(FF) The Love Book – Part 4


The Love Book

#Part 4

Untitled-23 

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Kim Bum, Kim So Eun

Casts: Lee Hyun Woo, Yoo Seung Ho, Go Ara, Park Jiyeon

Genre: Romantic, Family, Friendship, Little Bit Comedy

Type: Chapter

Rating: PG-13

 

Disclaimer: Semua casts yang saya gunakan dalam ff ini bukan milik saya, melainkan milik keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki casts tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizing dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam ff ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

Maaf untuk semuanya, saya yakin ga ada yg menunggu ff ini karena kalian udah kecewa berat sama saya. Dan saya yakin 100% itu benar T.T

Karena kepikiran, saya paksain lanjut ngetik ff ini di sela-sela tugas kantor. Moga2 senior saya ga liat ><

Yang masih mau baca, terima kasih banyak. Itu akan bikin saya nangis terharu ;D

 

Last story on ‘The Love Book – Part 3’

 

Di saat mereka berempat asyik menghabiskan waktu bersama – sama, tiba – tiba obrolan mereka sedikit terusik dengan suara debat seorang pria dan wanita yang memasuki restoran itu. Kim bum, so eun, seung ho, dan juga jiyeon langsung menoleh mencari sumber suara itu.

            “Kenapa kau hanya membayar sedikit??? Kan sudah ku bilang ongkos nya kita bagi dua, kita patungan!!!” ucap hyun woo dengan kesal.

            “Kenapa aku harus patungan sebanyak itu??? Kan kau yang menumpang di taksi ku, jadi sudah tentu kau yang paling banyak membayar!” ucap go ara dengan emosi yang sudah meledak – ledak.

            “Tapi kau membuat uangku semakin menipis!!!”

            “Lalu apa peduliku hah?!”

            Seung ho dan jiyeon hanya mengenali suara si wanita, go ara. So eun terlihat terkejut dengan kedatangan hyun woo yang tak ia duga. Dan kim bum sangat mengenali kedua orang itu, hyun woo dan juga go ara. Mata kim bum dan juga so eun menggambarkan keheranan yang begitu mudah dibaca.

            “Lee Hyun Woo?”

            “Go Ara?”

            Hyun woo dan go ara yang mendengar nama mereka dipanggilpun langsung menengok ke arah suara tersebut. Perdebatan mereka yang lagi – lagi terjadi terhenti untuk sementara. Akhirnya, mereka semua menjadi semakin bingung karena melihat keberadaan satu sama lain.

            “Kim Bum?”

            “Kim So Eun???”

– The Love Book –

 

            Hyun woo dan go ara saling melempar pandangan karena kesamaan yang mereka rasakan saat ini. Kemudian mereka langsung mengambil langkah seribu menghampiri meja yang ditempati oleh kim bum, so eun, seung ho, dan juga jiyeon.

            “Yaa! Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau sedang reuni dengan teman SMP mu? Memangnya kau satu SMP dengan dia???” tanya hyun woo dengan menunjuk kim bum menggunakan jari telunjuknya.

            “Kim bum-ah, kenapa kau tak mengajakku ke sini? Padahal di sini ada seung ho dan juga jiyeon, tapi tega – teganya kau melupakanku dan menganggapku tak ada. Apa kau lupa kalau aku baru saja pulang dari Denmark huh???” kata go ara yang juga melontarkan pertanyaan.

            “Bukan begitu, dari awal aku memang tidak mengundang seung ho dan jiyeon ke sini. Seung ho menghubungi sekretarisku kalau dia memang ingin menemuiku, dan harus kau tau, aku di sini sedang ada urusan penting mengenai bisnisku. Jangan berpikir jika aku sedang bersantai atau apapun yang ada dipikiranmu” jelas kim bum. Ia cukup tau tabiat go ara.

            “Hyun woo, ada yang perlu ku jelaskan padamu. Kau jangan berpikiran buruk dulu terhadapku” mohon so eun pada hyun woo.

            “Apa yang ingin kau jelaskan? Bukankah kau sudah membohongiku? Jadi kau ingin minta maaf terhadapku??? Ani, lanjutkan saja pertemuan pribadimu dengan kim bum, aku tak akan mengganggu”

            “Hyun woo”

            Hyun woo yang sudah terlanjur kecewa terhadap so eun itu memutar balikkan badannya menuju ke arah pintu keluar. Kim bum yang menyadari keadaan ini pun langsung merespon dengan menahan hyun woo untuk pergi. Ia sadar jika kesalah pahaman ini karena dirinya sendiri.

            “Tunggu dulu, masih ada yang perlu kita bicarakan” ucap kim bum dengan tenang.

            “Mwoya???” balas hyun woo dengan mimik mukanya yang kesal.

            “Aku yang meminta so eun supaya tak mengajakmu dalam pertemuan kali ini” terangnya sambil memasang ekspresi datar.

            “Apa?! Kau yang menyuruh so eun untuk membohongiku??? Astaga, kau kejam sekali padaku kim bum! Kita sudah menjadi sahabat sejak lama tapi kau sendiri yang membuatku kesal seperti ini!”

            “Justru karena kita sudah menjadi sahabat sejak lama, makanya aku meminta so eun untuk tidak mengajakmu”

            “Kenapa? Apa keberadaanku mengganggu kalian??? Memangnya kalian pasangan kekasih yang tidak mau ada orang ketiga disaat kalian kencan eoh???”

            “Hei, jangan bicara yang macam – macam. Apa aku ada tampang merebut pasangan seseorang? Aku tau kau memiliki ketertarikan pada so eun, tapi aku tak ada niat untuk menculiknya agar menjadi milikku. Ini murni karena aku ingin kami berkonsentrasi pada bisnis kita”

            “Lalu kenapa kau mengajak teman kantormu? Itu yang pasangan itu, kenapa???”

            “Aish, apa aku harus menjelaskannya dua kali? Apa kau tak mendengar penjelasanku pada go ara tadi?”

            “Apa kau tak berbohong padaku? Kau tak membohongiku lagi?”

            “Lee hyun woo, aku sudah mengatakan apa yang seharusnya ku katakan. Kau sudah tau semuanya, apa lagi yang perlu ku tutupi darimu?”

            Setelah mendengar penjelasan dari kim bum kini emosi yang sempat memuncak hingga kepala hyun woo sudah mereda. Urat yang sempat terlihat jelas di wajahnya juga sudah merenggang, membuat wajahnya yang baby face itu terlihat lagi. So eun yang merasa semuanya sudah membaik segera menghampiri hyun woo dan juga kim bum dengan membawa proposal yang sempat ia baca. Meninggalkan jiyeon, seung ho, dan juga go ara di meja itu.

            “Hyun woo, aku benar – benar minta maaf. Aku janji tidak akan berbohong lagi padamu. Aku akan mengatakan apapun tanpa menyembunyikan satu hal pun padamu” sesal so eun pada hyun woo. Hyun woo yang mendengarnya pun tersenyum simpul.

            “Gwenchana, sahabat ku yang satu ini sudah menjelaskannya padaku. Iya kan, kim sang bum?” lirik hyun woo pada kim bum. Kim bum membalasnya dengan anggukan.

            “Semuanya sudah terselesaikan, hyun woo juga sudah tau kalau aku yang memintanya. Tak ada yang perlu kau khawatirkan” tambah kim bum.

            “Jinjja? Ah, neomu khamsahamnida! Aku biasanya kesulitan untuk membuat hyun woo tidak marah padaku, tapi kalau berhadapan denganmu sepertinya begitu mudah” ujar so eun dengan senang.

            “Itu karena sudah biasa” balas kim bum dengan senyuman lebar.

            “Jadi, kalian berdua masih mau membicarakan penerbitannya di sini? Tanpa aku? Ya sudah aku tinggal saja ya? Meskipun aku kurang percaya pada kim bum, tapi aku yakin jika ia tak berani macam – macam padamu” kata hyun woo. Ia sangat berterus terang di depan so eun dan juga kim bum.

            “Ani, aku akan ikut pulang denganmu! Kim bum, bisakah ku bawa proposal ini ke rumah? Aku akan mengembalikannya ke kantormu, secepat yang aku bisa. Bolehkah?”

            “Mmm, bawalah. Ku percayakan proposal itu padamu. Hubungi aku jika ada yang masih tak dimengerti”

            “Ara. Kalau begitu aku dan hyun woo pamit lebih dulu”

            So eun yang masih berdiri di samping hyun woo itu menoleh ke arah meja yang tadinya ia tempati. Terlihat jiyeon dan seung ho yang memperhatikan so eun, sementara go ara hanya membuang muka. Sejurus kemudian so eun kembali menghadap so eun dan melempar senyuman sebagai tanda perpisahan pada kim bum untuk hari ini. Tentu saja, so eun dan kim bum pasti akan bertemu lagi di lain waktu. Ditambah lagi naskah novelnya sudah mencapai tingkat 98%, tinggal menghitung hari saja.

            Mata kim bum mengantarkan so eun yang tetap berada di samping hyun woo menuju halte bis terdekat. Ia menatap lekat wanita itu hingga rambut hitam panjangnya tak terlihat lagi. Secercah senyum pun terukir di wajah kim bum, hingga membuat seung ho yang ternyata menghampirinya pun kebingungan.

            “Sudah melamunnya?” ucap seung ho. Kim bum pun tersadar dan kemudian menoleh pada seung ho.

            “Siapa yang melamun?” kata kim bum yang justru berbalik bertanya. Alis mata seung ho pun menaik.

            “Kenapa kau bertanya? Siapa lagi kalau bukan dirimu? Atau jangan – jangan.. kau sudah merasa tertarik dengannya?” curiga seung ho.

            “Bukankah sudah ku katakan jika aku tak menyukainya? Jangan membahas itu lagi, ia hanya sebatas relasi bisnis”

            “Oh begitu”

            “Hanya itu saja jawabanmu? Kalau begitu lebih baik kita kembali ke meja dan menyelesaikan apa yang kau inginkan dariku. Dan juga mengintrogasi go ara yang datang tanpa ku pinta”

***

            “Memangnya apa sih yang kalian bicarakan? Sampai – sampai kim bum melarangku untuk ikut? Apa tadi kau sedang menawar harga? Atau sudah tanda tangan kontrak???” tanya hyun woo dengan antusias.

            “Tidak, dia sedang menjelaskan proposal tentang penerbitan novel. Belum sempat ku baca hingga selesai tiba – tiba teman kim bum dan kau datang. Jadilah kesalah pahaman itu” balas so eun dengan tatapan mata yang memandang alam bebas.

            “Oh, coba aku lihat proposalnya” ucap hyun woo. Kemudian so eun memberikan proposal itu ke tangan hyun woo yang sudah terulur padanya. “Whoa, proposal nya tebal sekali! Tak ku kira menerbitkan sebuah novel perlu mempelajari proposal setebal ini!”

            “Aku memang berpikir jika proses penerbitannya akan memakan waktu lama, tapi aku juga tidak menyangka jika begitu banyak hal yang perlu dibahas secara detail” terang so eun.

            “Lalu kapan kau akan menandatangani kontrak? Apa perlu aku mendesak kim bum agar ia cepat menyodorkan surat nya padamu???”

            “Anio! Tidak perlu terburu – buru hyun woo, aku juga masih berkutat dengan karanganku. Aku juga belum mengecek apakah ada kesalahan pada teks nya, kalau semuanya benar – benar sudah beres aku akan menghubungimu dan juga kim bum”

            “Benarkah? Ya sudah kalau begitu, aku akan menunggu dengan setia. Jangan khawatir”

            So eun tersenyum simpul mendengar ucapan hyun woo yang begitu ramah padanya. Sementara hyun woo juga melemparkan senyum terbaiknya pada wanita yang ada di sampingnya ini. Sesekali hyun woo merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, kadang pula merasa gugup saat so eun sudah tersenyum seperti ini. Tidak, ini bukan waktu yang tepat, pikir hyun woo. Lagi pula ia juga masih belum yakin dengan perasaannya, untuk apa ia terlalu protektif pada so eun?

            “Apalagi yang akan kau lakukan setelah ini so eun?” kata hyun woo lagi.

            “Mmm, ku rasa tak ada. Maksudku, mungkin aku akan langsung pulang ke rumah dan menyelesaikan apa yang perlu ku selesaikan. Apa kau mencurigaiku lagi?” tanya so eun dengan nada curiga. Matanya pun terlihat melirik hyun woo.

            “Tidak – tidak, kau ini cepat sekali curiga nya” balas hyun woo dengan mengibas – ibaskan tangannya di depan wajah so eun.

            “Lalu kenapa?” ujar so eun lagi.

            “Tadinya aku ingin memintamu untuk menemani ku makan siang. Tadi kan aku ke restoran Jepang itu karena aku lapar, karena insiden bodoh itu makanya tidak jadi. Aku juga kesal dengan wanita menyebalkan itu” ucap hyun woo dengan jujur.

            “Mwo? Nugu?”

            “Itu wanita yang datang bersamaku ke restoran! Dia bilang dia ingin makan siang dengan kekasihnya di restoran yang sama. Ketika aku berbaik hati berbagi taksi dengannya, dia malah membayar taksi nya sedikit, sisanya aku yang membayarnya! Sudah begitu dia senang sekali berdebat denganku, laga nya seperti wanita super cantik saja” curhat hyun woo hingga tanpa ia sadari bibirnya sudah mengerucut. So eun pun merasa bingung dengan apa yang hyun woo bicarakan.

            “Maksudmu, wanita yang bernama go ara?” kata so eun memastikan.

            “Ya! Itu dia! Ku pikir kekasih nya siapa, ternyata saat kami sampai dia malah menghampiri mejamu dan berbicara dengan kim bum. Nada bicaranya juga terdengar akrab. Apa jangan – jangan dia kekasih nya kim bum ya?”

            Seketika so eun menatap hyun woo dengan rasa tak percaya. Hatinya pun merasa kaget saat hyun woo mengucapkan pemikirannya. Wanita bernama go ara itu, kekasih kim bum? Apa mungkin? Pertanyaan itu mengerubungi benaknya hingga ia tertunduk sendiri. Sesekali ia menghela nafas, membuang udara yang sepertinya sudah terlalu sesak dalam diri so eun. Hyun woo yang sedari tadi mengeluarkan mimik aneh kini menoleh ke arah so eun yang hanya diam.

            “So eun, kau baik – baik saja?” tanya hyun woo yang mencoba untuk menyadarkan diri so eun. So eun pun mengangguk pelan.

            “Aku tidak apa – apa” tambah so eun. Meskipun so eun sudah menjawab pertanyaan nya namun masih saja hyun woo merasakan keganjalan.

            “Kau yakin? Apa kau bersedih karena tau go ara adalah kekasih kim bum???” ucap hyun woo dengan cepat.

            “Kenapa? Kenapa aku harus bersedih??? Kau ini ada – ada saja” alih so eun dengan tertawa kecil.

            “Ku pikir kau tertarik pada kim bum. Kau bisa lihat sendiri kan, dari penampilannya saja ia sudah tampan, dia juga kaya dan pintar. Sekarang ia juga sudah memiliki perusahaan sendiri, ah, kalau aku jabarkan semuanya kau pasti bisa tertidur. Ia benar – benar seorang cassanova yang terlalu sempurna” ujar hyun woo dengan panjang lebar. Hyun woo selalu terlihat pro saat ia memuji sahabatnya. Padahal jarang sekali kim bum memuji sesuatu yang ada pada dirinya.

            “Aku juga menyadarinya” balas so eun dengan singkat, ia tidak ingin membahas tentang kim bum lagi. “Hyun woo, bukankah tadi kau bilang kalau kau belum makan siang? Bagaimana kalau kau ikut ke rumahku dulu? Akan ku buatkan kau pasta yang paling enak”

            “Jinjja??? Wah tentu saja aku akan menerima tawaranmu! Kau baik sekali so eun!”

            “Jangan memuji orang lain terus, bisa – bisa orang yang kau puji akan melayang”

            “Kalau kau melayang akan ku tarik kau seperti layangan, kekeke”

            Sesaat so eun tertawa renyah bersama dengan hyun woo di dalam bis yang sedang membawa mereka ke halte dekat rumah so eun. Mungkin ia bisa menutupi perasaannya sendiri di wajahnya, namun batin nya masih saja sibuk bertanya tanpa ada yang bisa menjawab. Terlalu banyak kejutan untuknya hari ini, ia bertemu dengan mantan kekasihnya, yoo seung ho dan kini ia mengetahui kenyataan jika go ara adalah kekasih kim bum. Meskipun belum tentu benar, namun ia tak ingin dirinya terlalu sibuk memikirkan hal yang tak seharusnya yang ia pikirkan. Dia harus cukup tau diri.

***

            Kini go ara sedang duduk di samping jiyeon dengan mimik wajah tertunduk. Ia sedang dipojokkan oleh kim bum karena kedatangannya yang membawa masalah. Seung ho dan jiyeon juga merasakan hal yang sama, karena itu wajah mereka pun terlihat sedikit kesal dan terganggu. Kedua tangan kim bum ia lipat di depan dadanya dengan tatapan mata tertuju pada go ara.

            “Sudah berapa kali ku bilang, aku tidak suka jika kau datang dengan tiba – tiba seperti ini. Aku lelah mengatakannya berkali – kali” ucap kim bum memulai percakapan.

            “Bukankah kau tau jika aku suka memberikan kejutan? Kim bum, kenapa semenjak aku pergi ke Denmark kau jadi banyak berubah seperti ini? Aku tidak suka, aku lebih suka kim bum yang dulu” protes go ara. Sejak kedatangannya ke Seoul ia selalu saja di salahkan oleh kim bum.

            “Kim bum yang dulu? Huh, kim bum yang dulu sudah mati” balas kim bum dingin. Seung ho yang mendengarnya pun sampai menoleh.

            “Kau ini apa – apaan? Jangan berbicara asal” tegur seung ho pada kim bum.

            “Wae? Apa kau senang melihat ku menjadi pengikutnya? Kemana pun dia pergi aku selalu berada di sampingnya, padahal dia tak pernah mengartikan ku seseorang yang penting untuknya, begitu?” kata kim bum.

            “Kenapa kau jadi bicara melantur seperti itu? Bukankah yang perlu kita bahas adalah alasan mengapa go ara datang ke sini?” potong jiyeon. “Bahas satu masalah dulu, baru selesaikan masalah lain. Dan jika kau memang ingin membahas masa lalu, bahas lah secara pribadi di saat aku dan seung ho tak ada”

            Kim bum menjadi terdiam saat jiyeon menasihatinya. Benar jika masa lalu masih membayanginya, namun tekad untuk melupakan go ara dan melangkah tanpa menatap masa lalu mulai tumbuh dalam hati kim bum. Karena itu kini ia bersikap sangat dingin dan terkesan menjaga jarak dengan wanita yang duduk di depannya. Go ara sendiri menyimpan perasaan aneh terhadap sikap kim bum padanya.

            “Jadi kenapa kau datang ke sini? Bagaimana bisa kau tau kalau kim bum ada di sini?” kata seung ho yang mengambil alih pembicaraan.

            “Aku datang ke kantor untuk mengajak kim bum makan siang bersama, lalu saat ku tau jika ia tak ada di tempat langsung saja ku tanyakan sekretaris nya. Apa itu sebuah tindakan kriminal? Tidak kan?” terang go ara.

            “Tapi bisakan kau menggunakan ponselmu dan menghubungi kim bum lebih dulu? Ini bukan momen spesial jadi tak ada yang perlu kau buat jadi kejutan” balas seung ho lagi.

            “Seung ho, aku sungguh tidak ingin berdebat denganmu. Baiklah kali ini aku mengaku salah, puas?” kata go ara yang pada akhirnya menyerah.

            “Dasar wanita labil” gumam jiyeon sembari melempar pandangannya ke arah lain. Go ara yang mendengarnya pun langsung terbelalak dan menengok ke arah jiyeon.

            “Apa yang kau katakan? Wanita labil??? Cih, kau tidak tau siapa aku yang sebenarnya, jangan beropini seenak jidatmu” ujar go ara dengan pedas. Jiyeon hanya tertawa remeh tanpa membalasnya.

            “Sudah bicaranya?” kata kim bum setelah melihat sikap go ara yang semakin seenaknya. “Aku akan kembali ke kantor, seung ho dan jiyeon akan ikut bersamaku. Aku pergi” lanjut kim bum yang kemudian beranjak dari kursinya. Seung ho dan jiyeon juga ikut terbangun dari kursi yang mereka tempati sejak tadi.

            “Ya ya ya! Kalian mau pergi sekarang?! Lalu aku bagaimana???” pekik ara yang terperanjat karena akan ditinggal pergi.

            “Bukankah kau biasa mendatangi ku semaumu? Kalau begitu temui aku lain kali kapanpun kau inginkan, jika kau beruntung maka kau bisa bertemu denganku. Mudahkan?” terang kim bum dengan lebih santai.

            “Tapi—“

            “Hhh, Jiyeon, kau bawa mobil kan? Bisakah kau antar wanita ini pulang sebelum menyusul ke kantorku?”

            “A-Aku?! Kenapa harus aku??? Bukannya aku akan ikut bersama kalian?!”

            “Ku anggap pertanyaan mu adalah jawaban ‘ya’. Seung ho, ayo kita pergi”

            Dengan langkah tak terburu – buru kim bum berjalan meninggalkan go ara dan jiyeon, diikuti oleh seung ho yangkini tertawa kecil melihat jiyeon dan go ara yang berhasil dibuat kesal oleh kim bum. Memang kebetulan sekali, seung ho dan jiyeon datang menemui kim bum menggunakan mobil jiyeon. Kim bum terlihat tak merasa bersalah telah memperlakukan dua wanita dengan begitu mudahnya. Sementara itu jiyeon kini hanya diam mendengar go ara yang mendengus kesal.

            “Ada apa sih dengan dia? Dulu mengemis memintaku untuk tidak pergi, sekarang ketika aku sudah kembali dia malah menghinaku dengan cara yang seperti ini!” gusar go ara, ia masih tak habis pikir.

            “Apa yang kau katakan? Kim bum mengemis padamu??? Astaga, ku rasa dia bersikap seperti ini karena dia sudah sadar dari kebodohannya mengejar wanita sepertimu” celetuk jiyeon dengan senyum licik.

            “Kau ini benar – benar!!!”

            “Sudahlah, aku ingin pergi secepatnya dari sini, kau bisa pulang naik taksi kan? Aku akan bicara pada kim bum jika aku sudah mengantarmu pergi jauh – jauh”

            “Tentu saja! Siapa juga yang ingin diantar pulang olehmu??? Aku akan pulang sendiri!!!”

            Jiyeon mendapati go ara sudah berada pada tingkat emosi tertinggi nya, karena kini ia bergegas untuk mengambil tas yang sedari tadi ia letakkan di atas meja kemudian mendorong bahu jiyeon dengan begitu tajam. Membuka pintu restoran dengan begitu cepat hingga tanpa ia sadari ada seorang bibi tua yang ingin masuk ke dalam sana. Untung saja go ara tidak menabraknya, kalau itu terjadi habislah dia ditertawakan oleh jiyeon.

            “Kalau disuruh membandingkan, sudah pasti so eun lebih baik dibandingkan dia, meskipun dia lahir di Denmark atau Amerika sekalipun. Tak punya sopan santun sama sekali” gumam jiyeon yang masih terdiam di tempatnya.

            “Iya kalau so eun juga menaruh hati pada kim bum, kalau ia masih mengharapkan seung ho?” sambungnya lagi.

            “Apa aku harus terus berpura-pura tidak tau jika dia adalah mantan kekasih seung ho? Aku akan terlihat bodoh jika seperti itu, tapi aku tidak akan bisa mendapatkan seung ho kalau begini caranya”

***

            “Kau dingin sekali”

            “Dengan?”

            “Siapa lagi kalau bukan tamu dari Denmark?”

            “Go ara maksudmu, huh?”

            “Tak perlu berpura-pura bodoh” celetuk seung ho. “Kau sudah melupakannya?”

            “Maksudmu?”

            “Perasaanmu padanya, bagaimana kelanjutannya?”

            Mata kim bum masih menyorot pandangan luas berupa jalan raya yang berada di depannya, tak memberikan jawaban terhadap seung ho yang duduk di sampingnya. Seung ho sengaja masih menyinggung hal itu, terlebih lagi setelah ia mengetahui jika penulis baru yang bekerja sama dengan kim bum adalah so eun. Tak tertutup kemungkinan jika kim bum akan menyukai so eun, begitu pun sebaliknya.

            “Aku melupakannya” kata kim bum singkat karena seung ho tak kunjung berkata apapun lagi.

            “Sedang dalam proses melupakan, atau sudah melupakan sepenuhnya?” tanya seung ho lagi.

            “Menurutmu? Apa perlu aku menceritakan semuanya kepadamu? Tidak juga kan?” balas kim bum.

            “Hei, jangan sensitif begitu. Aku kan hanya bertanya” ucap seung ho yang sudah menyerah.

            “Aku lelah, menjadi pecinta seorang wanita yang pada kenyataannya tak pernah mencintai ku. Aku juga tak yakin jika dia kembali ke sini karenaku”

            “Kalau untuk hal itu, aku juga sependapat denganmu”

            “Aku tidak lagi mencintainya, apa aku salah seung ho?”

            “Itu pilihanmu, kenapa bertanya padaku? Yang tau benar atau salahnya hanya kau seorang”

            Seperti biasa, seung ho selalu memposisikan dirinya sesuai dengan keadaan. Berpura-pura tidak kenal dengan so eun saat di depan kim bum, dan kini ia terlihat begitu bijak dengan memberikan nasihat untuk sahabatnya yang satu ini.

            “Ngomong-ngomong, kau kenal dengan penulis baru mu dari mana?” ucap seung ho. Waktunya untuk menelisik bagaimana cara kim bum bisa bekerja sama dengan so eun.

            “Kim so eun maksudmu?” sahut kim bum memastikan. Seung ho pun mengangguk cepat.

            “Dari teman lama ku, yang tadi datang ke restoran bersama dengan go ara. Bukankah kau mengenalnya?” terang kim bum.

            “Tidak, aku hanya sekedar pernah melihatnya” kata seung ho mengelak. “Kau sudah membaca resensi novelnya?”

            “Belum”

            “Lalu kenapa kau mau menerbitkan karyanya, sementara kau belum tau apakah karya nya layak diterbitkan atau tidak?”

            “Entahlah, aku hanya merasa yakin saja saat ia berbicara padaku kalau ia ingin karya nya diterbitkan. Aneh ya? Hahaha”

            Kim bum tertawa kecil, sementara seung ho ikut tertawa untuk menutupi rasa terkejut dan aneh nya akan sikap kim bum terhadap so eun. Saat menjadi sepasang kekasih, seung ho tak pernah tau jika so eun berbakat dalam bidang menulis. Mereka menjalin kasih hanya mengandalkan alat komunikasi, jarang sekali untuk mereka agar bisa bertemu. Itu karena orang tua dari seung ho tak menginginkan seung ho untuk mengurusi masalah percintaannya terlebih dulu. Hal itu juga menjadi salah satu alasan mengapa hubungan mereka kandas setelah bertahan hingga hampir 5 bulan. Kim bum sendiri tak pernah tau jika seung ho pernah berpacaran dengan so eun, seung ho menutup hal ini dengan begitu rapat.

            “Seung ho, ada masalah?” kata kim bum yang berbalik bertanya setelah sempat menoleh ke arah seung ho sesaat.

            “Ah, tidak, semuanya baik-baik saja” sahut seung ho yang lamunan nya terbuyarkan.

            Setengah jam kemudian, tepat mobil kim bum sudah terparkir rapih di depan kantornya yang besar. Si pemilik mobil beserta penumpang lainnya itu keluar dan bergegas kembali ke ruangan. Membicarakan hal yang penting hingga yang tak perlu di bahas, sudah menjadi kebiasaan bagi kim bum dan juga seung ho. Melewati waktu untuk menunggu kedatangan jiyeon.

            “Aku kembali” kata jiyeon dengan tersengal-sengal.

            “Cepat juga, bukannya jalan ke rumah go ara bisa menghabiskan waktu cukup lama ya?” kata seung ho saat menyadari kedatangan jiyeon. Jiyeon langsung bergegas duduk di samping seung ho, menatap kesal kim bum.

            “Ya, kau ini kenapa? Tatapan mu jangan seperti itu, menyeramkan” ujar kim bum sambil mengibas-ibaskan tangannya.

            “Aku tidak akan menatapmu seperti ini jika kau tak menyuruhku mengantarkan go ara pulang!” balas jiyeon dengan emosi.

            “Lho, memangnya kau benar-benar mengantarkan dia pulang? Suruh saja dia pulang sendiri”

            “Tanpa kau suruh pun aku sudah melakukannya!”

            “Lalu kenapa kau marah-marah begitu???”

            “Dia mencoret-coret mobilku dengan lipstiknya!!!!!”

***

            Hari menjelang malam. Setelah melalap habis makan siang buatan so eun, hyun woo memilih untuk pulang. Keluarganya baru saja membuat toko kelontong di rumah mereka, karena itu hyun woo bergegas untuk membantu ibunya beres-beres. Tak ada kegiatan lain yang dilakukan so eun selain duduk di depan laptopnya, dan melanjutkan ketikan karyanya.

            Keajaiban itu benar-benar terjadi. Mimpi gadis itu telah terwujud seutuhnya, seperti sebuah cerita dongeng yang berubah menjadi kenyataan. Novel romansa nya yang berjudul ‘Summer in The Sea’ sukses menjadi best seller yang mendunia, namanya menjadi sebuah perbincangan panas yang selalu di puji-puji orang. Cerita cintanya dengan sang pria pun menjadi sebuah akhir perjuangan yang tak pernah ia kira. Ia menangis, karena kebahagiaan itu datang dengan penuh kilau cahaya yang terarah padanya.

 

            “Selesai!!!” teriak so eun dengan begitu gembira. Paragraf cerita terakhirnya berhasil ia tuntaskan setelah ia menuangkan ide nya selama 3 bulan terakhir.

            “Haruskah ku beri tau hyun woo sekarang juga?” gumam so eun dengan memandang kosong layar laptopnya. “Ah, besok kan aku masih bertemu dengannya. Hyun woo pasti akan senang” sambungnya lagi.

            “Kalau begitu aku beri tau kim bum dulu saja, aku tak bisa membuatnya menunggu kemudian berubah pikiran”

            Ponselnya yang berwarna putih itu ia ambil dari dalam lacinya. Membuka menu kontak dan mencari nama ‘kim bum’ dari daftar nomor ponsel yang ia punya.

            “Yeoboseyeo”

            “Kim bum, ini aku, so eun”

            “Mmm, ada apa?”

            “Aku ingin memberitahukan tentang novelku padamu”

            “Oh, apa ada masalah?”

            “Tidak, justru sebaliknya. Aku sudah selesai mengetik semuanya, besok sudah bisa ku berikan padamu agar kau bisa membacanya lebih dulu”

            “Besok?”

            “Ne, waeyo?”

            Kim bum yang sedang berkutat dengan beberapa naskah yang masuk ke perusahaannya pun memijat keningnya pelan. Untuk beberapa hari ke depan ia sudah tidak memiliki waktu luang, bahkan besok ia sudah punya janji dengan klien dan jadwal presentasi dengan pegawainya dari beberapa divisi. Karena itu hari ini kim bum memanfaatkan waktunya untuk bertemu dengan so eun ataupun seung ho dan jiyeon.

            “Kim bum”

            “Ah, ya, so eun-ah?”

            “Apa besok aku bisa bertemu denganmu? Sekaligus mengembalikan proposal milikmu, ini penting untukmu bukan?”

            “Ya, itu penting untukku. Tapi..”

            “Kenapa?”

            “Ku rasa aku tidak bisa, untuk besok”

            Wajah so eun yang semula ceria kini berganti murung. Ia berpikir jika ia lebih cepat menyelesaikan naskahnya, novel nya akan segera diterbitkan. Tapi kini justru kim bum yang tak punya waktu untuknya.

            “Kalau begitu aku yang akan datang ke kantormu. Bisakah???”

            “Aku pun tak yakin bisa, so eun”

            “Oh, begitu”

            Hatinya mendadak menjadi sedih. Nada bicaranya pun terdengar pasrah di telinga kim bum. Untuk beberapa saat tak ada percakapan antara kim bum dan so eun di ponsel mereka. Hingga kim bum kembali bersuara pada so eun.

            “Bagaimana kalau kau bertemu dengan temanku saja? Ia memiliki profesi yang sama denganku. Dia akan menggantikan ku untuk menerima naskahmu, hanya untuk besok”

            “Mwo? Siapa?”

            “Yoo seung ho, temanku yang datang bersama jiyeon saat kita bertemu tadi di restoran. Kau mengingatnya kan???”

 

– To Be Continued –

 

 

Saya kasih bocoran ya, akan ada konflik yang muncul di part selanjutnya.

Udah ada gambarannya sih, cuma ga tau deh bakalan ada perubahan lagi atau engga.

Part selanjutnya saya jamin ga bisa cepet, mohon dimaklumi *bow*

Terima kasih dan sampai jumpa~~~

 

-Chandra Syifa W-

 

 

 

 

 

 

Tagged: , , , , , , ,

33 thoughts on “(FF) The Love Book – Part 4

  1. cucancie Juni 4, 2013 pukul 12:19 pm Reply

    Yahhhh..udh tbc aja padahal blm puas bacanya,makin seru aja nih ceritanya,hub diantara mereka jg makin rumit kyknya,,,ditunggu lanjutannya ya….

  2. PrincessItha Juni 4, 2013 pukul 12:50 pm Reply

    Wahhh mDahan bNer dHa kOnflikx bYar tMbah sRu eOn. .🙂

  3. Agunk Geg Mira Juni 4, 2013 pukul 1:07 pm Reply

    Part slanjutnya bkal ada konflik?? Harus nyiap*in tisu nih.. tkut ada air mata.. hhehe:D
    Critnya mkin bgs..:) sso dh mulai suka nih kyknya ma kim bum.. buktinya dia kecewa wkt kim bum ga bsa ktemu dia..:D
    Nahloo.. sso bkal ktemu ma seung ho.. apa sso mw??:/
    Ditunggu part slnjtnya..:)
    fighting~!!🙂

  4. sendy sekar Juni 4, 2013 pukul 1:08 pm Reply

    Huaa eonni ceritanya makin menarik. Gimana tuh sso bakal ketemu lagi sama seungho?
    Next part eon🙂

  5. Vonny dyah Juni 4, 2013 pukul 1:10 pm Reply

    Ya ampun tambh berat nich cobaan buat so eun, . . . Moga aja so eun cepet bersatu sama kim bum❤
    Semangat eonni ngepostnya jgn lama2 ya😉

  6. Elryeleekim_kim Juni 4, 2013 pukul 2:06 pm Reply

    Wh… Wh … Wh… Eonni bakal ketemu m seung hoo???
    G kebayang deh reaksinya…

    Nexxxxxxxxxxxxxxxxxttttttttt

  7. Puji Zulfia Juni 4, 2013 pukul 2:21 pm Reply

    Go ara nyebelin bnget disini . Jangan suruh seung hoo yg nemuin sso .

  8. pipip Juni 4, 2013 pukul 2:39 pm Reply

    waaaah nmbah seru ceritanya gk sbar gmna klo soeun jdi ktemu dgn seungho
    dtnggu next partnya

  9. AttySejatinyaMates Juni 4, 2013 pukul 3:44 pm Reply

    Sesibuk itukah Kim Bum?!!!!
    Uuuhhh knp malah menyuruh Sso ketemu ma Seungho..

    Pi ini yg akn bikin dag dig dug… Kira2 apa yg akan Sso lakukan ketika hrs ketemu Seungho…

    Next, please perbnyk moment bumsso nya yah heeeeee🙂

  10. Anna Juni 4, 2013 pukul 10:44 pm Reply

    Hahaha ara mmg enk dikacangin,,hadeehh itu KB malah nyodorin sso ke seungho gmn crtany tuuu nnti nyesel lho nnti ??msh mnggu bumsso memantapkn hti msg2 kira2 gmn ya n kjadian apa ya yg mkin mndekatkn&mnyadarkan prsaan mrka dtggu lnjtny gomawo🙂

  11. Devi Juni 5, 2013 pukul 1:26 am Reply

    Cerita’a mkiN seruu Zh,,,,,,

    Wahhhhh bumppa Nyruh eoNNie so euN ktmuaN na seuNg ho,,,
    GmN y reaksi’a merka klo ktmu,,,

    Jd pNsraN ma klNjutaN’a,,,,,

  12. Kim Ra rA Juni 5, 2013 pukul 4:30 am Reply

    Finally part 4 y udah dateng (?) ye ye ye ye,,,,,
    tapi masih harus sabar nunggu part 5 nya nyuah Huuuuf:|
    sabar, sabar, sabar

  13. Dizha adrya Juni 5, 2013 pukul 5:24 am Reply

    Wah sebel bgt ma si ara klakuan ny ya ampn bnr” tu ank,, aduh mslh ny mkn rumit za sso akn brtmu seungho lgi ap kh sso msh mncntai seungho bgtpun sbalik ny,, next part akn ad konflik d tgu next part ny chingu fighting ^^

  14. Niniet Juni 5, 2013 pukul 7:10 am Reply

    maksud kim bum apa sih… masa ga bisa netemu so eun walau hanya sebentar.. yg lbh ngeselin lg malah disuruh ketemu sengho.. hadeeeeuuu#tepok jidat…

  15. Wietv5xq Juni 5, 2013 pukul 8:18 am Reply

    Di tunggu klnjutannya chingu
    gimana jadi’x so eun kl so eun ktmu ma seong ho , bikin penasaran
    good luck buat ff’x
    fighting🙂

  16. nenkfa Juni 5, 2013 pukul 1:26 pm Reply

    yah,, kenapa bum malah ga bisa ketemu soeun,,??? kecewa deeh😦
    udah seneng2 jadi kecewa deh,,,
    banyakin scene bumsso nya lg donk eon,, jebaaalll !!!
    hehehe😀
    thanx b4🙂

  17. bumssoelfsuperjunior Juni 6, 2013 pukul 4:11 am Reply

    Wow daebak, makin ruwet ceritanya.kalo bisa banyakin bumsso nya ya thor haha next nya aku tunggu

  18. Emi Juni 6, 2013 pukul 8:37 am Reply

    Bagussssss

  19. Alfira Juni 7, 2013 pukul 10:54 am Reply

    oke, aku kesel stgh mati sm hyun woo -__-
    dy kn gk pnya hak mrah2 sm sso atau bum krn sso bhong sm dy aisshh
    kesel kesel kesel deh pkknya, egois, pemaksa #plakk *reader emosi berat ._.v

    daebak ceritanya hihi
    gk sbar buat next chapter
    d tnggu ya chingu ^^

  20. Soeun Juni 8, 2013 pukul 5:24 am Reply

    Sso dan seung ho akan brtmu lgi ?
    Pnsrn dgn part 5 # gx sbar ‘tuk bca
    walauPun lama tpi tetap di lnjutkan ea thor
    hwaiting !

  21. sugarsoya Juni 9, 2013 pukul 2:59 pm Reply

    Huaaa padahal soeun udah mulai suka ama kim bum, tapi kayanya bum nya masih cuek cuek aja deh, dan itu go araa, ihh menyebalkan!!
    Wah gmna ya kira2 soeun suruh kerja sama ama seungho?
    Dan gmna perasaan hyun woo ke soeun sebenarnya??
    Ditunggu next partnya ya…

  22. Natalia Juni 10, 2013 pukul 1:29 pm Reply

    Aduh eonni yeppo makin penasaran dgn part selanjutnya..pa yg terjadi ketika seung ho bertemu sso?
    Keren eonni

  23. nisha aulia Juni 14, 2013 pukul 2:53 pm Reply

    go ara kau sungguh menyebalkan…!!
    kb jgn cuek” gitu donk..
    gmna reaksi sso ma seongho pas ketemu..??

  24. chakan yeoja Juni 16, 2013 pukul 8:13 am Reply

    mian bru komen,hehehe
    ff.nya mkin seru,lanjutannya ditunggu..🙂

  25. yulie_bumsso Juni 18, 2013 pukul 10:16 am Reply

    Kak syifaw..
    Ap yg akn trjdii slnjutt n..
    Waduhh it kimbu,m sbukk beuddd ya..
    Truss nii yg ad d pkirannku..

    Bgaimna seungho ktmu sma eooni so eun ap yg akan trjdii..*?*
    hyun woo..hyun woo..
    Mnaaa ayoo ksihh jwban n..
    Lnjuttt eon bnar2 pnsrann..

  26. Riffa agustina Juni 18, 2013 pukul 8:27 pm Reply

    Sso oeni mau ktmuan ma SH.Bumppa tar nyesel lho…

  27. Alvi05 Juni 19, 2013 pukul 7:19 pm Reply

    Hoooi bumppa jangan suruh sso temuin seung ho… luangkan waktumu dikit aza untuk sso jngan kecewain sso unnie…{}!!

  28. sintiabumsso Juni 21, 2013 pukul 8:45 pm Reply

    wah wah wahh gimana nasib sso kalo ktemu seungho??? Jangan terima sso nanti aja sama bum ketemunya *kkkk😄 hyun woo lucuuu kkkkk bum jg lucuu dingin dingin sensitif klo dket Ah ra kkkk tp anget baik kalo dket sso hehehe😀 lanjut kaka🙂

  29. vonnysumali Juli 27, 2013 pukul 2:50 pm Reply

    chandra, apa aku boleh panggil namamu???? ayo ini dibereska dulu, kayaknya kisah yang ini kau buat agak jelimet deh, sehingga kau tampaknya “kesulitan” atau jenuh untuk kelanjutannya. mungkin kebanyakan tokoh. tdk apa sih, tapi nanti kau bosan dan tidak konsisten, akhirnya gantung ….. apa baiknya kisahnya dipersingkat saja? short cut… something like seung ho nya diketemuin soeun langsung jelas statusnya putus, jadi tinggal kimbum kimsoeun lebih dominan???? aku cuma suggest???

  30. AnthyBumsso YongseoClouds Juli 27, 2013 pukul 11:06 pm Reply

    waaaawww sebenarnya aku suka cerita cinta yg rumit seperti ini makanya aku suka banget dengan jalan ceritanya😀
    hyun woo kyk anak2 aja sifatnya tpi emng menggemaskan wkwkwkwk
    kasian jiyeon mobilnya dicoret2 dengan lipstick🙂 sabar jiyeon
    OMO next part Soeun akan bertemu seung ho??? apa yang akan terjadi??? aaaaahhhh penasaran tingkat tinggi ditunggu nextnya Author Fighting🙂

  31. Diana Januari 5, 2014 pukul 1:06 pm Reply

    Part selajutnya pasti seru bgt
    kenapa mereka pts yaaa dan kim bum mulai suka kayanya sama se oun….
    Daebakkk
    ditunggu part selajutnya jangan lama lama okkk
    semangat..

  32. My Fishy Agustus 8, 2014 pukul 7:29 am Reply

    dasar kim bum masa so eun harus bertemu dengan seung hoo yg jelas2 mantan kekasihnya, smoga smuanya berjalan dengan lancar..

  33. ainami Agustus 18, 2014 pukul 10:43 am Reply

    jiaah malah disuruh nemuin seung ho, tambah seru nih…

    aku suka ceritanya sgt hidup, walo relationshipnya trlihat ruwet tp ga bikin mumet krn sisipan komedinya cukup bikin ngikik xixixi

    hyun woo itu everything i do, i do it for sso.. lucky sso punya sahabat spt dia, ga tega juga sih liatnya kalo cintanya kpd sso cuma cinta sepihak hehe..

    ara, the most annoying character here haha ga tau malu tp sikap blak2an dia lumayan menghibur, gimana dia berdebat dengan hyun woo dan ji yeon jd hiburan tersendiri buatku haha

    seung ho masih punya rasa sepertinya ma sso ya…?

    lalu sso sendiri gimana, sblm ketemu kembali dgn seung ho dia spt ada ketertarikan thd bum… setelah ketemu seung ho gimana ya…

    penasaran ama novelnya sso apa jd diterbitin, bum blom baca naskah novelnya sama sekali udh maen mau nerbitin aja hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: