(OS) Believe


Believe

Author: Chandra Syifa W

Main Casts: Super Junior’s Kyuhyun | Girls’ Generation Seohyun

Casts: SM Town (SM Entertainment) Artist

Original Casts: Yoon Chae Woo

Type: One Shoot

Genre: Romance | Friendship

Disclaimer:

I’m just the owner of story.

Jika ada kesamaan dalam cerita ini merupakan hal yang tidak di sengaja.

No plagiarize and please do a respect with leave your comment.

A/N:

Pertama kalinya posting cerita KyuSeo di blog ini.

Siapapun yang berkunjung maupun membaca, saya harap tidak ada bashing atau sejenisnya ya.

Hope you will like it. Enjoy!

 

“All we need to do is keep believing, trusting, and love each other”

 

– Believe –

 

Suasana di gedung milik salah satu manajemen Korea Selatan yang ternama, SM Entertainment, kini memang tengah menjadi sorotan media. Mengingat artis-artis yang bernaung di manajemen tersebut memiliki jumlah penggemar yang banyak dan tersebar tidak hanya di Korea Selatan saja. Sebenarnya bukan hal yang aneh jika SM Entertainment menjadi perbincangan di tengah fans Korean pop, hanya saja alasan atau topik utama yang membuat SM Entertainment dibicarakan akhir-akhir ini adalah keterbukaan mereka untuk memberi konfirmasi mengenai hubungan khusus artis dibawah mereka dengan para artis atau masyarakat biasa. Sebut saja hubungan antara salah satu member dari Girls’ Generation Yoona dengan aktor kenamaan Lee Seung Gi, yang ternyata dikabarkan sudah menjalin hubungan sejak beberapa bulan yang lalu. Kemudian disusul oleh rekan satu grupnya yaitu Girls’ Generation Sooyoung yang sudah berkencan dengan aktor Jung Kyung Ho, lalu Girls’ Generation Tiffany yang menjadi kekasih dari member 2PM asal Thailand, Nichkhun. Sementara yang baru saja dikonfirmasikan yaitu Girls’ Generation Taeyeon dengan junior di manajemennya, EXO Baekhyun.

 

Semuanya memang berhasil membuat para fans tercengang, bahkan sampai berpikiran ‘apa yang terjadi dengan manajemen ini?’. Namun bukan hanya fans saja, artis-artis lain yang berada di bawah naungan manajemen yang sama pun ikut dilanda kebingungan. Beragam alasan yang mereka rasakan, tetapi ada satu artis yang justru merasa khawatir dan takut.

 

Dia adalah member dari grup Girls’ Generation lainnya. Sang maknae, Seohyun.

 

Seohyun kini sedang duduk sendirian di dekat jendela kamarnya, sibuk memikirkan satu hal yang membuat hati nya berkecamuk hingga tak menentu. Resah namun serba salah. Segala pertimbangan atau kemungkinan yang bisa terjadi kapanpun ia pikirkan juga. Sesekali ia meremas bantal yang menjadi pelukannya sejak tadi. Hyoyeon, member satu grup yang paling dekat dengannya pun merasa curiga. Aneh jika seorang Seohyun berdiam diri tanpa melakukan apapun hingga lebih dari dua jam lamanya.

 

“Seohyun?”

“Seohyun-ah

“Ada Kyuhyun di luar”

“Apa? Di mana Kyuhyun oppa??”

 

Hyoyeon hanya mendengus kesal setelah memanggil Seohyun sebanyak tiga kali namun responnya hanya seperti itu. Ia menjawab setelah mendengar nama Kyuhyun, maknae dari Super Junior.

 

“Kyuhyun oppa di dorm nya, Seohyun” ujar Hyoyeon dengan melipat kedua tangannya.

Eonnie sedang membohongiku?” Seohyun justru bertanya.

“Aku tidak berbohong, kau saja yang ku panggil sejak tadi tidak menyahut” Cara menjawab Hyoyeon cukup membuat Seohyun sedikit berkecil hati. “Ini sudah jam 9, kau tidak lupa kan jika hari ini kita ada jadwal pertemuan formal dengan manajer?”

Seohyun mendelikkan sebelah matanya, berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu. “Astaga, aku hampir saja melupakannya! Aku akan berganti baju dulu sebentar”

“Aku dan yang lain menunggu di bawah. Jangan lama-lama, Seohyun-ah!”

 

– Believe –

 

Para kesembilan member Girls’ Generation yang lengkap baru saja sampai di lobi utama gedung manajemen mereka. Kesibukan begitu terlihat dari para staf yang berlalu-lalang melintas dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Mereka berjalan bersama menuju ke lantai 3, dimana ruang pertemuan yang biasa mereka gunakan berada di sana. Taeyeon membuka pintu ruangan tersebut perlahan lalu sedikit mengintip sebelum memasukinya. Di dapatinya seluruh member dari senior mereka, Super Junior ikut hadir di sana. Seohyun yang selama perjalanan banyak berbicara dengan Jessica baru menyadari jika ada Kyuhyun di sana setelah menempati salah satu bangku yang kosong.

 

“Maaf karena mengganggu jadwal kalian di pagi hari ini” salah satu staf dari tim manajemen mereka mulai membuka pembicaraan yang akrab di sapa Chae Woo. “Ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan dan ingin ku bicarakan dengan kalian, Super Junior dan juga kalian, Girls’ Generation selaku salah satu artis andalan dari manajemen kita, SM Entertainment”

“Apa grup lain seperti SHINee, f(x), EXO tidak ikut bersama kita?” Eunhyuk menginterupsi pembicaraan.

“Awalnya aku berniat untuk menyampaikan hal ini sekaligus kepada semuanya, tapi ku rasa itu kurang efektif. Terutama SHINee dan EXO tengah mempersiapkan konser mereka selanjutnya. Sementara f(x) mereka sedang dalam proses latihan untuk come back nya” balas staff Woo.

 

Keseluruh member Super Junior dan Girls’ Generation pun mulai untuk memfokuskan pikiran mereka ke diskusi tersebut.

 

Staf Woo ikut menduduki kursi yang terletak di sisi paling depan. “Kalian semua sudah mengetahui kondisi akhir-akhir ini yang hampir sebagian besar artis di industri hiburan mengumumkan hubungan kencan mereka bukan?”

“Bahkan beberapa artis kita pun sudah mengumumkan hubungan kencan mereka. Bukan begitu?”

“Oh, bukankah Taeyeon yang baru saja mengumumkan kekasihnya?” celetuk Ryeowook sembari melirik pada Taeyeon hingga wanita itu sedikit menunduk karena tak enak hati.

“Itu benar” jawab Staf Woo. “Dengar, aku hanya berbicara satu kali dan aku harap kalian semua sebagai member dari grup yang sudah mendunia dapat memikirkan dan menyadarinya dengan cepat”

“Pihak direksi dan manajemen memang secara resmi telah memberikan izin kepada kalian untuk menjalin hubungan khusus dengan siapapun, dan mereka tidak akan ikut campur mengenai masalah pribadi kalian. Tetapi”

“Mereka akan turun tangan jika dengan diketahuinya hubungan pribadi kalian oleh fans dapat memberikan pengaruh negatif kepada perusahaan dalam bentuk apapun. Bahkan mereka tak segan untuk memberi teguran keras kepada kalian jika kalian tetap melanggar atau mengacuhkan hal ini”

 

Semua yang ada di ruangan itu mendadak diam. Tidak ada yang mengucap sepatah katapun untuk sekedar memberikan komentar. Taeyeon, Yoona, Sooyoung, dan Tiffany yang hubungannya sudah diketahui umum pun ikut membeku. Tanpa sadar, dari kediamannya Kyuhyun melempar pandangannya ke arah Seohyun yang kala itu justru berusaha untuk menenangkan Sooyoung yang kebetulan duduk di sampingnya. Suasana nya menjadi tak nyaman, siapa yang ingin hidup dengan batasan-batasan tak terlihat seperti itu? Sekuat apapun mereka bertahan, mereka akan menyerah dan mengatakan jika mereka tak sanggup untuk melakukannya.

 

“Mohon maaf jika caraku untuk menyampaikan hal ini kurang berkenan dengan pemikiran kalian. Aku hanya ingin apapun yang terjadi antara staf dan artis di manajemen ini terbuka tanpa ada dinding pembatas atau kebohongan yang bodoh. Aku juga tidak ingin jika setelah aku menyampaikan keputusan ini kalian semua merasa takut dan tidak mau berkencan dengan orang yang kalian sayangi” ungkap staf Woo. Kini ia mulai merasa bersalah, ia dalam posisi dilemma.

“Jika reaksi negatif yang kita terima nantinya tidak terlalu mempengaruhi perusahaan, apa yang terjadi?” Tanya Donghae cepat.

“Itu bukan ruang lingkup ku, silahkan tanyakan dengan Young Min Songsaenim

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun dan Seohyun?” ucap Sungmin.

“Ya, bagaimana dengan mereka? Bukankah Kyuhyun oppa dan Seohyun sudah menjalin hubungan jauh sebelum aku ataupun Yoona?” sambung Sooyoung.

 

Baik Kyuhyun maupun Seohyun hanya bisa saling memandang tanpa mengerti apa yang mereka pikirkan. Semua member grup itu memperhatikan pasangan maknae itu dengan was-was. Karena Kyuhyun dan Seohyun memang sudah berkencan sejak setahun yang lalu.

 

Kyuhyun dan Seohyun sudah menjadi pasangan kekasih jauh sebelum member lainnya.

 

“Oh astaga, aku hampir saja melupakan hal itu” ucap staf Woo dengan terkekeh. Masih bisa-bisanya ia tertawa disaat suasana ruangan penuh dengan kekakuan seperti ini. “Memangnya ada masalah dengan hubungan Kyuhyun dan juga Seohyun?”

Yuri pun mengambil alih posisinya. “Bukan seperti itu, hanya saja hubungan Kyuhyun dan juga Seohyun ini kan belum diketahui oleh pihak luar. Atau mungkin pihak luar yang sudah mengetahui nya belum membeberkan hal ini kepada yang lainnya. Apa mereka akan tetap diberi sanksi jika kemungkinan terburuk itu terjadi?”

“Itu benar. Rasanya tak adil sekali jika Young Min Songsaenim bertindak untuk masalah kecil seperti ini. Terlebih lagi banyak project Kyuhyun dan Seohyun yang sebagian besar di acc olehnya” Heechul ikut memberikan pendapatnya. “Jika itu terjadi harusnya dia ikut bertanggung jawab bukan?”

 

Benar yang dikatakan oleh Heechul. Jika Kyuhyun dan Seohyun menjalin hubungan itu bukanlah kesalahan mereka. Salahkan pihak manajemen ataupun pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan project yang sebagian besar menjadikan keduanya sebagai pasangan. Sebagai artis mungkinkah opini mereka didengar untuk sekedar memilih kegiatan apa yang ingin mereka lakukan? Kedengarannya mustahil. Anggapan jika artis sebagai boneka perusahaan bisa saja merupakan sebuah kenyataan pahit. Seohyun terus mendiamkan dirinya, dan Kyuhyun hanya mendengarkan celotehan para hyung dan hoobae nya.

 

“Begini saja” staf Woo kembali mulai berbicara. “Aku sebagai perwakilan perusahaan tidak akan melarang Kyuhyun dan Seohyun untuk melanjutkan hubungan pribadi mereka, seperti yang sudah ku katakan sebelumnya”.

“Namun jika hubungan mereka kedepannya terungkap dan netizen memberikan komentar negatif yang tajam, serta mempengaruhi nilai saham perusahaan, aku terpaksa harus bertindak. Jadi intinya, kalian harus bisa bermain rapih. Mengerti maksudku kan?”

 

– Believe –

 

Keseluruh member Super Junior baru saja menyelesaikan sesi latihan mereka di salah satu ruang latihan gedung SM. Dikenal dengan latar belakang ruangan berupa langit awan biru, di sana mereka berlatih tarian untuk single terbarunya, setelah hampir lebih dari setahun lamanya vakum tanpa mengeluarkan lagu baru satupun. Melakukan tarian yang sama berkali-kali hingga malam hari cukup menguras tenaga. Satu per satu member kembali ke dorm, sampai yang terakhir Siwon, Kyuhyun, dan juga Shindong.

 

“Shindong-ah, sudah selesai berganti baju belum? Jangan tidur di sana!” teriak Siwon yang sudah lima belas menit menunggu Shindong di depan ruang ganti. “Ya ya ya sebentar lagi!”

 

Karena merasa tidak pasti atas jawaban Shindong, Siwon memilih untuk menunggu di bangku luar. Ia lihat Kyuhyun yang sedang duduk dengan tangan bergerilya di atas layar ponsel sentuhnya. Siwon sempat tersenyum kecil, lalu ia memilih mendekati adiknya di Super Junior ini.

 

“Menunggu pesan singkat dari Seohyun?” Siwon bertanya untuk memecah keheningan. Kyuhyun langsung beralih pada hyungnya yang satu ini. “Tidak hyung, aku baru saja membalas pesan dari Ahra noona

Siwon melemparkan senyum mengertinya. “Kau baik-baik saja?”

“Tentu saja hyung, mengapa kau bertanya seperti itu tiba-tiba?”

“Kau tau, kapanpun kau merasa jenuh dan membutuhkan tempat untuk berdiskusi kami semua akan selalu ada untukmu”

 

Rasanya Kyuhyun mulai mengerti arah pembicaraan dari Siwon. Ya, Siwon memang membicarakan tentang rapat tadi siang, lebih tepatnya kelanjutan hubungan Kyuhyun dan juga Seohyun. Pria itu memang dikenal cukup dekat dengan dua member termuda ini, tak ayal jika ia menjadi salah satu orang yang cukup khawatir. Kyuhyun sedikit mengehela nafasnya, sekedar menghilangkan penat yang sebenarnya sudah ia rasakan sejak awal. Perasaannya tidak enak.

 

“Aku tau hyung, terima kasih”

 

Siwon mungkin tidak tau apa yang bisa ia lakukan untuk menenangkan adiknya ini, namun setidaknya ia telah melakukan hal kecil yang berarti. Dibandingkan tidak sama sekali?

 

“Temui dia, akan ku sampaikan pada yang lain kau akan pulang terlambat”

 

– Believe –

 

“Yeoboseyeo”

            “Sica-ah, apa kalian sudah sampai di dorm?”

“Sudah, wae?”

            “Aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana. Seohyun belum tidur kan?”

“Seohyunnie tidak pulang bersama kami oppa, dia pulang lebih dulu setelah latihan. Dan ia sedang tidak ada di dorm”

            “Lalu dia kemana?”

“Dia bilang dia akan menempati apartemennya malam ini, tapi aku tidak tau sampai kapan. Ku rasa dia butuh waktu untuk sendiri oppa”

            “Oh, benarkah?”

 

Informasi yang Kyuhyun dapatkan dari Jessica membuatnya tertegun. Tidak biasanya Seohyun bersikap seperti ini, dan ini berarti pertanda bagi Kyuhyun jika Seohyun memang ada masalah. Sudah kewajibannya untuk menenangkan wanita itu mengingat Kyuhyun adalah pria nomor satu di sisi Seohyun saat ini selain sang ayah. Posisi Kyuhyun yang saat itu tengah mengemudi mobil sedan hitamnya di tengah lalu lintas Korea yang gelap membuat Kyuhyun memilih untuk menutup telfonnya pada Jessica.

 

“Terima kasih untuk waktunya, Sica-ah. Sampaikan salam ku pada member lainnya”

“Ne, tolong sampaikan salam ku pada Seohyun juga. Katakan padaku jika terjadi sesuatu padanya”

            “Mmm, akan ku lakukan. Selamat malam”

 

Kyuhyun kembali berkonsentrasi penuh mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen yang sudah dimiliki Seohyun selama setahun terakhir, namun ia baru beberapa kali menginap di sana. Lokasinya yang cukup memakan waktu dari pusat kota Seoul menjadi alasan bagi Seohyun mengapa ia memilih apartemen itu. Ia bisa bertahan dan menghabiskan waktu sendirinya di sana tanpa sorotan media yang bisa saja mengusik kehidupannya kapanpun dan dimanapun. Sesekali Kyuhyun memijit pelipis nya dengan satu tangan, dia bukanlah seorang yang super. Seorang seperti dirinya bisa saja menyerah saat dirinya benar-benar tak mampu untuk bertahan.

 

“Namun jika hubungan mereka kedepannya terungkap dan netizen memberikan komentar negatif yang tajam, serta mempengaruhi nilai saham perusahaan, aku terpaksa harus bertindak”

 

            Kalimat itu terngiang di telinga Kyuhyun. Apa yang harus ia lakukan jika semua itu terjadi? Kedua hyung andalan Super Junior, Leeteuk dan Yesung, tengah menjalani wamil sehingga grup nya perlu penyesuaian jika ingin merilis album. Sementara grup dari kekasihnya, saat ini tengah berada di posisi yang agak krusial karena pengakuan hubungan pribadi para membernya. Kyuhyun tak menutup mata jika posisi manajemen tempat nya bernaung saat ini tidak dalam zona aman. Karena pada dasarnya segala kemungkinan bisa saja menjadi kenyataan.

 

Mobil itu sudah sampai mengantar sang pemilik ke tempat tujuannya. Kyuhyun bergegas naik ke lantai 11 tempat apartemen Seohyun berada. Tanpa menelfon Seohyun untuk memastikan keberadaannya Kyuhyun langsung saja menekan bel di samping pintu berwarna coklat itu. Hingga beberapa detik kemudian, sang pemilik pun membuka pintu, menatap sang tamu yang baru saja datang.

 

Oppa

“Kau pergi menginap di sini tanpa ada ajakan padaku. Kenapa kekasihku menjadi pelit seperti ini, huh?”

“Siapa? Aku?” Seohyun menunjuk dirinya sendiri. “Baru datang saja sudah meledek, ya sudah oppa di sini saja. Jangan masuk ke apartemenku”

“Astaga, aku bercanda Cho Joo Hyun” Kyuhyun memberikan gombalan terbaiknya untuk memperbaiki mood Seohyun. “Aku boleh masuk?”

“Ti-dak-bo-leh” Seohyun menatap Kyuhyun meledek sambil kemudian berjalan masuk ke apartemennya. Ada-ada saja tingkah Seohyun ini.

 

Kyuhyun mengikuti Seohyun untuk masuk ke dalam apartemennya dan duduk manis di sofa ruang tamu berwarna abu-abu. Dengan percaya diri ia menunggu untuk mendapatkan jamuan susu coklat hangat buatan kekasihnya yang sangat Kyuhyun sukai. Karena setiap Kyuhyun datang berkunjung, minuman itu yang selalu Seohyun sediakan. Rasanya berbeda jika Seohyun yang membuatnya, mungkin karena penuh dengan perasaan?

 

Oppa tau dari mana aku ada di sini?” Tanya Seohyun sembari meletakkan segelas susu di atas meja. “Tentu saja dari para eonnie mu, siapa lagi memang?”

Seohyun mengerutkan keningnya. “Tapi aku sudah berpesan pada Hyoyeon dan Tiffany eonnie untuk tidak mengatakan keberadaanku pada siapapun”. Mendengar pengakuan dari Seohyun, Kyuhyun langsung tertawa kecil.

“Mereka ada delapan, Seo. Jika aku tidak bisa mendapatkan informasi tentangmu dari satu orang, aku bisa bertanya pada ketujuh lainnya, dan begitu seterusnya. Kau tau, itu salah satu sisi positif sebuah grup yang memiliki banyak member”

“Kalau begitu aku juga bisa menanyakan oppa lebih mudah, Super Junior kan memiliki lebih banyak member dibandingkan grup kami”

“Karena itu kami menerapkan strategi wamil satu per satu. Karena jika ada satu yang pergi, maka yang lain akan datang dan menggantikan posisinya”

 

Wajah Seohyun menunjukkan senyum lebarnya. Manis sekali, pikir Kyuhyun. Pria itu sempat berpikir jika Seohyun akan terdiam dan tak mau bicara padanya. Mengingat perasaan wanita bisa saja berubah dalam hitungan sepersekian detik, jadi Kyuhyun harus pintar-pintar menjaga perasaan Seohyun. Setidaknya Kyuhyun bisa bernafas sedikit lega, dan mengatur pikirannya untuk bicara dengan Seohyun dari hati ke hati.

 

Kyuhyun memandang ke arah balkon apartemen Seohyun yang terbuka bebas. “Boleh aku pinjam balkonmu untuk tempat kita bicara?”

Mwo? Memangnya oppa mau bicara apa?” Nada bicara Seohyun yang menaik menandakan jika ia sedikit terkejut.

 

Tanpa menghiraukan pertanyaan dari Seohyun, Kyuhyun beranjak dari sofa dan berjalan perlahan menuju ke balkon. Udara malam itu yang tidak sedingin biasanya menjadi terasa sejuk. Langit juga tida begitu gelap sehingga siapapun yang belum terlelap mampu melihat jelas keindahan bulan yang ada di atas sana. Sempat terdiam memikirkan tingkah kekasihnya, Seohyun ikut beranjak mendekati Kyuhyun yang beberapa kali menghela nafas panjang. Gadis bermarga Seo tersebut berdiri tepat di samping Kyuhyun, kembali berdiam diri menunggu sang pria bicara.

 

“Seohyun-ah

“Ya”

“Kau tidak apa?”

“Maksud oppa?”

“Jangan menghindar, bicara sejujurnya padaku”

“Kau masih terpikirkan dengan pembicaraan tadi siang kan?”

 

Ah, jadi ini yang dibicarakan oleh nya, batin Seohyun. Raut wajahnya terlihat berubah kali ini. “Kenapa tiba-tiba oppa berbicara seperti itu?”

“Bukankah sudah ku katakan jangan menghindar? Mengapa kau masih mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, Hyunnie-ah?” Kyuhyun membalas dengan menekankan gaya bicaranya. Ini sudah bukan waktunya untuk berbasa-basi lagi.

“Aku tidak ingin membicarakan nya oppa, kita bicarakan yang lain saja ya?”

“Jika kau jujur padaku, kita bisa saja lupakan masalah ini. Namun alasan mengapa ini perlu dibicarakan adalah dirimu. Kau membuat ku khawatir”

 

Mata bulat milik Seohyun memandang tepat ke arah mata teduh Kyuhyun yang sejak tadi menghadapkan dirinya pada si gadis. Tidak ada cela lagi baginya untuk menghindar, tetapi jalan berpikir Seohyun saat itu bukan dalam waktu yang terbaik. Sejak ia terbangun pagi hari hingga malam menjelang, hatinya terus memikirkan semua diskusi yang diucapkan Staf Woo. Dan Kyuhyun mengenali kondisi ini.

 

“Sekarang katakan padaku, apa yang paling kau khawatirkan setelah rapat itu?” Seohyun mengadahkan wajahnya pada Kyuhyun yang mengambil satu langkah lebih dekat. “A-Aku..”

“Aku takut mereka tidak bisa menerimanya, oppa

“Mereka siapa?”

“Mereka semua. Teman-temanku, keluargaku, dan yang paling penting semua fans yang ada di luar sana”

“Kenapa kau mengkhawatirkan fans kita? Ku rasa para Sone tak akan merasa masalah jika hubungan kita terungkap” Kyuhyun menyampaikan opininya.

Oppa tidak tau bagaimana terpukulnya Taeyeon eonnie saat ia menerima begitu banyak kritikan dari semua orang. Ia bahkan menangis dalam tidurnya, satu hal yang belum pernah ku lihat selama 8 tahun aku mengenalnya”

“Lalu kau ingin mengakhiri hubungan kita agar kau tidak merasa terpukul saat kau menerima hujatan dari mereka, begitu?”

 

Seohyun tertegun mendengar ucapan dari Kyuhyun yang terkesan apa adanya. Semua pria berpikir secara logis, karena itu Kyuhyun tak ingin membuatnya semakin sulit jika memang situasi memaksanya untuk berpisah dengan Seohyun walaupun tak ingin. Terlebih lagi Seohyun memang sudah cukup sering menerima perlakuan yang tak mengenakkan dari para fansnya, ia tidak mau membuat Seohyun semakin terpuruk. Perlahan, Kyuhyun merengkuh Seohyun, membawa kekasihnya ke dalam pelukan hangat. Baik Kyuhyun maupun Seohyun memejamkan kedua matanya untuk merasakan kasih sayang itu.

 

“Jika aku bisa menukar segala yang ku punya agar aku dapat melindungimu, aku akan melakukannya. Namun kenyataannya tidak seperti itu”

“Kau dan aku memang sudah memiliki kewajiban untuk menjalankan apa yang sudah ada saat ini. Kita tidak punya pilihan untuk menghindar, yang ada hanya menyelesaikan masalah agar langkah kita selanjutnya lebih berarti”

 

Kyuhyun memberikan sedikit jarak antara dirinya dengan Seohyun. Ia tangkup kedua pipi Seohyun yang putih itu sembari memandang mata Seohyun. Memberikan keyakinan pada kekasihnya tanpa banyak bicara.

 

“Jika kau terjatuh dan sulit untuk kembali berdiri, ingat diriku yang selalu berada di sisimu sampai kapanpun. Ingat sang maknae dari Super Junior yang tampan ini, Cho Kyuhyun. Mengerti?”

 

Gombalan yang diucapkan oleh Kyuhyun membuat Seohyun terkekeh dan memukul pelan dada Kyuhyun. Pria itu memang tak pernah kehabisan ide untuk membuat Seohyun tersenyum. “Ne, aku akan selalu mengingat maknae dari Super Junior ini. Cho Kyuhyun kan namanya?”

“Pintar sekali maknae dari Girls’ Generation ini. Pasti kau tertular kepintaran dariku, bukan begitu?”

“Aish, berhenti bersikap seakan-akan oppa jauh lebih pintar dariku”

“Aku memang pintar, Seohyun-ah. Pintar bermain star craft, kekeke~”

 

– End –

 

Believe

Kyuhyun & Seohyun

Story by @chandrasyifaw

Copyright | July, 2014

Tagged: , , ,

One thought on “(OS) Believe

  1. Gameroroo Agustus 3, 2014 pukul 11:20 pm Reply

    Berasanya ini itu kaya nyata gtu un.. suka banget sama ini ff,keliatan banget kalo Kyu itu pengen melindungi Seo.. buat ff yang SeoKyu lagi yaaa un.. hwaiting!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: