(Drabble) The Moment


The Moment

Author : Chandra Syifa W
Main Casts : Kim Bum, Kim So Eun
Original Casts : Lee Jung Ah, Song In Young
Genre : Romance
Length : Drabble

Disclaimer : I’m not own the casts, but the story is pure mine based on my idea. Typo always be applied, as usual. Hihihi.

There’s no one that can turn back the time.
And because of the only one reason.
There was the moment that I have to let you go.
And there is the moment that you will come back to me.

– The Moment –

“Kim Bum!”

Sang pemilik nama langsung mencari – cari sosok yang baru saja memanggilnya. Mengetahui dia adalah seseorang yang dalam status dekat dengannya, ia pun menyambut dengan ramah.

“Ada yang bisa ku bantu?”
“Tidak, aku hanya perlu bicara sedikit saja padamu”
“Baiklah, katakan saja”
“Aku sangat mencintaimu, dan terima kasih sudah memintaku untuk menjadi kekasihmu”

Raut wajah bahagia menghiasi keduanya. Hal itu sudah cukup untuk menggambarkan suasana hati mereka. Tatapan mata yang bersinar dan senyum simpul yang dijadikan sebagai simbol atas kebahagiaan itu.

“Kembali kasih, Lee Jung Ah”

***

Rasanya begitu sunyi. Hanya deru angin dan juga kicauan burung yang selalu setia menemaninya setiap pagi hari. Sang matahari pun tak terlihat bahagia bagi dirinya, sinar yang ia pancarkan tidak seterang biasanya. Atau mungkin itu terjadi karena pikirannya saat ini terlalu kacau, hingga apapun yang ia lihat dengan manik matanya tidak mampu membuat hatinya tergugah. Harusnya hal tersebut tak terjadi pada seorang wanita cantik seperti Kim So Eun, dia begitu sempurna untuk merasakan hal yang dapat menyakiti hatinya sendiri. Astaga, mungkin ia melupakan sesuatu hal. Dunia selalu berputar, kapanpun dan dimanapun bisa saja keadaannya berubah menjadi hal yang berbeda. Tergantung bagaimana Tuhan menentukan jalan hidup untuknya.

Rutinitas yang biasa So Eun lakukan setiap pagi adalah membersihkan badan dan menyiapkan menu sarapan favoritnya, yaitu segelas susu coklat dan sepotong roti dengan selai kacang. Tentu saja semua itu ia persiapkan sendiri, mengingat kedua orang tua beserta sang adik pindah ke luar negeri dikarenakan alasan bisnis. Sementara So Eun memilih untuk bertahan melanjutkan kuliahnya, menempati sebuah apartemen yang tidak terlalu mewah. Menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit, ia melangkah keluar menuju ke kampus yang sudah menunggunya. Perjalanan menggunakan bis membuatnya harus sampai lebih lama.

“Sendirian?” Suara wanita yang sudah sangat Kim So Eun kenal, membuatnya langsung menoleh tanpa banyak bicara. “Seperti yang kau lihat, untuk apa kau bertanya lagi?”
“Hei, santai saja denganku. Aku tidak ada niat untuk melakukan hal buruk padamu kok. Lagi pula, seorang Song In Young mulai saat ini berjanji untuk tidak membuat orang lain kesal”
“Oh ya? Syukurlah kalau begitu. Jadi, apakah kau akan membiarkanku untuk masuk dengan tenang?”
“Aku belum selesai bicara denganmu, kenapa terburu – buru sekali sih?”
“Mood ku sedang tidak baik, In Young. Baiklah, ku anggap kau menjawab pertanyaan ku tadi dengan ‘Ya’. Sampai jumpa”
“Ya! Ku bilang aku belum selesai bicara, Kim So Eun!”

Dengan sedikit membuang muka So Eun berbalik arah meninggalkan In Young. Baru beberapa langkah saja, teriakan In Young yang kembali memanggil namanya membuat So Eun harus menahan diri.

“Aku tau bagaimana rasanya menjadi dirimu. Biasanya memiliki malaikat penjaga, namun sekarang kau harus sendirian tanpa dihiraukan oleh malaikat penjagamu itu. Menyedihkan sekali bukan?”

Ah, kini So Eun mengerti apa yang In Young bicarakan terhadapnya. Hubungannya dengan Kim Bum, yang disebut In Young sebagai malaikat penjaganya menjadi bahan olokan wanita tersebut. Ia menghela nafasnya kasar, lalu melempar tatapan tajam pada In Young yang masih terkekeh kecil.

“Apa dasarmu berbicara seperti itu padaku, terlebih kau membawa nama nya?” Ujar So Eun sinis.
In young menatap So Eun tak percaya. Dia berlagak bodoh, pikir nya. “Aku memiliki dasar apa? Ya tentu saja kabar mengenai Kim Bum yang menjalin hubungan dengan Lee Jung Ah! Mungkin aku melihatmu tersenyum saat itu, tapi kecemburuan yang kau alami juga tak bisa kau tutupi”
“Jika kau berpikir aku cemburu pada mereka, terserah, itu bukan urusanku. Yang harus kau ingat, aku dan Kim Bum bersahabat dengan baik. Kau dengar? Sangat baik. Ku sarankan padamu agar jangan ikut campur dan sok tau, bila kau berkomitmen untuk tidak mengganggu orang lain seperti yang kau lakukan sebelumnya”

Ucapan So Eun sangat jelas terdengar oleh In Young, bahkan sampai ia ingin melampiaskan amarahnya saat itu juga. Dan So Eun tetap pada pendiriannya, membuang muka tanpa memperdulikan apa yang In Young katakan tentangnya. Masa bodoh. Namun, jauh dalam lubuk hatinya ia menyetujui apa yang dikatakan oleh Song In Young sesaat tadi.

Ia cemburu. Terdengar sedikit munafik, bukan?

***

Jangan pernah menganggap jika menjadi seorang mahasiswi adalah hal yang penuh kebahagiaan. Lihat saja, kini So Eun masih terduduk di bangku yang sudah ia tempati sejak tadi. Di saat teman – temannya bergegas untuk mengistirahatkan tubuh mereka, justru ia tengah berkutat dengan setumpukan kertas bertuliskan materi kuliah yang diberikan oleh sang dosen. Melawan cahaya dari layar notebook membuat So Eun merasakan sedikit kelelahan. Predikatnya sebagai mahasiswi terbaik kadang kala menjadi beban tersendiri.

Derap langkah itu terdengar semakin dekat. Namun rupanya So Eun seperti tak peduli, ia masih terus melanjutkan tugasnya. Gerakan jari yang berpindah dari satu tombol ke tombol lainnya menimbulkan suara khas hingga wanita berparas manis itu benar – benar tidak sadar akan kedatangan seseorang.

“Mau sampai kapan duduk di sini?” Tanya nya.
“Sampai aku benar – benar lelah untuk bisa menatap layar ini” Balas So Eun sekenanya tanpa memberi perhatian pada si lawan bicara.
“Jika aku meminta mu untuk berhenti, apa kau bersedia?” Pria bernama Kim Bum itu kembali bertanya.
“Untuk apa aku mengabulkan permintaanmu? Tidak ada untungnya bagiku”
“Apa kau tidak melihat jam yang melingkar di tanganmu? Ini sudah masuk jam makan malam. Hampir semua dari kita sudah pulang, tapi kau malah bertahan di sini. Aku berani bertaruh kalau kau belum makan apapun sejak tadi siang”
“Kau lihat kertas – kertas ini? Apa kau tidak kasihan padaku?”
“Justru karena aku kasihan–maksudku peduli, aku memintamu untuk pulang dan istirahat”

Dua orang manusia ini terlibat dalam debat yang seharusnya tak perlu mereka lakukan. Kim Bum yang kadang bersikap kekanak – kanakan memiliki sifat dewasa dan penuh perhatian terhadap orang – orang terdekatnya, termasuk Kim So Eun. Bukan hal aneh lagi melihat Kim Bum yang sedang khawatir seperti ini.

“Kau menyuruhku untuk pulang? Lalu bagaimana dengan tugasku?” Kali ini giliran So Eun bertanya pada Kim Bum.
“Itu bukan masalah besar, So Eun. Aku akan mengantarmu pulang dan membantu mu untuk menyelesaikannya. Yang penting kau harus istirahat sejenak. Ayo” Tandas Kim Bum yang sedetik kemudian menarik tangan So Eun untuk digenggamnya. Berniat untuk mengajak So Eun pergi. “Tunggu!”
Kim Bum kembali menoleh pada So Eun. “Apa lagi?”
“Bagaimana dengan Jung Ah? Apa yang akan dia katakan nanti kalau melihatmu mengantarku pulang?”
“Astaga, ku pikir apa” Senyuman kecil itu muncul dari wajah Kim Bum. “Semua orang di sini tau aku lah yang mengantar mu pulang, jauh sebelum aku bersama dengannya. Jadi, tidak ada yang perlu khawatirkan”

Selalu saja seperti ini. Saat dirinya ingin menolak semua kebaikan yang Kim Bum lakukan untuknya, pria itu malah membuatnya seakan patuh dengan setiap ucapan yang di lontarkan. Sentuhan dan kehangatan yang Kim Bum salurkan melalui genggaman tangan mereka seakan penuh dengan perasaan. Terus bersama tanpa ada jarak berarti antara Kim Bum dan Kim So Eun, hal itu yang terjadi sampai keduanya berhenti di depan gedung apartemen tempat si wanita itu tinggal.

“Kebiasaanmu mengendarai motor dengan kecepatan tinggi belum juga hilang. Padahal kan kau tau angin malam sangat dingin dan kurang baik untuk tubuh” Celetuk So Eun ketika ia baru saja turun dari jok motor sport kepunyaan Kim Bum.
“Salah mu sendiri, sebelum berangkat sudah ku sarankan untuk berpegangan yang erat padaku. Tapi kau tidak melakukannya dan malah menarik jaketku” Kata Kim Bum.
“Tapi kan aku jadi kedinginan, Kim Bum”
“Lalu kenapa kau tidak bicara langsung saja, meminta padaku agar aku memakaikan jaket ini untukmu, huh?”

So Eun sampai tidak habis pikir, bagaimana bisa sahabatnya sejak kecil ini tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan wanita. Kim Bum terlihat tertawa kecil setelah melihat reaksi wajahnya yang dalam sekejap memerah layaknya udang rebus. Benar – benar.

***

Kim Bum mengikuti kemana So Eun melangkah, tepat berada di sisi belakangnya. Memberikan sedikit waktu baginya untuk menekan pin agar pintu apartemen itu terbuka. Hingga bunyi ‘bip’ yang terdengar, keduanya masuk ke dalam sana. Kim Bum mendudukan dirinya di sofa berwarna krem yang berada di sisi ruang tamu, dan So Eun terus menggerakan kakinya ke arah dapur.

“Kau mau–”
“Untuk apa bertanya lagi? Kau sudah tau apa yang ku sukai kan?”

Niat So Eun berbasa – basi musnah seketika. Cara Kim Bum memotong ucapannya menggambarkan dirinya sangat tau persis apa – apa saja yang Kim Bum sukai, dari hal kecil sampai yang urusan pribadi. Kepercayaan antara mereka berdua sudah melebihi batas tertentu sepertinya.

“Segelas susu coklat hangat sudah siap di nikmati” Jari lentik milik So Eun meletakkan gelas itu di meja hadapan Kim Bum. “Terima kasih, kau yang terbaik”
Pujian itu memberikan efek pipi merona pada Kim So Eun. “Jung Ah tidak sedang mencarimu kan?”
“Mencariku bagaimana?”
“Aku tak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika ia tiba – tiba muncul dan kecewa karena mendapati dirimu di sini, mengingat kau adalah kekasihnya. Bukan begitu?”
“Tenang saja, kalaupun dia sedang mencariku aku akan mengatakan yang sejujurnya kalau aku sedang bersama denganmu”
“Kau ini aneh sekali, Bum. Di saat pasangan baru saling merindukan satu sama lain, hanya kau sendiri yang bersikap bertolak belakang. Tidak pernah terlintas dipikiranmu untuk berkencan mungkin?”
“Aku punya alasan sendiri, So Eun. Aku bukan pria yang sebodoh itu”
“Apa?”
“Aku, kurang merasa nyaman dengannya”

Omong kosong macam apa ini. Sebuah alasan yang kedengarannya kurang logis untuk bisa diterima. Bukankah rasa nyaman merupakan unsur yang wajib dalam membangun sebuah hubungan? Sebuah pepatah bahkan berbunyi, ‘Kenyamanan akan mungkin menjadi Cinta, namun Cinta tidak selamanya mungkin menciptakan Kenyamanan’. So Eun berusaha untuk mengerti jalan pikiran Kim Bum, sahabatnya, walau di satu sisi hati kecilnya menyimpan rasa yang sama kecewanya saat mengetahui pria itu tidak lagi sendiri.

“Ku pikir apa yang ku rasakan saat aku mengenal Jung Ah, rasa itu akan bertahan dan terus berkembang. Hingga aku memutuskan untuk memintanya menjadi kekasihku, tentu saja aku merasa senang. Dan sekarang aku merasa rasa itu telah hilang, tanpa ku tau alasannya” Terang Kim Bum yang kemduian meneguk susu coklat hangatnya.
“Sampai saat ini sudah terhitung 3 bulan lamanya kau dan Jung Ah bersama. Jangan pernah berbicara dengan nada putus asa seperti itu. Aku akan selalu berada di sampingmu dan mendukungmu” Setiap ucapan yang keluar dari bibir So Eun begitu menyentuh. Wajah tampan Kim Bum menoleh ke arahnya dengan memasang senyuman yang manis. “Aku tau, aku tidak akan pernah melupakan apa yang kau ucapkan padaku sedikitpun”

Kim So Eun menyerah, pada akhirnya ia ikut membalas senyum tulus yang Kim Bum berikan padanya.

“Ah, sepertinya aku melupakan satu alasan lagi yang belum ku ungkapkan padamu”
“Apa lagi?”
“Kau benar – benar ingin mengetahuinya?”
“Cepat katakan dan berhenti membuatku penasaran”
“Kau”
“Kau lah alasan yang paling berpengaruh padaku”

Berikan waktu beberapa saat untuk So Eun agar ia dapat menormalkan degup jantungnya yang saat ini sedang tak karuan. Seberapa lamanya ia dan Kim Bum bersahabat bukan berarti ia sudah ahli dalam mengontrol hatinya sendiri. Dan benar saja, suasana antara keduanya sunyi senyap tanpa melepaskan kontak mata. Hanya denting jarum jam yang terus bergerak menemani.

“Aku baru mengakui, dengan siapapun aku pergi tetap saja aku tidak bisa lepas darimu. Oke, mungkin aku kelihatan bodoh untuk hal ini, tapi aku juga tidak mau menghindarinya” Sambung Kim Bum dengan gaya nya yang terkesan dingin, agar bisa menjaga imej nya. “Kau keberatan?”
“Eh, aku?” Pertanyaan dari nya menyadarkan So Eun dari lamunan yang berkepanjangan. “Harusnya kau mengatakan itu pada Jung Ah, baru setelahnya aku akan memberikan jawaban”
“Beri aku alasan mengapa aku harus melakukannya”
“Ya karena dia kekasihmu, apa lagi memangnya?”
“Kalau aku melakukannya, itu berarti kau mau menjadi kekasih keduaku?”
“Apa yang kau maksud dengan kekasih kedua? Tidak ada wanita di dunia ini yang mau diduakan oleh laki – laki, apalagi laki – laki seperti mu”

Bukannya membalas perkataan So Eun, Kim Bum justru tertawa melihat reaksi spontan nya yang cenderung kesal. Bagaimana pun wajah wanita itu selalu tampak manis meski amarahnya sedang tinggi.

“Hei hei hei, aku hanya bercanda. Jangan dimasukkan ke hati” cibir nya.
So Eun tersenyum meremehkan Kim Bum. “Aku juga tau kalau kau hanya bercanda”
“Yah, baiklah kalau begitu” Menghabiskan susu coklatnya yang sudah dingin adalah hal yang dilakukan oleh Kim Bum sebelum melanjutkan ucapannya. “Ku anggap kau menerima permintanku tadi”
“Kau ini sedang berusaha untuk memintaku menjadi kekasihmu atau bagaimana sih? Tidak ada romantis – romantisnya sama sekali”
“Aku akan mempelajari bagaimana caranya untuk menjadi pria yang romantis, biar kau tak bisa menoleh ke pria manapun selain aku”
“Dasar gombal”

Kelegaan hati dan pikiran yang mereka rasakan sangat membuat keduanya bahagia. Sejak lama berbagi kasih, waktu, dan perhatian lantas memberikan arah yang baru bagi Kim Bum dan Kim So Eun untuk menyusuri jalan yang lain. Tidak begitu terlambat juga bagi mereka untuk menyadari bahwa cinta memiliki makna yang lebih sakral dibanding apapun.

“Susu coklatmu sudah habis, sekarang ayo bantu aku mengerjakan tugasnya”
“Besok saja. Sekarang kau harus menemani ku menonton DVD sampai tengah malam nanti. Tidak ada penolakan, titik!”

– End –

Drabble macam apa ini???!!!
Entahlah, saya buatnya waktu lagi bosan. Kalau ceritanya rada ga nyambung mohon dimaklumi yang sebesar – besarnya ya.

Aslinya sih ini imajinasi saya tentang KB, berharap di kehidupan aslinya  meskipun dia udah punya MGY tapi hatinya tetap buat KSE #asik asik dor

Komentar dan kritikan dan apapun itu tetap ditunggu yaa Kakak – Adik – Teman semuaaa.
Terima kasih dan salam hangat~

Dari yang menanti komentarmu,
Syifa.
*hihihi*

Tagged: , ,

31 thoughts on “(Drabble) The Moment

  1. aikurasin Januari 8, 2014 pukul 3:18 am Reply

    bumsso emang yg terbaik spe kapanpun …………….
    MGY ngk ada apa2nya…………

  2. unniechan Januari 8, 2014 pukul 5:29 am Reply

    semoga memang benar dihatinya Kim Bum ada Kim So Eun🙂

  3. chakhan yeoja Januari 8, 2014 pukul 12:28 pm Reply

    drabble yg mnarik,singkat tp udah dpt d pahami critanya..
    meskipun KB sdh sm MGY,.tp aq msh brhrap KB bsa sm KSE…hehehe

  4. rani Januari 8, 2014 pukul 2:30 pm Reply

    drabblenya keren dan lumayang panjang sih nggak kayak drabble yang lain.
    Yah betul kak walaupun KB itu udah punya MGY tapi hatinya masih ada di KSE, MGY itu nggak ada apa-apanya sama KSE

  5. bojengajeng Januari 8, 2014 pukul 3:32 pm Reply

    satu kata daebak….
    Suka bgt sama alur nya pemaparan ceritanya jelaas,dan mdah dimengerti pkknya top markotop,, iyaa bner wlaupun aslinya kb sma ahjumma mgy tpi ttep hati kb hanya untuk kse aamiin.,, lanjutkan karya ff bumsso nya thor hwaiting.

  6. kiki chan Januari 9, 2014 pukul 12:18 am Reply

    bagus ko. bagus. aku suka. tadinya sempet khawatir sso bakal patah hati sampe akhir ternyata engga. baguslahh..🙂

  7. Tetta Andira Januari 9, 2014 pukul 7:06 am Reply

    Ommo!! Ituh si Bum apa-apaan ?!
    jd , dy beneran niat jadiin Sso yg ke-2 ? Atau gmna ? *mikirkeras
    ahh ,, trsrh dehh . Moment mreka sllu ngena’ & pas banget dihati .
    BumSso jjang ! Author-nim jjang ! Keep spirit🙂

  8. kim Ra rA Januari 9, 2014 pukul 2:03 pm Reply

    AMIIIIIIIIN. semoga emang gitu yach thor. hmmmm makin sedih…..

    but ceritanya seru and asik… sahabat jadi cinta. lanjut donk

  9. Aqhuccilemod Januari 10, 2014 pukul 4:39 am Reply

    Wuaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gantung bnget ni crta???? D bwat pnjang dit thor….

  10. sugarsoya Januari 10, 2014 pukul 12:38 pm Reply

    Keren drablenya, semoga aja di kehidupan nyatanya bumsso emang begitu… Walaupun bum emang jadian ama mgy, tapi hatinya tetep buat sso, aminnn:) kalo bisa sih cepeta putus, hehe #jahat yah?

  11. sugarsoya Januari 10, 2014 pukul 12:39 pm Reply

    Keren drablenya, semoga aja di kehidupan nyatanya bumsso emang begitu… Walaupun bum emang jadian ama mgy, tapi hatinya tetep buat sso, aminnn:) kalo bisa sih cepetan putus, hehe #jahat yah?

  12. pipip Januari 10, 2014 pukul 3:27 pm Reply

    waaa ada drabble terbaru ttg bumsso
    ceritanya seru awalnya, tpi akirnya rada bngung kke
    tpi nmanya jg drabble ya thor
    ttep smngt buat ff bumsso nya , wlwpn ada mgy

  13. Safriyanti Januari 11, 2014 pukul 11:47 am Reply

    Bner chingu,,,
    mskipun raga bumppa ma yg lain tpi hati,a tetep tik sso oenni,,,,

  14. Yesse Januari 13, 2014 pukul 4:39 am Reply

    Pkok e just ‘Bumsso’ Aminn

  15. Anna JP Januari 13, 2014 pukul 4:45 pm Reply

    Aamiin. Semoga apa yang author harapkan benar2 terjadi ama kimbum.
    Bumsro jjang dech.
    Ceritanya santai v jga seru. Jhoa

  16. Soeun Januari 14, 2014 pukul 3:29 am Reply

    Penggambaran yg sngt bagus (y)
    ya walaupun kim bum kekasih mak lampir i2 tpi hati bum ah hnya pd Sso

  17. fatma Januari 14, 2014 pukul 7:03 am Reply

    kpn y bumoppa bisa break sma MGY Trus bisa bersama sso eonni.
    I always wish that become true.🙂

  18. pipi Januari 16, 2014 pukul 12:50 am Reply

    Aduh, semoga yg ada di imajinasi author dan mates semua jadi kenyataan.
    Kerennn

  19. Lulu Januari 16, 2014 pukul 8:04 am Reply

    Wow bumsoo keren bgt,walaupun udah sama orang lain tapi tetap aja hatinya untuk so eun. Kau memang hebat oppa

  20. rezeki Januari 18, 2014 pukul 4:50 pm Reply

    hi author
    aku reader bru ni,
    slam knal,
    critanya bgus bnget,,
    rjin” ya thor bwt ff yg pairingnya so eun eonni,,,,🙂

    skali lgi slam knal,

  21. ratih Februari 5, 2014 pukul 12:46 pm Reply

    keren..
    i like it bumsso …
    this is a good storry

  22. Han Hye Mi Februari 6, 2014 pukul 3:09 pm Reply

    Drabble yg keren…. semoga harapan para mates jd kenyataan. Aamiin….

  23. icha Februari 7, 2014 pukul 7:19 am Reply

    keren !

  24. Soeun Maret 15, 2014 pukul 7:22 am Reply

    Kim bum namja ya aneh … Dia punya kekasih tpi merasa tdk nyaman dgn nya tpi malah lbih nyaman bersama Sso yg tdk punya hbgan special kecuali sahabat

  25. lily Maret 15, 2014 pukul 1:47 pm Reply

    Reader baru disini….
    Bumsso emg udh paling-paling…hwhw
    Buat FF HyoHyuk dong;3

  26. lilis suryani Juli 1, 2014 pukul 2:58 am Reply

    jd gima hubungan kim bum dngn jung ah?

  27. khoirunNa Juli 4, 2014 pukul 12:57 am Reply

    OMG heloooooooo ,,,
    kenapa mereka tidak mengakui saja sih ,, kenpa lagi kim bum malah jadian sama orang lain

    mudah mudahan aja deh walaupun udah jadian sama MGY ,, tapi hatinya tetap terpikat sama so eun ,,,

  28. Lovely BumSso Agustus 2, 2014 pukul 11:59 am Reply

    Jadiiii…akhirnya Bum sm Sso kaan?? Emg gada matinya pasangan itu..

  29. fitrimadonakyusso21 Agustus 2, 2014 pukul 1:42 pm Reply

    Keren singkat tapi padat
    Bumsso emang gak bisa dipisahkan❤
    Karna mereka adalah soulmate❤

  30. ainami Agustus 16, 2014 pukul 1:34 pm Reply

    omo…. apa yg diharapkan author lewat cerita ini adalah harapanku juga hehe…. kemanapun bum pergi, tetep aja pulangnya ke sso hahaha

    sejalan ama komen ku di os yg brjudul yours… tp ga tau komennya masuk apa ga…

    skrg, mgkn kah mereka bersama lagi? *ngarep*

  31. Kim Lia Desember 10, 2015 pukul 10:29 am Reply

    Yuhuu akhirnya sahabat jadi cinta eciyee uhum uhum.. Emang pada dasarnya Kim Bum dan So Eun sudah ditakdirkan bersama ekekk.. Bagus drabblenya seru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: