(FF) Cry – Part 7


“Cry”

My second mistake..

(Sequel Tears)

 Untitled-27

Author: Jewels17.

Genre: Sad,Romance,Friendship.

Main Cast: Eunhyuk, Hyoyeon.

Cast:  Gyuri,Taeyeon,Kai.

Note: Sequel FF Tears. Di cerita ini mereka semua (yang ada dalam cast) bukan lah artis a.k.a member boyband maupun girlband. di FF ini mereka hanyalah orang biasa.

***

Review Part 6

Baiklah! Mulai besok, aku akan benar-benar mengejarmu Kim Hyoyeon!

            “Kim Hyoyeon You Are MINE!” teriak ku sambil merebahkan tubuhku ke kasur.

 

***

 

Hyoyeon pOv

 

Tok.. Tok..

 

            Kudengar suara ketukan pintu dari luar, siapa yang datang ke rumah ku pagi-pagi begini?

            “Nuguseyo?” tanya ku sambil membuka pintu.

            “Annyeong”

            Hampir saja jantung ku loncat, sungguh aku tak percaya, kenapa dia bisa disini? “Eunhyuk oppa? Waeyo?”

            “Tak ada apa-apa, hanya ingin mampir saja.. boleh kan?” dia masih menunjukan senyumnya, ternyata dia masih memiliki senyuman indah itu.

            “Ah.. i..iya..”

            “Ada siapa hyo? Namjachingu-mu ya?” tanya taeyeon sambil menghampiriku.

            Aku langsung mencubit perut taeyeon.

            “Aww..” taeyeon langsung mengusap perutnya.”Silahkan masuk” taeyeon langsung mempersilahkan eunhyuk oppa masuk, sebenarnya ini rumah ku atau rumah nya?

 

            Kami bertiga pun langsung masuk kedalam, dan duduk di ruang tengah. Ku perhatikan eunhyuk oppa sepertinya dia memperhatikan sekeliling rumah ku, ada apa?

            “Waeyo? Berantakan ya oppa? Mianhae rumah ku baru saja diberantaki oleh manusia manja” ucap ku sekaligus menyindir taeyeon.

            “Annio, mirip seperti rumah yuri seosangnim yang dulu kita tempati” jawab eunhyuk oppa.

            “MWO? Kita tempati? Maksudnya kalian berdua pernah tinggal bersama? Ya ampun… berarti kalian… atau jangan-jangan..”

            Aku langsung menjitak kepala taeyeon. “Jaga pikiran mu itu! Mana mungkin aku mau hanya tinggal berdua dengan namja? Kami tidak hanya berdua tau!”

            Eunhyuk oppa hanya terkekeh sendiri.

            “O iya, oppa.. bukannya kau kerja part-time? Kenapa pagi-pagi malah kesini?”

            “Ah.. iya benar aku kan harus ke cafe! Aku pergi dulu ya hyo. Em.. siapa nama mu tadi.. Eunhyuk ya Eunhyuk-ssi jangan macam-macam dengan hyoyeon ya! Aku pergi dulu” taeyeon langsung melesat keluar dari rumah ku.

            “Dia siapa hyo? Aku belum pernah melihatnya” tanya eunhyuk oppa saat taeyeon sudah menghilang.

            “Teman dekat ku sejak kecil, tapi setelah lulus sekolah dasar kami berpisah. Aduh oppa, aku minta maaf tapi aku baru ingat aku ada kelas”

            “Kalau begitu aku akan mengatar mu.. sekalian aku juga mau bertemu dengan guru dance ku disana.”

            Aduh bagaimana ini? Aku memang ingin menjalani hidup ku apa adanya tanpa menyesali apa yang terjadi, tapi kalau seperti ini aku harus jawab apa?

            “Hyo..?”

            “Ah.. Aku rasa tidak perlu aku bisa berangkat sendiri oppa, oppa duluan saja tapi terima kasih atas tawaran mu.”

            “Benar kau tidak mau? Ah.. padahal aku ingin sekali satu mobil lagi dengan mu.. baiklah aku pergi sekarang” eunhyuk oppa langsung mendekat ke pintu dan mengunakan sepatunya.

            “Hati-hati oppa” ucap ku sambil melambaikan tangan.

 

            Entah apa yang ada di otak ku, tapi rasanya mulut ini langsung menolaknya begitu saja… padahal sejujurnya aku juga ingin bisa pergi bersama mu lagi oppa, kuharap ada seseorang yang datang pada ku dan mengatakan bahwa perasaan ku pada eunhyuk oppa tak salah dan aku berhak memperjuang kan cinta ku ini. Aku menghembuskan nafas ku daan langsung mempersiap kan tas untuk menuju winners dance.

 

Winners Dance

 

            DUK!

            Aku rasa aku menabrak seseorang, “Ah.. Mianhaeyo, aku buru-buru” ucap ku sambil membantu orang yang tadi aku tabrak ini merapihkan barang-barangnya yang jatuh.

            “Ah.. Gwenchana.. Kau, Kim Hyoyeon.. salah satu murid lama disini tapi sempat hilang beberapa bulan benar?”

            “Bagaimana kau tau? Iya aku kim hyoyeon” kami sama-sama berdiri.

            “Aku Kai, aku juga di ajari oleh seosaengnim yang sama dengan mu”

            “Oh.. Kai, iya seongsaengnim pernah cerita tentang mu, murid lama yang cukup handal tapi tidak begitu aktif dan baru saja mengikuti kompetisi dance? Benar?”

            Kami tertawa bersamaan.”Senang bisa betemu dengan mu Kai-ssi, Mian aku buru-buru karna aku terlambat. Aku duluan ya Kai-ssi”

            “Baiklah, lain kali kita bicara lagi ok?”

            Aku menganggukan kepalaku dan langsung menuju kelas dance ku.

 

            Aduh… Aku sudah sangat telat aku harap seongsaengnim tak marah pada ku…

            “Ada hubungan apa kau dengannya? Kalian terlihat begitu akrab” samar-samr kudengar ada yang bicara.

            Aku pun melihat kearah sumber suara sambil tetap berjalan, sosok misterius yang terlihat.. tapi yang ku tau itu seorang namja, dia menggunakan topi hingga menutupi matanya menggunakan jaket hitam dan membawa tas yang berwarna hitam pula, siapa dia? Ah sudah lah.. jika terlalu lama aku bisa mati! Aku pun langsung berlari.

 

            “Kalian semua sudah paham koreografinya kan? 2 hari lagi kalian haus menujukannya pada ku, kalian harus serius dalam pembelajaran tahap ini karna jika kalian bisa melalui tes ini 3 orang dari kalian akan ikut kompetisi dance”

            Seseisi kelas langsung bertepuk tangan semua, kecuali aku yang masih memikirkan siapa namja misterius itu.

            “Terutama kau Mrs. Kim karna kau sudah sangat terlambat pada kelas kali ini, kau harus memiliki nilai yang baik jika kau masih ingin ikut kelas ku”

            “Ah.. I iya seongsaengnim” halah… kenapa juga aku harus sering terlambat di saat penting sih??

            “Baiklah, kelas kali ini sudah selesai kalian bisa pulang dan ingat kalian harus mempelajari koreografinya dengan sangat baik”

            “Iya seongsaengnim” jawab semua murid serentak. Sesaat suasana kelas pun menjadi sepi karna semua murid sudah pulang.

 

            Aku keluar dari kelas dengan langkah malas,kesal.. halah -_-

            “Baru selesai latihan hyo?”

            “Oh.. Em.. Eunhyuk oppa? Iya oppa” ucap ku sambil menunjukan senyum pahit ku.

            “Sesuatu yang buruk terjadi ya?”

            Kami berjalan bersama, aku tak tau apa yang terjadi seharusnya eunhyuk oppa masuk kedalam kenapa dia malah mengikuti ku? “Ah.. Tidak juga, hanya merasa lelah saja oppa”

            “Apa kah kau keberantan jika aku menemani mu?”

            “Bukankah kau ada kelas dance oppa? Lagi pula aku ada janji”

            “Seperti nya aku selalu datang disaat yang salah, baiklah aku kembali ke winner dance saja. Annyeong hyo”

            Aku hanya tersenyum dan berjalan menjauh. Apa kah aku terlalu jahat jika menjauh dari nya? Apa yang sebaiknya harus aku lakukan?

 

Cafe

 

            Aku langsung duduk di kursi paling ujung, aku ada janji di cafe ini, sebenarnya aku juga malas karna merasa sangat lelah ingin pulang daan tidur panjang tapi bukan mati -_-.

            “Kau mau pesan apa hyo? Lemon Tea seperti biasanya?” tanya taeyeon yang berkerja part-time di cafe ini.

            “Aku mau American Coffee saja.”

            “Baiklah, kau mau bertemu dengan namjachingu mu itu ya?”

            “Ish.. jangan banyak tanya! Sudah siap kan pesanan ku sana!” Aku langsung menatap ke arah jendela, melihat sosok yang cukup familiar aku langsung melambaikan tangan ku.

            “Sudah lama menunggu?”

            “Anni, aku juga baru saja sampai. Kau mau pesan apa Kai-ssi? Aku sudah memesan minuman tadi”

            “Berarti kau sudah datang dari tadi… Aku tidak, aku kesini hanya karna ingin lebih dekat dengan mu saja Hyoyeon-ssi”

            “Ah, benar kah? Kalau begitu kita tidak perlu memanggil dengan panggilan formal, berapa usia mu?”

            “Aku 23, tapi tahun ini 24” (anggep aja begitu)

            “Benarkah? Berarti kita seumuran.. Padahal aku sudah takut akan di pangil nuna oleh mu…hahaha”

            Taeyeon menghampiri meja hyoyeon dan meletakan pesanan hyoyeon dan 1 gelas hot chocolate.

            “Ini punya siapa taeyeon?”

            “Untuk namja yang ada dihadapan mu ini.” Taeyeon tersenyum pada kai. “Aku tau kau akan bertemu seoarang namja, ini untuk mu minum saja aku yang bayar” taeyeon langsung pergi.

            “Dia baik ya, dia teman mu?” tanya kai sambil meminum hot chocolate itu.

            “Iya, teman masa kecil.. tapi dia sangat manja itu yang membuat ku sering kesal padanya.”

            “Benarkah? Tapi dia berkerja itu berarti dia mandiri”

            “Kenapa kau membelanya? Kau menyukainya ya?”

            “Ha? Kau kira aku pria macam apa, baru pertama bertemu belum tau apapun tentangnya sudah jatuh cinta..”

            Kami tertawa bersama, kami pun banyak berbincang dan membicarakan tentang dance.

 

Author pOv

 

            “Kau masih ingin menyakiti hyoyeon? Sudah ku katakan ini tak ada hubungannya dengan hyoyeon!”

            “Maaf eunhyuk-ssi, ini juga tak ada hubungannya dengan mu! Ini tentang aku dan hyoyeon, biar aku melakukan apa yang aku mau!”

            “Dasar kau wanita tidak tau terima kasih!”

            “Apa? Siapa yang tidak tau diri ha?”

            “Tentu saja kau! Seharus nya kau bersyukur gyuri! Kita masih bisa berteman dan kita juga masih bisa menjaga hubungan kita dengan baik, jika kau melakukan ini aku bisa saja mengadukan mu ke polisi!”

            “Apa yang harus aku syukuri dari kandasnya hubungan ku dengan sosok namja yang amat sangat aku cintai dan itu sebab kan oleh teman dekat ku sendiri? Terserah kau saja eunhyuk-ssi, lagi pula untuk apa kau masih begitu melindungi hyoyeon? Memangnya dia masih memperdulikan dirimu?”

            “Tak masalah meskipun hyoyeon tak peduli pada ku, selama aku masih bisa ada disampingnya itu sudah cukup meskipun bukan sebagai pendampingnya, itu lah namanya cinta sejati” eunhyuk langsung pergi meninggal gyuri sendiri.

 

            Eunhyuk berjalan deengan langkah gelisah, dia terus memikirkan kalimat gyuri ‘Memangnya Hyoyeon masih memperdulikan diri mu?’ kalimat itu terus muncul di kepalanya.

            ‘Bagaimana jika aku benar-benar harus kehilangan hyoyeon untuk kesekian kaliannya?’ batin eunhyuk.

 

            Eunhyuk terdiam, berhenti didepan sebuah rumah yang penuh kenangan baginya dan tentu saja untuk hyoyeon,donghae, dan jessica juga. Perlahan air mata eunhyuk menetes, semua kenangan yang telah terjadi di depan rumah itu langsung melintas di pikirannya.

            “Hah…” eunhyuk menghembuskan nafasnya dan mulai memasuki rumah yuri seongsaengnim itu.

 

            Eunhyuk membuka pintu itu perlahan, eunhyuk juga tidak tau mengapa pintu itu tidak terkunci, namun dia sama sekali tidak memikirkan hal itu toh tak ada orang yang tinggal di rumah ini.

            Lagi, eunhyuk kembali mengenang apa yang telah ia alami bersama hyoyeon,donghae dan juga jessica, dan yang paling teringat jelas adalah saat dimana dia dan donghae bertengkar karna eunhyuk telah menyatakan perasaanya pada hyoyeon.

            “Oh Tuhan… mengapa semuanya terasa sangat menyedihkan?? Ah! Kalimat gyuri membuat ku frustasi!” eunhyuk mengacak-acak rambut menandakan bahwa ia sangat kesal. “Meskipun ini menyakit kan, tapi aku akan tetap berysaha mendapatkan hyoyeon sampai dia sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak mencintai ku”

 

            Eunhyuk kembali memasuki rumah itu, tangga,kamar, dapur, ruang keluarga.. semuanya menyimpan kenangan yang sangat mendalam baginya. Begitu eunhyuk berdiri didepan kamar yang dulu hyoyeon tempati dia langsung berlari keluar dari rumah itu.

 

            Sementara itu hyoyeon yang baru saja sampai di rumahnya langsung meneteskan air matanya.

 

FlashBack

 

            “Sekarang kau datang dengan namja lain? Mana namja yang kau cintai kim hyoyeon?” Gyuri yang juga berkerja part-time di cafe yang sama dengan taeyeon ini langsung menghampiri hyoyeon.

            “Apa maksud mu ha? Dia ini teman ku gyuri! Jangan suka membuat keributan!”

            Kai hanya kebingungan memperhatikan apa yang ada di hadapannya sekarang.

            “Aku tidak menyangka bahwa kim hyoyeon yang dicintai lee hyuk jae ternyata sudah mempunyai pria lain dibelakangnya” gyuri tertawa meremehkan.

            Mata hyoyeon mulai memerah karna manahan air mata. “Gyuri! Apa maksud mu ha? Sudah kukatakan bahwa dia adalah teman ku! Lagi pula ini semua tidak ada urusannya dengan eunhyuk oppa!”

            “Hey, sebenarnya ada apa ini? Aku tidak mengerti. Tapi apa pun masalahnya lebih baik kalian jangan bertengkar disini, se-isi cafe sedang memperhatikan kalian” sarang kai sambil berusaha menenangkan keduanya.

            “Biar saja! Siapa peduli?Tapi, Siapapun namamu, kau harus hati-hati padanya. Apa lagi jika kau menyimpan perasaan padanya, dia itu wanita yang suka menghancurkan perasaan namja”

            “Gyuri! Jaga bicara mu! Kau itu!! Kau bilang kau teman dekat ku, tapi kenapa kau seperti ini ha? Ada apa dengan mu? Hanya karna cinta kita jadi seperti ini? Hentikan semua ini gyuri!” hyoyeon mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya yang sudah mulai memuncak.

 

To Be Continued…

 

Mianhae jika terlalu pendek~ sekali lagi author minta maaf sama kalian semua yang udah nungguin ff ini T^T

Tapi makasih buat kalian yang masih setia ^^

Don’t Forget To Leave Your Comment~

Tagged: , , , , , , ,

3 thoughts on “(FF) Cry – Part 7

  1. dinda azzahra Mei 15, 2013 pukul 11:55 am Reply

    waahh >.< cepetan lanjutannya ya😀

  2. diknafatsy Juni 8, 2013 pukul 5:23 pm Reply

    Author… please lanjut ken T.T Aku setia menunggu kok. keep writing untill the ending please ^-^

  3. diknafatsy Juni 8, 2013 pukul 5:43 pm Reply

    Author, please dilanjut ya (9^-^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: