(TS) Difference – Part 2 (End)


Difference

(Chapter 2 – End)

Difference 

 

(Art by Me—CSW Artwork)

 

Author             : Chandra Syifa W

Main Casts      : Kim Bum, Kim So Eun

Casts               : Lee Hyun Woo, Jung So Min, A-Pink Jung Eunji

Original Casts: Kim Yoon So, Song Yoon Ae

Genre              : Romantic, Sad, Family

Type                : Two Shoot

 

Disclaimer       : Semua tokoh yang saya gunakan dalam fanfiction ini bukan milik saya, melainkan milik Tuhan, keluarga, teman, dan manajemen mereka masing – masing. Saya tidak memiliki tokoh tersebut, namun alur cerita yang ada di sini adalah murni milik saya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Dilarang keras memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author.

 

Apabila ada kesamaan judul ataupun alur cerita, itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Kesalahan format atau huruf yang ada dalam fanfiction ini mungkin terjadi karena human error atau faktor dari blog sendiri.

 

 

Last story on ‘Difference’

            “Jika ku beri kau kesempatan, apa kau akan berubah pikiran?” bisik Kim Bum.

            “Aku tidak membutuhkan kesempatan darimu” balas So Eun ketus.

            Kedua manusia itu saling menatap tajam terhadap satu sama lain. Sibuk berkutat dengan cara pikir mereka masing – masing sekaligus memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Kim Bum yang masih berdiri tepat di depan So Eun membuang nafas nya kasar, benar – benar tidak habis pikir. Sementara So Eun juga memilih untuk tetap pada pilihan awalnya. Acuh pada suasana dingin yang berada di antara mereka, tanpa perduli pada posisi keduanya yang cukup dekat.

            “Aku tak menyangka jika kau menggunakan alasan bodoh seperti itu untuk melanggar perjanjian yang sudah kita buat sebelumnya” gumam Kim Bum.

            “Setiap orang memiliki hak dan juga alasan pribadi, ku rasa aku tak perlu menjelaskan dari awal hingga akhir”

            “Apa yang sedang kau maksud adalah masa lalumu?”

            “Menurutmu?”

            “Dan jika seperti itu, ku rasa wanita sukses seperti mu seharusnya memiliki cara berpikir yang panjang untuk ke depannya, bukan membuat kekecewaan untuk pihak lain”

            “Apa kau sedang mencoba untuk menghina ku secara tidak langsung, Presdir Kim Bum?”

            “Aku hanya sedang berusaha untuk membuat kau sadar jika rasa benci yang kau alami terhadap mereka itu adalah sebuah kesalahan yang fatal, Nona Kim So Eun”

            Sedetik kemudian So Eun melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kim Bum yang sempat menghalanginya untuk pergi. Tidak ada ucapan ataupun salam perpisahan, tidak peduli dengan apa yang Kim Bum ingin lakukan terhadapnya, So Eun langsung melangkah menuju ke pintu keluar. Memicingkan mata indahnya karena begitu kesal dengan keadaan yang ia alami sekarang sembari menggumam pelan.

            “Jika anak kecil itu bisa membuat Ibu ku kembali, maka aku tidak akan bersikap sekeras ini”

– Difference –

 

          Kim Yoon So memilih untuk menenangkan dirinya dengan duduk di salah satu bangku taman yang terletak agak berjauhan dari lokasi di mana teman – teman sekolahnya bermain. Bola hitam yang sempat di rebut oleh geng menyebalkan itu hanya ia tatapi kosong, ia tak berniat untuk kembali menghabiskan waktunya dengan kembali memainkan benda tersebut. Kedua matanya masih terlihat sembab dikarenakan tangisannya beberapa menit yang lalu, sementara pipi gembulnya berwarna kemerahan.

            Hyun Woo yang sedari tadi menyibukkan dirinya untuk ikut  bermain bersama dengan anak didiknya itu, tiba – tiba menyadari keberadaan Yoon So dari jauh. Pria itu juga sempat memicingkan matanya, meyakinkan diri jika yang ia lihat benar Yoon So atau tidak.

            “Apa yang ia lakukan di situ?” gumamnya.

            Akhirnya Hyun Woo memilih untuk memenuhi rasa ingin tahunya, menghampiri tempat Yoon So mengurung diri dari lingkungan sepermainannya. Tanpa mengganggu kemurungan bocah itu, Hyun Woo mendudukan dirinya di samping Yoon So dan memasang raut wajah yang hangat.

            “Ehem”

            “Yoon So”

            “Hei anak pintar, kau dengar aku?”

            Setelah tidak mengidahkan panggilan Hyun Woo, Yoon So pun menoleh dan menjawab pertanyaan Hyun Woo hanya dengan sebuah anggukan kecil. Wajahnya datar sekali, membuat lawan bicara nya kebingungan. Namun yang pasti, Hyun Woo sudah bisa menebak jika anak ini pasti memiliki masalah.

            “Kau tau, ada sebuah legenda yang mengatakan jika seorang anak laki – laki akan menjadi pangeran yang di segani jika ia bisa tidak menangis semasa ia kecil” ungkap Hyun Woo sembari memandang langit biru.

            Dan hal itu membuat Yoon So mengangkat mukanya karena merasa tertarik pada ucapan Hyun Woo.

            “Benarkah, Songsaenim?” tanya nya polos.

            “Tentu saja itu benar! Bahkan saat aku pertama kali mendengar legenda itu aku langsung menyesal, karna aku anak yang cengeng saat aku seusiamu” balas Hyun Woo.

            “Aku mau menjadi pangeran, Woo Songsaenim” ujar Yoon So. “Tapi kan aku sudah menangis hari ini, ottokhae?

            “Kau sudah menangis? Waeyo?

            “Tadi ada yang bilang padaku jika mereka tidak mau berteman denganku karena aku tidak punya Ibu. Apa aku salah jika aku tidak punya Ibu, Songsaenim?

            Sebagai guru yang baru saja menjalani hari pertama mengajarnya, wajar bagi Hyun Woo jika ia tercekat dengan pengakuan dari Yoon So. Pikirannya melayang, padahal sisi yang ia lihat Yoon So adalah seorang anak yang baik dan berbeda. Begitu pengertian dan juga senang membantu kawan sepermainannya. Harusnya ia ingat jika setiap orang memiliki kelebihan dan juga kekurangan.

            “Aigo, kau ini lucu sekali ya” tangan Hyun Woo bergerak bebas mengusap rambut Yoon So yang lembut. “Justru kau adalah anak yang paling hebat”

            “Mwo? Kenapa bisa begitu, Songsaenim?” Yoon So yang merasa bingung itu bertanya.

            “Karena kau bisa memberikan izin pada Ibumu untuk pergi lebih dulu ke Surga. Yah, mungkin kau tidak di jaga secara langsung oleh seorang Ibu seperti teman – temanmu yang lainnya, tapi kau harus tau jika Ibumu tengah menjaga mu dari atas sana. Bahkan mungkin Ibumu sedang memperhatikan kita sekarang” terang Hyun Woo.

            “Eomma, sedang melihatku sekarang?”

            Perhatian Yoon So beralih pada luasnya langit yang di dominasi oleh gerumunan awan putih. Entah mengapa ia merasa jika semua yang Hyun Woo katakan itu benar sepenuhnya. Hati kecilnya kini tidak lagi bersedih, ia tidak lagi terpikirkan oleh ejekan yang sempat membuatnya meneteskan air mata. Meskipun Yoon So belum pernah merasa dan menyadari kasih sayang yang pernah Ibunya berikan, tapi ia meyakini jika ia sangat menyayangi Ibunya.

            “Nah, jadi mulai sekarang kau harus janji kalau kau tidak boleh menangis lagi agar bisa menjadi pangeran terkuat sedunia. Oke?” ucap Hyun Woo dengan mengacungkan jari kelingkingnya pada Yoon So.

            “Tapi kan tadi Yoon So bilang pada Songsaenim, Yoon So sudah menangis hari ini. Bukankah legenda nya mengatakan kalau seseorang bisa jadi pangeran jika ia tidak menangis semasa ia kecil?” kata Yoon So berbalik tanya.

            “Ah, sepertinya kalau baru menangis satu kali mendapat pengecualian. Jadi kau mendapat kesempatan kedua. Ke ke ke” Hyun Woo terkekeh.

            “Kalau begitu aku janji tidak akan menangis lagi, Woo Songsaenim! Aku janji!”

            Kedua nya pun tertawa lepas. Rasanya lega dan juga membanggakan bagi Hyun Woo karena ia mampu membuat Yoon So kembali tersenyum. Suasana berubah menjadi hangat untuk seorang guru dan juga muridnya, seperti orang tua dan anak. Yoon So sendiri kini terus mengumbar senyum serta kebahagiaan yang ia miliki. Anak kecil itu seperti terpengaruh dengan cerita legenda buatan Hyun Woo, setidaknya hal tersebut mengartikan jika dirinya cukup imajinatif bukan?

            “Ayo kita kembali ke sana, nanti akan ku belikan kau es krim”

            “Ne, Songsaenim! Khamsahamnida!

***

            “Ini gila”

            Sang Presiden Direktur masih saja berkelut dengan kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dengan seorang wanita yang sebenarnya membuat ia terpesona. Benar – benar di luar akal sehatnya, Kim Bum jadi sulit untuk berkonsentrasi mempelajari kontrak – kontrak yang perlu ia tanda tangani. Lebih dari 1 jam lamanya ia seperti itu, dan mungkin bisa lebih jika ia tak berusaha untuk membuang pikiran akan Kim So Eun.

            “Dia sama cantiknya dengan Yoon Ae, tapi sifat nya jauh berbeda” sambung Kim Bum. “Yoon Ae sangat ke-ibuan, sementara dia malah tak menyukai anak – anak. Apa jadinya jika ia tau kalau aku seorang Ayah dari satu anak? Bisa – bisa ia akan mencaci maki aku, dan Yoon So yang paling utama”

            Pip pip!

 

            Smartphone yang sedari tadi Kim Bum letakkan di atas meja kerjanya berdering panjang, menandakan ada panggilan masuk untuknya. Segera Kim Bum raih ponsel berwarna hitam tersebut. Ia sentuh tombol hijau dan ia geser tombol itu ke arah kanan.

            “Yeoboseyeo”

            “Appa, bisa jemput Yoon So tidak?”

            “Oh, memangnya acara jalan – jalan ke taman kotanya sudah selesai?”

            “Mmm, Appa cepat datang ya”

            “Iya, kau tunggu di situ dan jangan kemana – mana. Arrachi?

            “Siap komandan!

            Telfon mereka terputus setelah Kim Bum yang memilih untuk menutup telfonnya. Tanpa menunggu lagi ia memutuskan untuk menjemput anak semata wayangnya di taman kota, meninggalkan pekerjaannya sementara di kantor. Kim Bum menitipkan laporannya pada Eunji sampai ia kembali lagi.

***

            Hari sudah mulai siang, ini berarti waktunya rombongan belajar yang di pimpin Hyun Woo untuk bubar. Ya, atau dengan kata lainnya sudah memasuki jam pulang. Yoon So yang sejak tadi terus menempel pada Hyun Woo diberikan sedikit uang untuk membeli sebuah es krim kesukaannya. Betapa senangnya Yoon So karena guru barunya sangat perhatian dan juga memahami perasaannya.

            “Yoon So, sepertinya Songsaenim tidak bisa menemani untuk beli es krim. Apa kau bisa pergi sendiri?” tanya Hyun Woo sambil menunduk pada Yoon So.

            “Iya, aku bisa beli sendiri, Songsaenim. Kan kedai es krimnya dekat dari sini” kata Yoon So yakin.

            “Tapi, ku rasa cuacanya agak mendung sekarang, tidak seperti tadi pagi. Jangan berlama – lama di sana, oke?”

            “Siap!”

            “Bagus. Dan satu lagi, jika ada apa – apa segera kembali ke sini ya”

            “Mmm. Kalau begitu aku pergi dulu ya, Woo Songsaenim!

            “Ne

            Beberapa saat kemudian Yoon So berjalan menuju ke kedai es krim yang berada beberapa meter dari taman kota. Ia berusaha mendorong pintu kaca yang menghalangi langkah nya agar bisa masuk ke dalam toko tersebut. Melihat meja kasir dengan berbagai gambar menu es krim yang tersedia di sana, Yoon So berusaha untuk memanggil penjaga itu. Mengingat postur tubuh Yoon So yang memang masih belum sampai.

            “Annyeong haseo, aku mau membeli es krim coklat – vanilla”

            “Wadahnya menggunakan cone atau mangkuk plastik, adik kecil?”

            “Yang bisa di makan itu, yang warna coklat Ahjusshi

            “Oh, itu namanya cone. Tunggu sebentar ya”

            Tingkah dan juga keberanian Yoon So yang berada di sana tanpa pengawasan siapapun membuat pengunjung kedai es krim di sana terpikat. Ada yang tersenyum karena cara bicaranya yang sangat polos, namun ada juga yang heran karena seorang anak kecil sepertinya sendirian. Lalu datang seorang Pria yang sedari tadi Yoon So tunggu dengan membawa sebuah es krim cone coklat – vanilla.

            “Ini untukmu, hati – hati nanti tumpah ke seragam sekolahmu” ujarnya sembari memberikan es krim nya pada Yoon So.

            “Terima kasih, Ahjusshi. Ini uangnya” balas Yoon So yang kini bergantian memberikan beberapa lembar uang pada Pria itu.

            “Terima kasih, jangan lupa datang kembali!”

            Kim Yoon So terus tersenyum lebar setelah berhasil mendapatkan es krim favoritnya. Ia ingin pergi untuk kembali ke taman kota, karena sang Ayah yaitu Kim Bum akan menjemputnya di sana. Dan ketika Yoon So membalikkan badannya, ia menabrak badan seorang wanita berkulit putih yang keberadaannya tidak ia sadari. Es krim di genggaman tangannya pun tumpah di baju yang wanita kenakan itu. Yoon So mendongakkan kepalanya perlahan, menangkap raut wajah seseorang yang kini sedang menatap dirinya tajam.

            “Astaga, apa yang kau lakukan?!”

            “Maaf Nyonya, aku tidak sengaja melakukannya. Aku minta maaf, sungguh – sungguh minta maaf”

            “Hah kau ini membuatku kesal saja!”

            Yoon So tidak berani mengeluarkan suaranya setelah ia mengetahui jika wanita yang tak sengaja ia tabrak itu marah terhadapnya. Seperti berpasrah dengan tindakan kasar yang akan Yoon So terima akibat dari insiden itu.

            “Hei anak kecil, apa kau tidak di ajarkan melihat ke depan sebelum melangkah oleh Ibu mu? Atau jangan – jangan mereka lupa untuk mengajarkan hal – hal dasar seperti ini, huh?!”

            “M-Maksud Nyonya?”

            “Apa aku harus mengatakannya dengan lebih jelas lagi? Tidak ku sangka ada anak seperti ini, Ibu nya tidak bertanggung jawab sekali terhadap moralnya”

            “Anio! Ibu ku adalah Ibu terbaik di dunia! Nyonya boleh memarahi dan menghukum ku, tapi ku mohon jangan memaki Ibu ku seperti itu!”

            So Eun tercekat. Ya, siapa sangka jika wanita yang emosinya sedang meluap setelah datang ke kantor Kim Bum itu adalah wanita yang berhadapan dengan Yoon So saat ini? Untuk pertama kali nya ia dibuat tercekat oleh seorang bocah kecil yang mungkin masih bisa di bilang ingusan. Yang ia tau, anak itu kini sedang mencoba untuk membela Ibunya di depan So Eun. Membela seakan So Eun benar – benar memaki orang tua nya habis – habisan.

            Baru saja beberapa saat yang lalu So Eun beradu mulut dengan Kim Bum dan berhasil membuatnya naik darah. Dan sekarang ada saja yang membuatnya semakin kesal. Tapi saat ini menjadi waktu yang membuat So Eun bingung. Sebuah kejadian yang aneh, tidak pernah ia alami sebelumnya. Apa harus So Eun membalas ucapan tulus anak ini meskipun ia sedang dalam amarahnya?

***

            “Annyeong haseo

            “Annyeong haseo. Ada yang bisa ku bantu?”

            “Aku ingin menjemput Yoon So, apa kau melihatnya? Tadi dia menelfonku katanya dia meminta untuk dijemput di sini”

            “Yoon So, apa yang kau maksud Kim Yoon So?”

            “Itu benar”

            “Apa kau paman dari Yoon So?”

            “Ani, aku Ayahnya”

            “Mwo?

            Raut wajah Hyun Woo berubah menjadi kaget saat mendengar pengakuan dari Kim Bum. Spontan saja Kim Bum jadi ikut kaget karena reaksi Hyun Woo yang jauh dari kata biasa. Ia pun terkekeh.

            “Ah, maafkan aku. Aku tidak menyangka jika Ayah Yoon So akan semuda anda. Maaf” ujar Hyun Woo dengan berbungkuk sebagai tanda permintaan maafnya.

            “Tidak apa – apa, aku mengerti. Bukan hanya kau yang mengatakan hal itu” jawab Kim Bum enteng. “Jadi, apa kau tau di mana Yoon So?”

            “Tadi ia pergi membeli es krim di kedai yang ada di dekat sana. Maaf juga karena aku tidak bisa menemani Yoon So, aku harus menjaga anak – anak yang belum di jemput oleh orang tuanya” terang Hyun Woo.

            “Bukan masalah, aku akan ke sana. Terima kasih”

            Segera Kim Bum pergi ke tempat yang Hyun Woo arahkan sebelumnya. Perlu selangkah lagi ia bisa memasuki kedai tersebut, tapi kedua mata Kim Bum menangkap sosok yang tak asing lagi baginya. Perawakan wanita itu, ia yakin jika dia adalah So Eun. Dan ketika ia menoleh ke arah lainnya, ia melihat Yoon So yang sedang berdiri dengan guratan keberanian di wajahnya.

            “Yoon So!”

            “Appa!

            Kim Bum dan Yoon So langsung berbagi sebuah pelukan singkat, membuat So Eun yang menyaksikannya semakin tak percaya dengan apa yang ia lihat. Momentum yang kini dirutuki dalam hati kecil So Eun, karena itu lantas ia buang muka seakan tidak peduli dengan apa yang terjadi beberapa detik yang lalu.

            “Ada apa? Apa kau berbuat buruk pada beliau?” tanya Kim Bum.

            “Aku tidak sengaja menumpahkan es krim ku ke baju yang di gunakan Nyonya itu. Sungguh aku tidak sengaja, Appa” dengan kepolosannya Yoon So mengakui kesalahannya.

            “Kau sudah meminta maaf?” sambung Kim Bum.

            “Sudah, tapi..”

            “Tapi apa?”

            “Nyonya itu bilang jika Ibu tidak mengajarkanku untuk bersikap baik. Aku jadi teringat Ibu, sehingga aku membela Ibu dengan berteriak”

            Pria itu menghela nafasnya pelan, tak seharusnya insiden kecil seperti ini terjadi. Di lain pihak Kim Bum juga menyadari kalau wanita bernama Kim So Eun tersebut mengatakan ia tidak memiliki rasa suka terhadap anak kecil. Wajar sebenarnya, namun bila Kim Bum ikut merasa kesal juga hal yang wajar bukan?

            “Aku tau kau marah karena dia menumpahkan makanannya di bajumu, tapi apa perlu kau membawa – bawa peran orang tua nya untuk mencari letak kesalahan seorang anak kecil?” ucap Kim Bum sinis.

            “Kau tidak tau apapun, Tuan” So Eun membalasnya dengan begitu singkat.

            “Kalau begitu bisakah kau tidak menumpahkan kebencianmu pada nya ataupun anak kecil lainnya? Apa kau tidak bisa mengontrol sedikit emosimu dengan merenung sebentar saja?” Kim Bum melanjutkan ucapannya.

            “Aku akan mempelajari hal itu, terima kasih untuk saranmu. Kau tau, aku lelah berdebat lagi dengan mu. Hari ini menjadi hari yang sangat sial karena harus bertemu dengan orang yang membuatku kesal dua kali. Jika masih berniat untuk melakukannya, lain kali saja. Itu pun kalau aku masih mau melihatmu” entah kenapa kali ini So Eun memilih untuk mengalah.

            “Oh, kau sedang mencoba untuk menghindar rupanya. Baiklah, aku akan bersikap sama seperti mu” pada akhirnya Kim Bum mengerti apa yang So Eun inginkan. “Maaf karena telah membuat pakaian mu kotor. Yoon So benar – benar tak ingin melakukannya”

            Kali ini giliran So Eun yang membuang nafasnya dengan sedikit kasar. Ia tau sikapnya tidak etis, andai saja orang – orang di sana tau latar belakang keluarga So Eun yang merupakan kalangan kelas atas.

            Ia menjawab perkataan Kim Bum dengan mendengus tanpa menggabungkan raut wajah yang aneh – aneh. So Eun memilih untuk pergi dari tempat itu sesegera mungkin dengan harapan agar amarahnya cepat mereda. Sayang, awan mendung yang sebelumnya sempat menutupi matahari kini berganti menjadi rentetan tetes air hujan. Ia bisa pergi kemana dengan cuaca buruk seperti ini?

            “Aish kenapa harus hujan di saat mobil ku tinggalkan di kantor? Kalau bukan karena lelah sudah ku gunakan kemanapun ku pergi, menyebalkan” gerutu So Eun sambil memukul pelan kepalanya. Menyesal dengan kebodohan yang ia lakukan hari ini.

            So Eun pun memutuskan untuk berdiam sejenak, berharap hujan mereda dalam waktu sebentar. Sementara Kim Bum dan Yoon So memilih untuk duduk di slah satu meja kosong setelah memesan dua mangkuk es krim untuk mereka santap.

Detik demi detik berjalan, tak terasa So Eun sudah menunggu di sana lebih dari 15 menit lamanya. Sepatu high heels yang terbalut di kaki indahnya membuat ia tidak nyaman dan gelisah. Sikap So Eun yang hanya mendengus di depan kedai dan tak beranjak juga ternyata di perhatikan oleh Kim Yoon So. Perhatian nya hanya terfokus pada So Eun, hingga ia langsung mengerti apa yang harusnya ia perbuat.

            “Appa” panggil Yoon So, menarik – narik tangan Kim Bum.

            “Ya? Apa kau mau membeli es krim lagi, huh?” Kim Bum mencoba menerka jalan pikiran anaknya.

            “Aku tidak mau es krim lagi, perutku sudah kenyang” Yoon So menggeleng. “Aku mau meminta tolong pada Appa

            “Minta tolong?”

            “Mmm. Appa mau antarkan Nyonya itu pergi ke tempat yang dia inginkan tidak? Sepertinya beliau tidak bisa pergi karena takut kehujanan”

            “Nyonya siapa?”

            “Itu, yang tadi tidak sengaja aku menumpahkan es krim di pakaiannya. Sejak tadi ia hanya berdiri sendirian menunggu di sana” jari telunjuk Yoon So menunjuk ke arah So Eun, diikuti oleh Kim Bum yang ikut memperhatikannya.

            “Appa senang kau menjadi anak yang perhatian pada orang lain, tapi dia masih bisa naik taksi” ujar Kim Bum sekenanya. Bukan, ia memang menjawab seperti itu karena ia tak mau berurusan lagi dengan So Eun.

            “Kok Appa menjawab seperti itu? Kan Appa sendiri yang mengajariku agar menjadi orang yang suka menolong”

            “Tapi di waktu yang tepat, Yoon So. Sudah, lebih baik kau teruskan makan es krimnya”

            “Ayolah Appa, ku mohon. Aku tidak tega melihatnya menunggu sambil berdiri seperti itu, pasti melelahkan”

            “Yoon So”

            “Appa bisa mengantarnya setelah mengantarkanku pulang, aku bisa bermain dengan Ahjumma nanti. Jadi Appa tidak perlu khawatir”

            Kim Bum merasa seperti tahanan yang perlu melakukan pekerjaan karena di paksa, hanya bedanya ia di paksa oleh anaknya sendiri. Tak punya pilihan, ia pun mengikuti Yoon So yang menarik tangannya untuk menghampiri So Eun di depan kedai.

            “Halo” sapa Yoon So. “Apa Nyonya merasa terganggu?”

            So Eun menoleh pada Yoon So dan juga pria yang berdiri tepat di belakangnya, Kim Bum. “Apa yang kau inginkan?”

            “Aku minta maaf kalau Nyonya masih kesal padaku, tapi Appa ku mau mengantar kan Nyonya untuk pergi. Appa membawa mobil, jadi Nyonya tidak akan kehujanan” kata Yoon So, membuat lawan bicaranya diam seribu bahasa.

            “A-Aku tidak apa, aku bisa menunggu. Kalian pergi saja”

            “Tapi aku sudah memohon pada Appa untuk mengantarkan Nyonya, Nyonya ikut bersama kami saja ya?”

            Hati So Eun terasa tersentuh mendengar Yoon So yang sampai memintanya untuk pergi bersama dengan sang Ayah. Ia masih saja mendapat tatapan tulus dari Yoon So, lalu Kim Bum hanya memberikan anggukan sebagai tanda bagi So Eun. Isyarat agar wanita tersebut bersedia ikut bersamanya.

            “Baiklah”

***

            “Nyonya tinggal di mana?”

            “Masih di Seoul tentunya”

            “Nyonya bekerja di mana?”

            “Desainer, untuk sebuah perusahaan dan juga usaha kecilku sendiri”

            “Wah, itu keren! Apa Nyonya bisa membuat desain robot mobil kesukaanku?”

            “Tentu saja tidak bisa, mendesain baju dan mendesain robot itu berbeda jauh. Ck”

***

            “Nyonya tau tidak, wajah Nyonya mirip sekali dengan aktris Korea yang biasa tampil di televisi. Biar ku ingat – ingat.. Ah, namanya Jung So Min! Iya tidak???”

            “Oh ya? Ke ke ke

            “Aku tidak bohong! Atau jangan – jangan Nyonya adalah artis yang berpura – pura sebagai warga biasa ya???”

            “Untuk apa aku melakukannya? Aku memang cantik seperti aktris Korea. Dan satu lagi, berhenti memanggil ku dengan sebutan ‘Nyonya’. Aku tidak setua itu”

            “Oh, baiklah. Aku panggil ‘Noona’ saja boleh tidak?”

***

            “Noona sudah punya laki – laki?”

            “Eh, maksudmu?”

            “Laki – laki, Namjachingu. Atau sudah punya keluarga sendiri?”

            “Hei Kim Yoon So, untuk apa kau bertanya hal seperti itu padanya?”

            “Aku kan sedang berusaha untuk mencarikan perempuan untuk Appa, biar Appa tidak sendirian. Lagi pula di rumah tidak ada perempuan, aku bosan hanya bertemu dengan Appa setiap malam. Ke ke ke

***

            “Noona, aku pulang duluan ya. Appa sudah berjanji padaku untuk mengantarkan Noona kemana pun Noona pergi. Tidak perlu khawatir” kata Yoon So dengan cengirannya yang lebar. So Eun terlihat tersenyum kecil.

            “Appa, jangan ingkari janji ya! Awas saja kalau Appa menurunkan Noona di jalan, akan Yoon So kuncikan di luar rumah!” kali ini Yoon So bicara pada Kim Bum dengan nada mengancam.

            “Ya ya ya Appa janji” balas Kim Bum.

            “He he he” bocah itu kembali tertawa mendengar Ayahnya menjawab seenaknya. “Aku masuk ke dalam dulu, hati – hati di jalan!”

            Mobil sedan hitam milik Kim Bum kembali melaju setelah mengantarkan Yoon So pulang ke rumah. So Eun tidak sempat turun dari mobil karena tidak ingin mengganggu pembicaraan Kim Bum dan juga Yoon So. Sesaat setelah anak laki – laki itu kembali ke rumahnya, suasana canggung menyelimuti dua orang yang duduk di dalam kendaraan beroda empat tersebut. Mungkin bayangan adu mulut di kantor dan kedai es krim masih jelas menempel di memori keduanya.

            “Maaf karena Yoon So membuatmu tidak nyaman, tapi niatnya dari awal sebenarnya baik padamu” Kim Bum memecah keheningan dengan tetap fokus pada kemudi.

            “Aku mengerti” balas So Eun. Maaf juga karena semua ucapanku yang menyakiti hatimu dan juga Yoon So. Asal kau tau saja, temperamen ku memang seperti ini”

            “Aku sudah melupakannya” jawaban Kim Bum membuat So Eun lega. “Bagaimana bisa kau berada di sana bersama dengan Yoon So?”

            “Aku biasa ke sana jika mood ku sedang buruk, dulunya suka berkumpul di sana dengan teman kuliah. Kau sendiri?”

            “Menjemputnya sepulang sekolah, tapi gurunya bilang dia pergi membeli es krim. Langsung saja aku ke sana”

            “Begitukah?” ucapan So Eun menggantung. “Aku tidak pernah menyangka kau sudah berkeluarga dan memiliki anak”

            “Kau adalah orang kesekian yang mengatakan demikian. Apa wajahku begitu menipumu?”

            “Sebenarnya iya, dan karena itu juga aku jujur tentang ketidak sukaan ku pada anak – anak”

            “Dan aku juga ingin jujur jika aku masih tak percaya kau tidak menyukai anak – anak. Selama di perjalanan tadi kau selalu menjawab pertanyaan Yoon So yang tiada habisnya”

            So Eun tertawa kecil mendengar pengakuan dari Kim Bum yang terkesan blak – blakan. Wajahnya begitu manis saat ia tertawa, hingga Kim Bum tak sadar kalau dirinya ikut tersenyum kecil melihat sisi lain So Eun sekarang. Alunan musik yang saat itu tengah memutar sebuah lagu dari Mariah Carey yang berjudul Beautiful membuat suasana semakin hangat.

            “Aku sedikit menjaga jarak dengannya, namun anak itu membuat pertahananku runtuh. Dia pintar, punya rasa ingin tau yang tinggi, menyenangkan, dan juga tampan untuk anak seumurannya” aku So Eun. Seketika ia teringat insiden kecil di kedai es krim beberapa saat yang lalu.

            “Dia tampan karena mendapat turunan dari Ayahnya” kata Kim Bum enteng.

            “Kalau begitu ia akan mewarisi sifat pede Ayahnya” celetuk So Eun membuat keduanya tertawa.

            “Jadi, kau mau pergi ke mana?” ucap Kim Bum mengganti topik pembicaraan.

            “Sudah tidak hujan kan? Kalau begitu bisakah kau mengantarkanku ke tempat pemakaman di daerah Myeong Do?”

            “Apa ada teman atau saudaramu yang akan dimakamkan hari ini? Atau

            “Bukan, aku ingin mengunjungi seseorang yang sudah terbaring lama di sana”

***

            Sudah beberapa menit Kim Bum termenung di balik kemudi mobilnya tanpa bersuara. Hati dan pikirannya tidak sinkron hanya karena ia merasa penasaran dengan apa yang So Eun lakukan di sana. Kim Bum memang belum keluar dari area pemakaman tersebut. Bukan hanya karena So Eun tapi karena seseorang yang pernah ia cintai pun tertidur untuk selamanya di sana. Ia tak bisa diam lagi, akhirnya Kim Bum memutar balik mobilnya ke tempat So Eun meminta untuk di turunkan.

            Selangkah demi selangkah ia mendekati So Eun yang sosoknya sudah terlihat dari manik mata milik Kim Bum. Ada yang aneh di sini, Kim Bum semakin sadar dan yakin setelah ia benar – benar berada di belakang So Eun yang kala itu masih menaburkan bunga di sebuah tumpukan tanah.

            “Yoon Ae”

            So Eun menoleh ke arah sumber suara itu. Ia mendapati Kim Bum yang justru berdiri menggumam sebuah nama yang tidak ia kenal. So Eun berusaha untuk menyadarkan Kim Bum dari lamunannya.

            “Kau, mengapa kau ada di sini? Bukankah kau sudah pergi setelah mengantarkanku tadi?” tanya So Eun.

            “Siapa yang kau kunjungi?” ujar Kim Bum berbalik tanya.

            “Apa yang kau katakan?” So Eun membalas dengan sedikit gugup.

            “Apa makam yang sedang berada di depanmu ini, adalah orang yang berarti untukmu?” imbuh Kim Bum lagi.

            “Ya, dia Ibuku”

            Kim Bum menatap hangat mata So Eun, membuat hati kecil wanita itu semakin lama semakin terasa rapuh hanya dalam hitungan detik. Seakan memaksa nya untuk berterus terang dengan apa yang sudah pernah So Eun alami di masa lalu.

            “Ibu meninggal saat aku berumur 6 tahun. Ia meninggal karena berusaha untuk menyelamatkan seorang anak laki – laki yang hampir tertabrak bis. Anak itu mungkin seumuran denganku, aku tak pernah tau siapa dia karena yang ku tau dia telah merenggut nyawa Ibuku”

            “Lalu apa yang kau lakukan? Mengapa kau kembali dan bersikap seperti ini?”

            “A-Aku” cara bicara Kim Bum yang terbata – bata membuat So Eun semakin merasa heran. “Istriku, di makamkan tepat di samping makam Ibumu”

            “Istrimu?”

            “Ku mohon hentikan semua ucapanmu, omong kosong itu tidak akan merubah keadaan, Yoon Ae”

            “Aku sudah lelah, Bum-ah. Aku lelah jika harus terus – menerus ke rumah sakit dan melakukan semua pengobatan itu. Toh orang tuaku juga sudah menganggap ku hina. Ya, aku memang hina. Kenapa aku baru menyadarinya?”

            “Tidak ada seorang pun yang menganggapmu seperti itu. Kau sudah membuktikan jika kau bisa melahirkan Yoon So dengan sehat, apa lagi yang membuatmu putus asa? Aku bahkan sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk selalu menjaga dan menerima kekuranganmu”

            “Hanya kau yang bisa menerimaku, sementara yang lain? Aku hanya mantan seorang penghibur yang menderita AIDS, aku tidak di anggap oleh keluargaku sendiri, lalu aku melahirkan anak dari hubungan yang tak seharusnya. Dan kau tau, tumpuan harapanku hanya ada padamu, Kim Bum”

 

            Sentuhan lembut dari tangan Yoon Ae di wajah Kim Bum membuatnya semakin tak rela melepaskan wanita ini. Dengan penuh cinta dan kerelaan setelah apa yang mereka hadapi bersama, Kim Bum tidak ingin menerima akhir yang menyakitkan. Semua ini bukanlah apa yang ia pernah impikan.

 

            “Jika aku pergi, maukah kau berjanji untuk menjaga dan merawat Yoon So? Ku mohon, meskipun kau bukanlah Ayah kandungnya, aku hanya bisa mengharapkanmu agar ia memiliki masa depan yang baik, bukan sepertiku” ucap Yoon Ae sendu.

            “Song Yoon Ae, sungguh aku

            “Terima kasih kau sudah menerimaku untuk bisa berada di sisimu, Kim Bum”

 

***

            Hari itu menjadi hari yang begitu berharga untuk keduanya, baik bagi Kim Bum maupun Kim So Eun. Ketidak sengajaan yang melibatkan salah seorang yang memiliki arti penting dalam hidup mereka membuat Kim Bum dan So Eun mengenal pribadi satu sama lain, jauh dari orang – orang yang mereka kenal sebelumnya. Tak ayal jika sesekali mereka bertemu untuk sekedar berbincang atau mendiskusikan proyek grup yang Kim Bum pimpin di kemudian hari.

            “Bukankah sudah ku katakan aku mampu menangani hal ini? Mengapa kau masih meragukanku?”

            “Aku hanya tidak ingin membuat rasa trauma mu semakin menjadi. Lagi pula aku sudah meminta Eunji untuk mengalihkan proyek ini ke desainer lain, kau tidak perlu khawatir”

            “Apa kau tidak sadar jika aku sedang berusaha untuk menghilangkan trauma ini? Hah, ku pikir kau akan membantuku dengan senang hati”

            “Hei, siapa yang mengatakan jika aku tidak membantumu? Aku percaya kau bisa melakukannya, dan ku rasa trauma mu itu sudah hilang sekarang”

            “Bagaimana bisa kau mengambil kesimpulan seperti itu? Kau kan tidak tau apa – apa tentangku”

            “Anak itu buktinya”

            Mata Kim Bum merujuk pada Yoon So yang sedang tertidur nyaman di pangkuan So Eun. Sepulang jam kerja Yoon So memaksa Kim Bum agar mengajak So Eun datang ke rumah mereka, dengan alasan ia ingin bermain dengan So Eun. Untung saja dia menerima undangan Kim Bum dengan senang hati, kalau tidak habislah Kim Bum di tangan Yoon So.

            “Dari awal kau datang ia sangat senang dan menuruti semua perkataanmu, mungkin sampai lupa jika masih ada aku di sini. Dan sekarang anak itu masih tidak terbangun juga” titah Kim Bum bersamaan dengan senyuman kecil.

            “Mungkin karena dia lelah setelah seharian bersekolah dan bermain denganku. Aku sudah mengatakan pada Yoon So aku perlu sedikit bicara denganmu mengenai masalah pekerjaan, tapi dia tidak mau masuk ke kamarnya” ujar So Eun lembut.

            “Dia menyayangimu” singkat Kim Bum.

            “Aku juga menyayanginya, kau juga pasti sama”

            “Bukan seperti itu, ku rasa Yoon So sudah memberikan mu tempat yang istimewa dalam hatinya. Yoon So sudah ditinggalkan oleh Ibunya sejak bayi, selama itu dia tak pernah merasa kasih sayang Ibu secara langsung. Dia begitu peka dan perasa. Apapun yang ia lakukan itu mewakili apa yang ia rasakan. Aku yakin dia mulai berpikiran jika sosok Ibunya ada dalam dirimu”

            Jujur saja, ucapan Kim Bum benar – benar membuat So Eun terkesiap. Sifat dan tingkah Yoon So memang membuat So Eun ikut menumpahkan segala rasa sayangnya. Di sisi lain ia harus menyadari siapa dia di dalam hidup Yoon So dan juga Kim Bum. So Eun tak mau membuat masalah dengan persepsi orang luar yang mungkin menganggapnya wanita tak bermoral, ikut campur dalam kehidupan keluarga yang sudah kehilangan sosok istri dan juga ibu. Sedetik kemudian So Eun hanya tersenyum simpul.

            “Malam semakin larut, ku rasa kita harus memindahkan Yoon So ke dalam kamarnya”

            Kim Bum dan So Eun saling membantu dalam hal ini. Kim Bum membawa bocah tersebut di atas punggungnya, sementara So Eun membukakan pintu dan ikut menyelimuti Yoon So di atas kasur. Setelah memastikan segala sesuatunya tidak ada yang tertinggal, keduanya meninggalkan Yoon So di dalam ruangan itu. Menutup daun pintu sepelan mungkin sehingga tak menimbulkan suara.

            “Kim So Eun”

            “Hmm?”

            “Jika Yoon So memang benar mulai menganggapmu sebagai Ibunya, apa kau bersedia untuk membuatnya menjadi nyata?”

– The End –

 

 

Maaf untuk keterlambatan lanjutan ceritanya.

Jujur mental menulis saya langsung drop waktu ada berita si tokoh utama pria di fanfiction ini sudah menjalin hubungan khusus dengan aktris lain.

Imajinasi saya jadi bubar semua, pokoknya sampai bikin saya ga mood untuk buka internet sampai facebook sekalipun. Parah kan?

Tapi emangnya saya siapa ngelarang – larang Kim Bum pacaran tapi bukan sama Kim So Eun?

Well, saya berusaha untuk ga kecewa sama si cowok sih, itu pun kalau bisa..

 

Ya sudah!

Misalnya ada yang bilang endingnya gantung kalau bisa jangan di protes ya. Akhir ceritanya bisa di lanjutkan sendiri tergantung pembaca maunya gimana.

Saya nyerah soalnya /kick/

Yang sudah sempetin baca ditunggu sampai kapanpun komentarnya.

Kalau ada yang mau tanya – tanya atau sharing atau apa (asik deh) langsung ke email saya aja ya.

chandrasyifaw@gmail.com

Karena kemarin masih suka ada yang nanya tapi ga saya balas.

Efek lupa sama kehidupan maya, hahaha.

Sampai jumpa!

 

Syifa.

(I’m a Bumsso Mates!)

 

 

Tagged: , , , , , ,

43 thoughts on “(TS) Difference – Part 2 (End)

  1. cucancie November 30, 2013 pukul 1:49 pm Reply

    Akhirnya dilanjut jg,walaupun endingnya gantung..tp gpp deh yg penting udh tau so eun dingin sm anak2 krn alasan itu…sebenarnya nunggu bgt moment romantis bumsso,tp ya sudahlah…ditunggu ff lainnya ya thor…hwaiting!!

  2. senrumi November 30, 2013 pukul 2:23 pm Reply

    Kok ngantung
    knp gk dilanjut ya kan mubazir klu gk dilanjut

  3. Kwon so eun November 30, 2013 pukul 2:25 pm Reply

    Keren,,,20 jempol buat eonni,,,10 jempol tangan dan 10 jempol kaki🙂

  4. chakhan yeoja November 30, 2013 pukul 2:48 pm Reply

    oh..jd trnyata yoon so bkan anak kndung kimbum..
    soeun udah brusaha hlangin traumanya,jd hubngannya sm kimbum mkin dkat,jd suka..🙂
    d tnggu next ff

  5. sugarsoya November 30, 2013 pukul 2:49 pm Reply

    Akhirnya dipost…
    Aku kira bakalan sad ending, tapi ternyata happy ending, yeeeeaaahhh!!
    Ohh jadi bum itu sebenernya bukan appanya yeon so, humm…
    Soeun udah ga benci lagi sama anak kecil dan sekarang malah sayang banget ama yeonso, kira2 sso nerima ga ya jadi mamanya yeonso…??
    Syifa bikin special partnya doang, bumsso nikah dan hidup bahagia, hehe…
    Kerenn pokoknya, endingnya mengejutkan!! Ditunggu next ffnya ya…

    • koreanfanfictland Desember 3, 2013 pukul 12:30 pm Reply

      Engga dong, males kalo bikin sad ending. Pasti ujung2 nya di protes suruh bikin sequel terus happy end, hahahah #tendang
      Ada planning sih buat epilognya, cuma liat nanti deh waktunya ada atau engga. Makasih udah komen :’)

  6. pipip November 30, 2013 pukul 4:45 pm Reply

    waaa akirnya ff ini dpost jg
    trnyra yonso bkn ank kmbum sbnernya
    dkiraiin konfliknya akn brlnjut dkrain ank llki yg dslmatin ibu so itu kmbum trnyta itu hnya hyalan cerita sya aja
    ceritanya bgus seru, dsni kmbum jdi ssok yg sngt bjksna dan lmbut jdi sosweet aplgi bgian endingnya
    ttep smngtbya eon buat ff bumsso lainnya

  7. vaaani November 30, 2013 pukul 9:00 pm Reply

    ooooooh trnyata yg gak mau buat desain anak2 itu hihi jd ngt lagi

    well, semua sempat kaget chan, sbg readers pun awalnya down mw baca,
    tp apapun itu toh hanya pacaran dan itu hak mereka imajinasi tetaplah imajinasi, ff kan fungsinya menghibur jd kl ada g2 yasudahlah, lewati aj..
    gomawo Yoon so, akhirnya melehkan hati so eun jg, menjadi penghubung bumsso
    goooooo yon so

    eaaaa, takdir ^^ dimakamin bersebelahan
    oh yon so bukan anak kim bum, keren kim bum

    endingnya menurutku happy😀
    so eun mengangguk dan beneran deh jd ibu yon so dan istri kim bum

  8. sendy sekar Desember 1, 2013 pukul 12:27 am Reply

    Endingnya ngegantung ya eon .___.
    Tapi keren ceritanya, sso jadi sayang sama yoon so padahal dia kgk suka anak kecil. Kira2 sso bkal nerima gk ya jdi eomma nyatanya yoon so?
    Ditunggu karya selanjutnya🙂

    • koreanfanfictland Desember 3, 2013 pukul 12:32 pm Reply

      ending ngegantung itu bukannya udah ciri khas ku ya? hahaha xD

  9. yulie_bumsso Desember 1, 2013 pukul 12:55 am Reply

    Jiahh krenn eoonie..sukaa bggett..
    Sma bggett sma eon Syifaa..yuly jgaa sdihh dngan brta n gak nyangka ajaa gtu,tpii mw d apakanlah itu plhan n..
    😦.
    Eon skaa bggett,brharap jdii nyata ajaaa smua FF yg d buat..
    🙂.
    Jiahh so eun akhr n mnglgakan jga rsa bnci n sma anak2..jiahhh kimbum trnyata bkan ayah kandung yoon so..#miris bggett tw aslinya..
    Eon benar gak mw nlis FF lgii yakk..jiah sdihh yuly..
    Brhraap klo eon ingat Bumsso mw nlis lgii crta bruu..
    Sllu di tunggu crta n eon..kpanpun itu..
    SeBumsso SeMates..
    🙂.

  10. Soeun Desember 1, 2013 pukul 3:42 am Reply

    Keren (y)
    akhirnya Sso yg tdk suka anak2 jdi ramah karna yoon so
    akhirnya gmn thu ???
    Ditunggu slanjutnya

  11. sintiabumsso Desember 1, 2013 pukul 4:37 am Reply

    Akhirnyaaaaaa hoaaaa aku sudah bulak-balik wp hehehe kyaaaa keren kak akhirnya smuanya jelas kekeke endingnya bolehkah aku protes /digamparauthor/ wkwkwk hwaaaa spertinya yoon so merasakan punya ibu saat bersama sso nyaman yaa hahaha itu itu itu itu akhirnyaaaa hahaha bum itu lamar atau ngajak berantem *plaksss* tapi apa jwaba sso itu kak?????😄
    hoaaa nado kak aku sbenernya kesal tapi siapa aku? Cukup hati aku buat bumsso jd ga mau kepengaruh sama berita itu huaaaa tp tetep ga rela kekekek
    ditunggu kak karya selanjutnya^^

    • koreanfanfictland Desember 3, 2013 pukul 12:33 pm Reply

      Jiah segala bolak-balik wp, kalo udah di post pasti ku share kok linknya. Jadi ga usah repot2 yaa :’)

  12. kmajng9972 Desember 1, 2013 pukul 6:10 am Reply

    hoaaa end??? eonni bikin special part-nya, jebal~~~ kepengen tau jawabannya sssonni :)) hwaithing!!

  13. Dinnur Desember 1, 2013 pukul 11:22 am Reply

    Gantung eon,
    oh yoon so itu bukan anak kandung kim bum,
    bikinin sequelnya dong waktu bumsso jadi keluarga

  14. kiki chan Desember 1, 2013 pukul 7:28 pm Reply

    seperti yg aq blg d part sebelumnya,aq selalu suka ff family yg ada anak kecilnya.. krn di sini qta jd bs lihat sisi dewasa dan ekspresi kasih sayang dr para castnya.

    suka bgt thor sm ff nya. tp ada yg aga cepet alurnya,trs krg panjang. sebenernya sih pgn minta special partnya.. blm tau bgmn perasaan bumsso yg sebenarnya satu sm lain. hhe

    soal kb-mgy aq jg sedih sih. tp skrg udah ga begitu mikirin. berharap yg terbaik aj utk mereka ber2. smg soeun jg ketemu jodohnya yg terbaik🙂

    • koreanfanfictland Desember 3, 2013 pukul 12:35 pm Reply

      Wah ternyata ada yg sepaham ya, Saya jg ada feel alur nya kecepetan, cuma kalau di perpanjang takut ga selesai dan malah bingung lanjutin nya kapan. Tapi makasih yaaa

  15. Adyani bumsso Desember 2, 2013 pukul 1:59 am Reply

    Akhirx di lanjut jg setelah sekian lama menunggu ..hehe

    akhirx yoo so bsa buat sso berunbah dan bsa buat kb ma sso deket py kok ceritax digantung cih pdhal seru tuh klw di lanjut dan berakhir happy end

  16. kim Ra rA Desember 2, 2013 pukul 4:37 am Reply

    bukan cuma Author yang kehilangan mood nya saya pub sama. terasa berbeda saat membaca fanfic bumsso. but apa pun itu di bawa enjoy aja

    ceritanya seru natural banget ngalir gitu aja. pokok nya keren dech.

  17. Firna Nafisa Desember 2, 2013 pukul 7:00 am Reply

    Sama thor, aku juga kecewa bgt denger beritanya. Sweatdrop bgt.
    Tapi itu ceritanya pas kebawah jadi ga ngerti alurnya thor *efekgalau* wkwk

  18. salmadanputri Desember 2, 2013 pukul 8:55 am Reply

    sma author say jga kecwa bgt.
    cerita author bgus bgt tpi author mesti semangat lg dong agar bisa melanjutkan ini,,,
    jgn smpe ngegantung kyk gni,,,,,
    walaupun author lg gk mod,,,,tpi author mesti tetep semangat dan tetap berkarya lg…
    untuk buat crta2 tntg BUMSSO…..

    • koreanfanfictland Desember 3, 2013 pukul 12:38 pm Reply

      Duh berasa ga enak ada yg support sampe kaya gini, thanks a lot yaaa :’)

  19. dannn Desember 2, 2013 pukul 9:05 am Reply

    huuu… aku selalu suka sama ff karya.nya si unnie. apapun itu.
    *prok prok prokk
    terharu ;'( so sweet banget. bagus lah pokoknya.

    ak juga sempet kecewa denger si pria mempublikasikan hub. barunya tapi tidak dengan si wanita ini. melainkan wanita lain. dan saya mencoba untuk berbesar hati menerima itu krn benar kata author, kita bukan siapa2 yg bisa ngelarang si cwo untuk berhubungan dengan orang lain. so, yaudah sih terserah dia.
    yang pasti dalam hatiku kim bum hanya untuk soeun seorang. *cielah
    dan saya masih tetap berharap pada mereka akhirnya bersama T.T

  20. Zaily Desember 3, 2013 pukul 12:14 am Reply

    Yah endny gantung thor:-(
    Tp gpp deh yg pntng inti mslahny tau . . .
    Trnyta yoon sso bkan ankny kim bum
    mskipun smua bumsso mate kcwa n author udh gagh nlis ff lg ttp smangat ya thor???:-)

  21. pipi Desember 4, 2013 pukul 11:07 am Reply

    Hi, new reader.. Sama kesel juga ama si co gegara pnya hbngan sama artis lain.😥 krna itu makin gencar nyari2 ff bumsso stelah sekian lama ga baca. Eh dapet ff kamu. Keren critanya. Rapi bgt. Dan yah ngegantung. Tapi aku paham kok. Hhe. Kecewa berat mmg sama si bum… Mian ya baru komen disisini. Hhhe..
    Smoga mood kamu membaik dan buat ff bumsso yg lain.🙂 ditunggu…

  22. Tetta Andira Desember 4, 2013 pukul 1:46 pm Reply

    Wahh ,, trnyatta faktor berita ‘ituh’ yaa ??😄
    iyaa ,, emng thor .. Berita’x bikin sesak -sesesaksesaknya- ..
    Hmm ,, bt bersyukur jg sihh ..
    sekalipun author-nim nulis’x rada stngh hati ,,
    crta’x ttep daebak koqq .. Pkpk’x hwaiting thor ..

  23. Puji Zulfia Desember 7, 2013 pukul 10:25 pm Reply

    ada beberapa yg membuat saya bingung jadi harus ngulangi bacanya
    adegan flashbacknya terutama , gak ada penandanya . Apalagi waktu yang dimakam
    tapi keseluruhan suka kok walaupun endingnya rada nggantung tapi seenggaknya trauma sso terhadap anak kecil udah hilang dan malah menyayangi yoon so
    kalo mengenai skandal si pemeran utama pria aku juga ngerasain. Rada kecewa sih tapi seperti kata author kita kan gak berhak ngelarang dia untk berhubungan dg siapa aja kalo itu bisa buat dia bahagia, why not ?? Bumsso jjang

    • koreanfanfictland Desember 28, 2013 pukul 8:43 am Reply

      Iya, saya memang sengaja ga kasih tanda dimana flashback nya dimulai dan dimana flashbacknya berakhir. Saya mau coba untuk menerapkan sistem penulisan yg aslinya, coba deh kalau di novel – novel kan bagian review nya ga adaa tulisan ‘flash back’ gitu. Buat saya pribadi jadi ga keliatan rapih. Sedikit – sedikit saya coba merapihkan gaya penulisan saya, itu buat saya pribadi lho, hehehe.

      Kalau masalah ending, hmm saya udah pernah kasih tau kalau saya hobinya bikin yang ngegantung gitu *lho. Lebih suka menyerahkan akhirnya sama pembaca aja. Tp utk lain kali kapan – kapan saya bikin yg endingnya jelas deh yaaa.

      Terima kasih utk komentarnya~

      -Syifa

  24. ria Desember 8, 2013 pukul 4:26 pm Reply

    i’m a bumsso mates wuihh kt2 penyemangat thor. . .
    aku suka sm jalan crt y d ff two part ini . . . walaupun agak gantung. tp gapapa . kt reader jg sempet down dngr kbr bumpa. .

    tetep semangat y thor buat ff or os . aku ttp tngu karya2 mu thor

  25. Nhae yorieE Desember 10, 2013 pukul 3:36 am Reply

    Tpi te2p seruu koq thor.,.ya meskipun msih gantung..he he

  26. xvJinki14 Desember 10, 2013 pukul 7:02 pm Reply

    Aduh… Alur nya kecepetan thor…
    Tapi gpp lah… Lumayan bagus buat dibaca…

  27. Nitha Chan Januari 18, 2014 pukul 1:33 am Reply

    keren koq… alurnya ceritannya dapet bgt… aku suka yg seperti ini… aku bisa membuat atau menyimpulkan endingnya sesuka hatiku karena aku seorang Mates.. dan hanya mereka berdua my idol… jadi walaupun di dunia nyata tokoh utama memilih artis lain utk menjadi kekasihnya… toh dalam hatiku tetap Bumsso forever…. dan lagi pula mereka hanya kekasih saja belum menikah… masa depan tak ada yang tau.. dan kita sebagai Mates dan Bumsso forever hanya bisa mendoakan mereka akan bersatu di kemudian hari dan di dunia nyata… Amin….
    Salam Mates.. 😀

  28. unniechan Januari 22, 2014 pukul 6:07 am Reply

    hehehe bubar semua imajinasinya dengar berita itu?
    ditunggu karya berikutnya

  29. Han Hye Mi Februari 6, 2014 pukul 11:45 am Reply

    Annyeong author…. br nemuin cerita ini. Suka bgt sm gaya tulisannya. Walau alurnya agak kecepetan tp kaya baca novel. Tp cerita ini sukses jd salah satu cerita bumsso favoritQ. Thanks ya author…..🙂
    Q jg langsung patah hati berhari2 waktu baca berita soal kb n mgy. Walaupun jujur sebenernya q jg bukan shipper bumsso sejati tp mereka salah 1 pasangan yg q favoritkan. Makanya q patah hati berat. N beberapa saat males baca2 ttg kb. Ff maupun beritanya. Karna kl liat fotonya rasanya nyesek bgt. Br akhir2 ni q mulai baca2 soal ff kb lg. Karna di dunia ent. Korea banyak hubungan2 yg cuma direkayasa. Utk menaikkan pamor atau sekedar promo aja. Itu yg q harapkan yg sdg terjadi sm kb n mgy. Semoga aja hub mereka hanya settingan belaka. *ngarepbanget.com heheheheheheee
    Ga jarang hubungan yg sebenrnya justru disembunyiin sampai mereka memutuskan menikah. Yaaa… kita liat aja selanjutnya.
    Sorry thor kl kepanjangan, semangat terus ya… semoga tetap bisa berkarya. Keep up the good work, author. Fighting!!!

  30. masni Maret 4, 2014 pukul 8:41 am Reply

    bagus ceritanya.. lanjutin lagi donk sekalian doain bumsso bersatu selamanya… aku gak rela kalau kim bum lirik wanita lain…
    selama pernikahan belum dilaksanakan selama itu juga bumsso masih bisa bersatu lagi kan.. ?
    pacaran bukan berarti jodoh kan.. ?
    jadi jangan pikirin gosipnya.. kalau jodoh gak ada yang bisa misahin kim bum & so eun…#ngarap bangat..
    fighting bwt authornya…

  31. Soeun Maret 15, 2014 pukul 7:07 am Reply

    Hah senang nya Sso jdi menyukai anak kecil lge … Hm scara tak langsung kim bum melamar Sso
    daebaakkk

  32. rymaza April 20, 2014 pukul 2:27 pm Reply

    Wahh akhirnya so eun membuka hatinya juga sama anak kecil. Meskipun akhirnya menggantung, tp kalimat terakhirnya bener2 sudah mewakili ending nya😀

  33. lilis suryani Juni 30, 2014 pukul 4:55 pm Reply

    gantungggg

  34. gazzafire Juli 15, 2014 pukul 6:08 am Reply

    jujur aja kurang puas sama endingnya…. bikinen sequel dong…
    ceritanya udah bagus.. feelnya aku dapet…

  35. fitrimadonakyusso21 Agustus 2, 2014 pukul 12:31 pm Reply

    Akhirnya sso suka juga sm anak kecil🙂
    Ternyata yon so bukan anak kandung bum

    Tapi ending kok gantung ya😦
    Padahal lagi asik bacanya jadi gak seru deh
    Ada kelanjutan ya thor

  36. shefty rhieya Agustus 26, 2015 pukul 6:53 am Reply

    msh butuh spnya ne….

  37. My Fishy April 6, 2016 pukul 12:36 pm Reply

    yah padahal lagi seru2nya kok ending sih?? gantung lagi thor, bikin penasaran za apa jawaban so eun dengan pernyataan kim bum?? senengnya trauma so eun tentang anak kecil runtuh juga karena yoon so yg pintar, gak ada SPnya kah?? hiks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: