belum apa2 kim sudah menggoda2 so eun.. , bikin so eun salting , udh gitu dianterin pulang lagi siapa yang ga GR coba.. wkwkwk btw apa nanti kim bum akan cinta lagi sama go ara.. no..no.. jangan sampe deh…lanjut author..:) o ya ijin share ya…:)

  5. luthfiangelsso April 25, 2013 pukul 4:06 am Reply

    Ada sdikit typo tdi kimbun malah di tulis kyuhyun hayo author lagi mikirin oppa ku yaa ?#hehehe
    Wah jgn” yg ambil hp’ hyun woo itu kimbun buat ambil nomor sso ?!#sotoy haha
    ok di tunggu lanjutan’a !
    Gomawo^^

  6. Vonny dyah April 25, 2013 pukul 4:25 am Reply

    Keren, lnjt dong . . . Jgn lama2 ngepostnya ya . .

  7. anna April 25, 2013 pukul 5:00 am Reply

    hayooo lho KB ngpain mlm2 nelpon sso jgn blg cm pelampiasan aja yaaahh deziigg !! tp ga pa2lah klo itu smkn mndekatkn mrk,,hyun woo siap2 diduain nie prhtiannya heehee lnjuuuttt gomawo🙂

  8. Devi April 25, 2013 pukul 5:02 am Reply

    Akhir’a klaNjutaN’a muNcul jg,,,,,
    Wah eoNNie so euN jtuh cNta pda pNdNgaN pertama ma bumppa,,,
    Jd pNasraN ma klaNjutaN’a,,,
    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,,

  9. cucancie April 25, 2013 pukul 5:30 am Reply

    Wuahhh…mudah2an kim bum ma so eun jd makin dkt dn saling tertarik satu sm lain,tp kim bum masih cinta ga ya sm go ara,ditunggu ya nex part nya..

  10. Safriyanti April 25, 2013 pukul 5:54 am Reply

    Bnga2 cnta mlai brsmi ne,,,
    ahh sso psona mu mank tak bsa dtolak,,,,

  11. PrincessItha April 25, 2013 pukul 6:38 am Reply

    Wah akhrx ff nhe kluar jga. .lnjut xea eon bye bye

  12. citrakissen April 25, 2013 pukul 7:22 am Reply

    wah seru ceritanya!!!!
    ayo next next^^

  13. YeojaNiel April 25, 2013 pukul 7:50 am Reply

    Ngakak sama sikap hyunwoo kekeke
    suka sama persahabatan hyunsso

  14. Putzz ran" moury April 25, 2013 pukul 7:54 am Reply

    Agak kasian jga sih sama hyunwo kisah cintanya tak akan berjalan mulus deh. . . . Hehe
    Wahh. . .
    Ada lgi nih pihak ke tiga . . .
    Kimbum masih ada rasa suka ga ya ma ara. . . .
    Penasaran.

  15. Agunk Geg Mira April 25, 2013 pukul 9:31 am Reply

    Ishh ishh hyun woo benar benar ceroboh..-.-
    Bum dpt dri mana ya no’nya so eun? *natap curiga
    Dtnggu lnjtnnya..:)
    Fighting~!!

  16. Elryeleekim_kim April 25, 2013 pukul 1:10 pm Reply

    Suka deh m sso yg malu” kucing….

    Eh go ara buang j jauh” dr bum ppa….
    Pasti itu dari dr hp’y hyun woo… Yang hilang
    hyun woo cemburu nih????
    Wkwk

  17. sugarsoya April 25, 2013 pukul 1:54 pm Reply

    Kerenn, kangen sama ffnya syifa, hehe
    Mian baru komen dipart ini,
    Kayanya hyunwoo suka deh ama soeun, tapi soeunnya ga ngeh,
    Trus cewek yg dimaksud seungho siapa ya? Penasarann,
    Wah kim bum ama soeun kayanya ada sedikit love at first sight nih, hehe asik asik:)
    Ditunggu next partnya ya…

  18. AttySejatinyaMates April 25, 2013 pukul 4:12 pm Reply

    BumSso kena virus cinta pada pandangan pertama🙂

    Mmmm lum apa2, masa lalu Kim Bum kembali*tunjuk Ara

    Next nex next

  19. pipip April 26, 2013 pukul 7:36 am Reply

    Waaa akirnya lnjutnnya kluar jg
    Nmbah seru, dtngyu thor lnjutnnya

  20. nenkfa April 26, 2013 pukul 12:26 pm Reply

    Bum nyuri no ponsel sso dari hyun woo,,, Dasar Bum ,,, mank hoby nyuri nih kyknya,, hati sso ajj udah dicuri saat pandangan pertama,, asyik3🙂
    hehehe,,😛 tapi ksian banget hyun woo,, kecolongan start ma bum,,
    tapi gimana sama ara?? wah kayaknya ara mw ganggu hub bumsso,, lanjut author ^_^

  21. sintiaroom April 26, 2013 pukul 1:04 pm Reply

    keren banget kak yehehehhe akhirnya heheh dilanjut kkkk bum bum bum curiga kaya nya yang nyuri hp hyun woo itu kim bum hahahaah😄 ,ciee sso baru denger suara bum aja udah deg-degan hahaha😄 cinta itu mah udah pasti *sotoy kkkk lanjut kak hhehe😀

  22. kiki chan April 26, 2013 pukul 3:24 pm Reply

    asiiik.. sso ditelpon kimbum. xixixi😀

  23. Emi April 26, 2013 pukul 4:04 pm Reply

    Bagussss:3 cepetan yah wkwk

  24. Soeun April 27, 2013 pukul 2:06 am Reply

    Ff nya bagus😀
    lanjutkan thor🙂

  25. kai kurasin April 28, 2013 pukul 11:58 am Reply

    yaaa ……k’pdekkan part 2Nya
    tpi nggak papa kok puas ……
    yg pasti ljutanNya jgn lama2 ….!!!!!!!!!!!

  26. bumssoelfsuperjunior Juni 6, 2013 pukul 3:12 am Reply

    Aku suka gaya bahasa penulisan author, certanya jg aku suka…kocak bgt ya tingkah hyun woo kkkkk

  27. nisha aulia Juni 14, 2013 pukul 1:43 pm Reply

    aissh ara muka mu WATADOS banget…!!
    bumpa jgn sama ara lagi,pi ma sso aja

  28. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 9:07 am Reply

    Hyun woo bnar2 lcu..kocakkk…haaaaXD
    kak jngan it pnsel n hlag d crii sma Kimbumppa ya..wuaaa..
    Hyun woo..
    Ksiannn kliling2 crii hp n..
    Krennnnnnnnn..
    D tggu crtaa Bumsso n..
    Trusss go araa gnggu ajaa deh..
    Aisss..lnjuttt..

  29. nurwini aprilia Juli 8, 2013 pukul 1:31 am Reply

    aku reader baru, ceritanya keren thor, aku tunggu next partnya

  30. AnthyBumsso YongseoClouds Juli 27, 2013 pukul 10:13 pm Reply

    jangan bilang ponsel hyun woo kim bum yg mengambilnya untuk mndpatkan nomor sso🙂
    memikirkan wajah panik hyun woo benar2 bikin ngakak… kkkkkkkk
    OMO masa lalu datang😦 semoga saja benteng perthanan bum gx runtuh n hatinya gx kmbali pada ah ra #semoga
    ternyata seung ho adalah shbt bum n ah ra *ngangguk ngerti

  31. snadia Agustus 18, 2013 pukul 9:14 am Reply

    jgn smpai kyak d film BBF dong,yg trnyata kimbum cma php-in soeun doang.smga d story ini,endingnya bkin nafas legaa.
    *menarik critanya.good job*carry on! can’t wait long time

  32. Diana Januari 5, 2014 pukul 11:57 am Reply

    Kasian kim bum hatinya terluka tp tenang ada so eun yang akan bikin kim bum jth cinta…….
    Lajutin bkin ff bumsso sampe tmat
    okkkkkk
    semangat…

  33. My Fishy Agustus 8, 2014 pukul 6:26 am Reply

    aigoo, senengnya kim bum menelepon so eun hehehe.. pertemuan kim bum dan so eun pertama kali membuat keduanya saling terpesona kkkk, apalagi so eudm sepertinya udah mulai jatuh cinta pada kim bum

  34. ainami Agustus 18, 2014 pukul 9:01 am Reply

    hayo kenapa berdebar kencang sso haha… ..

    suka deh gaya bum yg cukup basa basi sederhana ke hyun woo lalu lgsg mengantarkan sso pulang hihihi

    ah tp ada wanita dr masa lalu bum.. *manyun* wkwkk
    kyknya bum terluka bgt heu…

  35. madi November 10, 2014 pukul 4:32 am Reply

    Seru cinta nya, smga kim bum sma so eun bsa pacaran hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: