(Drabble) A Moment with You


A Moment with You

Author:
Chandra Syifa W

Main Casts:
Kim Bum | Kim So Eun

Genre:
Romance

Type:
Ficlet

A/N:
Halo!
Hanya ingin sekedar berbagi sebuah ficlet yang sudah lama tersimpan di laptop saya. Maaf jika terlalu pendek dan tidak membuat senang.
Kritik dan saran kirim mention ke twitter saya yang ada di bawah ya.
Oh ya, kemungkinan saya akan post ff baru, ada yang berminat mungkin? Hehehe.
Sangat ditunggu respek dari para pembaca (read: your comment ofc, hahaha)
Terima kasih!

– A Moment with You –

“Kenapa kau bisa dekat dengannya?”
“Apa yang kau lakukan sehingga dia akrab denganmu?”
“Hubungan apa yang sebenarnya kalian miliki?”

Wanita yang menjadi target pertanyaan itupun menjawab semua pertanyaannya dengan mudah.

“Aku tak melakukan apapun”
“Kami teman”

***

Semua nya terjadi begitu saja. Ketika untuk pertama kalinya So Eun bertemu dan berkenalan dengan Kim Bum, seorang mahasiswa yang satu kampus namun berbeda jurusan dengannya. Dikenal memiliki perawakan yang sempurna serta sikap yang santun, membuatnya mudah dikenali tanpa perlu memperkenalkan diri. Acara kampus yang memerlukan bantuan dari So Eun dan Kim Bum memberikan mereka kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain. Tidak ada yang aneh sebenarnya, hanya saja kecocokan di antara mereka tak bisa di pisahkan sehingga Kim Bum sangat senang jika bisa menghabiskan waktu dengan So Eun, dan begitu sebaliknya.

“Masih ada jam kuliah?” Kim Bum baru saja sampai di depan kelas So Eun setelah sebelumnya ia menghadap ke dosennya. “Itu yang terakhir”
“Mau menemaniku?” So Eun mengernyitkan dahinya.
“Ke?”
“Kau akan tau nanti, ayo”

Tangan kanan Kim Bum bergerak cepat meraih tangan So Eun, membawanya ke dalam genggaman hangat hingga membuat salah satu dari mereka memerah wajahnya. Melewati kerumunan mahasiswi yang sedari tadi ternyata telah mengikuti Kim Bum semenjak ia menyelesaikan jam kuliahnya hari itu. Menaiki sebuah motor sport yang sudah menjadi ciri khas nya, membonceng So Eun menuju ke sebuah tempat yang sangat menarik bagi siapapun. Ya, tempat apalagi selain taman bermain. Seoul Entertainment Center memiliki semuanya, mulai dari bioskop, arena bermain dengan area yang luas, tempat berbelanja, dan sebagainya. So Eun baru menyadari hal itu saat Kim Bum membawanya menuju ke arah salah satu rumah Bibinya, yang sebenarnya tak terlalu jauh dari sana.

“Kau mengajak ku untuk berlibur atau apa? Oh, atau mungkin ada sesuatu yang ingin kau rayakan denganku?” Tanya So Eun.
“Mungkin tepat jika ku katakan berlibur. Apa kau ada acara nanti?”
“Bukankah aku sudah bilang jika jam kuliah tadi adalah yang terakhir?”
Kim Bum menepuk keningnya dengan terkekeh. “Jadi kau bisa menemani ku seharian ini kan?”
“Eh, maksudmu? Kau mau mengajak ku kemana lagi memangnya?”
“Lihat saja nanti. Aku tidak akan menculikmu, So Eun. Believe me”

Tempat itu menjadi saksi bisu keakraban mereka. Kim Bum dan So Eun menghabiskan waktu mereka bersama dengan penuh tawa tanpa ada kecanggungan yang melanda. Terlihat seperti pasangan kekasih yang cinta nya masih memenuhi relung hatinya. So Eun mendapatkan boneka dari Kim Bum berkat bakatnya yang mahir melempar bola pada permainan ‘Get Your Present’, membeli popcorn untuk satu sama lain, bahkan So Eun mengajak Kim Bum untuk bermain Roller –Coaster.

“Kau yakin mau menaiki itu? Tinggi nya tidak main – main, So Eun-ah”
“Memangnya kenapa? Ku rasa tidak setinggi yang kau katakan, Kim Bum”
“Itu karena kau belum menaikinya. Jika kita sudah berada di atas sana baru kau meminta turun padaku”
“Aku tidak seperti itu, kau tidak perlu khawatir. Lagi pula jika aku takut bukankah kau akan segera menolong ku, huh?”

Tanpa menghiraukan Kim Bum yang masih tersigap mendengar ocehannya, So Eun kini berganti menarik tangan Kim Bum menuju ke arena permainan tertinggi yang ada di sana. Dan semua yang Kim Bum katakan ternyata tidak terbukti. So Eun berhasil turun dari permainan itu tanpa menangis ataupun merasa mual karena di bawa naik turun. Yah, bagaimanapun kenyataannya yang pasti pembuktian tersebut menjadi kesan tersendiri bagi Kim Bum, dimana dirinya semakin mengetahui sisi lain So Eun sebagai wanita yang tidak bisa dianggap remeh.

***

Hari mulai gelap. Matahari yang sinarnya sempat membuat sebagian dunia menjadi terang kini berganti arah untuk menerangi sisi dunia lainnya. Selesai menghabiskan waktu di tempat rekreasi lantas Kim Bum mengajak So Eun untuk makan malam bersama di salah satu tempat makan kaki lima favoritnya semasa remaja. Meskipun sempat memberikan penolakan, So Eun justru berakhir dengan mengiyakan ajakan Kim Bum. Karena jauh di dalam hatinya ada satu hal yang membuat wanita berambut panjang itu merasa segan. So Eun takut untuk menjadi salah satu orang terdekat Kim Bum. Sebuah pikiran yang memiliki alasan karena dirinya takut untuk terjatuh lebih dalam terhadap pesona pria itu, yang mungkin belum tentu ikut terjatuh akan pesona yang ia miliki.

Kim Bum menghampiri So Eun yang tengah terduduk di salah satu bangku yang kosong setelah mengambil ponselnya yang sempat tertinggal di motor. “Sudah memesan?”
“Belum” Ujar So Eun. “Baiklah, akan ku pesankan menu paling enak disini”

So Eun melempar senyum simpulnya pada Kim Bum sebagai jawaban atas pertanyaannya. Sesaat kemudian ia melempar pandangan nya ke langit malam yang kala itu tengah dipenuhi banyak bintang. Rasanya malam itu terasa lebih indah dibandingkan malam – malam sebelumnya. Ia tak tau apa yang membuat dirinya merasa seperti itu, entah karena bintang – bintang yang menghiasi atau karena Kim Bum yang memenuhi harinya hingga saat ini. Tipe orang seperti So Eun bukanlah orang yang bisa membohongi dirinya sendiri dengan mudah, harus diakuinya jika Kim Bum merupakan satu – satunya pria yang membuat ia nyaman sejauh ini. Belum pernah ia bersikap seperti apa adanya Kim So Eun di depan teman pria lainnya.

Memberikan waktu untuk wanita itu terdiam dan asik dalam pikirannya, Kim Bum kemudian kembali ke meja mereka dengan membawa nampan yang berisi makanan kesukaannya, Ramyun. Salah satu jenis makanan sederhana yang mudah ditemukan sebenarnya, hanya saja ia termasuk salah satu yang fanatik sehingga terlihat sedikit berbeda.

“Cobalah, ramyun di sini adalah yang paling enak. Bahkan dari ramen asal Jepang sekalipun, meskipun menurut ku hanya berbeda nama” gumam Kim Bum dengan tersenyum. So Eun ambil sepasang sumpit di dekatnya kemudian mencoba ramen itu. Di perhatikan nya ia oleh Kim Bum dengan rasa penasaran, menunggu reaksi yang So Eun berikan. “Mashitta”
“Benarkan apa yang ku katakan? Kau tau, dari sekian banyak temanku baru kau saja yang ku ajak makan di sini”
So Eun pun menoleh. “Kenapa baru aku? Jarak dari kampus ke tempat ini kan tidak terlalu jauh, terlebih lagi sebagian besar teman – teman mu juga membawa motor. Bahkan ada yang membawa mobil”
“Bukan karena itu. Aku hanya tidak terpikirkan saja mengajak mereka ke sini, dan aku baru terpikirkan untuk mengajakmu. Kebetulan yang pas bukan?”

Ah, ucapan Kim Bum terdengar sederhana memang. Tapi cukup mengesankan bagi seorang So Eun. Kim Bum melirik pada So Eun yang sedikit demi sedikit mulai menunduk, membuatnya tersenyum akan kecantikan dari nya. Sesekali So Eun menggerakkan sedotan yang ada dalam teh hangat nya untuk sekedar menghilangkan kegugupan yang melanda.

Waktu makan malam Kim Bum dan So Eun terasa begitu menyenangkan. Hal ini mungkin menjadi salah satu momen untuk mengenal lebih dekat satu sama lain. Tak ayal jika keduanya hingga tidak menyadari jika malam sudah semakin larut, tepat jam 9 malam. Setelah menghabiskan makanan mereka Kim Bum segera meraih tangan So Eun untuk digenggamnya, menjalankan inisiatif hatinya untuk mengantarkan wanita itu pulang. Membiarkan angin malam menemani mereka untuk terakhir kali di hari yang sama.

“Di sini?”
“Mmm, di sini”

Kim Bum mematikan motornya setelah ia mendapat petunjuk dari So Eun agar ia sampai ke rumahnya. Tidak perlu menunggu waktu lama ataupun terlewat untuk menemukan rumah So Eun, karena rumah keluarga So Eun berada tepat di dekat jalan raya bersebrangan dengan sebuah taman kecil. So Eun turun dari motor Kim Bum yang agak tinggi dengan berpegangan kepada pundak Kim Bum, sementara pria itu menahan agar So Eun tidak terjatuh. Ia tipe pria yang memiliki manner yang baik bukan?

“Terima kasih untuk hari ini dan sudah mengantarku pulang, Kim Bum-ssi” ucap So Eun dengan tersenyum simpul.
“Sama – sama. Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kau sudah bersedia untuk menemaniku pergi seharian ini” Kim Bum menjawab dengan membalas senyuman dari So Eun. “Ah, bisakah kau berhenti memanggilku dengan ‘Kim Bum-ssi’? Ku rasa hubungan kita tidak secanggung itu”
So Eun tertawa kecil mendengar pengakuan dari Kim Bum. “Lalu aku harus memanggilmu apa? Kim Bum-ah? Begitu?”
“Harusnya kau memanggilku dengan sebutan Kim Bum oppa, kau tau kan umurku sebenarnya lebih tua di banding dirimu? Yah meskipun hanya beberapa bulan”
“Memangnya kau mau ku panggil dengan seperti itu? Ku rasa itu lebih aneh dibandingkan Kim Bum-ssi”
“Hah, entahlah, hanya saja aku belum pernah dipanggil seperti itu sebelumnya”
“Wae, jangan katakan jika kau belum pernah punya kekasih. Kau tidak mau berbohong seperti itu kan?”
Kim Bum langsung tertawa saat So Eun menghadapi nya dengan pertanyaan seperti itu. Sebuah pertanyaan yang memaksa Kim Bum untuk jujur kepada wanita yang ada di depannya saat ini. “Kalau memang kenyataannya seperti itu kenapa? Kau tak percaya padaku?”
“Bukan aku yang tidak percaya, tapi para wanita di kampus yang tidak akan percaya padamu. Mereka akan semakin tergila-gila pada seorang Kim Bum jika mereka tahu hal ini” ledek So Eun hingga membuat Kim Bum tersenyum kecil.
“Kalau begitu jangan pernah beritahu mereka jika kau tidak mau bersaing dengan para fansku”

Setelah kalimat Kim Bum itu terdengar oleh So Eun, Kim Bum langsung mencium kening So Eun dengan cepat dan kembali menggunakan helm miliknya. Menyalakan mesin motor untuk segera tancap gas menuju ke rumah nya yang bahkan memerlukan waktu lebih dari satu jam perjalanan. Karena Kim Bum ingin meninggalkan So Eun dengan sebuah kenangan indah untuk dimimpikan oleh wanita itu selamanya.

“Ah, ada yang harus ku ralat mengenai ucapanku tadi”
“Kau tidak akan bersaing dengan para fansku, tidak akan pernah. Karena kau sudah punya tempat tersendiri”
“Sampai jumpa besok. Aku akan menghubungi mu nanti”

Dan pada kenyataannya, Kim Bum berhasil membuat So Eun terdiam dengan kedua pipinya yang memerah. Baik dari apa yang pria itu katakan maupun perlakuannya, sungguh seperti mimpi yang bahkan tak pernah berani ia impikan. Seolah bertanya pada dirinya sendiri apa yang telah terjadi. Siapapun wanita di dunia ini pasti akan tersipu malu dengan setiap momen romantis yang mereka terima.

Kim So Eun, kau sangat beruntung bisa memiliki pria yang selalu ingin dekat denganmu seperti Kim Bum.

– End –

A Moment with You
Kim Bum & Kim So Eun
Story by @chandrasyifaw
Copyright | December, 2015

Tagged: , ,

30 thoughts on “(Drabble) A Moment with You

  1. nurul hidayah Desember 1, 2015 pukul 1:02 pm Reply

    Waaahhh bener2 romantis
    Andaikan di dunia ini ada cwok kyk gitu yaa hahhah mimpi …
    Ok chingu ceritanya bagus kq lanjutkan ok fighting

  2. Kim Lia Desember 1, 2015 pukul 1:21 pm Reply

    Happy ending.. Romance banget euuyyy eciyee yang punya moment happy bnget.. Kim So Eun Kim Bum cocok.. Drabblenya seru bagus pula

  3. Hanni Desember 1, 2015 pukul 1:49 pm Reply

    So sweet
    kren crtanya tp endingnya gantung kkkk
    next

  4. sugarsoya Desember 1, 2015 pukul 2:08 pm Reply

    Kerennn syifa…. Walaupun cuma drable/ficlet tapi bisa mengobati kangennya sama bumsso… Fix di ficlet ini sebenernya kim bum juga suka ama soeun, hehe^^

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 12:05 am Reply

      Kyaaaa salah satu kakak kesayangan dgn id sugar soya ini komen jugaaa! Hehehe iya kak kan emg bumsso fix saling suka, on my mind tapi wkwkwk

  5. Shin Ha Ra Desember 1, 2015 pukul 2:50 pm Reply

    keren, sequel dong pan belum jadian kekekke

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 12:06 am Reply

      Pengen nya sih gitu, pan ini mah pendek banget ya ga puas jadinya, wkwkwk

      • Shin Ha Ra Desember 2, 2015 pukul 10:20 am

        pan, author aja gk puas apalagi readers nya, udah sequel aja😉

  6. Mama nikita widiyati Desember 1, 2015 pukul 3:01 pm Reply

    Aigoo,ficlet yg manisss bgt….terasa pas saat kim bum mengungkapkan perasaan sukanya namun dg kalimat kiasan yg berbeda.ughhh….kena bgt!!?wajahku memerahhhhh……

  7. Paijem Desember 1, 2015 pukul 4:32 pm Reply

    Gak ngeh kLo ada tulisan “drabble” diatas…jd waktu End langsung “MLongo” itu ekspresiQ….
    Keren.. Next project ditunggu 😊

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 12:19 am Reply

      Jiah berarti font drabble nya hrus saya gedein ya, hahaha

  8. viviokta36 Desember 1, 2015 pukul 5:01 pm Reply

    sumpah keren bngt nih ff🙂
    ditunggu karya lain’a yah🙂

  9. bumssowldr Desember 1, 2015 pukul 8:58 pm Reply

    uuuhh udah lama ga berkunjung ke blog ka syfa hehe. Yeaaass keren ka ficletnya aku suka bener-bener kebayang banget moment bumssonya hehehe. Jadi obat rindu bumsso nih hehehe. Kak bikin ff bumsso lagi yahhh ditunggu loh ka hehe ^^

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 2:31 am Reply

      Hhehe insya allah kalau ada waktu pasti buat kok. Makasih yaaa

  10. Natalia irma Desember 1, 2015 pukul 10:14 pm Reply

    Aaa baru baca kembaliii ff eonni,,,,sudah lamma tdk baca ff bumsso nya eon,,,,kmrin bru eonn konfir perteman kembali fb barunya sx,,,,sx penggemar lamamu eonnni

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 12:25 am Reply

      Hehehe iyaa nih maaf ya baru comeback lagi ke dunia ff. Maaf jg baru di confirm permintaan pertemanan nya numpuk banget, hahaha.

      Anyway tengkyu yaaa

  11. ria Desember 1, 2015 pukul 11:26 pm Reply

    Drable yg keren thor .terkesan manis n gentlman bgt kim bum y. Ehhhmm drable y bikin bertny . Apa drable kisah mrk brlnjut ? Kangen ff mrka thor .

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 12:26 am Reply

      Iyaaa nih sama, saya liat ff bumsso udah ga sebanyak dulu. Kita harus menyebarkan virus bumsso lagi sepertinya, hahaha

  12. My Fishy Desember 2, 2015 pukul 4:16 am Reply

    drabblenya keren banget thor, romantis banget kim bum harusnya so eun mengerti apa yg telah d katakan dan d lakukan kim bum padanya so sweet

  13. nadaul Desember 2, 2015 pukul 5:57 am Reply

    sweet bangey chinguuuu, cocok banget ya bumsso :’) tapi kaya gantung gini ceritanya huhu:( masa bertepuk sebelah tangan:(
    fighting chingu! di tunggu lanjutannya hehehe

    • koreanfanfictland Desember 2, 2015 pukul 7:04 am Reply

      Eh masih gantung ya? Maafkan daku nanti kalo ada waktu di bikin edisi penjelasannya deh yaaa

  14. dela safitri Desember 5, 2015 pukul 5:32 pm Reply

    Tadi itu mengesankan benar2 waw bgtt
    Oppa tipikal orang yg berani dan blak-blakkan
    Aaah sso eonni bikin ngiri
    Luar biasa maniisnya perlakuan oppa itu😉
    Aaah bikin senyum2 gaje

  15. Dwi A Desember 10, 2015 pukul 12:24 pm Reply

    Bumppa romantis banget
    Bikin sp ny thor atau sequel ny dong soalny bumsso blm jadian

  16. marwati Desember 10, 2015 pukul 2:05 pm Reply

    Ceritanya benar2 mengesankan, kata2kimbum bikin soeun deg2an …..
    Tapi bgmn kelanjutannya? Apa kira2 jawaban soeun……?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: