(FF) The Love Book – Part 7


The Love Book

#Part 7

 Untitled-23

Author:

Chandra Syifa W

Main Casts:

Kim Bum | Kim So Eun

Casts:

Yoo Seung Ho | Go Ara | Lee Hyun Woo | Park Ji Yeon

Genre:

Romance – Friendship – Comedy

Length:

Chapter

Rating:

+12

Disclaimer:

I’m just own the story.

Typo always be applied.

Do not copy-edit-paste.

Kindly check out the previous part right here!

https://koreanfanfictland.wordpress.com/library/fanfiction

Do leave your comment, please.

Thank you~

 

Last story on ‘The Love Book’

 

“Aish, tenangkan dirimu Kim So Eun. Kau harus segera tidur untuk mempersiapkan promosi penerbitan novel perdanamu!” gumamnya tak jelas. Sepertinya kali ini So Eun memang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

 

Hingga kemudian ia menutup kedua matanya dengan perlahan, tiba-tiba ponselnya berdering singkat dengan tanda sebuah pesan singkat telah diterima di ponselnya. So Eun membuka ponsel nya, melihat dengan terkejap pada layar ponselnya yang kembali membuat jantungnya berdegup kencang.

 

From    : Kim Bum-ssi

 

            Aku mengirim pesan ini karena ku pikir kau akan sulit tertidur, mengingat mulai esok hari kau akan menjadi seseorang yang berbeda, seorang novelis yang mengubah dunia dengan caramu sendiri.

 

            Tidurlah, jangan mengkhawatirkan apapun. Aku akan membantumu dan selalu ada di sampingmu.

 

            Kapanpun dan di manapun kau membutuhkanku.

 

– The Love Book –

 

Go Ara tengah sibuk menggerutu di saat Kim Bum memonitor persiapan peluncuran novel terbaru perusahaannya. Rasanya ingin sekali ia menarik dasi biru yang Kim Bum kenakan untuk memaksa pria itu memberikan perhatiannya padanya. Profesionalitas bagi Kim Bum bukanlah sebuah hal yang dapat di mainkan, ia bekerja dengan semangat dan keinginan nya sendiri hingga ia mampu membesarkan perusahaannya hingga seperti ini. Pikiran semacam itu mungkin tidak pernah terbesit dalam pikiran Go Ara, sejak ia menjadi seorang wanita yang menempuh pendidikan di luar negeri sampai saat ini. Dirinya menjadi lebih egois dan suka memaksakan kehendaknya.

 

Sebuah ruangan konvensi di salah satu gedung terkemuka yang berdiri di Seoul di pilih oleh Kim Bum untuk peluncuran novel So Eun. Sudah tentu ia membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan sang novelis, mengingat Kim Bum sudah mengatakan jika So Eun dapat memilih dan mengatur segala sesuatunya sendiri.

 

“Kau tidak ingin membuat acara ini di luar kota? Mungkin dengan begitu kau bisa sekaligus berlibur”

            “Tidak perlu, aku sudah sangat berterima kasih kau sudah menerima naskah novel ku untuk dapat diterbitkan. Aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya”

 

Karena kesederhanaan yang ada pada So Eun telah meluluhkan hati Kim Bum. Membuatnya semakin tertarik dan terus memikirkan So Eun di bandingkan orang-orang yang terus-menerus berada di sampingnya.

 

“Bum-ah, kau tidak perlu ikut berada di sini. Bukankah sudah ada para tim yang mempersiapkannya? Lebih baik kita mencari sarapan berdua, otte?” Ajak Go Ara dengan lembut, mengaitkan tangannya pada lengan Kim Bum agar terlihat manja. Menaruh harapan setinggi-tingginya.

Namun Kim Bum tidak memberikan respon seperti yang diinginkannya. “Terima kasih, aku sudah sarapan”

 

Setelah jawaban singkat itu, Kim Bum bergegas meninggalkan Go Ara untuk membicarakan set panggung dengan para kru nya. Wajah cantik yang sebenarnya di miliki Go Ara kini berubah menjadi lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Perasaan nya mulai tidak enak, kecurigaan pada Kim Bum kini sangat ia rasakan. Terlebih lagi setelah ia mendapat informasi lebih mengenai So Eun dari sahabat wanita itu, Lee Hyun Woo.

 

“Dia cantik, baik hati dan tidak banyak bicara sepertimu”

            “Dia sangat ingin menerbitkan novel karya nya, karena itu aku mengenalkannya pada Kim Bum”

            “Jujur saja, ku pikir aku memiliki perasaan lebih pada sahabatku yang satu itu. Tapi ku rasa dia telah menyukai orang lain”

            “Ah lagi pula aku masih mempunyai Girls Day yang dapat ku sukai setiap saat, hahaha~”

 

            Apa yang telah ia dengar beberapa hari yang lalu membuat Go Ara semakin gusar. Sibuk memikirkan langkah apa yang harus ia ambil bila So Eun menaruh hati pada Kim Bum dan sebaliknya. Dirinya tidak bisa tinggal diam, ia meyakinkan hatinya untuk melakukan sesuatu agar kelak So Eun menjauh dari Kim Bum, bahkan jika perlu tidak akan pernah bertemu lagi.

 

“Kim So Eun.. Kau bukanlah saingan yang satu level denganku..”

“Kita lihat saja nanti”

 

***

 

To : Hyun Woo

 

            Aku sudah dalam perjalanan menuju ke sana. Sampai bertemu nanti~

 

            Sebuah pesan singkat So Eun kirimkan pada sahabat karibnya, Hyun Woo, agar sahabatnya itu tidak khawatir. Sejak pagi Hyun Woo sudah membuat ponselnya sibuk berdering karena ia terus menerus menelfon So Eun, dengan alasan untuk mengingatkan So Eun jika hari ini ada hari perilisan novel perdananya. Yah meskipun terasa mengganggu tapi So Eun mengerti perilaku seperti ini adalah bentuk perhatian Hyun Woo padanya.

 

Sepanjang perjalanan di bis yang ia tumpangi So Eun terdiam. Memandang bebas langit biru yang terlihat sangat cerah dibandingkan hari-hari sebelumnya, ditambah dengan deru angin yang menyapa wajahnya lembut dari jendela bis yang terbuka. Setiap saat wanita itu berdoa, menaruh harapan sebanyak-banyaknya agar hari ini dapat menjadi hari yang menyenangkan baginya.

 

“Bantu aku untuk melakukan yang terbaik, Tuhan”

 

Memakan waktu satu jam perjalanan menyusuri jalan-jalan kota yang sangat padat, So Eun kini sudah sampai di salah satu halte bis yang pemberhentiannya dekat dengan lokasi acaranya. Mengenakan kemeja dan rok selutut manis berwarna krem dan oranye, dipadukan dengan sepatu berhak tinggi membuatnya terlihat sangat cantik. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja, hanya ada bando berwarna senada yang terlihat di sana. Selangkah demi selangkah So Eun berjalan menyusuri jalan itu, masih ada waktu sebelum acara nya dimulai. Sembari berharap jika Hyun Woo akan datang memanggil namanya dari belakang, agar mereka bisa berjalan bersama-sama.

 

Namun yang terjadi bukanlah seperti apa yang ia inginkan.

 

Seorang pria berpakaian jas rapih baru saja keluar dari mobil sedan yang ia parkirkan tak jauh dari lokasi. Berjalan dari arah sebrang So Eun hingga tanpa sadar hampir menabrak So Eun. Dan tatapan mata itu pun tak bisa di hindari lagi.

 

“Kau”

“Kau”

 

Suasana kikuk kini menjalar pada keduanya. Ya, pria itu tidak lain adalah Yoo Seung Ho, mantan kekasihnya. So Eun berusaha untuk menghindar dari tatapan tajam mata pria itu, namun sepertinya Seung Ho tidak memiliki sikap yang sama. Ia sudah cukup merasa menyesal dan malu atas apa yang terjadi antara dirinya, wanita yang berada di hadapan nya saat ini dan juga sahabatnya, Kim Bum. Lantas ia mengambil inisiatif untuk menyapa So Eun terlebih dahulu. Salah satu cara agar dia dapat mengubah cara pikirnya pada Seung Ho.

 

“Hai, maaf aku hampir saja membuatmu terjatuh. Aku sungguh tidak sengaja melakukannya” sebuah kalimat yang terdengar sangat kaku yang Seung Ho ucapkan. Sedikit cemas menunggu balasan So Eun akan sapaannya. “Ne, maafkan aku juga yang tidak berhati-hati sampai aku tak menyadari keberadaanmu”

 

Fiuh..

            Akhirnya seorang Yoo Seung Ho bisa bernafas lega sekarang, setelah berdebar-debar bertemu dengan satu wanita yang terlalu mempesona.

 

“Mau berjalan bersama?”

“Mmm”

 

Kedua insan itu melangkahkan kaki mereka dalam ritme yang bersamaan. Melewati tiap detik kecanggungan yang tiada habisnya. Pikiran mereka berkecamuk setiap saat memikirkan hal apa yang harus mereka bicarakan agar tidak terlihat canggung seperti ini. Karena secara tidak sadar suasana area gedung tersebut belum terlalu ramai, seolah-olah Seung Ho dan So Eun terlihat melakukan sebuah ‘kencan’ tersendiri.

 

Berusaha untuk melupakan apa yang sudah terjadi, Seung Ho kembali mengajak bicara So Eun terlebih dahulu. “Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui novel perdanamu akan segera rilis? Pasti kau sangat senang, bukan begitu?”

“Sudah pasti” So Eun mengakui hal itu dengan wajah sumringah. “Ini adalah impian yang bahkan tak pernah terpikirkan olehku untuk menjadi kenyataan”

“Kau pantas mendapatkannya” ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Seung Ho, sehingga So Eun langsung menatap pria itu dengan perasaan yang tidak biasa. Seung Ho pun merasakan aura aneh itu.

“Aku mengatakannya bukan untuk apapun, ini hanya opini ku. Sungguh, ku pikir kau pantas mendapatkan hal ini setelah apa yang kau lewati sebelumnya”

So Eun berusaha untuk berucap, namun yang ia lakukan hanya tersenyum sembari berkata, “Terima kasih”

“So Eun-ah!

 

Suara yang sudah tidak asing lagi menggema di telinga So Eun, membuatnya menoleh ke arah suara itu berada. Ia lihat Kim Bum yang sedang berjalan ke arahnya dengan penuh senyuman, namun senyuman ini perlahan menghilang sesaat ia menyadari jika Seung Ho berada tepat di samping So Eun. Hubungan kedua sahabat ini menjadi kurang baik semenjak insiden yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Seung Ho yang menyadari hal ini pun ingin menyapa Kim Bum, tetapi Kim Bum malah mengalihkan perhatiannya pada So Eun.

 

“Kau baru datang? Di mana Hyun Woo?”

“Ah, Hyun Woo mungkin akan datang sedikit terlambat. Kau tau, ia tidak pernah benar-benar datang tepat waktu. Karena itu aku datang sendirian” balas So Eun sembari tertawa kecil mengingat kebiasaan buruk sahabatnya. “Ku pikir kau sudah datang lebih dulu, ternyata kita bertemu di sini”

Kim Bum tersenyum pada wanita itu. “Aku sudah ke sini sebelumnya, tapi aku harus berganti kemeja ku terlebih dahulu. Aku tak mungkin tampil lusuh di acara penerbitan novel perdana mu”

 

Astaga, ucapan Kim Bum rasanya seperti sebuah mimpi di benak So Eun. Pria sepertinya sudah pasti akan membuat banyak wanita luluh dalam sekejap, di tambah lagi dengan hartanya yang sudah tidak terhitung.

 

“Ayo kita masuk, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum acaranya dimulai, Nona Kim” bisik Kim Bum sembari melirik Seung Ho tajam. Kemudian keduanya berjalan tanpa mengidahkan Seung Ho yang masih berdiri terdiam di belakang mereka.

 

Pria itu hanya mampu menatap mereka dari jauh, sembari menyadari jika kesalahan kecil yang telah ia perbuat pun mampu meruntuhkan hubungan persahabatannya dengan Kim Bum.

 

***

 

“Ah, aku terlambat lagi”

 

Lee Hyun Woo, pria yang dikenal sebagai fans dari Girls Day itu baru saja turun dari salah satu bis yang melewati lokasi peluncuran novel terbaru So Eun. Kali ini ia tampil dengan rapih dan juga sedikit sentuhan kasual, tidak lain tidak bukan adalah paduan dari kemeja, celana jeans, dan juga sepatu kets kesayangannya. Ya, Hyun Woo bukan tipe orang yang menyimpan banyak kemeja putih, dasi, apalagi jas hitam yang biasa digunakan pebisnis kelas atas. Tak lupa juga headphone kesayangannya ia gantungkan di lehernya.

 

“Gedung tempat acaranya besar juga” gumam Hyun Woo sembari melihat sekelilingnya.

“Poster promosi novelnya juga banyak ditempel dimana-mana” lanjutnya lagi dengan gaya menganalisisnya. Mungkinkah ia terkagum-kagum dengan hal seperti itu?

“Tak ku sangka ternyata Kim Bum benar-benar orang banyak harta, ckckck”

“Maaf, apa kau temannya Kim So Eun?”

 

Hyun Woo menengok ke wanita yang sudah berada di sampingnya. Rasa-rasanya aku pernah melihat wanita ini, pikirnya. “Nuguseyeo?

“Park Ji Yeon, aku temannya Kim Bum juga. Kita sudah pernah bertemu sebelumnya ketika kau datang bersama Go Ara, apa kau masih ingat?” tanya Jiyeon yang berusaha membuat Hyun Woo mengingatnya. Akan sangat memalukan jika pria yang bahkan baru saja ia sapa tak dapat mengenalinya sama sekali. “Ah, iya iya aku ingat. Kau yang kekasihnya pria yang satu lagi itu kan? Yang temannya Kim Bum juga?”

Kekasih? Pria temannya Kim Bum juga? Jiyeon sudah sangat yakin yang dimaksud Hyun Woo adalah Seung Ho, namun sebutan kekasih itu membuat nya sedikit malu. Pria itu bahkan tak pernah menganggapnya lebih dari sahabat. “Ya, itu benar”

“Benarkan? Aku tau ingatan ku cukup baik, setidaknya tidak seburuk yang So Eun katakan padaku setiap hari” kata Hyun Woo dengan sedikit membanggakan diri. “Ngomong-ngomong, kau tidak datang dengan wanita yang namanya Go Ara itu kan?”

“Go Ara? Tidak, aku datang sendiri” jawab Jiyeon santai.

“Hah, syukurlah. Rasanya sangat lega kalau tidak ada wanita itu dihidupku” Hyun Woo berceletuk tanpa merasa bersalah. “Ayo kita masuk, sebelum ia muncul dengan tiba-tiba di belakang kita, kekeke~

“Siapa yang kau maksud dengan muncul tiba-tiba di belakangmu, huh?!”

 

Semoga beruntung, Lee Hyun Woo!

 

***

 

“Dan dengan ini, novel perdana karya Kim So Eun yang berjudul ‘In Your Eyes’ telah resmi diterbitkan!”

 

Ucapan MC itu pun langsung di sambut tepuk tangan meriah oleh seluruh kalangan yang hadir. Tak main-main, ada lebih dari 300 orang yang memenuhi venue tersebut, membuat So Eun yang berdiri di atas panggung bersama dengan Kim Bum pun merasa takjub. Sebuah keajaiban lain yang membuat dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih, betapa banyaknya orang yang mau menghargai karyanya. Dari sudut matanya So Eun juga dapat melihat sahabatnya, Hyun Woo yang ikut berdiri bertepuk tangan. Ia dapati pula Jiyeon yang tersenyum simpul dan juga..

 

Go Ara, yang memang tak pernah memberikan senyuman nya pada So Eun. Dan mereka semua duduk berdampingan dengan Seung Ho.

 

Setelah melewati sesi foto bersama di atas panggung, Kim Bum berjalan bersama So Eun menuju ke tempat untuk sesi tanya jawab lebih lanjut mengenai novel debut nya ini. Pria itu tidak pernah menjauh dari So Eun, karena Kim Bum merasa jika kini ia sudah cukup mengenal baik wanita berambut panjang tersebut. Senyuman kagum dari Kim Bum tak pernah hilang dari wajahnya, terus menghiasi bahkan semakin lebar ketika So Eun menjawab pertanyaan dari kalangan media.

 

“Novel anda akhirnya terbit, bagaimana perasaan anda saat ini? Mungkin anda ingin mengucapkan terima kasih pada seseorang?”

“Aku sangat senang, setelah proses yang begitu panjang dan sulit akhirnya aku menemukan titik terang. Aku berterima kasih kepada semua orang terutama kepada keluargaku, dan juga teman-temanku yang senantiasa mendukungku. Lee Hyun Woo, sahabatku yang membantu supaya novel ku bisa diterbitkan, dan juga Kim Bum selaku pemilik dari K-Book Company yang sudah menerbitkan novel ini. Meskipun novel ku penuh dengan banyak kekurangan tapi ku harap semua orang bisa menikmatinya. Aku sangat berterima kasih”

“Nona Kim So Eun, mungkin bisa anda jelaskan secara singkat apa isi dari novel anda?” tanya salah satu wartawan dari media terkemuka.

“Novel yang berjudul ‘In Your Eyes’ ini menceritakan seorang wanita yang bermimpi menjadi penulis terkenal, dimana ia menulis sebuah buku yang mengkisahkan cerita cintanya dengan pria yang ia impikan. Namun wanita ini mengalami banyak rintangan dan juga kesulitan, baik dalam karir menulisnya maupun kehidupan cintanya sendiri. Untuk cerita lebih lengkapnya silahkan membaca novel ku” terang So Eun dengan tutur bahasanya yang lembut.

“Apakah kisah cinta si tokoh utama berasal dari pengalaman pribadimu?”

“Ah, itu..”

 

Sejujurnya So Eun tidak menyangka jika ia akan menerima pertanyaan semacam itu, terlebih lagi Kim Bum duduk tepat di sampingnya dengan menatap penuh tanya. Yoo Seung Ho yang juga mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh wartawan pun merasa khawatir, ia takut untuk menghadapi kenyataan bila seandainya memang So Eun mengambil alur cerita dari pengalaman pribadinya. Mengingat ia lah kekasih pertama wanita itu, sudah pasti Seung Ho akan merasa buruk sekali. Hyun Woo yang menunggu jawaban sahabatnya dengan bingung pun hanya bertanya pada dirinya sendiri. “Apa-apaan wartawan itu? So Eun kan belum pernah punya kekasih, teman laki-laki yang dekat dengannya saja cuma aku. Ckckck, ada-ada saja”

 

“Ya, bisakah kau diam dan duduk manis? Selalu saja membela So Eun, urus saja dirimu sendiri dulu” celetuk Go Ara dengan cuek sembari memandang ke arah Kim Bum.

Hyun Woo pun membalas Go Ara dengan tidak kalah tajamnya. “Cih, aku tak butuh saran darimu. Memangnya kau orang tua ku yang bisa mengatur apapun yang ku mau?”

 

Jiyeon mendengar gumaman Hyun Woo yang sebenarnya bersuara keras, namun ia tak merespon apa yang ia katakan. Jiyeon justru berpaling pada wajah Seung Ho yang ia sadari, berubah menjadi muram dalam sekejap. Ingin sekali Jiyeon bertanya, tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat. Entah bagaimana caranya, namun hati Jiyeon jadi ikut sendu.

 

So Eun mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab pertanyaan yang masih belum terjawab, berusaha untuk setenang mungkin agar ia terlihat meyakinkan. “Tidak, itu bukan dari pengalaman pribadiku”

“Hanya itu yang bisa ku sampaikan. Sekali lagi ku ucapkan terima kasih banyak, dan mohon dukungannya untuk novel ‘In Your Eyes’. Terima kasih”

 

Acara itu pun berakhir dengan baik dan memuaskan. Orang-orang yang hadir langsung membeli novel karya So Eun dan mengantri untuk mendapatkan tanda tangannya. Baik dari kalangan remaja hingga ibu rumah tangga juga ikut membelinya. Pada titik ini So Eun menyadari, bahwa ini merupakan titik kebahagiaan yang ia rasakan. Ketika ia berkarya, berusaha untuk membuat sesuatu agar orang lain dapat membaca dan menikmati nya, lalu mereka menghargai hasil kerja kerasnya dengan hanya sekedar menyampaikan pendapat mereka pun sudah membuat dirinya senang.

 

Kim Bum masih berdiri di sana, sedikit menjauh dari So Eun untuk membiarkannya menikmati momen ini. Meskipun ia tidak pernah menjadi seorang penulis atau semacamnya, ia mengerti apa yang So Eun rasakan selama ini. Diri nya ikut senang, bukan hanya karena novel yang diterbitkan perusahaan nya laku keras, tetapi juga karena ia berhasil membuat wanita itu tersenyum secerah matahari yang baru terbit. Tidak sedetik pun Kim Bum mengalihkan perhatiannya pada yang lain. Harus ia akui jika ia kagum pada diri Kim So Eun.

 

Tunggu, perasaan macam apa ini?

 

“Acaranya sudah selesai kan? Ayo kita makan malam bersama, aku yakin kau pasti melewatkan makan malam mu demi dia. Bukan begitu?” Go Ara yang tiba-tiba datang dan merangkul mesra lengan Kim Bum itu berbicara dengan nada genit nya. Berusaha dengan sebaik mungkin agar pria itu menurut padanya. “Ayo kita pergi”

Kim Bum melepaskan tangan Go Ara dari tangannya perlahan, agar wanita itu tidak merasa terlalu kecewa. “Tidak, terima kasih. Aku akan makan malam bersama dengan staf ku dan juga So Eun”

“Apa enaknya makan bersama dengan mereka? Kalau kita makan hanya berdua kan kita bisa makan di restoran mewah, kau pasti suka dengan menu yang akan ku pilihkan untukmu. Biarkan saja So Eun di sini, nanti Hyun Woo yang akan menemaninya jika kau khawatir. Otte?

Pria itu hanya menghela nafas nya, percuma membalas ucapan Go Ara karena ia tidak akan menyerah. Kim Bum yang melihat Jiyeon tengah berdiri bersama Seung Ho pun memanggilnya. “Jiyeon-ah!”

 

Jiyeon melemparkan pandangannya pada Kim Bum, namun ia tak langsung menghampirinya. Ia justru berbisik dulu pada Seung Ho, karena sepertinya Seung Ho terlihat agak canggung mendengar Kim Bum memanggil namanya. “Kau tak ikut?”

Wae? Kan hanya kau yang dipanggil olehnya. Pergilah, aku akan menunggu di sini” jawab Seung Ho datar.

“Kau yakin kau tidak apa-apa? Jangan berbohong padaku”

“Mm, pergilah”

 

Setelah mendapat jawaban dari Seung Ho, Jiyeon melangkah mendekat pada Kim Bum dan juga Go Ara. Go Ara berusaha memberikan kode pada Jiyeon agar ia menjauh, membiarkan Jiyeon memberikan momen hanya untuk dirinya dan Kim Bum. Namun Jiyeon bukanlah tipe orang yang seperti itu, ia pura-pura tak mengerti maksud Go Ara dan membuatnya mendengus kesal. “Kenapa kau memanggilku? Tumben”

“Ayo makan malam bersama. Aku, So Eun, dan juga tim akan makan di sini. Ajak juga Hyun Woo, ku tunggu di backstage 30 menit lagi” ujar Kim Bum.

Go Ara mengernyit bingung. “Aku tak di ajak?!”

“Kau kan mau makan malam di restoran mewah, aku tak akan menghalangi mu jika kau memang mau makan di luar. Aku tidak apa-apa”

“Kim Bum!”

“Oh ya Jiyeon-ah, jangan lupa ajak Seung Ho. Jangan sampai ia di bawa pergi oleh wanita ini”

 

Hanya itu yang Kim Bum ucapkan sebelum melangkah pergi meninggalkan Go Ara dan juga Jiyeon. Dalam hatinya wanita itu merasa lega saat mengetahui jika Kim Bum juga mengajak Seung Ho untuk makan bersama, setelah sedari tadi ia tak melihat adanya perbincangan antara dua pria itu. Jiyeon hanya tertawa kecil pada Go Ara, kemudian ia pergi untuk menemui Seung Ho.

 

***

 

“Wah, aku kenyang sekali! Hei Bum-ah, terima kasih untuk makan malamnya. Kau memang sahabat ku yang paling baik!” ujar Hyun Woo dengan begitu antusias, merangkul pundak Kim Bum dengan santainya tanpa memikirkan orang-orang yang berada di sekeliling mereka. “Lain kali ajak aku dan So Eun makan bersama lagi, oke?”

Kim Bum yang mendengarnya hanya tertawa. “Kalau mengajak So Eun sudah pasti, tapi kau? Ku rasa aku harus berpikir ulang lebih dari yang ku bayangkan”

“Yak, kau mau mulai lagi? Awas saja kau, tak akan ku biarkan So Eun bertemu denganmu. Kalau perlu aku akan bekerja sama dengan wanita nenek sihir itu agar kau menjauh dari So Eun!”

“Yak! Siapa yang kau maksud nenek sihir?! Jangan pernah membawa namaku!” teriak Go Ara dengan lantang, membuat Jiyeon dan Seung Ho yang duduk di sampingnya terkejut.

“Pede sekali kau, aku kan menyebut nenek sihir, bukan nama mu. Kalau kau merasa, ya itu bukan salahku”

 

Hyun Woo yang berhasil membuat wajah Go Ara tertekuk pun membuat yang lain tertawa. So Eun yang duduk di antara Hyun Woo dan juga Kim Bum ikut larut pada momen ini. Ikut tertawa, berbincang dan membicarakan apapun yang dapat mereka bagi. Meskipun ia belum terlalu mengenal Jiyeon, ia cukup merasa nyaman untuk berbicara banyak dengannya. Berbeda jika ia harus berbicara pada Go Ara, So Eun bahkan harus menunduk ketika ia mendapati wanita tersebut membuang muka dari nya. Masa bodoh, dalam hati nya So Eun percaya jika kelak ia akan berhubungan baik dengan Go Ara.

 

Tepat setelah Kim Bum menghabiskan lemon tea nya, ia menengok ke arah So Eun. “Kau pulang dengan siapa? Aku akan mengantarmu pulang jika kau mau”

“Tentu saja dengan Hyun Woo, aku harus menemaninya pulang karena ia telah meluangkan waktunya untuk datang hari ini” balas So Eun yang setelahnya melirik pada Hyun Woo. Pria itu memberikan wink terbaiknya pada So Eun. “Terima kasih banyak atas kebaikan mu”

“Tak usah terlalu mengeluarkan pesona mu, Kim Bum hanya basa-basi karena ia akan pulang bersama ku” Go Ara berceletuk dengan sinis. Sejurus kemudian ia menerima tendangan kecil di kaki nya, yang ia sadari dari Jiyeon. “Kurangi sifat ‘bos’ mu, kau bukan siapa-siapa di sini”

“Seung Ho-ssi, kenapa kau diam saja? Apa kau sedang sakit?” Perhatian Hyun Woo kini beralih pada Seung Ho, yang sehabis makan hanya memainkan sedotan di gelas minumannya. Pertanyaan Hyun Woo membuat Kim Bum ikut menaruh perhatiannya pada Seung Ho, tapi ia hanya diam dan menunggu jawaban dari nya.

Seung Ho merasa canggung karena mereka kini memperhatikan dirinya, dan ia tak mau menjadi pusat perhatian. Sedari awal setelah Seung Ho bertemu dengan Kim Bum pada pagi hari itu, pikirannya terus melayang jauh. Memikirkan bagaimana hubungan nya dengan Kim Bum membaik dan bagaimana caranya agar So Eun tak akan pernah tau jika hubungan mereka kini merenggang. “Tenang saja, aku hanya sedikit merasa kenyang. Kau perhatian sekali padaku”

“Aish kau saja yang baru tau jika aku adalah tipe sahabat yang perhatian, sangat perhatian” Hyun Woo merevisi kalimat Seung Ho ditambah dengan senyumannya yang lebar.

 

Obrolan saat itu berlangsung panjang. Tawa dari mereka pecah setiap kali Hyun Woo dan Go Ara bertengkar hanya karena masalah sepele. Kim Bum dan So Eun pun sesekali saling menoleh, membuat jantung mereka berdegup kencang. So Eun tak dapat memungkiri jika Kim Bum adalah pria yang sangat baik, bisa di bilang telah memenuhi kriteria ideal nya, atau bahkan melebihi apa yang ia harapkan. Hatinya selalu berbunga-bunga setiap kali ia mendapati Kim Bum tengah menatap nya dari jauh, atau sekedar bertanya mengenai apa yang ia lakukan. Ia hanya bisa tersenyum, terus tersenyum agar Kim Bum tak mengetahui nya. Dirinya tidak dapat membayangkan apa yang akan orang lain katakan jika mereka tahu bahwa So Eun tertarik pada Kim Bum, yang merupakan pihak penerbit dari novel pertamanya.

 

“Tenang kan dirimu Kim So Eun, jika kau terus berdegup seperti ini setiap kali kau bersama dengannya, kau akan benar-benar terjatuh pada nya dan sulit untuk kembali lagi” gumam So Eun dalam hati.

 

Setelah memastikan semua nya telah habis, mereka pun keluar dari restoran itu bersama-sama. Berhenti sejenak untuk saling berpamitan kepada satu sama lain sebelum kembali ke rumah masing-masing. “Jadi kita akan berhenti di sini untuk hari ini. Terima kasih banyak atas kehadiran kalian”

Jiyeon membalas ucapan perpisahan Kim Bum. “Terima kasih juga untuk makan malam nya, Presdir Kim. Acara tadi merupakan acara yang hebat, kau juga berhasil menjadi bintangnya, So Eun”

“Terima kasih, aku berhutang budi pada kalian semua. Kau merupakan mentor ku Jiyeon, aku ingin sekali bisa menjadi penulis hebat seperti mu” pujian So Eun membuat Jiyeon tersenyum simpul.

Seung Ho yang berdiri di samping Jiyeon juga ikut memuji So Eun dengan tulus, berusaha untuk menghilangkan jarak di antara mereka. “Sekali lagi selamat untuk novel perdanamu, semoga sukses”

“Dan Kim Bum, peluncuruan novel nya luar biasa. Kau memang selalu bisa di andalkan, selamat juga untukmu”

Kim Bum tak mengerti apa yang Seung Ho pikirkan, jadi ia hanya membalas ucapan Seung Ho sewajarnya. “Terima kasih”

“Baiklah, sampai bertemu lagi di lain waktu. Sampai jumpa!”

 

Jiyeon berjalan menuju mobil nya bersama dengan Seung Ho, dan So Eun juga Hyun Woo bergegas menuju ke halte bis terdekat. Meninggalkan Kim Bum serta Go Ara yang masih terdiam di sana. Pandangan Kim Bum masih melekat pada So Eun yang sedikit demi sedikit mulai menjauh, namun tetap terlihat anggun di matanya. Go Ara menyentuh pelan tangan Kim Bum untuk menyadari pria itu dari lamunan nya. “Ayo kita pulang, kau pasti sangat lelah”

“Tunggu”

“Kau pulang saja lebih dulu, ada yang harus ku lakukan sekarang”

“Tapi Kim Bum

 

Tanpa menunggu jawaban dari Go Ara, Kim Bum langsung melangkah pergi meninggalkannya menuju ke seorang wanita yang belum terlalu jauh dari tempat ia berdiri saat ini. Ya, dia menghampiri So Eun, yang baru saja melangkahkan kaki nya menaiki bis. Hyun Woo sudah naik terlebih dahulu, ia melihat Kim Bum menahan So Eun untuk pergi namun tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.

 

So Eun yang terkejut saat merasakan sentuhan jari Kim Bum di pergelangan tangannya pun merasa bingung, memberanikan diri bertanya pada pria itu tentang apa yang terjadi. “Kim Bum? Ada apa? Kenapa kau di sini?”

“Aku ingin menggunakan kartu as ku”

“Kartu as mu?”

“Pergilah bersama ku untuk satu hari saja. Ya, satu hari saja”

 

– To Be Continued –

 

A/N:

Jeng jeng jeng baru muncul lagi ini lanjutannya setelah udah ubanan dan berdebu, hahaha.

Maaf ya feel nya kurang dapet atau alurnya terlalu datar, sudah saya usahakan tapi begini adanya.

Hanya itu saja yang mau saya sampaikan, jangan pernah menunggu kelanjutannya karena saya ga akan pernah bisa janji waktu nya kapan.

Terima kasih!

 

The Love Book

#Part7

Kim Bum & Kim So Eun

Story by @chandrasyifaw

Copyright | December, 2015

Teaser of ‘Crush’

 

Sorot lampu yang begitu berkilau itu terarah kepada seorang wanita yang tengah berjalan di atas panggung. Memamerkan kecantikan yang dimilikinya, ditambah lagi dengan pakaian dan perhiasan yang harganya melambung tinggi. Kaki putihnya yang sudah jelas sangat jenjang itu mengantarnya ke ujung panggung, tempat terdekat dengan tamu undangan yang sudah terbuai dengan kecantikannya. Berhenti di tempat yang sama dengan pose anggun nan menawan. Tak heran jika para desainer dunia yang datang pun terkagum-kagum dengan apa yang ada pada dirinya. Matanya yang bulat hitam itu memancarkan keyakinan dan pribadinya yang tangguh, tak mudah untuk diremehkan.

 

“Ah, wanita ini cantik sekali” bisik salah satu pengunjung.

“Tentu, dia merupakan super model di dunia. Satu-satu nya model asal Korea Selatan yang berhasil memuncaki panggung fashion dunia di Paris. Bahkan dia menjadi perwakilan dari Asia Timur dalam ajang tersebut” balas orang itu dengan nada kagum.

“Benarkah? Siapa namanya?”

“So Eun, Kim So Eun”

 

***

 

“Mereka itu kenapa sih? Apa Pangeran William tersasar ke sini hingga mereka berteriak seperti itu?” sindir Chae Woo.

“Ku rasa ada yang tak beres di sini” gumam Shin Hye sambil menopang dagu.

“Apa ada tamu spesial yang datang ke sini?” ujar Yonghwa dengan mata yang terus menatap keramaian itu.

 

Beberapa saat kemudian, kumpulan wanita itu berjalan ke arah meja mereka bertiga. Semakin dekat hingga teriakan wanita-wanita itu mulai menusuk ke dalam telinga mereka. So Eun yang tadinya tak peduli kini benar-benar merasa tidak nyaman. Sorot matanya langsung menatap ke arah mereka, hingga matanya mendapati sesosok pria berkulit putih dan tegap berdiri di tengah-tengah mereka. So Eun pun membulatkan matanya ketika pria itu sudah terlihat jelas, berdiri menghadapnya dan juga teman-temannya. Dan pada akhirnya Yonghwa pun mengenali pria itu.

 

“Jadi kau yang membuat semua wanita di sini gila, Kim Bum?”

 

 

Yang penasaran silahkan tunggu yaa, kalau ga ada yang suka ga akan saya post, hahaha

Tagged: , , , ,

13 thoughts on “(FF) The Love Book – Part 7

  1. Faizal indri Desember 7, 2015 pukul 11:03 am Reply

    Br bc ni ff dn sangt menarik,teaser yg di share jg menark jd penasaran kira” lama gk ya di postng

  2. Thitien Desember 7, 2015 pukul 11:14 am Reply

    Ah akhirnya ada kelanjutanya juga , aa makin penasaran sma bumsso yg makin dekat next thor

  3. russ95 Desember 7, 2015 pukul 12:50 pm Reply

    ahhh kerennn
    di tunggu karya selanjutnya ,semangat

  4. My Fishy Desember 7, 2015 pukul 12:57 pm Reply

    akhirnya d post juga setelah hampir setahun menunggu kekekeke.. sepertinya kim bum mulai menunjukkan rasa sukanya pada so eun sampe2 mengejar so eun yg mau menaiki bis bersama dengn hyun woo.. kim bum menggunakan kartu as nya untuk seharian bersama so eun nie!! penasaran apa yg akan d jawab so eun?? next.. wah seru tuh teaser nya za seru gimana full partnya, d tunggu ya..

  5. dela safitri Desember 7, 2015 pukul 4:50 pm Reply

    Thor lagi seru serunya tbc senyum2 gitu bacanya thor🙂
    Seruu thor bkln tetap menunggu nextnya thor yakin jadiii author harus semangaaaat buat lanjutinnya ehehe
    Kira2 oppa bkln ngapain yaa ?
    Aaahsweet bgtt oppa😉
    Ditunggu jg thor itu ff barunya🙂 semuaanya deh ehehe semangaaaat author😉

  6. sugarsoya Desember 7, 2015 pukul 5:03 pm Reply

    Yeee akhirnya dipost part 7 nya… Hummm makin kelihatan jelas ketertarikan antara soeun dan kim bum, haha go ara dan hyun woo lama2 jodoh juga nih, aku ngebayangin hyun woo yg kaya di to the beautiful you jadinya, hehe
    Penasaran sama kartu as kim bum, kira2 dia minta soeun nemenin dia kemana yah??? Keren syifaa, ditunggu next partnya ya…

  7. Paijem Desember 7, 2015 pukul 7:10 pm Reply

    Udah lama y…jd agak lupa m Part sebeLumny, khususnya terciptanya Suasana tidak enak ant Kim Bum n seung Ho…jujur lupa krn apa, cuma bisa menebak2…
    Kartu As?? Penasaran…

    *teaser
    Sso super model??😨
    & itu Kim Bum, kelihatannya org penting gitu perannya d ff ini…
    Super model & pebisnis handal…wooowww, ,,,

    Kpn rilis ny ini…g sabar

  8. mia Desember 8, 2015 pukul 12:56 am Reply

    semiga mereka bisa cepat bersatu

  9. Ikfina Desember 8, 2015 pukul 6:22 am Reply

    Gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya,
    teaser ff barunya juga menarik🙂
    di tunggu cerita lengkapnya😀

  10. muhi Desember 8, 2015 pukul 7:27 am Reply

    Wachhhh…ceritanya makin seru…..
    kartu as apa yg dgunakan kim bum……hyun woo emang lucu….bikin ara sebal terus…

    Teasernya kereen…..ditunggu ffnya…

  11. Ega Mawarni Ysj Desember 11, 2015 pukul 6:27 am Reply

    Kerennnn,,,,, ff barunya di tunggu ya chingu,,,,

  12. rifdaaini Desember 30, 2015 pukul 6:43 am Reply

    Kyaaaaaaa….
    #teriakgaje…
    Ini ff yg udah aku tunggu2, akhirnya di post juga….
    Cieeee,, udah mulai saling suka ni yeeee…
    Semoga di part berikutnya mereka jadian… hehe…
    Di tunggu kelanjutannya chingu….
    Sama Ff barunya juga…
    Fighting chingu…
    O iya, kamu member grup shate ff bumsso kah?
    Kalau iya kenapa gak di promosiin di grup… aku yakin banyak yg bakaln suka, ff ny a kereen sih…
    Tetap semangat ya…

  13. dela safitri Juli 21, 2016 pukul 5:41 pm Reply

    Thot kpn di post next part nya ?
    Terus ff baru ini juga kapan di post ?
    Aku penasaran dengan kartu as yg kim bum maksud ? Ayoo thor di post yaa next partnya,
    Apa kim bum akan mengatakan apa yg dia rasakan pada sso ?
    Kapan mereka mengungkapkan kekaguman mereka satu sama lain dan meresmikan hubungan mereka thor ?
    Ff barunya juga di post ya thor ? Ehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: