(FF) The Love Book – Part 3


The Love Book

#Part 3

 

Untitled-23

Cover by Real-A Artwork (Jewels17) @ KFL

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Hyun Woo, Yoo Seung Ho, Go Ara, Park Jiyeon

Genre: Romantic, Family, Friendship, Little Bit Comedy

Type: Chapter

Rating: PG-13

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Welcome back to my fanfiction!

In here, saya mau mengucapkan terima kasih untuk semua readers yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca hingga memberikan komentar untuk ff saya.

Alhamdulillah ff ini mendapat respon yang sangat baik untuk saya😉

Saya juga mau mengucapkan terima kasih untuk readers baru, thanks for reading may bad story /slap/

Baiklah, please enjoy and don’t forget to leave your comment (again)! ^^

 

Last story on ‘The Love Book – Part 2’

 

Backsound: CN Blue – Love Girl

 

So eun kembali aktif dengan laptopnya dan mulai melanjutkan naskah novelnya. Namun beberapa menit kemudian tiba – tiba ponselnya berdering panjang, ada panggilan masuk untuknya. So eun langsung mengambil ponselnya yang ia letakkan di samping laptopnya. Tertera nomor asing yang tak ia kenal, karena itu ia segera mengangkat telfon tersebut.

            “Yeoboseyeo” ucap so eun saat mengangkat telfon itu.

            “Apa ini ponsel milik Kim So Eun?” balas seseorang yang menelfon. So eun mendelik curiga dan juga bingung, suara ini seperti ia kenal.

            “Ne, maaf, ini siapa?” tanya nya.

            “Ini aku, Kim Bum”

            Deg!

            Siapa yang baru saja menelfon? Kim Bum?! Sejuta pertanyaan mulai memenuhi pikirannya. Ia tak pernah memberikan nomor ponselnya pada kim bum, tapi kejadian ini memang nyata. Dan.. mengapa detak jantungnya berdebar lebih cepat dari sebelumnya???

– The Love Book –

 

            So eun masih harus meyakinkan diri dan pikirannya terlebih dahulu sebelum membalas sapaan dari sang penelfon yang ternyata kim bum itu. Hatinya masih terkesima mengetahui kenyataan ini. Sementara itu kim bum yang menelfon so eun tanpa ada balasan dari so eun mengerutkan dahinya. Sesekali ia menatap layar ponselnya untuk memastikan apakah telfon nya masih terhubung atau tidak.

            “So eun?” ujar kim bum yang menyadarkan so eun.

            “Ah, ne???” balas so eun dengan sedikit gugup.

            “Apa telfon dariku membuatmu kaget? Atau kau sedang ada urusan? Jika memang begitu aku akan menelfonmu lagi besok” jelas kim bum. Karna ia tak tau ada apa dengan so eun ia memilih untuk mengalah.

            “Anio, aku tidak apa – apa! Memang sedikit kaget karena tiba – tiba kau menelfonku” balas so eun dengan kikuk. “Ada apa kau menelfonku malam – malam begini?”

            “Aku ingin mengajakmu bertemu untuk membicarakan masalah penerbitan novelmu lebih lanjut. Aku sudah menyiapkan beberapa file dan proposal yang perlu kau baca sebelum kau menandatangani kontrak. Apa kau ada waktu?”

            “Tentu saja, aku tidak ada kegiatan khusus untuk besok. Tapi mungkin agak siang karena aku punya jam kuliah untuk pagi hari. Apa tak masalah?”

            “Mmm, untuk waktu bertemu itu masih fleksibel. Kau tinggal hubungi aku saja, biar aku menjemputmu di kampus. Bagaimana?”

 

            Lagi – lagi so eun berhasil dibuat berpikir ulang mengenai kebaikan kim bum terhadapnya. Novel nya akan diterbitkan oleh kim bum saja sudah membuat ia merasa berterima kasih, ditambah lagi dengan perlakuan kim bum yang sangat menghargainya. Ini benar – benar membuatnya merasa harus berbalas budi.

            “Ne, aku akan menghubungimu besok. Dan untuk kau menjemputku.. Ku rasa itu tak perlu. Aku bisa naik bis, kau tak perlu repot – repot seperti ini” tolak so eun untuk yang kesekian kalinya. Meskipun tak kim bum lihat tetapi so eun mengangkat tangannya sebagai tanda penolakan.

            “Hei, aku tak masalah dengan hal itu. Baiklah, jangan lupa simpan nomor ponselku ya, kim so eun” kata kim bum ramah.

            “Arasseo, aku tak akan lupa” ucap so eun dengan tertawa.

            “Astaga, aku lupa memberi tahumu! Untuk besok jangan biarkan hyun woo mengikutimu. Meskipun dia memaksa tapi jangan berikan dia izin untuk ikut denganmu. Nanti biar aku yang menjelaskan semuanya pada hyun woo”tambah kim bum dengan alasannya. Kini giliran so eun yang merasa bingung.

            “Waeyo? Apakah pertemuan besok sangat penting sampai hyun woo tidak boleh ikut?” tanya so eun untuk menghilangkan rasa penasarannya.

            “Tidak juga, tapi kau tau kan hyun woo seperti apa? Dia pasti akan menghalangi kita dengan seribu macam alasan. Padahal ia tau jika hubungan kita hanya sebatas relasi bisnis” jawab kim bum dengan nada bercanda.

            Ya ampun, baru saja so eun merasa jika hubungan mereka berdua bisa lebih dekat dari sebatas relasi bisnis. Setidaknya so eun dan kim bum bisa menjadi sahabat setelah novelnya sudah terbit, atau sekedar menjadi sebuah tim untuk bekerja sama. Namun sepertinya kim bum tak ada pikiran untuk seperti itu.

            “Ah, kau benar. Relasi bisnis” kata so eun yang terdengar seperti menggumam.

            “Ku rasa tak ada lagi yang perlu ku bicarakan denganmu sekarang. Terima kasih sudah mau bekerja sama denganku”

            “Aku juga berterima kasih karena kau sudah mengorbankan segalanya untukku”

            “Itu sebuah kehormatan untukku. Baiklah, selamat malam. Jangan lupa untuk beristirahat dan mimpi indah”

            “Ne, selamat malam”

            Telfon dari kim bum ia tutup setelah terdengar suara terputus – putus dari ponselnya. Untuk sesaat matanya menatap ke sekeliling kamarnya, menghilangkan beban yang tak tau ia dapat dari mana. Melihat kembali ponselnya yang baru ia gunakan untuk berbicara dengan kim bum, mengingatkannya untuk kembali bersikap profesional. Kadang ia juga terbayang dengan masa lalunya dengan pria yang juga berasal dari dunia yang sama dengan kim bum.

            “Yoo seung ho” ucapnya singkat. So eun melirik sebuah frame foto yang terdapat foto seorang pria dan juga seorang wanita yang tengah duduk di bangku taman. Tersenyum bersama ke arah kamera yang membidik mereka. Siapa lagi kalau bukan dirinya dengan seung ho.

            “Tidak, aku tidak boleh mengingat masa lalu. Seung ho hanyalah teman biasa bagiku. Dan aku tidak boleh terjebak di lubang yang sama” yakin so eun. Sesekali ia menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

            Ngomong – ngomong, bagaimana cara kim bum mendapat nomor ponsel so eun? Bukankah so eun tidak pernah memberikannya pada kim bum?

***

Next day

 

            So eun beranjak dari kasur empuknya lebih pagi dibandingkan biasanya. Sang ibu menyambut so eun dengan begitu berseri – seri, menyiapkan roti dengan selai coklat vanilla dan juga segelas susu. Ia santap habis hingga tak tersisa, kemudian ia segera pamit kepada ibunya untuk segera pergi ke kampus. Menunggu bis di halte yang tak jauh dari rumahnya, menaiki bis dengan suasana hati yang sangat baik. Ya, sangat baik. Saat turun dari bis terlihat hyun woo yang sudah menunggu nya di gerbang kampus. Melambaikan tangan sembari mengulur senyuman lebar untuk so eun.

            “Halo so eun” sapa hyun woo dengan gelagat seperti anak kecil.

            “Ada apa denganmu? Jangan bersikap sok manis begitu, kau sudah cukup manis kok” ujar so eun dengan senyuman.

            “Tanpa perlu kau katakan juga aku tau, itu memang kenyataan. Aku memang pria yang manis” bangga hyun woo. Mereka berdua pun mulai berjalan bersama menuju ke kelas.

            “Bagaimana ponselmu? Apa kau sudah menemukannya? Aku menunggu kabar darimu, siapa tau kau butuh bantuan. Tapi kau tak kunjung memberitahuku, akhirnya ku tinggal tidur” terang so eun dengan panjang lebar. Ia memang tak langsung tidur setelah menerima telfon dari kim bum.

            “Aish, aku masih bingung dengan hal itu. Ponselku tak ku temukan dimanapun. Ku coba untuk telfon ke nomorku malah tidak aktif. Seperti nya memang sudah diambil” balas hyun woo dengan sedikit murung.

            “Jangan bersedih, kau kan masih bisa membeli ponsel baru. Bukankah kau masih menyimpan sedikit tabungan?”

            “Tabungan itu tidak akan ku pakai. Itu kan sengaja ku simpan agar aku bisa membeli novelmu bila sudah terbit nanti. Karena aku tak akan membeli satu, aku akan membeli lebih dari yang kau bayangkan agar novelmu bisa jadi best seller nantinya”

            Tertegun. Tak so eun sangka jika hyun woo bisa bersikap seperti itu untuk dirinya. So eun sudah merasa jika hyun woo merelakan segalanya, melakukan apapun yang ia bisa untuk impiannya sendiri. Kini mata cantik milik so eun menatap hyun woo dengan segala rasa terima kasih tak terhingga. Sementara hyun woo sendiri masih sibuk dengan dirinya yang masih kehilangan ponselnya. Seulas senyum tulus itu kembali dari so eun.

            “Kau tau? Jangan membuat ku merasa berbalas budi lebih dari ini padamu hyun woo. Melihatmu tetap berada di sisiku saja aku sudah senang. Kau adalah sahabat yang terbaik” kata so eun sembari menepuk pundak hyun woo. Hyun woo menoleh pada so eun dengan tampak bahagia.

            “Omo, jam kuliah akan segera dimulai. Ayo hyun woo, jangan sampai kita dihukum lari mengelilingi kampus oleh dosen. Ppali!” seru so eun setelah melihat jam tangannya.

            Hyun woo langsung ditarik oleh so eun untuk berlari menuju kelas agar sampai lebih cepat. Menghindari segala kemungkinan buruk yang kadang suka menimpa mereka semasa memasuki kuliah dulu. Tak heran jika mereka berdua memiliki ikatan persahabatan yang sangat erat. Bahkan hyun woo sendiri kadang merasa bingung dengan apa yang ada di dalam hatinya terhadap so eun. Apakah ini cinta? Atau semua ini hanya benar – benar rasa perhatian sebagai sahabat? Pria yang satu ini tak bisa menentukannya sendiri.

***

Backsound: Taemin – It’s You

            Menjalani rutinitas seperti biasa, kim bum terlihat sibuk menandatangani dan menyusun beberapa surat yang perlu ia baca lebih lanjut. Mejanya penuh dengan beberapa naskah novel yang dikirimkan oleh beberapa orang yang mengikuti program pembuatan novel terbaru oleh perusahaannya.

            “Ini.. Tidak, aku sudah membacanya sepulang dari kantor. Alur ceritanya masih terlalu mengambang tanpa akhir yang jelas” ujar kim bum sembari menatap naskah novel yang ia ambil. Kemudian ia mengambil amplop naskah novel yang lainnya.

            “Untuk yang ini.. Ah, terlalu banyak unsur imajinasi. Lebih bagus dipersingkat dan dijadikan buku mendongeng saja” sambungnya. Wajahnya terlihat sedikit gusar dan tak nyaman.

            “Haaah! Mengapa akhir – akhir ini pekerjaan semakin banyak dan menumpuk???” kata kim bum lagi. Ia merenggangkan badannya agar dapat mengusir sedikit rasa lelah di tubuhnya.

            Waktu ternyata sudah menunjukkan pukul satu siang. Setelah merilekskan diri sesaat, ponselnya bergetar di dalam saku celananya. Kim bum meraih ponselnya dan membaca nama yang tertera di layar ponsel itu. Senyumnya muncul tatkala ia menyadari jika so eun yang menghubunginya. Dengan cepat ia mengangkat telfon tersebut agar tak membuat so eun menunggu.

            “Yeoboseyeo, Kim So Eun?” ucap kim bum.

            “Ne, kim bum. Aku sudah selesai kuliah. Bisakah kau mengirimi ku alamat kantormu? Aku sedang menunggu bis, sebentar lagi aku akan segera ke sana” balas so eun.

            “Kau sudah pulang? Baiklah, akan ku jemput di sana. Jangan pergi kemana pun, tunggu aku. Ara?”

            “Ani, aku bisa pergi sendiri. Oh, itu bisnya sudah datang! Bisakah kau mengirim..”

            “Aku tidak akan memberikannya. Aku pergi ke tempat mu sekarang, tunggu di situ”

            Kim bum langsung menutup telfonnya agar so eun tak dapat beralasan lagi. Memang keinginannya sendiri untuk menjemput so eun. Tanpa memperdulikan lagi berkas – berkas yang sudah berantakan di mejanya, ia langsung beranjak meninggalkan ruangannya dengan langkah cepat. Sekretaris yang meja kerjanya berada di dekat ruang kerja kim bum pun beralih pada dia.

            “Tuan Kim, anda mau pergi kemana?! Tuan Yoo Seung Ho beserta nyonya Park Jiyeon akan segera datang menemui tuan satu jam lagi!” seru sekretaris tersebut. Kim bum yang mendengarnya langsung berhenti dan menengok ke arah sekretaris tersebut.

            “Benarkah? Kapan dia menelfon?” tanya kim bum yang baru mendengar kabar tersebut.

            “Kurang lebih 20 menit yang lalu. Beliau meminta agar hal ini tak diberitahukan pada anda” jelas wanita itu. Kim bum terlihat memutar matanya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia memutuskan sesuatu.

            “Katakan padanya, temui aku di restoran biasa sekitar jam setengah 2. Aku ada urusan di sana”

            Setelah mengambil jalan tengah akhirnya kim bum kembali pergi menuju ke basement, karena mobilnya ia parkirkan di sana. Sementara itu sekretarisnya hanya menghela nafas dengan pikiran yang membingungkan mengenai pimpinannya ini. Sudah dua kali ia mendapati kim bum pergi tergesa – gesa dengan cepat, namun baru kali ini kim bum menjelaskan jika ia pergi karena ada urusan (Ingat dengan kemunculan kim bum di part 1?).

            Kim bum menyusuri jalan yang tengah sibuk dengan kegiatan nya sehari – hari. Tentu saja begitu banyak orang yang berlalu lalang, kegiatan jual beli di pinggiran jalan juga masih terlihat. Kebetulan kim bum tau di mana kampus hyun woo, dia pernah menceritakannya semasa mereka bertemu beberapa bulan yang lalu. Tanpa perlu waktu lama mobil kim bum sebentar lagi akan sampai tepat di depan kampus so eun yang juga merupakan kampus hyun woo. Ia mendapati seorang wanita yang tengah duduk sendirian di halte bis dengan wajah sedikit menunduk. Ya, itu dia.

            “So eun!” panggil kim bum dari dalam mobilnya. Salah satu kaca mobil yang berada di sisi sampingnya sengaja ia buka agar so eun dapat melihatnya.

            “Kim bum, kau sudah datang?” kata so eun yang baru menyadari keberadaan kim bum. Tak ia sangka jika kim bum akan datang secepat ini.

            “Mmm, ayo masuk. Aku takut hyun woo akan menyergap kita di sini” ujar kim bum dengan nada bercanda. So eun tertawa kecil kemudian beranjak masuk ke mobil mewah itu.

            Kim bum kembali menekan pedal gas menuju ke tempat yang sudah ia tentukan sebelumnya. So eun terlihat santai tanpa mengucapkan ataupun mengajak kim bum berbicara. Perasaan aneh pun menghinggap di benak kim bum, mengapa harus ia yang lebih dulu mendekati so eun?  Suasana akan terasa semakin canggung jika ia biarkan seperti ini.

            “Apa yang kau katakan pada hyun woo?” tanya kim bum memulai percakapan.

            “Hyun woo? Mengatakan apa?” kata so eun yang berbalik bertanya.

            “Alasan yang kau gunakan terhadapnya. Aku tak yakin jika ia melepaskan mu untuk pergi sendirian dengan semudah ini. Bukankah begitu?” ujar kim bum.

            “Ah, kau benar. Aku bilang kalau aku akan pergi ke acara reuni SMP ku. Ia sempat berinisiatif untuk ikut, bahkan terdengar sedikit memaksa. Namun aku berusaha untuk menolaknya secara halus. Benar – benar halus hingga ia mengalah. Ku rasa kau tau akan hal ini” terang so eun tanpa merekayasa. Ia sempat tertawa sendiri saat kembali mengingat cara hyun woo untuk meminta ikut bersamanya.

            “Begitulah, seperti yang kau katakan. Aku tak akan bertanya seperti itu jika aku tak mengetahui sifatnya yang satu ini” balas kim bum yang berhasil membuat so eun kembali tertawa. “Oh iya, 2 orang temanku akan datang bergabung bersama kita nanti. Ku pastikan mereka tidak akan melakukan sesuatu yang dapat menganggumu”

            “Ne, tidak apa – apa. Toh aku tak punya hak untuk melarang mereka ikut bersamamu”

            “Ah, kau juga pasti akan senang bisa berkenalan dengan mereka. Bukankah aku pernah menceritakan padamu tentang seorang novelis muda yang telah membuat 3 novel dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir???”

            “Itu.. ah, aku ingat. Kau menceritakannya saat kita bertemu di kedai kopi, iya kan?”

            “Kau benar. Dia yang akan datang bersama dengan penerbit novelnya yang juga sahabatku. Mereka pasti akan menerima mu dengan sangat baik”

            “Benarkah? Aku merasa tersanjung bisa berteman dengan orang – orang seperti kalian”

            So eun mengulum sebuah senyum untuk kebaikan kim bum yang tak terhitung lagi. Ia akan segera menerbitkan novelnya dan kini ia akan segera mendapatkan teman baru. Pengalaman yang luar biasa. Tuhan begitu baik karena mempertemukannya dengan sahabat seperti hyun woo, dan juga pria yang terlalu tampan nan kaya, kim bum.

***

            Restoran tradisional khas jepang itu kini sudah di depan mata. Dengan cekatan kim bum memberhentikan mobilnya di salah satu tempat parkir yang cukup teduh. Kim bum yang sebelumnya bergegas mengambil beberapa berkas di jok belakang mobilnya mengajak so eun untuk keluar dari mobil lalu masuk ke dalam restoran itu. Saat di dalam kim bum sibuk mencari tempat yang nyaman untuk pertemuannya, dan ternyata tempat favoritnya di restoran ini kosong. Posisinya agak sedikit di ujung dengan sisi samping jendela yang menghadap keluar. So eun dipersilahkan untuk duduk terlebih dahulu sembari menunggu kim bum memesan makanan. Kemudian kim bum memposisikan diri untuk duduk di depan so eun.

            “Jadi, sambil kita menunggu makanan datang, bagaimana kalau kita memulai pertemuan kita terlebih dulu?” tawar kim bum.

            “Tak masalah, bukankah lebih cepat itu lebih baik?” balas so eun dengan senyuman sedikit meledek. Kim bum tertawa kecil kemudian memberikan berkas yang ia bawa dari kantor kepada so eun. Dengan cepat so eun menerimanya setelah itu ia membuka berkas yang halamannya tak sedikit itu.

            “Seperti yang kau lihat, di dalam proposal itu terdapat beberapa ketentuan yang perlu di penuhi oleh seseorang yang novelnya akan diterbitkan. Mulai dari ketentuan cerita, hak cipta, pembuatan cover novel yang bisa dipilih sendiri, hingga penentuan presentase keuntungan yang akan diterima oleh kedua belah pihak. Selain itu dibagian belakang juga terdapat beberapa novel yang sudah pernah diterbitkan oleh perusahaanku. Semuanya tertera dengan jelas di proposal itu” terang kim bum dengan panjang lebar. Nada bicaranya kini sudah seperti seorang pebisnis profesional.

            “Apa siklus proses pembuatan novel juga ada di sini? Lalu bagaimana dengan kegiatan promosi? Bukankah setiap penerbit akan melakukan sesi promosi di beberapa tempat yang berbeda untuk mencakup pembaca di banyak daerah?” tanya so eun yang tak kalah bersemangat.

            “Untuk hal itu dijabarkan dalam bentuk narasi, jadi bukan berbentuk skema agar semua informasi yang dibutuhkan dapat diketahui dengan lengkap. Dan untuk promosi, perusahaanku akan melakukannya di 5 tempat yang berbeda. 3 lokasi di kota seoul, dan 2 lokasi yang lainnya di luar kota. Biasanya jika respon pembaca sangat positif tanpa ragu aku akan menjadwalkan sesi promosi mu di pulau wisata, seperti pulau jeju”

            “Mwo? Pihakmu pernah melakukan promosi novel di jeju??? Mengapa jauh sekali???”

            “Awalnya aku juga tak menyangka jika salah satu novel yang pernah ku terbitkan itu menjadi sangat booming. Padahal saat waktu pertama pendistribusian ke sana aku hanya berpikir agar semua daerah di korea selatan dapat dijangkau, minimal 45%. Dan nyatanya banyak sekali turis yang tertarik dengan novel tersebut, memang novel tersebut diterbitkan dalam 2 versi bahasa. Mungkin karena itu penjualan di sana juga menjadi sangat baik”

            “Luar biasa” ucap so eun dengan kagum. Matanya seakan bersinar saat kim bum menceritakan pengalamannya.

            “Jangan terlalu seperti itu. Belum lagi jika kau berhasil mengadakan sesi fansigning untuk para pembeli novelmu. Kau sudah bisa disetarakan dengan novelis senior sepertinya” ujar kim bum agar so eun semakin yakin. Setidaknya kim bum memberikan motivasi yang tak bisa hyun woo berikan, pikirnya.

            Makanan yang kim bum pesankan pun datang beserta dengan 2 gelas minuman yang terlihat menyegarkan. Belum lama mereka menerima makanan tersebut tiba – tiba terdengar seorang pria yang memanggil nama kim bum dari tempat yang sama.

            “Hei kim bum!”

            Sejenak kim bum menoleh ke arah sumber suara tersebut, diikuti oleh so eun yang penasaran dengan orang yang memanggil pria di depannya ini. Alangkah terkejutnya so eun ketika ia mendapati seorang pria yang tengah berjalan menghampiri tempat mereka berdua, bersama dengan seorang wanita yang terlihat sebaya dengannya. Tidak, bukan karena sepasang manusia itu datang menuju ke arahnya dan juga kim bum, tetapi karena pria itu. Pria yang sudah tidak asing lagi dalam hidupnya, yoo seung ho.

            Sementara itu seung ho yang melihat kim bum bersama dengan seorang wanita dari kejauhan awalnya tak menaruh curiga sedikitpun. Namun semakin ia mendekat semakin ia tau dan mengenali wanita itu. Wanita yang pernah mengisi relung hatinya dalam waktu yang tidak sebentar. Seung ho sedikit terperanjat, dan jiyeon yang sedari tadi berdiri di samping seung ho pun menyadarinya. Jiyeon mengenali so eun, meskipun bukan secara personal. Ia pernah melihat foto so eun yang seung ho simpan di dompetnya. Seung ho dan so eun saling menatap satu sama lain denga bayangan masa lalu yang menghinggapinya. Kim bum lalu menyambut kedatangan mereka dengan beranjak dari kursi duduknya.

            “Wah, ku pikir kalian hanya bercanda untuk menemui ku hari ini. Ternyata kalian benar – benar ingin bertemu denganku. Sepertinya ada hal yang mencurigakan” canda kim bum dengan senyuman pada seung ho dan jiyeon. Jiyeon ikut membalas senyuman kim bum, namun seung ho masih terdiam.

            “Yoo seung ho, kau tidak apa – apa? Apa yang kau perhatikan dari tadi?” tanya kim bum dengan raut wajah yang aneh. Seung ho langsung tersadar dan membalas ucapan kim bum. So eun sendiri kemudian membuang muka ke arah luar.

            “Ya??? Ah, aku tidak apa – apa. Aku sudah merasa lapar, makanya aku memperhatikan makanan mu dengan sangat serius. Pasti itu enak” bohong seung ho dengan pura – pura ikut bercanda.

            “Benarkah? Jiyeon, apa kekasih mu ini tidak kau beri makan? Kekasih macam apa kau ini, eoh?” kata kim bum pada jiyeon.

            Baik seung ho, jiyeon, maupun so eun terperangah dengan ucapan yang meluncur dari mulut kim bum. So eun yang semenjak berpisah dari seung ho memutus hubungan itu menatap kembali wanita yang bernama jiyeon. Memperhatikan wanita yang kini menggantikan posisinya di samping seung ho. Apa semua itu benar?

            “Yya!!! Apa – apaan kau ini??? Jiyeon bukanlah kekasihku!” seru seung ho dengan lebih emosional dibandingkan biasanya, dan tentu saja kim bum merasa semakin aneh.

            “Apa – apaan kau ini? Bukankah kau sudah biasa mendengarku meledekmu dengan jiyeon? Lalu kenapa kau jadi galak semacam ibu – ibu tua?” ujar kim bum dengan blak – blakan. So eun pun menyadari jika itu hanyalah sebuah lelucon, meskipun ia sadar jika itu memang benar ia tak berhak melakukan apapun.

            “Sudahlah kim bum, mungkin seung ho sedang sensitif hari ini” gurau jiyeon dengan melirik seung ho.”Dan kau, yoo seung ho! Sudah berapa lama kau diledeki seperti ini? Aneh sekali” sambungnya.

            “Aish kalian benar – benar” kata seung ho dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

            “Lupakan lah, aku sampai mendiamkan tamu pentingku karena kalian” ucap kim bum. “Kenalkan, ini kim so eun, calon novelis dari pihakku. Dan so eun, kenalkan, ini yoo seung ho dan park jiyeon. Seung ho adalah teman semasa kecilku, sementara jiyeon adalah novelis muda yang ku ceritakan waktu itu”

            “Annyeong haseo, kim so eun imnida. Senang bisa berkenalan dengan kalian. Semoga bisa berteman baik” kata so eun dengan sopan. Ia membungkuk sebagai tanda penghormatan kepada orang lain.

            “Annyeong haseo, park jiyeon imnida. Senang berkenalan denganmu” balas jiyeon yang juga membungkuk. Sementara seung ho diam karena bingung untuk mengatakan apa. Bagaimana bisa ia memperkenalkan diri pada seseorang yang sudah ia kenal baik?

            “Yoo seung ho! Kenapa kau diam saja??? Ayo perkenalkan dirimu padanya” ucap jiyeon sembari menyenggol siku tangan seung ho. Tanpa ada pilihan akhirnya seung ho ikut memperkenalkan diri.

            “Annyeong haseo, yoo seung ho imnida”

            “Baiklah, karena semua nya sudah memperkenalkan diri, bagaimana kalau kita sekarang duduk dan mengobrol sebentar? So eun, kau tidak keberatan kan?”

***

Backsound: Girls Day – Hug Me Once

            Sepulangnya dari kampus hyun woo terlihat sangat gusar sekali. Mukanya selalu ditekuk karena tak ada yang biasa menemaninya pulang. Ya, karena so eun melarangnya untuk ikut akhirnya hyun woo pulang sendirian. Sesekali ia menendang batu yang berada di tengah jalan untuk melampiaskan kesepiannya ke sembarang arah.

            “So eun, aku bosan” gumamnya sendirian. Orang – orang yang sedang berdiri di pinggir jalan pun menatap hyun woo dengan aneh. Bahkan mereka berbisik – bisik membicarakan keanehan hyun woo. Ia bicara sendiri, ia terlihat galau sendiri (plakk).

            “Apa kalian lihat – lihat??? Pergi sana!” usir hyun woo dengan bibir mengerucut. 3 orang gadis yang sedari tadi membicarakannya pun langsung lari menghindari amukan hyun woo.

            “Dasar anak muda kurang tau etika, membicarakan orang yang lebih tua. Apa harus ku ajari pendidikan dasar beretika agar mereka tidak merendahkan orang lain?!” ujar hyun woo lagi dengan emosi. Ia semakin terlihat aneh. “Eh, memangnya mereka lebih muda dari ku ya? Jangan – jangan mereka ahjumma – ahjumma yang berpakaian seperti anak remaja lagi”

            Hyun woo kembali menoleh ke arah gadis – gadis itu berlari dengan tatapan bingung. Baru beberapa langkah ia kembali menyusuri jalan setapak itu, tiba – tiba perutnya berbunyi. Mata hyun woo langsung terbuka lebih lebar karena ia menyadari jika perutnya perlu diisi ulang. Tangan kanan nya bergerak menyentuh perutnya yang lapar.

            “Aigooo, bahkan aku sampai lupa jika aku belum makan siang. Ini gara – gara so eun yang tidak berhasil ku rayu, payah” ujarnya lagi dan lagi. Wajahnya menjadi semakin memelas saja.

            Karena perutnya sudah terlalu lapar, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke restoran favoritnya dengan taksi. Lagi pula cuaca kala itu sedang panas – panasnya, ia kan perlu mengirit tenaga sampai makanan yang ia beli masuk ke dalam tubuhnya. Tak perlu ia menunggu lama, sebuah taksi berhenti tepat di depan hyun woo. Namun dengan cepat seorang wanita langsung menyerobot taksi yang ia akan masuki. Hyun woo terbelalak lebar lalu ikut masuk ke dalam taksi dengan heran.

            “Yaaa!!! Apa yang kau lakukan?! Ini taksiku, cepat sana keluar!” usir hyun woo dengan nada meninggi.

            “Mworago??? Kau mengusirku???? Ani! Aku tidak akan keluar dari taksi ini. Aku yang masuk lebih dulu, jadi kau yang harus keluar!” balas wanita itu dengan tak kalah emosi.

            “Enak saja! Tidak – tidak – tidak! Aku yang menunggu taksi ini, aku mau pergi makan ke restoran kesukaanku. Aku tidak bisa menunggu ataupun berdebat denganmu, cacing di perutku sudah demo!” kata hyun woo dengan seenaknya.

            “Aku juga mau makan dengan kekasihku, lalu kau mau apa???” ucap si wanita itu.

            “Aku mau kau keluar!”

            “Aku juga mau kau keluar!”

            “Aisssshhhh”

            Baik hyun woo maupun wanita yang berada di hadapannya pun terdiam merengut kesal. Dengan melipat kedua tangannya, wanita itu hanya membuang muka tanpa mau melirik hyun woo. Sementara itu hyun woo tengah mencari jalan agar perdebatan bodoh nya cepat selesai.

            “Siapa namamu???” tanya hyun woo dengan tatapan menyeramkan.

            “Go Ara. Wae???” jawab wanita yang ternyata go ara.

            “Ah, go ara-ssi. Baiklah kalau itu maumu, sekarang begini saja. Memangnya kau dan kekasih bodohmu itu mau makan di mana???” tanya hyun woo lagi dengan mendetail.

            “Kenapa kau jadi menanyakan hal itu? Itu bukan urusanmu. Dan apa yang kau katakan barusan??? Kekasih bodohku??? Asal kau tau ya, dia bahkan jauh lebih tampan dan lebih kaya dibandingkan dirimu!” balas go ara cuek.

            “Heh, aku sedang mencari jalan keluar tau. Aku yakin itu tidak terpikirkan olehmu, iya kan? Dan untuk kekasihmu, aku tidak mau tau tentangnya” kata hyun woo. “Jadi, di mana?”

            “Hmmm restoran jepang, tapi aku lupa namanya. Sekretaris nya bilang restoran itu adalah restoran jepang yang paling enak di seoul” kata go ara yang berusaha mengingatnya.

            “Aha! Aku tau!” celetuk hyun woo dengan senyuman lebar.

            “Apa? Tau apa???”

            “Berarti kita memiliki tujuan yang sama! Yah, untuk kali ini kau beruntung karena kau tak perlu ku usir, hitung – hitung amal baik. Ahjusshi, tolong antarkan kami ke restoran Kim – Yu – Ssi – Kun ya”

            Hyun woo yang mengucapkan nya sembari menepuk pundak sang supir itu. Sang supir hanya mengangguk dengan senyuman tipis. Go ara memperhatikan hyun woo yang kini sudah bersender dengan nyaman di jok belakang. Bahkan kepalanya hingga termiring ke samping karena terlalu heran dengan sikap hyun woo yang kini 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Terperangah, seorang go ara berhasil dibuat terperangah oleh seorang hyun woo.

            “Apa kau lihat – lihat? Aku tadi sudah diperhatikan oleh wanita – wanita menyebalkan, kau jangan jadi wanita menyebalkan selanjutnya” kata hyun woo yang sedikit terbangun dari senderannya.

            “Ani – ani, aku tidak melihatmu. Pede tingkat dewa” sanggah go ara.

            “Memang kenyataannya begitu, masih saja mengelak” gumam hyun woo.

            “Sudah ku bilang aku tidak melihat ataupun memperhatikanmu, ish” balasnya.

            “Ne ne ne, jangan sedih. Ku anggap kau tak melihatku” kata hyun woo dengan sedikit terpaksa. “Oh iya, untuk ongkos taksinya, kita patungan ya? Kekeke~”

***

            Kini meja yang awalnya hanya ditempati oleh kim bum dan so eun menjadi semakin ramai dengan adanya seung ho dan juga jiyeon. Seung ho duduk di samping kim bum, sementara jiyeon duduk di samping so eun. Mereka sudah sempat berbicara banyak tentang satu sama lain, namun so eun tidak berucap terlebih dulu jika tidak ada yang mengajaknya bicara. Ia masih merasa kaku dengan suasana ini, karena ia baru saja mengenal mereka beberapa menit yang lalu.

            “Wah, jadi so eun akan menjadi novelis baru dari perusahaan kim bum? Berarti mulai sekarang kita akan semakin sering bertemu” ucap jiyeon dengan ramah. Ia tak ingin ada jarak meskipun ia tau jika so eun adalah mantan kekasih seung ho.

            “Benarkah? Bukannya novelmu bukan diterbitkan oleh kim bum?” tanya so eun.

            “Itu memang benar, novel ku diterbitkan oleh seung ho, pria yang ada di depanku ini. Seung ho dan kim bum kan bersahabat baik, meskipun bila dilihat dari sisi bisnis seharusnya mereka bersaing” terang jiyeon.

            “Ya, dan perlu kau tau kalau perusahaanku lebih baik setingkat dibandingkan milik seung ho” canda kim bum untuk yang kesekian kalinya.

            “Itu bila dilihat dari opinimu tau. Lagi pula siapa yang peduli dengan hal itu? Yang penting perusahaan ku memiliki banyak pemegang saham dan terjamin di masa depan!” bela seung ho. Sekarang ia menjadi bahan tertawaan kim bum dan juga jiyeon.

            “Lalu, bagaimana pendapatmu tentang dia?” kata jiyeon.

            “Dia?” tanya so eun yang tak mengerti.

            “Iya, dia. Pria yang duduk di depanmu itu, kim bum” ucap jiyeon yang memperjelasnya. Baik kim bum maupun seung ho kini menanti jawaban dari so eun dengan tatapan serius.

            “Dia pria yang baik dan sangat sopan. Dia juga bisa memposisikan dirinya dengan berbagai cara. Kalau dari apa yang ku lihat, pasti dia memiliki banyak fans di luar sana” jawab so eun dengan nada yakin. Ia memanfaatkan hal ini agar seung ho tak memperhatikannya lagi.

            “Tunggu, bagaimana kau bisa tau jika dia memiliki banyak fans? Seung ho, bukankah semasa merintis perusahaan banyak yang menyukai kim bum???” kata jiyeon yang sekarang beralih pada seung ho.

            “Mmm, itu benar” jawab seung ho singkat.

            “Apa yang kau ucapkan itu benar so eun? Aku tak benar – benar merasa seperti itu, tapi terima kasih untuk pujianmu. Kau juga wanita yang sangat baik, pasti banyak yang menaruh hati padamu” ujar kim bum.

            Di saat mereka berempat asyik menghabiskan waktu bersama – sama, tiba – tiba obrolan mereka sedikit terusik dengan suara debat seorang pria dan wanita yang memasuki restoran itu. Kim bum, so eun, seung ho, dan juga jiyeon langsung menoleh mencari sumber suara itu.

            “Kenapa kau hanya membayar sedikit??? Kan sudah ku bilang ongkos nya kita bagi dua, kita patungan!!!” ucap hyun woo dengan kesal.

            “Kenapa aku harus patungan sebanyak itu??? Kan kau yang menumpang di taksi ku, jadi sudah tentu kau yang paling banyak membayar!” ucap go ara dengan emosi yang sudah meledak – ledak.

            “Tapi kau membuat uangku semakin menipis!!!”

            “Lalu apa peduliku hah?!”

            Seung ho dan jiyeon hanya mengenali suara si wanita, go ara. So eun terlihat terkejut dengan kedatangan hyun woo yang tak ia duga. Dan kim bum sangat mengenali kedua orang itu, hyun woo dan juga go ara. Mata kim bum dan juga so eun menggambarkan keheranan yang begitu mudah dibaca.

            “Lee Hyun Woo?”

            “Go Ara?”

            Hyun woo dan go ara yang mendengar nama mereka dipanggilpun langsung menengok ke arah suara tersebut. Perdebatan mereka yan lagi – lagi terjadi terhenti untuk sementara. Akhirnya, mereka semua menjadi semakin bingung karena melihat keberadaan satu sama lain.

            “Kim Bum?”

            “Kim So Eun?!”

– To Be Continued –

 

 

Gimana? Lebih panjang dari part sebelumnya kan? Hohoho #evillaugh

Oh iya, untuk nama restoran jepang, saya minta maaf karena namanya aneh tingkat dewa. Karena saya belajar bahasa jepang tapi saya ga tau kata – kata yang bagus apa ‘-‘

Like what i said before, don’t forget to leave your comment!

And keep waiting for the next part, xoxoxo~

 

-Chandra Syifa W-

Tagged: , , , , , , , ,

35 thoughts on “(FF) The Love Book – Part 3

  1. chentrinkmbatu Mei 1, 2013 pukul 3:35 am Reply

    Walaupun mch bingung ma ceritana
    Tp q ttp suka hehehe apakah So Eun Dlu Pacarnya Seung Ho???
    Trus SoEun ma Kim Bum??
    Jiyeon ma Seung Ho??
    Ntar kayke nambh lg Hyum Wo ma So eun??
    Jiyeon ma Kim Bum hehe
    Makin ruwet yew komenna kyk orgnya hehe
    Lanjutkan kak…salam kenal😉;-)

  2. PrincessItha Mei 1, 2013 pukul 4:03 am Reply

    Jd seUng ho tU mNtanx sso. .waH jD mKin sRu jHa jLn cRtax. .lNjut eOn

  3. PrincessItha Mei 1, 2013 pukul 4:05 am Reply

    Owchh jD seUng ho tUh mNtanx sso. .waDuchh jD sMkin sRu niH. . .

  4. vani Mei 1, 2013 pukul 5:19 am Reply

    hahahaha
    kita ketahuan,,, ketahuan ktahuan
    hmmmm sgera beritahu chan apa yg akan trjadi next part nya😀

    • Devi Mei 1, 2013 pukul 5:33 pm Reply

      Seruu bNgeeeet thor cerita’a,,,,,,,

      TrNyata seuNg ho tuch mNtaN’a eoNNie so euN,,,
      Wahhhhhh kthuaN Nich eoNNie so euN bhoNg ma hyuN woo,,,,,
      Kira2 gmN reaksi’a hyuN woo klo trNyata dia d bhoNgi ma eoNNie so euN,,,,
      Jd pNsaraN ma klaNjutaN’a,,,,,

  5. Vonny dyah Mei 1, 2013 pukul 6:11 am Reply

    Seruuu . . . Penasaran bgt ama part slanjutnya . . . Ngepostnya jgn lama2 ya thor . . . Semangat . .

  6. sugarsoya Mei 1, 2013 pukul 7:30 am Reply

    Kerenn syifa…
    Kenapa ya kim bum baik banget ama soeun? Apa emang cuma sekedar perhatian calon penerbit ke novelisnya?? #curiga
    Ya ampun hyunwoo so sweet banget, masa ampe ngumpulin uang buat beli novel soeun sebanyak2nya, kereenn meleleh aku bacanya, hehe
    Ohh jadi seungho itu mantan pacarnya soeun, apa mereka pisahnya ga baik2 ya? Kayanya seungho masih kepikiran soeun terus, sebenernya ada apa ini??
    Gawaaaattt hyunwoo tau dong kalo soeun boong, gmna ini?
    Oh iya masalah hpnya hyunwoo, aku rasa kim bum tuh yg ambil, kekeke
    Oke ditunggu next partnya ya…

  7. Niniet Mei 1, 2013 pukul 7:33 am Reply

    Kyaaaaa…. jd ketemu semuanya… wah gara2 kim bum pengen berdua sama So eun jd sedikit ga enak nih sama Lee Hyun Woo, so eun harus berbohong padanya pdhl dia shabat yang baik… kkkk~

  8. kai kurasin Mei 1, 2013 pukul 8:15 am Reply

    keren …. asyik bacaNya juga, thor memang hebat
    ljut yaaaaaaa……..jgn pake lama2….!!!!!!!!!

  9. AttySejatinyaMates Mei 1, 2013 pukul 8:38 am Reply

    OMG… Seru abis ada 3 pasangan berkumpul disini, n bertukar2*?*
    Kasian Hyun woo*hp nya ilang, aku rasa Kim Bum yg mengambilnya*

    Good Kim Bum, gencar ngedeketin Sso.. Sso langsung *DEG*.

    Seung ho, masa lalu Sso kembali muncul??, hufff.. Moga Seung Ho ma Ji Yeon falling in Love

    Goh Ara?, apa dia ada hub. Dengan Bum??, mmmm pertemuannya ma hyun woo LUCU🙂

    OKe next… Mau tau apa yg terjadi selanjutnya…. SEMANGAT Thor!!!!!

  10. cucancie Mei 1, 2013 pukul 11:54 am Reply

    Makin seru nih,kim bum ngajak so eun aja hrs sembunyi2dr hyunwo,so eun bs jg ya nyari alasan k hyunwo…wah..so eun ketemu seungho lg tuh,….nah lo hyunwo sm ara ketemu di restoran tmpt kim bum ma so eun janjian nih…bs repot nih..

  11. Agunk Geg Mira Mei 1, 2013 pukul 12:00 pm Reply

    Wow.. jadiin triple date aja, lagipula pas kn 3 couple..:D wkwkw
    Jdi seung ho mantan so eun? Hyun woo suka so eun? Dan kim bum kyknya ada tanda* suka so eun.. ah ra.. kyknya dia pnya hub ma bum, ,😀
    Kajja dilanjut thor ..^^
    Fighting~!!🙂

  12. Anna Mei 1, 2013 pukul 12:54 pm Reply

    Hayoooo lhoooo pd salting,speechless n tak brkutik kan,,mmg takdir-ny hrs pd brtmu biar bs cpt clear niieyy lbh cpt lbh baik right !!!
    prsaan mrka msh simpang siur&ssh diartikan,,msh mnggu kejutan&kjadian istimewa yg pst bs lbh mndekatkn bumsso,,

  13. Alfira Mei 1, 2013 pukul 1:59 pm Reply

    woww, ad 3 couple d ff ini kekekeke😀

    bnr2 penasaran sm kelanjutan ff ini
    buruan d post next part chingu hihihi

  14. Puji Zulfia Mei 1, 2013 pukul 3:06 pm Reply

    agak bingung sih karena aku bacanya langsung di part 3
    tapi bagus kok , pas tu ada couplenya masing*
    jangan* yg dimaksud ara kekasihnya bum lagi .

  15. pipip Mei 1, 2013 pukul 3:51 pm Reply

    Waaah nmbah seru iya thor lbih pnjg dri part sbelumnya next partnya lbih pnjg lgi ya kekeke
    Pnsran bnget hbungan sungho dgn sdo dlu gmna? Trus knp mreka ptus? Go ara itu siapa?
    Waaa pnsran gk sbar bcanya

  16. Dizhaadrya Mei 1, 2013 pukul 11:02 pm Reply

    Oh crta ny mkn sru z chingu stlh kdtngn seung ho jiyeon ara ma hyunwo pnsrn ma klnjtn ny d tgu next part ny chingu

  17. kiki chan Mei 2, 2013 pukul 5:56 am Reply

    oh gitu ceritanya.. #apa deh. lanjut lanjut ^^

  18. luthfiangelsso Mei 2, 2013 pukul 7:55 am Reply

    yoo seung ho oppa I really miss you :-*

    omg !!
    seung ho mantanan nih ma sso ??
    hyun wo kasian amat di kibulin sso haha gimana ya respon hyun wo ma ara ngeliat bumsso ??
    lanjut….🙂

  19. Emi Mei 2, 2013 pukul 4:10 pm Reply

    Wow. Kece thor.. Lanjutttt ditunggu lo

  20. Elryeleekim_kim Mei 2, 2013 pukul 5:54 pm Reply

    Wah… Tambah seru n daebak saja.. Lanjut..

  21. nuribumsso Mei 2, 2013 pukul 10:52 pm Reply

    hoaaa,, ternyta seung ho tu mantanx sso ya,, aigooo eotteokhe?? pasti merka ber dua masih ada rasa satu sm lain.. tmbah stu lagi ni sainganx bum, ada seung ho, sm hyun woo.. next partx q tnggu!! fighting🙂

  22. Safriyanti Mei 5, 2013 pukul 6:03 am Reply

    Mkin seru ne,,,
    lnjut2,,,
    jd seng ho mntan pcr sso,,,
    npa dy nggalin sso,,,

  23. rezi Mei 9, 2013 pukul 4:09 pm Reply

    aaaah lagi seru TBC……sbr menanti !! lanjut thor….

  24. fitri Mei 10, 2013 pukul 3:56 am Reply

    lanjut dong ine ceritanya rame banget lanjut ya😀
    cepet ya lanjutannya d tunggu harus cepet🙂

  25. sSakdiyah_BeomSso Mei 16, 2013 pukul 3:33 am Reply

    ceritanya daebak 2 jempol deh buat author🙂
    next partnya ditunggu jgn lama” ya??

  26. Soeun Juni 1, 2013 pukul 6:10 am Reply

    Wah crita x mkin seru (y)
    apa go ara kekasih kim bum?
    Ditunggu part 4 x
    jngan lama2 ea thor
    smngt

  27. bumssoelfsuperjunior Juni 6, 2013 pukul 3:36 am Reply

    Aigoooo kocak bener scene hyun woo sama go ah ra hahaha kocak…keren nih ceritanya….seung ho mantan sso, jiyeon suka seungho, hyun woo suka sso, go ah ra kayanya bkal ganggu kimbum lagi…aaah keren

  28. nisha aulia Juni 14, 2013 pukul 2:24 pm Reply

    bumpa pacar go ara..??*andwe..!!!
    iri ma sso pu’y shbat kya hyunwo yg baik bgt

  29. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 9:41 am Reply

    Wkkkk..bnar2 lcuu yaa..
    Hyun woo it..wkkk..
    Ngakkakk kak bcaa n bnar2 ngakakkk..
    Omooo ap yg akn trjdii slnjuttnya..

    Mrkaaa brtmuuu..
    Aigoo..ksiann ya seungho yg cnta sma so eun sdgkan so eun ska kimbum dan ji yen ska seungho seugho ska so eun..wkkk..
    Bnar2 lcu..*abaikan..
    Lnjutttt bnar2 gakk bsaaa lma2 pnsrann kak syifaww..:’)

  30. sintiabumsso Juni 21, 2013 pukul 8:19 pm Reply

    hihihihi kaka lucu hyun woo nyaa bikin ngakak hehehe , Bumsso gimana sama bumsso nih?? Seung ho *suamiku* hadir ?? Semoga ga ganggu bumsso kalo ganggu *ga boleh pulang kerumah?* #plakk kkkk~ bum suka ya sama s
    so,ka? Semoga iyaa
    hehe
    lanjuttttt😀

  31. nurwini aprilia Juli 8, 2013 pukul 1:51 am Reply

    wawawa, semakin seru dan keren thor !

  32. AnthyBumsso YongseoClouds Juli 27, 2013 pukul 10:43 pm Reply

    sumpah ngakak baca bagian hyun woo gx bisa nahan untuk tidak tertawa😀 kkkkkk
    apes banget hyun woo sudah pulang sendiri + dicerita oleh remaja + byar taksi yg lumayan banyak…. wkwkwkkwk
    OMO keenam orng itu bertemu semua apa yg akan terjadi???? #penasaran

  33. My Fishy Agustus 8, 2014 pukul 7:04 am Reply

    ternyata seung hoo itu mantanya so eun, jadi pengen tau masa lalu mereka sampai bisa putus.. aish ara dan hyun woo mengganggu za, senangnya perhatian kim bum pada so eun..

  34. ainami Agustus 18, 2014 pukul 10:23 am Reply

    wah semakin menarik, seung ho trnyata mantannya sso hohoho

    di part ini semua tokoh saling ketemu, lucu bgt pertemuan hyun woo dan ara… wkwk

    itu bum boss macam apa ya rela ribet demi menjemput calon novelis kekeke~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: